KASKUS

Ranah Minangkabau dalam Mistis dan Mitos

Alow agan2 penghuni forsup ...
ane coba membagi tentang mistis dan mitos yang ada di Ranah Minang...
semoga agan berkenan....

Quote:Sesepuh penjaga dan tempat bertanya tentang thread ini
windy23
Panji Alam
Si Kelana
Vesuvianite
sundoelcoy
123n4ld



INDEX

Mistis
Gasiang Tangkurak dan Sijundai
Palasik
Cirik Barandang bag 1
Cirik Barandang bag 2
Permainan 'Lukah Gilo' di Minangkabau
Santet biriang
Santet Tinggam
Santet si Galang- Galang
Cintaku Ditolak “Santuang Palalai” (Ilmu Teluh kah?)
Mantiko Karambia (Mustika Kelapa)
KARIH / KERIS pusaka minangkabau...
KERAMBIT: Senjata Genggam Khas Minang
RACUN IDUIK/ RACUN HIDUP (Tuba Mayat)
Badar Basi (Badar Besi)
Jampi-jampi Lagan (Selayang Pandang) bag 1
Jampi-jampi Lagan (Selayang Pandang) bag 2
Jampi-jampi Lagan (Selayang Pandang) bag 3
Jampi-jampi Lagan (Selayang Pandang) bag 4
Jampi-jampi Lagan (Selayang Pandang) bag penutup
Silat di Minang Kabau dan asal usulnya
lanjutan Silat Minang
lanjutan Silat Minang
lanjutan Silat Minang
Di baliak dulu + lanjutan Silat Minang
Tagua tagua nyo Om Oconk


Mitos

Urang Bunian
Ini daftar nama nama hantu dan setan di daerah Minang.
Cindaku manusia harimau dari Kerinci bag 1
Cindaku manusia harimau dari Kerinci bag 2
Nagari Mahat : Cerita Rang Bunian
Asal Usul Ikan Sakti-Sungai Janiah Baso
Ungku Saliah--Orang Keramat dari Pariaman
Makam Keramat Tanjung Lilin-Payakumbuh
Wisata Religi Makam Buya Lubuak Landau Pasaman Barat
Air Penyembuh dari Rumah Mande Rubiah di Lunang Silaut, Pesisir Selatan
Batu Angkek-angkek, Sang Peramal--Batu Sangkar
Makan Syech Burhanudin Pariaman
Cerita tentang Cindaku di Minang
Hantu Gempa Padang--Sebagai Renungan
LEGENDA LEMBAH HARAU
Mitos “Asal Mula Sungai Ombilin dan Danau Singkarak”
Inyiak Balang (Sebuah Cerita Misteri)
Batu Uji Ustano Rajo Alam






Quote:Note: Untuk agan2 yang berasal dari minangkabau/sumbar, mohon melakukan posting dlm bhs indonesia

Ane akan coba up date terus...
reserved for gasiang

Gasiang Tangkurak dan Sijundai



Gasiang tangkurak

Gasiang tangkurak . Jenis gasiang yang biasa difungsikan sebagai media untuk menyakiti dan menganiaya orang lain secara magis. Gasiang tingkurak bentuknya mirip dengan gasiang seng yang pipih, tetapi bahannya dari tengkorak manusia. Gasiang seperti ini hanya bisa dimainkan oleh dukun, orang yang memiliki kemampuan magis. Sambil memutar gasiang, dukun membacakan mantra-mantra. Pada saat yang sama, orang yang menjadi sasaran akan merasakan sakit, gelisah dan melakukan tindakan layaknya orang sakit jiwa.

Misalnya, berteriak-teriak, menarik-narik rambut, dan yang paling popular- memanjat dinding. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada malam hari. Bila dukun bisa mempengaruhi korbannya, maka korban akan berjalan menemui dukun atau orang lain yang meminta dukun melakukan hal demikan. Di antara isi mantra dukun itu berbunyi, jika korban sedang tidur suruh ia bangun, kalau sudah bangun suruh duduk, jika duduk suruh berjalan, berjalan untuk menemui si anu.... Penyakit magis yang disebabkan oleh gasing tangkurak ini lazim disebut Sijundai .

Ilmu magis yang memanfaatkan gasiang tingkurak untuk menimbulkan penyakit sijundai merupakan ilmu jahat yang dijalankan melalui persekutuan dengan syetan. Ilmu ini beredar luas dan dikenal oleh masyarakat di pedesaan Minangkabau pada umumnya. Hal ini misalnya terlihat pada popularitas lagu Gasiang Tangkurak ciptaan Syahrul Tarun Yusuf dinyanyikan oleh Elly Kasim, seorang penyanyi Minang legendaris.

