Anggrek Hibrida (Perawatan & Budidaya)

Perbedaan musim bunga , morfologi bunga, faktor perbedaan genetika, dan sebagainya. Menyebabkan anggrek jarang sekali kimpoi silang secara alami. Namun kendala tersebut dapat diatasi dengan campur tangan manusia (rekayasa).

Kegiatan penyilangan anggrek oleh manusia bertujuan mencari bibit yang mempunyai banyak sifat-sifat unggulnya (hibridisasi), seperti : rajin berbunga, tahan hama dan penyakit, memiliki tingkat adaptasi sangat tinggi, ukuran bunga besar dan tebal,corak warna indah dll.

Hibrida adalah ???

• Hibrida merupakan keturunan dari dua varietas, subspesies, spesies, atau dua genus yang berbeda.
Untuk dua yang pertama, hibridanya disebut hibrida intraspesifik, untuk yang ketiga disebut hibrida interspesifik, dan yang terakhir disebut hibrida intergenerik.

• Hibrida merupakan silangan antar populasi, antar kultivar, atau antar galur dalam suatu spesies. Pengertian ini sering dipakai dalam pemuliaan tanaman (pemuliaan anggrek).




Mengenal Anggrek



Berdasarkan tipe pertumbuhannya Anggrek terbagi menjadi 2 kelompok yaitu :

Monopodial
Anggrek ini hanya memiliki satu batang dan satu titik tumbuh saja. Bunganya tumbuh dari ujung batang. Anggrek ini dapat diperbanyak dengan stek batang dan biji. contoh: Vanda sp., dan Phalaenopsis sp. (Anggrek Bulan).

Simpodial
Anggek ini memiliki lebih dari satu titik tumbuh. Tunas baru muncul dari sekitar batang utama. Bunga bisa muncul di pucuk atau sisi batang, tetapi ada juga yang muncul dari akar tunggalnya. Batangnya menyimpan air cadangan makanan atau di sebut umbi semu. Anggrek ini dapat diperbanyak dengan cara split, pemisahan keiki, dan biji. Contoh: Dendrobium sp., Cattleya sp.


Berdasarkan tempat tumbuhnya Anggrek terbagi menjadi :

Anggrek Epifit
Anggrek yang tumbuh menumpang pada pohon lain tanpa merugikan tanaman inangnya dan membutuhkan naungan dari cahaya matahari. Akar anggrek menyerap makanan dari air hujan, kabut dan udara sekitar. Contoh : Cattleya sp., Dendrobiumsp.,

Anggrek Terestial
Anggrek yang tumbuh di tanah dan membutuhkan cahaya matahari langsung. akarnya mengambil makanan dari tanah.

Anggrek Saprofit
Anggrek yang tumbuh pada media yang mengandung humus atau daun-daun kering, serta menbutuhkan sedikit cahaya matahari. Jenis ini tidak memiliki daun dan klorofil. Contoh : Goodyera sp.

Anggrek Litofit
Anggrek yang tumbuh pada batu-batuan atau tanah berbatu, dan tahan terhadap cahaya matahari penuh. Anggek ini mengambil makanan dari hujan, udara, humus. Contoh : Paphiopedilum sp.



"Anggrek" Perawatan

Merawat anggrek tidaklah sesulit seperti yang dibayangkan. Secara umum agar anggrek dapat tumbuh dengan baik, kita harus "meniru" kondisi dimana anggrek tersebut hidup di habitatnya. Sedangkan anggrek hibrida (hasil persilangan) lebih mudah beradaptasi daripada induknya dan lebih toleran terhadap lingkungan yang berbeda.

Memelihara anggrek perlu kesabaran yang tinggi. Ada yang setelah dirawat 3-4 tahun kemudian baru berbunga. Ada yang ketika dirawat secara khusus tidak mau berbunga, tetapi ketika dibiarkan tumbuh apa adanya malah rajin berbunga.

Anggrek termasuk tanaman yang kecepatan pertumbuhannya relatif lambat. Kecepatan pertumbuhan juga berbeda untuk masing2 jenis anggrek. Hal itu yang kadang2 menyebabkan pemula yang kurang sabar menjadi "putus asa" ditengah jalan karena setelah beberapa bulan anggrek yang dipelihara belum memperlihatkan pertumbuhan yang berarti. Berbeda dengan tanaman lain yang dalam beberapa bulan mungkin sudah berbunga banyak.

Pertumbuhan yang baik juga tidak terlepas dari bagaimana perawatannya.
Bagi pemula disarankan untuk memulai dengan anggrek yang mudah perawatannya seperti : Dendrobium.

Secara umum pertumbuhan dan perkembangan anggrek dibagi menjadi 2 tahap, yaitu:

  • Pertumbuhan Vegetatif : bertambahnya ukuran tanaman dari bibit hingga menjadi dewasa.

  • Pertumbuhan Generatif : tumbuhnya sarana untuk berkembang biak (bunga dan buah).


