KASKUS

Smile 

numpang tanya ni ane newbie
maaf mau tanya ada yg tau ga tata cara sembahyang saat akan membersih kan altar Guan Yin Pu Sha
dan Keng apa saja yg harus di baca
Quote:Original Posted By adityalaw89
numpang tanya ni ane newbie
maaf mau tanya ada yg tau ga tata cara sembahyang saat akan membersih kan altar Guan Yin Pu Sha
dan Keng apa saja yg harus di baca


kalo mengikuti tradisi taoisme,
membersihkan altar dapat dilakukan setiap saat, tapi membersihkan rupang biasanya dilakukan setiap tahun sekali setelah tanggal 24 (sampai akhir bulan) bulan 12 imlek, karena dipercaya pada saat tersebut dewa dewi naik ke langit meninggalkan altarnya..

sepengetahuan saya untuk membersihkan altar atau rupang, cukup pasang hio dan memberitahukan kepada dewi kwan im bahwa kita akan membersihkan altar/rupang beliau, kalau mau membawa keng dulu adalah bagus, untuk dewi kwan im biasanya baca dharani Ta Pei Cou, kalau mau baca keng yang lebih lengkap lagi seperti pada saat kebaktian adalah lebih bagus lagi.

yang perlu diperhatikan sebelum kita membersihkan rupang para dewata badan kita / tangan kita harus dibersihkan terlebih dahulu.
kalau jaman dahulu, umat/petugas yg membersihkan rupang di klenteng harus puasa bersih: tidak melakukan hal2 kotor , vegetarian, selama seminggu/sebulan sebelum membersihkan rupang.

Mimpi naik naga

Suhu mau nanya donk saya beserta istri sama sama mimpi terbang ke langit.... Dalam kasus saya, saya naik naga, tapi lupa berdiri di tengah tanduk ato di sekitar hidung, trus terbang ke langit...tau tau ada satu gerbang yg gede banget.... Setelah masuk ke dalam ternyata di dlm banyak banget org yg memakai jubah yg mirip di setiap film film dewa... Semuanya beranjali.. Ga lama kemudian terbangun.....
Sedangkan kasus istri saya... Dia mimpi sedang naik sepeda bersama teman temannya... Kemudian sampi di 2 persimpangan...teman temannya belok ke persimpangan kiri.... Dia jg mau ikut ke kiri tapi sepedanya ga bisa di kontrol dan kemudian beloklah dia ke kanan... Semakin jauh semakin gelap tanpa sadar dia sudah terbang ke atas sambil liat teman temannya yg belok ke kiri td....tiba tiba dia di bw oleh wanita berbaju putih...selanjutnya sama seperti mimpi saya tiba di gerbang...masuk...dan melihat banyak org berjubah dan beranjali......

Kira kira ada makna tertentu ga ya? Ato hanya kebetulan mimpi yg sama...

permisi...

mau tolong tanya apabila memiliki rupang lama dan ingin mengganti dengan rupang yang baru apa ada syarat tertentu?

rupang sdh di gai kwang dan di pakai sembhayang kurang lebih setahun, rupang yg lama apa bisa di pakai altar lain <beda pemilik> ? bila tidak rupang lama musti bagaimana ?

terima kasih..
"" K I O N G H I E S I N C I A ""
Selamat Tahun Baru Imlek


Semoga Thien Selalu Beri Kesehatan , Kebahagian dan Rezeki yang Berlimpah

Maaf saya lama absen karena di sesuatu tempat yang tidak ada internet bahkan listrik.

Omitohut
Kamsia
Quote:Original Posted By lovemelbourne
"" K I O N G H I E S I N C I A ""
Selamat Tahun Baru Imlek


Semoga Thien Selalu Beri Kesehatan , Kebahagian dan Rezeki yang Berlimpah

Maaf saya lama absen karena di sesuatu tempat yang tidak ada internet bahkan listrik.