Gasiang tangkurak biasanya digunakan membalas dendam. Seseorang datang kepada sang dukun untuk menyakiti seseorang dengan sejumlah bayaran. Ukuran harga yang lazim digunakan adalah emas. Sebagai syarat pengobatan, biasanya dukun meminta emas dalam jumlah tertentu sebagai tanda, bukan upah. Tanda ini akan dikembalikan jika sang dukun gagal dalam menjalankan tugasnya. Tetapi kalau ia berhasil, maka uang tanda ini diambil, dan pemesan harus menambahnya dengan uang jasa.

Selain untuk menyakiti, ada dukun tertentu yang menggunakan gasiang tingkurak untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh hal-hal magis. Yang lainnya, gasiang sering juga dipakai sebagai media untuk mensugesti orang lain menjadi tertarik pada diri kita. Ilmu terakhir ini biasa disebut Pitunang .

Sesuai dengan namanya, bahan utama gasiang tingkurak adalah tengkorak manusia yang sudah meninggal. Gasiang ini hanya bisa dibuat oleh orang yang memiliki ilmu batin tertentu. Pada berbagai daerah terdapat beberapa perbedaan menyangkut bahan tengkorak yang lazim dan paling baik digunakan sebagai bahan pembuat gasing tangkurak. Pada beberapa daerah, tengkorak yang biasa digunakan adalah tengkorak dari seseorang yang mati berdarah.

Daerah yang lain lebih menyukai tengkorak dari orang yang memiliki ilmu batin yang tinggi khususnya untuk pengobatan, sedangkan daerah yang lain lagi percaya bahwa tengkorak dari wanita yang meninggal pada saat melahirkan merupakan bahan paling baik. Bahkan pada daerah tertentu, seorang informan menyebutkan bahwa tengkorak yang paling baik adalah tengkorak anak-anak yang telah disiapkan sejak kecil. Anak itu dibawa ke tempat yang sunyi, kemudian dipancung. Tengkorak yang masih berdarah itulah yang dijadikan bahan untuk gasiang tengkorak.

Bagian tengkorak yang digunakan adalah pada bagian jidat. Pada hari mayat dikuburkan, dukun pembuat mendatangi kuburan, menggali kubur dan mayatnya dilarikan. Tengkorak yang diambil adalah pada bagian jidat, karena dipercaya pada bagian inilah terletak kekuatan magis manusia yang meninggal. Ukuran tengkorak yang diambil tidak terlalu besar, kira-kira 2 X 4 cm. Saat mengambil tengkorak mayat, dukun membaca mantra khusus sambil menyebut nama si mayat.

Setelah diambil, jidat itu dilubangi dua buah di bagian tengahnya. Saat terbaik untuk membuat lobang adalah pada saat ada orang yang meninggal di kampung tempat pembuat gasiang berdomisili. Saat demikian dipercaya akan memperkuat daya magis gasiang. Kemudian pada kedua lubang itu dimasukkan benang pincono, atau benang tujuh ragam. Gasiang dan benang itu kemudian diperlakukan secara khusus sambil memantra-mantrainya. Gasiang itulah kemudian yang digunakan untuk menyakiti orang.

Ada lagi jenis gasiang lain, yang fungsinya hampir sama dengan gasiang tingkurak. Gasiang ini terbuat dari limau puruik ( Citrus hystrix ) dari jenis yang jantan dan agak besar. Pada limau itu dibacai mantra-mantra. Limau purut ditaruh di atas batu besar, kemudian dihimpit dengan batu besar yang lain. Batu itu sebaiknya berada di tempat terbuka yang disinari cahaya matahari sejak pagi hingga petang. Sebelum dihimpit dengan batu, dibacakan mantra. Limau dibiarkan hingga kering benar, setelah itu baru dibuat lobang ditengahnya. Ke dalam lobang itu digunakan banang pincono, atau benang tujuh warna.

Gasiang jenis ini biasanya dipakai untuk masalah muda-muda dan pengobatan. Pemakaian gasiang ini menggunakan perhitungan waktu tertentu yang didasarkan pada pembagian waktu takwim. Untuk kepentingan muda-mudi, waktu yang lazim dipakai adalah waktu Zahrah, sedangkan untuk pengobatan dilakukan pada waktu Syamsu. Untuk tujuan baik, tidak ada pantangan saat menggunakan gasiang. Tetapi untuk hal yang jahat, maka pengguna harus menghindari seluruh hal yang berkaitan dengan jalan Tuhan harus dihindari.

