Abad Akhir Ramalan Jayabaya ! Munculnya satrio piningit !

hmmmm ... sori2 gan klo ane
maklum , seorang newbie yang mencoba buat thread yang bermutu !!

ane ga minta yang ijo2 . .. cukup yang penting kita sama2 share aja !
dan memahami apa yang ada !

okeh ga usah basa basi lagi .
ini dia jreng.... jreng .....

Prabu Jayabaya adalah Raja Kerajaan Kediri yang terkenal sakti dan berilmu tinggi, konon beliau adalah titisan Betara Wishnu, sang Pencipta Kesejahteraan di Dunia, yang akan menitis selama tiga kali. Beliau memerintah Kerajaan Kediri pada sekitar tahun 400-an Masehi. Beliau mampu meramalkan berbagai kejadian yang akan datang yang ditulis oleh beliau dalam bentuk tembang-tembang Jawa yang terdiri atas 21 pupuh berirama Asmaradana, 29 pupuh berirama Sinom, dan 8 pupuh berirama Dhandanggulo. Kitab ini dikenal dengan nama Kitab Musarar.

Ramalan Jayabaya dibagi dalam 3 zaman yang masing-masing berlangsung selama 700 tahun, yaitu Zaman Permulaan (Kali-swara), Zaman Pertengahan (Kali-yoga) dan Zaman Akhir (Kali-sangara).

Yang menarik dari ramalan Jayabaya adalah ramalan Zaman Akhir (Kali-sangara) dari tahun Masehi 1401 sampai dengan tahun 2100, karena kita dapat membuktikannya dengan catatan sejarah Indonesia /Jawa dalam periode tersebut.

Ramalan Jayabaya dalam periode Akhir tersebut cukup akurat dalam meramalkan bangkit dan runtuhnya kerajaan-kerajaan Jawa (Indonesia), naik-turunnya para Raja-raja dan Ratu-ratunya atau Pemimpinnya, yang terbagi dalam tiap seratus tahun sejarah, yaitu Kala-jangga (1401-1500 Masehi), Kala-sakti (1501-1600 M), Kala-jaya (1601-1700 M), Kala-bendu (1701-1800 M), Kala-suba (1801-1900 M), Kala-sumbaga (1901-2000), dan Kala-surasa (2001-2100 M).

Munculnya Presiden Sukarno sebagai Pemimpin Indonesia, Pendiri Republik Indonesia dalam periode Kala-sumbaga (1901-2000) diramalkan secara cukup akurat. Beliau digambarkan sebagai seorang Raja yang memakai kopiah warna hitam (kethu bengi), sudah tidak memiliki ayah (yatim) dan bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi). Sang Raja kebal terhadap berbagai senjata (selalu lolos dari percobaan pembunuhan), namun memiliki kelemahan mudah dirayu wanita cantik, dan tidak berdaya terhadap anak-anak kecil yang mengelilingi rumah beliau (mundurnya beliau karena demo para pelajar dan mahasiswa). Sang Raja sering mengumpat orang asing sebagai lambang bahwa beliau sangat anti Imperialisme. Dalam tembang Jawa berbunyi: “Ratu digdaya ora tedhas tapak paluning pandhe sisaning gurinda, nanging apese mungsuh setan thuyul ambergandhus, bocah cilik-cilik pating pendhelik ngrubungi omah surak-surak kaya nggugah pitik ratu atine cilik angundamana bala seberang sing doyan asu”.

Bung Karno bergelar Panglima Tertinggi ABRI, siapa yang menentangnya bisa celaka, menyerang tanpa pasukan, sakti tanpa pusaka, dan menang perang tanpa merendahkan lawannya, kaya tanpa harta, benderanya merah-putih. Beliau meninggal dalam genggaman manusia. Dalam tembang Jawa berbunyi: “sing wani bakal wirang, yen nglurug tanpa bala, digdaya tanpa aji apa-apa, lamun menang tanpa ngasorake liyan, sugih tan abebandhu, umbulane warna jenang gula klapa. Patine marga lemes.”

