KASKUS

Chinese Fighter : 1950-2010

Sejarah industri pesawat udara China dimuali paska kemenangan komunis China, saat itu dengan dibantu Uni Sovyet China mendirikan pabrikan Shenyang Aircraft Corp (Shenyang Feiji Gongsi), Liaoning di awal 50-an, walaupaun sebenarnya saat itu mereka sudah memiliki pabrikan Nanchang, Jiangxi hasil peninggalan Jepang.

Namun Pemerintah lebih memilih Shenyang yang kemudian menjadi pabrikan pesawat utama China sampai sekarang

Shenyang J-4
Pesawat tempur yang dilisensi awalnya adalah MiG-15 dengan kode J-4, Sekalipun demikian J-4 bantuan RRC ke Vietnam sempat menghancurkan 4 pesawat AS (conform kills) di antaranya F-105 dan A-1C AS di awal2 perang Vietnam.

Ini meruapakan 4 korban terakhir MiG-15


Shenyang J-5

Karena J-4 diangap kuno, maka RRC segera mengambil lisensi MiG-17, yang diproduksi di Shenyang dengan nama J-5 yang diproduksi sebanyak 1.820 unit

* Crew: (JJ/5 - 2) 1
* Length: (JJ-5 - 11.5 m)(J-5A - 11.36 m/)
* Wingspan: 9.628 m
* Height: 3.8 m
* Wing area: 22.6 m²
* Empty weight: JJ-5 - 4,080 kg
J-5A - 4,151kg
* Gross weight: JJ-5 - 6,215; J-5 kg 6,000 kg
* Powerplant: 1 × Wopen WP-5, (JJ-5(WP-5D) - 22.27 kN/5,000 lbf) 25.5 kN (5,730 lbf) thrust

Performance

* Maximum speed: @ 5,000 m (JJ-5 - 1,048 km/h )(J-5A - 1,145 km/h/
* Range: with drop tanks @ 10,000 m (JJ-5 - 1,230 km/764 mi) (J-5A - 1,730 km/1,075 mi) 1,424 km (1,037 miles)
* Service ceiling: (JJ-5 - 14,300 m/46,900 ft) (J-5A - 16,300 m/53,500 ft) 16,500 m (54,000 ft)
* Rate of climb: @ 5,000 m (JJ-5 - 27 m/s/5,315 ft/min) (J-5A - 55 m/s/10,830 ft/min) 65 m/s (12,795 ft/min)

Senjata

* (JJ-5 - 1 x Type 23-1 23 mm aircraft cannon)
* (J-5A - 3 x Type 23-1 23 mm aircraft cannon)

Pabrikan : Shenyang (J-5),Chengdu (JJ-5)
Varian

Shenyang J-5: dibangun berdasarkan MiG-17
J-5A: lisensi dr MiG-17 PF
JJ-5 versi latih yg dibangun Chengdu (CAC) dengan menggabungkan airframe J-5 dan tandem cockpit JJ-2 (MiG-15 UTI), versi ekspornya dijual dengan nama FT-5

Spoiler for JJ-5:


Pemakai: Albania, China (AL dan AU), Pakistan, Korea Utara, Banglades, Sudan, Srilanka, Tanzania, Zimbabwe, Somalia, Vietnam

Saat ini kemungkinan hanya Korea utara sebagai versi latih China sendiri sudah memensiunkannya sejak 1992

Total Produksi : 1.800 unit



Spoiler for J-5 dalam dinas AU China:

Spoiler for Kokpit:


Pertempuran

Sejumlah J-5 digunakan China dalam pertempuran di selat Taiwan di tahun 1958 dengan korban 31: 1 (menurut Taiwan) dalam petempuran itu sebuah J-5 membawa pulang oleh2 AIM 9 B yg tak meledak

Dalam perang Vietnam, Vietnam menggunakan J-5 untuk melawan pesawat AS berdampingan dengan MiG-17 mereka

J-5 sempat diekspor ke Indonesai dalam kepentingan Trikora

Di beberapa negara Afrika J-5 malah digunakan sebagai pesawat serang yang membawa dua pod roket dan dua bom

Fakta Unik: JJ-5 merupakan pesawat pertama yg digunakan oleh 1st August (Pa Yi) Aerobatic Team dengan dicat warna merah


Spoiler for JJ-5 yg digunakan oleh 1st August Aerobatic team :
siapa yang berani taruhan bahwa tritnya Merkapa yang ini bakal jadi ajang comeback nya ijkt/kudha?
Quote:Original Posted By wekaweka
siapa yang berani taruhan bahwa tritnya Merkapa yang ini bakal jadi ajang comeback nya ijkt/kudha?

tergantung... kalo JITENBI dijelek2in, dia pasti datang...
Quote:Original Posted By blue_danube
tergantung... kalo JITENBI dijelek2in, dia pasti datang...


