PUISI - PUISI BAJINGAN ! (puisi PENYESALAN, SEDIH, dan AMARAH, masuk sini!--UPDATE!)

mohon sumbangkan puisi, komen, dan rate bintang 5 biar trid ini ga tenggelam

kalo menurut agan trit ane bagus, silahkan cendolin ane


bagi yg mau ngobrol2 silahkan follow twitter saya di :
Abd_Chaniago


Quote:RULES (WAJIB BACA!) : bagi yang ingin copas dipersilahkan tapi jgn lupa :
1. MINTA IJIN dulu sama pengarangnya, kalo diizinkan lanjut ke point dibawah
2. Cantumkan LINK trit ini sebagai sumber, beserta
3. ID KASKUS kaskuser yang puisinya agan copy, sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap penulisnya

Quote:
Intinya : HARGAI KARYA ORANG LAIN, JANGAN MAIN ASAL COPAS KE FB, BLOG, ATAU MEDIA LAIN DAN NGAKU2 SEBAGAI PENGARANGNYA ATAUPUN TANPA NYANTUMIN CREDIT BUAT PENGARANG ASLINYA DAN SUMBER




SELAMAT MENIKMATI TRIT ANE


PUISI TEMA TRIT INI :
Spoiler for PUISI KARYA TS:


MY ALL TIME FAVORIT POETRY :
Spoiler for puisi pavorit TS:


Bagi agan2 yg punya puisi yang isinya KESEDIHAN, AMARAH/SOSIAL/KRITIK DAN PENYESALAN

silahkan share dimari

=======================================

buat yg tanya2 di PM:
1. puisi - puisi bajingan ga punya page FB, page yg ada skarang ga ada tulisan saya di dalamnya, cuma mengkopas judul trit ini tanpa izin
2. saat ini trit ini satu2nya tempat saya mempublikasi puisi (dulu pernah di FB), saya ga permah nulis di blog, dan ga punya blog
3. puisi - puisi bajingan ga ada di twitter, kalo mau silahkan follow twitter saya diatas

konstruksi sementara

Kumpulan Puisi karya saya (AbdChaniago) di Trit ini


Kota kita
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...87&postcount=8

Syair tersembunyi
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=635

Puisi yang masih mencintaimu (kepada kau yang entah dimana)
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...72&postcount=5

Biasa saja
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=702

Saksi kunci
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...7&postcount=10

Ba'da Ashar sore ini
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...7&postcount=11

Merpati Gereja
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...9&postcount=12

Galau tengah malam
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...3&postcount=15

MEMUING
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...1&postcount=13

Pedangku sendiri
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...6&postcount=22

Pesisir - pesisir
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...2&postcount=26

"0"
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...0&postcount=28

Layu
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...6&postcount=38

Ada bait yang hilang
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...3&postcount=58

Puisi Haram
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...7&postcount=59

Bergetar aku
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...2&postcount=47

Terhilang
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...7&postcount=46

Beri aku judul #2
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...5&postcount=64

Dalam tiap penyesalan dalam tiap kehancuran
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...2&postcount=69

Ekuator Musim
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...9&postcount=72

Bait 2 dini hari
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...2&postcount=16

Tikus waktu
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...0&postcount=70

Kehidupan - kehidupan mungil
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...4&postcount=81

Puisi tenang
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...0&postcount=91

APA KABAR NEGARA?
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...5&postcount=96

Beri aku judul
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...0&postcount=97

Hujan batu emas perunggu
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=101

Sajak Prajurit
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=102

Sajak Prajurit #2
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=118

Mengigau
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=119

Membatu menunggu
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=121

Senandung Hujan
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=125

Puisi - Palsu
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=126

Rindu saja
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=127

semu
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=132

gesa
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=133

Yang bersembunyi dibalik untaian hujan
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=140