Naik-turunnya Preside RI ke-2 Suharto juga secara jelas diramalkan oleh Prabu Jayabaya pada Bagian Akhir tembang Jawa butir 11 sampai 16 sebagai berikut: “Ana jalmo ngaku-aku dadi ratu duwe bala lan prajurit negara ambane saprowulan panganggone godhong pring anom atenger kartikapaksi nyekeli gegaman uleg wesi pandhereke padha nyangklong once gineret kreta tanpa turangga nanging kaobah asilake swara gumerenggeng pindha tawon nung sing nglanglang Gatotkaca kembar sewu sungsum iwak lodan munggah ing dharatan. Tutupe warsa Jawa lu nga lu (wolu / telu sanga wolu / telu) warsa srani nga nem nem (sanga nenem nenem) alangan tutup kwali lumuten kinepung lumut seganten.

Beliau muncul sebagai Pemimpin yang didukung oleh Angkatan Bersenjata RI (darat, udara dan laut), berlambang Kartikapaksi, memakai topi baja hijau (tutup kwali lumuten) pada tahun 1966. Zaman pemerintahan Presiden Suharto (Orde Baru) berlangsung selama 30 tahun, dan menurut Jayabaya ada tiga raja yang menguasai tanah Jawa /Indonesia saat itu sebagai lambang kekuasaan dari tiga kekuatan politik: Golkar-Parpol-ABRI. Ketiga kekuatan itu menghilang saat Pak Harto mundur, karena saling berselisih. Setelah itu tidak ada lagi raja yang disegani, dan para Bupat Manca Negara (luar Jawa) berdiri sendiri-sendiri (otonom).

Setelah lenyapnya kekuasaan tiga raja tersebut diatas, Jayabaya meramalkan datangnya seorang Pemimpin baru dari negeri seberang, yaitu dari Nusa Srenggi (Sulawesi), ialah Presiden BJ Habibie.

Ramalan Jayabaya bagi Indonesia setelah tahun 2001 Indonesia akan menjadi sebuah negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera sebagai akhir dari Ramalan Jayabaya (Kala-surasa, 2001-2100 M), zaman yang tidak menentu (Kalabendu) berganti dengan zaman yang penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia menaruh hormat. Akan muncul seorang Satriya Piningit sebagai Pemimpin baru Indonesia dengan ciri-ciri sudah tidak punya ayah-ibu, namun telah lulus Weda Jawa, bersenjatakan Trisula yang ketiga ujungnya sangat tajam, sbb:

“Mula den upadinem sinatriya iku wus tan abapa, abibi, lola, wus pupus weda Jawa mung angendelake trisula, landepe trisula sing pucuk gegawe pati utawa untang nyawa, sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda.”

Ramalan selanjutnya adalah:

“Inilah jalan bagi yang selalu ingat dan waspada! Agar pada zaman tidak menentu bisa selamat dari bahaya atau “jaya-baya”, maka jangan sampai keliru dalam memilih pemimpin. Carilah sosok Pemimpin yang bersenjatakan Trisula Weda pemberian dewa. Bila menyerang tanpa pasukan, kalau menang tidak menghina yang lain. Rakyat bersukaria karena keadilan Tuhan telah tiba. Rajanya menyembah rakyat yang bersenjata Trisula Weda; para pendetapun menghargainya. Itulah asuhannya Sabdopalon – yang selama ini menanggung rasa malu tetapi akhirnya termasyhur- karena segalanya tampak terang benderang. Tidak ada lagi yang mengeluh kekurangan; itulah pertanda bahwa zaman tidak menentu telah usai berganti zaman penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia pun menaruh hormat.”

Di zaman modern abad ke-21 saat ini dengan berbagai persenjataan modern dan alat tempur yang canggih, mulai dari senjata nuklir, roket, peluru kendali, dan lain-lainnya, maka senjata Trisula Weda mungkin bukanlah senjata dalam arti harafiah, tetapi adalah senjata dalam arti kiasan, tiga kekuatan yang mebuat seorang Pemimpin disegani segenap Rakyatnya. Bisa saja itu adalah tiga sifat-sifat sang Pemimpin, seperti: Benar, Lurus, Jujur (bener, jejeg, jujur) seperti yang diungkapkan dalam tembang-tembang Ramalan Jayabaya.

