KASKUS

Poll: Jumlah korban jiwa dari bencana alam bisa diminimalisir, apa yang harus dilakukan?

Pemerintah dan Masyarakat Lebih Tanggap Bencana 60% (27 votes)
Memperbanyak Satgas dan Relawan Penanggulangan dan Pasca Bencana 2% (1 votes)
Memperbesar Jumlah Anggaran Penanggulangan Bencana Daripada Kunjungan Kerja Pemerintah 38% (17 votes)

Bencana Alam Terdahsyat Di Indonesia 2010

Quote:
BENCANA ALAM TERDAHSYAT DI INDONESIA 2010

TANAH LONGSOR TENJOLAYA

Terjadi pada 23 Februari 2010 di Tenjolaya, Pasirjambu, Bandung. Lokasi longsor meliputi 3 RT dari 15 RT di RW 18. Longsor ini menimbun 50 rumah bedeng milik buruh, longsor juga menimbun satu pabrik pengolahan teh, satu gedung olahraga, satu koperasi karyawan, satu puskesmas pembantu, dan satu masjid. Jumlah korban jiwa, akibat longsor berjumlah 45 orang, terdiri dari 12 orang laki-laki, 21 orang perempuan, dan 12 orang anak-anak berdasarkan dari data pengaduan dari masyarakat yang kehilangan anggota keluarga kepada posko penanganan bencana longsor. Para korban selamat longsor Tenjolaya mengungsi keberbagai tempat, diantaranya di Desa Sugihmukti, Pasirjambu, Cisondari, dan Tenjolaya di Kecamatan Pasirjambu, dan juga di Desa Rancabali dan Rawabogo Kecamatan Ciwidey. Pencarian korban longsor akan dilakukan hingga jam 12.00 pada 1 Maret 2010, apabila tidak ditemukan kembali korban longsor, maka lokasi longsor akan dijadikan kuburan masal.


LETUSAN GUNUNG SINABUNG

Sinabung bersama Sibayak di dekatnya adalah dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara. Ketinggian gunung ini adalah 2.460 meter. Gunung ini menjadi puncak tertinggi di Sumatera Utara. Gunung ini belum pernah tercatat meletus sejak tahun 1600. Sejak 27 Agustus 2010, gunung ini mengeluarkan asap dan abu vulkanis. Pada tanggal 29 Agustus 2010 dini hari sekitar pukul 00.15 WIB (28 Agustus 2010, 17.15 UTC), gunung Sinabung mengeluarkan lava. Dua belas ribu warga disekitarnya dievakuasi dan ditampung di 8 lokasi. Abu Gunung Sinabung cenderung meluncur dari arah barat daya menuju timur laut. Sebagian Kota Medan juga terselimuti abu dari Gunung Sinabung. Bandar Udara Polonia di Kota Medan dilaporkan tidak mengalami gangguan perjalanan udara. Satu orang dilaporkan meninggal dunia karena gangguan pernafasan ketika mengungsi dari rumahnya.
Pada tanggal 3 September, terjadi 2 letusan. Letusan pertama terjadi sekitar pukul 04.45 WIB sedangkan letusan kedua terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Letusan pertama menyemburkan debu vuklkanis setinggi 3 kilometer. Letusan kedua terjadi bersamaan dengan gempa bumi vulkanis yang dapat terasa hingga 25 kilometer di sekitar gunung ini. Pada tanggal 7 September, Gunung Sinabung kembali metelus. Ini merupakan letusan terbesar sejak gunung ini menjadi aktif pada tanggal 29 Agustus 2010. Suara letusan ini terdengar sampai jarak 8 kilometer. Debu vulkanis ini tersembur hingga 5.000 meter di udara.



