KASKUS

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN LAMPUNG BARAT ۞



Quote:Kabupaten Lampung Barat yang mempunyai ibu kota Liwa, secara administratif meliputi 17 kecamatan, 6 kelurahan, dan 195 plus pekon persiapan Pekon

Dengan luas wilayah lebih kurang 4.950,40 km2 atau 13,99 % dari luas wilayah Propinsi Lampung dan mempunyai garis pantai sepanjang 260 km Lampung Barat terletak pada koordinat 4o,47’,16” - 5o,56’,42” lintang selatan dan 103o,35’,08” - 104o,33’,51” bujur timur.

Kabupaten Lampung Barat merupakan pemekaran dari kabupaten Lampung Utara yang ditetapkan dengan Undang-undang No.6 tahun 1991


Quote:Wilayah Lampung Barat berbatasan dengan :

Sebelah utara (Propinsi Bengkulu)
Sebelah Selatan (Samudera Hindia dan Selat Sunda)
Sebelah Barat (Samudera Hindia)
Sebelah Timur (Kab.Lampung Utara, Kab.Lampung Tengah, dan Kab. Tanggamus)




Quote:Pertanian, perkebunan dan perikanan merupakan mata pencaharian utama penduduk Lampung Barat yang berjumlah 410.848 jiwa. Kopi Robusta dan Damar merupakan komoditas unggulan Kabupaten, dimana Produksi Kopi Robusta mencapai +38.000 ton per tahun dan Damar yang mencapai +5.000 ton per tahun.

Quote:Quote:POTENSI
Kabupaten Lampung Barat terdiri dari 17 kecamatan dengan 195 pekon dan 6 kelurahan.


Quote:WISATA BAHARI
Potensi wisata bahari seperti wista pantai, pemancingan laut, selancar air dan snorkeling. Sebagian besar wilayah Kabupaten Lampung Barat adalah kawasan hutan (57,154% dari luas Kabupaten Lampung Barat) sedangkan sisanya adalah kawasan yang dapat diusahakan menjadi kawasan budidaya pertanian, perikanan, perkebunan, dan juga pemukiman penduduk, sarana umum dan lainnya.

Quote:PERHUTANAN
Usaha-usaha di areal hutan produksi terbatas dan dapat dikonversi berupa penebangan kayu, pengambilan getah damar, daun, akar dan kulit kayu, bambu, madu hutan hingga rotan. Salah satu produksi hasil hutan non kayu yang telah dikembangkan oleh masyarakat secra turun temurun adalah getah damar mata kucing. Damar mata kucing produksi Kabupaten Lampung Barat sudah terkenal kualitasnya dan merupakan komoditi andalan kabupaten ini. Sentra-sentra produksi damar mata kucing di kabupaten ini terdapat di Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah dan Pesisir Selatan dengan rata-rata produksi 4.435,2 ton/tahun.


Quote:PERTANIAN
Pengembangan komoditi pertanian khususnya tanaman hortikultura di Lampung Barat sangat berpeluang. Beberapa komoditi unggulan Lampung Barat antara lain kentang, cabai, tomat, ubi jalar, dan jeruk.


Quote:PETERNAKAN
Potensi untuk pengembangan sektor peternakan juga sangat menjanjikan. Didukung sumberdaya alam yang ada, ketersediaan pakan ternak, maupun kondisi ekologis Lampung Barat sangat cocok untuk usaha ternak berskala besar seperti pengembangan sapi potong, sapi perah, ayam buras maupun itik lokal. Kabupaten ini juga memiliki potensi perkebunan yang dapat dikembangkan, diantaranya kopi, kelapa dalam, lada, cengkeh, kakao dan kelapa sawit. Untuk hasil olahan komoditi perkebunan yang cukup berpotensi antara lain yaitu industri kopi bubuk.


Quote:PERIKANAN
Di sektor perikanan, ada potensi pengembangan perikanan budidaya laut, budidaya air payau dan perikanan budidaya air tawar. Potensi perikanan budidaya air laut disepanjang pesisir Pantai Barat Lampung cukup besar terutama untuk komoditi seperti rumput laut, kerapu, kakap dan baronang yang memiliki nilai jual tinggi. Peluang pengembangan budidaya air payau (tambak) didukung dengan ketersediaan lahan yang mencapai 6.500 ha, tersebar di Kecamatan Pesisir Utara dan Lemong (500 ha), Kecamatan Pesisir Tengah dan Karya Penggawa (1.500 ha) serta Kecamatan Pesisir Selatan dan Bengkunat seluas 4.500 ha). Untuk pengembangan budidaya air tawar di kabupaten ini juga sangat potensial. Terdapat kolam seluas 944 ha, mina padi 8.959 ha dan keramba/jaring apung 2.823 unit yang sampai saat ini tingkat pemanfaatannya masih reletif rendah. Jenis ikan yang dibudidayakan antara lain ikan mas, patin, gurame, nila dan lele. Tidak ketinggalan pula potensi perikanan laut dengan nilai proyeksi potensi maksimum lestari yang dimiliki mampu mencapai 17.000 ton/tahun.


Quote:PERTAMBANGAN
Kabupaten Lampung Barat memiliki bahan tambang yang berpotensi untuk diusahakan antara lain; minyak bumi, emas, perak, tembaga, basalt, pasir tras, pasir besi, andesit, dan batu apung. Selain bahan tambang, Lampung Barat juga memiliki sumber daya alam berupa air yang dapat dimanfaatkan sebagai tenaga listrik. Telah dibangun PLTA Besai dengan kapasitas 2 X 45 MW yang mampu membangkitkan energi listrik sebesar 402 GWH pertahun.
Sentra wisata bahari terdapat di Kecamatan Pesisir Utara, Pesisir Tengah dan Pesisir Selatan. Objek wisata yang ada diantaranya Pantai Labuhan Jukung yang berlokasi di pekon Kampung Jawa Kecamatan Pesisir Selatan, Pantai Tanjung Setia yang menarik untuk dijadikan tempat wisata berenang, menyelam dan berselancar serta berperahu dan bersepeda sepanjang pantai. Selain pantai, kabupaten ini juga memiliki alam yang indah yang dapat dikembangkan lagi seperti wisata Buru yang merupakan gabungan dari wisata alam dan bahari dimana pengunjung dapat menikmati keindahan laut di Tanjung Belimbing dan berburu, Ada juga objek wisata Danau Ranau yang dapat dijadikan sebagai tempat wisata berenang dan memancing, Wisata Danau suoh yang terletak di Kecamatan Batu Brak, serta Gunung Pesagi.