Urang Solok mamakan siriah
Duduak bajuntai di pamatang
Kok indak talok dek pakasiah
Iko sijundai nan kadatang ,

lah lapuak lapiak nan diateh lantai
dibawah lapiak banyak kapindiang
kok dicaliak urang kanai sijundai
karajonyo mamanjek dindiang

karupuak sanjai dibao dalam katidiang
dijujuang urang sampai ka sungai tanang
kanai sijundai dapek mamanjek dindiang
tantu labiah santiang mamajek batang pinang

uok jariang jo uok patai
nan katigo pucuak japan
jikok takuik kanai sijundai
jan baranti mambaco alquran

sumber
baca peraturan dan manfaatkan fasilitas search..Forsup Minangkabau sudah ada threat :

HOME / LOEKELOE / SUPRANATURAL
ForSup Minang Kabau


http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=6473792

judul threat akan kami edit sehingga terfokus pada pembahasan mistis dan mitos di ranah minangkabau bukan forsup minangkabau lagi karena sudah ada threat serupa sebelumnya.

terimakasih atas pengertian dan kerjasamanya
Salim kenal dg TS.....

Btw,TS praktisi gasiang dll....?
lanjuik
urang bunian jan lupo ndak da...
menunggu updatean lagi..biar makin tau tentang kampuang ane sendiri..

Palasik



Palasik
Palasik menurut cerita, legenda atau kepercayaan orang Minangkabau adalah sejenis makhluk gaib. Menurut kepercayaan Minangkabau palasik bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Palasik sangat ditakuti oleh ibu-ibu di di Minangkabau yang memiliki balita karena makanan palasik adalah anak bayi/balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (dikubur), tergantung dari jenis palasik tersebut.
Ilmu palasik dipercayai sifatnya turun-temurun. Apabila orang tuanya adalah seorang palasik maka anaknya pun akan jadi palasik.
Pada umumnya palasik bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badan nya yang berjalan mencari makan dan ada pula yang kepala.

Jenis-jenis palasik
Jenis palasik ada bermacam-macam. Menurut jenis makanannya palasik dapat dibagi sebagai berikut:
* Yang memakan bayi dalam kandungan sehingga bayi tersebut lahir tanpa ubun-ubun / mati dalam kandungan
* Yang memakan bayi yang masih rapuh sehingga bayi tersebut sering sakit-sakitan / meninggal
* Yang memakan mayat bayi yang sudah dikubur
Palasik yang lepas kepalanya disebut Palasik Kuduang. Kuduang artinya terpotong atau buntung. Buntung dalam bahas Minang adalah “kuduang”.
Ini ada sepenggal cerita tentang Palasik....
Andi begitu bahagia ketika tangis bayi melengking dari balik bilik di sebuah klinik. Yah istrinya yang baru saja berjuang hidup mati, telah melahirkan anak pertamanya. Tapi, kebahagiaan itu seketika sirna, setelah setahun kemudian anaknya mengalami sakit, sesaat setelah seorang wanita tua menyapa.
Kalau seorang bayi sakit merupakan hal yang wajar. Daya tahan tubuh yang belum stabil menjadi salau satu pemicunya. Tapi itu tak berlangsung lama, setelah dibawa ke dokter, tak sampai 1 minggu bayi akan sembuh. Tapi yang dialami anak Andi tak begitu. Sakit yang diderita anaknya tak kunjung sembuh setelah 1 bulan. Tak hanya dokter, orang pintar dan tabib pun dikunjunginya, namun penyakit yang diderita sang anak tak jua sembuh.
Suhu badan anaknya tinggi, badan menjadi kurus, kulit mengeriput dan terus mengeluarkan kotoran dari matanya. Cukup menyedihkan. Sementara dokter yang menanganinya sudah angkat tangan untuk mengobatinya. Akhirnya, dengan kondisi lemah, anaknya meninggal dunia. Menurut para tetangga dimana tempat Andi menetap, anaknya terkena palasik.
Palasik sangat tenar di masyarakat Minang Kabau, Sumatera Barat. Masyarakatnya meyakini, bayi yang terkena palasik sangat sulit diobati, namun bukan tak ada penangkalnya.
Palasik merupakan sebutan seorang kanibal, yang memiliki kegemaran memakan daging dan tulang orang mati. Wujudnya seperti manusia biasa, hanya saja memiliki perangai yang aneh.
Menurut kepercayaan masyarakat, jika seorang wanita yang sedang menggendong bayi bertemu dengan palasik, sebaiknya jangan dijauhi, malah sebaliknya, ambil tangan palasik dan katakan "Ini cucumu atau Ini anakmu". Dan ciri umum palasik, tak memiliki parit di atas bibirnya.
Seorang bayi bisa jatuh sakit, hanya dengan tatapan palasik saja. Dan kalau tidak segera diobati orang pintar, tak tertutup kemungkinan anak tersebut meninggal dunia. Diyakini juga, ketika anak tersebut meninggal dunia, dan kemudian dikubur, palasik akan mencuri anak tersebut untuk disantap.
Dizaman modern seperti sekarang ini ,masih patutkah ilmu palasik dipercayai keberadaannya ? Silahkan beri komentar anda...(Jafar)
Quote:Original Posted By Panji Alam
Salim kenal dg TS.....