Faktor2 penting yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anggrek meliputi :
Catatan :Informasi diatas hanya bersifat umum.


"Anggrek" Genus & Perawatannya

Perawatan untuk masing-masing genus mungkin berbeda sesuai dengan karakteristik, sifat tumbuh dan lingkungan asal habitatnya.

Misal, anggrek yang mempunyai umbi semu (pseudobulb) biasanya lebih tahan terhadap kekurangan air daripada yang tidak mempunyainya.
Anggrek yang berdaun lebar dan tipis biasanya tumbuh dibawah pohon besar yang menerima lebih sedikit cahaya matahari.

Untuk saat ini hanya akan dibahas perawatan untuk beberapa kelompok genus yang populer saja seperti :
pertamax sekarang wajib!!


ditunggu cara bikin anggrek botolan om..

"Anggrek" Genus & Perawatannya

Dendrobium




Dendrobium adalah salah satu genus yang terbanyak speciesnya. Sekitar 1500 species tersebar di India, Burma, Srilangka, Cina, Indonesia, Jepang dan Australia.

Dapat ditemukan mulai dari dataran rendah sampai puncak gunung seperti Himalaya. Karena penyebarannya luas, maka jenis ini mempunyai berbagai kultur yang berbeda.

Berdasarkan pertumbuhannya, dendrobium biasanya dibagi dalam 6 kelompok yaitu :

CALLISTA :
Kebanyakan batangnya berumbi dan daunnya kaku. Bunganya berkelompok menggantung kebawah dan kebanyakan sangat wangi. Jenis ini termasuk 'evergreen' (tetap hijau) yang berarti daunnya tidak akan rontok karena musim.

Species : aggregatum (lindleyi), amabile, chrysotoxum, densiflorum, farmeri, sulcatum, thyrsiflorum, dll.

Suhu udara :
Pada masa aktif/pertumbuhan suhu udara Pada malam hari 15°C - 18°C (60° - 65°F) dan 24° - 32°C (75° - 90°F) pada siang hari.
Pada masa istirahat (rest period) suhu malam hari 10°C (50°F).

Cahaya :sedang sampai terang. Cahaya matahari maksimum sangat penting untuk mendorong pembungaan.

Air dan pupuk :
Pada masa aktif, siram jika media sudah hampir kering dan beri pupuk rutin seminggu sekali.
Pada masa istirahat, siram hanya untuk mencegah umbi batang tidak menjadi mengkerut (karena kekeringan) dan tanpa pupuk samasekali.

SPATULATA (antelope-type) :
Jenis ini termasuk 'evergreen' (tetap hijau) yang berarti daunnya tidak akan rontok karena musim. Kebanyakan pohonnya besar dan kuat, tangkai bunga muncul dari bagian atas batang, bunganya seperti tanduk antelope dan tahan lama.

Species : antennatum, canaliculatum, discolor, gouldii, johannis, lineale (veratrifolium), stratiotes, strebloceras, taunnum, dll.

Suhu udara :
Pada malam hari 15°C - 18°C (60° - 65°F) dan 24° - 32°C (75° - 90°F) pada siang hari sepanjang tahun tanpa masa istirahat.

Cahaya : sedang sampai terang.

Air dan pupuk :
Siram jika media sudah hampir kering dan beri pupuk rutin seminggu sekali.

DENDROBIUM :
Jenis ini termasuk anggrek suhu dingin sampai sedang. Kebanyakan tanaman jenis ini bergantung dengan daun tumbuh disepanjang batangnya. Terdapat 2-5 bunga pada setiap tangkai yang muncul dari ruas teratas batang yang sudah tidak ada daunnya.

Species :

Group 1 : chrysanthum, friedricksianum, nobile, wardianum.
Group 2 : anosmum, crassinode, falconeri, fimbriatum, findlayanum, heterocarpum (aureum), loddigesii, moniliforme, parishii, primulinum, transparens.

Suhu udara :
Group 1 : pada masa pertumbuhan (mulai tumbuh akar baru sampai muncul daun terakhir pada batang) suhu udara berkisar antara 12°C sampai 29°C (55° - 85°F).
Pada masa istirahat suhu udara pada malam hari 10°C (50°F).
Group 2 : sama seperti group 1 hanya pada masa istirahat suhu malam hari 13°C (55°F).

Cahaya : terang (3500-4500 fc).

Air dan pupuk :
Pada masa pertumbuhan, siram secukupnya dan beri pupuk secara berkala.
Pada masa istirahat, siram hanya supaya tidak kekeringan dan tanpa pupuk.

LATOURIA :
Daun pada batang yang paling atas besar dan kaku. Tangkai bunga tegak, bunga biasanya berwarna kuning-hijau.

Species : atroviolaceum, macrophyllum, spectabile, dll.

Suhu udara :
Pada malam hari 15°C - 18°C (60° - 65°F) dan 24° - 32°C (75° - 90°F) pada siang hari. Pada masa istirahat, suhu lebih dingin.

Cahaya : sedang sampai terang.