Quote:GEOGRAFIS WILAYAH
Lampung Barat secara geografis dan geologis mempunyai peran yang sangat strategis, yaitu di samping merupakan pintu gerbang Sumatra Bagian Barat, juga mempunyai konfigurasi yang menarik dengan berbagai sumberdaya alam yang dimiliki.
Potensi sumber daya potensial yang ada di Lampung Barat, hampir seluruhnya belum dimanfaatkan secara berkelanjutan guna menunjang perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah.
Diharapkan, dengan adanya gambaran umum tentang potensi Lampung Barat ini dapat memberikan manfaat kepada khalayak umum, baik swasta nasional maupun asing yang berkepentingan untuk dapat mengelola dan memanfaatkannya guna ikut menunjang pembangunan daerah Lampung Barat.
Untuk mendukung percepatan arus masuk dalam bidang investasi,selain penyediaan sarana dan prasarana fisik, Pemerintah dan Masyarakat Lampung Barat juga memberikan dukungan berupa Kebijaksanaan Pemerintah dan dukungan positif masyarakat.


Quote:Beberapa kebijaksanaan yang ditempuh Pemeritah Daerah Kabupaten Lampung Barat antara lain meliputi :

1. Keamanan
Keamanan di Kabupaten Lampung Barat cukup aman, hal ini dapat dilihat dalam waktu beberapa tahun terakhir, tingkat kriminalitas relatif kecil jika dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Propinsi Lampung.

2. Insentif Pajak
Pemda Kabupaten Lampung Barat akan memberikan dispensasi kepada investor yang menanamkan modalnya di Daerah Kabupaten Lampung Barat berupa pembebasan kewajiban membayar pajak untuk jangka waktu beberapa tahun.

3. Tanggapan masyarakat
Tanggapan masyarakat Lampung Barat cukup mendukung bagi investor yang menanamkan modalnya di Lampung Barat, baik pada masyarakat pada umumnya maupun melalui Lembaga Legislatif (DPRD).

4. Infrastruktur
Pembangunan Infrsatruktur cukup mendukung, secara bertahap pemerintah daerah telah dan selalu melaksanakan pembangunan infrastruktur sampai ke pelosok-pelosok daerah.

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN LAMPUNG SELATAN ۞



Quote:Kabupaten Lampung Selatan
adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung. Ibu kota kabupaten ini terletak di Kalianda. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.109,74 km² dan berpenduduk sebanyak kurang lebih 923.002 jiwa (LSDA 2007).

Wilayah Kabupaten Lampung Selatan terletak antara 1050 sampai dengan 1050450 Bujur Timur dan 50150 sampai dengan 60 Lintang Selatan. Mengingat letak yang demikian ini daerah Kabupaten Lampung Selatan seperti halnya daerah-daerah lain di Indonesia merupakan daerah tropis.

Kabupaten Lampung Selatan bagian selatan meruncing dan mempunyai sebuah teluk besar yaitu Teluk Lampung. Di Teluk Lampung terdapat sebuah pelabuhan yaitu Pelabuhan Panjang dimana kapal-kapal dalam dan luar negeri dapat merapat. Secara umum pelabuhan ini merupakan faktor yang sangat penting bagi kegiatan ekonomi penduduk Lampung, terutama penduduk Lampung Selatan. Pelabuhan ini sejak tahun 1982 termasuk dalam wilayah Kota Bandar Lampung.

Di bagian selatan wilayah Kabupaten Lampung Selatan yang juga ujung Pulau Sumatera terdapat sebuah pelabuhan penyeberangan Bakauheni, yang merupakan tempat transito penduduk dari Pulau Jawa ke Sumatera dan sebaliknya. Dengan demikian Pelabuhan Bakauheni merupakan pintu gerbang Pulau Sumatera bagian selatan. Jarak antara Pelabuhan Bakauheni (Lampung Selatan) dengan Pelabuhan Merak (Propinsi Banten) kurang lebih 30 kilometer, dengan waktu tempuh kapal penyeberangan sekitar 1,5 jam. Kabupaten Lampung Selatan mempunyai daerah daratan kurang lebih 2.109,74 km² (LSDA 2007), dengan kantor pusat pemerintahan di Kota Kalianda.

Saat ini Kabupaten Lampung Selatan dengan jumlah penduduk 923.002 jiwa (LSDA 2007), memiliki luas daratan + 2.109,74 km2 yang terbagi dalam 17 kecamatan dan terdiri dari 248 desa dan 3 kelurahan.


- continued -

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN LAMPUNG TENGAH ۞


Quote:
Kabupaten Lampung Tengah
adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di Gunung Sugih. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 4.789,8 km2 dan berpenduduk sebanyak 1.177.967 jiwa (tahun 2008).


- continued -

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN LAMPUNG UTARA ۞





Quote:SEJARAH LAMPUNG UTARA
Kabupaten Lampung Utara (Lampura) telah menempuh sejarah yang panjang, berliku, dan dinamis. Situs online Pemda Lampura ( [url]www.lampungutara.go.id[/url] ) menjelaskan pada awal masa kemerdekaan, berdasarkan UU No. 1 tahun 1945, Lampura merupakan wilayah administratif di bawah Keresidenan Lampung yang terbagi atas beberapa kewedenan, kecamatan dan marga.

Pemerintahan marga dihapuskan dengan Peraturan Residen 3 Desember 1952 Nomor 153/1952, dan dibentuklah “Negeri” yang menggantikan status marga dengan pemberian hak otonomi sepenuhnya berkedudukan di bawah kecamatan. Dengan terjadinya pemekaran beberapa kecamatan, terjadilah suatu negeri di bawah beberapa kecamatan, sehingga dalam tugas pemerintahan sering terjadi benturan. Status pemerintahan negeri dan kewedanan juga dihapuskan dengan berlakunya UU No. 18 tahun 1965.