Btw,TS praktisi gasiang dll....?

salken kembali sanak...

Quote:Original Posted By buya.
lanjuik

ok..sip

Quote:Original Posted By milatherosa
urang bunian jan lupo ndak da...
menunggu updatean lagi..biar makin tau tentang kampuang ane sendiri..

wah takut... ambo urg normal sanak...
Pliss ya sanak..diharapkan berbahasa indonesia supaya yg bukan orang minang bisa mengerti..

Urang Bunian



Defenisi
Orang bunian adalah sejenis makhluk halus yang dikenal di wilayah Minangkabau, Sumatera Barat. Bentuknya menyerupai manusia, tinggal di tempat-tempat sepi, di rumah-rumah kosong yang telah ditinggal penghuninya.

Istilah ini dikenal di wilayah Istilah orang bunian juga terkadang dikaitkan dengan istilah dewa di Minangkabau, pengertian dewa dalam hal ini sedikit berbeda dengan pengertian dewa dalam agama-agama Hindu maupun Buddha.

Dewa dalam istilah Minangkabau berarti sebangsa makhluk halus yang tinggal di hutan atau di rimba, di pinggir bukit, di dekat pekuburan.

Biasanya bila hari menjelang maghrib di pinggir bukit akan tercium sebuah aroma yang biasa dikenal dengan nama masakan dewa atau samba dewa. Aromanya mirip bau kentang goreng. Hal ini boleh ditanyakan langsung kepada masyarakat Minangkabau.

Satu hal lagi, dewa lebih dikonotasikan bergender perempuan, yang cantik rupawan, bukan laki-laki seperti persepsi yang umum di agama lain. Selain itu, masyarakat juga meyakini bahwa ada peristiwa orang hilang disembunyikan dewa; ada juga istilah orang dipelihara dewa, yang semenjak bayi sudah dilarikan oleh dewa. cerita ini masih masyhur sampai sekarang.

Ada juga yang meyakini bahwa orang bunian ini adalah penunggu Telaga Dewi yang terdapat di puncak Gunung Singgalang. Beredar cerita di kalangan masyarakat bahwa pernah ada orang atau pendaki gunung yang berfoto dengan background Telaga Dewi, namun setelah dicetak dalam foto Nampak latar belakang sebuah Rumah Gadang, tempat menumbuk padi dan perempuan-perempuan yang tengah melakukan aktivitas menumbuk padi.

Kasus Urang Bunian masih ada di Pasaman
Sewaktu masih kecil saya dipanggil oleh nenek saya. Katanya jangan dekat-dekat sama lurah di pinggir sungai tersebut kalau senja telah tiba, karena disana ada "urang bunian" yakni semacam makluk halus yang menyerupai manusia. Bedanya, urang bunian ini bisa terlihat dan bisa pula tidak. kata nenek saya, dulunya pak leman pernah menghilang sebulan setelah mendatangi lurah tersebut. Akan tetapi saat kembali ke masyarakat, pak Leman pikirannya sudah ngaur. Dia sering bicara sendiri, bahkan mengaku punya anak dengan wanita baru yang disebutkan rambutnya panjang hingga pinggang. Orang kampung di daerah saya tak ada rambutnya yang sampai ke pinggang. Dari cerita nenek itu saya baru paham apa itu urang bunian.Belum lama ini di derah Pasaman, tepatnya di Aia Manggih Lubuk Sikaping cerita menghebohkan itu muncul lagi. Kali ini urang bunian melarikan seorang ibu muda yang baru melahirkan bayi. sayangnya walau sang ibu akhirnya berhasil kembali ke rumah, namun bayinya yang berumur 9 hari tewas. Dalam beberapa tahun terakhir ini tercatat telah empat kasus orang yang dilarikan urang bunian di Pasaman. Saat saya masih duduk di bangku SMP di Kumpulan, saya mengetahui benar kalau seorng orang kampung saya dibawa makluk halus tersebut. Setelah enam bulan menghilang dalam rimba, lelaki yang disebut dibawa urang bunian itu kembali ke kampung, tetapi jiwanya telah sakit. Hingga kini yang bersangkutan masih hidup, tetapi dia terlihat bagaikan orang sakit jiwa. Kalau naik menumpang sepeda motor dia duduk sambil lihat ke belakang. Bahkan dia tak pernah pakai baju, kecuali celana pendek saja. Panggilannya Bj". Hingga kini rupanya urang bunian masih belum punah.Nah... saudara-saudara...demikian sekilas info tentang urang bunian.