Air dan pupuk :
Pada masa aktif, siram jika media sudah hampir kering dan beri pupuk rutin seminggu sekali.
Pada masa istirahat, siram hanya untuk mencegah tidak kekeringan dan tanpa pupuk samasekali.

FORMOSAE :
Umbi batang seperti tongkat, dengan rambut hitam jelas terlihat pada pelepah daun dan batang.
Bunga biasanya putih, besarnya sampai 10cm dan 2-3 bunga bersamaan muncul dari dekat ujung batang.

Species : bellatulum, dearii, draconis, formosum, infundibulum, lowii, lyonii, margaritaceum, sanderae, schuetzii.

Suhu udara :
sedang sampai dingin, 10°C - 15°C (50° - 60°F) dan maksimum 29°C (85°F) pada siang hari.

Cahaya : sedang.

Air dan pupuk :
Siram dan beri pupuk ketika masa pertumbuhan, beri sedikit istirahat (kering tanpa air) ketika pertumbuhan berakhir. Tetap jaga agar tetap kering (sedikit sekali basah) sampai pertumbuhan mulai kembali.

PHALAENANTHE :
Jenis ini termasuk anggrek suhu sedang sampai panas. Umbi batangnya tinggi dan ramping. Jenis ini bisa daunnya tetap hijau (tidak rontok), bisa pula rontok (deciduous) tergantung kondisi pemeliharaannya.

Species: affine, bigibbum (phalaenopsis), dicuphum, williamsianum.

Suhu udara :
sedang sampai panas (60-65F pada malam hari).

Cahaya : teduh sampai sedang.

Air dan pupuk :
Siram dan beri pupuk secara rutin ketika masa pertumbuhan, kurangi penyiraman dan pupuk ketika masa pertumbuhan selesai.

Species lain :
Diantaranya species yang populer adalah Den. linguiforme, Den. tetragonum, Den gracillimum dan Den. cuthbertsonii (sophronitis).

Pemeliharaannya tergantung dari kehidupan di habitat aslinya.
Untuk amannya, tanam pada suhu sedang sampai panas (55 - 60°F pada malam hari), biarkan kering ketika masa istirahat.

Keterangan :
-Masa pertumbuhan aktif (active growth period) : mulai tumbuh akar baru, tumbuh tunas baru sampai muncul daun terakhir pada batang.
-Masa istirahat (rest period) : tidak ada pertumbuhan baik akar batang maupun daun baru.
-Untuk hybrid, toleransi suhu dan cahaya tergantung dari kedua induknya.

Sumber : Angrek Info

"Anggrek" Genus & Perawatannya

Phalaenopsis




Phalaenopsis termasuk jenis tanaman monopodial (tumbuh hanya satu batang setiap tanaman). Salah satu speciesnya menjadi bunga kebanggaan Indonesia yaitu anggrek bulan (phalaenopsis amabilis).

Anggrek ini mudah dipelihara dan rajin berbunga, tetapi rentan terhadap penyakit busuk pada pucuk batang (Crown Rot).

Kultur dibawah ini adalah untuk genus secara umum, ada beberapa species yang memerlukan lingkungan yang agak berbeda. Untuk hibrida tergantung dari kultur kedua induknya.

CAHAYA
Phalaenopsis memerlukan cahaya teduh.
Letakkan pada tempat teduh seperti dibawah pohon.
Cahaya matahari yang langsung dapat membakar daunnya.

SUHU UDARA :
Suhu minimum 15°C (60°F) pada malam hari dan 32°C (90°F) pada siang hari.

KELEMBABAN UDARA :
50 - 80%

PENYIRAMAN :
Disiram jika media sudah hampir kering sampai pada dasar pot.
Siram lebih sering ketika akan berbunga dan selama masa berbunga.
Pucuk batang (crown) dan daun harus dalam keadaan kering pada malam hari, ketika suhu udara mulai menurun untuk menghindari bakteri dan cendawan yang dapat mematikan tanaman.

PEMUPUKAN :
Pupuk harus diberikan secara rutin.
Setengah dari takaran pada label untuk setiap 2 kali penyiraman atau seperempat untuk setiap kali penyiraman.

SIRKULASI UDARA :
Sirkulasi udara yang baik sangat diperlukan, salah satunya untuk menghindari serangan cendawan/bakteri. Jika perlu gunakan kipas angin (fan) untuk menjaga udara tetap mengalir disekitar tanaman tetapi jangan diarahkan langsung ke arah tanaman untuk menghindari tanaman menjadi rusak.

POTTING :
Media tanam yang baik tergantung bagaimana kebiasaan penyiraman dan dimana phalaenopsis tersebut ditanam. Jika terbiasa menyiram dengan banyak air, maka sphagnum moss mungkin bukanlah pilihan yang baik. Jika ditanam pada daerah panas maka diperlukan media yang dapat menyimpan air lebih lama dan sphagnum moss mungkin pilihan yang baik. Media tanam yang umum digunakan adalah: pakis, sabut kelapa, kulit kayu pinus, arang, sphagnum moss dll.