Berdasarkan UU No. 4 Drt tahun 1965 juncto UU No. 28 tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten - Kabupaten dalam Lingkungan Sumatera Selatan, terbentuklah Kabupaten Lampura dibawah Propinsi Sumatera Selatan. Dengan terbentuknya Propinsi Lampung berdasarkan UU No. 14 tahun 1964 maka Kabupaten Lampura masuk sebagai bagian dari Propinsi Lampung.

Kabupaten Lampura telah mengalami tiga kali pemekaran sehingga wilayah yang semula seluas 19.368,50 Km2 kini tinggal 2.725,63 Km2. Pemekaran wilayah pertama terjadi dengan terbentuknya Kabupaten Lampung Barat berdasarkan UU No. 6 tahun 1991, sehinga Wilayah Lampura berkurang 6 kecamatan yaitu : Sumber Jaya, Balik Bukit, Belalau, Pesisir Tengah, Pesisir Selatan dan Pesisir Utara.

Pemekaran kedua tejadi dengan terbentuknya Kabupaten Tulang Bawang berdasarkan UU No. 2 tahun 1997. Wilayah Lampura kembali mengalami pengurangan sebanyak 4 kecamatan yaitu : Menggala, Mesuji, Tulang bawang Tengah dan Tulang Bawang Udik. Pemekaran ketiga terjadi dengan terbentuknya Kabupaten Way Kanan berdasarn UU No. 12 tahun 1999. Lampura kembali berkurang 6 kecamatan yaitu : Blambangan Umpu, Pakuan Ratu, Bahuga, Baradatu, Banjit dan Kasui. Kabupaten Lampura, saat ini tinggal 8 kecamatan yaitu : Kotabumi, Abung Selatan, Abung Timur, Abung Barat, Sungkai Selatan, Sungkai Utara, Tanjung Raja dan Bukit Kemuning.

Berdasarkan Perda No. 20 tahun 2000 jumlah kecamatan di mekarkan menjadi 16 kecamatan dengan mendefinitifkan 8 kecamatan pembantu yaitu : Kotabumi Utara, Kotabumi Selatan, Abung Semuli, Abung Surakarta, Abung Tengah, Abung Tinggi, Bunga Mayang dan Muara Sungkai. Sedangkan hari kelahiran Kabupaten Lampura Sikep ini, setelah melalui berbagai kajian, disepakati jatuh tanggal 15 Juni 1946 dan ini disyahkan dalam Perda Nomor 6 tahun 2002.

Quote:Berdasarkan Perda Nomor 8 tahun 2006 tanggal 15 Agustus 2006 telah dimekarkan kembali 7 kecamatan yang baru yaitu sebagai berikut :

1.Kecamatan Hulu Sungkai ibukota Gedung Maripat
2.Kecamatan Sungkai Tengah ibukota Batu Nangkop
3.Kecamatan Sungkai Barat ibukota Sinar Harapan
4.Kecamatan Sungkai Jaya ibukota Cempaka
5.Kecamatan Abung Pekurun ibukota Pekurun
6.Kecamatan Abung Kunang ibukota Aji Kagungan
7. Kecamatan Blambangan Pagar ibukota Blambangan

Sehingga saat ini di lampung Utara menjadi 23 kecamatan.


Quote:Sejak berdiri hingga sekarang telah 16 orang putra terbaik memimpin kabupaten ini :

1. Burhanudin
2. Ahmad Akuan
3. Zainal Abidin Pagar Alam
4. Raden Sarikun
5. Raden Sumbaji
6. Pangeran Ingguan ( 1959 – 1960 )
7. A. Somad ( 1960 – 1965 )
8. M. Syarif ( 1965 – 1967 )
9. A. Rivai ( 1967 – 1972 )
10. TRA Syukri ( 1972 – 1973 )
11. Djuaini Ahmad ( 1973 – 1978 )
12. Masno Asmono ( 1978 – 1988 )
13. Djufri A.H. Adam ( 1989 – 1994 )
14. Ahmad Gumbira ( 1994 – 1998 )
15. Hairi Fasyah ( 1998 – 2009 ) - Drs.Zainal Abidin, MM (2002 – 2009 )
16. Drs.Zainal Abidin, MM - Rohimat Aslam (2009 – 2014 )


Quote:u/ akses lebih dalam, bisa kunjungi website kabupaten tersebut
http://www.lampungutara.go.id/

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN MESUJI ۞


Quote:Quote:
Kabupaten Mesuji
adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, pada 29 Oktober 2008. Luas wilayah kabupaten ini adalah 2.184,00 km² sedangkan jumlah penduduknya sebanyak 188.999 jiwa (2006).

Quote:
Ibu kota
atau pusat pemerintahan Kabupaten Mesuji masih belum diputuskan meski dalam UU No.49 tahun 2008 ditetapkan bahwa ibu kota Mesuji adalah kecamatan Mesuji. Calon ibu kota Mesuji adalah Tanjung Raya dan Mesuji.

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN PESAWARAN ۞



Quote:Kabupaten Pesawaran
adalah salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 2 November 2007 berdasarkan UU Nomor 33 Tahun 2007 tentang Pembentukan Kabupaten Pesawaran. Semula kabupaten ini merupakan bagian dari Kabupaten Lampung Selatan. Daerah ini kaya akan sumberdaya alam pertanian, perkebunan dan kehutanan.


- continued -

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN PRINGSEWU ۞



Quote:Sejarah
Untuk mengetahui lebih jauh tentang sejarah Kecamatan Pardasuka[2], secara tepat dan akurat adalah merupakan pekerjaan yang tidak mudah karena disamping diperlukan waktu yang cukup lama, menyangkut fasilitas yang tersedia dan yang merupakan kendala utama dalam mengungkapkan sejarah Kecamatan Pardasuka itu sendiri sangat terbatas dan langka. Namun demikian dari beberapa tahap masyarakat yang sempat ditemui dan dijelaskan bahwa sejarah Kecamatan Pardasuka antara lain:

Code:
    * Kecamatan Pardasuka dibuka/dimulai tahun 1905 oleh Kolonial Belanda.
* Kecamatan Pardasuka dahulu adalah Ex tanah Kolonial yang dulu pernah berkuasa di wilayah ini, sedangkan penduduk sebagian besar dari pulau Jawa.
* Kecamatan Pardasuka dahulu disebut Pemerintah Negeri dan Asisten Wedana yang berkuasa di Kecamatan Pardasuka dan Kecamatan Gedung Tataan Kabupaten Pesawaran.