Omitohut
Kamsia


Kong xi fat chai, semoga suhu melboune n bro, sis, semua diberkahi kesehatan, kebahagiaan, dan rezeki berlimpah di tahun ular ini.

trit-nya yang bagus udah lama tidak dijaga ya suhu melbourne? diaktifin lagi dong suhu.

hmm.. disuatu tempat yang tidak ada internet dan listrik, pasti suhu lagi semedhi di tempat terpencil nih, kalo udah selesai semedhinya jangan lupa dibabar ilmu yang diperoleh suhu

suhu mau tanya lagi nih
klo rumah kita bertingkat 2, emang blh altar smbyang diletakan di lantai pertama(dasar)
kan kata orang tidak boleh melengkahin altar, apa klo kita berjalan di lantai 2 pas bawah nya altar termaksud melengkahin altar itu?

mohon dijabar suhu, soal nya ane banyk lihat rumh rumh org yg altar nya sperti itu makasih
Quote:Original Posted By Enssel
permisi...

mau tolong tanya apabila memiliki rupang lama dan ingin mengganti dengan rupang yang baru apa ada syarat tertentu?

rupang sdh di gai kwang dan di pakai sembhayang kurang lebih setahun, rupang yg lama apa bisa di pakai altar lain <beda pemilik> ? bila tidak rupang lama musti bagaimana ?

terima kasih..


untuk gai kwang rupang, carilah rohaniawan atau sesepuh yang mengerti dan punya kemampuan untuk itu, menurut Herman Utomo yang bukunya banyak dibagi di klenteng, kebanyakan yang duduk di altar rumahan adalah non ilahi, artinya diawal pengadaan altar di rumah dilakukan dengan tidak benar. Kalau altar untuk dewa dewi taoisme, cobalah konsultasi di klenteng2 yang sudah dikenal, untuk altar budha sakyamuni cobalah ke vihara jakarta dhammacakra di sunter.

kalau tidak ketemu rohaniawan dan sesepuh yang bisa membantu, bisa minta tolong langsung ke dewata atau budha/bodhisatva bersangkutan di klenteng/vihara, caranya:
1. bersihkan rupang dengan air kembang.
2. bawalah rupang ke klenteng/vihara bersangkutan, untuk dewi kwan im bisa di vihara cen tek yen di petak sembilan atau vihara avalokitesvara di banten lama, kwan kong bisa di klenteng kwan kong Tuban atau gg lamceng jakarta, hian thian siong tee di welahan, sakyamuni buddha di vihara jakarta dhammacakra di sunter, mintalah bantuan Buddha, Bodhisatva, Dewata bersangkutan di altar, utarakan maksud bro mau membuat altar yang mulia di rumah, titipkan rupang di altar klenteng/vihara untuk satu masa tertentu, bisa seminggu, sebulan atau tiga bulan, tentunya dengan seizin pengurus klenteng/vihara, setelah itu bawalah rupang pulang dengan cara yang sopan dan hormat, letakkan di altar rumah dan beri persembahan buah atau kue.

adalah baik kalau rupang lama bisa dihibahkan kepada umat lain yang membutuhkan, tapi sebelum diganti dengan rupang baru beritahukan dahulu jauh hari sebelumnya depada dewata di altar, jangan diganti mendadak.

yang perlu diperhatikan lagi adalah motivasi kita dalam membuat altar dirumah, jangan mengadakan altar para suci dengan tujuan untuk menjaga rumah, menjaga toko, para dewata adalah sosok yang mulia, kalau hanya sekedar menjaga rumah cukup minta bantuan dewa penjaga pintu saja.
Motivasi yang baik adalah altar kita adakan sebagai sarana untuk melakukan penghormatan kepada para suci, sarana untuk perenungan akan sifat2 Buddha, Bodhisatva, dan para dewata, setelah kita melakukan kebajikan tersebut barulah kita memohon berkah para suci.

demikian sharing pemahaman saya, sambil menunggu petunjuk dari para suhu.


