KASKUS

Mengkritisi Turangga Seta

Thread ini dibuat untuk mengkritisi beberapa penemuan/ teori/ hipotesa yang dibuat oleh Turangga Seta. Adapun thread ini dibuat karena tidak adanya fasilitas resmi yang dapat menampung kritik terhadap Turangga Seta (mengingat semua suara yang tidak sependapat langsung diblokir dari grup facebooknya)

Harapannya semoga thread ini dapat memfasilitasi diskusi yang sehat antara pendukung Turangga Seta dan pengkritiknya.

Perlu diingatkan bagi peserta diskusi supaya tetap sopan, menjaga tata krama, tidak ad hominem, dan saling menghormati

Adapun kegiatan Turangga Seta yang positif seperti ekspedisi, pelestarian sejarah dan budaya tidak ditentang melainkan harus terus didukung. Diskusi disini HANYA terbatas pada teori dan hipotesa sejarah versi Turangga Seta yang diragukan kebenarannya.

Tidak akan ada kesimpulan resmi dari thread ini, pembaca dipersilahkan menilai sendiri dan memilih sendiri versi mana yang mau dipercaya

Sekilas mengenai Turangga Seta, in their own words:
Quote:Turangga Seta adalah sebuah yayasan yang bergerak di bidang pelestarian budaya yang ada di Nusantara, serta mempelajari dan memetakan kembali kebesaran Nusantara yang sampai saat ini hanya dianggap sebagai mitos belaka. Dalam perjalanannya, kami banyak menemukan benda-benda peninggalan purbakala yang dapat dijadikan bukti dan acuan tentang ada tidaknya mitos itu.

Di sisi lain, kami juga banyak menemukan aplikasi kearifan lokal yang ternyata sanggup digunakan untuk mengatasi masalah yang berhubungan dengan bencana alam. Aplikasi kearifan lokal itu sudah kami aplikasikan di berbagai daerah, salah satu bentuk aplikasi kearifan lokal yang sudah terdokumentasi dengan lengkap adalah pada saat prosesi kami di titik 45 semburan lumpur panas Lapindo Brantas.

Untuk yang berhubungan dengan sejarah Nusantara, kami berhasil menemukan bahwa sejarah Nusantara tidak sekerdil sejarah yang tertulis di buku-buku pelajaran sejarah sekolah yang resmi atau literasi sejarah yang ada. Bahkan lebih dari itu, kami menemukan bukti tentang kebesaran leluhur Nusantara yang di sekitar 10.000 tahun sebelum masehi sudah menguasai dua per-tiga Bumi.

Data yang kami peroleh terdapat di beberapa relief dan prasasti yang dapat dilihat dan dimengerti oleh semua orang. Selain itu kami juga berhasil memetakan dan mendokumentasikan lebih dari 20 jenis aksara purba asli Nusantara yang dapat dipakai untuk membaca prasasti dan rontal-rontal kuno.

Berhubungan dengan pencitraan sejarah sebagai mitos, kami juga berhasil menemukan bukti bahwa beberapa cerita mitos itu adalah benar adanya, bukan hanya sekedar cerita pengantar tidur atau celoteh dongeng keheroikan belaka (seperti keberadaan Kerajaan Hastina Pura, Kerajaan Ngamartalaya, Kerajaan Dahana Pura, Kerajaan Gilingwesi, dll.)

Kami juga berhasil memetakan periodesasi terciptanya bumi sampai ke titik akhir menjadi 3 Jaman Kali [Jaman Besar], dan setiap Jaman Kali kami bagi menjadi 7 Jaman Kala [Jaman Sedang], dan 1 Jaman Kala kami bagi menjadi 3 Mangsa Kala [Jaman Kecil], serta berhasil mengurutkan sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di Nusantara yang mayoritas dihilangkan dari sejarah resmi.

Kebesaran Nusantara di masa lalu sangat erat kaitannya dengan kebesaran tradisi yang pernah ada di Nusantara. Namun sayangnya kebesaran tradisi kita itu telah dihilangkan dengan masuknya ajaran-ajaran baru. Bahkan ajaran-ajaran baru cenderung mem-vonis tradisi kuno menjadi animisme, dinamisme dan politeisme. Padahal ada beberapa teknologi terapan masa lalu yang sangat efektif dan menjadi kekuatan kehormatan dari kebesaran leluhur kita yang sebetulnya masih sangat relevan untuk digunakan oleh generasi kita sebagai pewaris teknologi tersebut, namun kita tidak pernah menyadarinya.

Sebagai contoh, dalam Kitab Negara Kertagama terdapat aturan bahwa setiap Adipati harus menghadap ke pusat kerajaan [Kerajaan Induk] setiap 35 hari sekali. Diandaikan bila hal itu terjadi di era Kerajaan Majapahit, Adipati dari Kadipaten Magadha [sekarang Bandung] untuk mencapai ke Trowulan pasti butuh waktu lebih dari dua minggu. Karena pada masa itu belum ada jalan raya dan mayoritas daerah sepanjang perjalanan masih berupa hutan belantara, juga belum terdapat sarana transportasi modern seperti saat sekarang ini. Belum lagi para Adipati yang memerintah di luar pulau Jawa, seperti Adipati dari Kadipaten Tamgaram [sekarang Lampung] atau Adipati dari Kadipaten Madagascar [di benua Afrika], bagaimanakah dan apakah sarana transportasi mereka untuk menghadiri Pisowanan Agung setiap 35 hari sekali itu.

Untuk perbandingan, saat gempa besar melanda Padang ternyata bantuan yang lewat darat sampa lebih dari sebulan kemudian belum bisa merata ke daerah Padang Pariaman, hingga hanya bisa didistribusikan melalui transportasi udara. Bisa dibayangkan teknologi jenis apakah yang dipakai oleh para Adipati kita pada jaman Majapahit untuk berpindah tempat pada saat itu, di saat mereka masih harus menembus medan yang tidak ada jalannya yang penuh dengan hutan belantara, bahkan sebagian harus menyeberangi lautan yang luas, sementara mereka sendiri masih harus menjalankan roda pemerintahan di Kadipaten-nya masing-masing.

Maka kamipun kemudian sadar bahwa ada tekanan dari beberapa negara besar yang mendorong supaya kita melupakan dan menyepelekan tradisi asli kita, karena hanya dengan tradisi warisan leluhur, maka kita bisa bangkit dari keterpurukan, juga semangat nasionalisme generasi muda akan menjadi bangkit lagi kalau kita berhasil menunjukkan ke mata dunia bahwa kita bukanlah Negara kecil, kita akan sanggup membantah setiap klaim dari Malaysia, karena terdapat juga bukti bahwa kita bangsa asli Nusantara bukanlah orang Melayu dan orang Melayu pada masa lalu hanyalah prajurit biasa dari wilayah yang menginduk kepada Nuswantara di era kerajaan-kerajaan leluhur kita pada jaman dulu.

Untuk dampak positif ekonomi, dengan meng-ekspos kebesaran Nusantara akan ber-imbas ke bangkitnya peningkatan perekonomian di daerah yang candi-candinya menjadi bukti kebesaran Nusantara. Candi-candi itu saat ini tersebar mulai dari Jawa Barat sampai ke Jawa Timur. Sangat disayangkan mencermati para arkeolog kita hanya menganggap cerita dalam relief-relief tersebut hanya sebatasan kisah Ramayana, Sudamala, dll., sehingga sejarah kisah aslinya tidak pernah dipelajari dan terungkap.

Saatnya untuk generasi muda kita berhak mengetahui betapa luhur dan terhormatnya sebetulnya bangsa kita ini.

tentang Turangga Seta

reserved for profile and index

Quote:Original Posted By rimata


silahkan kunjungi link berikut

http://www.facebook.com/home.php?sk=...84635981553444
GregetNuswantara@groups.facebook.com


Description
kepastian pelestarian budaya Nusantara ada di tangan kita, via groups ini mari kita galang ide dan temuan benda-benda peninggalan purbakala warisan leluhur moyang kita yang tidak ternilai harganya.

---------------------------------------------------------------------------------------------------

Forum ini TERBUKA bagi siapa saja yang PERCAYA akan KEJAYAAN NUSWANTARA dulu, sekarang dan yang akan datang. GREGET adalah representasi sebuah wujud nyata, aksi dan tindakan yang telah dan akan terus dilakukan dalam membangun keluhuran peradaban Nuswantara yang ternyata berbeda jauh dengan sejarah-sejarah resmi versi sekolah atau literasi resmi saat ini.

Upaya yang dilakukan oleh Tim Turangga Seta selama lebih dari 10 tahun yang lalu telah berhasil merangkai ulang Sejarah Panjang Peradaban Nuswantara mulai dari bumi diciptakan sampai sekarang, lengkap dengan silsilah Kerajaan Induk-nya. Memetakan ratusan koordinat letak Kraton-kraton, Candi-candi, Menara-menara, bangunan-bangunan Piramid ...yang masih rapi terpendam karena kehebatan dan kesaktian leluhur kita dalam menghindarkan warisan luhur untuk anak bangsa ini dari perusakan oleh peradaban yang anarkis, semua tersebar di wilayah Jawa, Bali, sebagian kecil wilayah Sumatra dan sebagian kecil wilayah Kalimantan; juga puluhan koordinat jejak-jejak peninggalan luhur Nuswantara yang tersebar di belahan manca negara. Dan proses itu akan terus dilakukan dan semakin jauh ke depan akan semakin banyak lagi wilayah yang terpetakan.

Untuk kepustakaan, karena kedekatan kita dengan para leluhur bangsa ini ...saat ini telah di-inkripsi-kan puluhan varian aksara Pallawa dari berbagai peradaban untuk membaca SECARA BENAR berbagai rontal kuno dan prasasti-prasasti yang terserak di seluruh wilayah Nuswantara.

Metode yang kita gunakan adalah murni 'Kearifan Lokal' melalui dupa dan sesaji untuk langsung berdialog dan berinteraksi dengan para leluhur bangsa ini. Semua informasi yang didapat kemudian kita lakukan pembuktian di lapangan dengan menggunakan perangkat IT, perhitungan kimia, fisika, matematika, uji landscape dan uji geologi.

Beberapa upaya paparan dan presentasi tentang TEMUAN-TEMUAN DI LAPANGAN telah acap kali dilakukan dengan pihak-pihak dan instansi terkait yang berwenang, dan sampai saat ini masih diabaikan karena mereka semua lebih percaya kepada versi buatan orang asing yang sekarang menjadi BATASAN dari para ahli asli negeri ini.

