Main Content

Konsultasi BEBAS, WNI Yg ingin jadi POLISI (Secaba, Akpol, dll)


PERHATIAN !!! JANGAN PERCAYA PADA SIAPAPUN YANG MENAWARKAN KELULUSAN
DALAM SELEKSI MENJADI ANGGOTA POLRI DENGAN MEMINTA IMBALAN SEJUMLAH UANG!



SEKILAS PENERIMAAN POLRI


Quote:Komitmen Polri dalam mewujudkan rekruitmen dan seleksi anggota Polri melalui prinsip-prinsip: bersih, transparan, akuntabel dan humanis, dirintis sejak tahun 2007. Komitmen tersebut pada tahun 2007, mendapat penghargaan dari MURI melalui penganugrahan kepada Polri atas prestasi pemrakarsa penyelenggaraan seleksi personel Polri secara bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Selanjutnya pada tahun 2008, komitmen tersebut dilanjutkan kembali melalui salah satu program unggulan Polri melalui Quick Wins transparansi rekrutmen personel Polri yang merupakan produk utama Polri yang mempunyai daya ungkit kuat (key leverage) dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, dan dapat direalisasikan serta hasilnya bisa diukur..

Keberhasilan Polri dalam mewujudkan prinsip-prinsip tersebut, pada tahun 2008, diakui oleh Sucofindo International Certification Services melalui penghargaan ISO 9001:2000 dalam menerapkan sistem manajemen mutu pada proses penerimaan Taruna Akpol Tingkat Pusat. Selanjutnya pada tahun 2010, Polri berhasil meningkatkan prestasi tersebut, melalui perolehan ISO 9001:2008 pada proses penerimaan Perwira Polri Sumber Sarjana Tingkat Pusat dan keberhasilan dalam meningkatkan ISO 9001:2000 menjadi ISO 9001:2008 pada proses penerimaan Taruna Akpol Tingkat Pusat

Program unggulan Polri di bidang rekruitmen, merupakan salah satu bentuk implementasi Polri dalam menjalankan Reformasi Birokrasi Polri yang merupakan bagian dari Reformasi Birokrasi Pemerintah, yang diatur dalam Per-Men PAN No. 15 Tahun 2008 tentang pedoman umum pelaksanaan reformasi Birokrasi, dengan tujuan khusus menciptakan birokrasi yang bersih, efesien dan produktif, transparan, melayani dan birokrasi yang terdesentralisasi, guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik



PERSYARATAN UMUM


Quote:Setiap calon anggota Polri harus memenuhi persyaratan umum :

  1. Warga Negara Indonesia
  2. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  3. Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945
  4. Sehat jasmani dan rohani
  5. Tidak pernah dipidana karena melakukan suatu kejahatan
  6. Berwibawa, jujur, adil dan berkelakuan tidak tercela
  7. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan bersedia ditugaskan pada semua bidang tugas Kepolisian



SPESIFIKASI PENDIDIKAN


Quote:Kepolisian Negara Republik Indonesia memberi kesempatan kepada Pemuda-Pemudi warga negara Republik Indonesia, untuk mengikuti pendidikan Brigadir Polisi, Tamtama Polisi, Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS), dan Akademi Kepolisian (Akpol).

Brigadir Polisi
  • Mengikuti pendidikan selama 7 (tujuh) bulan di masing-masing SPN Polda
  • Output pangkat Brigadir Dua Polisi

Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS)
  • Mengikuti pendidikan selama 6 (enam) bulan di Setukpa Lemdikpol Sukabumi
  • Output pangkat Inspektur Polisi Dua

Akademi Kepolisian (Akpol)
  • Mengikuti pendidikan selama 4 (empat) tahun di Akpol Semarang
  • Output pangkat Inspektur Polisi Dua
  • Setara strata S1 dengan gelar S.IK (Sarjana Ilmu Kepolisian)

Tamtama Polisi
  • Mengikuti pendidikan selama 6 (enam) bulan di masing-masing SPN Poldan
  • Output pangkat Bharada Polisi



Silahkan bagi para forpolers yang ingin ber tanya-tanya tentang syarat-syarat dan apa saja yang perlu disiapkan dalam menghadapi tes penerimaan anggota Polri. Feel Free To Ask

Ngakak JADWAL PENERIMAAN POLRI

Akademi Kepolisian TA 2015 (CLOSED)


Spoiler for AKPOL:


Spoiler for Agenda Akpol:



Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana TA 2015 (CLOSED)


Spoiler for SIPSS:


BRIGADIR POLRI TA 2014 (CLOSED)


Spoiler for Brigadir:



TAMTAMA BRIMOB TA. 2015 (CLOSED)


Spoiler for Tamtama:


Bintara Polri Khusus Penyidik Pembantu T.A. 2015
13-Agustus-2015 sampai dengan 08-September-2015



Spoiler for :

QUICK INDEX






TESTIMONIAL


Berikut ini adalah pengalaman kaskuser yang berhasil lulus menjadi anggota Polri berkat informasi dan diskusi dari thread ini. Alhamdulillah.. semoga semakin banyak masyarakat Indonesia khususnya kaskuser yang juga bisa lulus dan sukses menjadi anggota Polri



*klik gambar utk melihat ukuran full size

Latihan menghadapi Tes Kesamaptaan Jasmani (TKJ)

1. Latihan lari selama 12 menit

Latihan pertama yaitu lari selama 12 menit. Sebaiknya untuk mempermudah memperkirakan jarak dan waktu tempuh sebaiknya lakukan latihan ini dengan mengelilingi lapangan sepak bola yang berukuran standar 400 meter. Untuk calon peserta pria setidaknya dapat mencapai 6 kali (2400 meter) selama 12 menit tersebut. Untuk calon wanita setidaknya mencapai 5 kali (2000 meter). Lakukan latihan lari ini secara rutin agar kemampuan dapat meningkat dari waktu ke waktu.