Kota mimpi
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=141

dalam menung
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=155

Rentak
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=158

aku memperkosa langit
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=163

kisah elang
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=197

Sajak Prajurit #3
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=184

Stasiun tua yang kesepian
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=203

jam dinding idiot
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=241

sajak prajurit #4
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=253

Guillotine
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=281

Devil's Diary
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=335

Sajak di balik bantal

http://old.kaskus.co.id/showpost.php...29&postcount=9

Kesementaraan
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=334

bersambung ke postingan di bawah
V
V
V
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...29&postcount=3
Puisi - puisi karya saya (AbdChaniago)--lanjutan / Part 2

anggrek biru

http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=1007

Merasuk
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=359

Surat untuk juliet
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=370

sesak
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=435

sepenggal
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=459

kehangatan dingin hujan
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=489

sebelum tidur
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=505

karna kemarau dan hujan bergantian
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=571

separuh pagi
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=630

The Sad Ending of Soekarno
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=649

Musim hujan tahun lalu
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=719

Puisi - puisi bajingan
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=725

Kabut fajar
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=763

bait - bait tak bermakna
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=801

nyanyi peri
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=823

remuk
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=845

catatan malam
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=846

your guardian Devil

http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=928

kepada langit
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=968

penggalan
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=1021

redup
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=1060

ketika langit dan Bumi bercumbu
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=1084

Suatu saat di musim semi
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=1094

kiamat perpisahan
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=424

Ya aku segila itu
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=1103

dalam hampa
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...&postcount=538

malaikat belang
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=1105

putih
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=1127

Ketidakabadian
http://old.kaskus.co.id/showpost.php...postcount=1170

V
V
V

Kumpulan puisi saya part 3
V
V
Kumpulan Puisi Saya (AbdChaniago) Part4
V
V
V

Kumpulan Puisi Saya (AbdChaniago) Part 5
V
V
V
Kumpulan Puisi Saya (AbdChaniago) Part 6

harus bajingan ya puisinya gan?ane coba deh.kalo kurang 'bajingan' mohon maaf.

** SENSOR ** hei ** SENSOR **!
merasa masalah itu kurang ajar
tidak tau diuntung
merasa masalah itu semena mena
muncul tanpa diundang

** SENSOR ** hei ** SENSOR **!
masalah ** SENSOR **!
muncul sesukanya
hilang dengan perjuangan
kerja keras dan keringat

** SENSOR ** hei ** SENSOR **!
masalah hei ** SENSOR **!
jangan datang lagi masalah
kau hanya mengacau
hanya mencabik kesenangan
merusak citra bahagia

~
Puisi yang masih mencintaimu (kepada kau yang entah dimana)


Pernahkah kau tahu ?
Ini adalah file yang sama tempat mimpi – mimpi tentangmu pernah sangat menyentuh
Ini adalah waktu yang selalu terlalu larut untuk melukis garis – garis wajahmu (dengan hati – hati)
untuk kujadikan mimpi yang mungkin bisa kusetubuhi sampai pagi

Begitu larut
meski untuk sebuah puisi
Sebuah musim dapat sekenanya berganti
Dan ini semua seperti hal – hal yang tak pernah dinamai
Begitu misteri

Di tengah malam yang bisu sekelebat bayangmu mengganggu
Kupaksakan menulis sajak mengantar kau berlalu
Mantra – mantra pengusir rasa
Yang entah mantra atau sonata atau entah apa namanya
Kepada kau yang entah dimana

Kepada kau yang entah dimana

Kepada kau yang entah dimana

Kepada kau yang entah dimana

Pagi nanti bangunlah segera bersama langit redup
dan bintang – bintang yang pamit pergi

Alam raya bawakan kencana
Lihat matahari, refleksinya begitu lugu di bola matamu yang masih sayu
Disana ada sebuah puisi yang kutulis untukmu bertahun lalu
Rasakan embun – embun muda
Disana pernah ada ungkapan dalam sebuah prosa tentang gincumu yang agak jingga

Tunggulah siang datang
Terik kan memaksamu buka baju sampai telanjang
Disana pernah ada murka yang kupiara saat tangismu menggema
penuhi sajak di bait pertama saat sajak lainnya memperkosamu

Sabarlah sampai senja
Sampai temaram selimuti lengang langit bersemedi
Disana ada merah merona dan sunyi
Dan kicau burung pulang ke sarang yang kunamai dengan namamu dalam sebuah puisi