Demikian pula tentang sosok sang Pemimpin yang digambarkan sebagai Satriya Piningit, bukanlah seseorang yang tiba-tiba muncul, tetapi Ia adalah seorang Pemimpin Indonesia yang sifatnya tidak mau menonjolkan diri, tetapi Ia bekerja tanpa pamrih, menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan bangsa dan negara. Sudah ada langkah-langkahnya yang nyata yang dapat ditelusuri dalam kehidupannya sehari-hari.

Mungkinkah Sang Satria Piningit ini muncul dalam waktu dekat untuk mengantarkan Indonesia kepada Cita-cita para Pendiri Bangsa sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, yaitu negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera bagi segenap Rakyat Indonesia.

Siapakah gerangan sang Satriya Piningit ini? Silahkan ditanggapi.

maju trus
aku akan selalu mendukung mu dan selalu mencintai mu !!
(indonesia akan jaya pada pemimpinya yang ke -7 !! )
dah siapakah dia ???
kapankah akan muncul ?
brrt satria paningit bukan president y gan, trus siapa donk,
ini trit yg keberapa soal satrio piningit...





mayan sebelum dimerged atao digembok.


Quote:Original Posted By jolang
ini trit yg keberapa soal satrio piningit...





mayan sebelum dimerged atao digembok.




Iya Puh...Tapi Bagaimana Pun...Kita Selaku Penghuni Nusantara Ini Ga Bakal Bosen Sama Yg Namanya SATRIO PINGINGIT Walau Dibahas Berulang"...

Spoiler for Satu Hal:



Spoiler for ...:
Ngeri gan ramalannya
kira" siapa yah pemimpin yg dideskripsikan oleh jayabaya
Quote:Original Posted By R3gn4ck
Iya Puh...Tapi Bagaimana Pun...Kita Selaku Penghuni Nusantara Ini Ga Bakal Bosen Sama Yg Namanya SATRIO PINGINGIT Walau Dibahas Berulang"...

Spoiler for Satu Hal:



Spoiler for ...:


gak bosenlah kalau dengerin dongeng.....nonton myb ae gak bosen-bosen....





Quote:Original Posted By jolang
ini trit yg keberapa soal satrio piningit...





mayan sebelum dimerged atao digembok.


yeee terserah deh .. ane cuma mau berbagi !!

Quote:Original Posted By R3gn4ck
Iya Puh...Tapi Bagaimana Pun...Kita Selaku Penghuni Nusantara Ini Ga Bakal Bosen Sama Yg Namanya SATRIO PINGINGIT Walau Dibahas Berulang"...

Spoiler for Satu Hal:



Spoiler for ...:
dgr2 sih gan !! pemimpin ke-7 indonesia bakal jadi penerang dalam negri yang gelap ini !!

Quote:Original Posted By 121Z4
Ngeri gan ramalannya
kira" siapa yah pemimpin yg dideskripsikan oleh jayabaya
pemimpin ke-7 , sekitar tahun 2015 .
akan datang seorang yang bnar2 suci dan tulus tuk jadi pemimpin , kaya bung karno !!

Quote:Original Posted By jolang
gak bosenlah kalau dengerin dongeng.....nonton myb ae gak bosen-bosen....





wew ..
tapi ini ndak bohong loh gan !! sekarang negara luar juga udah meperhatikan indonesia !! maka dari itu mereka sedikit khawatir !

Tambaha Dari Ane

Spoiler for 7 Satrio Piningit:
Quote:Original Posted By IIyafimovichII
hmmmm ... sori2 gan klo ane
maklum , seorang newbie yang mencoba buat thread yang bermutu !!

ane ga minta yang ijo2 . .. cukup yang penting kita sama2 share aja !
dan memahami apa yang ada !

okeh ga usah basa basi lagi .
ini dia jreng.... jreng .....

Prabu Jayabaya adalah Raja Kerajaan Kediri yang terkenal sakti dan berilmu tinggi, konon beliau adalah titisan Betara Wishnu, sang Pencipta Kesejahteraan di Dunia, yang akan menitis selama tiga kali. Beliau memerintah Kerajaan Kediri pada sekitar tahun 400-an Masehi. Beliau mampu meramalkan berbagai kejadian yang akan datang yang ditulis oleh beliau dalam bentuk tembang-tembang Jawa yang terdiri atas 21 pupuh berirama Asmaradana, 29 pupuh berirama Sinom, dan 8 pupuh berirama Dhandanggulo. Kitab ini dikenal dengan nama Kitab Musarar.