Kucoba ya, Mod..

Jitenbi = Sampah

Datanglah kau wahai IJKT..
Quote:Original Posted By med06
Kucoba ya, Mod..

Jitenbi = Sampah

Datanglah kau wahai IJKT..

kurang.... kurang dalem... nih... AESA jarak 100km kok berani2nya nantangin PESA yang jaraknya sampai 300km...

itu baru MANTEB!

eh.. mendingan nunggu sampai JITENBI dibahas TS aja....
jiten jitennnnn jiteeeeennnnnnnnn powaaaaa :
kasih gambar aja de buat ilustrasi
Masa depan CHINA bukan JITENBI lagi...
itu MASA KINI!

kedepannya CHina mau buat LFC-16
varian single seater Fighter dari FTC-2000
dengan performa lebih bagus...

Rupanya FTC-2000 bikin sensasi karena PERFORMA diatas TAIFUN dan RAFALE
sebentar LFC -16 khan gak laku, buat apa dibahas, karena China gak make turbojet , mereka sekarang menggantungkan harapan kepada Wongshan (Turbofan)
Shenyang J-6

Merupakan lisensi China untuk MiG-19, yg dilakuakn China sudah melebihi lisensi karena mereka melakukan reverse engineering. Jadi akhirnya pesawat ini jauh lebih sukses dr aslinya di Pakta Warsawa dan Uni Sovyet. Sebanyak 3.000 unit diproduksi. Bahkan Shenyang merancang desain serangnya yg kemduian diproduksi di Nanchang dengan nama Q-5.

Produksi J-6 dilakukan di seluruh pabrikan pesawat China : Guizhou, Shenyang, Chengdu dan Nanchang karena banjir pesanan dr AU dan AL

Pesawat ini terlibat dalam berbagai pertempuran mulai dari Vietnam sampai Afrika

Spesifikasi

* Crew: One
* Length: 12.5 m (41 ft)
* Wingspan: 9.2 m (30 ft 2 in)
* Height: 3.9 m (12 ft 10 in)
* Wing area: 25.0 m² (270 ft²)
* Empty weight: 5,447 kg (11,983 lb)
* Max takeoff weight: 7,560 kg (16,632 lb)
* Powerplant: 2× Liming Wopen-6A (Tumansky RD-9B) afterburning turbojets, 36.78 kN (8,267 lbf) each
* Fuel capacity: 1,800 kg (3,960 lb)

Performance

* Maximum speed: 1,540 km/h (960 mph)
* Range: 640 km (400 mi); combat 2,200 km (1,375 mi)
* Service ceiling: 17,900 m (58,700 ft)
* Rate of climb: 180 m/s (35,425 ft/min)
* Wing loading: 302.4 kg/m² (61.6 lb/ft²)
* Thrust/weight: 0.86

Armament

* 3x 30 mm NR-30 cannons (70 rounds per gun for wing guns, 55 rounds for fuselage gun)
* Up to 250 kg (550 lb) of unguided bombs or rockets pods, or PL-2/PL-5 (Chinese versions of Soviet K-13 (NATO AA-2 'Atoll') air-to-air missiles on 4 underwing pylons

Pemakai: Myanmar, Korea utara, RRC , Pakistan, Mesir, Banglades, Albania, Iran, Irak.Kamboja, Vietnam , Somalia, tanzania dan Zimbabwe

Pabrikan Shenyang (SAC), Chengdu (CAC), Nancgang (Hiongdu), Guizhou (GAIC)

Total produksi: 3.000 unit

Spoiler for Foto tahun 60-an:




[B]Fakta unik :

1. Prestasi yg dicapai adalah menembak jatuh F-104C Starfighter USAF pada tgl 20 September 1965 , walaupun sebelumnya 2 J-6 RRC jadi korban F-104 Starfighter Taiwan

2. Pakistan sempat menggunakannya sebagai pesawat aerobatik dr SQ the Sherdils
3. Amerika menguji J-6 Pakistan secara diam-diam dan mengakui bahwa pesawat ini sangat handal di tahun 1966
4. Sebuah Resimen Intai yg dilengkapi dengan JZ-6 menolak mentah2 saat pesawat mereka akan diganti dengan JZ-8


Pada tahun 2005 RRC mengumumkan mempensiunkan J-6 dari dinas operasionalnya yg sudah bertugas selama 35 thaun di PLAAF



J-6 Pakistan menjelang dipensiunkan di 2002 dicat labur dua bendera China dan Pakistan, pesawat ini berdinas selama 32 thn di AU Pakistan

