KASKUS

Multirotor Copter: Tri, Quad, Hexa, Octocopter dst.

Heli multi rotor merupakan salah satu hobi rc yang sedang naik daun di seluruh dunia. Apa itu heli multi rotor? Penjelasan sederhananya adalah wahana RC yang menggunakan pasangan motor dan baling-baling lebih dari satu. Lazimnya orang memasuki dunia multi rotor dengan menggunakan quadcopter/ quadrotor yaitu wahana rc dengan 4 pasang motor dan baling-baling. Kelebihan system quadcopter dibandingkan multi rotor lainnya: relatif lebih ekonomis dibandingkan system hexacopter (6 pasang motor dan baling-baling) maupun octocopter (8 pasang), dan menggunakan system yang lebih sederhana apalagi bila mau membuat sendiri framenya. Kelemahannya: tidak ada redundancy misal salah satu motor tidak berfungsi, ini bila dibandingkan dengan octocopter atau Y6 hexacopter

Aplikasi multirotor selain sebagai hobi RC juga dapat digunakan untuk aerial photography dan video (AP) dan first person vehicle (pilot rc mengendalikan wahana seakan-akan dari ruang kokpit wahana).

Apa saja komponen dasarnya?

1. Frame
Tentu ada frame, disesuaikan dengan kebutuhan misal untuk aplikasi AP ada bagian frame yang bisa ditempati kamera dan untuk FPV ada tempat untuk kamera FPV, pemancar dan mungkin batre tambahan.
Ada frame yang bisa dibeli tinggal dirakit saja, ada orang yang membuat sendiri berdasarkan desain yang bisa dicari di internet. Jenis bahan yang baik untuk digunakan adalah G-10 (kuat) dan Carbon Fiber (ringan dan kuat), meski ada juga yang menggunakan fiber glass.

2. Sistem Flight controller
Ini otak dari wahana. Ada yang sederhana hanya berupa gyro khusus multirotor, ada yang dilengkapi dengan accelerometer agar wahana stabil dan terbang dalam posisi rata dengan tanah, lebih canggih lagi bila dilengkapi dengan barometer dan perlengkapan navigasi GPS.

3. Motor dan baling-baling
Ukuran baling-baling umumnya antara 8-12 inch. Biasanya menggunakan brushless motor yang rendah KVnya untuk meminimalkan vibrasi pada frame.

4. ESC
Digunakan sebagai pengatur daya ke motor.

5. Receiver
Digunakan untuk memancarkan sinyal untuk mengendalikan wahana. Untuk aplikasi dasar sebagai wahana rc cukup 4 channel: rudder, elevator, throttle dan yaw. Untuk aplikasi FPV + AP, selain 4 channel standar idealnya ada channel tambahan: beberapa channel untuk platform kamera bila diperlukan termasuk untuk tombol shutter kamera, 1 channel untuk mengubah flight mode, 1 channel untuk gps hold dan mungkin channel tambahan untuk navigasi waypoint.

6. Batere lithium polymer (lipo)
Biasanya digunakan yang tipe 3-4 sel sekitar 2200mah untuk quadcopter kelas 450. Waktu terbang berbanding dengan bobot total wahana.

Bagaimana mengendalikannya? Dengan menggunakan transmitter rc. Karakteristik terbang antara heli coaxial dengan CP, relatif mudah dikendalikan dan stabil asalkan telah melakukan setup dan pre-flight check secara benar apalagi bila flight controller yang digunakan memiliki fitur Auto Levelling. Quad dapat diterbangkan seperti mengendalikan pesawat RC namun dengan stabilitas dan kemampuan stasioner seperti helikopter. Quad juga terbangnya lebih tahan angin bila dibandingkan dengan heli single rotor. Stabil + lincah = fun.

Keunggulan lainnya, quad dapat mengangkat barang yang relatif lebih berat dibandingkan dengan menggunakan helikopter single rotor. Makanya quad lazim digunakan untuk fotografi dan video dari atas langit, selayaknya foto dari atas helikopter.

