KASKUS

Quote:Original Posted By matakseuhah
Klo cm bikin rumah tinggal saja sampai 2 lantai ga usah pake besi ulir gan, ckp mmg besi beton biasa aja (polos). Bangunan gedung juga klau diatasnya tidak ada beban yg berat dan bergetar, ga perlu pake besi ulir kok gan.

Selamat ngebangun gan.
Buat TS sori nijj OOT sbtulnya mmg yg kyk ginian di sub forum Arsitek yah


gan Terima kasih jawabannya.. really appreciated..

satu lagi yg ane mau tanya sama rekan developer kaskus..

apabila Rumah yang kita bangun suatu ketika katakanlah 1 - 5 tahun kedepan rubuh dan memakan korban jiwa(bukan karna force majeur), siapa kira2 yg bertanggung jawab?

Maaf pertanyaan ane sedikit OOT dari topik, mudah2an berguna juga untuk rekan2 yg lainnya
Quote:Original Posted By ManusiaBiasa999
Mastah-mastah, ane mo nanya nih:

Ane kan lagi mo bangun rumah. Kontraktor-kontraktor kok bikin RAB nggak detil ya? Yang ane dapat penawaran bikinnya kira-kira kyk gini:

(format A)
Cat dinding --> 1 nos @ Rp 1.500.000
Plint lantai --> multiplex 9mm finish HPL --> 70m2 x Rp 30.000 = Rp 2100.000
...

(format B)
RAB detil bukannya misalnya pekerjaan beton: besi merk apa ukuran berapa berapa batang harga satuan berapa total harga berapa. Semen merk apa berapa sak harga satuan berapa total harga berapa.

Nanti di bagian lain lagi yang membutuhkan besi dan semen dijabarin lagi seperti diatas.

Bukannya format A rawan manipulasi (spec tidak sampai detil banget) dan rawan terjadi konflik antara pemberi kerja dengan kontraktor?

Biasanya kalau developer yang bangun puluhan unit rumah gitu kasih ke kontraktor, si kontraktor kasih penawaran dalam format A atau format B ya?

Bagaimana menurut mastah-mastah?

Trims sebelumnya


kalo bro sebagai developer maka harus ada dulu yang namanya "construction drawing" u/ diberikan ke kontraktor ... bukannya gambar arsitek ...lalu dr situ kontraktor buat rabnya ...penawaran kontraktor bisa detail bila construction drawing dr developer jg detail ... jd satuan yang LS atau nos diusahakan tdk ada atau bahkan sedikit...lalu dr pengajuan RAB tsb kadang2 kontraktor mencantumkan spesifikasi bahan bila keterangan dr developer tdk ada...biasanya detail spesifikasi bahan/material dari developer ...kan developer yg mau jualan tuh produk..kontraktor hanya mewujudkannya sesuai permintaan developer...BUKAN SEBALIKNYA...

developer yg benar seharusnya sdh ada yg namanya CONSTRUCTION DRAWING, BILL OF QUANTITY DAN JUGA SPESIFIKASI MATERIAL YG DIGUNAKAN DAN SEGALA ATURAN DAN KEBIJAKAN dalam proses pembangunan suatu cluster/bangunan .... jadi kontraktor tinggal mengikuti guidance dr owner ....
Quote:Original Posted By promedia
kalo bro sebagai developer maka harus ada dulu yang namanya "construction drawing" u/ diberikan ke kontraktor ... bukannya gambar arsitek ...lalu dr situ kontraktor buat rabnya ...penawaran kontraktor bisa detail bila construction drawing dr developer jg detail ... jd satuan yang LS atau nos diusahakan tdk ada atau bahkan sedikit...lalu dr pengajuan RAB tsb kadang2 kontraktor mencantumkan spesifikasi bahan bila keterangan dr developer tdk ada...biasanya detail spesifikasi bahan/material dari developer ...kan developer yg mau jualan tuh produk..kontraktor hanya mewujudkannya sesuai permintaan developer...BUKAN SEBALIKNYA...

developer yg benar seharusnya sdh ada yg namanya CONSTRUCTION DRAWING, BILL OF QUANTITY DAN JUGA SPESIFIKASI MATERIAL YG DIGUNAKAN DAN SEGALA ATURAN DAN KEBIJAKAN dalam proses pembangunan suatu cluster/bangunan .... jadi kontraktor tinggal mengikuti guidance dr owner ....