Belajar dari Tanah sendiri, belajar dari Leluhur sendiri ...di mana bumi diinjak, di situ langit dijunjung ...itulah yang melalui forum GregetNuswantara ini sedikit demi sedikit bukti temuan dan sejarah asli peradaban Nuswantara yang megah ini akan kita paparkan satu per-satu kepada banyak anak bangsa yang peduli akan kelangsungan peradaban generasi mendatang agar tidak lupa akan akar-nya sendiri. Belajar dari Masa Lalu akan sangat berguna untuk Menata Masa Depan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------
Forum ini tidak untuk membahas persoalan Agama, Spiritualisme, SARA, membedah Literasi yang bersumber dari Asing maupun membicarakan filosofi atau filsafat tentang kehidupan ...kalau anda semua mencari itu, silahkan bergabung dengan Group atau Forum lain yang sesuai dengan interest anda.
---------------------------------------------------------------------------------------------------

Untuk membantu dan memahami topik yang sedang dipaparkan di GregetNuswantara ini, silahkan menyimak juga beberapa catatan yang sudah kita buat maupun beberapa catatan di mana tim kita yang menjadi nara sumber yang telah di-unggah di bawah ini :

Jagad Gumelar 1 - Awalnya Kahyangan
http://terrajawa.net/jagad_detail.ph...?artikel_id=25

Jagad Gumelar 2 - Gelar Jagad
http://terrajawa.net/jagad_detail.ph...?artikel_id=26

Jagad Gumelar 3 - Manusia Tercipta
http://terrajawa.net/jagad_detail.ph...?artikel_id=27

Jagad Gumelar 4 - Tri Loka Buwana
http://terrajawa.net/jagad_detail.ph...?artikel_id=29

atau versi full :
Jagad Gumelar
http://www.lakubecik.org/artikel/9-j...d-gumelar.html

Kerajaan Gilingaya
http://terrajawa.net/jagad_detail.ph...?artikel_id=37

Tataran Jagad Alit
http://terrajawa.net/jagad_detail.ph...?artikel_id=58

Susuhunan Tegalarum
http://terrajawa.net/napaktilas_deta...?artikel_id=64

Genealogy Nusantara
http://terrajawa.net/napaktilas_deta...?artikel_id=67

Berangkat Dari Keluhuran, Kembali Pada Keluhuran
http://terrajawa.net/memayu_detail.p...?artikel_id=66

Mengungkap Sebagian Kecil Teknologi Pada Jaman Pangeran Jayakarta (Bagian 1)
http://terrajawa.net/napaktilas_deta...?artikel_id=49

Mengungkap Sebagian Kecil Teknologi Pada Jaman Pangeran Jayakarta (Bagian 2)
http://terrajawa.net/napaktilas_deta...?artikel_id=50

Mengungkap Sebagian Kecil Teknologi Pada Jaman Pangeran Jayakarta (Bagian 3)
http://terrajawa.net/napaktilas_deta...?artikel_id=51

Blok-Blok Batu Misterius Di Pelabuhan Ratu (Bagian 1)
http://terrajawa.net/napaktilas_deta...?artikel_id=52

Blok-Blok Batu Misterius Di Pelabuhan Ratu (Bagian 2)
http://terrajawa.net/napaktilas_deta...?artikel_id=53

Ekspedisi Grejitowati
http://terrajawa.net/jelajah_detail....?artikel_id=35

Sejarah Panjang Nusantara
http://www.lakubecik.org/artikel/7-s...lternatif.html

Misteri Candi Cetho dan Candi Penataran
http://www.lakubecik.org/artikel/2-m...penataran.html

gabung juga di: nuswantara-subcribe@yahoogroups.com




Sejarah Panjang Nusantara (sebuah pembenaran)
Sejarah Panjang Nusantara (sebuah pembenaran) part 2
Misteri di candi Cetho, Sukuh, dan Penataran
AKSARA DARI ZAMAN KE ZAMAN

Turangga Seta at JakartaGlobe opinion column
Liputan Vivanews tentang ekspedisi Piramida
Sorot Vivanews: Berburu Piramida di Nusantara
Turangga Seta menggali piramida
Membongkar isi perut gunung piramida

Ekspedisi Piramida


Misteri Borobudur

index

reserved for index bantahan

Bantahan terhadap "Sejarah Panjang Nusantara"
Bantahan terhadap "Sejarah Panjang Nusantara" no.2
Bantahan terhadap "Sejarah Panjang Nusantara" no.3
kesalahan cara baca relief
kesalahan cara baca relief 2
Pertanyaan mengenai sumber literatur
kritik mengenai metodologi
Bantahan tentang sejarah yang direkayasa
Ramayana di Candi Penataran memang Ramayana
Relief Hanoman di Candi Penataran
Relief Hanoman Obong di Candi Penataran
Relief Ramayana di Candi Penataran
Daftar cerita dan ringkasannya di Candi Penataran
Relief Kresnayana di Candi Penataran
Bantahan dari seorang ahli soal Candi Penataran dan Candi Cetho
Simbolisasi relief Borobudur
Bantahan relief UFO di Borobudur
Bantahan lokasi Alengka
Dimanakah Jembatan Rama?
Dimanakah Ramayana dan Mahabharata terjadi?
mengenai metode terawangan
Bahasa Sansekerta Kromo Inggil?
Bantahan mengenai Candi Cetha
Bantahan mengenai banyaknya kerajaan
Bantahan dari sudut pandang tradisi Sunda
Bantahan dari sudut pandang tradisi Sunda 2
Bantahan piramida dari pandangan geologi 1
Bantahan piramida dari pandangan geologi 2
Bantahan piramida dari pandangan geologi (gambar pelengkap)
Bantahan piramida dari pandangan geologi 3

Bantahan resmi ikatan ahli geologi Indonesia

Bantahan soal Susuhunan Tegalarum

Kesaksian mengenai Turangga Seta #1
Kesaksian mengenai Turangga Seta #2

Argumen aneh mengenai kesaktian 1
Argumen aneh mengenai kesaktian 2
Argumen aneh mengenai kesaktian 3
Argumen aneh mengenai kesaktian 4
Argumen aneh mengenai kesaktian 5
Argumen aneh Mengenai kesaktian 6
Argumen aneh Mengenai kesaktian 7
Argumen aneh Mengenai kesaktian 8

komentar jalan bermagnet
tanggapan soal jalan bermagnet

Tanggapan soal video misteri candi Borobudur versi Turangga Seta
Tanggapan soal Gunung yg tiba2 muncul di tanah datar

Kontroversi Piramida Sadahurip, Sebuah Tinjauan Astronomi bag1
Kontroversi Piramida Sadahurip, Sebuah Tinjauan Astronomi bag2

bantahan yg lucu

1. Sebuah mimpi
Quote:Original Posted By kotak4cinta
Awalnya......
Kupikir mereka tidak menjadi apa-apa
Dan aku pun berlalu
Menganggapnya angin lalu
Angin sepoi-sepoi lalu menghanyutkanku
Membuatku hanyut

Ketika aku membuka mata, matahari bersinar malu-malu.
Matahari tertutup oleh bendera-bendera dan baliho
Bergambar siluet kuda putih
Dan aku pun terhenyak, saat lambang itu ternyata ada dimana-mana
Bangunan-bangunan tidak lagi tinggi menjulang
Atau bertingkat seperti Thamrin Tower
Semuanya berbentuk piramid
Mereka bilang piramid sedang trend
Tanah menjadi penuh dengan bangunan piramid besar dan kecil
Mall menjadi piramid, perkantoran menjadi piramid,
Perumahan penuh dengan piramid-piramid kecil,
bahkan sekolah dan universitas pun bangunannya berbentuk piramid

Ini harus ku share pikirku
Kuraih tas laptop ku, dan aku terhenyak
Laptopku tidak ada
Yang ada hanya menyan... menyan dan menyan.....
Kucari Warnet tetapi tidak kutemukan
Tidak ada komputer
Yang ada hanya menyan

Kuperhatikan sekelilingku
Banyak orang duduk dengan menyan di hadapan mereka
Di cafe, Di tempat nongkrong, di Bis, di Perkantoran
Dimana-mana penuh Menyan atau Dupa berbagai jenis
Tua Muda, Besar Kecil, semua sibuk dengan menyan mereka
Mereka tertawa sendiri, tersenyum, dan sibuk berbicara sendiri
Semua mereka lakukan di hadapan menyan

Kulihat sekolah-sekolah
Tidak ada buku, tidak ada literatur, tidak ada soal
Semua diganti dengan menyan
Kulihat di universitas-universitas
Semua metode ilmu diganti dengan menyan

Semua baliho dan spanduk dipinggir jalan
Penuh dengan tulisan Propaganda
"DISINI, PERBEDAAN PENDAPAT WALAUPUN SEDIKIT TIDAK DIHARGAI"
"SELALU TERATAS DAN SELALU DIATAS"
"SUDAHKAH ANDA MENGGUNAKAN MENYAN HARI INI?"
"MEMPERINGATI HARI LELUHUR NUSWANTARA"
"COBLOS NOMOR 34, BATHARA PILIHAN RAKYAT"
"TERUSKAN PROGRAM PENGGALIAN DI SADAHURIP"
"SAMPAI HAYAT DIKANDUNG BADAN, TERUS MENCARI BABELAN"

Tanpa aku sadar orang-orang mulai memperhatikan ku
Mereka sepertinya heran
Karena aku tidak membawa menyan
"Munyuk... itu munyuk", beberapa orang mulai berteriak
Teriakan itu diarahkan padaku
Beberapa orang berseragam lalu dengan sigap meringkusku
Aku sekilas melihat lambang di seragam itu
Logo dengan kombinasi siluet kuda dan piramid
Mereka lalu membawaku

Mereka jebloskan aku ke ruangan gelap
Esoknya aku diinterogasi
Mereka menanyaiku :
"Kenapa tidak mencari Piramid?"
"Siapa leluhurmu?"
"Anda tahu jagad gumelar?"
Pertanyaan itu aku balas dengan makin banyak pertanyaan
Namun sayangnya mereka tidak memberikan jawaban
Mereka hanya menulis satu kesimpulan pada laporan interogasi ini
"Positif Munyuk"

Salah seorang dari mereka lalu menerangkan
Berdasarkan titah haluan negara bathara wisnu dan dewi kamaratih
Sila ke 3
Bahwa, PERBEDAAN PENDAPAT WALAUPUN SEDIKIT TIDAK DIHARGAI"
Junto titah No 7 mengenai program pencanangan pemurnian ras
Maka segala sesuatu
Yang mengarah pada permunyukan harus dihilangkan

Aku lalu dibawa, bersama dengan orang-orang yang lain
Mereka membawa kami ke kamp konsentrasi
Kamp Konsentrasi AuschwistinaPura
Di sana, sudah banyak yang menanti kami
Kamar gas beracun
Sel untuk membiarkan kami kelaparan
Kuburan-kuburan massal
Hukuman Tembak
Dan penyiksaan sampai mati

Kami dianggap layak untuk dihilangkan.
Karena kami dianggap ras rendah
Ras munyuk
Bukan turunan asli bathara

Aku tercenung
Tanpa sadar mata ku terpejam
Ketika kubuka mata
Lambang siluet kuda putih itu masih di sana
Di layar monitor komputerku
Ah.... ternyata aku hanya bermimpi

Mudah-mudahan mimpi yang ini tidak jadi kenyataan....