Kekurangan quadcopter adalah seperti perbandingan antara helicopter dengan pesawat: bila ada motor yang rusak ketika wahana terbang maka wahana akan jatuh. Kalo pesawat bersayap lebar pada umumnya bila motor rusak masih akan melayang dan ada kemungkinan untuk selamat mendarat. Makanya sistem hexa Y6 ataupun octocopter lebih unggul dibandingkan quad, bila ada salah satu motor mati masih mungkin untuk tetap terbang dan bisa mendarat selamat.

Untuk quadcopter, harga komersil produk jadi yang bisa dibeli tinggal dirakit saja berkisar antara 350 hingga >5000 USD. Produk papan atas mencapai puluhan ribu dollar, biasanya ditujukan untuk keperluan professional seperti penginderaan jarak jauh untuk pasukan keamanan dan SAR. Karena harganya lumayan, banyak juga yang merakit sendiri quadcopternya.

Kenapa harganya bervariasi? Quadcopter murah umumnya memiliki flight controller yang sederhana, hanya berupa gyro untuk menstabilkan terbang. Semakin mahal, biasanya semakin banyak feature yang disajikan system flight controller misalnya altitude dan gps hold jadi wahana bisa terbang stasioner di atas langit dalam posisi dan ketinggian yang sudah ditentukan oleh pengendali wahana, dan bahkan dapat pergi dalam radius jarak tertentu dengan kendali perintah laptop. Kualitas frame juga menentukan harga, frame yang baik biasanya dibuat dari bahan serat karbon (CF). Frame yang ekonomis namun tetap tangguh biasanya dibuat dari bahan G-10.

Beberapa quadcopter yang almost ready to fly (ARF) tapi umumnya tetap harus rakit sendiri adalah:

Gaui 330XS (flight controller berupa gyro saja, tapi konon bisa diekspansi ke system GPS sesuai janji manufaktur yang sampai saat ini belum terwujud). Buatan Taiwan. Mungkin model pemula yang paling populer saat ini, Gaui juga pemain lama dan nama yang cukup dikenal di dunia RC helikopter.

XAircraft X450 dan X650. Model 650 lebih besar sehingga lebih ideal untuk aplikasi FPV dan AP. Harga model 450 lebih mahal sedikit daripada Gaui 330XS tapi system flight controllernya jauh lebih canggih: gyro dengan accelerometer dan ada slot yang bisa langsung diekspansi ke system navigasi GPS + kompas. Buatan China. Mungkin X450 dan X650 adalah quad pemula yang paling best value saat ini.

MK (MikroKopter). Ada rupa dan fitur, ada harga. Sistem canggih untuk aplikasi serius, juga jauh lebih mahal. Teknologi jerman dan distributor ada di amrik dan beberapa negara lainnya. MK merupakan system multirotor yang sudah mature, makanya lebih ditargetkan untuk hobbyist yang serius atau aplikasi komersial. Ribuan dolar tapi teknologi hasil riset papan atas.

Arducopter DIY drones. Do It Yourself alias dapatkan bahan-bahannya dan rakit sendiri. Ada juga versi paket yang sudah dirakit dan dapat dibeli melalui internet. Teknologi berbasis open source dengan didukung komunitas hobbyist yang mumpuni: ahli hardware dan software. Best value juga tapi pengguna harus lebih paham hal-hal teknis mengenai multicopter dan sistem navigasinya karena sejatinya bukan produk komersil. Kritik beberapa pihak mengenai arducopter ditujukan pada keterbatasan kemampuan hardware yang digunakan. Ada forum di internet yang ramai komunitasnya.

Ada lagi system quad lainnya tapi yang diatas cukup memberikan gambaran dari segi harga dan feature. Tentunya, sistem quad bisa dikembangkan menjadi hexa, octo, dst. selama flight controller memiliki kemampuan custom table mixer.