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN TANGGAMUS ۞


Quote:Quote:
Sejarah Perkembangan Wilayah Tanggamus
catatan yang ada pada tahun 1889 pada saat Belanda mulai masuk di Wilayah Kota Agung, yang ada pada saat itu pemerintahannya dipimpin oleh seorang Kontroller yang memerintah di Kota Agung. Pada waktu itu pemerintahan telah dilaksanakan olehPemerintah Adat yang terdiri dari 5 (lima) Marga yaitu :

1. Marga Gunung Alip (Talang Padang),
2. Marga Benawang,
3. Marga Belunguh,
4. Marga Pematang Sawa,
5. Marga Ngarip.

Masing-masing marga tersebut dipimpin oleh seorang Pasirah yang membawahi beberapa Kampung.


Quote:Perkembangan selanjutnya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 114/ 1979 tanggal 30 Juni 1979 dalam rangka mengatasi rentang kendati dan sekaligus merupakan persiapan pembentukan Pembantu Bupati Lampung Selatan untuk Wilayah Kota Agung yang berkedudukan di Kota Agung serta terdiri dari 10 Kecamatan dan 7 Perwakilan Kecamatan dengan 300 Pekon dan 3 Kelurahan serta 4 Pekon Persiapan. Pada akhirnya Kabupaten Tanggamus terbentuk dan menjadi salah satu dari 10 Kabupaten/ Kota yang ada di Propinsi Lampung. Kabupaten Tanggamus dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 2 Tahun 1997 yang di undangkan pada tanggal 3 Januari 1997 dan diresmikan menjadi Kabupaten pada tanggal 21 Maret 1997.
Quote:
Sejalan dengan dinamika perkembangan masyarakat adat di Kabupaten Tanggamus, pada tanggal 12 januari 2004 Kepala Adat Saibatin Marga Benawang merestui tegak berdirinya Marga Negara Batin, yang sebelumnya merupakan satu kesatuan adat dengan Marga Benawang. Pada tanggal 10 Maret 2004 di Pekon Negara Batin dinobatkan kepala adat Marga Negara Batin dengan gelar Suntan Batin Kamarullah Pemuka Raja Semaka V.

Dengan berdirinya Marga Negara Batin tersebut, masyarakat adat pada tahun 1889 terdiri dari 5 marga, saat ini menjadi 6 marga, yaitu : Marga Gunung Alip (Talang Padang), Marga Benawang, Marga Belunguh, Marga Pematang Sawa, Marga Ngarip, Marga Negara Batin.

Quote:
Secara geografis Kabupaten tanggamus terletak pada posisi 104°18’ - 105°12’ Bujur Timur dan 5°05’ - 5°56’ Lintang Selatan. Luas wilayah 3.356,61 km2 yang meliputi wilayah daratan maupun perairan. Satu dari dua teluk besar yang ada di Propinsi Lampung terdapat di Kabupaten Tanggamus yaitu teluk Semaka dengan panjang daerah pantai 200 km dan sebagai tempat bermuaranya 2 (dua) sungai besar yaitu Way Sekampung dan Way Semaka. Selainitu Wilayah Kabupaten tanggamus dipengaruhi oleh udara tropical pantai dan dataran pegunungan dengan temperaturudara yang sejuk dengan rata-rata 28°C.


Quote:Quote:GEOGRAFIS TANGGAMUS
Nama Tanggamus diambil dari nama gunung yang terletak tepat di jantung wilayah kabupaten. Dengan disahkannya Perda No. 2 Tahun 1997 dan diresmikan oleh Mentri Dalam Negeri pada tanggal 21 Maret 1997 yang meliputi 11 Kecamatan, 6 Perwakilan Kecamatan dan 310 Desa dengan luas wilayah keseluruhan 3.356,61 Km2, dengan batas wilayah sebagai berikut :

Code:
    * Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat dan Lampung Tengah.
* Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Indonesia
* Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Lampung Barat.
* Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Pringsewu.



Dengan disahkannya Perda No.18 Tahun 2000 yang menghapuskan status Kecamatan Perwakilan maka status 6 Kecamatan Perwakilan berubah status menjadi 6 Kecamatan defenitif sehingga pada tahun 2000 menjadi 17 Kecamatan.


Quote:Sejalan dengan perkembangan pemerintahan dan kemasyarakatan pada tahun 2005 beberapa wilayah dibentuk Kecamatan baru sesuai dengan Perda No. Tahun 2005 sebanyak 7 Kecamatan. Pada tahun 2008 jumlah kecamatan sebanyak 28 Kecamatan, 371 Pekon dan jumlah penduduk sebanyak 838.348 jiwa.

Pada tanggal 29 Oktober 2008 Kabupaten Pringsewu terbentuk, sehingga pada saat ini luas wilayah Kabupaten Tanggamus menjadi 2.855,46 Km2, dan secara administratif terbagi jadi 20 Kecamatan dan 282 desa/pekon.

Quote:
Quote:PARIWISATA
Quote:PANTAI TERBAYA
Pantai Terbaya yang terletak di sisi kiri jalan 3 kilometer menjelang pusat kota Kota Agung dari arah Bandar Lampung adalah obyek wisata-bahari yang ramai dikunjungi wisatawan saat liburan dan akhir-pekan. Posisi jalan raya dan pintu masuk lokasi berada pada ketinggian ± 25 m dpl. (diatas permukaan laut). Situasi ini memungkinkan pengunjung menikmati pemandangan yang luas ke arah Teluk Semangka serta pantai berpasir yang rentangnya seolah tak bertepi di kedua ujungnya. Di jalan menurun menuju pantai, terdapat sumber mata air jernih yang dapat digunakan untuk cuci-bilas. Pengelolaan pantai yang masih belum tersentuh peralatan moderen serta tradisi masyarakatnya yang masih terjaga baik, menjadikan tempat ini tampak asli-alami.


