KASKUS

Quote:Original Posted By gareszt_encrew


rumus norminv kan NORMINV(p,mu,sigma)

nah, makanya gw bilang di atas lw generate random number berdistribusi Uniform di selang 0 sampai 1. Misal lw mau 30 sampel yg berasal dari distribusi normal dengan mu dan sigma tertentu, lw generate dulu random number dari 0 sampai 1 yg berdistribusi Uniform. Di excel bisa pake perintah rand(). Jadi stepnya gini, gw contohin cara generate random Normal(mu=2,sigma=1)

1. buat random Uniform pakai perintah =rand(), drag aja sampai 30 cell ke bawah. Kalau sheetnya lw calculate, angkanya berubah2 nanti. jadi mending di copy values
2. buat di sebelahnya =NORMINV dengan p nya arahin ke angka yg generate tadi. Masukin mu =2 dan sigma = 1. Drag aja ke bawah.

coba lw baca deh tentang Inverse Method di wiki


wah, makasih gan infonya, ane baru tau. ane coba share disini deh stepnya seperti petunjuk dari agan

Step 1 :
Spoiler for Step 1 (Uniform 0-1):


Step 2:
Spoiler for formula Norminv misal dengan mu = 54 dan s = 7:


Hasil Akhir
Spoiler for hasil akhir generate random data:


p (uniform) berubah karena generate random data, sehingga setiap kali execute, angka berubah2. biar tidak berubah bisa di-paste as value terlebih dahulu sebelum menggunakan formula norminv

semoga bermanfaat
Quote:Original Posted By y2kfunk


wah, makasih gan infonya, ane baru tau. ane coba share disini deh stepnya seperti petunjuk dari agan

Step 1 :
Spoiler for Step 1 (Uniform 0-1):


Step 2:
Spoiler for formula Norminv misal dengan mu = 54 dan s = 7:


Hasil Akhir
Spoiler for hasil akhir generate random data:


p (uniform) berubah karena generate random data, sehingga setiap kali execute, angka berubah2. biar tidak berubah bisa di-paste as value terlebih dahulu sebelum menggunakan formula norminv

semoga bermanfaat


yap tepat

kalau mau distribusi lain jg bisa gan, selama ada fungsinya di Excel, seperti NORMINV tadi.
Haloo gan
mau nanya sedikit dong , butuh bantuan untuk memperjelas jawaban

Spoiler for ini:


Terus ane coba jawab pake bantuan tabel Excel
Spoiler for kek gini :

Kira2 bener ga sih gan ini tentang Analisa Variabel 2 arah , ane juga ga terlalu paham
Quote:Original Posted By y2kfunk


ane coba bantu jawab y gan, semoga bisa membantu
1. belum tentu gan, tergantung tujuan analisisnya. data time series digunakan untuk peramalan. fokus dari peramalan adalah untuk mendapatkan hasil ramalan seakurat mungkin. sedangkan cross-sectional digunakan untuk pemodelan. yang bisa dilakukan dalam pemodelan adalah prediksi, bukan peramalan. tujuan dari pemodelan adalah untuk mendapatkan model yang paling baik. jadi, dua hal yang berbeda yang kurang pas jika dibandingkan.

2. validitas, di buku2 biasanya dijelaskan mampu mengukur apa yang harus diukur. artinya, instrumen penelitian yg kita gunakan sesuai untuk mengukur variabelnya. misal, instrumen yg digunakan adalah timbangan dan meteran. timbangan akan valid jika digunakan utk mengukur berat dan meteran akan valid jika digunakan untuk mengukur panjang. meteran tidak akan valid jika digunakan untuk mengukur berat.

reliabilitas bisa diartikan konsistensi. maksudnya, pengukuran yang sekarang konsisten dengan pengukuran2 berikutnya. misal instrumen meteran tadi. jika kita punya balok kayu sepanjang 1 meter, maka meteran akan menunjukkan 1 meter. jika kita mengukur balok kayu lain yang panjangnya juga 1 meter, maka meteran akan menunjukkan 1 meter juga, dst. itu terjadi karena meteran terbuat dari plastik. seandainya meteran terbuat dari karet, seandainya dipake buat ngukur balok 1 meter, bisa2 meteran menunjukkan angka 80 cm karena bahan dari karet mudah molor.