Review Gaui 330XS

Nah, berikut ini review saya terhadap salah satu quad entry level: Gaui 330X-S.

Perangkat yang digunakan:

Gaui 330X-S kit
Termiator 450 frame (bukan terminator(!))+ satu set 10 inch Gaui quad propeller
Vic-20 (Hoverthings) upgrade to 330X-S Frame + satu set 10 inch Gaui props
Spektrum AR6200 receiver
Spektrum DX6i transmitter

Perakitan:

Relatif mudah, manual memadai untuk merakit frame kit. Perlu kesabaran dan ketelitian dengan mengikuti seluruh langkah-langkah perakitan terutama ketika hendak setup ESC dan Gyro. Penting untuk memberikan Loctite secukupnya pada setiap baut dan penutup baling-baling. Tapi jangan terlampau banyak Loctite sehingga menyulitkan bila harus mengganti bagian yang rusak.

Kualitas Kit:

Solid, bahan-bahan yang digunakan cukup kokoh. Meski ada keluhan dari beberapa user tentang motor dan ESC tapi biasanya tidak bermasalah. Saya sendiri mendapatkan satu ESC yang rusak setelah test flight tapi diluar daripada itu nggak ada masalah. Gaui menyediakan garansi tiga bulan jadi bila ada parts yang rusak, bisa minta perbaikan atau penggantian.

Setup dan terbang perdana:

Setup relatif mudah asalkan teliti dalam mengikuti langkah-langkah kalibrasi ESC. Penting untuk memahami buku manual dan membaca keseluruhan setelah selesai merakit, agar proses kalibrasi ESC dijalankan secara teliti.

Bagi yang sudah punya pengalaman menerbangkan heli atau pesawat RC, trimming terbang perdana akan relatif tidak bermasalah. Kuncinya ada pada mencoba gyro gain yang cocok sehingga wahana sedapat mungkin terbang stabil tidak terlalu banyak bergeser posisi sendiri. Baru kemudian terapkan trimming, bila wahana geser ke kiri maka trim ke kanan, bila gerak ke depan maka trim ke belakang dst.

Terbang di lapangan:

Sangat menyenangkan. Performa gyro dengan cruise mode juga cukup baik. Relatif mudah untuk hovering asal sudah familiar dengan kontrol throttle dan sudah trimmed + menyesuaikan gyro gain. Tapi harus memperhatikan kondisi angin. Bila banyak angin atau ada hembusan kencang, wahana dengan frame stock akan terpengaruh terbang mengikuti hembusan angin. Untuk pemula, sangat dianjurkan untuk terbang perdana di tempat tertutup dan selesai melakukan trimming.

Lama terbang tanpa bobot perangkat tambahan saya set sekitar 5 menit agar batere lipo tetap awet. Dengan bobot seperti ini semestinya bisa mencapai lebih dari 7 menit. Tapi istirahat setiap 5 menit juga baik agar konsentrasi tetap optimal ketika bermanuver dan harus melawan angin.

Wahana memang stabil dan tahan angin tapi bila ada hembusan diatas 10km/jam maka siap-siap bereaksi seperlunya di remote. Karena di tempat saya tinggal hembusan angin sedang cukup kencang bisa mencapai lebih dari 30 km/jam, frame harus saya upgrade ke ukuran kelas 450 dan baling-baling menjadi 10 inchi dari sebelumnya stock 8 inchi. Tidak perlu mengganti ESC dan motor bila upgrade frame ke kelas 450 dengan baling-baling 10 inch. Kalau mau menggunakan baling-baling 12 inch, harus ganti motor dan ESC.

Dengan frame stock kelas 330, terbang di angin yang mencapai lebih dari 30 km/jam nggak fun karena repot melawan angin. Quad saya juga berkali-kali jatuh karena terbang rendah sekitar 15 meter di atas rumput dan sulit dikendalikan melawan angin, patah satu tangan frame dan bengkok 3 baling-baling. Kualitas frame stock sudah cukup baik dan kokoh, kerusakan cukup wajar dan bukan total loss.