Quote:Original Posted By livan73
suhu mau tanya lagi nih
klo rumah kita bertingkat 2, emang blh altar smbyang diletakan di lantai pertama(dasar)
kan kata orang tidak boleh melengkahin altar, apa klo kita berjalan di lantai 2 pas bawah nya altar termaksud melengkahin altar itu?

mohon dijabar suhu, soal nya ane banyk lihat rumh rumh org yg altar nya sperti itu makasih


kalau sampai altar harus diletakkan di lantai dasar, sebaiknya usahakan di lantai 2 pas di atas altar tidak dilalui orang, bisa di letakkan lemari atau tempat pot tanaman atau tempat barang lainnya.

pernah baca sila bikhu mahayana, salah satu silanya adalah tidak mengadakan altar di lantai bawah yang di atasnya dilalui orang, tapi kalau kita lihat vihara sekarang yang bertingkat, banyak disiasati dengan cara seperti tersebut di atas.
Selamat Hari Raya Imlek
Semoga selalu di berkahi kesehatan yang baik, kebahagian dan berlimpah reejeki ....
cong xi fa chai,
selamat hari raya imlek bagi yang merayakan, semoga semua bro n sis diberkahi kesehatan, keamanan, kebahagian dan rezeki berlimpah sepanjang tahun


ikut menyimak di siang hari

atas saia avatarnya cereeemm
Quote:Original Posted By kas1mura


kalau sampai altar harus diletakkan di lantai dasar, sebaiknya usahakan di lantai 2 pas di atas altar tidak dilalui orang, bisa di letakkan lemari atau tempat pot tanaman atau tempat barang lainnya.

pernah baca sila bikhu mahayana, salah satu silanya adalah tidak mengadakan altar di lantai bawah yang di atasnya dilalui orang, tapi kalau kita lihat vihara sekarang yang bertingkat, banyak disiasati dengan cara seperti tersebut di atas.

makasih suhu selalu jawab pertanyaan ane
ini buat suhu
Quote:Original Posted By kas1mura
dikutip dari wihara.com:

aku sering mengajarkan siswa-siswa ku suatu mantra, mantra ini bukan mantra maha cahaya, bukan mantra tiada bandingan, bukan pula mantra tiada tara namun hanya satu mantra kecil.
Mantra ini ada dihampir semua kitab - kitab buddhis, sangat sederhana hingga terlewatkan orang. Mantra itu adalah mantra dewa bumi, bunyi mantra ini sebagai berikut :
NAMO SAMANTO MOTONAM OM TULU TULU TIWEI SOHA
dengan sungguh - sungguh aku memberitahukan kepada kalian semua bahwa mantra ini adalah sebuah ilmu rahasia untuk mengubah nasib. Bukankah itu cuma mantra dewa bumi yang biasa ? Tidak salah, ia mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk mengubah nasib, karena itu tidak boleh dianggap remeh.
Ada orang yang membaca mantra tersebut, maka penyakit kulit yang dideritanya selama sepuluh tahun hilang lenyap.
Ada orang yang bertampang sial, seumur hidup miskin terus, setelah membaca mantra tersebut, lalu sinar kebahagiaan menyoroti wajahnya menjadi bercahaya, dan nasibnya pun berubah total dari miskin menjadi kaya.
Ada orang yang membaca mantra tersebut, kemandulan yang telah diderita selama sepuluh tahun menjadi sembuh.
Ada orang yang membaca mantra tersebut, seumur hidupnya sehat waalfiat.
Ada orang yang membaca mantra tersebut, terus mendapat jodoh bagus mukanya bercahaya kemerah-merahan.
Ada orang yang membaca mantra tersebut lalu urusan-urusan yang tadinya tidak lancar, akhirnya menjadi lancar, tidak ada satupun hal yang membuatnya terhalang.
Ada orang yang membaca mantra tersebut, ia mendapatkan loterai besar. Walau orang lain jarang menganjurkan, aku justru menganjurkan supaya mantra ini banyak dibaca secara rutin dan terus-menerus. Inilah penemuanku : pada suatu meditasi aku merasa disampingku ada seorang tua yang berambut putih dengan wajah kemerah-merahan.
* kamu siapa ? Dewa Bumi.
* di dunia manusia apa yang anda akan lakukan ? Mengikuti orang yang punya rejeki.
* Bagaimana pandangan mu terhadap alam roh ? Lapisan nirwana merupakan kekosongan, lapisan dewa langit jernih dan suci, di lapisan dewa tanah rejeki dan malapetaka datang silih berganti.
* Aku bertanya kepada dewa bumi " bagaimana dengan nasib setiap orang ? " nasib ditentukan oleh karma ( sebab akibat ). Karena itu saling mengali dan bersilang ruwet. Manusia harus sadar bahwa segala sesuatu ditentukan oleh karma.
* Kamu bicara betul, lalu bagaimana cara mengubah nasib ? Apakah minta kepada budha ? Tidak cocok.
* Minta kepada dewa-dewi ? Juga tidak cocok.
* Minta kepada dewa tanah ? Nah itu cocok.
* Bagaimana caranya ? Baca mantra
* Mantra yang mana ? Mantra dewa bumi.