Spoiler for F-6:
sabar yak merkapa tritnya dibikin kaya si bat21 aja ada spek,pic dan sedikit history, nanti gw kirim cendol kalo bagus :

Exclamation 

Varian J-6

* Shenyang J-6 - (a.k.a. Type 59 , Dongfeng-102 , Product 47 and F-6) prototipe pertama

* Shenyang J-6A - (a.k.a. Type 59A , Dongfeng-103 , Jianjiji-6 Jia) - produksi awal dari 1958 to 1960 ditolak AU, produksi sempat tertahan dan dimulai kembali dengan bantuan asistensi uni Sovyet , seri ini terbang pertama kali tgl 17 Desember 1958

* Shenyang J-6A - Produksi J-6 yg dimulai dengan kit baru, dengan bantuan asistensi dr Uni Sovyet. Setara dengan MiG-19PF, dilengkapi dengan radar segala cuaca dan dua kanon 30mm , NR-30mm. Diekspor sebagai F-6A.

* J-6B - (a.k.a. Type 59B , Dongfeng-105 and Jianjiji-6 Yi) Setara dengan MiG-19PM "Farmer-D", penyergap dengan dua rudal PL-1 (kopian China untuk AA-1 Alkali' hanya 19 buah yg dinagnung, program kemudian dihentikan

* J-6C - (a.k.a. Jianjiji-6 Bing, Product 55 and F-6C) Penempur sianga hari dengan 3 kanon NR-30 sudah dilengkapi dengan rem parasut di bawah rudder dan dilengkapi dengan pitot
Spoiler for J-6C:


* Shenyang J-6I - Penempur siang hari kursi tunggal dengan cone di dalam splitter plate dan tak diengkapi kanon
* Shenyang J-6II -pengembangan dari J-6I yang dilengkapi dengan air speed tube yg dapat dilipat jika berada di daratan. Ditambah dengan dua kanon 30mm
* Shenyang J-6III - Peningkatan dari J-6 dengan penambahan 3 kanon serta perubahan tempat brake chute

Spoiler for J-6 III:

* Shenyang/Tianjin JJ-6 - (Jianjiji Jiaolianji - Latih tempur, a.k.a. Product 48 dan FT-6) desain China dengan memperpanjang badan pesawat sepanjang 84 cm untuk mengakomodasi kursi tandem. Pesawat ini beda dengan MiG-19 UTI (versi latih MiG-19 dari Sovyet yang tak jadi diproduksi ) Diproduksi sebanyak 624 unit dan diekspor dengan nama FT-6. Kanon juga hanya dipasang sebuah saja

Spoiler for Bangladesh FT-6:


Spoiler for JJ-6:

* Shenyang JZ-6 - (Jianjiji Zhenchaji - Tempur intai) Dilengkapi dengan kamera yg ditakkan dalam bomb bay di perut (bom bay ini mengambil versi dari Q-5), kamera dapat disimpan dalam perut jika tak digunakan

Spoiler for JZ-6:





* Shenyang/Tianjin JJ-6 Testbed - untuk uji kursi lontar
* Xian BW-1 - tes FBW untuk kepentingan JH-7 dr pabrikan Xian.

* Guizhou J-6A - J-6A dilengkapi dengan dua rudal PL-2, terbang pertama di tahun 1975

* J-6IV: adalah tipe yg dikembangkan di awal 1970-an dilengkapi dengan dua kanon 30mm dan radar, namun tak diproduksi karena performannya buruk

Spoiler for J-6 IV:


Sekalipun bisa dilengkapi rudal pesawat ini jarang operasional dengan rudal, menelang tahun 1990-an baru dilengkapi rudal, namun jarang ditemukan milik China terbang dengan rudal kecuali milik Pakistan
Pengalaman Tempur J-6

Digunakan oleh Vietnam dalam perang Vietnam sejak tahun 1969 dan menghancurkan beberapa F-4 Phantom dan F-105 Thunderchief

RRC sempat menembak beberapa F-4 Phantom, A-6 Intruder dan drone selama perang Vietnam.

Dalam perang dengan Vietnam tahun 1979, sebuah JZ-6 PLA ditembak jatuh oleh Arhanud Vietnam

Spoiler for Lukisan artis J-6 menyergap drone AS:


Pakista menggunakannya dalam perang Indo-Pak War 1971 dan mengklaim menembak jatuh 12 pesawat Hunter, Sukhoi dan MiG dengan kehilangan 3 unit. Pakistan juga mengklaim menembak jatuh MiG-21 India dengan J-6

Spoiler for Lukisan artis dimana F-6 Pakistan sedang merontokkan Su-7 India dalam perang 1971:


Dalam perang Afghanistan F-6 Pakistan yg dilengkapi AIM-9 Sidewinder sempat menembajk jatuh sebuah MiG-23 VVS, J-6 juga diklaim mencapai 12 kemenangan lainnya. sekitar 3 Su-25 dan 1 MiG-23M rusak setelah terkena sengatan Sidewinder yang ditembakkan oleh F-6 PAF(Sumber ACIG)

Kamboja menggunakannya dalam melawan invasi Vietnam 1978,namun karena kurang pilot handal, akhirnya pesawat cuma berada di daratan , dan beberapa di antaranya direbut Vietnam

Baik Iran dan Irak mengggunakannya, Iran memakainya sebagai cadangan sementara Irak menggelarnya dalam pertempuran dan dibantai oleh Phantom dan Tomcat Iran

Dalam perang Uganda Tanzania, Tanzania menggunakan J-6 untuk menghalau MiG-17 Uganda dan berhasil....

Sudan dan Myanmar menggunakannya sebagai pesawat serang menghadapi pemberontakan di kedua negara tersebut

Dalam perang Ogaden, Somalia yg menggunakannya malah dibantai oleh pilot Kuba yg bertempur di pihak Etiopia

Sekarang di dunia, pemakai aktifnya hanya tinggal Korea Utara (40)

RRC banyak menyimpan J-6 dalam gua agar dapat digunakan sebagai rudal jika terjadi perang

Spoiler for Attack drone di Suzhou:


Spoiler for J-6 dengan rudal:



Spoiler for Monumen J-6:
Chengdu J-7

Sekalipun bantuan tekhnik Sovyet ditarik dari China sejak tahun 1960. Pada tahun 1962 Nikita Khruschev mengirimi Mao Zedong surat yang pada intinya Sovyet bersedia membagikan teknologi terbarunya yaitu MiG-21 F-13.

Persetujuan perakitan akan dilakukan di pabrikan Shenyang Aircraft Co, namun 5 bulan kemudian diketahui bahwa ada masalah karena dokumen tekhnik dan beberapa spesifikasi yang diberikan Sovyet tak dapat digunakan,sekalipun klaim ini dibantah Sovyet, namun banyak pihak menyebutkan bahwa klaim China lebih dipercaya.
Shenyang melakukan reverse engineering dan berhasil memecahkan 249 masalah. Mesin ditangani oleh Shenyang Aero Engine Corp (Skrg Shenyang Liming Aero Engine Company). Masalah pengkopian selesai pada akhir tahun 1965 dimana China sudah bisa membuat pesawat ini sendiri. Januari 1966 pesawat uji terbang sementara sertifikasi produksi massal dilakukan di Juni 1967 dengan menggunakan mesin WP-7 kopian dari mesin Tumansky R-11F-300 turbojet.
Namun karena Shenyang segera sibuk dengan pngembangan J-8 hasil dari data Ye-152, maka proyek J-7 ini dialihkan kepada Chengdu (CAC), yang uniknya pesawat baru diproduksi di era 1969-sekarang .

[spoiler=Varian pertama J-7I di awal produksinya



[/spoiler]

Spesifikasi

* Crew: 1
* Length: 14.885 m (J-7II), 15. 591m (J-7C)
* Wingspan: 7.154 m
* Height: 4.103 m (J-7II),; 4,251m (J-7C)
* Wing area: 23m²

* Empty weight: 5,275 kg
* Loaded weight: 7,370 kg
* Max takeoff weight: 9,100 kg
* Powerplant: 1× Liyang Wopen-7 (J-7 & J7I), Liyang WP- 7 B on J-7II , Liyang WP-7N (F-7MG/PG), Liyang WP-13F (J-7C/D)
Performance

* Maximum speed: Mach 2.0 (1,200 km/h, 648 knots, 745 mph) IAS
* Stall speed: 210 km/h (114 knots, 131 mph) IAS
* Combat radius: 600 km () (air superiority, two AAMs and three drop tanks)
* Ferry range: 2,200 km (1,187 nmi, 1,367 mi)
* Service ceiling: 17,500 m (57,420 ft)
* Rate of climb: 180 m/s (38,386 ft/min)

Armament

* Guns: J-7 1× 30 mm Type 30-1 cannon, 60 rounds per gun
J-7I 2 x 30 mm Type 30-1 cannon, 60 rounds per gun
J-7C/D 2 x 23mm
* Hardpoints: 3 in total - 2× under-wing, 1× centreline under-fuselage with a capacity of 1500 kg maximum (up to 500 kg each) , 5 hardpoints pada J-7C/D
* Rockets: 55 mm rocket pod (12 rounds), 90 mm rocket pod (7 rounds)
* Missiles:
o Air-to-air missiles: PL-2, PL-5, PL-7, PL-8, PL-9, Magic R.550, AIM-9
* Bombs: 50 kg to 500 kg unguided bombs
Pabrikan : Shenyang (J-7), Chengdu (J-I-III, J-7C/D), Guizhou (JJ-7)