Mungkin toleransi hembusan angin untuk stock frame sekitar 10-20km/jam. Di luar dari ini siap-siap untuk lebih repot melawan angin. Bila belum terbiasa melawan angin, sebaiknya jangan terbang dulu karena meskipun kokoh, paling minim baling-baling akan bengkok bila mencium bumi.

Performa terbang dengan frame kayu kelas 450 (termiator) dan baling-baling 10 inch meningkat cukup signifikan ketika melawan angin kencang. Sudah dicoba melawan angin yang sekitar 20km/jam dan memang jadi lebih mudah melawannya dibandingkan dengan menggunakan stock frame. Tapi tetap memerlukan konsentrasi untuk menjaga stabilitas terbang. Throttle memang wajar jadi terasa lebih berat.

Performa terbang dengan frame G-10 kelas 450 (Vic-20/ Hoverthings) lebih baik dari frame kayu. Terbang lebih mudah dikendalikan karena bobot yang sedikit lebih berat. Ini frame yang recommended untuk Gaui 330X-S.

Wahana quad memang lebih mudah dikendalikan dengan frame dan baling-baling yang lebih besar meski bila ada hembusan kencang akan tetap terbawa mengikuti angin. Kelas 650 semestinya lebih baik lagi performanya dalam melawan angin.

Simpulan:

Gaui 330X-S menyenangkan. Karakteristik terbang yang stabil dan ukuran yang relatif tidak besar membuat gaui cukup menyenangkan untuk diterbangkan di ruangan tertutup (di ruang tamu juga bisa loh asal sudah terlatih, konsentrasi dan disetup dengan bener), halaman rumah atau di lapangan terbuka asalkan angin tidak berhembus terlalu kenceng.

Untuk terbang di luar lapangan, stock frame juga sebenernya udah cukup stabil dan mampu melawan angin. Tapi sangat dianjurkan untuk upgrade frame ke kelas 450 bila akan digunakan di daerah yang banyak dan kenceng anginnya. Nah kalau memang faktor angin jadi pertimbangan ketika akan menerbangkan wahana quad, memang lebih baik sedari awal membeli quad minimum kelas 450.

Bila tertarik memasuki dunia multi rotor dan aerial photography bukan prioritas, coba ajah quad kelas 330 atau 450.

Nah, karena quadcopter merupakan salah satu hobi RC yang lagi naik daun, ada baiknya bila ada pembaca thread ini yang tergerak menjadi berminat mengembangkan wahana RC multirotor made in Indonesia, minimal memproduksi frame buatan orang Indonesia, syukur-syukur bila bisa mengembangkan system quad sendiri mulai dari flight controller sampe ke paket komplet quad. Jual online ke forum-forum RC di internet, saya yakin demandnya tinggi asal produk yang dijual berkualitas.

Sudah ada sih kampus di Indonesia yang menguasai teknologi ini tapi sayang nggak dikomersialkan mungkin belum link and match ke industri. XAircraft yang buatan China menggandeng kampus-kampus untuk R&D mereka. Setahu saya, produk-produk quad yang berkualitas baik cukup laris diterima pasar. Apalagi multirotor sudah jadi wahana yang lazim digunakan untuk AP dan FPV bukan hanya sekedar main RC aja.

Nah berikutnya nanti saya review Xaircraft X450.

Review Xaircraft X450



Perangkat yang digunakan:

Xaircraft X450 kit
Receiver Futaba 6208sb
Transmitter Futaba 8FG Super
Zig cap (dome/ penutup frame berbentuk setengah bola)
Modifikasi landing platform dengan menggunakan landing skid mini titan cp heli
Lipo 3s

Perakitan:

Kesan pertama box kit kurang begitu baik karena kemasan box yang digunakan terlihat sangat sederhana seperti kemasan crash kit heli CP. Kit heli/ pesawat RC biasanya sangat menarik dengan tampilan warna dan desain yang mengesankan citra “mainan” mahal. Quadcopter ini tentu bukan mainan karena perakitan maupun pengendaliannya memerlukan pengetahuan, keahlian dan paling penting disiplin agar tidak menyebabkan bahaya pada orang/ harta benda lain.