Quote:GISTING & KAWASAN BATU KERAMAT
Kawasan dataran tinggi Gisting dan Batu Keramat menyimpan potensi keindahan dimana dari ketinggian tempat kawasan ini dapat dinikmati udara sejuk pegunungan dangan pemandangan kesibukan Teluk Semangka yang dihiasi kapal-kapal tanker raksasa dan kapal nelayan serta pelabuhan laut Kota Agung. Terletak hanya 4 Km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tanggamus.

Masuk ke wilayah Kecamatan Kota Agung, di wilayah dataran tinggi Batu Keramat (± 300 m dpl.), sebuah gapura menyambut wistawan yang tiba di wialyah ibukota kabupaten. Situasi alamnya mengingatkan wisatawan pada pemandangan daerah pegunungan di Puncak Pas Jawa Barat dengan jalan aspal mulus yang menurun berkelok-kelok.Bedanya wisatawan disuguhi tambahan pemandangan indah hamparan Teluk Semangka yang terbentang luas


Quote:TNBBS
Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang telah ditetapkan menjadi salah satu warisan alam dunia (World Natural Heritage Site) sejak Juli 2004, selain menyimpan pesona panorama yang menawan, aneka flora dan fauna, juga menjadi habitat bagi sejumlah burung langka yang indah dan menawan.

Ada beberapa jenis burung langka yang ditemui di kawasan TNBBS. "Sedikitnya tercatat ada 47 jenis burung dari 26 famili dijumpai di kawasan TNBBS. Keberadaan burung yang sebagian besar langka itu mudah ditemui bertengger di pepohonan, atau mendengar kicauannya yang menjadi sonata alam nan menawan.


Quote:PANTAI HARAPAN
Pantai Harapan Kota Agung terletak ± 10 km dari Pusat Pemerintahan Kabupaten Tanggamus. Pada saat ini terdapat pelabuhan laut penyeberangan yang melayani rute Kota Agung – Pulau Tabuan – Tirom – Tampang – Belimbing. Saat ini di sekitar lokasi telah berkembang beberapa fasilitas pendukung, seperti fasilitas perdagangan berupa pasar dan pertokoan, sarana akomodasi berupa 2 buah hotel melati dan tiga buah rumah makan.


Quote:PULAU TABUAN
Pulau Tabuan adalah merupakan suatu wilayah teritorial Kabupaten Tanggamus yang berlokasi di perairan Teluk Semaka dengan luas wilayah 600 hektar. Dalam waktu dekat ini telah direncanakan oleh pemerintah kabupaten akan dibangun dermaga yang berfungsi sebagai dermaga penyeberangan transportasi laut dan nelayan dengan luas lokasi ± 2500 m. Lokasi ini dapat dijangkau dengan transportasi air berupa kapal motor/ speed boat yang memakan waktu ± 1 jam perjalanan dari pelabuhan laut.

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN TULANG BAWANG ۞

Quote:Quote:SEJARAH SINGKAT KABUPATEN TULANG BAWANG

Quote:a. Masa Pra Kemerdekaan RI
Dalam sejarah kebudayaan dan perdagangan di Nusantara, Tulang Bawang
digambarkan merupakan salah satu kerajaan tertua di Indonesia, disamping
kerajaan Melayu, Sriwijaya, Kutai, dan Tarumanegara. Meskipun belum banyak
catatan sejarah yang mengungkapkan keberadaan kerajaan ini, namun catatan Cina
kuno menyebutkan pada pertengahan abad ke-4 seorang pejiarah Agama Budha yang
bernama Fa-Hien, pernah singgah di sebuah kerajaan yang makmur dan berjaya,
To-Lang P'o-Hwang (Tulang Bawang) di pedalaman Chrqse (pulau emas Sumatera).

Sampai saat ini belum ada yang bisa memastikan pusat kerajaan Tulang Bawang,
namun ahli sejarah Dr. J. W. Naarding memperkirakan pusat kerajaan ini
terletak di hulu Way Tulang Bawang (antara Menggala dan Pagardewa) kurang
lebih dalam radius 20 km dari pusat kota Menggala.

Seiring dengan makin berkembangnya kerajaan Che-Li-P'o Chie (Sriwijaya), nama
dan kebesaran Tulang Bawang sedikit demi sedikit semakin pudar. Akhirnya sulit
sekali mendapatkan catatan sejarah mengenai perkembangan kerajaan ini.

Ketika Islam mulai masuk ke bumi Nusantara sekitar abad ke-15, Menggala dan
alur sungai Tulang Bawang yang kembali marak dengan aneka komoditi, mulai
kembali di kenal Eropa. Menggala dengan komoditi andalannya Lada Hitam,
menawarkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan komoditi sejenis
yang didapat VOC dari Bandar Banten. Perdagangan yang terus berkembang,
menyebabkan denyut nadi Sungai Tulang Bawang semakin kencang, dan pada masa
itu kota Menggala dijadikan dermaga "BOOM", tempat bersandarnya kapal-kapal
dari berbagai pelosok Nusantara, termasuk Singapura.

Perkembangan politik Pemerintahan Belanda yang terus berubah, membawa dampak
dengan ditetapkanya Lampung berada dibawah pengawasan langsung Gubernur
Jenderal Herman Wiliam Deandles mulai tanggal 22 November 1808. Hal ini
berimbas pada penataan sistem pemerintahan adat yang merupakan salah satu
upaya Belanda untuk mendapatkan simpati masyarakat.

Pemerintahan adat mulai ditata sedemikian rupa, sehingga terbentuk
Pemerintahan Marga yang dipimpin oleh Kepala Marga (Kebuayan). Wilayah Tulang
Bawang sendiri dibagi dalam 3 kebuayan, yaitu Buay Bulan, Buay Tegamoan dan
Buay Umpu (tahun 1914, menyusul dibentuk Buay Aji).

Sistem Pemerintahan Marga tidak berjalan lama, dan pada tahun 1864 sesuai
dengan Keputusan Kesiden Lampung No. 362/12 tanggal 31 Mei 1864, dibentuk
sistem Pemerintahan Pesirah. Sejak itu pembangunan berbagai fasilitas untuk
kepentingan kolonial Belanda mulai dilakukan termasukdi Kabupaten Tulang
Bawang.