Tunggulah malam ini
di bulannya ada sebuah mantra atau sonata
atau entah apa namanya yang kan mengantarmu pulas


Dari memori yang tak pernah kau ingat dengan lekas
bagaimana caranya ucapkan aku sayang dia?
di kala aku dan dia tidak saling berdekatan.
waktu aku masih ada di dekatnya.
tak pernah terucap sepatah kata kiasan.

aku tidak suka dengan rayuan gombal yg busuk tak bermakna.
aku laki-laki yg tak pandai bermain kata untuk memanja.
takut hati engkau tertusuk dengan manis pedas kata-kata.
tapi di kala engkau tak ada, batin ini seolah tersiksa.

sekarang aku bagai mengemis kasih sayang.
tapi engkau bagai rasa yg susah menghilang.
mungkin bayang itu masih terpatri padaku.
sayang sekali, padahal aku tak ingin begitu.

bagaimana cara ungkapkan aku sayang dia?
saat aku dan dia benar-benar terpisah.
kini seolah semua sirna seketika.
rasa yg dulu kupendam tak punya tempat bermakna.


Quote:Original Posted By aldyal
bagaimana caranya ucapkan aku sayang dia?
di kala aku dan dia tidak saling berdekatan.
waktu aku masih ada di dekatnya.
tak pernah terucap sepatah kata kiasan.

aku tidak suka dengan rayuan gombal yg busuk tak bermakna.
aku laki-laki yg tak pandai bermain kata untuk memanja.
takut hati engkau tertusuk dengan manis pedas kata-kata.
tapi di kala engkau tak ada, batin ini seolah tersiksa.

sekarang aku bagai mengemis kasih sayang.
tapi engkau bagai rasa yg susah menghilang.
mungkin bayang itu masih terpatri padaku.
sayang sekali, padahal aku tak ingin begitu.

bagaimana cara ungkapkan aku sayang dia?
saat aku dan dia benar-benar terpisah.
kini seolah semua sirna seketika.
rasa yg dulu kupendam tak punya tempat bermakna.




dalem nih gan

critain kisahnya donk gan
“kota kita”

Kota ini mengalun kesepian

Seiring hilang

Lalu –lalang tawa kecilmu

Dan pudar

Rentak kaki kita di pinggir jalan

nuansa hari memaksaku bersedih

bersama hilang

peluk tenang kata -katamu

bahkan pasar yang riuh ini jadi pendiam

dan gedung – gedung muda terlihat murung

kota ini berayun kesepian

bersama redam rindu - rinduku
“Sajak di balik bantal”


tak berhenti aku mencaci waktu

ia melindasku

lalu berlalu

aku remuk

aku remuk

aku remuk

terbujur

layu

meski bukan

bunga

temaram

meski bukan

senja

aku bagai puisi yang tak pernah diakhiri

atau sajak yang berdiam diri

antara malam

dan pagi
“SAKSI KUNCI”


Seringai manismu gelantungan

Bertahan di awang - awang

Mengisi penuh hamparan semesta di atas sana mengangkangiku

Mengangkangi bumi yang betapa sunyi

Bersama badai dan cuaca berganti – ganti

Daun – daun, mungkinkah mereka juga melihatmu ?

Seringai manismu terasa pahit dipancaroba

Setelah panjang kemarau hibernasi

Seringaimu begitu tua

Tak lama lagi membatu, jadi debu mungkin ?