Carito versi bahaso minang
Dunsanak, mungkin iko curito lamo, tapi bia supayo indak panasaran
diangkek saketek curitotu,
Di kampuang kami, maklum lingkungan kampuang awak sakitarnyo takana jo hutan jo rimbonyo nan sangaik badagok, pepohonan gadang2 batangnyo. Kalau kulik manih nan gadang tasabuik jo namo madang.
Salain bamato pancaharian batani, masyarakaik kampuang dulunyo banyak nan bakarajo "maarik kayu" (manggargaji pohon kayu untuak dijadikan papan, kini alaik2 mamotong kayu lah mamakai senso, yaitu masin potong nan capek mamotong kayu). Wakatu sabalun taun tujuahpuluahan apak2 nan maarik kayutu mamakai gargaji nan barami-rami mamotong jo mambalahnyo.. Paliang saketek baduo mambalah kayu ka dijadikan papan. Satalah pohon tapotong, lalu dilakukan mambalah manjadi papan. Dibueklah lubang nan gadang, atau dibantangkan kayu tu ujuang kaujuang. Lalu dibalahlah kayu tu jo jalan manggargajinyo jo gargaji basi nan gadang. Manggargaji dilakukan jo caro surang barado di ateh nan saurang lai barado di bawah. Gesek pun tajadi. Biasonyo para paarik kayutu babulan-bulan di hutan. Tau ndak sia nan maagiah makan apak-apak tu? Bayangkan salamo bulan-bulan di hutan. Nah, biasonyo ... manuruik kaba lah banyak tajadi pabauran antaro masyarakaik awak jo kaum "urang haluih" tu. Antah bantuak apo anak-anaknyo sasudah itu, tantu "mereka-mereka"lah nan labiah tau. Apak-apaktu pulang sabanta ka kampuang aslinyo, kudian baliak ka hutan ka rumah anak bininyo. Ado suatu kekhasan, biasonyo, bilo pasa (pakan) di suatu kampuang kalihatan rami jo bisiang, itu patando bahaso "rang haluih tu (baco: urang bunian)" lah masuak ka pasatu (Allahualam)..
Banyak hal nan kadang2 bulu kuduak marindiang dibueknyo. Kalau lah magrib, jaan padia anak2 bamain, bisa-bisa dibao dek urang bunian tu. Kadang-kadang indak masuak diaka, tapi banyak curito nan bana-bana tajadi kutikotu.. Masih banyak curito nan lain. Kasadonyo babaliak ka awak. Manusia jo jihin milik Allah.
panjang bener??

ijin baca2 dulu ahhh...
Quote:Original Posted By sundoelcoy
Pliss ya sanak..diharapkan berbahasa indonesia supaya yg bukan orang minang bisa mengerti..

wah ada senior RM juga disini neh...setuju da

Quote:Original Posted By davelavega1
panjang bener??

ijin baca2 dulu ahhh...

silahkan..kalo bisa idenya juga gan...

Request

Da.. Request, hantu aru aru

kalau ndak salah, sijundai itu emang dampak dari gasiang tangkurak.. Tapi sijundai itu spt makhluk gaib yg punya ciri2 mirip spt kunti kata orang2 kota.. Makonyo nyo manjat2 dinding, karena takut.
CMIIW
Ini daftar nama nama hantu dan setan di daerah Minang.


Orang Bunian

Biasanya berada di tempat tempat terpencil jauh dari masyarakat, di pinggir hutan, telaga sunyi, pohon besar (beringin) gunung, bukit dan muara sungai.

Hantu Blau

Biasanya ada di pohon bambu dan rumah usang / rumah terbengkalai

Hantu Aru Aru

Hantu ini suka menculik anak kecil kecil yang main terlalu jauh dari keramaian

Kabau Bakubak

Hantu ini layaknya seperti kerbau yang sudah di kuliti dan berjalan jalan di pinggir desa, bagi yang kebetulan bertemu dengan hantu ini akan langsung jatuh pingsan dan menggigau ketakutan.

Anak Rote

Hantu ini seperti anak kecil (jawa:tuyul) biasanya kalau hari hujan disore hari dibawah pohon beringin tua, kalau anak rote ini suka ramai ramai menggilitik korbannya sampai pingsan dan terkencing kencing.

Cindai/Cindaku

Hantu ini rambutnya keriting, tapak kakinya terbalik, dan punya anting seperti gelang ditelinganya.