2. Pull Up (pria) dan Chinning (wanita)

a. pull up (pria) adalah gerakan dengan cara seperti bergantung pada tiang horizontal seperti gambar kemudian menarik badan keatas sampai dagu melewati tiang itu dan kembali turun sampai tangan lurus. Setidaknya lakukan latihan ini sebanyak 10 kali, dengan gerakan yang sempurna. Lebih baik sedikit demi sedikit tetapi sempurna dari pada banyak tapi gerakannya tidak sempurna.

b. chinning (wanita) adalah gerakan dengan cara berdiri di depan tiang mendatar, dengan kaki tetap menginjak tanah, kemudian tarik badan ke depan dan kembali ke belakang, setidaknya lakukan sebanyak 40 kali dengan gerakan yang sempurna. Lebih baik sedikit demi sedikit tetapi sempurna dari pada banyak tapi gerakannya tidak sempurna.[/spoiler]

3. Sit Up

Sit Up adalah gerakan duduk-bangun. Lakukan latihan untuk memperkuat otot perut. Posisi tangan dianyam di belakang kepala. Ketika bangun upayakan sampai mencium lutut. Lakukan gerakan ini minimal 35 kali untuk pria dan 30 kali untuk wanita. Seluruh gerakan dilakukan tidak lebih dari 1 menit.

4. Push Up

Push Up adalah gerakan naik turun dengan bertumpu pada kedua tangan dan kaki. Untuk laki-laki bertumpu pada ujung kaki, dan wanita bertumpu pada lutut. Saat turun badan tidak menyentuh tanah, dan pada saat naik tangan kembali lurus. Lakukan gerakan secara sempurna untuk laki-laki setidaknya 35 kali dan 30 kali untuk wanita. Seluruh gerakan dilakukan tidak lebih dari 1 menit.

5. Shuttle Run

Shuttle run adalah lari membentuk angka 8 . Maksudnya adalah Anda lari dengan kecepatan penuh (sprint) melewati 2 patok besi yang berjarak kurang lebih 10 meter dengan titik awal sebelah kanan patok belakang. Setelah ada aba2 start/peluit, Anda lari dari titik awal itu menuju sebelah kiri patok depan kemudian memutari patok itu sampai agan berada di sebelah kanan patok depan, setelah itu agan lari kembali ke patok belakang sebelah kiri, memutari patok itu sampai agan berada di sebelah kanan patok belakang kembali. lari membentuk angka 8 itu dilakukan sebanyak 3 kali putaran dan dicatat waktu tercepatnya dan ingat, harus dilakukan dengan kecepatan penuh agar nilainya bagus.Tes ini untuk mengukur akselerasi dan kelincahan tiap peserta. Upayakan waktu yang diperlukan tidak lebih dari 20 detik.

6. Renang

Lakukan latihan renang dengan gaya bebas (gaya apa saja yang dikuasai). Berlatihlah berenang setidaknya mencapai jarak 25 meter.

polwan cantik (anak tukang sapu jadi taruni AKPOL)




Quote:Original Posted By kus.andriadi
bisa aja, kan yang penting otot bisep, trisep, forearms nya kuat...temen gw bisa kelebihan 10KG(TB 180CM BB 90anKG) tapi pull up dapet 3 kali...

tp ya lebih baik seimbangin dulu....kalo berat badan mau ideal itu mau gak mau, harus banyakin cardio, diet dan angkat beban...yang termasuk cardio itu bisa renang, sepedahan, jogging, dll...
biasanya sih yang banyak dilakuin orang2 jogging juga cukup...sekitar 45 menit nonstop yah, kenapa 45 menit?
karena kalo cardio dibawah 30 menit itu yang dibakar masih gula darah/glikogen sebagai energi, kalo udah diatas 30 menit...itu biasanya Max Heart Rate udah 60%-70% dan tubuh udah menggunakan lemak sebagai energi

45 menit itu sekitar 5-6KM(santai aja)..lakuin 1 kali dalam 2 hari selama 3 bulan mas, gw dulu lakuin kaya gini, 2 bulan turun 8KG, jangan liat kanan kiri yang sebulan bisa turun 8-9KG, itu gak sehat, nanti kurus nya malah pada gombyor dan kendor, itu susah lagi ngencenginnya......

jangan lupa dibarengin latian pull up diatas, sekali tepuk, 2 sampai 3 pulau terlampaui...gw yakin deh kalo dijalanin 3-5 bulan secara disiplin, insya allah push up dapet 40x, sit up 40x, pull up 6x, dan lari 2400-2600 M dalam 12 menit

sorry ya, gw bukan polisi....tapi boleh kan gw ngasih saran disini...