TO BE CONTINUED.....


2. Minta bukti foto


TUNJUKKIN DONG FOTO LELUHUR TIWIKRAMA...

#1. Metodologi Penelitian

Quote:Original Posted By andrea7

Yang saya tanyakan adalah, sumber pembagian jaman yang TS sampaikan berasal dari mana?

Di sini saya perjelas maksud pertanyaan saya:
  1. Apa nama literatur yang Anda gunakan untuk menjabarkan pembagian jaman tersebut? tolong disebutkan secara lengkap.
  2. Apa yang membuktikan bahwa literatur yang Anda gunakan itu merupakan literatur asli dan benar?
  3. Baik, kalau begitu silahkan Anda jelaskan definisi dari metode "tidak konvensional"
  4. Bagaimana proses metode "tidak konvensional" itu dilakukan ?
  5. Bagaimana Anda tahu yang Anda temui "benar-benar" leluhur? Karena kalau memang leluhur yang Anda temui, seharusnya Anda juga diajarkan untuk ora rumangsa bisa nanging bisa-a rumangsa.
.


Quote:Original Posted By silaent
  1. Sumber literatur yang digunakan sudah dijelaskan di dalam Post#1 gan, mohon di baca kembali saja
  2. Asal dari literatur tersebut, dan literatur tersebut menuntun dalam penelitian rangkaian penelitian lanjutan yang hasilnya dapat anda nikmati nanti di kemudian hari ketika Turangga Seta secara perlahan membuka dokumen2 yang kami dapatkan, yang dapat di konsumsi oleh publik umum.
  3. MENYAN DAN DUPA
  4. Menyan dan Dupa nya dibakar gan, dan jangan lupa untuk memohon kepada leluhur bercerita tentang apa yang ingin anda ketahui
  5. Karena mereka membuktikan dan menunjukkan siapa mereka dengan kesaktian dan kemampuannya gan... Terlebih lagi, banyak didapat data2 kami mengenai lokasi, koordinat, rumus kimia, rumus fisika, dan berbagai macamnya.
    Kesemuanya itu sangat jelas dan naratif, sehingga perlahan2 cerita tentang sejarah nusantara ini tidak di dapat per bagian2, tetapi secara keseluruhannya.


Quote:Langkah pertama:
Berpakaian yg pantas saat menghadap leluhur, dimulai dari tata busana yg pantas disesuaikan dgn jaman leluhur masih hidup, namun pola berpakaian tentu berbeda disesuaikan dengan tataran leluhur yg dihadapi

Langkah kedua:
Menyediakan wewangian seperti bunga yg belum rontok dan belum layu lalu membakar wewangian bisa dupa, ratus, hio, menyan, atau apa saja yg disenangi leluhur yg kita harapkan

Langkah ketiga:
Membaca sandi yg spesific (mantra), dan jangan pernah mendoakan leluhur agar masuk Sorga, krn beliau sudah mulia dan sudah berada di sorga,jadi doa kita justru menjadi semacam penghinaan bagi beliau, dan hal ini membuat beliau malah gak mau datang

Langkah keempat:
Kalau bisa melihat kedatangan beliau segera kita ucapkan "Selamat datang dan kita sembah" (Di sembah dan di dewa2kan adalah wajib krn beliau memang Dewa yg pantas di Dewa2kan dan disembah)...klo hal ini tidak dilakukan kemungkinan beliau akan langsung pulang...dilanjutkan tanya jawab, klo saat pertama kita mendatangi maka kita hanya diijinkan memperkenalkan nama aja, dilain kesempatan kita menghadap baru kita bisa memohon sesuatu...Klo belum mampu berkomunikasi yg penting sering mendatangi dan memohon petunjuk, krn tidak ada orang tua yg tidak mau dilihat cucunya sendiri, jadi pasti secara bertahap asal tata cara benar akan diberi petunjuk melalui berbagai cara

Langkah kelima:
Agar tidak tertipu dgn roh yg datang maka kita pantas bertanya tentang cara penulisan pallawa di jaman beliau masih hidup (krn leluhur tidak buta huruf) klo ternyata gak bisa mengajari tatacara baca huruf pallawa, berarti dari tataran bawah yg menyamar, selain itu harus tahu situs kraton2 saat beliau masih hidup dan harus ada buktinya di lapangan yg diberitahukan, klo tidak tahu itu juga roh bawah yg menyamar

Langkah keenam:
Klo sudah berakhir pisowanan(pertemuan) maka kita menunggu beliau moksa lalu baru kita mundur dan jangan membelakangi tempat leluhur tadi datang


Quote:Original Posted By Dukun Gemblung


Sedikit tentang masalah Turangga Seta dimana saya ikut dalam salah satu ekspedisinya saya jelaskan sebagai berikut :

Turangga Seta memiliki metode sendiri untuk merunut sejarah yang kami sebut dengan Tekno Dupping (Teknologi + Dupa Caping). Teknologi ini ya banyak macamnya misalnya GPS, peralatan geolistrik, dsb. Dupa Caping ya agan2 tau sendiri lah. Dengan dupping ini dimungkinkan berkomunikasi dengan spirit para leluhur dan dari info yang para leluhur sampaikan kami berusaha mencari bukti dan keberadaannya melalui sarana teknologi.

Ya memang tidak konvensional, ya memang diluar standar, ya memang menyimpang dari apa yang agan2 anggap sebagai "ilmu pengetahuan". Tapi apakah hal yang demikian itu dilarang? Kalau tidak ada dukun gemblung yang iseng2 main2 dengan elemen alam, ya ndak akan ada ilmu yang disebut kimia. Lha wong Kekule saja menemukan rumus kimia benzena gara gara dia mimpi ada ular melingkar yang nyokot buntutnya sendiri.

Sesuatu yang kita anggap mistis seringkali adalah hal yang kita tidak tahu bagaimana menjelaskan hal itu terjadi. Karena tidak mudheng ya gampangnya anggap saja sesuatu itu mistis.

Mengenai adanya upaya pemaknaan lain dari sebuah teks, relief, dan lain lain itu kan cuma masalah perspektif. Lagipula tidak ada yang bisa menjamin kalau sebuah data itu adalah sebuah kebenaran yang absolut kecuali mereka yang meyakininya.



update 20 februari 2012:

duduk menyimak dulu gan

#2 Hasil penelitian yg belum masuk publikasi resmi mereka

Ayu Reditya

Pangeran Diponegoro nama sebenarnya adalah Ontowiryo, beliau dikatakan Diponegoro krn mempunyai aji Dipo yg sangat mengerikan pihak lawan, Diponegoro mengadakan perlawanan terhadap belanda krn makam leluhurnya dijadikan jalan rel kereta api, dan mulai mereda amarah beliau karena 2 hal: 1. diberontak oleh anak angkat kesayangannya yg bernama Sentot Prawiro dirjo 2.Belanda mau membelokkan rel kereta api itu sehingga tidak melewati makam leluhurnya(sebenarnya bukan makam tapi situs mataram jaman PB 1)....Masalahnya klo dikatakan kraton Diponegoro ada di Tegalrejo Yogyakarta maka akan terlihat kratonnya bergaya Belanda dan tidak ada rel yg berbelok mendadak di Yogya, tapi klo kita lihat secara runtut maka rel KA akan belok di Klaten Jawa Tengah, dan di Klaten juga ada desa Tegalrejo yg situsnya jelas2 menunjukkan bangunan yg sangat mojopoitan bukan ala belanda, maka data ini sekaligus membantah kalau Pangeran Diponegoro orang Yogyakarta tetapi beliau adalah orang Klaten, lalu PB1 Kratonnya bukan di Kartasura, tapi juga diklaten, bukti rontal dipegang seseorang yg ada di desa ngronggo Kediri,dengan huruf masih aksara nagari bukan "hanacaraka " yg baru....rahayu _/\_
====================================================


Hastinapura adalah salah satu Kraton besar yang ada di Kali Swara dan jaman Kala Purwa sampai Kala Brata, didirikan sang Mahaprabu Duksanta di Hutan Kuru Janggala, para Mahaprabu yg terkenal adalah: Maha Prabu Palasara, Mahaprabu Sentanu Murti, Mahaprabu Pandu Dewanata,Mahaprabu Bambang Parikesit, bahkan cerita masa kecil Pandawa ada didaerah ini. Hutan Kuru Janggala yg berubh menjadi kraton Hastinapura beberapakali berubah nama menjadi Jenggala, Ngurawan(tempatnya para Kurawa), Gagelang, dan Keling, Perubahan nama untuk menghilangkan kenangan dan aura buruk krn peristiwa perang besar Bharatayuda.Nama Keling itu krn kraton ini pernah dipakai sebagai kerajaan Mojopoit terakhir di jaman Sang Mahaprabu Brawijaya 8,Mka posisi kraton Hastinapura ada di seputraran desa Keling,jatimulyo...dll sampai desan puncu , bahkan desa Damarwulan Kediri dan masih terkubur dengan kedalaman 2.5 meter untuk ujung atas Gapura dan regolnya, daerah ini sudah menjadi daerah yg mendatar atau tanah datar, jadi klo tidak mempunyai kepekaan terhadap leluhur akan sulit dideteksi...demikian semoga bermanfaat........rahayu..._/\_
=============================================

Bandung dulu adalah bekas kerajaan besar yg bernama Magada, Siti Hinggil ada di daerah dekat lapangan terbang, istana balekambang ada di daerah taman sari, sedangkan beberapa kacu mas atau Pyramid ada di sekitar Cimahi...inilah salah satu Kacumas yg ada di bekas kraton Magada
===========================================


Quote:Beberapa benda misterius yang terlihat terbang melayang yg diabadikan leluhur kita di candi Borobudur. Ada 2 UFO yg jelas tergambar dalam relief ini, yg pertama tepat di atas kuda yg berbentuk seperti piring terbang dan yg kedua berada di atas gajah, perhatikan kedua gambar itu, gambar UFO yg tergambar semuanya dalam posisi melayang jadi tanpa tiang penyangga ataupun tanpa tali penggantung, kedua bentuk benda ini juga membuat ketakutan 2 hewan yg tergambar (kuda dan gajah). Keberadaan kuda dan Gajah ini menunjukkan ke dua hewan ini ada di lapangan yg luas, krn bisa berlarian, sehingga tidak mungkin 2 benda misterius ini menempel pada dinding bangunan, maka kita perlu teliti ulang cerita yg ada di relief candi2 kita, krn selama ini cerita yg ada di atas ini dikatakan "RAMAYANA"...kita harus hapuskan cerita peramayanaan yg ada di candi2 kita agar cerita asli tentang kebesaran leluhur kita bisa muncul kembali

================================================


TRIWIKRAMA adalah salah satu teknologi mulia tiada tara yang diturunkan oleh Sang Hyang Batara Wisnu kepada para leluhur kita, suatu bentuk teknologi yang dapat merubah diri menjadi dimensi ketiga yang salah satu bentuknya adalah badan membesar mencapai setinggi tujuh anakan gunung. Melalui proses sebuah laku, dapat berbahasa sansekerta luhur, tuntunan, dan password khusus itulah para leluhur kita membangun bangunan-bangunan yang sangat besar dan megah dalam sekejap, termasuk ‘gugur gunung’ untuk menutupi bangunan-bangunan itu dari peradaban yang anarkis. Salah satu bentuk Triwikrama leluhur kita dulu pada saat membangun sebuah menara dapat ditemui di salah satu relief yang ada di Candi Penataran.
===============================


Perhatikan relief ini, dikiri atas kapal terlihat ada seperti awan, namun kalau kita cocokkan dengan awan yang lain yg ada di candi ini maka akan terlihat awan ini sangat berbeda dibandingkan dgn awan2 yg lain yg ada di candi ini,awan ini lebih menyerupai benda angkasa yang terbang melayang yang mengikuti pasukan leluhur kita saat akan penaklukan, sehingga dapat disimpulkan ini bukan awan tapi merupakan bentuk UFO yang lain yg tergambar dengan sangat jelas di candi BOROBUDUR, untuk lebih jelasnya silahkan datang sendiri ke Candi Borobudu.....sekali lagi ini bukan cerita Ramayana seperti yg dinyatakan secara resmi oleh dinas terkait...semoga bermanfaat............................... _/\_ rahayu....