Si Bigau

Ini adalah penunggu hutan dan tempat tempat angker. Dia dianggap penggembala para babi babi di hutan. Kalau orang mau berburu babi harus minta izin kepadanya dengan semacam ritual.

Hantu Kain/Siampa

Hantu ini suka mengganggu orang yang tidur bergelumun selimut, menyebabkan sesak nafas dan hilang akal.

mungkin agan2 ada yang menambahkan...??
Quote:Original Posted By putri.memes
wah ada senior RM juga disini neh...setuju da


silahkan..kalo bisa idenya juga gan...


ide apaan ya ???
Quote:Original Posted By putri.memes

wah ada senior RM juga disini neh...setuju da


silahkan..kalo bisa idenya juga gan...


Et dah..ane masi nubie kk

Yuk maree dilanjut sharingnya.
Palasik itu ilmu mistik yg sangat melegenda di minangkabau dan sampai sekrang tetap ada diminang..karna ilmu palasik sifatnya turun temurun..bila seorang palasik tak akan mati bila ilmunya sebelum diturunkan kegenerasi berikutnya meski dia sudah sekarat..

Cara memindahkan ilmu palasik hanya dgn menjilat lidah yg punya ilmu palasik maka pindahlah ilmunya dan akan terus ada sampai beberapa generasi mendatang.

Cindaku manusia harimau dari Kerinci bag 1



Definisi

Cindaku adalah sebutan untuk manusia harimau yang berasal dari daerah Kerinci, Jambi. Menurut kepercayaan masyarakat Kerinci, manusia memiliki hubungan batin dengan harimau.

“bahwasanya di bumi sakti ini tumbuh suatu kepercayaan magis spritual tentang hubungan bathin manusia dengan harimau, sehingganya kemudian tidak mengherankan di tengah masyarakat Kerinci ada pula yang berkeyakinan kalau nenek moyang mereka adalah harimau.”

Kepercayaan yang dianut oleh masyarakat Kerinci tentang harimau merupakan warisan dari nenek moyang mereka yang konon telah berperan serta dalam melestarikan hutan di wilayah Kerinci yang merupakan habitat asli dari harimau Sumatra. Diceritakan dalam cerpen Cindaku tentang adanya perjanjian yang dilakukan oleh nenek moyang mereka yang disebut Tingkas, dengan harimau yang tinggal di suatu hutan di wilayah Kerinci. Perjanjian tersebut berisi tentang pembagian wilayah, antara wilayah hunian harimau dan wilayah manusia.

“Ini tidak terlepas dari legenda yang berkembang di mana di sebutkan dahulu Tingkas nenek moyang orang Kerinci telah menjalin hubungan dengan harimau, dan dalam hubungan itulah terbentuk perjanjian yang membatasi dan mengatur hubungan manusia dengan alam terutama hutan rimba. Perjanjian itulah yang mengontrol nafsu masing-masingnya sehingga tidak sampai memakan wilayah satu sama lainnya. Hutan rimba adalah wilayah hunian harimau. Tingkas dan anak cucunya tidak boleh merampas hak itu. Sementara kampung dan kota adalah wilayah manusia, harimau pun tidak akan pernah berani berkuasa atau menunjukkan kebuasannya di sini."

Perjanjian tersebut merupakan suatu penggambaran sifat manusia yang mau menghargai kehidupan sesama makhluk ciptaan Tuhan. Hal tersebut dapat pula dihubungkan dengan kearifan lokal atau local wisdom, dimana suatu masyarakat mampu menyerap pesan-pesan yang disampaikan oleh para nenek moyang melalui cerita-cerita atau dongeng-dongeng yang bersifat peringatan maupun pendidikan. Dalam kasus ini, pesan yang disampaikan adalah sebuah peringatan tentang adanya pembagian antara wilayah harimau dan wilayah manusia yang harus dihormati keberadaannya. Kearifan lokal itu sampai saat ini masih dipegang teguh oleh masyarakat Kerinci. Selain sebagai suatu penghargaan terhadap nenek moyang, tetap dipegangteguhnya warisan nenek moyang tersebut berhubungan dengan konsekuensi yang berat terhadap orang yang berani melanggarnya. Konsekuensi yang dimaksud dapat berhubungan dengan kematian yang disebabkan oleh serangan harimau, juga dihubungkan dengan kemunculan cindaku yang merupakan pelindung bagi harimau sekaligus penjaga wilayah hunianya.

"Perjanjian itulah yang disebut perjanjian garis tanah, yang berlaku selama ranting mati yang ditanam di tanah waktu itu tidak tumbuh berdaun apalagi berbunga. Ini berarti ini berarti perjanjian itu akan berlaku selama-lamanya, karena ranting mati yang di tanam itu mustahil akan hidup dan tumbuh seumur-umur dunia."