Pada zaman pendudukan Jepang, tidak banyak perubahan yang terjadi di daerah
yang dijuluki "Sai Bumi Nengah Nyappur” ini. Dan akhirnya sesudah Proklamasi
kemerdekaan RI, saat Lampung ditetapkan sebagai daerah Keresidenan dalam
wilayah Propinsi Sumatera Selatan, Tulang Bawang dijadikan wilayah Kewedanaan.


Quote:b. Masa Kemerdekaan RI
Sejalan dengan perkembangan Negara RI, maka setelah Lampung memisahkan diri
dari Propinsi Sumatera Selatan, dengan membentuk Propinsi Lampung, maka status
Menggala juga ditetapkan sebagai kecamatan di bawah naungan Kabupaten Lampung
Utara.

Proses berdirinya Tulang Bawang tidak begitu saja terjadi. Diawali dari
rencana sesepuh dan tokoh masyarakat bersama pemerintah yang sejak tahun 1972
merencanakan mengembangkan Propinsi Lampung menjadi 10 Kabupaten/Kota, maka
pada tahun 1981, Pemerintah Propinsi membentuk 8 Lembaga Pembantu Bupati, yang
salah satunya adalah Pembantu Bupati Lampung Utara Wilayah Menggala,
berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 821.26/502 tanggal 8 Juni 1981
tentang Pembentukan Wilayah Kerja Pembantu Bupati Lampung Selatan, Lampung
Tengah, dan Lampung Utara Wilayah Propinsi Lampung.

Dalam kurun waktu dari tahun 1981 sampai dengan 1997, telah terjadi pergantian
Pejabat Pembantu Bupati selama beberapa masa bhakti, yang dijabat oleh:

1. Drs. Hi. M. Yusup Nur (masa bhakti 1981 s.d: 1985).

2. Kardinal, BA (masa bhakti 1985 s.d. 1989)

3. Drs. Hi. Somali Saleh (masa bhakti 1989 s.d. 1993)

4. Drs. Rukhyat Kusumayudha (masa bhakti 1993 s.d. 1994)

5. Drs. Tamanuri (masa bhakti 1994 s.d. 1996)

6. Hi. Santori Hasan, SH. (masa bhakti 1996 s.d. 1997)

Pada tahun 1997, dibentuklah Sekretariat Persiapan Kabupaten Tulang Bawang,
dengan Sekretaris merangkap Pembantu Bupati Lampung Utara Wilayah Menggala Hi.
Santori Hasan, SH. Selanjutnya untuk memuluskan pembentukan kabupaten,
ditunjuklah Hi. Santori Hasan, SH sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulang
Bawang sejak tanggal 20 Maret sampai dengan 9 Desember 1997 melalui Surat
Keputusan Gubernur No. 821.2/II/09/97 tanggal 14 Januari 1997 tentang
Penunjukan Plt Bupati Kabupaten Tingkat II Persiapan Tulang Bawang .

Melalui serangkaian proses yang cukup melelahkan, akhirnya Kabupaten Tulang
Bawang lahir, dan diresmikan keberadaannya oleh Menteri Dalam Negeri pada
tanggal 20 Maret 1997, sebagai tindak lanjut ditetapkan UU No. 2 Tahun 1997
tentang pembentukan daerah tingkat II Tulang Bawang dan Kabupaten Daerah
Tingkat II Tanggamus. Dimana untuk selanjutnya pada tanggal 24 Nopember 1997
terpilihlah Hi. Santori Hasan, SH sebagai Bupati Tulang Bawang pertama, untuk
periode tahun 1997-2002, yang dilantik pada tanggal 9 Desember 1997.

Pada periode selanjutnya, melalui proses pemilihan Bupati Tulang Bawang pada
tanggal 12 Nopermber 2002 terpilihlah Dr. Abdurachman Sarbini, dan AA.
Syofandi sebagai Bupati dan Wakil Bupati Tulang Bawang untuk periode
2002-2007, yang dilantik pada tanggal 9 Desember 2002. Kemudian melalui proses
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung oleh masyarakat yang pertama kali
dilaksanakan pada tahun 2007, Dr. Abdurachman Sarbini kembali terpilih sebagai
Bupati Tulang Bawang periode 2007-2012, berpasangan dengan Drs. Agus
Mardihartono, MM, sebegai Wakil Bupati, yang dilantik pada tanggal 9 Desember
2007.

Sementara itu sejak berdirinya Kabupaten Tulang Bawang, Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang juga mengalami proses pergantian
pucuk pimpinan. Pada periode 1997-1999, Ketua DPRD dijabat Abadi SP, pada
periode 1999-2004 Ketua DPRD dijabat Samsul Hadi, dan periode 2004-2009 Ketua
DPRD dijabat Lamijiono, S.Pd, MM, yang kemudian sebelum masa bhaktinya
berakhir digantikan oleh Herman Artha.

Pada tanggal 18 Agustus 2009, anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang periode
2004-2009 secara resmi mengakhiri masa jabatannya, yang kemudian melalui
mekanisme yang berlaku digantikan oleh Anggota DPRD periode berikutnya yaitu
2009-2014, yang merupakan hasil Pemilu Legislatif 9 April 2009. Sedangkan
Ketua DPRD masa bhakti 2009-2014 adalah Winarti,SE yang dilantik pada tanggal
19 Oktober 2009.


Quote:c. Tulang Bawang Kini dan Masa Datang.
Kabupaten Tulang Bawang yang pada awal berdirinya memiliki luas wilayah
7.770,84 km² atau 22% dari wilayah Lampung, merupakan kabupaten terbesar di
Propinsi Lampung.

Menyadari luas wilayah dan besarnya tantangan pembangunan Kabupaten Tulang
Bawang, maka dengan didukung aspirasi masyarakat, pada tahun 2007, Bupati
Tulang Bawang Dr. Abdurachman Sarbini mengambil sebuah terobosan besar dengan
memekarkan wilayah Kabupaten Tulang Bawang menjadi 3 kabupaten, yaitu
kabupaten induk Kabupaten Tulang Bawang, dan dua kabupaten baru, Kabupaten
Tulang Bawang Barat dan Mesuji.