Iklim, musim dan cuaca

Acuhkan kau

akulah saksi satu –satunya

thineek education

“BA’DA ASHAR SORE INI”\t\t\t\t\t\t\t\tMAY 07

Dulu waktu

Air matamu menggenang

Cakrawala duniaku kau bandang dengan banjirmu

Saatpun ia tenang tetap juga menenggelamkan


Sore ini ba’da Ashar

Air matamu menggenang

Cakrawala duniaku kau bandang dengan banjirmu

Saatpun ia tenang tetap juga menenggelamkan

Tapi jentik nyamuk mulai keruh cari makan
"Merpati Gereja”\t\t
\t\t\t\t\t\t\t\t

Pendeta muda kutinggalkan ke perempatan bercabang tiga

Disana kutemukan lubang penuh genangan penuh kenangan

Kukikis semua tanya di bulu – bulu

Kubilas daki – daki di sela jemari

Kuperas – kuperas

Biar lepas kulit – kulit mati kulit – kulit hati

Kusebut ini mandi

Aku telanjang seperti biasa

Saja hanya kulitku basah

Oleh genangan oleh kenangan

Kosakata yang bermigrasi

Menatapku malu – malu

“kusebut ini mandi” kataku

Mereka berlalu

8 detik berikutnya

Kudengar puisi – puisi panjang mulai dinyanyikan kawan – kawan di tepi hutan

Tanda surya mulai terjaga

Puisi panjang yang tak cukup lidahku tuk nyanyikannya

Aku mandi sampai bersih sampai hitam semua bulu putih

Aku terbang sehabis itu

Mengikuti jalur sutera

Kembali ke rumahku

Di belakang gereja tua
MEMUING
Sunday, September 13, 2009 at 2:33pm


gedung tua itu dibangun dari puing - puing waktu

ia menulis sejarah dalam cuaca, musim, terik, hujan, dan bau - bau pesing di sudut jalan

seperti tak ada yang terjadi



gedung ini menyatu dalam ingatannya

tentang sebuah syair yang mencumbu kekasih di ruang belakang dekat wc

dalam seragam putih abu - abu dan wajah malu -malu



gedung ini mengenang nenek tua yang setia menyapu itu
kini bergeletak di ICU

ia kmbali teringat
kucing kecil yang biasanya bergulung kedinginan di ruang tunggu

telah lama digilas direktur yang buru - buru



gedung itu
menatapku dalam matanya yang semakin sayu
aku memberi senyum padanya
senyum dari seorang bayi yang lahir dari salah satu ruangannya

ia membalas senyumku dengan ingatan yang sedikit ragu

siang ini
gedung itu mengirimiku sebuah puisi


"..aku melihat kucing itu dipangkuan nenek yang biasa menyapu,,"

aku bersedih

...gedung itu tidak tahu
hari ini ia akan berakhir

sebagai lapangan parkir
sebuah gedung baru
sepi banget nehh, ayo agan2 yg laen manaaa
galau tengah malam



aku menyatu dengan galau


sepi malam yang mnyenyayat bak pisau


aku terpenggal


dalam sunyi yang penuh memori


ingin aku



menemukanmu lagi



meski sejauh apa


dan penuh duri


jalan yang kulalui

bait 2 dini hari


adalah hari ini


jam 2 dini hari menguntitku

dari semank belukar memori

menerkam perlahan

memori tentangmu yang tak pernah padam
Quote:Original Posted By AbdChaniago
:


Quote:Original Posted By AbdChaniago
:


Quote:Original Posted By AbdChaniago
:


Quote:Original Posted By AbdChaniago
:


Quote:Original Posted By AbdChaniago
:


Quote:Original Posted By AbdChaniago
:


jangan berlebihan menyundul thread gan..
kalo bisa sundul pake puisi aja..


di saat Kamu di sana untuk Aku.
Aku tak terbiasa.
Kamu memintal untuk Aku apa yg Aku sebut sebuah rasa.
Kamu rajut saat Kamu di sana seolah semua mimpi yg nyata.

di saat Kamu mulai berjalan, Kamu sentuh jemari ini.
mudah bagi diri ini untuk mengikuti kemana arah angin pergi.
Aku seolah terbuai angan dan awan yg setinggi mimpi.
agar Aku bisa bersama diri Kamu merasakan rasa yg tiada tersakiti.

di saat Kamu mulai berlari, Kamu genggam erat jemari ini.
sulit bagi diri yg tak lagi sanggup berdiri untuk imbangi.
tapi, Aku berusaha. sebuah usaha agar Aku tak terjungkal.
agar Aku bisa bersama diri Kamu merasakan rasa yg seolah kekal.

di saat Kamu mulai terbang, Kamu ikat jemari Aku menyatu bersama Kamu dengan hati
sangat sangat menderita diri aku untuk imbangi.
tapi lagi dan lagi, Aku berusaha. sebuah usaha agar Aku tak terjatuh.
Aku tidak sudi tubuh ini menerpa tanah yg kotor nan keruh.