Ramalan Jayabaya dibagi dalam 3 zaman yang masing-masing berlangsung selama 700 tahun, yaitu Zaman Permulaan (Kali-swara), Zaman Pertengahan (Kali-yoga) dan Zaman Akhir (Kali-sangara).

Yang menarik dari ramalan Jayabaya adalah ramalan Zaman Akhir (Kali-sangara) dari tahun Masehi 1401 sampai dengan tahun 2100, karena kita dapat membuktikannya dengan catatan sejarah Indonesia /Jawa dalam periode tersebut.

Ramalan Jayabaya dalam periode Akhir tersebut cukup akurat dalam meramalkan bangkit dan runtuhnya kerajaan-kerajaan Jawa (Indonesia), naik-turunnya para Raja-raja dan Ratu-ratunya atau Pemimpinnya, yang terbagi dalam tiap seratus tahun sejarah, yaitu Kala-jangga (1401-1500 Masehi), Kala-sakti (1501-1600 M), Kala-jaya (1601-1700 M), Kala-bendu (1701-1800 M), Kala-suba (1801-1900 M), Kala-sumbaga (1901-2000), dan Kala-surasa (2001-2100 M).

Munculnya Presiden Sukarno sebagai Pemimpin Indonesia, Pendiri Republik Indonesia dalam periode Kala-sumbaga (1901-2000) diramalkan secara cukup akurat. Beliau digambarkan sebagai seorang Raja yang memakai kopiah warna hitam (kethu bengi), sudah tidak memiliki ayah (yatim) dan bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi). Sang Raja kebal terhadap berbagai senjata (selalu lolos dari percobaan pembunuhan), namun memiliki kelemahan mudah dirayu wanita cantik, dan tidak berdaya terhadap anak-anak kecil yang mengelilingi rumah beliau (mundurnya beliau karena demo para pelajar dan mahasiswa). Sang Raja sering mengumpat orang asing sebagai lambang bahwa beliau sangat anti Imperialisme. Dalam tembang Jawa berbunyi: “Ratu digdaya ora tedhas tapak paluning pandhe sisaning gurinda, nanging apese mungsuh setan thuyul ambergandhus, bocah cilik-cilik pating pendhelik ngrubungi omah surak-surak kaya nggugah pitik ratu atine cilik angundamana bala seberang sing doyan asu”.

Bung Karno bergelar Panglima Tertinggi ABRI, siapa yang menentangnya bisa celaka, menyerang tanpa pasukan, sakti tanpa pusaka, dan menang perang tanpa merendahkan lawannya, kaya tanpa harta, benderanya merah-putih. Beliau meninggal dalam genggaman manusia. Dalam tembang Jawa berbunyi: “sing wani bakal wirang, yen nglurug tanpa bala, digdaya tanpa aji apa-apa, lamun menang tanpa ngasorake liyan, sugih tan abebandhu, umbulane warna jenang gula klapa. Patine marga lemes.”

Naik-turunnya Preside RI ke-2 Suharto juga secara jelas diramalkan oleh Prabu Jayabaya pada Bagian Akhir tembang Jawa butir 11 sampai 16 sebagai berikut: “Ana jalmo ngaku-aku dadi ratu duwe bala lan prajurit negara ambane saprowulan panganggone godhong pring anom atenger kartikapaksi nyekeli gegaman uleg wesi pandhereke padha nyangklong once gineret kreta tanpa turangga nanging kaobah asilake swara gumerenggeng pindha tawon nung sing nglanglang Gatotkaca kembar sewu sungsum iwak lodan munggah ing dharatan. Tutupe warsa Jawa lu nga lu (wolu / telu sanga wolu / telu) warsa srani nga nem nem (sanga nenem nenem) alangan tutup kwali lumuten kinepung lumut seganten.