Trims mastah promedia, sangat mencerahkan Ane jadi ngerti ttg ini berkat penjelasan mastah promedia
Quote:Original Posted By RAS.group
Halo para sesepuh property,perkenalkan ane adalah pemain pemula di bidang property,di sini ane minta pengalaman sesepuh2 tentang masalah ane.

begini,ane ada problem dengan kerjasama lahan,pemilik lahan mau membuat perjanjian kerjasama lahan,membuat surat kuasa membangun,dan surat kuasa menjual kepada ane,tetapi owner tsb tidak mau menyerahkan sertifikat tanah tsb ke notaris manapun,yang ane mau tanyakan adalah:

1 apakah bisa mengurus perizinan tanpa surat tanah tsb
2 bagaimana dengan membuat perjanjian dengan bank,apakah bank mau hanya dengan surat2 tsb tanpa sertifikat nya?
3 jika mau,apa yg harus ane lakukan sebelum melakukan ppjb dan ajb (pemilik lahan mau memberikan surat nya jika ada buyer)

mungkin ini dulu pertanyaan ane, mungkin ada yg mau menambahkan?

terima kasih para sesepuh


1. pengurusan ijin bisa dengan copy nya.
2. untuk perjanjian kerjasama KPR dengan bank pun tidak perlu dengan sertifikat asli, bisa dengan copy nya.
3. perijinan bisa dilakukan, juga perjanjian dengan bank..hanya saja kalo tanahnya perlu di pecah dan pemilik tetap tidak mau menyerahkan sertifikatnya..ya susah gan.

sertifikat diperlukan tidak hanya untuk proses legalitas (splitsing) namun juga pengecekan awal apakah tanahnya bersengketa/bermasalah atau tidak..mutlak agan cek dulu.
Mngkin si pemilik merasa takut atau kurang percaya..disini agan harus lebih menjelaskan lagi kepada pemilik tanah agar merasa aman atas aset tanah yg dimilikinya.
ijin menyimak
Quote:Original Posted By heruwicak
ada peraturan menteri baru nih gan..soal batasan harga (akhirnya menpera nyerah juga)

untuk harga jual dibagi dalam 4 wilayah :
1. Wilayah I Sumatra, Jawa kecuali Jabodetabek, Sulawesi Harga max 88 juta uang muka min 10%, max kpr 79.200.000
2. Wilayah II kalimantan, Maluku, NTB, NTT harga max 95 juta uang muka min 10% max kpr 85.500.000
3.Wilayah III Papua & Papua Barat, harga max 145 juta uang muka min 12,5% max kpr 126.875.000
4. Wilayah jabodetabek, batam & Bali harga jual max 95 juta uang muka min. 10% max kpr 85.500.000

untuk type tidak ada perubahan..min 36m2

utk rumah susun menjadi 216juta uang muka min 12,5% max kpr 189juta dgn tukuran minimal 28,8 m2

bebas PPn.. (nah ini masih tanda tanya soalnya peraturan menteri keauangan ttg batasan harga yg bebas PPn belum terbit..masih 70juta)