#3 lanjutan hasil penelitian

Menguak Kebenaran Nusantara Kejayaan Negeri
compiled by Umi Lasmina

Bagi yang percaya bahwa Nusantara adalah Awal Peradaban Dunia, bahwa suku-suku bangsa Indonesia-Nusantara adalah orang-orang sakti (yang mampu mendirikan candi Prambanan dalam semalam), candi Borobudur (tanpa menyiksa budak), atau mendirikan piramid-piramid diberbagai penjuru negeri…

silahkan membuka http://www.terrajawa.com/

atau lihat foto2 Haslinda Razalie di facebook
atau bergabung di GregetNuswantara facebook group…

Bagi kita semua yang telah abai, lupa pada Lluhur,yang dahulu kala lahir dan besar serta menjaga tanah dan air Nusantara, sehingga kini kita menikmati tanah dan air, alam dan segala isinya,

sedang kita tidak mengenal dan tidak tahu akar, sekarang lah waktunya…

Ketidak tahuan, dan hilang ingatan atau abai pada leluhur sesungguhnya, atau sepenuhnya bukan salah bangsa ini, itulah jalannya. Dan sekarang jalan untuk mengingat kembali, mengakui dan mengangkat kembali akar ke permukaan sedang terjadi. Ratusan tahun bangsa di Nusantara dibutakan oleh Belanda dengan politik tidak hanya devide et impera, namun Belanda mengobrak-abrik sejarah, menghilangkan secara sistematis dan yang paling parah menciptakan sejarah Baru, sejarah Palsu.

Diantara Obrak-abrik Belanda adalah MENGGANTI nama gunung-gunung yang ada di penjuru Nuswantara. Tentu ada maksudnya. Tentu ada penggeraknya. Tak sekedar menyalahkan Belanda saat dulu itu waktunya. Namun BILA NAMA GUNUNG SESUAI ASLINYA, maka di dekat gunung-gunung tersebut Ada berdiri kerajaan atau Keraton. Bahkan posisi keraton/istana pada jaman dahulu kala berbeda, dahulu ada pakem yg menunjukkan ada sistem kekuatan empat penjuru. Seperti keraton yg ada sekarang tidak memunggungi gunung, padahal harusnya begitu, karena mencuci pusaka dibelakang keraton (dari air belerang gunung)…

BERIKUT NAMA GUNUNG GUNUNG (dikutip dari Facebook Haslinda Razalie):
1) Nama2 asal Gunung di Nuswantara :
G Lawu = Mahendra,
G.Muria = Retawu,
G Salak = Saptoargo,
G Ungaran = Sakya,
G Cireme= Indrakila,
Semeru yg skarang = Salaka,
G.Gede = Agung,
G.Perahu = Baitha,
G.Wilis= Pawinihan,
G.Kawi = Kawitan

G.Pangrango=Reksawan,
G.Patuha= Malaya.
Gunung salaka adanya di jawatimur

2) Gunung Slamet yg ada di Jawa Tengah dulunya adalah gunung Jamurdipa, maka disalah satu lerengnya yg mengarah ke Banyumas masih tersisa nama desa Jamurdipa, Gunung ini dikelilingi beberapa kraton: Utara Wirotho anyar, Utara timur Mahespati,Timur tempat pertapaan dan ada Wirotho kulon saat menjelang Baratayuda( perangnya sendiri di tegal kurusetra yg skarang berubah nama jadi Bagelen) serta banjarnegara,Selatan timur Dorowati(bukan Dwarawati),Selatan Purwokerto, barat selatan Indrajaya,Barat: Karang kamulyan, Banjaransari dan beberapa tempat pamoksan atau pertapaan para mantan raja,barat Utara: Mandaraka dan Medang Galungan.

ada banyak bukti pusaka, dan pustaka yang sejati, bukan pustaka asal Belanda, yang mengobrak-abrik Sejarah Nusantara, sehingga suku-suku bangsa di Nusantara tidak lagi SAKTI, melainkan baik dan patuh sehingga terjajah…

selamat menjelajahi dan mengenali diri melalui leluhur anda masing-masing, tempat anda dilahirkan atau garis keturunan anda sekalian…

agar Nusantara kembali Jaya, sebagaimana 500 tahun lalu

GUNUNG LAWU

“Mahendra” adalah nama gunung yg sekarang diubah namanya menjadi Gunung Lawu, “Giri” berarti gunung.Sehingga Mahendra Giri berarti Gunung Mahendra atau gunung Lawu, Mahendra sendiri berasal dari kata Maha Indra,.maka di puncak gunung Mahendra ada daerah yg bernama kahyangan…daerah itu adalah suku atau kaki kahyangan Tenjomoyo atau kahyangan tempat Sang Hyang Batara Indra..kraton pertama yg ada di puncak gunung Mahendra adalah kraton Purwokondo atau Purwacarito,raja yg pertama adalah Sang Prabu Makukuhan atau lebih dikenal dengan nama Sang Mahaprabu Kano..pd jaman beliaulah awal terjadinya air bah maka sejak jaman beliau di Nuswantara ini diwajibkan adanya Istana Bale Kambang. letak kraton Purwacarito ada di sekitar puncak gunung lawu sampai ke wilayah Magetan..namun di gunung Mahendra sendiri terdapat beberapa kraton dr beberapa jaman seperti Wiroto Wetan,Widoro Kandang,Widodaren,Wengker Kulon,dll…

3) Bukti-bukti lain

BUKTI Kalau Nuswantara pernah menguasai hampir seluruh dunia adalah dari nama2 Sanskrit yg ada di beberapa Negara : di Rusia ada Selo Bimo : astana(tmpat yg luas), vanavara(hutan tempat anugrah), di benua Amerika ada nama: Yukatan( ya terlihat), guatemala (papanne memala), Maya(samar), Brasil (berhasil), Lima(5), di afrika ada nama Pantai Gading, Tanjung Harapan, Kenya( perempuan muda), di Eropa ada nama: Creta(kura2) dsb (sumber facebook: @Haslinda Razalie)

4) Kisah Ramayana terjadi di Nusantara

Adipati prabu Rama itu di Bogor kratonnya di Poncowati , adipati prabu Rahwana itu di Majalengka .

Di sekitar Desa Poncowati yg ada di Bogor krn disitulah kadipaten tempat Prabu Ramawijaya memerintah, lalu datangi daerah Nagrek(nagrek artinya burung bertengger) krn disitulah perang antara Jatayu dan Rahwana saat Rahwana menangkap Dewi Shinta, juga datangi lokasi daerah Majalengka, krn disitulah kraton Mahajaya Alengka…

Bila diukur secara geografis, siapa yg melanggar batas wilayahnya yg ke 2. Maka Rama masuk Wilayah Rahwana tanpa ijin.

5) Jejak Peradaban di Sumatera

Kraton terbesar di Swarnadwipa yg kekuasaannya tercatat di serat Kandabuana adalah Kraton Lesanpura, Kraton ini seharusnya ada di sekitar Medan, maka banyak nama daerah yg mengarah pada nama2 Sansekerta disana seperti Dalam bahasa Sansekerta ditimbun itu adalah diuruk, maka perhatikan dan cermati daerah2 di sekitar Medan yg memakai nama “URUK” krn pasti ada yg tertimbun disana. Selain itu dalam melihat itu berarti ” Ndeleng” maka didaerah yg pakai nama Deleng pasti didaerah tinggi dan itu tempat pengamatan, “Tangkis” itu artinya Tanggul, Semoga juga pada paham adanya nama hamparan perak disana.

6) Atlantis ada di SINI di Nusantara

Pada Jaman Kali Yoga di Kala Dwara, terdapat kerajaan yg sangat besar dan Megah di Selatan Jawa, Kerajaan itu dipimpin oleh perempuan yg sangat cantik yg bernama Ni mas Angin2 atau Ni Mas Gilang Kencana, krn jarang keluar kraton maka disebut juga Ni Mas Pagedongan, beliau adalah putri bungsu dari Sri Aji Jayabaya. Atlantis adalah bahasa Sanksekerta Leluhur yang berarti perempuan cantik. Kerajaan ini melegenda di seluruh pantai selatan, bukti kebesarannya saat ini sudah digeser ke Mitos,dimitoskan dan diberhalakan.Tapi inilah kerajaan Atlantis yg melegenda itu…dari googleearth di koordinat 16°11’53.69″S,112°51’47.47″E ada bekas tapak tangan raksasa, sesuai cerita di pakem pedalangan serat Kandabuana saat ditenggelamkannya kraton para putri di jaman Kala Dwara trus di sekitar koordinat 14°31’8.86″S,117° 8’45.77″E juga terlihat ada seperti beteng di dasar laut yg panjangnya tak kurang dari 721 km dengan lebar 14 km,gambar itu akan jelas di eye alt:1129.34 km,dengan elev -5714 m.Beberapa teman di AL dan AU sering melihat istana emas di skitar daerah itu walaupun hanya sepintas…(Haslinda Razalie)

Ratu Kadipaten Atlantis itu kan putri bungsu-nya Sang Mapanji Sri Aji Jayabaya, Sri Aji Jayabaya (titis Sang Hyang Batara Wisnu) beristrikan Dewi Tara (titis Dewi Sri) mempunyai 4 orang anak, yaitu Angling Darma, Jaya Amijaya, Jaya Amisena dan yang bungsu bernama Nimas Pagedhongan.