Tapi, setelah box dibuka, seluruh parts dikemas dengan baik dan tiap bagian disajikan dalam kantung-kantung yang terpisah dengan kode tertentu sehingga sangat memudahkan untuk perakitan. Manual disajikan dalam bentuk deskriptif dan gambar dengan tiap gambar merujuk pada kode parts yang diperlukan. Perakitan dapat dilakukan dengan mudah, hanya bermodal manual, satu set obeng kecil dan kunci hexa hobi, dan loctite. Tidak seperti Gaui 330XS, perakitan tidak memerlukan penggunaan super glue.

Kualitas Kit:

Dengan harga kit yang relatif hampir sama dengan Gaui 330XS, frame terkesan lebih kokoh dari Gaui 330XS. Flight Controller (FC) yang digunakan jauh lebih canggih daripada gyro 330XS. Kit X450 sudah termasuk FC dan modul gyro + accelerometer.

Canggihnya, system FC pada X450 ini adalah sama dengan yang digunakan pada produk X650 (quad dengan ukuran dan daya angkat yang lebih besar), sehingga dapat dilengkapi dengan modul opsional GPS dan kompas untuk fitur GPS hold, go home, altitude hold, dan “carefree”. GPS hold digunakan untuk memertahankan posisi hovering wahana seperti helikopter sungguhan dengan drift/ pergesaran posisi dan ketinggian yang minimal, sangat berguna untuk keperluan pengambilan foto dan video aerial, sedangkan fitur go home berguna antara lain bila komunikasi antara transmitter dengan copter terputus (failsafe), maka dengan otomatis wahana akan pulang kembali ke posisi awal take off. Fitur go home ini juga dapat diaktifkan setiap saat melalui transmitter. Fitur altitude hold berguna untuk memertahankan posisi copter pada suatu ketinggian, bedanya dengan gps hold, altitude hold hanya memertahankan ketinggian saja jadi bila ada hembusan angin maka posisi copter akan bergeser. Fitur “carefree” adalah mode terbang dengan tanpa harus memperhatikan mana bagian depan atau belakang wahana, selama wahana berada di depan pilot maka wahana dapat diarahkan tanpa harus mengetahui mana bagian depan, belakang dan samping wahana.

Fitur lain dari FC yang cukup menarik adalah port untuk dudukan kamera sehingga posisi dudukan kamera akan selalu rata dengan tanah meski wahana terbang bergeser ke kiri/kanan atau menunduk maju/ mundur. FC ini juga dapat digunakan untuk proyek Do It Yourself (DIY) perakitan multirotor custom Y6, X8 maupun hexacopter dan octocopter. Total channel yang tersedia di FC adalah 12 channel sehingga diperlukan TX dengan 12 channel agar semua fungsi wahana dapat digunakan. Fungsi terbang dasar dapat digunakan dengan TX 4-5 channel dan TX 8-9 channel sudah memadai untuk fungsi terbang tingkat lanjut dengan modul GPS + kompas.

Setup dan terbang perdana:

Setup relatif mudah. Xaircraft menyediakan software setup dengan berbagai pilihan kulikan tingkat mahir. Untuk setup awal, pilot hanya perlu mengupdate firmware modul FC dan load setting profil terbang untuk X450. Penting untuk memahami buku manual dan membaca keseluruhan setelah selesai merakit, termasuk pre-flight check dengan memperhatikan seluruh instalasi baling-baling, motor, kabel dan sekrup dengan seksama. Juga penting untuk melakukan bench test, yaitu mencoba fungsi motor-motor wahana dengan dan tanpa baling-baling. Bedanya dengan Gaui 330XS, ESC X450 tidak memerlukan kalibrasi throttle karena berkemampuan “ultra pwm” yaitu ESC khusus untuk keperluan wahana multirotor. Nice.