Produksi semua varian mencapai 2.400 unit sampai sekarang, pemesan terakhir adalah Namibia dan Nigeria masing2 12 unit pesawat F-7N (J-7E). Untuk seri J-7H masih ada 12 resimen (350 pesawat) sserta 2 resimen (50) yang digunakan oleh AU dan AL China

Pemakai : Albania,China (AU dan AL), Pakistan, Bangladesh,Iran, irak, MesirNamibia, nigeria, Tanzania, Zimbabwe, Korea Utara, Srilanka, Myanmar, Yaman,Mozambik, Kamboja

Pengalaman tempur

- Menurut situs China defense.com today, sejumlah J-7 terlibat penyergapan AQM 134 AS dan menembak jatuh beberapa di antaranya dengan kanon dan roket 55mm, di tahun 1968-1969. Percobaan menembak dengan rudal PL-2 gagal

_ Mesir menggunakan F-7B bersama MiG-21MF untuk mencegat MiG-23 Libya yg suka terbang menyebrang perbatasan

-Selama perang Iran dan Irak kedua belah pihak menggunakannya sebagai penyerang darat.

-Srilanka menggunakannya sebagai penyerang darat

-Amerika membeli J-7 dalam jumlah sedikit untuk kebutuhan sekolah Top Gunnya

Spoiler for F-7 milik Iran:
^^^^^

pesawat andalanya MOMOD.. udah keluar...
Varian J-7I - J-7III

J-7I
Setelah sukses , produksi J-7 dialihkan ke Chengdu (CAC) , Sichuan;sementara mesin ditangani oleh Guizhou (GAIC). Guizhou. Setelah melakukan sejumlah modifikasi dr 1969-1975 lahirlah J-7I di tahun 1976, modifikasi yang dilakukan mencakup penambahan kanon menjadi dua, bukan satu. Varian awal J-7 dan J-7I hanya punya satu tempat kanon satu laras NR-30 di sebelah kanan. fixed intake juga diganti menjadi variable intake.
Selain itu juga ditambahkan parasut untuk pengereman, sehingga pesawat bisa mendarat di landasan sepanjang 800m .
Pesawat juga membawa rudal PL-1 (kopi dr AA-2 Atoll)

Karena buruknya kualitas kontrol kaibat revolusi kebudayaan pesawat hanya diproduksi terbatas dan kemudian dipensiunkan di awal tahun 1990-an, beberapa malahan dikonversi menjadi target drone

Versi ekspornya dinamakan F-7A , menggunakan mesin WP-7B yg jam overhaulnya lebih lama dari mesin sebelumnya. Varian ini diekspor ke Albania dan Tanzania di pertengahan 70-an

Spoiler for J-7I , kanopi masih membuka ke depan:


J-7II

Dikarenakan PLA tak puas dengan J-7I maka , Chengdu membuat racikan lain menjelang akhir 70-an yg disebut sebagai J-7II.

Perbedaan utama dengan J-7 dan J-7II adalah penggantian sistem kursi lontar, sistem kursi lontar pada J-7 dan J-7I adalah kanopi akan bersatu dengan kursi lontar dan terpisah beberapa saat kemudian, tujuan awalnya untuk melindungi pilot sebagai kapsul, namun dalam penggunaanya banyak merenggut jiwa pilot PLA, karena itu sistem digantikan dengan kursi lontar desain baru yg mirip kinerjanya dengan sistem barat, kanopi langsung lepas. Untuk kursi lontarnya menggunakan kopian kursi lontar SK Sovyet. Untuk membedakannya adalah kanopi membuka ke bulakang (rearward hinged canopy) dan bukan membuka ke depan (forward hinge canopy)

Selain itu penambahan mesin dengan WP-7B, sementara kapasitas tanki diperbesar menjadi 720 liter naik dr 480 liter dri versi awal (J-7 dan J-7I)

Plus pemakaian mesin WP-7B yang lebih panjang masa overhaulnya menjadi 200 jam, selain itu mesin ini lebih bertenaga.

Selain itu pesawat ini dapat menembakkan rudal Matra magic atau PL-7 (Kopian Matra Magic)
Pesawat ini mendapat tempat dan menjadi favorit PLA dan diproduksi dengan jumlah terbanyak

F-7B: merupakan varian ekspor dari J-7 II

Spoiler for J-7 II, perhatikan kanopinya yg membuka ke belakang:


J-7IIA: merupakan varian yang dilengkapi dengan avionik barat, sehubungan dengan honeymoon dengan barat di era 80-an, ciri khas tergampang adalah nose probe yang semula di tempatkan di bawah dipindahkan ke atas.