CMIIW

Love SOAL PSIKOTES

Spoiler for 1. Tes Logika Aritmatika. :


Spoiler for 2. Tes Logika Penalaran. :


Spoiler for 3. Analog Verbal Test. :


Spoiler for 4. Kraeplien/Pauli. :


Spoiler for 5. Wartegg Test:


Spoiler for 6. Draw A Man Test (DAM):



Spoiler for 7. Army Alpha Intelegence Test. :

Spoiler for 8. Menggambar Pohon.:


Spoiler for 9. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS).:



Spoiler for 10. Learning By Doing.:


Spoiler for 11. HOKI.:

TAHAP SELEKSI REKRUTMEN POLRI


Spoiler for Pendaftaran:

Spoiler for Rikmin Awal:

Spoiler for Rikkes 1:

Spoiler for Psikotest:

Spoiler for Ujian Akademik:

Spoiler for Rikkes 2:

Spoiler for Uji Kemampuan Jasmani:

Spoiler for Rikmin Akhir:

Spoiler for Parade:

Spoiler for Supervisi:

Spoiler for Sidang:

CARA REGISTRASI PENERIMAAN POLRI ONLINE



Spoiler for step by step:

BERKAS ADMINISTRASI YANG PERLU DISIAPKAN (PEMERIKSAAN ADMINISTRASI AWAL)

Spoiler for :


1. Surat Permohonan Menjadi Anggota Polri
  • Ditulis dengan tinta warna hitam diatas kertas folio bergaris bermaterai 6.000,-
  • Ditulis sendiri oleh pelamar
  • Menggunakan huruf balok tanpa coretan/dihapus


2. Akta Kelahiran/Surat Kenal Lahir
  • Bagi yang tidak memiliki akte kelahiran dapat menggunakan Surat Keterangan Kelahiran/Surat Kenal Lahir
  • akte kelahiran/surat kenal lahir/surat keterangan kelahiran dibuat oleh bupati/walikota setempat;
  • jika akte kelahiran/surat kenal lahir hilang/ rusak/terdapat kesalahan/perubahan, harus dilampiri surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang


3. Ijazah & SKHUN SD, SMP,SMA, D-III, D-IV, S1/S2
  • Ijazah dan SKHUN yang diperiksa adalah SD, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam penerimaan Polri dan untuk fotocopy ijazah dan SKHUN harus dilegalisir oleh Kepala Sekolah dan Kepala Kantor Diknas Setempat.
  • Ijazah & SKHUN tidak dibenarkan adanya perubahan kecuali jika perubahan tersebut dibuat dan dilegalisir oleh pejabat yang berwenang.
  • Jika Ijazah hilang/rusak/terdapat kesalahan/ perubahan, harus dilampiri surat keterangan yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang;
  • Ijazah dan SKHUN dari Sekolah Luar Negeri harus mendapat pengesahan dari Depdiknas
  • Bagi calon yang sedang mengikuti ujian akhir (kelas 12) harus menyerahkan: Surat Keterangan dari Kepala Sekolah bahwa calon adalah siswa kelas tiga yang terdaftar sebagai peserta Ujian akhir dan Fotokopi rapor semester 5 (fotokopi dan dilegalisir Kepala Sekolah)


4. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian dikeluarkan dari Polres setempat, berdasarkan rekomendasi RT, RW dan Kelurahan dimana calon Bintara Polri bertempat tinggal
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian tersebut masih berlaku dan digunakan hanya untuk melamar menjadi anggota Polri.
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian tersebut menyatakan yang bersangkutan tidak sedang / pernah terlibat kasus / penyidikan perkara pidana


5. Surat Keterangan Berbadan Sehat
Surat Keterangan Sehat dari Institusi Kesehatan Resmi Milik Pemerintah (Puskesmas, RS diluar Polri ) yang ditanda tangani dan distempel oleh Kepala Institusi Kesehatan tersebut, yang menyatakan berbadan sehat dan tinggi badan sekurang-kurangnya 163 cm untuk pria, 160 untuk wanita. Jangan lupa difotokopi dan dilegalisir Kepala Puskesmas setempat.

6. Surat Keterangan Bebas Narkoba dari klinik milik Polri di daerah setempat
difotokopi dan di legalisir Kapala Klinik

7. KTP (Kartu Tanda Penduduk) Pendaftar dan Kedua orang tua
Difotokopi dan dilegalisir di catatan sipil

8. Kartu Keluarga
Difotokopi dan dilegalisir di catatan sipil

9. Surat Persetujuan Orang Tua Wali
mengisi formulir yang telah disediakan lalu difotokopi, kemudian di tandatangani oleh Ortu dan Kepala Desa

10. Surat Pernyataan Belum Pernah Menikah
mengisi formulir yang telah disediakan lalu difotokopi, kemudian ditempel materai 6000 dan di tandatangani oleh Pendaftar, Ortu dan Kepala Desa.

11. Daftar Riwayat Hidup
mengisi formulir yang telah disediakan lalu difotokopi, kemudian di tandatangani oleh Pendaftar dan Kepala Desa, serta ditempel pas foto berwarna 4x6

12. Surat Perjanjian Ikatan Dinas Pertama Anggota Polri
mengisi formulir yang telah disediakan lalu difotokopi, kemudian di tandatangani pendaftar dan Kapolres setempat.