Dengan dome zig cap (penutup bagian tengah frame berbentuk setengah bola transparan), tampilan X450 bertambah cantik dan futuristik. Penggunaan landing skid heli CP kelas 450/500 juga cukup efektif untuk meredam getaran bila harus melakukan hard landing.

Trimming dengan tx futaba yang digunakan cukup berbeda dengan tx spectrum. Diperlukan kompensasi roll yang lumayan banyak agar wahana dapat hover dengan tidak terlampu banyak drifting.

Ada dua mode terbang yang dapat digunakan dan dipilih melaui setup software atau kenop tx: acrobat dan hovering. Fitur acrobat membuat wahana terbang dengan gesit dan cepat seperti helicopter collective pitch. Mode hovering adalah mode terbang self leveling sehingga selesai bermanuver wahana akan selalu otomatis meratakan posisi dengan tanah. Mode hovering ini juga cukup gesit sehingga sebenernya mode acrobat tidak begitu diperlukan kecuali untuk maneuver kelas tinggi misal flip atau rolling. Fitur GPS juga hanya dapat berfungsi di mode terbang hovering.

Karena cukup gesitnya wahana, dengan mode hovering pun juga masih perlu untuk menambahkan expo pada TX agar lebih mudah “menjinakkan” wahana.

Terbang di lapangan:

Sangat menyenangkan seperti Gaui 330XS yang sudah diupgrade framenya ke kelas 450. Terbang dengan mode hovering juga membantu pengendalian dan sudah cukup mumpuni dalam melawan hembusan angin yang lumayan kencang.

Saat ini, X450 adalah pilihan saya untuk terbang sport. Karakteristik terbang stabil jauh lebih stabil dari gaui frame stock. Seberapa stabil? Terbang melawan angin 10-20 kph tetap worry free karena wahana mudah dikendalikan (tentu dengan pengalaman yang cukup). Meski wahana terlihat bergoncang ketika ada hembusan angin kencang (sekitar >20kph) tapi wahana tetap mudah dikendalikan. Setup software dapat digunakan untuk menyesuaikan karakteristik terbang termasuk bila wahana bertambah bobot beratnya atau bila memerlukan reaksi yang lebih baik ketika melawan angin.

Fitur self-levelling sangat menyenangkan karena lebih menjinakkan kegesitan wahana.

Selain wobble/ bergoncang ketika dihembus angin yang kencang, kekurangan lainnya yang adalah landing yang terkadang tidak mulus (bergoncang) meski kendali throttle input sudah baik. Ini bukan masalah besar karena toh normal bila wahana bergoncang karena bentuknya yang relative tidak besar; kalau soal landing, meski bukan landing mulus tapi yang penting tetap safe landing. Semua masalah ini sebenarnya bisa diperbaiki dengan firmware update atau coba-coba mengulik setting PID di software.

Simpulan:

Box kit yang tidak menarik ternyata membuktikan peribahasa: don’t judge a book by its cover. Xaircraft X450 mungkin adalah quadcopter kit yang best value saat ini, kit yang entry level namun fitur yang disajikan mendukung fitur papan atas dengan penambahan modul GPS + kompas, apalagi modul FC yang mendukung proyek DIY.

Perakitan relative mudah dan sederhana, cocok untuk pemula. Kualitas terbang sport juga baik, mendukung terbang santai di lapangan asal tidak terlalu banyak angin. Terbang di dalam rumah juga sangat memungkinkan bila telah memiliki kemampuan piloting yang memadai. Tentu ada quadcopter ARF yang lain tapi dari segi fitur nampaknya Xaircraft X450 ini yang paling patut diperhitungkan hingga saat ini.