BUNGA :
Bunga dapat bertahan 1-6 bulan dan dapat berbunga 2-3 kali setiap tahun.
Setelah berbunga pada pertama kali, potong tangkai bunga persis dibawah node dimana tempat bunga pertama muncul. Dari node paling atas ada kemungkinan muncul bunga baru atau tunas tanaman baru (keiki).
Jika tunas tersebut akan dipindah/dipotong, tunggu sampai panjang akarnya minimal 5cm dan daunnya sudah cukup besar.

Tips dari pakar :
-Suhu dan cahaya adalah faktor utama untuk sebagian besar jenis Phalaenopsis dapat berbunga.
-Untuk membentuk tangkai bunga (spike), jaga temperatur secara konsisten dibawah 28°C (82°F).
-Pada suhu 32°C (90°F), meskipun hanya untuk waktu singkat, akan mencegah pembentukan tangkai bunga.Dengan kata lain, untuk menahan supaya tidak berbunga, jaga temperatur tetap diatas 28°C (82°F) atau tingkatkan keteduhan menjadi 50% (cahaya sedang).
-Agar pada satu tangkai mempunyai lebih banyak bunga, sejak tangkai bunga berukuran panjang 5 cm (2 inch) jaga temperatur secara konsisten antara 18°C (65F) sampai 25°C (77°F).
-Jangan lupa pula untuk memberi pupuk secara teratur.

Sumber : Angrek Info

"Anggrek" Genus & Perawatannya

Vanda


Keluarga vandaceous termasuk jenis anggrek monopodial dan berasal dari daerah Asia. Kebanyakan adalah tanaman udara (free-air plant) dimana akarnya dapat dibiarkan tanpa media tanam.

Berdasarkan daunnya terdapat 3 jenis vanda yaitu : berdaun rata dan panjang (strap leaf), berdaun bulat dan runcing di ujung seperti pensil (terete) dan berdaun semi pensil, bulat dan agak runcing di ujung (semi-terete leaves) merupakan hasil persilangan dari 2 jenis vanda diatas.

Kultur dibawah ini adalah untuk genus secara umum, ada beberapa species yang memerlukan lingkungan yang agak berbeda. Untuk hibrida tergantung dari kultur kedua induknya.

CAHAYA
Cahaya merupakan faktor penentu agar dapat berbunga, dimana diperlukan cahaya terang sampai terang sekali.
Untuk jenis terete memerlukan cahaya matahari penuh.
Untuk jenis biasa dan semi-terete agak teduh sedikit.

SUHU UDARA :
Minimum 15°C (60°F) pada malam hari dan Maximum 35°C (95°F) pada siang hari.

KELEMBABAN UDARA :
50 - 80%

PENYIRAMAN :
Disiram jika media sudah kering (setiap pagi jika udara panas).
Jika digantung pada basket tanpa media, rendam akar-akar nya pada air kira-kira 20 menit atau sampai warna akarnya dari putih menjadi hijau tua setiap pagi.
Siram lebih sering ketika akan berbunga dan selama masa berbunga.

PEMUPUKAN :
Pupuk dapat diberikan secara rutin.
Sesuai takaran yang ada di label dan diberikan setiap 2 kali penyiraman (karena vanda termasuk "pemakan berat").

SIRKULASI UDARA :
Sirkulasi udara yang baik sangat diperlukan untuk mendinginkan daun yang panas terkena sinar matahari.

POTTING :
Media tanam yang umum digunakan adalah: pakis atau dapat pula pada keranjang kayu yang digantung tanpa media tanam.

BUNGA :
Musim berbunga dapat setiap waktu.

Sumber : Angrek Info

"Anggrek" Genus & Perawatannya

Catleya




Cattleya berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Anggrek ini termasuk jenis epiphyt dan mempunyai organ tempat penyimpanan air yang disebut pseudobulb (umbi semu), serta mempunyai akar yang besar dan gemuk yang dilapisi vilamen tempat menyimpan air.

Cattleya banyak di silang dengan genus lain seperti : Laelia, Brassavola, Sophronitis, Epidendrum dll.

Contoh : Sophro-laelio-cattleya (Slc.) adalah persilangan antara Sophronitis, Laelia dan Cattleya. Brasso-laelio-cattleya (Blc.) persilangan antara Brassavola, Laelia dan Cattleya. Epicattleya (Epc.) dari Epidendrum dan Cattleya.

Kultur dibawah ini adalah untuk genus secara umum, ada beberapa species yang memerlukan lingkungan yang agak berbeda. Untuk hibrida tergantung dari kultur kedua induknya.

CAHAYA
Cattleya memerlukan cahaya sedang sampai terang tetapi hindari sinar matahari langsung pada tengah hari karena dapat membakar daunnya (daun menjadi berwarna kuning).
Ciri tanaman yang cukup mendapatkan cahaya adalah jika daun berwarna hijau sedang.