13. Surat Pernyataan Tidak Terikat Oleh Suatu Perjanjian Ikatan Dinas
mengisi formulir yang telah disediakan lalu difotokopi, ditempel materai 6000 dan ditandatangani oleh Pendaftra, Kepala Desa dan Camat.

14. Surat Pernyataan Orang Tua/Wali
mengisi formulir yang telah disediakan lalu difotokopi, kemudian di tandatangani oleh Pendaftar dan Ortu

Noted:
  • Poin no 9 s/d 14 formulir sudah disediakan, bisa di download di website penerimaan atau ambil di panitia
  • Semua berkas harus urut, tandatangan harus asli, tidak boleh fotokopian
  • Ada beberapa Panda/Sub Panda/Panbanrim yg mengharuskan pendaftar menyertakan Surat Keterangan Belum Pernah Menikah dari KUA (Kantor Urusan Agama) setempat.
  • Berkas administrasi diatas bukan mutlak, bisa berbeda tergantung lokasi dan lemdikpol


Pemeriksaan Administrasi Awal & Penilaian

Panitia menerima dokumen berupa persyaratan dari peserta, selanjutnya dilakukan pemeriksaan untuk menyatakan keabsahan dan kelengkapan dokumen. Penilaian hasil pemeriksaan administrasi berupa penilaian kualitatif yaitu : Memenuhi Syarat (MS) dan Tidak memenuhi Syarat (TMS).

Hal-hal lain yang perlu dibawa oleh peserta :

  • selama mengikuti seleksi memakai kemeja lengan panjang warna putih dan celana panjang bahan warna hitam;
  • pada saat rikkes tahap 1 dan rikkes tahap 2 membawa kaos oblong dan celana pendek warna putih;
  • pada saat uji renang membawa pakaian renang;
  • pada saat pemeriksaan anthropometri calon siswa Pria membawa celana pendek warna putih dan calon siswa wanita membawa pakaian renang;
  • peralatan tulis (ballpoint pens, penghapus pulpen (tipp-ex), pensil, dan penghapus pensil.

Pemeriksaan Kesehatan tahap 1

Spoiler for :


Pemeriksaan Keshatan tahap 1, meliputi :

  1. bentuk kepala;
  2. bentuk kaki (normal, X atau O);
  3. bentuk telapak kaki;
  4. varikokel;
  5. varices;
  6. ambeien;
  7. THT (Telinga, Hidung dan Tenggorakan);
  8. pengecekan Tekanan Darah (normal, darah rendah atau darah tinggi);
  9. tes nadi (per menit);
  10. pengukuran tinggi dan berat badan;
  11. tes kesehatan mata.


Sistem Penilaian

Sistem Penilaian untuk Pemeriksaan Kesehatan tahap 1 berupa nilai kualitatif dan kuantiatif yaitu :

Nilai B yaitu 70 sampai dengan 75
Nilai C yaitu 60 sampai dengan 67
Nilai K1 yaitu 55 sampai dengan 57
Nilai K2 yaitu 50
Memenuhi syarat (MS) stakes I dan 2 (nilai B/C);
Memenuhi syarat, stakes 3 (nilai K1) dengan catatan “K1” tidak dapat diubah menjadi nilai B/C;
Tidak memenuhi syarat, stakes 4 (nilai K2) tidak dapat diluluskan dengan pertimbangan karena kelainan kesehatan.

Pemeriksaan Psikologi/Psikotest

Spoiler for :


Ujian Psikologi (tingkat daerah), meliputi aspek-aspek sebagai berikut :

  1. faktor kecerdasan
    • kecerdasan umum;
    • kemampuan praktis;
    • kemampuan verbal;
    • kemampuan abstrak.

  2. faktor kepribadian
    • prososial;
    • pengendalian diri;
    • penyesuaian diri;
    • kepercayaan diri.

  3. faktor minat
    • prosedural;
    • pelayanan sosial;
    • adil;
    • kebenaran;
    • demokratis;
    • humanisme.

  4. sikap kerja
    • kecepatan;
    • daya tahan;
    • ketelitian.



Sistem Penilaian

nilai psikologi diwujudkan dalam skala 0 sampai 100 dengan kategori sebagai berikut

  • 0 – 40 : Kurang sekali;
  • 41 – 60 : Kurang;
  • 61 – 80 : cukup;
  • 81 – 100 : Baik.
nilai psikologi dinyatakan memenuhi syarat (MS) adalah 61 ke atas, dan tidak memenuhi syarat (TMS) adalah 60 ke bawah.

TES AKADEMIK

Spoiler for :


Tes Akademik Calon Taruna Akademi Kepolisian

Mata pelajaran yang akan diujikan, meliputi :

  1. bahasa Indonesia;
  2. pengetahuan umum (muatan lokal);
  3. Matematika.


Pelaksanaan Ujian Akademik dan Koreksi :

  1. untuk pelaksanaan ujian Akademik secara tertulis menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK);
  2. dilaksanakan one day test kecuali dalam situasi tertentu;
  3. pemeriksaan atau koreksi hasil ujian dilaksanan secara transparan menggunakan komputer, scanner yang sebelumnya atau pada saat itu diaudit oleh ahlinya;
  4. saat itu juga hasilnya diperlihatkan kepada Calon Taruna Akademi Kepolisian.