Dalam proses realisasi dua daerah otonomi baru itu pula, catatan menariknya
adalah, sangat langka dan jarang sekali terjadi secara nasional, adanya upaya
keras dan inisiatif dari kabupaten induk seperti yang dilakukan oleh Kabupaten
Tulang Bawang.

Beberapa pertimbangan dilakukannya pemekaran dua daerah otonomi baru,
diantaranya untuk menciptakan percepatan pembangunan daerah, mengefektifkan
pelayanan publik, memperpendek rentang kendali pemerintahan, sekaligus dapat
mempercepat kesejahteraan masyarakat, baik di dua kabupaten baru hasil
pemekaran, maupun di kabupaten induk.

Sedangkan dalam prosesnya, pemekaran Kabupaten Tulang Bawang Barat dan Mesuji
akhirnya dapat diwujudkan, yaitu dengan disyahkannya UU Nomor 49 Tahun 2008
tentang Pembentukan Kabupaten Mesuji dan UU Nomor 50 Tahun 2008 tentang
Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat, tanggal 26 November 2008, yang
kemudian diresmikan pendefinitifannya tanggal 3 april 2009, yang ditandai
dengan dilantiknya kedua Penjabat (Pj) Bupati di dua daerah otonomi baru
tersebut oleh Menteri Dalam Negeri Mardiyanto.

Setelah wilayahnya dimekarkan, kini Kabupaten Tulang Bawang memiliki luas
wilayah 4385.84 km² dengan 15 kecamatan, 4 kelurahan dan 148 kampung. Namun
meskipun luas wilayahnya berkurang pasca dimekarkannya dua daerah otonomi
baru, Kabupaten Tulang Bawang masih tetap memiliki beragam potensi yang
menjanjikan guna meningkatkan kemajuannya.

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT ۞


Quote:Quote:1. Ibukota : PANARAGAN
Dibentuk berdasarkan UU No. 49 Tahun 2008, Tanggal 28 Nopember 2008.



Quote:2. Geografi:
a. Letak Geografis : 104°55’ – 105°10’BT dan 04°10’- 04°42’ LS
b. Luas Wilayah : 1.201 Km².
c. Batas Wilayah :
- Sebelah Utara : Kabupaten Kab. OKI Prov. Sumatera Selatan, dan Kabupaten Mesuji;
- Sebelah Selatan : Kabupaten Lampung Tengah dan Kabupaten Lampung Utara;
- Sebelah Timur : Kabupaten Tulang Bawang;
- Sebelah Barat : Kabupaten Way Kanan.

Quote:
3. Topografi & Geologi:
Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian antara 39 Mdpl. Di bagian Utara mengalir sungai besar yaitu Sungai Muara dua yang merupakan bagian hulu dari Way Mesuji. Secara morfologi merupakan daerah dataran sampai dengan dataran bergelombang, Areal ini umumnya dimanfaatkan untuk areal pertanian, Perkebunan, dan Pemukiman.
Keadaan geologi penyusun batuan tersusun atas Formasi muara enim yang terdiri dari perselingan batu lempung pasiran dan batu lanau tufaan dengan sisipan batu pasir tufaan dan batu lempung hitam. Selain itu terdapat pula formasi pasir kwarsa yang membentang disepanjang sisi timur dengan bentukan pasir kasar kerikil sampai sedang dan penyusun dominan mineral kwarsa. Adapun jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah Alluvial, Regosol, Pedzolik Coklat, Latosol dan Pedzolik Merah kuning.



Quote:4. Klimatologi :
Secara umum iklim di daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat relatif sama dengan iklim di Kabupaten lain di Propinsi lampung, bertemperatur rata-rata 25ºC -31ºC. Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki curah hujan yang cukup tinggi antara 57-299 mm/bulan dengan kelembapan rata-rata antara 85,2%.


Quote:5. Demografi:
Jumlah Penduduk : 264.887 jiwa
a. Laki-laki : 128.174 jiwa;
b. Perempuan : 136.713 jiwa;
Kepadatan Penduduk : 232 jiwa/Km².


Quote:
6. Administrasi Pemerintahan:
Kecamatan : 8, Desa : 77, Kelurahan : 2.


Quote:7. Potensi Pariwisata:
Potensi obyek wisata yang terdapat di Kabupaten Tulang Bawang Barat berjumlah 4 obyek baik objek wisata alam, wisata budaya maupun wisata sejarah yang terdiri dari : Bawang Lambu (Lambu Kibang), Makam Minak Mangku Bumi (Pagar Dewa), Makam Minak Indah (Panaragan), Benteng Sabuk (Gunung Katun). Potesi Lain yang dapat digali yaitu wisata alam dan wisata agroindustri.


Quote:8. Potensi Dan Peluang Investasi:
a. Sektor Pertanian Dan Perkebunan:
Luas tanam, Luas panen dan produksi padi sawah tergambar sebagai berikut : 17,014 Ha. 16,781 Ha dan 107,930 ton, padi ladang : 2,040 Ha. 1,954 Ha. dan 6,440 ton. Sementara Luas tanam, Luas panen dan produksi untuk palawija : Jagung 4,245 Ha. 4,140 Ha. dan 24,166 ton. Kacang Tanah 434 Ha. 426 Ha. dan 750 ton. Ubi Kayu 53,805 Ha. 37,576 Ha. dan 1,315,562
ton, Ubi Jalar 169 Ha. 159 Ha. dan 2,257 ton, Kedelai 65 Ha. 65 Ha. dan 70.86 ton, Kacang Hijau 140 Ha. 130 Ha. dan 146.73 ton.

b. Sektor Perkebunan:
Komoditi Perkebunan untuk Karet : Luas areal 20.872,24 Ha, Produksi 7.915,88 ton. Kelapa Sawit : Luas areal 4.598,85 Ha, Produksi 18.490,51 ton. Sementara luas lahan kritis yang masih dapat ditanami dengan kayu-kayuan seperti jati, mahoni, karet, dan lain-lain seluas 21.010 Ha.


c. Sektor Peternakan:
Komoditi peternakan besar diantaranya : Sapi 31.369 ekor, Kerbau 31 ekor, dan ternak kecil : Kambing 50.155 ekor, Domba 908 ekor, Babi 2.138 ekor.


d. Sektor Perikanan:
Terdiri dari budidaya air tawar (mina padi, Potensi Embung, Karamba maupun kolam-kolam buatan) produksi 21,85 ton - dan perikanan tangkap (Sungai, lebung, rawa-rawa) produksi 32,24 ton.

e. Sektor Pertambangan:
Penambangan Pasir, Minyakbumi, Gas dan andesit.

f. Sektor Perindustrian:
Pabrik Tapioka 9 buah, Perusahaan perkebunan pengolahan karet 2 buah, Perusahaan perkebunan pengolahan sawit 3 buah, Pabrik heuler 53 buah.

g. Perbankan:
Terdiri dari 1 Bank BPR Dan 1 Bank BMT.