Orang tua lalu membawa ku naik kereta rusak mengarungi angkasa biru dan kami sampai disebuah gunung, ditengah gunung itu ada sebuah kota besar, berkilauan multu manikom, di dalam kota penuh dengan orang-orang yang berambut putih muka kemerah-merahan, ada ribuan bahkan puluhan ribu, mereka tampak sangat sibuk, ada yang baru mendarat, ada pula yang sedang siap-siap berangkat kelihatannya sibuk banget deh.
* Ini negeri apa ? Negeri Dewa Bumi.
* Para dewa bumi itu sedang sibuk apa ? Sedang memberikan bantuan mengatur dan mengubah nasib manusia. Begitulah penemuan ku kenyataan.
Akhirnya aku menyadari suatu kenyataan bahwa melatih diri menjadi buddha tentu bisa mengubah nasib. Melatih menjadi dewa, juga bisa mengubah nasib, tapi dengan langsung membaca mantra Dewa Bumi, perubahan nasib akan lebih langsung. Bila ingin mengubah nasib orang harus mempunyai kunci pembukanya pada prinsipnya, ilmu apapun juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisinya, adanya kehendak benda dan kejanggalan, kejodohan, asalkan membaca mantra dewa bumi sering kali, puluhan kali, ratusan kali, ratusan kali secara sungguh-sungguh, maka sinar dewa bumi akan menyoroti, nasibnya akan berubah ini sungguh-sungguh lho.
" semboyan dewa bumi adalah amal tanpa pamrih "


nubi mohon bimbingan om, apakah pelafalan dewa bumi sesuai dengan tulisannya, maksudnya, contoh kalo di mandarin DA di bacanya jadi TA atau VIHARA dibacanya jadi WIHARA

makasih om

thread

koq jadi sepi thread ini
Quote:Original Posted By Yenco


nubi mohon bimbingan om, apakah pelafalan dewa bumi sesuai dengan tulisannya, maksudnya, contoh kalo di mandarin DA di bacanya jadi TA atau VIHARA dibacanya jadi WIHARA

makasih om


lebih jelas mengacu ke bahasa sanskertanya: Namo Samanta Buddhanam Aum Turu Turu Tiri Swaha
Quote:Original Posted By livan73

makasih suhu selalu jawab pertanyaan ane
ini buat suhu


ane bukan suhu, , ane juga awam, cuma sekedar sharing apa yang ane ketahui yang mungkin akan dikoreksi para suhu disini kalo ada yg salah.

Quote:Original Posted By Yenco
koq jadi sepi thread ini


iyah sepi, padahal trit menarik, para suhu-nya pada lagi semedhi kali
izin mantauu ajj deh
Quote:Original Posted By kas1mura
lebih jelas mengacu ke bahasa sanskertanya: Namo Samanta Buddhanam Aum Turu Turu Tiri Swaha


terima kasih om pencerahannya, karena mantra jika salah eja sudah salah penafsirannya

cmiiw
suhu suhu

mohon penjabarannya mengenai tata cara upaacara kematian dalam aliran tao

thx
numpang malingtas dulu ah
×