Sistem Penilaian

  1. penilaian hasil tes/ujian berbentuk objektif:
    • kuantitatif berskala 0 – 100;
    • yang diberi nilai hanya jawaban yang betul;
    • jawaban yang salah dan tidak memberi jawaban tidak diberi nilai.

  2. pembobotan materi tes/ujian
    • pengetahuan umum x 35;
    • matematika x 35;
    • bahasa Indonesia x 30.



nilai akhir akademik:


Tes Akademik SIPSS

Mata pelajaran yang akan diujikan, meliputi :

  1. TPA (Tes Potensi Akademik)
  2. TOEFL (Test of English as a Foreign Language)

Jenis dan bentuk Tes/Ujian :

  1. dilaksanakan menggunakan sistem CAT (Computer Assisted Test)
  2. bentuk soal berbentuk objektif dengan ragam pilihan ganda dengan 4 (empat) pilihan jawaban 100 soal

Sistem Penilaian

penilaian hasil tes/ujian berbentuk objektif:
  1. kuantitatif berskala 0 – 100
  2. yang diberi nilai hanya jawaban yang benar
  3. jawaban yang salah dan tidak memberi jawaban tidak diberi nilai


nilai akhir akademik:

Tes Akademik Brigadir Polisi

Mata pelajaran yang akan diujikan, meliputi :

  1. pengetahuan umum (muatan lokal);
  2. bahasa Inggris;
  3. bahasa Indonesia.

Pelaksanaan Ujian Akademik dan Koreksi :

  1. untuk pelaksanaan ujian Akademik secara tertulis menggunakan Lembar Jawaban Komputer (LJK);
  2. dilaksanakan one day test kecuali dalam situasi tertentu;
  3. pemeriksaan atau koreksi hasil ujian dilaksanan secara transparan menggunakan komputer, scanner yang sebelumnya atau pada saat itu diaudit oleh ahlinya;
  4. saat itu juga hasilnya diperlihatkan kepada Casis.

Sistem Penilaian

  1. penilaian hasil tes/ujian berbentuk objektif:
    • kuantitatif berskala 0 – 100;
    • yang diberi nilai hanya jawaban yang betul;
    • jawaban yang salah dan tidak memberi jawaban tidak diberi nilai.

  2. pembobotan materi tes/ujian
    • pengetahuan umum x 35;
    • bahasa Inggris x 35;
    • bahasa Indonesia x 30.



nilai akhir akademik:

Pemeriksaan Kesehatan tahap II

Spoiler for :


Pemeriksaan Kesehatan tahap II

  1. Pemeriksaan foto Toraks;
  2. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG);
  3. Pemeriksaan urine, meliputi :
    • kejernihan;
    • berat jenis (BJ);
    • tingkat keasaman;
    • leukosit;
    • nitrit;
    • protein;
    • reduksi;
    • urobilinogen;
    • keton;
    • bilirubin;
    • eritrosit;
    • sedimen;

  4. darah, meliputi :
    • hemoglobin;
    • leukosit;
    • eritrosit;
    • trombosit;
    • hematokrit;
    • laju endap darah;
    • hitung jenis;

  5. kimia darah, meliputi :
    • serum glutamat piruvate transaminase (SGPT);
    • gula darah puasa.


Sistem Penilaian

Sistem Penilaian untuk Pemeriksaan Kesehatan tahap II berupa nilai kualitatif dan kuantiatif yaitu :

  1. Nilai B yaitu 70 sampai dengan 75
  2. Nilai C yaitu 60 sampai dengan 67
  3. Nilai K1 yaitu 55 sampai dengan 57
  4. Nilai K2 yaitu 50
  5. Memenuhi syarat (MS) stakes I dan 2 (nilai B/C);
  6. Memenuhi syarat, stakes 3 (nilai K1) dengan catatan “K1” tidak dapat diubah menjadi nilai B/C;
  7. Tidak memenuhi syarat, stakes 4 (nilai K2) tidak dapat diluluskan dengan pertimbangan karena kelainan kesehatan.

Pemeriksaan Kesehatan Jiwa

Spoiler for :


Materi pemeriksaan kesehatan jiwa, meliputi :

  1. Gangguan Mental Organik :
    • Demensia;
    • Sindroma amnesia organik;
    • Delirium;
    • Gangguan kepribadian dan perilaku akibat disfungsi atau kerusakan otak organik.

  2. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif;
  3. Gangguan Psikotik :
    • Skizofrenia;
    • Gangguan Waham menetap;
    • Gangguan Psikotik Akut dan sementara.

  4. Gangguan Suasana perasaan :
    • Gangguan Manik;
    • Gangguan Afektif Bipolar;
    • Gangguan Depresif.

  5. Gangguan Neurotik
  6. Gangguan Kepribadian :
    • Gangguan Kepribadian Khas;
    • Gangguan Kebiasaan dan Impuls;
    • Gangguan Identitas Jenis Kelamin;
    • Gangguan psikologis dan perilaku yang berhubungan dengan perkembangan dan orientasi seksual.


Yang perlu dipersiapkan oleh peserta :

  1. memakai kemeja warna putih dan celana panjang bahan warna hitam;
  2. peralatan tulis (ballpoint pens, bold liner pens, penghapus pulpen (tipp-ex), pensil, , penghapus pensil dan alas lembar ujian.