SUHU UDARA
Suhu yang baik antara 13-16°C (55-60°F) pada malam hari dan 21-30°C (70-85°F) pada siang hari.
Untuk tanaman bibit harus mempunyai 3-5°C lebih tinggi pada malam hari.
Dianjurkan ada perbedaan suhu 5-12°C antara siang dan malam, terutama pada tanaman dewasa agar dapat berbunga.
Suhu yang lebih tinggi (sampai 35°C) dapat di tolerir, jika kelembaban dan sirkulasi udara ditingkatkan serta cahayanya lebih teduh.

KELEMBABAN UDARA
45% - 80%

PENYIRAMAN :
Disiram jika media sudah hampir kering sampai pada dasar pot.
Siram lebih sering ketika akan berbunga dan selama masa berbunga.

PEMUPUKAN
Pupuk harus diberikan secara rutin.
Setengah dari takaran pada label pada setiap 2 kali penyiraman atau seperempat pada setiap kali penyiraman.

POTTING
Baik jika diletakkan pada pot yang dapat menyerap air seperti pot tanah serta media yang mudah menyalurkan kelebihan air seperti pakis atau arang.
Repotting dapat dilakukan pada saat akar baru mulai tumbuh, jangan ketika akan/sedang berbunga.
Jika sudah tumbuh lebih dari 6 pohon yang sudah dewasa dapat dipecah minimal 3 pohon untuk setiap rumpun. Potong pada rhizome (batang yang menghubungkan 1 pohon dengan pohon lainnya) dan tanam masing2 rumpun pada pot baru.
Untuk keterangan lebih lanjut, lihat halaman tentang repotting.

BUNGA
Biasanya bunga Cattleya berukuran besar dan wangi. Rata-rata bunga dapat bertahan 3-6 minggu.

Sumber : Angrek Info

reserved for index and FAQ :
Informasi yang bagus bagi pecinta anggrek...
om punya informasi mengenai interval waktu pemupukan untuk tiap genus anggrek ?
untuk jenis pupuk nya berbeda atau sama ?
makasih b4.

"Anggrek" Kebutuhan cahaya

Cahaya adalah faktor yang sangat penting bagi kehidupan anggrek, yaitu untuk proses fotosintesis yang menghasilkan enersi untuk pertumbuhan dan produksi bunga.
Setiap jenis anggrek memerlukan cahaya yang berbeda tergantung dimana mereka hidup pada habitat aslinya.
Kebutuhan cahaya terdiri dari intensitas cahaya dan lamanya penyinaran. Sinar matahari pagi sangat penting untuk semua jenis anggrek.

Apakah anggrek cukup mendapatkan cahaya, dapat terlihat dari warna daunnya.
Jika berwarna hijau muda atau hijau terang dan pada tunas daun muda terlihat agak mengkilat maka anggrek tsb cukup mendapatkan cahaya.
Jika berwarna hijau tua, menandakan anggrek tsb kekurangan cahaya.
Dan jika agak kemerahan atau keunguan menandakan anggrek tsb menerima cahaya maksimum yang mampu diterimanya, jika ditambah lagi intensitasnya maka daun akan terbakar.

Intensitas cahaya sering di ukur dengan satuan foot-candle (fc), dimana secara teori 1 foot-candle = terang cahaya yang diterima dari sebuah lilin dengan jarak 1 foot (30.48cm).
Untuk perbandingan, cahaya diluar rumah pada tengah hari kira2 lebih dari 10.000 fc, sedangkan didalam rumah sekitar 50 fc.

Intensitas cahaya yang sebenarnya sulit diukur dengan mata kita karena mata akan mudah beradaptasi dengan pencahayaan disekelilingnya. Untuk mengukurnya dapat menggunakan Light Meter yang biasa digunakan pada fotografi, namun harganya cukup mahal.

Sebagai patokan dasar
  • Pada 1500 fc, semua jenis anggrek dapat bertahan hidup, tetapi tidak semua dapat tumbuh dengan baik dan berbunga. 1500 fc adalah 15% dari terangnya sinar matahari, contoh : dibawah pohon yang rindang sepanjang hari.
  • Pada 5000 fc, jenis anggrek yang memerlukan cahaya terang dapat berbunga. 5000 fc adalah 50% dari sinar matahari, contoh : tempat terbuka dengan kondisi udara berawan.<l/i>
  • Hanya beberapa jenis anggrek saja yang dapat tumbuh baik dibawah 1500 fc dan diatas 5000 fc.