BANJIR WASIOR

Adalah bencana banjir bandang yang terjadi pada 4 Oktober 2010 di Wasior, Teluk Wondama, Papua Barat. Banjir bandang terjadi, karena kerusakan hutan di Wasior, sehingga hujan tiada henti yang terjadi sejak Sabtu, 2 Oktober 2010 hingga Minggu, 3 Oktober 2010 menyebabkan Sungai Batang Salai yang berhulu di Pegunungan Wondiwoy meluap.
Banjir yang terjadi menyebabkan banyak infrastruktur di Wasior hancur termasuk lapangan udara di Wasior, sementara kerusakan juga menimpa rumah warga, rumah sakit, dan jembatan. Kerusakan yang terjadi disebabkan banjir yang terjadi membawa serta batu-batuan besar, batang-batang pohon, lumpur. Bencana banjir bandang yang terjadi juga mengganggu hubungan komunikasi, jaringan listrik terputus dan aktifitas masyarakat lumpuh.
Banjir bandang juga menyebabkan 110 orang tewas dan 450 orang masih dinyatakan hilang. Sementara sebagian korban luka-luka dibawa ke Manokwari dan Nabire. Sementara sebagian korban luka lainnya dan warga yang selamat ditampung di tempat-tempat pengungsian. Akibat banjir yang terjadi yang merusak rumah warga dan infrastruktur banyak warga yang selamat memutuskan mengungsi ke Manokwari dengan menggunakan kapal laut.



TSUNAMI MENTAWAI

Tsunami di kepulauan Mentawai ini terjadi pada tanggal 26 Oktober 2010. Tsunami ini diawali gempa berkekuatan 7,2 skala richter Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, telah menewaskan 112 orang, 502 lainnya dinyatakan hilang, dan 4.000 keluarga mengungsi. Tsunami yang terjadi di Mentawai adalah sebuah bencana yang tidak terduga dan tidak bisa diprediksi sehingga banyak jatuh korban saat peristiwa itu terjadi. Menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, korban dari Tsunami mencapai 445 orang.
Data BPBD menunjukkan korban jiwa terbesar berasal dari dusun Muntei sebanyak 114 orang dan dusun Sabeugunggung sebanyak 121 orang Desa Betumonga, Kecamatan Pagai Utara. Korban jiwa dalam jumlah besar juga dialami oleh masyarakat dusun Balerak Sok dan dusun Taparaboat, Desa Malakopa, Kecamatan Pagai Selatan. Korban jiwa mencapai 58 orang, sisa korban jiwa lainnya tersebar di Desa Bosua dan Desa Beriuleu di Kecamatan Sipora Selatan, Desa Bulasat di Kecamatan Pagai Selatan, Desa silabu di Kecamatan Pagai Utara, serta Desa Taikako di Kecamatan Sikakap. BPBD juga mencatat jumlah penduduk yang masih belum ditemukan mencapai 58 orang. Sedangkan jumlah korban luka berat sebanyak 175 orang dan luka ringan sebanyak 325 orang. Penduduk yang mengungsi pun mencapai ribuan orang. BPBD mencatat jumlah pengungsi dari empat kecamatan di Mentawai yang menjadi korban keganasan tsunami mencapai 15.353 jiwa.



LETUSAN GUNUNG MERAPI

Aktivitas seismik dimulai pada akhir September 2010, dan menyebabkan letusan gunung berapi pada hari Selasa tanggal 26 Oktober 2010, mengakibatkan sedikitnya 28 orang tewas, termasuk juru kunci Merapi, Mbah Maridjan. Menurut data dari Pudalops Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada hari Sabtu (13/11/2010) pukul 18.00 WIB, jumlah korban meninggal menjadi 240 jiwa.
Secara lebih rinci BNPB memaparkan bahwa dari 240 korban yang meninggal akibat letusan Gunung Merapi, terbanyak berasal dari Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta dengan jumlah 186 orang. Akibat luka bakar 157 orang dan non luka bakar 29 orang. Sedangkan korban yang meninggal lainnya berasal dari Klaten, Boyolali, dan Magelang. Di Klaten terdata lima orang meninggal akibat luka bakar dan 23 orang lainnya meninggal akibat non luka bakar. Sedangkan 7 orang meninggal di Boyolali dan 19 orang meninggal di Magelang, semuanya korban meninggal di kedua kabupaten tersebut diakibatkan non luka bakar.
Secara keseluruhan, jumlah korban yang dirawat inap dibeberapa Rumah Sakit di Sleman, Klaten, Boyolali, Magelang dan Kota Magelang sebanyak 486 pasien. Untuk jumlah pengungsi, tercatat total keseluruhan warga Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengungsi berjumlah 396.407 orang yang terbagi dari 637 titik pengungsi.