Nimas Pagedhongan dikenal juga dengan nama Nimas Angin-Angin, dinamakan Pagedhongan karena waktu kecilnya lebih banyak tinggal di dalam istana/kraton (gedhong) …dan mempunyai ajian Sepi Angin (bisa berpindah tempat dalam waktu sekejap) …setelah cukup usia dinobatkan menjadi Adipati di Kadipaten Atlantis (sansekerta, yang artinya perempuan cantik) dan bergelar Kanjeng Ratu Gilang Kencana, yang setelah Atlantis di-moksa-kan ini sosok Kanjeng Ratu Gilang Kencana yang kita kenal sekarang dengan nama Kanjeng Ratu Kidul.(sumber Timmy Hartadi)

Kanjeng Ratu kidul adalah putri bungsu dari Sri Aji Jayabaya yg berpakaian serba emas makanya sering disebut nimas gilang kencana(gilang:mengkilat,kencana:emas) juga nama lainnya ni mas angin2 krn kedatangannya disertai angin, juga di sebut ni mas Pagedongan krn jarang kluar kraton, sedangkan nama aslinya adalah Dewi Atlantik maka sering dipanggil Dewi Antik, sehingga barang2 yg indah selalu dikonotasikan atas nama beliau menjadi benda Antik, di kraton Kidul ada banyak pengikut beliau, Mahapatihnya Dewi Kadita yg terkenal dgn nama Nyai Roro Kidul dan berpakaian hijau pupus/muda beliau putri dari Medang Ghana di pelabuhan ratu,beberapa Tumenggung: Endang Juwiri berpakaian serba kuning, Surenggana berpakaian merah,Nyai Sepet madu berpakaian ungu,Nyai Gadung Mlati berpakaian ijo gadung/tua,Nyai Blorong berpakaian juga ijo gadung dll….(GregetNuswantara;Batara Wisnu)

lanjutan

KANJENG RATU KIDUL Leluhur Prabu Airlangga

Sedangkan Sang Maha Prabu Airlangga (yang juga merupakan titis Sang Hyang Batara Wisnu) dari Kerajaan Kuripan itu 10 generasi di bawah masa-masa-nya Sri Aji Jayabaya (di dalam sejarah sekarang posisi itu dibalik dengan dibikin kesan lebih dulu Airlangga daripada Jayabaya) …jadi sebetulnya dalam hal ini …Kanjeng Ratu Kidul adalah leluhurnya Sang Maha Prabu Airlangga (sumber Timmy Hartadi)

7) GARUDA—> Kendaraan Wisnu, Lambang Negara REPUBLIK INDONESIA

(burung2 lain juga dipakai sebagai lambang Negara)

Awalnya …sesaat setelah bumi diciptakan, Sang Hyang Wening menciptakan Dang Hyang penjuru bumi …salah satunya adalah Garuda Yaksa Retna Peksi Jala Dara yang bertugas menjaga jagad awang-awang (angkasa) …dalam suatu peristiwa kemudian Garuda Yaksa akhirnya ikut kepada Sang Hyang Batara Wisnu dan dijadikan tunggangannya beliau sampai sekarang <– detail tentang ini ada di document Jagad Gumelar …untuk spesies binatang, menjadi salah satu bagian dari keseharain seorang Dewa adalah pencapaian tertinggi dan kesempurnaan tertimggi sehingga Garuda Yaksa juga dikenal sebagai raja-di-raja-nya burung …dengan fungsi awal sebagai pengawal awang-awang dan tunggangan Dewa Wisnu inilah Garuda dijadikan lambang Indonesia.

Dalam peradaban yang lain osok Garuda Yaksa inilah yang dikenal juga dengan nama Jatayu …juga selalu terdapat ornamen Garuda Mahambira yang dipahatkan di areal kraton-kraton jaman dulu, mulai dari pahatan di Sitihinggil sampai ornamen di seputar beteng kraton (Timmy Hartadi)

Info ini diperoleh Turangga Seta dengan menanyakan ke Leluhur, pada cara yg ini kita tidak boleh bicara astral, jadi harus ada real, maka leluhur yg ditanya harus mempunyai kriteria: 1.tidak buta huruf pallawa, 2.bisa bahasa sansekerta, 3.tahu lokasi situs yg dimaksud dgn bukti2 lengkap.(sumber Turangga Seta). Adapun penjelasan bukti2 terkait fungsi Turangga Seta menggunakan penjelasan ilmu science (fisika dan kimia dan lain-lain).

8) KERAJAAN MAJAPAHIT

Kerajaan Majapahit (aslinya bernama Mojopoit) itu bukan hanya ada 5 raja tetapi ada 8 raja (Brawijaya VIII) yang bertahta di tanah Jawa yang di-inisiasi oleh Raden Wijaya (Harya Sedah) seorang pangeran dari Kadipaten Magadha (sekarang Bandung) yang merupakan putra dari Adipati Panjalu yaitu Sang Prabu Siyung Wanara.

Pada saat Adeging Kerajaan Majapahit, Raden Wijaya memakai gelar Brawijaya, dari bahasa sansekerta Bra = putra, Wi = paling, Jaya = unggul, atau ‘Putra yang Paling Unggul’.

Raden Wijaya atau Sang Maha Prabu Brawijaya I mendirikan Kraton-nya di Sastra Wulan (sekarang lebih dikenal dengan nama Trowulan dari Sastro Wulan).

Tahta kemudian diteruskan oleh putra angkatnya (anak dari Adipati Dandangan) bernama Jayanegara dan bergelar Sang Maha Prabu Brawijaya II. Posisi kraton masih di wilayah Trowulan tetapi beda lokasi.

Kemudian tahta berikutnya diteruskan oleh Tri Buwana Tungga Dewi yang merupakan putri kandung dari Raden Wijaya, bergelar Sang Maha Ratu Brawijaya III. Letak kraton masih di wilayah Trowulan tapi bebeda lokasi dengan Kraton Brawijaya I dan Brawijaya II.

Berikutnya yang memegang tampuk pimpinan adalah Hayam Wuruk yang merupakan putra angkat dari Jayanegara dan putra kandung dari Sang Maha Patih Gadjah Mada, bergelar Sang Maha Prabu Brawijaya IV. Letak Kraton awalnya masih di wilayah Trowulan yang kemudian memindahkan Kraton pemerintahannya di wilayah Jombang.

Kemudian tahta Kerajaan Majapahit berikutnya diteruskan oleh Damar Wulan, anak seorang rakyat biasa dari wilayah Probolinggo. Pada saat kecil di-momong oleh Gadjah Mada yang saat itu sudah menjadi pertapa di Madakaripura. Damar Wulan kemudian bergelar Sang Maha Prabu Brawijaya V atau Kertabumi, mendirikan Kraton-nya di lereng Gunung Kelud di wilayah Puncu – Kediri.

Berikutnya yang meneruskan adalah putra dari Kertabumi yang dikenal dengan nama Bre Pamotan, Bre dari bahasa sansekerta yang artinya keponakan, pada saat usia muda beliau dididik oleh Adipati Pamotan maka kemudian lebih dikenal dengan nama Bre Pamotan dan bergelar Sang Maha Prabu Brawijaya VI. Letak kraton masih di lereng Gunung Kelud tapi berbeda lokasi dengan Kraton ayahanda-nya.

Setelah itu wahyu keprabon jatuh kepada putranya yang bernama Girincya Wardhana dan lebih dikenal dengan nama Bre Wengker (pada saat usia muda dididik oleh Adipati Wengker atau sekarang yang bernama Ponorogo). Bergelar Sang Maha Prabu Brawijaya VII dan mendirikan Kratonnya di wilayah Widodaren – Ngawi.

Tahta kemudian berpindah ke putranya, yaitu Pangeran Girindra Wardhana yang sering juga disebut dengan Batara I Kling. Disebut Batara karena kesaktian beliau sudah sekelas Batara, I = dari, Kling = Keling, artinya Batara dari wilayah Keling. Bergelar Sang Maha Prabu Brawijaya VIII dan letak Kraton-nya ada di daerah Keling di lereng Gunung Kelud.

Pada masa Brawijaya VIII inilah Kerajaan Majapahit surut karena kudeta dari anak angkatnya. Padahal wahyu keprabon sudah jatuh ke tangan putra Bali, yaitu Adipati Asmara Pura (sekarang bernama Semanapura atau Klungkung). Setelah tanah Jawa jatuh, Adipati Asmara Pura tetap mempertahankan wahyu keprabon-nya dan bergelar Sang Maha Prabu Brawijaya IX dengan pusat pemerintahannya ada di Asmara Pura – Bali. Itulah yang membuat kenapa Bali sampai sekarang masih cukup kental tradisi-nya.

Dari proses turunan tahta Kerajaan Majapahit jelaslah bahwa menjadi raja berikutnya tidak selalu harus anak kandungnya. Di Nuswantara siapapun berhak mendapat ‘wahyu keprabon’ sesuai dengan ‘laku’ dan bimbingan dari ‘pamong’ leluhur bangsa, terbukti Damar Wulan yang hanya anak kebanyakan dari rakyat biasa dapat menjadi Raja tertinggi di Nuswantara.

Distorsi juga sangat kental terjadi di sejarah luhur ini, sekarang dikenal oleh umum Kerajaan Majapahit hanya sampai 5 Raja saja, bahkan Kertabumi atau Sang Maha Prabu Brawijaya V tetap ditulis dalam sejarah resmi tetapi nama aslinya yaitu Damar Wulan telah digeser ke mitos.

Dan kalau diteliti lebih mendalam, dalam hirarki asli peradaban Nuswantara sebetulnya tidak ada Kraton yang diwariskan, karena setiap Raja akan membuat Kraton-nya sendiri dan akan memuliakan Kraton pendahulunya, ini disebabkan karena setiap Raja Nuswantara mempunyai panji-panji-nya sendiri sesuai dengan sosok Dewa yang memomong mereka.

(Sumber Timmy, Turangga Seta)


Kanjeng Ratu kidul adalah putri bungsu dari Sri Aji Jayabaya yg berpakaian serba emas makanya sering disebut nimas gilang kencana(gilang:mengkilat,kencana:emas) juga nama lainnya ni mas angin2 krn kedatangannya disertai angin, juga di sebut Ni mas Pagedongan krn jarang kluar kraton, nama aslinya adalah Dewi Atlantik sehingg dipanggil Dewi Antik, sehingga barang2 yg indah dikonotasikan atas nama beliau menjadi benda Antik, di Kraton Kidul banyak pengikut beliau.

#4. lanjutan hasil penelitian


Hamparan Pyramid yang Dahsyat ...puluhan Pyramid yang ter-samar-kan berbaris di Pegunungan Sewu ini ada di sisi timur Gunung Jamurdipa (gunung Slamet) dan di sisi barat dari Gunung Sanghyang (Dieng) dengan batas koordinat ujung barat-utara di 7°14'6.49"S, 109°21'7.08"E, ujung barat-selatan di koordinat 7°16'27.76"S, 109°21'15.68"E, ujung tengah-utara di koordinat 7°12'57.34"S, 109°27'59.60"E, ujung tengah-selatan di koordinat 7°15'37.90"S, 109°28'6.72"E, ujung timur-utara di koordinat 7°15'38.93"S, 109°34'41.92"E, dan ujung timur-selatan di koordinat 7°17'32.63"S, 109°34'51.22"E

Inilah letak sebagian dari kraton Kadipaten Pasir Luhur yang ada pada jaman Kala Tirta di jaman besar Kali Swara, yang putrinya bernama Dewi Prabasari kemudian dipersunting oleh Banyak Catra / Raden Kamandaka yang setelah mendapat wahyu keprabon memerintah di Kerajaan Medang Galungan dan bergelar Sang Maha Prabu Palindriya.