Kutipan diatas menunjukkan adanya unsur-unsur estetis yang diungkapkan melalui perumpamaan ranting kering yang tak mungkin bisa tumbuh lagi. Perumpamaan tersebut digunakan untuk menegaskan bahwa pejanjian antara manusia dan harimau berlaku untuk selama-lamanya.

"Untung dada nak Saketi ini tidak sampai menyentuh tanah......Karena kalau sampai menyentuh tanah maka wujud nak Saketi inipun akan berubah jadi harimau pula. Sebenarnya dia sudah tahu lawan yang dihadapinya itu adalah adalah salah satu sisi dari dirinya sendiri, eksistensi kehidupannya sebagai manusia yang terlahir dari tanah Kerinci. Dan rupanya makluk makluk berwujud setengah harimau setengah manusia yang disebut cindaku itu, juga cukup menyadari akan hal ini..."

"Nak Saketi, ternyata baru hari ini memasakkan ilmu batinnya, dan ini berjalan secara alami". Ujar dukun memberitahukan. Para lelaki itu masih belum mengerti dan tetap tak mengerti sampai ketika erangan kembali terdengar. Kali ini lebih mirip erangan seekor harimau. Tiba-tiba mata saketi terbuka menikam langit-langit dan alangkah kagetnya keempat lelaki itu menyaksikan mata Saketi, ternyata telah berubah jadi hijau dan tajam sekali. Dan semakin terkejut mereka ketika di tubuh Saketi bermunculan bulu-bulu kasar bercorak loreng. Terus tumbuh sampai akhir menutupi tubuh lelaki muda itu.”

Kepercayaan tentang cindaku hanya terdapat di wilayah Kerinci saja. Orang Kerinci yang berkemampuan cindaku hanya bisa berubah menjadi harimau bila dadanya menyentuh tanah Kerinci, tanah yang merupakan tempat berpijak harimau Sumatra, yang berkaitan dengan hak-hak hidup harimau dan manusia yang harus senatiasa dijaga keharmonisannya. Cindaku adalah jelmaan dari manusia yang terlahir dari tanah Kerinci. Tidak semua orang Kerinci adalah cindaku, hanya sebagian orang saja yang mempunyai darah Tingkas (nenek moyang orang Kerinci) dan orang tertentu saja yang mampu berubah menjadi harimau. Orang tertentu yang dimaksud adalah orang-orang yang mempunyai bakat supranatural dan mampu menyerap ilmu yang diberikan oleh cindaku. Lebih khusus lagi, tidak semua keturunan Tingkas mampu merubah diri menjadi cindaku, dalam legenda Kerinci, cindaku akan menampakkan diri jika ada yang mencoba untuk melanggar perjanjian garis tanah saja, sehingga keturunan Tingkas tidak bisa sesuka hatinya untuk mengubah diri menjadi harimau. Dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa suatu kekuatan besar tidak bisa seenaknya digunakan untuk hal-hal yang kurang bermakna, karena dengan kekuatan tersebut para cindaku mempunyai tanggung jawab besar untuk menjaga apa yang seharusnya tetap terjaga.
bersambung

Cindaku manusia harimau dari Kerinci bag 2

Mitos dan Cerita
Perilaku manusia yang mengetengahkan ambisi dan dendam banyak tertuang dalam cerpen Cindaku. Diceritakan tentang Martias, seoarang pimpinan suatu perusahaan developer raksasa berusaha memenangkan tender dari pemerintah untuk mebuat jalan yang melintasi Muaro Bungo-Kerinci, melewati hutan rimba TNKS - yang merupakan habitat harimau Sumatra - tembus di Renah Pemetik. Tentu saja Cindaku tidak tinggal diam. Pada saat melakukan observasi, salah satu anak buah Martias tiba-tiba menghilang dan ditemukan kembali dalam keadaan mati dengan tubuh tercabik-cabik harimau. Kematian itu sebenarnya merupakan sebuah pesan, lebih tepat lagi ancaman terhadap pelanggar perjanjian garis tanah. Saketi sebagai orang kepercayaan Martias telah mengingatkan atasanya itu agar membatalkan rencananya, namun peringatan itu tidak menyurutkan ambisi Martias.

Martias pada akhirnya memenangkan tender. Hal itu disebabkan oleh kematian salah satu anak buah Martias yang mati akibat terkaman harimau yang menciutkan nyali saingan Martias. Sikap yang diambil Martias untuk meneruskan proyek pemerintah tersebut banyak memakan korban. Sikap tersebut sangat bertentangan dengan apa yang menjadi kepercayaan masyarakat Kerinci. Keadaan yang semula tenang secara tiba-tiba berubah menjadi suatu konflik yang berakibat fatal.