tq


gan arti simpelnya kayak gimana sih? apakah sejak peraturan keluar di daerah di atas harga pasti ikut peraturan itu? (88juta?). ntar kalau pengembang ngotot jual lebih tinggi gimna melobynya? ane di payakumbuh sumatera barat. di tempat ane harga tanah aja dah 1juta permeter. anggap aja tipe 36/72 tanah aja 72juta apa mungkin hargabya 88 juta? soalnya kemaren ane dapat brosur harga rumah 36 120 juta paling rendah jauh banget kan?. berarti gak ikut peraturan pemerintah dong. ane mau beli rumah gan. kalau benar jarga dijamin 88 juta ane mau ngambil. tapi penerapan nya kayak gimana sih? di sini gak ada yang nawarkan dg harga segitu. dari harga tanah aja kelihatannya mustahil 88 juta. mohon di jelaskan penjabaran dan penerapannya mastah.. .mastah..
Quote:Original Posted By chandraokta
gan arti simpelnya kayak gimana sih? apakah sejak peraturan keluar di daerah di atas harga pasti ikut peraturan itu? (88juta?). ntar kalau pengembang ngotot jual lebih tinggi gimna melobynya? ane di payakumbuh sumatera barat. di tempat ane harga tanah aja dah 1juta permeter. anggap aja tipe 36/72 tanah aja 72juta apa mungkin hargabya 88 juta? soalnya kemaren ane dapat brosur harga rumah 36 120 juta paling rendah jauh banget kan?. berarti gak ikut peraturan pemerintah dong. ane mau beli rumah gan. kalau benar jarga dijamin 88 juta ane mau ngambil. tapi penerapan nya kayak gimana sih? di sini gak ada yang nawarkan dg harga segitu. dari harga tanah aja kelihatannya mustahil 88 juta. mohon di jelaskan penjabaran dan penerapannya mastah.. .mastah..


setahu ane sih, harga itu khusus untuk perumahan tertentu yg sdh disubsidi pmerintah,
biasanya disebut perumnas.
dan biasanya tiap daerah hrga perumnas beda2,
lokasi perumnas biasanya agak pinggiran, bukan di pusat kota.
cba aja googling Perumnas payakumbuh sumbar, siapa tauk ada hasilnya.
ato mngkn tnya ke orng2 developer di daerah agan biasanya psti tauk,
mengenai hrga, trgntung daerahnya jg dan luas tanah.
ada yg 75-90 jta jg di daerah jatim.
*CMIIW
Salam kenal gan,

ane baru beli 4 kavling tanah uk. 10 x 14 m2 berlokasi sudah eksisting di dalam perumahan

berniat mau ane bangun dan jual setelahnya tapi terkendala modal pembangunan, pernah coba proses kredit ke bank tapi di tolak. karena jaminan pekerjaannya belum ada.

ada masukan ngga gan??
Quote:Original Posted By e.mostra
Salam kenal gan,

ane baru beli 4 kavling tanah uk. 10 x 14 m2 berlokasi sudah eksisting di dalam perumahan

berniat mau ane bangun dan jual setelahnya tapi terkendala modal pembangunan, pernah coba proses kredit ke bank tapi di tolak. karena jaminan pekerjaannya belum ada.

ada masukan ngga gan??


coba gan cari orang yang mau kerjasama bangun, agan modal tanah dia modal bangunan dan perijinan..
Quote:Original Posted By chandraokta
gan arti simpelnya kayak gimana sih? apakah sejak peraturan keluar di daerah di atas harga pasti ikut peraturan itu? (88juta?). ntar kalau pengembang ngotot jual lebih tinggi gimna melobynya? ane di payakumbuh sumatera barat. di tempat ane harga tanah aja dah 1juta permeter. anggap aja tipe 36/72 tanah aja 72juta apa mungkin hargabya 88 juta? soalnya kemaren ane dapat brosur harga rumah 36 120 juta paling rendah jauh banget kan?. berarti gak ikut peraturan pemerintah dong. ane mau beli rumah gan. kalau benar jarga dijamin 88 juta ane mau ngambil. tapi penerapan nya kayak gimana sih? di sini gak ada yang nawarkan dg harga segitu. dari harga tanah aja kelihatannya mustahil 88 juta. mohon di jelaskan penjabaran dan penerapannya mastah.. .mastah..


sederhananya gini gan.. peraturan ini buat pengembang yang mau membangun perumahan utk program flpp gan..kalau ga mau & harganya ga masuk ya ga ada paksaaan..kalau harga jual rumahnya maks 88 juta (utk wil sumatra) & min type 36 baru bisa ikut flpp..kalau seperti contoh yg agan bilang sdh tidak mungkin ikut program flpp karena harga jualny saja sdh mencapai 120juta..