Kesamaptaan A

Spoiler for :


Lari 12 menit

  1. peserta dibagi dalam beberapa kelompok berdasarkan nomor urut ujian, selanjutnya kelompok pertama setelah melakukan pemanasan, menuju garis start, kemudian kelompok berikutnya untuk persiapan dan melakukan pemanasan, demikian seterusnya
  2. starter merangkap timer (pemegang stop watch) memberi aba-aba “bersedia, siap, ya” dan langsung menghidupkan stop watch
  3. setelah aba-aba “ya” peserta langsung lari mengelilingi lapangan dengan arah berlawanan jarum jam mengikuti garis lintasan selama 12 menit
  4. petugas starter/timer mengumumkan melalui pengeras suara bahwa waktu telah berjalan 2, 4, 6, 8, 10 menit serta pada saat 10 detik terakhir memberikan hitungan mundur 10, 9, 8 dan seterusnya sampai dengan hitungan 1 diakhiri dengan tanda peluit panjang
  5. setelah petugas starter/timer meniup peluit panjang, timer mengumumkan bahwa waktu sudah habis, agar peserta berhenti melepaskan nomor dada dan berjalan berbalik arah menuju tempat istirahat
  6. koordinator kesamaptaan “A” (lari 12 menit) memberikan peringatan/teguran kepada peserta yang masih melakukan lari atau jalan apabila tanda waktu 12 menit telah dibunyikan

Untuk melihat tabel penilaian, anda dapat mendownload file berikut

Pull Up & Chinning

Pull Up (Pria)

Spoiler for :

Sikap Permulaan
  1. peserta menggantung pada palang dengan telapak tangan menghadap ke depan, ibu jari di bawah palang dan kaki tidak menyentuh tanah
  2. badan, kedua kaki dan siku lurus ke bawah
  3. peserta yang tidak mampu melompat untuk memegang palang dapat diberikan bantuan dengan kursi atau diangkat oleh petugas

Gerakan
  1. peserta mengangkat badan dengan kekuatan kedua tangan sampai dagu melewati palang
  2. gerakan selanjutnya turun menggantung seperti sikap permulaan (Gbr. 5) kemudian kembali mengangkat badan dengan kedua tangan sampai dagu melewati palang (seperti gerakan di atas), demikian diulang terus menerus sebanyak mungkin selama 1 menit

Gerakan yang salah dan tidak dihitung, apabila
  1. mengangkat badan untuk hitungan berikutnya pada waktu siku belum lurus
  2. pada saat mengangkat badan dagu tidak melewati palang
  3. kaki yang bersangkutan menyentuh tanah

Ketentuan hitungan
  1. satu hitungan adalah gerakan mengangkat badan sampai dengan dagu melewati palang
  2. peserta mengangkat badan dengan posisi kaki dihentakan dan ayunan tetap dihitung dengan ketentuan lengan siku lurus dan dagu melewati palang
  3. gerakan yang salah tidak mendapatkan hitungan


Untuk melihat tabel penilaian, anda dapat mendownload file berikut

Chinning (Wanita)


Spoiler for :


Sikap Permulaan
  1. dengan posisi palang setinggi dada peserta memegang palang, telapak tangan menghadap ke badan kedua ibu jari berada atau menempel dibagian atas palang
  2. kedua lengan lurus memegang palang, posisi kaki maju selangkah kedepan lebih kurang (30 cm), badan dan kaki merebahkan ke belakang membentuk sudut 45 derajat dengan tanah

Gerakan
  1. tarik badan ke arah palang dengan kedua kaki tetap lurus sampai dada bagian atas menyentuh palang, dagu harus melampaui palang
  2. kemudian kembali ke sikap semula posisi lengan lurus
  3. gerakan dilakukan selama 1 menit

Gerakan yang salah dan tidak dihitung, apabila
  1. tidak seluruh telapak kaki menempel di lantai atau mengangkat telapak kaki
  2. dada tidak menyentuh palang
  3. dagu tidak melampaui palang
  4. ketika melaksanakan gerakan pantat mengayun dan badan bergelombang
  5. pada saat kembali ke sikap semula kedua lengan atau siku belum lurus badan sudah ditarik kembali

Ketentuan hitungan
  1. satu hitungan adalah gerakan menarik badan dengan lengan lurus, membengkokkan lengan sampai dada bagian atas menyentuh palang dan dagu melampaui palang
  2. gerakan yang salah tidak dihitung


Untuk melihat tabel penilaian, anda dapat mendownload file berikut.