jika dianalogikan dengan kuesioner, berarti kuesioner mampu menghasilkan data yang konsisten. misal responden yg kita ukur memiliki motivasi yg rendah, maka data dari kuesioner juga menunjukkan angka yang rendah pula (valid). jika digunakan untuk mengukur responden lain yg juga motivasi rendah, maka data dari kuesioner konsisten rendah (reliabel)

semoga bisa membantu




Sangat membantu gan

saa mau nanya lagi gan. maaf sebelumnya karena merepotkan


variabel saya (independen dan dependen) udah di transfromasi pakai LN. Pertanyaannya

1. Apakah interpretasi hasilnya sama seperti data biasa? maksud saya, ini data kan udah diubah, apakah cara interpretasinya tetap sama?

2. Dalam melakukan transofrmasi, variabel dummy tidak saya ubah. tapi di dalam model saya tulis rumusnya Y = Bo + B1 LN X1 + LND1 + LND2 + E.

itu bener ga gan? saya mikirnya ''kok dummy ga ditransformasi tapi di dalam model ditulisnya LN D1 bukan D1 aja''?

harap maklum gan, itu modelnya saya contoh penelitian teman, belum ada dasarnya.


mohon jawabannya gan

perkenalan dan mengajukan pertanyaan

selamat siang..
sebelumnya saya ucapkan terima kasih kpd TS dan member yg aktif di thread ini, yang telah berbagi pengetahuan, khususnya pada bidang statistika.
perkenalkan saya salah satu akademis statistika di perguruan tinggi di kota hujan (bogor), saya sedang melakukan penelitian, tapi ada suatu kendala, semoga salah satu dari anda bisa mempercerah kesulitan yang sedang saya hadapi.
kendalanya sangat sederhana, saya jelaskan dulu penelitian yang sedang saya lakukan, yaitu menganalisa ketidaksesuaian mengajar guru antara latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran yang sedang diajarkannya.
saya menggunakan metode analisa mismatch, nah dengan analisa tersebut, saya akan mencari nilai indikator atau istilah lainnya nilai indeks mismatch, yang merupakan turunan rumus dari nilai rata-rata yang teboboti (weighted mean/average). *dibawah saya lampirkan gambar rumus2nya.
kendalanya adalah bagaimana cara menurunkan rumus indeks mismatch dari rumusan weighted average ? selama ini saya baca referensi, coratcoret, tanya dosen, alhasil belum menemukan solusinya yang tepat.
saya haturkan ucapan terima kasih.
CMIIW
regards,

lampiran :
Spoiler for weighted average:


Spoiler for rumus indeks mismatch:
Spoiler for Coba Bantu sambil Nyundul trit :p :




Quote:Original Posted By klonenganjujur



Sangat membantu gan

saa mau nanya lagi gan. maaf sebelumnya karena merepotkan


variabel saya (independen dan dependen) udah di transfromasi pakai LN. Pertanyaannya

1. Apakah interpretasi hasilnya sama seperti data biasa? maksud saya, ini data kan udah diubah, apakah cara interpretasinya tetap sama?

2. Dalam melakukan transofrmasi, variabel dummy tidak saya ubah. tapi di dalam model saya tulis rumusnya Y = Bo + B1 LN X1 + LND1 + LND2 + E.

itu bener ga gan? saya mikirnya ''kok dummy ga ditransformasi tapi di dalam model ditulisnya LN D1 bukan D1 aja''?

harap maklum gan, itu modelnya saya contoh penelitian teman, belum ada dasarnya.


mohon jawabannya gan

ane coba bantu jawab y gan
1. data sudah ditransformasi berarti variabel yang berpengaruh adalah hasil transformasi, bukan data aslinya. misal, X ditransformasi Ln. berarti Ln X berpengaruh signifikan terhadap Y.