tq
Selamat Pagi.
Newbie pengen menimba ilmu dari para mastah mastah sekalian...
Saya ada tanah di daerah Overste Isdiman, Purwokerto, luas sekitar 435 m2. Bentuk kotak dengan dimensi 18m x 25 m. Tempatnya di belakang hotel Aston, mau nanya ke Mastah2 sekalian, kira2 tanah tsb bagusnya dibuat apa ya, apa Kost/GuestHouse (karena disekelilingnya banyak kost dan tanah tetep jadi milik kita) atau dikapling tanahnya terus dijual ( biar ga terlalu ribet tapi dah bisa untung), atau dikapling dan dibangunkan rumah (kaya model cluster gt) baru dijual... Kira2 kalo dari perhitungan bisnis mana yang paling bagus ya??
Makasih atas advice nya..
Quote:Original Posted By warrensidharta
Selamat Pagi.
Newbie pengen menimba ilmu dari para mastah mastah sekalian...
Saya ada tanah di daerah Overste Isdiman, Purwokerto, luas sekitar 435 m2. Bentuk kotak dengan dimensi 18m x 25 m. Tempatnya di belakang hotel Aston, mau nanya ke Mastah2 sekalian, kira2 tanah tsb bagusnya dibuat apa ya, apa Kost/GuestHouse (karena disekelilingnya banyak kost dan tanah tetep jadi milik kita) atau dikapling tanahnya terus dijual ( biar ga terlalu ribet tapi dah bisa untung), atau dikapling dan dibangunkan rumah (kaya model cluster gt) baru dijual... Kira2 kalo dari perhitungan bisnis mana yang paling bagus ya??
Makasih atas advice nya..

Hotel group Aston ya..
kalo potensi lokasinya rame agan bisa buat food court..dari nilai modal akan jauh lebih kecil kalo agan buat guest house atau nge develop tanahnya.
Namun buat model food court yang menarik seperi yang ada di jakarta atau bandung ato kota2 besar lainnya..agan bisa survey sendiri.

Dari food court maka bisa menampung beberapa tenant makanan yang menyewa kepada agan..dan untuk lebih menguntungkan maka silahkan akan monopoli untuk minumannya..jadi penyewa hanya untuk penjual makanan

OOT nih..tapi yah buat selingan
juragan-juragan semuanya yg hebat2... minta pendapatnya donk..

gini ceritanya, kakek nenek ane ninggalin warisan ke ayah ane berupa tanah pinggir pantai dan juga ke daratan dengan isi pohon2 kelapa dan pohon2 lainnya, dengan luas 3,85 ha di pulau Bunaken - Sulawesi Utara, menghadap ke utara dengan panjang pantai kira2 200an meter..
Nah, karena gak ada yg jaga, ayah ane berencana mau ngejualnya, tapi ane merasa sayang untuk di jual, kan bisa untuk di olah lagi gitu jadi resort..

Nah menurut agan2, berdasarkan untung ruginya kedepan, bagusnya tanah tersebut di jual atau dikelola aja ya gan ?

jika mau dikelola, otomatis harus butuh dana, bisa juga di kpr in di bank biar bisa keluar duit buat modal, tapi status tanahnya masih register, belum sertifikat, yg ane tau bank hanya menerima sertifikat..
Tapi biar status register, tetap sah secara hukum sebagai bukti kepemilikan tanah..

Mau buat kerja sama juga masih awam gimana sistem bagi hasilnya...

nah, kira2 bgmn tanggapan agan2 semua ? thanks infonya...
Quote:Original Posted By bisniscom
Hotel group Aston ya..
kalo potensi lokasinya rame agan bisa buat food court..dari nilai modal akan jauh lebih kecil kalo agan buat guest house atau nge develop tanahnya.
Namun buat model food court yang menarik seperi yang ada di jakarta atau bandung ato kota2 besar lainnya..agan bisa survey sendiri.