Sit Up

Sit Up (Laki-Laki)

Spoiler for :


Sikap Permulaan
  1. peserta ujian berbaring telentang dengan lutut ditekuk sehingga kedua telapak kaki menempel di tanah kedua paha dan betis membentuk sudut 90 derajat, jarak kedua lutut selebar bahu
  2. kedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dengan jari-jari terpegang (dianyam)
  3. siku-siku tangan menyentuh tanah
  4. peserta pembantu berikutnya memegang kedua kaki pada pergelangan/mata kaki peserta yang akan melakukan gerakan dengan posisi jongkok, lutut sebelah kanan menyentuh tanah sedangkan lutut kaki kiri atau kanan berada di antara kedua telapak kaki peserta yang akan melakukan gerakan. cara memegang tidak dibenarkan menduduki kaki peserta

Gerakan
  1. peserta mengangkat badan dengan kedua telapak tangan berada belakang kepala sampai pada posisi duduk 90 derajat, kemudian badan membungkuk, siku tangan kanan diarahkan sampai melewati di atas lutut sebelah kiri
  2. kemudian dengan cepat turun berbaring terlentang seperti sikap permulaan
  3. kemudian melakukan gerakan seperti gerakan pertama namun dengan posisi sebaliknya dengan siku tangan kiri diarahkan sampai melewati di atas lutut sebelah kanan
  4. demikian gerakan dilakukan sebanyak mungkin selama 1 menit
  5. gerakan berakhir bila peserta tidak mampu lagi melakukan gerakan dan berhenti selama lebih dari 5 detik

Gerakan yang salah dan tidak dihitung, apabila
  1. posisi pada saat mengangkat badan tidak sampai 90 derajat
  2. siku kanan tidak melewati lutut kaki sebelah kiri atau sebaliknya
  3. pada waktu kembali ke sikap semula (sikap terlentang) kedua siku tangan tidak menyentuh tanah
  4. apabila pegangan tangan terlepas, gerakan tersebut tidak dihitung dan peserta kembali ke posisi semula serta meneruskan gerakan untuk mendapatkan hitungan berikutnya dengan memulai gerakan dari sikap terlentang

Ketentuan hitungan
  1. dihitung satu hitungan dari sikap terlentang sampai siku tangan kanan melampaui lutut sebelah kiri atau sebaliknya
  2. gerakan yang salah tidak mendapatkan hitungan


Untuk melihat tabel penilaian, anda dapat mendownload file berikut

Sit Up (Wanita)
Spoiler for :


Sikap Permulaan
  1. peserta berbaring terlentang dengan lutut ditekuk sehingga kedua telapak kaki menempel di tanah kedua paha dan betis membentuk sudut 90 derajat
  2. kedua lengan lurus ke depan menempel di samping kedua paha, telapak tangan terbuka, jari-jari rapat
  3. peserta dengan nomor berikutnya dengan sikap jongkok memegang dengan kuat kedua pergelangan kaki peserta

Gerakan
  1. angkat badan ke posisi duduk dengan kedua lengan lurus membuka ke depan sampai posisi badan minimal 90 derajat dengan tanah
  2. gerakan selanjutnya kembali ke posisi semula kedua lengan tetap lurus dan menempel di samping kedua paha, punggung menyentuh tanah
  3. gerakan dilakukan berulang-ulang selama 1 menit

Gerakan yang salah dan tidak dihitung, apabila
  1. badan pada waktu diangkat ke posisi duduk tidak sampai 90 derajat dengan tanah
  2. pada saat kembali ke posisi semula (berbaring terlentang) punggung tidak menyentuh tanah
  3. pada saat mengangkat badan tangan menekan ke tanah atau berpegangan pada lutut/paha

Ketentuan hitungan
  1. dihitung 1 hitungan mulai dari sikap berbaring terlentang kemudian mengangkat badan sampai sikap duduk minimal 90 derajat
  2. kemudian kembali ke posisi semula untuk hitungan berikutnya
  3. peserta tidak diperbolehkan istirahat atau berhenti melakukan gerakan pada posisi semula (berbaring terlentang) lebih dari 5 detik apabila terjadi maka gerakan dinyatakan selesai
  4. gerakan salah tidak dihitung

Untuk melihat tabel penilaian, anda dapat mendownload file berikut

Push Up

Push Up (Laki-Laki)

Spoiler for :


Sikap Permulaan
  1. peserta tiarap seluruh tubuh menempel di tanahkedua telapak tangan diletakkan di belakang kepala dengan jari-jari terpegang (dianyam)
  2. kedua telapak tangan boleh terbuka atau mengepal menempel di tanah ke samping badan di bawah bahu dengan jarak selebar tubuh
  3. kedua kaki rapat lurus ke belakang dengan jari-jari bertumpu di tanah

Gerakan
  1. peserta mengangkat badan dengan meluruskan lengan ke atas, sehingga tubuh terangkat membentuk sudut 30 derajat dengan tanah dalam posisi kaki dan tubuh lurus
  2. gerakan berikutnya menurunkan badan dengan membengkokkan lengan sehingga badan turun dalam posisi jarak satu kepal (± 10 cm) antara dada dengan tanah posisi badan menjadi lurus horizontal dengan tanah
  3. gerakan selanjutnya badan diangkat kembali dengan meluruskan lengan posisi badan tetap lurus dan kembali membentuk sudut 30 derajat dengan tanah
  4. demikian dilakukan berulang-ulang sebanyak mungkin dengan waktu selama 1 menit
  5. posisi peserta tangan dalam keadaan lurus (badan diangkat) apabila peserta tidak melakukan gerakan/istirahat

Gerakan yang salah dan tidak dihitung, apabila
  1. sebelum lengan lurus pada saat mengangkat badan sudah turun kembali
  2. gerakan dilakukan dengan tubuh tidak lurus (bergelombang)
  3. bagian tubuh menyentuh tanah pada saat turun

Ketentuan hitungan
  1. dihitung satu hitungan mulai saat mengangkat badan dengan meluruskan lengan sampai lengan benar-benar lurus
  2. kemudian turun kembali dengan tubuh lurus sampai berjarak 1 kepal (± 10 cm) dari tanah langsung mengangkat badan untuk hitungan berikutnya
  3. gerakan yang tidak benar tidak memperoleh hitungan


Untuk melihat tabel penilaian, anda dapat mendownload file berikut.