Disclaimer:

Pada saat reviews ini dibuat, saya tidak terafiliasi dengan Xaircraft maupun Gaui ataupun pabrikan/ dealer hobby manapun. Review ini tidak dihasilkan dari iming-iming apapun, semua kit diperoleh dengan biaya sendiri. Bila tertarik dengan produk Gaui atau Xaircraft, silahkan saja googling untuk mengetahui dealer yang paling cocok.

http://www.youtube.com/watch?v=bJLBhWGHXio
Quote:Original Posted By carakamuda
Reserved untuk review Xaircraft X450


duduk manis menunggu ulasan selanjutnya,.. *saya tertarik sama multi rotor nih
Ijin gabung ya, kalo Tricopter boleh dibahas disini nggak? Terima kasih
Quote:Original Posted By RCHOLIC
Ijin gabung ya, kalo Tricopter boleh dibahas disini nggak? Terima kasih


hehehe... thank you gan. Kalo ada yang mau nambahin tentang tricopter wah seneng banget. Tapi aye cuman bahas quad, hexa Y6 dan Octo X8 gan; sesuai sama pengalaman terbang sendiri.

Cool update

Thread ini sudah diupdate dengan review Xaircraft X450 .
Quote:Original Posted By carakamuda
Thread ini sudah diupdate dengan review Xaircraft X450 .


cuman usul, kalau ditambah dengan gambar bakalan lebih menarik sepertinya gan

Walkera UFO 5

Ikut nimbrung ya, kebeneran baru punya walkera ufo 5.
Quadcop ini lumayan stabil, batre dan remote sama persis
dgn heli 4ch uflys. Pengen modif ke brushless tapi kayaknya
perubahannya agak rumit ya (baca di forum2 luar).
Barangkali ada yg punya ufo series juga?
Lebih bagus klo disini dibahas Quadcopter juga Tricopter (ganti judul ??!)... sistemnya gak beda jauh..

Undang juga master2 yg sdh memiliki heli ini... om Ipin.. om Jayuz.. om Iwan.. dan om2 yg lain..
Quote:Original Posted By SouvenirOrigami
Lebih bagus klo disini dibahas Quadcopter juga Tricopter (ganti judul ??!)... sistemnya gak beda jauh..

Undang juga master2 yg sdh memiliki heli ini... om Ipin.. om Jayuz.. om Iwan.. dan om2 yg lain..


Kalo ada pilot multirotor lain yg mau nimbrung, monggo, wah seneng banget gan sharing rame2..

plabin Artificial

numpang tongolin my x450
Quote:Original Posted By maverick9
numpang tongolin my x450


ini pake alware skid/ gimbal yah?

btw, bro maverick9 mungkin bisa share dimana ngedapetin x450nya, apa udah ada dealer di Indonesia yang stock (kalo saya pesan scr online) ?
Quote:Original Posted By carakamuda
ini pake alware skid/ gimbal yah?

btw, bro maverick9 mungkin bisa share dimana ngedapetin x450nya, apa udah ada dealer di Indonesia yang stock (kalo saya pesan scr online) ?


utk skidnya aku pake L4500pro sebenarnya peruntukannya untuk heli kelas trex500 tapi bisa juga utk kelas heli 450, dan QC kelas 450, juga ada yg di implem ke 330s bisa juga. skid cukup ringan dan kuat, terbuat dari carbon. skid ini juga udah include 2axis untuk kamera mountnya jadi kamera udah bisa tolah-toleh dan ngangguk2
untuk shutter releasenya pake servo konek ke spare chanel yang kosong, arm nya diatur sedemikian rupa dipasin ke shutter butonnya.