Beliau muncul sebagai Pemimpin yang didukung oleh Angkatan Bersenjata RI (darat, udara dan laut), berlambang Kartikapaksi, memakai topi baja hijau (tutup kwali lumuten) pada tahun 1966. Zaman pemerintahan Presiden Suharto (Orde Baru) berlangsung selama 30 tahun, dan menurut Jayabaya ada tiga raja yang menguasai tanah Jawa /Indonesia saat itu sebagai lambang kekuasaan dari tiga kekuatan politik: Golkar-Parpol-ABRI. Ketiga kekuatan itu menghilang saat Pak Harto mundur, karena saling berselisih. Setelah itu tidak ada lagi raja yang disegani, dan para Bupat Manca Negara (luar Jawa) berdiri sendiri-sendiri (otonom).

Setelah lenyapnya kekuasaan tiga raja tersebut diatas, Jayabaya meramalkan datangnya seorang Pemimpin baru dari negeri seberang, yaitu dari Nusa Srenggi (Sulawesi), ialah Presiden BJ Habibie.

Ramalan Jayabaya bagi Indonesia setelah tahun 2001 Indonesia akan menjadi sebuah negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera sebagai akhir dari Ramalan Jayabaya (Kala-surasa, 2001-2100 M), zaman yang tidak menentu (Kalabendu) berganti dengan zaman yang penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia menaruh hormat. Akan muncul seorang Satriya Piningit sebagai Pemimpin baru Indonesia dengan ciri-ciri sudah tidak punya ayah-ibu, namun telah lulus Weda Jawa, bersenjatakan Trisula yang ketiga ujungnya sangat tajam, sbb:

“Mula den upadinem sinatriya iku wus tan abapa, abibi, lola, wus pupus weda Jawa mung angendelake trisula, landepe trisula sing pucuk gegawe pati utawa untang nyawa, sing tengah sirik gawe kapitunaning liyan, sing pinggir-pinggir tolak colong njupuk winanda.”

Ramalan selanjutnya adalah:

“Inilah jalan bagi yang selalu ingat dan waspada! Agar pada zaman tidak menentu bisa selamat dari bahaya atau “jaya-baya”, maka jangan sampai keliru dalam memilih pemimpin. Carilah sosok Pemimpin yang bersenjatakan Trisula Weda pemberian dewa. Bila menyerang tanpa pasukan, kalau menang tidak menghina yang lain. Rakyat bersukaria karena keadilan Tuhan telah tiba. Rajanya menyembah rakyat yang bersenjata Trisula Weda; para pendetapun menghargainya. Itulah asuhannya Sabdopalon – yang selama ini menanggung rasa malu tetapi akhirnya termasyhur- karena segalanya tampak terang benderang. Tidak ada lagi yang mengeluh kekurangan; itulah pertanda bahwa zaman tidak menentu telah usai berganti zaman penuh kemuliaan, sehingga seluruh dunia pun menaruh hormat.”

Di zaman modern abad ke-21 saat ini dengan berbagai persenjataan modern dan alat tempur yang canggih, mulai dari senjata nuklir, roket, peluru kendali, dan lain-lainnya, maka senjata Trisula Weda mungkin bukanlah senjata dalam arti harafiah, tetapi adalah senjata dalam arti kiasan, tiga kekuatan yang mebuat seorang Pemimpin disegani segenap Rakyatnya. Bisa saja itu adalah tiga sifat-sifat sang Pemimpin, seperti: Benar, Lurus, Jujur (bener, jejeg, jujur) seperti yang diungkapkan dalam tembang-tembang Ramalan Jayabaya.

Demikian pula tentang sosok sang Pemimpin yang digambarkan sebagai Satriya Piningit, bukanlah seseorang yang tiba-tiba muncul, tetapi Ia adalah seorang Pemimpin Indonesia yang sifatnya tidak mau menonjolkan diri, tetapi Ia bekerja tanpa pamrih, menyumbangkan tenaga dan pikirannya bagi kemajuan bangsa dan negara. Sudah ada langkah-langkahnya yang nyata yang dapat ditelusuri dalam kehidupannya sehari-hari.

Mungkinkah Sang Satria Piningit ini muncul dalam waktu dekat untuk mengantarkan Indonesia kepada Cita-cita para Pendiri Bangsa sebagaimana tercantum dalam Mukadimah UUD 1945, yaitu negeri yang aman, makmur, adil dan sejahtera bagi segenap Rakyat Indonesia.

Siapakah gerangan sang Satriya Piningit ini? Silahkan ditanggapi.

maju trus
aku akan selalu mendukung mu dan selalu mencintai mu !!
(indonesia akan jaya pada pemimpinya yang ke -7 !! )
dah siapakah dia ???