J-7IIH: di kemudian hari dikenal sebagai J-7H, merupakan varian terakhir dari J-7II dilengkapi dengan pylon yg bisa mengakomodir bom dan rudal PL-8 yg berpemandukan infra merah serta memperkuat kaki-kaki roda pendarat.


Spoiler for Kokpit J-7H:



F-7M: Selama masa honeymoon dengan barat di periode 1980-an, China membeli 100 perangkat avionik dari GEC Maconi Inggris. Chengdu diminta mengupgrade sejumlah J-7II dengan perangkat ini, namun proyek ini kemudian dibatalkan. Sekalipun demikian Chengdu tetap mengerjakannya. Hasilnya adaah F-7M yang terbang pada tahun 1983 dan memperoleh setifikasi produksi di tahun 1984. Pesawat ini laris manis dengan memperoleh order sebanyak 164 unit untuk ekspor ke sejumlah negara. Peningkatan pesawat ini menjadi F-7MP diterbangkan di tahun 1988.

Sejumlah modifikasi ditambahkan antara lain pilon ditingkatkan menjadi 5 buah, windscreen, nose probe yang dipenidahkan ke atas, memperkuat kaki-kaki roda pendarat. Serta untuk avionik mendapat perangkat GEC Marconi antara lain HUD tipe 956, Skyranger radar air to air denga kemampuan anti jamming, radar altimeter, IFF,air data computer dan radio komunikasi anti jamming

Spoiler for Bangladesh F-7M:


Spoiler for F-7M di awal-awal produksi:


F-7P Skybolt

Adalah F-7M versi Pakistan dengan 24 perubahan dengan spesifikasi Pakistan. Perubahan mencolok adalah pengunaan kursi lontar Martin Baker dan penambahan Radar Griffo menggantikan radar Skyranger


Spoiler for F-7P straffing:



J-7III/J-7C
Karena J-7I dan II tak mempunyai kemampuan bertempur segala cuaca, maka Chengdu mengajukan proposal perancangan pesawat tempur baru berkemampuan segala cuaca. Proposal diajukan di awal 1972 namun baru disetujui di akhir 1970-an. Proyek dikerjakan oleh Chengdu (CAC) dan Guizhou (GAIC), CAC bertanggung jawab terhadap fuselage, sementara Guizhou pada sayap dan roda pendarat. Proyek secara resmi dinamakan J-7III

Suatu kebetulan karena berkat spares parts ke Mesir untuk MiG tua mereka , MiG-17-21, Mesir bersedia memberikan contoh MiG-21MF dan MiG-23 di tahun 1979. Suatu berkah bagi industri dirgantara China.

Berdasarkan MiG-21MF, J-7III dibangun. Dijejali dengan radar JL-7 dan HUD,dan mesin baru WP-13 yang lebih kuat,namun dalam pengoperasiannya PLA sangat kecewa dengan pesawat ini, karena radar tak memiliki kemampuan BVR dan look down shoot down seperti yang dimiliki MiG-29 saat itu. Selain itu faktor lainnya adalah pesawat bertambah berat sehingga menyebabkan turunnya kemampuan manuver. Hanya 30 pesawat yang diproduksi dan ditempatkan di Hebei.

Spoiler for Kokpit J-7C:


J-7IV/J-7D

Untuk meningkatkan kemampuan J-7C, maka CAC memperbaharui kemampuan radar serta avioniknya pada J-7D, namun karena pesawat baru terbang di tahun 1995, dimana saat itu PLA sudah memperoleh akses ke Su-27 dan radar Zhuk bagi J-8II, maka pesawat ini pun hanya diproduksi dalam jumlah sedikit. Proyek ini pun dihentikan di tahun 1999, sehinga CAC semakin berkonsentrasi ke J-10.

Spoiler for J-7D:



JJ-7: adalah J-7 berkursi ganda berdasarkan J-7H dibuat oleh Guizhou sejak tahun 1981, dibuat berdasarkan MiG-21U hasil imbal beli spare parts dari Mesir

JJ-7II: adalah penambahan avionik supaya sesuia dengan J-7E, sehingga memudahkan pelatihan
Spoiler for JJ-7:



J-7FS: adalah J-7 untuk uji coba chin intake ala F-8 Crusader. Pesawat hanya sampai di prototipe, kemungkinan untuk menguji airflow dengan chin intake

Spoiler for J-7 FS:
J-7 pujaan momod ijo

J-11 donk
Chengdu J-7E

J-7E merupakan varian J-7 generasi ke 3 yang dikembangkan Chengdu di era 90-an, setelah gagal mengembangkan penempur segala cuaca J-7C dan D (J-7III)