Produk xaircraft sementara masih mail order dari china bro, sekedar info saya juga lagi nunggu x650, cuman kondisi sekarang masih masih nyangkut di custom di cengkareng, nunggu tebusan

btw harap2 cemas nunggu besok ni (release date gps + compas modul) kira2 kebagian gak ya modul2nya.
Quote:Original Posted By maverick9
utk skidnya aku pake L4500pro sebenarnya peruntukannya untuk heli kelas trex500 tapi bisa juga utk kelas heli 450, dan QC kelas 450, juga ada yg di implem ke 330s bisa juga. skid cukup ringan dan kuat, terbuat dari carbon. skid ini juga udah include 2axis untuk kamera mountnya jadi kamera udah bisa tolah-toleh dan ngangguk2
untuk shutter releasenya pake servo konek ke spare chanel yang kosong, arm nya diatur sedemikian rupa dipasin ke shutter butonnya.

Produk xaircraft sementara masih mail order dari china bro, sekedar info saya juga lagi nunggu x650, cuman kondisi sekarang masih masih nyangkut di custom di cengkareng, nunggu tebusan

btw harap2 cemas nunggu besok ni (release date gps + compas modul) kira2 kebagian gak ya modul2nya.


Release date modul molor kl nggak salah sepekan, nunggu update firmware flight control. Wah, semoga kiriman x650nya lancar yah dgn tebusan sekecil2nya. Nanti bisa dishare kesini user experiencenya. Sekalian jg pengalaman nerbangin x450nya.

Platform AP saya lg overhaul, convert dari Y6 ke X8. Masih hrs nyolder 4 motor + 2 esc, blm sempet. Nanti kl dah jadi bisa saya share disini. Smentara sport flying dulu pake x450.

Produk baru

Ada produk quad ARF baru, pabrikan miniature aircraft, sebuah brand terkenal dan terhormat di dunia RC:

http://www.miniatureaircraftusa.com/...=138&Itemid=83

Rencananya akan ada quad kelas 400 dgn dua varian: standar (sdh termasuk led dan dome) dan versi pro. Frame menggunakan CF produksi Amerika. Sayangnya, versi standard cukup mahal sekitar US$599 tp flight controlnya hanya berupa gyro saja jadi nggak bisa auto level apalagi altitude hold.

Ada juga hexa kelas 700, dengan kemampuan daya angkat 8 lbs (pon). Miniature Aircraft (MA) jg akan mengembangkan modul GPS dan sonar berkemampuan landing otomatis dan navigasi waypoint. Harga pasti mahal krn tidak seperti Xaircraft, MA adalah perusahaan Amerika dan bahan frame yg digunakan jg produksi Amerika. Meski mahal, sayang modul flight controller quadcopter MA mungkin tidak bisa langsung digunakan untuk proyek DIY membuat multirotor copter X8 ato Y6, meski modul flight controller yg versi Hexacopter kemungkinan akan bisa digunakan utk Y6, tp mungkin tetep nggak bisa untuk X8.

Jadi, apa Xaircraft masih best value ARF quad di pasaran? Ada pemain pabrikan China lain seperti lotus RC dan turbo ace tapi mereka jg masih pendatang baru.
apakah bisa dibahas tentang settingan PID pada xaircraft. tq
Quote:Original Posted By maverick9
apakah bisa dibahas tentang settingan PID pada xaircraft. tq


Bisa bro. Tp lbh panjangnya nanti yah kl aye dah ada waktu. Default setting pid dah cukup bagus utk general sport flying tanpa payload tambahan. Tp kl utk fpv dan ap, ato acrobatic flight pake flip ato roll, memang sebaiknya dikulik dikit.

Ato mungkin bro maverick bisa share dulu?

fallen sumej

Quote:Original Posted By carakamuda
Bisa bro. Tp lbh panjangnya nanti yah kl aye dah ada waktu. Default setting pid dah cukup bagus utk general sport flying tanpa payload tambahan. Tp kl utk fpv dan ap, ato acrobatic flight pake flip ato roll, memang sebaiknya dikulik dikit.

Ato mungkin bro maverick bisa share dulu?


PID masih bawaan pabrik
om...klo ane pgn bikin sendiri...dpt program nya dr mana yak??maklum ane ga bisa bikin program sendiri....hhee