Dari food court maka bisa menampung beberapa tenant makanan yang menyewa kepada agan..dan untuk lebih menguntungkan maka silahkan akan monopoli untuk minumannya..jadi penyewa hanya untuk penjual makanan

OOT nih..tapi yah buat selingan


Tanx pencerahanya agan bisniscom...
Just info, tanah ini masuk ke gang Gan, mobil bisa masuk si papasan, walo agak sempit, kl begitu apa potensi bikin foodcourt tetep gede ya?? secara kt kudu siapin lahan parkir yang lumayan besar jg... Makasih Gan...
Quote:Original Posted By warrensidharta
Tanx pencerahanya agan bisniscom...
Just info, tanah ini masuk ke gang Gan, mobil bisa masuk si papasan, walo agak sempit, kl begitu apa potensi bikin foodcourt tetep gede ya?? secara kt kudu siapin lahan parkir yang lumayan besar jg... Makasih Gan...


usaha kalau gak ada lahan parkir bisa terancam koleps gan, jadi tetap harus diperhitungan nih....

Ruko juga ngaruh banget klo langsung nempel ke jalan
Quote:Original Posted By boy.poison
juragan-juragan semuanya yg hebat2... minta pendapatnya donk..

gini ceritanya, kakek nenek ane ninggalin warisan ke ayah ane berupa tanah pinggir pantai dan juga ke daratan dengan isi pohon2 kelapa dan pohon2 lainnya, dengan luas 3,85 ha di pulau Bunaken - Sulawesi Utara, menghadap ke utara dengan panjang pantai kira2 200an meter..
Nah, karena gak ada yg jaga, ayah ane berencana mau ngejualnya, tapi ane merasa sayang untuk di jual, kan bisa untuk di olah lagi gitu jadi resort..

Nah menurut agan2, berdasarkan untung ruginya kedepan, bagusnya tanah tersebut di jual atau dikelola aja ya gan ?

jika mau dikelola, otomatis harus butuh dana, bisa juga di kpr in di bank biar bisa keluar duit buat modal, tapi status tanahnya masih register, belum sertifikat, yg ane tau bank hanya menerima sertifikat..
Tapi biar status register, tetap sah secara hukum sebagai bukti kepemilikan tanah..

Mau buat kerja sama juga masih awam gimana sistem bagi hasilnya...

nah, kira2 bgmn tanggapan agan2 semua ? thanks infonya...

kalo potensi pariwisatanya bagus, banyak kok investor atau pengelola hotel yang ngincer lokasi bagus..apalagi kalo posisi pantainya menarik.

jadi sistemnya adalah sewa tanah untuk jangka waktu tertentu.nanti mereka yang membangun infrastrukturnya.
Quote:Original Posted By warrensidharta
Tanx pencerahanya agan bisniscom...
Just info, tanah ini masuk ke gang Gan, mobil bisa masuk si papasan, walo agak sempit, kl begitu apa potensi bikin foodcourt tetep gede ya?? secara kt kudu siapin lahan parkir yang lumayan besar jg... Makasih Gan...

wah susah kalo masuk gang...yg paling mungkin adalah kos2an kali ya
Quote:Original Posted By Ujang_Ado
usaha kalau gak ada lahan parkir bisa terancam koleps gan, jadi tetap harus diperhitungan nih....

Ruko juga ngaruh banget klo langsung nempel ke jalan


Tanx Pencerahnya Agan Ujang_Ado...
Quote:Original Posted By bisniscom
wah susah kalo masuk gang...yg paling mungkin adalah kos2an kali ya


Antara kost sama Guest House gan...
mohon koreksi apabila ada salah
ane pernah cerita sama salah satu developer ruko deket rumah ane
katanya dia hanya modal tanah dan untuk pembangunan rukonya pake pinjeman rekening koran dari bank (pinjeman yang hanya bayar bunga saja tanpa pokok pinjeman)
ane mau tanya mengenai syarat, keuntungan & kelemahan untuk pinjeman ini
×