2. peubah dummy tidak perlu di-Ln-kan gan coz dummy hanya utk membedakan kelompok saja

semoga bisa membantu

Lightbulb 

Pertanyaan pertama

Spoiler for foto:


gan untuk keluar hasil out put seperti di gambar itu tombolnya apa aja ya? sig two tail dan one tail nya dalam satu tabel dan 3 variabel bebas


Pertanyan kedua

regresi linear sederhana ane kena heteroskedastisitas dengan uji glesjer tetapi klo pake uji spearman bebas dari hetero.

saya sdh coba transform data pake LN tetapi tetap ada gejala hetero, bagaimana solusi nya gan?

Quote:Original Posted By gareszt_encrew


rumus norminv kan NORMINV(p,mu,sigma)

nah, makanya gw bilang di atas lw generate random number berdistribusi Uniform di selang 0 sampai 1. Misal lw mau 30 sampel yg berasal dari distribusi normal dengan mu dan sigma tertentu, lw generate dulu random number dari 0 sampai 1 yg berdistribusi Uniform. Di excel bisa pake perintah rand(). Jadi stepnya gini, gw contohin cara generate random Normal(mu=2,sigma=1)

1. buat random Uniform pakai perintah =rand(), drag aja sampai 30 cell ke bawah. Kalau sheetnya lw calculate, angkanya berubah2 nanti. jadi mending di copy values
2. buat di sebelahnya =NORMINV dengan p nya arahin ke angka yg generate tadi. Masukin mu =2 dan sigma = 1. Drag aja ke bawah.

coba lw baca deh tentang Inverse Method di wiki

dah lama ga cek trit ini, ternyata dah dijawab. tapi sblom dijawab ane sudah dapet dan apa yg saya googlingin pas banget sama jawaban bro gares

btw saya mau tanya lagi, saya lagi mau uji normalitas / mengecek normalitas data2 yg ada tapi menggunakan excel, bukan SPSS (alesannya susah integrasiin SPSS sama bhs pemrograman sya blom sampe ilmu saya)

nah diweb saya nemuin ada 2 metode yg bisa dipake di excel, yaitu metode kolmogorov sama metode liliefors. nah dsini kan metode kolmogorov itu kelemahannya jumlah datanya harus besar, kira2 > 200. nah klo misalkan yg kecil bisa make liliefors katanya.
nah di program saya ini mau mengecek normalitas data dengan jumlah minimal 2 atau 3, kira2 bisa tidak ya? klo masalah kehandalannya blakangan saja, tapi secara teori kira2 bisa / tidak ya? ato ada metode lain yg bisa dipake di excel? kaya saphiro wilk gitu bisa ga diimplementasikan di excel?
intinya sih saya mencari metode dan cara mengecek normalitas data yg handal baik dalam jumlah data yg kecil(bahkan sangat kecil, n=2 atau 3), ataupun jumlah data yg besar
terima kasih
salah post, maaf
reqdel
keren banget statistic yaa..

While(true){
println ("Data")
}



gan nubi mau tanya nih, interpretasi output eviews yg dilingkari kan ada yg positif dan negatif, itu maknanya apa ya?
Spoiler for gambar:


tolong di bantu ya gan
Quote:Original Posted By nafibuncis
gan nubi mau tanya nih, interpretasi output eviews yg dilingkari kan ada yg positif dan negatif, itu maknanya apa ya?
Spoiler for gambar:


tolong di bantu ya gan

yah berarti arah hubungannya negatif ato positif ....
Quote:Original Posted By y2kfunk

ane coba bantu jawab y gan
1. data sudah ditransformasi berarti variabel yang berpengaruh adalah hasil transformasi, bukan data aslinya. misal, X ditransformasi Ln. berarti Ln X berpengaruh signifikan terhadap Y.