LETUSAN GUNUNG BROMO

Setelah dinyatakan kondisi awas dalam 4 hari, akhirnya Gunung Bromo benar-benar meletus. Gunung yang terlhat sangat eksotik itu meletus sekitar pukul 17.22 WIB, Jum’at 26 November 2010. Letusan Gunung Bromo itu mencapai ketinggian sekitar 600 meter. Namun letusan pertama itu masih tergolong kecil. Beberapa hari setelah itu, bromo berulangkali mengeluarkan asap vulkanik, namun intensitasnya sudah menurun. Setelah dinyatakan menurun, justru kondisi letusan Gunung Bromo ini kembali meningkat hingga saat ini. Sampai saat ini Gunung Bromo masih dinyatakan terbuka untuk wisatawan dengan batasan tidak sampai lautan pasir. Meski begitu, sampai saat ini belum diketahui adanya korban jiwa akibat letusan gunung yang memiliki ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut (Dpl) itu.


Dikumpulkan dari berbagai macam sumber


Spoiler for No Repsol:


Spoiler for H2C:






NO JUNK PLEASE
semoga bencana tersebut tidak terjadi lagi di negara kita ini gan

Kaskuser Comment

Quote:Original Posted By dikadikuy
ngeri gan sama bencana2 yang terjadi..
mungkin itu teguran dari tuhan..
kitta harus bnyak2 introspeksi diri..


Quote:Original Posted By the01
ya peran masyarakat dan pemerintah lah yg harus cepet tanggep..
kl bukan, siapa lagi ??
negara tetangga ?
tar malah diklaim bencana itu punya mereka lg


Quote:Original Posted By bangganjay
harus lebih tanggap bencana, kasih penyuluhan + sosialisasi, mungkin sementara itu dulu gan


Quote:Original Posted By sedangmenggila
semoga ini menjadi pelajaran bagi para pemimpin negeri ini agar lebih memperhatikan rakyat


Quote:Original Posted By hengkoyz8544
Ini akibat ulah manusia yang selalu ekploitasi alam abis2an Gan ....


Quote:Original Posted By ats2500
pemerintah dan masyarakat mang harus cepat tanggap dalam menganggapi tanda² bencana alam, jgn sok nekat...


Quote:Original Posted By kwacymen
korban jiwa yg jatuh bakal bs di minimalisir dgn cara pemerintah jauh lebih tanggap n pihak2 yg berwajib lebih intent tuk memberikan warning sign kepada penduduk n penduduk jg harus menaggapi'a dgn sigap n tdk menganggap remeh sebuah bencana alam....tp dibalik ntu semua kita harus sayang ma alam supaya alam sayang ma kita ane bantu rate

smoga di tahun yg akan datang,
bencana untuk INDONESIA berakhir.
Amin
pej wan aja

masya allah ...

semoga ditahun berikutnya tidak ada lagi bencana
amin
semoga di tahun 2011 daftar ini tidak akan bertambah panjang
jangan sampe ada bencana lagi deh gan ane ngeliatnya

udah banyak sodara2 kita yg udah kerenggut nyawanya :sedih
ngeri gan sama bencana2 yang terjadi..
mungkin itu teguran dari tuhan..
kitta harus bnyak2 introspeksi diri..
serem banget gan
moga taggal 26 desember gag terjadi apa2
Merapi gan yg ane rasain langsung di jogja
subhanallah.. ane pejwan..
nampaknya alam dan bumi dah mulai ga bersahabat, atau kita sebagai manusia ga menjaga dan melestarikan alam
Bencana merapi ngeri gan,,,

ane kemaren abis dari Kinarejo... daerah t4 e Mbah marijan...
buset dah.... hampir gak ada pohon yg hidup....
bambu2 pada tumbang ke arah selatan...

tapi lucu nya,,, ada rumput alang2 yg sedikit menghijaui daerah tersebut...
ada pula yg masih membetulkan atap rumah, nge cat...

semangat buat para pengungsi...
semoga Allah selalu melindungi bangsa ini dari segala bencana
serba salah nih

pokoknya semua hal yg terjadi untuk Indonesia tercinta pasti ada hikmahnya
sedihh gan ane ngenangnya
bencana besar selalu akhir taun ya gan
semoga taon depan ga ada lagi gan
semoga negara kita tidak ada bencana seperti ini lagi tahun depan...
×