Bagi sedulur-sedulur GN yang berlokasi di seputaran wilayah itu atau kebetulan melewati wilayah itu dalam suatu perjalanan, silahkan membantu mengamati dan membuat dokumentasinya, semoga bermanfaat ...Rahayu _/\_
=======================================

Dewi Kamaratih
Wayang bukanlah filosofis tapi sejarah leluhur kita yg digeser ke cerita mitos,Pemitosan ini dikarenakan sejarah yg sulit dihilangkan, maka cara penggeserannya langkah pertama adalah memitoskan, lalu memfilsafatkan dengan berbagai pola pengartian wayang dan tokoh2 yg ada di wayang sampai gak disadari bahwa wayang adalah sejarah, langkah berikutnya adalah membuat pakem2 carangan atau pakem2 wayang baru yg membuat hilangnya pakem yg asli,lalu yg paling akhir adalah pelarangan pagelaran wayang dengan berbagai dalih
===========================================



contoh : begini salah satu tragedi yang mungkin akan terjadi jika jejak peradaban leluhur kita digali dan dinampakan ke permukaan saat ini, salah duanya : bisa hilang gak jelas entah kemana?, dijarah gak jelas lah... masih bernafsu pengen lihat bukti2 itu sekarang?, ... makanya bertahap bro, kita upayakan dulu pemahaman terhadap keluhuran bukti peninggalan nenek moyang kita sangat perlu dijaga dan dilestarikan, tahapan berikutnya menjalin jaringan dan konsolidasi dengan berbagai pihak yang konsens dan bisa memagari keamanan tinggalan leluhur.... mari rapatkan barisan. Selamatkan kekayaan warisan agung dari leluhur kita.

Dewi Kamaratih Ini prasasti asli maka lihatlah keteraturan hurufnya berbeda dgn prasasti palsu walaupun juga tua

Sang Maheswara Indrakila pake telunjuk langsung digoreskan pak, dengan sarat menguasai ilmu memanaskan suhu telunjuk minimal di sekitaran 6000 derajat celcius (titik didih batu) dan tentu auto computing jelas2 diperlihatkan oleh lelhur kita dengan bukti2 ini..... presisi.... tepat.... komuputer banget...
=======================================

Pajajaran

Berhentilah mem-"Pajajaran"-kan semua situs kraton yang ada di Jawa Barat, karena Pajajaran hanya kabupaten kecil di daerah Limbangan, Namun ada ratusan kerajaan besar di Sunda ini yg kekuasaannya sampai seluruh dunia : Medang Galungan di Kuningan, Medang Agung di Sumedang,Maha Jaya Alengka di Majalengka,Gilingaya di Pandeglang, Sadakeling di G...arut, Indrajaya di Garut, Panjalu di Panjalu, Galuh di Bogor, Pakuan di Kawali,Medang Ghana di Pelabuhan ratu, Gilingwesi di Bekasi,Medang Parwa di Kerawang......dll masih buanyak lagi, dan berhentilah men -"Siliwangi"-kan semua raja yg ada di Jawa Barat, krnprabu Siliwangi itu bukan raja di Pajajaran tapi maharaja di kerajaan yg jauh lb besar dari Pajajaran yaitu Kerajaan Galuh
=============================================

Dewi Kamaratih
Di daerah Jakarta dansekitarnya dulu terdapat 9 kerajaan, dgn nama: (1)Giling Wesi di daerah Bekasi, (2)Galuh Di Bogor, (3)Kadipaten Buntoro di Bintaro Jaya, (4) kadipaten Pulau Gadung di Pulau Gadung, (5)markas Mataram saat perang dgn Belanda berpusat di Manggarai, (6)Medang Parwa di Kerawang (7)Ngamartopuro di daerah Cariu (8)Gilingwesi saat awal di lereng Gunung Sapto Argo (9)Singosaren disekitar gn Putri ..._/\_ rahayu
================================================

Haslinda Razalie
Salah satu kraton yg besar di Jawa Barat adalah Medang Galungan yg letaknya di sebelah timur dari gn Indrakila( Gn Cireme), Kraton ini menghadap ke arah timur,dengan arah depan adalah Bantar Panjang (bantar=Gapura), situs ini tersebar cukup banyak di daerah Kuningan di mulai dari Bantar Panjang ke gn Indrakila, beberapa candi yg ditimbun di Kuningan, Kerajaan ini berdiri pertama kali di Jaman Kali Swara, kala Tirta, saat itu kraton awal ada di sekitar puncak Indrakila saat terjadinya air bah,raja yg terkenal adalah sang Maha prabu Palindriya yg tadinya berasal dari kasatriyan Mayana yg terkenal dgn cerita Lutung Kasarung dan berhasil menaklukkan Kerajaan Raksasa yg meminta secara paksa Dewi Purbasari,kerajaan Raksasa itu ada di Tulum(mexico), maka ditulum digambarkan di relief atas candinya ada lutung yg turun dari ketinggian, relief itu masih ada di tulum(mexico)...maka daerah itu setelah kalah dinamakan negara Maya, krn dikalahkan oleh satriya dari Mayana......bukti yg sudah kita temukan ada banyak di Kuningan....akankah kita menerima cerita "Pajajaran" saja dan ikut menenggelamkan kebesaran Medang Galungan....????
==================================

Dewi Kamaratih
Sastrajendra banyak disalah artikan dgn mengartikan "hanacaraka...." padahal tidak sekerdil itu arti Sastrajendra...Sastra=tulisan, jendra=alam raya, jadi Sastra Jendra = tulisan alam raya, jadi disini seharusnya berisi tata cara penguasaan alam semesta, dimulai dari yg tataran ringan sampai ke tataran yg sangat luas, sebagai contoh dalam sastra jendra jelas Bumi terbagi atas 7 lapisan dari eko pratala (kerak bumi) sampai Sapta Pratala, dan tiap lapisan terbagi 3 sap lagi, sementara diatas eko pratala ada dirgantara lalu angkasa dan diatasnya ada antariksa yg terdiri dari eko antariksa sampe sapta antariksa baru dst.....selain menjelaskan tentang susuna perbagian juga ada yg menguasai perbagian dan sandi-sandi komunikasinya (mantra), masih terlalu banyak untuk dibuka di forum ini, jadi jangan terjebak dgn pengartian "hanacaraka" sebagai isi sastra jendra ......._/\_ Rahayu
==========================================

Rahadyan Abimanyu
Bali adalah bagian dari Nuswantara pada masa lalu maupun sekarang, pada jaman Mojopoit Kraton terbesar yg ada di Bali adalah Kadipaten Gilipaksi (sekarang dinamakan Gilimanuk, krn Paksi=manuk),Kadipaten ini sengaja ditutup dengan memotong lebih dari 2/3 puncak gunung Mandalagiri yg ada di Blambangan Jawa Timur, Kadipaten Gilipaksi adalah kadipaten yg sangat megah,dapat dibayangkan saat ini peradaban Gilipaksi sudah dilupakan,kadipaten yg megah ini seharusnya masih 80% utuh, namun tertimbun sehingga terlihat seperti deretan pegunungan dan perbukitan saja,peradaban yg hilang ini harus dimunculkan kembali agar negara2 yg mengclaim peradaban awal agar minder dgn negri ini..._/\_ rahayu
============================================

Dewi Kamaratih
Pengungkapan Sejarah tidak akan sempurna kalau kita mengabaikan kebesaran leluhur yang mampu bertriwikrama menjadi raksasa,salah satu bukti klo leluhur mampu bertriwikrama adalah adanya jejak tangan kiri yg besarnya melebihi pulau Jawa di selatan Bali,selain itu pegunungan kapur yg ada di nuswantara ini bukan terjadi secara geology tapi adanya leluhur yg triwikrama lalu menutup semua situs peninggalannya dgn mengeruk dasar laut,selain itu pegunungan yg tidak strato vulcano(tidak meruncing) seperti Merbabu,Muria,Salak,dll itu krn dipotong puncaknya utk menutupi situs disekitarnya, maka ciri2 awal adanya situs yg besar biasanya gak akan jauh2 dari gunung2 yg sudah tidak stratovulcano,apalagi klo gunung itu bukan gn berapi...semoga bermanfaat...._/\_rahayu
Haslinda Razalie
Pada Jaman Kali Yoga di Kala Dwara, terdapat kerajaan yg sangat besar dan Megah di Selatan Jawa, Kerajaan itu dipimpin oleh perempuan yg sangat cantik yg bernama Ni mas Angin2 atau Ni Mas Gilang Kencana, krn jarang keluar kraton maka disebut juga Ni Mas Pagedongan, beliau adalah putri bungsu dari Sri Aji Jayabaya. Kerajaan ini melegenda di seluruh pantai selatan, bukti kebesarannya saat ini sudah digeser ke Mitos,dimitoskan dan diberhalakan.Tapi inilah kerajaan Atlantis yg melegenda itu...dari googleearth di koordinat 16°11'53.69"S,112°51'47.47"E ada bekas tapak tangan raksasa, sesuai cerita di pakem pedalangan serat Kandabuana saat ditenggelamkannya kraton para putri di jaman Kala Dwara trus di sekitar koordinat 14°31'8.86"S,117° 8'45.77"E juga terlihat ada seperti beteng di dasar laut yg panjangnya tak kurang dari 721 km dengan lebar 14 km,gambar itu akan jelas di eye alt:1129.34 km,dengan elev -5714 m.Beberapa teman di AL dan AU sering melihat istana emas di skitar daerah itu walaupun hanya sepintas...smoga berguna _/\_ Rahayu




Ayu Reditya
Gunung Kelud dulunya bernama gunung Kampud, Kelud adalah bahasa Kawi dan diadop dalam bahasa Jawa, sedangkang Kampud adalah bahasa Sansekerta yg berarti "Kelud", mitos yg beredari di gunung ini,gunung ini dulu pernah diserahkan kekuasaannya oleh Sang Mahaprabu Sri Aji Jayabaya ke pada patih luarnya yg bernama KI Dhaka,sebelumnya Ki Dhaka adalah patih luar yang merangkap sebagai Adipati di kadipaten Bangsaning Bedes(Kera) di Bangladesh, setelah menjadi danghyang di gunung kelud beliau berubah nama menjadi Ki Tunggul Wulung,tugas beliau adalah mengendalikan lelembut yg ada diseputaran gunung Kelud seperti Mahesasura,Jatasura,dll (Mahesa Sura adalah mahluk sejenis aldaka yang berbadan seperti manusia tapi berkepala Kebo)...Maka sungguh sayang klo Ki Tunggul Wulung dianggap sebagai Demit,krn keberadaan Ki Tunggul Wulung di Gn Kelud justru membuat lelembut di gn Kelud jadi terkendali dan tidak buas terhadap manusia...Rahayu _/\_
==============================