Chengdu melakukan redesain kembali dari J-7II, mereka melakuakn desain double delta wing seperti pada Su-15 Flagon dan J-35 Drakken, dengan hasil Sayap baru mempertahankan sudut terdepan menyapu yang ada dari 57 ° ke dalam tetapi telah mengurangi sapuan sudut 42 ° di sayap luar. Hasilnya wing area juga bertambah besar sehingga dapat mengakomodasi BBM lebih banyak dr versi aslinya


Spoiler for Sayap double delta pada Su-15:


Spoiler for Sayap double delta pada J-35 Drakken:

Kanon tetap dipertahankan, namun mesin digantikan menjadi WP-13F yg lebih kuat dari WP-7B. Pesawat memasuki dinas aktif sejak tahun 1995

Spoiler for J-7E:


Dilengkapi dengan radar pulse doppler dan sudah dilengkapi Chaff, daya angkut meningkat menjadi 2 ton

F-7 MG: Versi ekspor dari J-7E yang dilengkapi dengan radar Super Skyranger dan Marconi avionic sudah HOTAS dan dilengkapi HUD. Belum ada peminatnya sampai sekarang

F-7PG: J-7e versi Pakistan dengan radar Griffo dan kanopi depan diganti dengan one piece canopy

[spoiler=F-7 PG milik Pakistan
[/spoiler]

J-7G:versi J=7E yang paling canggih, semua J-7E akan diupgrade avioniknya ke J-7G. Pesawat ini memasuki dinas sejak tahun 2004, divisi udara di Urumqi, Xinjiang adalah tempat pertama yg menerimanya

Spoiler for J-7G, perhatikan kanopi depan yg mengadopsi one piece canopy:


J-7EB: adalah pesawat khusus untuk aerobatik dengan melepas kanon dan dilengkapi dengan generator asap di perut

Spoiler for J-7 milik 1st August Aerobatik team:


Spoiler for J-7BG milik Bangladesh:


Spoiler for Kokpit F-7BG, Bangladesh:


Spesifikasi :
machine : 1x Liyang WP-13F
wingspan : 8.32 m
wing area: 24.88 sq_m
length (no probe) : 13.46 m
height : 4.125 m

empty weight : 5,292 kg
normal loaded weight : 7,540 kg
MTO weight : 9,100 kg

max speed at altitude : 2,175 KPH
service ceiling : 19,000 m
combat radius : 850 km

Senjata : 1 x Canon Tipe 30
AAM : PL-2, PL-7, Rocket launcher dan LGB 250 kg
Pabrikan: Chengdu



Pemakai J-7E: China (AU dan AL), Pakistan, Bangladesh, Nigeria, Namibia dan Tanzania

Total 2.400 unit J-7 series yang diprodusksi.China masih menggunakan sekitar 1.000-an J-7H dan J-7E/G, rencana ke depan akan digantikan oleh JF-17 dan J-10. Sekalipun J-7 sudah ditutup lini produksinya, namun sepanjang ada pesanan untuk J-7E/G masih akan dikerjakan seprti kasus Namibia dan Nigeria yang penyerahannya dilakukan 2008 lalu.Untuk seri J-7E/G sendiri hanya diproduksi 300-400 unit (Domestik dan ekspor)

Fakta unik:

1. J-7E/G merupakan satu-satunya turunan MiG-21 yang masih diproduksi sampai sekarang.
2. Saat para pilot senior J-7 dittransfer ke Su-27 mereka mengeluhkan ketidaknyamanan karena kokpit yang lebih luas ketimbang J-7 sehingga lebih lama dalam menjangkau tombol-tombol panel
Foto-Foto Tambahan sekitar J-7

Spoiler for J-7I sebagai bahan propaganda, perhatikan tekhnisi yang memegang buku merah Mao:

Spoiler for J-7 milik Iran:

Spoiler for J-7 Irak:

Spoiler for J-7G:

Spoiler for J-7H, masih dioperasikan AU China bersama dengan J-7G:



Spoiler for F-7 Skybolt Pakistan:


[spoiler=F-7 PG Pakistan, perhatikan kanopi depanya yang sudah menganut one piece canopy beda dengan F-7 Skybolt]
[/spoiler]



Spoiler for J-7 PG Pakistan dapat membawa bom berpemandu laser. Pakistan pemakai J-7 terbanyak di luar China:


[spoiler=F-7 N milik Nigeria
[/spoiler]

[spoiler=F-7NM Namibia

[/spoiler]

[spoiler=J-7G , diguakan sebagai Pasukan Biru (Agresor) jika dalam latihan perang PLA
[/spoiler]

Spoiler for F-7M milik Irak:


Spoiler for Evolusi J-7:
Shenyang J-8

Berhubung dengan bantuan tekhnis MiG-21 F-13 tahun 1962, Shenyangh juga mendapat akses ke MiG Ye-152 pesawat delta dengan mesin ganda.