Push Up (Wanita)

Spoiler for :

Sikap Permulaan
  1. peserta dalam posisi tiarap kedua lengan di samping badan telapak tangan menempel di tanah selebar bahu
  2. badan menempel di tanah lutut ditekuk ke atas posisi kaki 90 derajat dengan tanah

Gerakan
  1. badan diangkat dengan meluruskan lengan sampai badan/ paha membentuk sudut ± 30 derajat dengan tanah
  2. kedua lutut digunakan sebagai tumpuan untuk mengangkat badan
  3. pada waktu mengangkat badan ataupun ketika turun ke posisi semula posisi badan harus lurus
  4. gerakan berikutnya kembali ke posisi semula dengan menurunkan posisi badan sampai dada berjarak ± 10 cm dari tanah
  5. gerakan dilakukan berulang kali selama 1 menit
  6. posisi tangan dalam keadaan lurus (badan diangkat) apabila peserta tidak melakukan gerakan/istirahat

Gerakan yang salah dan tidak dihitung, apabila
  1. pada waktu mengangkat badan lengan belum lurus badan sudah turun kembali
  2. pada saat ke posisi semula badan/dada menyentuh lantai
  3. pada saat mengangkat badan ataupun turun ke posisi semula gerakan badan berkelompok
  4. pada saat mengangkat badan maupun turun ke posisi semula badan tidak lurus

Ketentuan hitungan
  1. satu hitungan dimulai dari gerakan mengangkat badan ke atas sampai lengan lurus, badan membentuk sudut ± 30 derajat dengan tanah
  2. setelah turun ke posisi semula sampai badan berjarak ±10 cm dari tanah langsung mengangkat badan untuk hitungan berikutnya


Shuttle Run

Shuttle Run

Spoiler for :


Sikap Permulaan
  1. kelompok peserta yang terdiri dari 3 - 4 orang mengambil posisi start berdiri di belakang garis start di sebelah kanan atau kiri masing-masing tiang
  2. dalam posisi “siap” menunggu aba-aba dari penguji

Gerakan
  1. setelah ada aba-aba “ya” peserta lari secepat mungkin menuju tiang yang berada di depannya sampai melewati tiang langsung memutar berbalik kembali ke tempat semula menuju ke tiang pertama
  2. apabila peserta start dari sebelah kanan tiang maka yang bersangkutan berlari menuju ke sebelah kiri tiang di depannya kemudian berbalik memutar melewati tiang menuju ke sebelah kanan tiang pertama sehingga membentuk angka delapan, dilakukan sebanyak 3 kali putaran bolak-balik, demikian pula sebaliknya apabila peserta start dari sebelah kiri
  3. posisi finish, apabila peserta saat start di sebelah kanan tiang pertama maka pada putaran ke 3 ketika berada di tiang ke 2 berlari lurus ke depan ke arah sesuai posisi pada waktu start, demikian pula sebaliknya
  4. peserta tidak diperbolehkan memegang tiang pada waktu berlari

Gerakan yang salah dan tidak dihitung, apabila
  1. start mendahului aba-aba “ya”
  2. pada putaran pertama dan kedua tidak membuat angka delapan
  3. gerakan tidak dilakukan 3 kali bolak-balik
  4. pada putaran terakhir tidak berlari lurus menuju ke posisi waktu start
  5. peserta memegang tiang pada waktu berlari

Ketentuan hitungan
  • hasil gerakan diambil dari catatan waktu yang ditempuh dalam jarak 6 x 10 m
  • bila ada peserta mendahului start sebelum ada aba-aba “ya” maka pelaksanaan ujian untuk kelompok tersebut diulangi
  • bila ada peserta yang melakukan gerakan yang salah maka peserta tersebut dapat mengulangi setelah kelompok tersebut selesai

Untuk melihat tabel penilaian, anda dapat mendownload file berikut.

RENANG

Spoiler for :


Gaya Renang
Peserta menggunakan gaya yang dikuasai (bebas gaya).

Peserta yang Memenuhi Syarat (MS) :
  1. peserta menempuh jarak 25 meter;
  2. waktu yang ditempuh oleh peserta dengan Nilai Batas Lulus 41 adalah untuk pria diatas 55 detik dan wanita diatas 60 detik.

Peserta yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) :
  1. Peserta tidak mencapai jarak 25 meter;
  2. Mendapat nilai 0 (nol) karena tidak melaksanakan ujian renang;
  3. Mendapatkan nilai dibawah nilai batas lulus.

Perlengkapan yang harus dibawa :
  1. pria dan wanita menggunakan pakaian renang
  2. tidak boleh memakai perhiasan/benda yang mengganggu gerakan atau bagian tubuh
  3. tidak boleh menggunakan kaca mata renang atau alat bantu lainnya

Untuk melihat tabel penilaian, anda dapat mendownload file berikut