Sugiarto Hadiwinoto
Melanjutkan Cerita di Gunung Mahendra: Kraton Purwa Carita ada di puncak sampai ke wilayah Magetan,peradaban di Nuswantara ini bukan dimulai dari pesisir tapi dari puncak2 gunung, hal ini sesuai dgn yg dimitoskan bahwa masyarakat yg ada di Nuswantara ini adalah keturunan para Batara-Batari,krn para Batara-Batari ini datang dari ketinggian, maka peradaban akan berawal dari ketinggian,Makanya mendekati puncak2 gunung pasti ada situs2 kuno yg berumur ribuan tahun atau bahkan lebih,salah satunya situs kraton Purwacarita yg ada di Gunung Mahendra.Maka di dekat argo Dumilah banyak situs2 kuno dan tanah di sekitar argo dalem relatif datar sesuai klo digunakan utk membuat kraton...semoga bermanfaat ....Rahayu _/\_
==========

Dewi Kamaratih
Bukit dan pegunungan kapur yg ada di Bandung sangat mencurigakan,krn bukit2 kapur tersebut dikelilingi sawah2 yg sangat subur, kalau adanya bukit kapur diasumsikan bahwa dulu Bandung adalah dasar laut,maka mengapa ada persawahan yg subur di sekeliling bukit, klo dianggap kapur dan beberapa kerang terbawa tsunami maka akan sangat gak masuk akal klo kapurnya hanya beberapa bukit dikelilingi sawah, dan bisa membentuk bukit2 yg tinggi, satu2nya kemungkinan cuma leluhur kita pernah triwikrama menjadi raksasa lalu mengambil tanah dasar laut untuk menutupi situs berperadaban besar agar gak dirusak saat runtuhnya Mojopoit. _/\_ rahayu...
===============================

Timmy Hartadi
Sejarah versi sekolahan selalu mengkaitkan Putri Shima dengan Kerajaan Kalingga, sebetulnya kurang tepat kalau dibilang Kerajaan Kalingga, nama sebenarnya dari Kerajaan ini adalah Kerajaan Medang Kamulyan. Pada masa-masa setelah air bah besar melanda seluruh bumi, adalah Sang Maha Raja Punggung yang memerintah di Medang Kamulyan, beliau mempunyai 3 orang putra, yang sulung bernama Sang Prabu Kudun-Ga yang kemudian memerintah di JambuDwipa (sekarang Kalimantan), adiknya Sang Prabu Kalin-Ga yang kemudian mendapatkan wahyu keprabon dan meneruskan tahta Medang Kamulyan, dan yang bungsu adalah Sang Prabu Badu-Ga yang kemudian memimpin di Kerajaan Gilingwesi. Pada masa pemerintahan Sang Maha Prabu Kalin-Ga inilah nama beliau kemudian dijadikan nama ibukota kerajaan (persamaannya adalah Medang Kamulyan = Indonesia masa itu, Kalin-Ga = Jakarta masa itu). Wahyu Keprabon setelah itu jatuh ke putri dari Sang Maha Prabu Kalin-Ga yang bernama Sang Maha Ratu Shimahawan (atau yang kita kenal dengan nama Putri Shima), itu terjadi pada jaman Kala Rwabara di jaman besar Kali Swara. Pada masa Ratu Shimahawan, Nuswantara di bawah Medang Kamulyan juga dikenal sebagai Salaka Nagara (dalam bahasa sansekerta, salaka = se-alam raya), jadi negara yang kekuasannya secara absolut se-Alam Raya. Wilayah Kerajaan Medang Kamulyan sendiri pada masa itu mulai dari daerah Tegal, Pekalongan, Alas Roban, Semarang, Gunung Rehtawu (Muria) sampai ke timur di wilayah Pati dan Rembang, ke utara sampai Karimun Jawa ...masa itu laut Jawa masih berupa daratan. Jauh pada peradaban berikutnya, Kerajaan Medang Kamulyan di bawah Sang Maha Ratu Shimahawan oleh orang barat dikenal dengan sebutan peradaban Lemuria.

Timmy Hartadi
Raja-raja pertama di Nuswantara (mengulang dari status FB-nya Haslinda Razalie) adalah 7 raja dari Kerajaan Keling yang lokasinya ada di lereng Gunung Pawinihan (sekarang Gunung Wilis) yang terjadi pada jaman Kala Kukila di jaman besar Kali Swara, dan merupakan para Batara yang turun langsung ke arcapada untuk membimbing umat manusia, berturut-turut adalah Sang Maha Prabu Radite (sang Hyang Batara Surya), Sang Maha Prabu Soma (Sang Hyang Batara Indra), Sang Maha Prabu Budha (Sang Hyang Batara Wisnu), Sang Maha Prabu Wrespati (Sang Hyang Batara Kuwera), Sang Maha Prabu Sukra (Sang Hyang Batara Hanantaboga) dan Sang Maha Prabu Tumpak Saniscara (Sang Hyang Batara Brama). Sebagai penghormatan kepada para beliau, maka kemudian nama-nama Raja dari Kerajaang Keling dijadikan nama-nama hari : Radite untuk hari Minggu, Soma untuk hari Senin, Anggara untuk hari Selasa, Budha untuk hari Rabu, Respati untuk hari Kamis, Sukra untuk hari Jumat dan Tumpak untuk hari Sabtu ...semoga mencerahkan _/\_
================================

Saesario Indrawan
Nyi Ageng Mayarukmi adalah salah satu Senapati (Panglima) pasukan kerajaan Mataram di bawah Panembahan Hanyakrakusuma (Sultan Agung). Ketika menyerbu ke Batavia, Beliau memiliki petilasan di daerah Ancol dan saat ini sering menampakkan wujudnya di sana. Sayangnya Beliau akhirnya direndahkan dan dimitoskan menjadi Si Manis Djembatan Antjol...

===================================


"Relief TERBESAR DI DUNIA !!!
lihat gambar tangan di capture berikut ini, leluhur iseng membuat relief tangan yang ngasih JEMPOL !!!... siapakah yang mampu membuat jejak segede itu?, bagaimana cara membuatnya ?.... leluhur kita emang JEMPOL TOP MARKOTOP OKE BANGET SEKALI PISAN..."

==================================




kayaknya yg penting udah semua

silahkan copas bantahan kesini atau link bantahan bagi yang sudah pernah bantah

yg mau bantah langsung aja reply

yang mau belain Turangga Seta juga silahkan

mohon dijaga sopan santunnya, supaya trit ini rapi dan cantik

bantahan ufo

saya duluan ya



Quote:Beberapa benda misterius yang terlihat terbang melayang yg diabadikan leluhur kita di candi Borobudur. Ada 2 UFO yg jelas tergambar dalam relief ini, yg pertama tepat di atas kuda yg berbentuk seperti piring terbang dan yg kedua berada di atas gajah, perhatikan kedua gambar itu, gambar UFO yg tergambar semuanya dalam posisi melayang jadi tanpa tiang penyangga ataupun tanpa tali penggantung, kedua bentuk benda ini juga membuat ketakutan 2 hewan yg tergambar (kuda dan gajah). Keberadaan kuda dan Gajah ini menunjukkan ke dua hewan ini ada di lapangan yg luas, krn bisa berlarian, sehingga tidak mungkin 2 benda misterius ini menempel pada dinding bangunan, maka kita perlu teliti ulang cerita yg ada di relief candi2 kita, krn selama ini cerita yg ada di atas ini dikatakan "RAMAYANA"...kita harus hapuskan cerita peramayanaan yg ada di candi2 kita agar cerita asli tentang kebesaran leluhur kita bisa muncul kembali


pertama, gak dispesifikasi relief dimana di borobudur itu, jadi susah diselidiki

kedua, mana ada cerita ramayana di Borobudur?

ketiga, bagi yang ngerti kosmologi Buddhis, ini sih gampang....
Ini menggambarkan 7 permata seorang raja dunia

permata roda, permata gajah, permata kuda, dll


Quote:the seven precious possessions of the cakravartin (wheel, jewel, queen, minister, elephant, horse and general)

itu bukan UFO, tapi sebuah roda mistis yang dikatakan hadir secara gaib pada seorang raja dunia, perlambang kekuasaan beliau, yang fungsinya dapat membuat beliau menaklukan daerah tanpa kekerasan

juga dipakai sebagai lambang ajaran Dharma, sebagai roda dharma yang menaklukan kejahatan



Quote:The seven emblems of royalty (Skt. saptaratna; Tib. gyal si na dün; Wyl. rgyal srid sna bdun) are the seven possessions of a universal monarch (Skt. cakravartin). They are:

1. the precious golden wheel (Skt. cakraratna; Wyl. 'khor lo rin po che),
2. the precious wish-fulfilling jewel (Skt. maṇiratna; Wyl. nor bu rin po che),
3. the precious queen (Skt. strīratna; Wyl. btsun mo rin po che),
4. the precious minister (Skt. puruṣaratna or pariṇāyakaratna; Wyl. blon po rin po che),
5. the precious elephant (Skt. hastiratna; Wyl. glang po rin po che),
6. the precious horse (Skt. aśvaratna; Wyl. rta mchog rin po che), and
7. the precious general (Skt. khaḍgaratna or senāpatiratna; Wyl. dmag dpon rin po che).

http://www.rigpawiki.org/index.php?t...ems_of_royalty



A Chakravatin,(possibly Ashoka the great) 1st century BCE/CE. Andhra Pradesh, Amaravati. Preserved at Musee Guimet



Relief 129. Penguasa Dunia (Cakravartti)

disini kita dapat full picture dari seorang cakravartin
ini adalah relief 129 dari relief Maha Karmawibhangga

kita lihat di sebelah kanan ada gajah dan kuda (hastiratna dan aśvaratna). Di atas kuda ada roda melayang (cakra ratna) dan di atas gajah ada cintamani (permata pengabul harapan/ maṇiratna). Duduk di tengah adalah sang raja penguasa dunia. ia diapit oleh seorang wanita (permaisuri mulia/ strīratna) dan menteri mulia (puruṣaratna or pariṇāyakaratna), dan di sebelah mereka ada 1 orang tegak memegang senjata (jendral mulia/ khaḍgaratna or senāpatiratna).

ngubek-ngubek lagi, ketemu relief yg unsurnya sama, menggambarkan seorang cakravartin (raja penguasa dunia). Perhatikan roda yg melayang dan gajah, dll.