namun apa daya usaha Aku?
saat Kamu terbang tinggi makin menjauh, akhirnya Aku tak sanggup dan terjatuh.
ikatan jemari Kamu dan Aku tidak lagi menyatu.
seolah terpisah jurang ruang dan lembah waktu.

keras tubuh Aku menghujam tanah, merasakan sakit seolah Aku binasa.
tidak bisa Aku merasakan hati yg rusak akibat jatuh dari angkasa.
bersusah payah Aku berusaha, kembali merangkai serpihan satu-satu.
berharap Kamu di atas sana melihat Aku yg kini tidak seperti dulu.
Malam pekat..

Menghembuskan kerinduan yang begitu kuat padaku..
Tak bisakah kau lihat hatiku ini..
Yang berdarah dan bernanah..
Semua ini karna kerinduanku akanmu..
Penantian tanpa akhir..
Kau beri ku harapan..
Dan terus membuatku menunguu..
Sedang tertawakah kau disana..
Melihatku yang begitu bodoh menunggumu..
Inign rasanya ku lupakan dirimu..
Tapi pikiran selalu tidak sejalan dengan hati..
Harapan kosong yang kau berikan..
Akan selalu kupeluk erat..
Menunggumu
Sampai akhir...
Quote:Original Posted By aldyal
jangan berlebihan menyundul thread gan..
kalo bisa sundul pake puisi aja..


di saat Kamu di sana untuk Aku.
Aku tak terbiasa.
Kamu memintal untuk Aku apa yg Aku sebut sebuah rasa.
Kamu rajut saat Kamu di sana seolah semua mimpi yg nyata.

di saat Kamu mulai berjalan, Kamu sentuh jemari ini.
mudah bagi diri ini untuk mengikuti kemana arah angin pergi.
Aku seolah terbuai angan dan awan yg setinggi mimpi.
agar Aku bisa bersama diri Kamu merasakan rasa yg tiada tersakiti.

di saat Kamu mulai berlari, Kamu genggam erat jemari ini.
sulit bagi diri yg tak lagi sanggup berdiri untuk imbangi.
tapi, Aku berusaha. sebuah usaha agar Aku tak terjungkal.
agar Aku bisa bersama diri Kamu merasakan rasa yg seolah kekal.

di saat Kamu mulai terbang, Kamu ikat jemari Aku menyatu bersama Kamu dengan hati
sangat sangat menderita diri aku untuk imbangi.
tapi lagi dan lagi, Aku berusaha. sebuah usaha agar Aku tak terjatuh.
Aku tidak sudi tubuh ini menerpa tanah yg kotor nan keruh.

namun apa daya usaha Aku?
saat Kamu terbang tinggi makin menjauh, akhirnya Aku tak sanggup dan terjatuh.
ikatan jemari Kamu dan Aku tidak lagi menyatu.
seolah terpisah jurang ruang dan lembah waktu.

keras tubuh Aku menghujam tanah, merasakan sakit seolah Aku binasa.
tidak bisa Aku merasakan hati yg rusak akibat jatuh dari angkasa.
bersusah payah Aku berusaha, kembali merangkai serpihan satu-satu.
berharap Kamu di atas sana melihat Aku yg kini tidak seperti dulu.



oke gan
biar ga tenggelam aja kok, gak ngejar iso

ntar tiap ada stok puisi ane masukin sini
Quote:Original Posted By koshi40
Malam pekat..

Menghembuskan kerinduan yang begitu kuat padaku..
Tak bisakah kau lihat hatiku ini..
Yang berdarah dan bernanah..
Semua ini karna kerinduanku akanmu..
Penantian tanpa akhir..
Kau beri ku harapan..
Dan terus membuatku menunguu..
Sedang tertawakah kau disana..
Melihatku yang begitu bodoh menunggumu..
Inign rasanya ku lupakan dirimu..
Tapi pikiran selalu tidak sejalan dengan hati..
Harapan kosong yang kau berikan..
Akan selalu kupeluk erat..
Menunggumu
Sampai akhir...



cinta tak terbalas ya gan?