Quote:MiG Ye-152


Saat itu China terganggu dengan penerbangan U-2 Taiwan, sekalipun beberapa berhasil ditembak jatuh, namun mereka membutuhkan pesawat penyergap untuk terbang tinggi. Penempur baru juga diharapkan dapat menyergap B-58 Hustler dan F-105 Thunderchief

PLA mensyaratkan penempur baru sebagai berikut:

-kecepatan Mach 2.2
-dapat mencapai ketinggian 20km
-dapat menanjak dengan kecepatan 200m/detik
-dilengkapai radar dan rudal BVR
-Radius tempur 750-1.000km

Dua kandidat Shenyang dan Chengdu mengajukan proposal masing-masing, Shenyang berupa konsep J-7 yang diperbesar dengan dua mesin sementara Chengdu dengan konsep satu mesin.Sayangnya proposal Chengdu terlalu canggih bagi kemampuan aviasi China saat itu, maka dipilihlah desain J-8 pada tahun 1965.

Dengan cepat dipimpin oleh desainer Huang Zhigan proyek dikembangkan sehingga dua prototipe sudah roll out di tahun 1969, sayangnya proyek ini terganggun revolusi kebudayaan (1969-1976), sehingga pesawat baru disertifukasi di tahun 1979 dan baru dapat memasuki dinas aktif di tahun 1981.

Spoiler for Roll out di 1969:


Pesawat pada dasarnya mirip MiG-21 yang diperbesar dengan dua mesin ditenagai dengan mesin WP-7B dan pesawat memiliki daya angkut seberat 2, 5 ton yang dapat diakomodir pada keempat pilon di sayapnya.

Selain itu juga dilengkapi dengan kanon tipe 30-1 dibandingkan rencana memasang kanon 4 laras kaliber 30mm, karena keterlambatan pengembangannya. Selain itu kegagalan penegmabangan rudal BVR PL-4 mengalami kegagalan sehingga pesawat hanya dapt membawa rudal PL-2 saja.

Versi awal juga memiliki sistem kursi lontar yang mirip dengan MiG-21F-13 sebelum akhirnya dirubah seperti halnya J-7II

Akibat lambatnya pengembangan radar dan avionik, pesawat J-8 memiliki performans yang mengecewakan yang tak diharapkan, karena pesawat sepenuhnya bergantung pada GCI

Hanya 70-80 pesawat yang diproduksi,pesawat banyak yang dikonversi ke versi intai JZ-8. Pesawat dipensiunkan pada tahun 1990-an

Pesawat ini diklaim sebagai penempur rancangan China yang pertama.

Spesifikasi:

WEIGHTS
Take-off weight\t12700 kg\t
DIMENSIONS
Wingspan\t9.34 m\t
Length\t20.50 m\t
Height\t5.06 m\t
Wing area\t42.20 m2\t
PERFORMANCE
Max. speed\t2230 km/h\t1386 mph
Range\t2000 km
Armament: 2 Tipe 30-1 kaliber 30mm, 4 PL-2B
Mesin : 2 x WP-7B
Pabrikan : Shenyang

Pemakai: China (AU dan AL)
Varian J-8

J-8 : pesawat awal produksi hanya diproduksi sekitar 30 unit, hanya dapat membawa 2 rudal saja

Spoiler for J-8 perhatikan kanopi yang masih membuka ke depan:


J-8I : dilengkapi dengan 11 tambahan perubahan di antaranya kanopi sudah rearward hinged canopy yang membuka ke belakang, dilengkapi gunsight baru, dilengkapi panel kokpit baru dan sudah dilengkapi radar SL-7 (kemampuan 40 km) terbang pertama kali di tahun 1981, kanon 30mm diganti dengan kaliber 23mm, hasil kopian GSh-23-2 dari MiG yang diberikan Mesir
Untuk rudal yang dibawa baru rudal jarak pendek PL-2 atau PL-7
Pesawat mulai diproduksi sejak tahun 1985, dan diproduksi dalam jumlah terbatas digunakan oleh AU dan AL
J-8I


JZ-8: Dilengkapi dengan pod kamera dan sebanyak dua resimen dilengkapi dengan pesawat ini sampai sekarang.

J-8E : upgrade J-8I di pertengahan tahun 1990 selain ditambahkan ECM dan RWR

J-8I ACT (Active Control Technology Demonstrator):untuk pengujian sistem FBW, China berhasil mengembangkan FBW analog di tahun 1989 dan digital FBW pada tahun 1990, keduanya dites pada pesawat ini.Sayangnya pesawat ini harus discrap karena kecelakaan pada tahun 1991

Spoiler for J-8ACT:
×