Maha Karmavibhangga, Relief 132. Penguasa Dunia (Cakravartti) (yg bawah)



Maha Karmavibhangga, Relief 159. Penguasa Dunia (yg bawah)


Divyadana
Spoiler for besar:


kalau masih ada yg meragukan apakah ini "orang Indonesia lagi menaklukan dunia" atau kisah yg diambil dari kitab agama Buddha, baca:
http://forsharingknowledge.blogspot....mandhatar.html

anyway, pertanyaan saya:
Literatur/ Buku sejarah/ Dinas resmi mana yang bilang ada relief Ramayana di Borobudur?

info resmi:


Spoiler for dasar amatiran:
nice trit gan ....ane nyimak aja, semoga ada perwakilan dari turangga seta yg mampir kesini, biar gayeng
o iya sedikit tambahan dari komen turangga seta tentang cara mereka bertemu leluhur

Quote:
Sang Maheswara Indrakila mari kita praktekan. Sembah sungkem untuk leluhur kita yang memang mereka layak menerima penghormatan dari kita anak cucunya
9 jam yang lalu · Suka · 1 orang

Dewi Kamaratih SMI: Benar mas....Yg namanya orang tua itu didatangi anak cucu aja udah pasti seneng,malah kadang meskipun bukan anaknya sendiri juga senang, krn umur beliau yg ratusan bahkan ada yg jutaan tahun dan umur kita yg paling baru dibawah 100 tahun, itu beliau akan menganggap kita bagaikan anak kecil, seperti kita melihat anak balita, yg ada kepengen menggendong,apalagi klo anak tadi simpatik pasti kita akan makin sayang, maka terkadang salah tatacarapun beliau memaklumi dan mau mendengar kita,maka kontak batin seperti ini harus ditimbulkan supaya rasa sayang leluhur itu muncul.....coba kita bayangkan klo kita punya anak yg semalaman sibuk membuat gambar krn mau dihadiahkan ke kita, meskipun gambarnya jelek, tapi melihat perjuangan si anak sampe tidak tidur semalaman hanya untuk membuat lukisan ke kita maka gambar itu pasti tidak akan kita buang, tapi malah kita pigura dan dipasang ditempat yg bisa dilihat tiap hari...begitu juga dlm kita menyiapkan sesaji utk beliau...jangan takut salah yg penting sesuai tingkat kesopanannya (klo kita membuat kopi ya satu gelas jangan cuma satu tetes krn sesasji benar2 utk leluhur bukan hanya syarat...ingat bukan hanya syarat)
9 jam yang lalu · Suka · 1 orang

Johannes Nugroho Onggo Sanusi Mbak Dewi, tata krama ini berlaku untuk sewaktu kita nyekar (mendatangi petilasan) ya? Mantranya pakai bahasa apa Mbak?
9 jam yang lalu · Suka

Dewi Kamaratih Johanes: Iya nyekar kan juga menghadap orang tua kita, utk sandi tetep tergantung tempatnya krn yg punya sandi itu para danghyang (hapsara-hapsari) dan danghyang itu kekuasaannya 1 kelurahan atau 1 karang padesan
9 jam yang lalu · Suka

Bodhi Ajeng mba Dewi yg disebut leluhur itu dari garis keturunan/genitas ato para pendahulu secara keseluruhan?
9 jam yang lalu · Suka

Johannes Nugroho Onggo Sanusi Jadi sandinya nggak sama Mbak dari satu tempat ke tempat lain? Sandinya sinenker atau bisa diungkap di forum ini Mbak?
9 jam yang lalu · Suka

Johannes Nugroho Onggo Sanusi Maksud saya sinengker Mbak, salah ketik.
9 jam yang lalu · Suka

Dewi Kamaratih Bodhi: Leluhur itu dari tataran mantan manusia yg mau melindungi kita,hapsara-hapsari,widodoro-widodari,Dewa-Dewi<Batara-Batari ke atas...
9 jam yang lalu · Suka

Umi Lasmina ‎@ mba Dewi beda ya kalau nyekar-sowan ke Leluhur dgn kpd Danhyang..maaf msh belum paham..
9 jam yang lalu · Suka

Dewi Kamaratih Johanes: paling untuk di tanah Jawa yg umum : "Hong Wilaheng Tata Winanci Awignam Astu Nam As Sidham", tapi itupun tidak setiap tempat menerima sandi itu...jd sangat spesific,maka klo aku begitu nyampe tanya sama lelembut setempat yg jadi pengawal para Hapsara-hapsari di suatu pedanghyangan
9 jam yang lalu · Suka · 5 orang

Dewi Kamaratih Umi: Nyekar itu biasanya ke leluhur yg jaraknya gak begitu jauh dari kita, klo leluhur yg sudah berada di tataran Danghyang ke atas itu perlu tatacara khusus, krn beliau sangat memegang tatakrama dan sopan santun, hal ini penting agar setiap manusia mampu membedakan tingkah laku para danghyang dan roh yg nyamar
9 jam yang lalu · Suka · 2 orang

Bodhi Ajeng Hong Wilaheng Tata Winanci Awignam Astu Nam As Sidham, artinya apa mba? bagi pikiran yg telah terkontaminasi spt saya sulit utk bertanya pada hapsara-hapsari krn indra mata blm bisa menangkap eksistensi mrk
9 jam yang lalu · Suka

Dewi Kamaratih Bodhi: Sesembahanku yg menentukan waktu yg bertahta di alam sidem(kosong)....Yg namanya leluhur itu pasti ingin dilihat anak cucunya, bayangkan aja hapsara-hapsari itu di kahyangan sudah enak, tapi memilih turun ke arcapada untuk menjaga anak cucu,maka klo kita sering sowan/mengunjungi beliau,lama kelamaan rasa sayang beliau akan bangkit lalubeliau pasti akan mencari saat yg tepat utk menampakkan diri, disini beliau pasti juga menyesuaikan dgn tingkat kesiapan kita dalam melihat beliau
9 jam yang lalu · Suka · 2 orang

Kurniawan Siliwangi Hom Aum Awignammastu....
9 jam yang lalu · Suka

Johannes Nugroho Onggo Sanusi Mbak Dewi, bagaimana posisi dan peran pusaka jika kita menghadap ke leluhur? Apa kita membawa pusaka atau tidak? Ada yg pernah bilang kalau menghadap bawa pusaka itu sudah masuk perilaku jumawa. Sebenarnya apa ajaran leluhur ttg hal ini?
9 jam yang lalu · Suka

Dewi Kamaratih Kurniawan: Hom=Hong= Aum=om, Awignamastu= wastu= dinobatkan=bertahta
9 jam yang lalu · Suka · 3 orang

Dewi Kamaratih Johanes: dalam busana di Nuswantara pusaka adalah bagian dari busana, jadi secara sopan santun kita harus gunakan pusaka, krn apa kata para anak buah leluhur yg kita datangi klo kita datang dgn pakaian yg tidak lengkap,yg malu adalah leluhur kita, maka kehormatan beliau harus kita jaga
9 jam yang lalu · Suka

Johannes Nugroho Onggo Sanusi Mbak Dewi: saya pernah baca testimoni org2 yg mengaku pernah bertemu leluhur dan dituturi beliau2. Tapi kok isi tuturannya menurut saya mencurigakan, karena condong ke ajaran agama.Apa mungkin pesan2 leluhur2 asli seperti ini, apa yg seperti ini bukan kumala asor yg nyamar?
9 jam yang lalu · Suka

Dewi Kamaratih Johanes: bukti paling gampang orang tadi bisa baca prasasti apa gak...dan huruf harus konsisten, klo gak bisa ya pasti itu demit
8 jam yang lalu · Suka

Johannes Nugroho Onggo Sanusi Mbak Dewi; jelas nggak bisa kayaknya.
8 jam yang lalu · Suka

Dewi Kamaratih Johanes: Ya skarang kita bisa lihat, antara orang dan kambing, klo orang pasti bisa baca tulis, ko kambing kan gak bisa, jadi klo kambing nyamar jadi orang kan bisa kliatan ....hahahahaha =)
8 jam yang lalu · Suka · 2 orang

Sang Maheswara Indrakila ‎"HONG WILAHENG TATA WINANCI AWIGNAM ASTU NAM AS SIDHAM" sembah sungkem kahatur eyang-eyang luluhur sim abdi nu ngarundaykeun abdi-abdi sadaya, mugi katampi pangbakti ti putra ka salira sadaya. _/\_
8 jam yang lalu · Suka

Damuh Bening ‎1.Tidak adakah salam penutup sebelum beliau moksa? sebagai ucapan terimakasih?

2. Bahasa apa yang biasanya beliau gunakan dalam berdialog dengan kita yang menghadap?

3. Setelah mengucapkan kata kunci awal..."Hong Wilaheng Tata Winanci Awignam Astu Nam Sa Sidham" ..apakah kelanjutannya menggunakan bahasa daerah masing-masing, sebgai salam dan penyampaian tujuan?

4. Seperti kata mbak Dewi, jika kita baru sampai dan belum tahu bahasa yang biasanya digunakan di daerah tersebut, lantas kita bertanya pada para lelembut dan para pengawal hapsara-hapsari disatu Padanghyangan; bagaimana kita bisa bertanya pada mereka sementara jika kita tidak bisa menyapanya? atau adakah tata cara untuk bertanya ini kepada para penjaga hapsara-hapsari ini? Dan bahasa apa yang biasanya digunakan?
7 jam yang lalu · Suka · 3 orang

Dewi Kamaratih Damuh Bening: Iya aku kelupaan salam penutupan,tapi salam penutupan sangat tergantung dari jenis dialognya,bahasa yg digunakan bisasanya sansekerta, kawi atau bahasa paling halus didaerah itu,yg ke3 benar sebaiknya dgn bahasa daerah setempat tapi jangan menggunakan bhs yg ksar,atau harus bahasa yg terhalus, klo kita belum tahu bahasa daerah yg kita datangi maka kita bicara ke bahasa yg paling halus yg kita tahu, krn leluhur itu juga gak akan memaksa klo kita gak tahu,bahkan ko bahasa kita terlalu formal juga akan kaku, jadi seperti kita menghadap ke orang tua yg penting sopan,tapi ditambah dgn tatakrama yg lb sopan lagi krn kita menhadap Dewa atau leluhur yg tatarannya sama dgn Dewa
3 jam yang lalu · Suka

Dewi Kamaratih SMI: itu bisa digunakan ditanah pasundan....tapi ya tetep tergantung si Danghyang ya....

kalo bisa ditaro didepan gan, sapa tahu ada yg bisa dikritisi

ps : yg dari turangga seta = dewi kamaratih, johannes onggo sanusi, sang maheswara indrakila, kalo mas kurniawan siliwangi keknya netral...sedangkan bodhi ajeng, damuh bening dan umi lasmina masih suspected .........FYI komen2 dibawahnya sudah OOT termasuk komen dari ane
saya hadir disini untuk mendukung xeno.
Nice thread very like this
hadir disini juga untuk menyimak dan belajar
Melu dukung om xeno, di belakang mbak judess
moga2 pejabat teras turangga seta pada mau muncul....ga cuma para followernya saja...
tengkyu gan ... ane siap nyimak nih
×