2. peubah dummy tidak perlu di-Ln-kan gan coz dummy hanya utk membedakan kelompok saja

semoga bisa membantu



gan. Masalah transformasi itu apakah penulisan didalam interpretasi tidak berubah?
Quote:Original Posted By adiwtalks

yah berarti arah hubungannya negatif ato positif ....


maaf komen agan ada sumber/refrensinya? jurnal atau buku..nubi pengen belajar ni gan
misi para sepuh, ane ada yang mau ditanyain mengenai hipotesis. seandainya hipotesis ane begini : apakah terdapat pengaruh var x terhadap y ? nah ternyata setelah pengujian parsial, var x1, x3 tidak berpengaruh terhadap y. tapi secara simultan berpengaruh. dan yang berpengaruh, terus signifikan cuma x2. yang bener nulis hipotesisnya gimana ya gan ?
1. apakah terdapat pengaruh var x terhadap y ?
2. apakah terdapat pengaruh signifikan var x terhadap y ?

yang bisa bantu dan paham, tolong jawab ya
ane bingung kenapa pengukuran parsial gak berpengaruh x trhdp y, tapi pengukuran simultan berpengaruh.
hipotesis yang benar pd anova adalah
"terdapat pengaruh / minimal 1 variabel x yg signifikan thd variabel y

nah d uji parsial deh
yg mana yg gak signifikan
dan mana yg signifikan
kasus ente emk udh betul
yg membuat anova atau secara bersama2nya itu signifikan ya atas dasar signifikan nya variabel x2


lain hal nya kalo pas d uji parsial gda sama sekali yg signifikan
asumsi ada yg kelanggar berarti
sudjana
metoda statistik
Quote:Original Posted By shartika
misi para sepuh, ane ada yang mau ditanyain mengenai hipotesis. seandainya hipotesis ane begini : apakah terdapat pengaruh var x terhadap y ? nah ternyata setelah pengujian parsial, var x1, x3 tidak berpengaruh terhadap y. tapi secara simultan berpengaruh. dan yang berpengaruh, terus signifikan cuma x2. yang bener nulis hipotesisnya gimana ya gan ?
1. apakah terdapat pengaruh var x terhadap y ?
2. apakah terdapat pengaruh signifikan var x terhadap y ?

yang bisa bantu dan paham, tolong jawab ya
ane bingung kenapa pengukuran parsial gak berpengaruh x trhdp y, tapi pengukuran simultan berpengaruh.


kenapa gak dicoba dipisah aja gan, jafi tiap2 var x1 x2 punya hipotesis uji sendiri2 ...

Masih untung lho ada yg masih signifikan
Quote:Original Posted By shartika
misi para sepuh, ane ada yang mau ditanyain mengenai hipotesis. seandainya hipotesis ane begini : apakah terdapat pengaruh var x terhadap y ? nah ternyata setelah pengujian parsial, var x1, x3 tidak berpengaruh terhadap y. tapi secara simultan berpengaruh. dan yang berpengaruh, terus signifikan cuma x2. yang bener nulis hipotesisnya gimana ya gan ?
1. apakah terdapat pengaruh var x terhadap y ?
2. apakah terdapat pengaruh signifikan var x terhadap y ?

yang bisa bantu dan paham, tolong jawab ya
ane bingung kenapa pengukuran parsial gak berpengaruh x trhdp y, tapi pengukuran simultan berpengaruh.



membantu jawab,
bener kata agan adywtalks, dipisah lebih baik..
hipotesis untuk pengaruh parsial (masing-masing X) dan pengaruh simultan..
banyak kasus seperti itu gan, kalo pengaruh simultannya signifikan, berarti artinya variabel X (misal Xnya ada 2, X1 dan X2) itu baru jika bergabung dengan X satunya.
kalo sendiri2 (parsial), si X ini tidak memberikan pengaruh signifikan.
Signifikan atau enggak, gak masalah kalo menurut ane, dan kalo semisal aja tidak signifikan, bukan berarti tidak memberikan pengaruh, tapi tidak signifikan berarti si X ini punya pengaruh terhadap Y, tapi pengaruhnya realitf kecil..
Kalo tidak berpengaruh sama sekali, berarti nilai koefisien dari variabel X ini = 0, Beta=0 dan p-valuenya = 1...
semoga membantu dan bermanfaat..cmiiw..
×