Secara umum kebutuhan cahaya untuk masing2 jenis anggrek dapat dikelompokkan sebagai berikut
  • Cahaya terang sekali (full sun) sinar matahari langsung tanpa terhalang selama lebih dari 6 jam, setara dengan lebih dari 5000 fc.
  • Cahaya terang (high light) sinar matahari langsung tanpa terhalang selama 4-6 jam (sinar matahari langsung pada pagi dan petang dan terlindung pada tengah hari) atau sepanjang hari jika kondisi berawan, sekitar 3000-5000 fc atau 50%-70% dibawah naungan (shade).
  • Cahaya sedang (medium light) sinar matahari langsung tanpa terhalang sekitar 4 jam atau sinar matahari yang tidak langsung sepanjang hari, sekitar 2000-3000 fc atau 70%-80% shade.
  • Cahaya teduh (low light) sinar matahari selama kira2 1-2 jam (pada pagi hari), sekitar 1000-2000 fc atau 80%-90% shade.
  • Cahaya sangat teduh (full shade) sinar matahari selama kira2 1 jam (pada pagi hari) atau kurang setiap hari, sekitar 1000-1500 fc atau 90% shade.

Catatan : Sinar matahari pada tengah hari lebih terang/panas dibanding pada pagi atau sore hari.

Kebutuhan cahaya untuk masing2 genus adalah sebagai berikut :
  • Bulbophyllum : cahaya sedang
  • Cattleya : cahaya sedang sampai terang
  • Coelogyne : cahaya teduh sampai sedang
  • Dendrobium : cahaya sedang sampai terang
  • Cymbidium : cahaya terang sekali
  • Oncidium : cahaya sedang sampai terang
  • Paphiopedilum : cahaya teduh sampai sedang
  • Phalaenopsis : cahaya teduh sampai sedang
  • Vanda : cahaya sedang sampai terang sekali

Catatan : Kebutuhan cahaya untuk genus diatas adalah berdasarkan pada genus secara umum, ada beberapa species mempunyai kebutuhan yang berbeda.

Akibat kekurangan cahaya
  • tanaman menjadi kurus dan pertumbuhannya lambat
  • daunnya panjang, kurus, lemas dan berwarna hijau tua.
  • sulit untuk dapat berbunga atau berbunga dengan kualitas kurang baik (kecil dan jumlahnya sedikit).

Untuk meningkatkan cahaya, pindahkan anggrek ke lokasi yang lebih terang. Tetapi hati2 dalam pemindahannya karena tanaman yang telah lama berada pada cahaya redup, daunnya akan mudah terbakar karena cahaya yang lebih terang. Maka diperlukan penyesuaian secara bertahap.

Kebanyakan anggrek tidak suka dipindah tempatnya. Setiap kali dipindah maka tanaman tersebut akan menyesuaikan kembali dengan arah dan intensitas cahaya yang diterimanya serta semua perubahan yang berhubungan dengan lingkungan di tempat barunya.

Karena seluruh energinya digunakan untuk beradaptasi, maka tidak ada pertumbuhan pada anggrek tersebut. Semakin berbeda antara kondisi tempat lama dan tempat barunya semakin lama masa adaptasinya. Lamanya masa penyesuaian juga tergantung dari jenis anggreknya.

Pigmentasi kemerahan yang dihasilkan oleh beberapa jenis anggrek (pada batang, tunas baru, daun) menunjukkan bahwa jumlah cahaya maksimum yang dibutuhkan sudah tercapai.
Jika cahaya ditambah lagi maka pigmen merah yang dihasilkan menjadi lebih banyak, dan akhirnya pada daun akan terdapat bercak coklat tua atau daun menjadi menguning terbakar karena efek panas yang dihasilkan cahaya tersebut.

Akibat kelebihan cahaya
  • sel daun rusak dan daun menjadi menguning karena terbakar.
  • tanaman akan terlalu cepat menjadi dewasa (belum mencapai ukuran normal sudah berhenti tumbuh).

Untuk mengurangi cahaya, pindahkan ke lokasi yang lebih teduh (dibawah pohon) atau menggunakan pelindung atap (paranet) diatasnya.

Disamping untuk pertumbuhan, cahaya juga akan mempengaruhi arah dan bentuk pertumbuhannya. Arah pertumbuhan bagian tanaman akan mengikuti arah sumber cahaya. Misal, batang dan tangkai bunga akan tumbuh ke atas (ke arah sumber cahaya) dan akar akan tumbuh berlawanan dengan sumber cahaya.

Tips : Untuk mendapatkan tampilan bunga sebaik mungkin, ketika kuncup mulai membentuk pada tangkai bunga, jangan mengubah arah/letak pot karena akan mengubah arah tangkai bunga yang condong kearah sumber cahaya.

Catatan :Informasi diatas hanya bersifat umum

Sumber : Anggrek Info

akhirnya Om Gendut berbagi tentang anggrek... asyiiik saia bs mulai belajar..

"Anggrek" Suhu udara

Setiap jenis anggrek memerlukan batas suhu udara minimum dan maksimum yang sesuai agar dapat tumbuh dengan baik.