SAMANGSANE ANA GARUDA WALI SEKO WETAN(sewaktunya ada garuda wali datang dari timur) ............. ???
Quote:Original Posted By R3gn4ck
Spoiler for 7 Satrio Piningit:

wahhh thx gan !! di tambahin !! .. ternyata kita bisa saling berbagi !!
(yang ane tau cuma segitu doank )

Quote:Original Posted By G1.
SAMANGSANE ANA GARUDA WALI SEKO WETAN(sewaktunya ada garuda wali datang dari timur) ............. ???

maksudnya ? ane bukan orang jawa !!
Quote:Original Posted By IIyafimovichII
wahhh thx gan !! di tambahin !! .. ternyata kita bisa saling berbagi !!
(yang ane tau cuma segitu doank )


maksudnya ? ane bukan orang jawa !!


lha brati TS tidak memahami sampai keakar hingga pucuk daun??
katanya datengnya satrio piningit??
ya itu pertandanya !!!
saat ni "beliaunya" lagi dalam tahap "pembelajaran"
untuk selanjutnya,ya dilanjut aja
Quote:Original Posted By IIyafimovichII
wahhh thx gan !! di tambahin !! .. ternyata kita bisa saling berbagi !!
(yang ane tau cuma segitu doank )


maksudnya ? ane bukan orang jawa !!


Hahaha....Ane Banyak Gan Catatan Tentang Satrio Piningit...Entah Dari Buku...Dari Web...Ataupun Dari Lelaku Sendiri Yg Ane Tulis DI Catatan Kemarat...Eh Keramat...


Kalau Ente Mau...Ane Kasih Link Buat Pembelajaran Tentang Satrio Piningit
Sekalian Belajar Tentang Ilmu Bhatin...
Ya Setidaknya Menambah Pengetahuan Agan Dah....
Wehehehehe.............

Kalau Mau,Ane PM Aja...Kalau Di Sini Entar Di Kira Ane Promosi...
Quote:Original Posted By R3gn4ck
Hahaha....Ane Banyak Gan Catatan Tentang Satrio Piningit...Entah Dari Buku...Dari Web...Ataupun Dari Lelaku Sendiri Yg Ane Tulis DI Catatan Kemarat...Eh Keramat...


Kalau Ente Mau...Ane Kasih Link Buat Pembelajaran Tentang Satrio Piningit
Sekalian Belajar Tentang Ilmu Bhatin...
Ya Setidaknya Menambah Pengetahuan Agan Dah....
Wehehehehe.............

Kalau Mau,Ane PM Aja...Kalau Di Sini Entar Di Kira Ane Promosi...

okeh .. ane mau lebih belajar lagi gan !!

Quote:Original Posted By G1.
lha brati TS tidak memahami sampai keakar hingga pucuk daun??
katanya datengnya satrio piningit??
ya itu pertandanya !!!
saat ni "beliaunya" lagi dalam tahap "pembelajaran"
untuk selanjutnya,ya dilanjut aja

iya mungkin si satrio piningit bner2 lagi pembelajaran .. dia datang dalam terang yang binasakan semua hina'an !
Ane Tambahin Lagi....
Kasian TS nya Lagi Tahap Pembelajaran...

Padahal Ane Juga Nubi

Spoiler for Silahkan:


Yg Ane Merahin Paporit Ane Tuh..Whehehe
Quote:Original Posted By R3gn4ck
Ane Tambahin Lagi....
Kasian TS nya Lagi Tahap Pembelajaran...

Padahal Ane Juga Nubi

Spoiler for Silahkan:


oalah .. bearti pria ini memang bnar2 akan jadi sinar dalam gelap ya???
astaga .. duh2 semoga saja dia cpat datang . karna indonesia semakin kacau !
cita-cita saya jadi presiden lo gan.. hehehe..
gan, menurut ane satrio ini bkan milik suku ato bangsa tertentu tpi milik sluruh dunia. soale dari tulisan2 diatas sifatnya orang ini sifatnya pemimpin dunia. gmana gan???
Denger kata Satrio, jadi inget dosenku matematika dulu: Satrio Penggaris eace
waduh gan ente dongeng ya