”Pada hari pertama jatuh satu korban. Ini sempat membuat nyali para buruh dan ciut..”

Peringatan sudah diberikan, namun orang-orang Martias belum mampu terbangun dari ketidaksadaran mereka akan bahaya yang mereka ciptakan sendiri. Ketidaksadaran tersebut terkait dengan sifat manusia yang berpandangan sempit dan sepele terhadap hal-hal yang seharusnya dihormati eksistensinya. Manusia terkadang kurang menghargai adanya pesan-pesan leluhur yang berelevansi dengan keseimbangan alam. Terkadang pula manusia mudah melupakan tanda-tanda dan peringatan yang telah dilontarkan oleh alam. Oleh karena itu sering terjadi bencana yang menyebabkan manusia bertanya-tanya apa gerangan yang menjadi sebabnya.

“Pada hari ketiga jatuh lagi satu korban, sementara pembangunan sudah semakin jauh masuk ke dalam hutan. Dan pada hari kelima jatuh lagi satu korban. Para buruh semakin gempar dan geger mentalnya. Seakan telah jadi satu hukum kepastian dalam selang waktu dua hari maka hutan ini menuntut tumbal, nyawa manusia. Pertanyaan-pertanyaan siapa yang akan jadi korban berikutnya senantiasa menghantui benak mereka.”

Keadaan semakin memburuk, orang-orang Martias mulai sadar akan kejadian apa yang sedang dan akan menimpa mereka. Mereka sadar bahwa apabila tidak segera diakhiri, proyek tersebut akan memakan lebih banyak korban lagi.

“Martias terobsesi untuk menciptakan prestasi terbesar dalam sejarah perjalanan karir hidupnya sebagai developer.”

Namun Martias yang telah dibutakan oleh obsesinya tidak memperlihatkan tanda-tanda untuk menghentikan proyeknya. Obsesi manusia merupakan penyulut bagi hadirnya ambisi. Tidak sedikit manusia yang menghalalkan segala cara untuk mewujudkan suatu obsesi, walaupun harus mengorbankan sesamanya.

Diantara gencarnya peringatan dengan cara kekerasan yang dilakukan cindaku, masih ada sebuah kebijakan yang dilakukannya, yaitu dengan memberi peringatan secara halus. Sebagai seorang kakek, ia menyatakan bahwa proyek tersebut merupakan bumerang bagi masyarakat Kerinci, dan menggambarkannya seperti pintu bendungan. Perumpamaan tersebut mengandung nilai-nilai estetis yang membangun pernyataan yang dinyatakan oleh cindaku untuk meyakinkan Martias.

"Tidak anakku, orang-orang Kerinci belumlah siap dengan semua itu. Pembukaan jalan ini malah bisa menjadi bumerang, dan membawa bencana seperti pintu bendungan yang akan menghantarkan air bah kepada mereka, dan ini bisa menghanyutkan atau menenggelamkan mereka dalam arus dunia yang ganas seperti sekarang ini.”

Pada akhirnya, harimau-harimau yang menghuni TNKS (Taman Nasional Kerinci Seblat) melakukan penyerangan terhadap orang-orang Martias. Harimau-harimau tersebut menyerang bukan tanpa alasan, mereka menyerang karena habitat mereka terusik. Ada tradisi yang mnyatakan bahwa harimau Sumatara hanya akan menyerang orang yang berada di pihak yang salah. Harimau pada dasarnya bersifat “pemalu” dan “sopan”, sifat yang seringkali tertutup akibat reputasinya yang mnyeramkan. Karena sifat alaminya tersebut, harimau lebih sering menarik diri sebelum terjadi kontak dengan manusia. Legenda setempat mengatakan bahwa jika seekor harimau bertemu dengan seseorang, maka ia harus membayar dendanya dengan tidak makan sepanjang 40 hari dan malam.

Permasalahan harimau memang sering menjadi kontroversi di derah Kerinci, Jambi. Para anti konservasi yang menganggap harimau sebagai pengganggu manusia sering melakukan perburuan terhadap harimau yang justru perlu diselamatkan dari kepunahan. Pada dasarnya dapat dikatakan bahwa perburuan itulah yang menjadi penyebab harimau mengganggu manusia.

CINDAKU, MANUSIA HARIMAU KERINCI
Quote:Original Posted By chandraokta
Da.. Request, hantu aru aru

kalau ndak salah, sijundai itu emang dampak dari gasiang tangkurak.. Tapi sijundai itu spt makhluk gaib yg punya ciri2 mirip spt kunti kata orang2 kota.. Makonyo nyo manjat2 dinding, karena takut.
CMIIW


kawan wak batu ketek pernah nyo baok dek antu ko mah sanak.............
×