Berdasarkan kesesuaian suhu udara, anggrek dibagi dalam 3 tipe :
  • Anggrek suhu dingin (gunung, ketinggian 2000-4000m) : tumbuh baik pada suhu 15-21°C pada siang hari dan 10-13°C pada malam hari. Contoh : Cymbidium, Masdevallia, Miltonia, Odontoglossum, Oncidium, Paphiopedilum.
  • Anggrek suhu sedang (dataran tinggi, 750-2000m) : tumbuh baik pada suhu 21-32°C pada siang hari dan 10-18°C pada malam hari. Contoh : Brassavola, Cattleya, Dendrobium, Epidendrum, Laelia, Paphiopedilum (molted leaves), Phalaenopsis.
  • Anggrek suhu panas (dataran rendah, 0-750m) : tumbuh baik pada suhu 26-35°C pada siang hari dan 18-24°C pada malam hari. Contoh : Beberapa jenis Phalaenopsis, Vanda dan Dendrobium.


Batas suhu untuk masing-masing genus diatas adalah berdasarkan pada genus secara umum, beberapa species mempunyai toleransi yang berbeda.
Hibrida yang dihasilkan dari persilangan anggrek jenis suhu yang berbeda akan mempunyai toleransi yang lebih besar terhadap perbedaan suhu.

Sebagai gambaran untuk melihat tipe anggrek berdasarkan suhu dapat dilihat dari daunnya. Anggrek tipe dingin biasanya berdaun tipis, sedangkan tipe panas berdaun tebal. Tentu saja pasti ada pengecualiannya. Ada beberapa anggrek suhu panas yang tidak berdaun tebal, dan sebaliknya.

Untuk membentuk bunga, tanaman memproduksi enersi dalam bentuk karbohidrat pada siang hari ketika suhu udara tinggi dan menyimpannya pada malam hari ketika suhu udara turun.

Secara umum kebanyakan anggrek memerlukan perbedaan suhu udara sekitar 4-6°C antara siang dan malam hari untuk pembentukan bunga. Ada beberapa genus yang memerlukan perbedaan suhu yang lebih tinggi (8-10°C).

Anggrek terdiri dari berbagai macam jenis (genus) dan informasi diatas adalah untuk anggrek secara umum.

Sumber : Angrek Info
nice info Om, ditunggu kelanjutannya
Om gendut, atas sharing ilmu per-anggrek-an nya, jadi tambah mengerti kenapa anggrek saya kok sulit berbunga.
omg.... om gendutt... ini racun buat pemula seperti saya....
sumpah mantepp abis omm...

"Anggrek" Kelembaban

Anggrek memerlukan kelembaban udara yang relatif lebih tinggi dibanding dengan jenis tanaman lainnya.

Kelembaban adalah uap air yang berada di udara. Suhu udara menentukan jumlah uap air yang dapat tersimpan di udara.

Tingkat kelembaban diukur berdasarkan kelembaban nisbi (relative humidity) dalam satuan persen yang menunjukkan banyaknya uap air di udara dibandingkan maksimum uap air yang dapat disimpan pada suhu tertentu.

Udara panas menyimpan lebih banyak uap air dibanding udara dingin, sehingga jika suhu naik maka persentase uap air di udara akan turun. Jika kelembaban melebihi 100%, maka uap air berkondensasi dalam bentuk air hujan.
Alat untuk mengukur kelembaban udara nisbi disebut hygrometer.

Secara umum anggrek menyukai kelembaban berkisar antara 40% s/d 80%.
Kelembaban sangat penting untuk beberapa genus seperti, Cattleya, Phalaenopsis, dll.
Menyemprot tanaman pada pagi hari, membasahi lantai atau menggunakan humidifier (alat pelembab udara) dapat membantu meningkatkan kelembaban.

Udara harus selalu bergerak sekitar tanaman untuk mencegah bakteri dan cendawan penyebar penyakit, terutama jika terjadi kelembaban yang tinggi dan/atau suhu dingin.
Untuk mengurangi kelembaban udara dapat menggunakan kipas angin.

Anggrek terdiri dari berbagai macam jenis (genus) dan informasi diatas adalah untuk anggrek secara umum.


Sumber : Anggrek Info

"Anggrek" Penyiraman

Sebagai tanaman epiphyt, pada habitatnya kebanyakan anggrek mendapatkan air dari embun dan air hujan.

Kualitas air sangat penting untuk pertumbuhan anggrek. Jangan menggunakan air yang tidak bersih (tercemar) seperti air sungai, air limbah dll.

Anggrek tidak boleh kekurangan ataupun kelebihan air. Kelebihan air disini bukan berarti banyaknya air yang disiram tetapi frekuensi penyiramannya. Siram hanya jika tanaman memerlukannya.

Masalah utama bagi kebanyakan pemula adalah penyiraman yang berlebihan, karena melihat permukaan media yang kering padahal media bagian bawah masih basah.

Frekuensi penyiraman tergantung dari
  • Usia anggrek : anggrek pada masa pertumbuhan atau saat berbunga lebih banyak memerlukan air.
  • Jenis anggrek : Contoh : Phalaenopsis tidak boleh kekurangan air karena tidak mempunyai pseudobulb (umbi semu) sebagai organ penyimpan air, sedangkan Cattleya yang mempunyai pseudobulb, disiram jika medianya sudah kering.
  • Jenis media tanam : media yang baik mengikat air lebih jarang penyiramannya karena lama mengering (pakis lebih lambat mengering dari arang).
  • Ukuran pot : media pada pot yang kecil lebih cepat mengering dibanding pada pot yang berukuran lebih besar.
  • Kondisi tempat : kondisi satu tempat dengan tempat lain berbeda, yang mempengaruhi kecepatan media mengering. Contoh : anggrek yang ditempel pada pakis papan atau digantung lebih sering disiram karena lebih cepat mengering.
  • Suhu udara, cahaya dan kelembaban udara : semakin tinggi suhu udara semakin sering disiram, semakin tinggi kelembaban semakin jarang disiram. Jika matahari berkurang, kurangi penyiramannya.


Kelebihan air dapat menyebabkan busuk pada akar, sehingga menghilangkan kemampuan tanaman untuk menyerap air karena kerusakan pada akar. Pertanda dari kelebihan air adalah akar yang berwarna kegelapan dan lembek, jika berkepanjangan akan menjadi busuk.
Sebaliknya, kekurangan air akan menyebabkan dehidrasi dan akibatnya tanaman menjadi kurus dan daun lemas.

Batang atau umbi semu (pseudobulb) yang mengkerut adalah tanda tanaman tersebut kurang mampu dalam menyerap air. Ini bisa disebabkan karena sebelumnya terlalu banyak disiram sehingga akar2nya menjadi busuk. Atau jika akar2nya sehat, maka karena memang kurang dalam penyiramannya.

Pada saat menyiram mungkin ada air yang tinggal di sela2 daun, pangkal daun atau tunas baru. Jika air ini menetap semalaman dan suhu menjadi dingin dan lembab akan mendorong timbulnya bakteri dan cendawan yang dapat membuat busuk pada daun yang akhirnya dapat mematikan anggrek.

Tata cara penyiraman yang dianjurkan
  • Siram hanya jika hari cerah. Jika mendung atau hujan, lebih baik ditunda penyiramannya.
  • Siram sepagi mungkin agar sisa air yang tertinggal di sela2 daun atau tunas muda mengering sebelum malam tiba.
  • Siram dengan air yang suhunya sedang. Jangan menyiram tanaman dengan air yang terlalu dingin atau panas.
  • Siram dari atas mengenai seluruh bagian tanaman dan media tanam sampai air turun dan keluar kembali melalui lubang dibawah pot.
  • Jangan meletakkan pot bersusun kebawah yang maksudnya untuk menghemat penyiraman (air dari pot yang diatas turun ke pot dibawahnya) karena jika anggrek di pot bagian atas terinfeksi penyakit/cendawan akan menular pada anggrek di bawahnya.
  • Tekanan air ketika menyiram jangan terlalu kuat agar tidak merusak tanaman.


Anggrek terdiri dari berbagai macam jenis (genus) dan informasi diatas adalah untuk anggrek secara umum.


Sumber : Anggrek Info.

Tips Memilih anggrek

Memilih anggrek yang baik :
  • Sehat dengan daun hijau sedang, mengkilat dan polos tanpa bercak.
    Hindari tanaman yang terdapat bercak kuning atau cokelat pada daun dan batang, karena ada kemungkinan terserang penyakit.
  • Memiliki batang atau umbi semu (pseudobulb) yang gemuk, kuat dan polos tanpa bercak. Hindari batang/pseudobulb yang berkerut (kemungkinan karena kekurangan air).
  • Memiliki anakan baru yang lebih banyak (untuk anggrek sympodial), sehingga jika yang dewasa mati, ada gantinya. Selain itu, peluang untuk berbunga juga lebih besar.
  • Memiliki bekas tangkai bunga lebih banyak, yang berarti anggrek tersebut tergolong rajin berbunga.
  • Bertangkai bunga utuh. Tangkai terpotong adalah salah satu sifat menurun sehingga pada pembungaan berikutnya kemungkinan juga akan terpotong.
  • Kuntum bunga dalam keadaan setengah mekar dan utuh (tepi bunga tidak mengkerut), agar lebih lama menikmati keindahan bunganya setelah dibeli.
  • Batangnya kokoh tertanam pada pot. Jika mudah goyang ada kemungkinan anggrek tersebut baru di tanam ulang atau sistim akarnya tidak baik.
  • Periksa medianya, apakah terdapat hama (serangga kecil) yang merayap. Hindari tanaman yang ber hama.
  • Lihat tangkai bunganya, apakah memang berasal dari tanaman atau hanya bunga potong yang ditancapkan pada pot.


Memilih bibit anggrek :
  • Sehat dengan daun berwarna hijau muda, tanpa ada bercak kuning atau coklat pada daun atau batangnya.
  • Ukuran daun kedua lebih panjang 2 kali dari daun pertama. Anggrek tersebut pertumbuhannya akan lebih cepat dibanding yang ukuran daun keduanya mirip dengan daun pertama.



Sumber : Anggrek Info

dendrobium sonia erika