۞ Tentang Sejarah ۞

Quote:۞ KABUPATEN WAY KANAN ۞


Quote:Quote:
SEJARAH KABUPATEN

Kabupaten Way Kanan adalah salah satu pemekaran dari Lampung utara, Kabupaten Waykanan di bentuk berdasarkan Undang-undang No.12 tahun 1999 tanggal 20 April 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Dati II Way Kanan, Kabupaten Dati II Lampung Timur dan Kotamadya Metro. Peresmian Kabupaten Way Kanan dilakukan pada tanggal 27 April 1999 ditandai dengan pelantikan Pejabat Bupati oleh Menteri Dalam Negeri di Jakarta.
Berkaitan dengan itu, maka pada Tanggal 27 April ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Way Kanan. Waykanan merupakan salah satu kabupaten di wilayah Lampung. Kabupaten Way Kanan ini ibu kotanya adalah Blambangan Umpu.

Quote:
Pemilihan Blambangan Umpu sebagai ibu kota Kabupaten Way Kanan memang tepat. Beberapa alasan memperkuat pernyataan ini adalah :


1. tempatnya strategis karena berada di tengah-tengah wilayah Way Kanan, sehingga untuk melakukan pengawasan terhadap seluruh daerah di wilayah Way Kanan oleh pemerintah kabupaten akan lebih mudah

2. Blambangan Umpu berada dijalur lalu lintas jalan darat dari berbagai arah yaitu Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung sendiri,


Quote:Walaupun daerah Blambangan Umpu merupakan pusat pemerintahan, namun perputaran perekonomian di wilayah Way Kanan terbesar justru berada di wilayah kecamatan Baradatu. Daerah ini sendiri dibandingkan dengan wilayah Way Kanan pada umumnya, merupakan kecamatan dengan kepadatan penduduk tertinggi. Seiring perkembangan wilayah di Way Kanan, maka sampai saat ini, Kabupaten Way Kanan memiliki beberapa kecamatan, baik kecamatan baru dan kecamatan lama, kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Way Kanan itu sendiri terdiri dari:

1. Bahuga
2. Banjit
3. Baradatu
4. Blambangan Umpu
5. Gunung Labuhan
6. Kasui
7. Negeri Batin
8. Negeri Agung
9. Negeri Besar
10. Pakuan Ratu
11. Rebang Tangkas
12. Way Tuba
13. Bumi Agung
14. Buay Bahuga



BATAS WILAYAH

- continued -
Quote:۞ KOTA METRO ۞

- reserved -
Quote:۞ KOTA BANDAR LAMPUNG ۞

- reserved -
sungai
Quote:sungai-sungai yang mengalir di daerah lampung menurut panjang dan cathment area (c.a)-nya adalah:

* way sekampung, panjang 265 km, c.a. 4.795,52 km2
* way semaka, panjang 90 km, c.a. 985 km2
* way seputih, panjang 190 km, c.a. 7.149,26 km2
* way jepara, panjang 50 km, c.a. 1.285 km2
* way tulangbawang, panjang 136 km, c.a. 1.285 km2
* way mesuji, panjang 220 km, c.a. 2.053 km2

way sekampung mengalir di daerah kabupaten tanggamus dan lampung selatan. Anak sungainya banyak, tetapi tidak ada yang panjangnya sampai 100 km. Hanya ada satu sungai yang panjangnya 51 km dengan c.a. 106,97 km2 ialah way ketibung di kalianda.

Way seputih mengalir di daerah kabupaten lampung tengah dengan anak-anak sungai yang panjangnya lebih dari 50 km adalah:

* way terusan, panjang 175 km, c.a. 1.500 km2
* way pengubuan, panjang 165 km, c.a. 1.143,78 km2
* way pegadungan, panjang 80 km, c.a. 975 km2
* way raman, panjang 55 km, c.a. 200 km2

way tulangbawang mengalir di kabupaten tulangbawang dengan anak-anak sungai yang lebih dari 50 km panjangnya, di antaranya:

* way kanan, panjang 51 km, c.a. 1.197 km2
* way rarem, panjang 53,50 km, c.a. 870 km2
* way umpu, panjang 100 km, c.a. 1.179 km2
* way tahmy, panjang 60 km, c.a. 550 km2
* way besay, panjang 113 km, c.a. 879 km2
* way giham, panjang 80 km, c.a. 506,25 km2

way mesuji yang mengalir di perbatasan provinsi lampung dan sumatera selatan di sebelah utara mempunyai anak sungai bernama sungai buaya, sepanjang 70 km dengan c.a. 347,5 km2.

Hutan-hutan besar di dataran rendah dapat dikatakan sudah habis dimanfaatkan untuk keepentingan pembangunan pertanian, untuk para transmigran yang terus-menerus memasuki daerah ini. Kayu-kayu hasil hutan diekspor ke luar negeri. Hutan-hutan yang masih ada, yang tanahnya dapat dikatakan belum banyak dibuka sebagian besar terletak di sebelah barat, di daerah bukit barisan selatan.

Beberapa kota di daerah provinsi lampung yang tingginya 50 m lebih dari permukaan laut adalah: Tanjungkarang (96 m), kedaton (100 m), metro (53), gisting (480 m), negerisakti (100 m), pringsewu (50 m), pekalongan (50 m), batanghari (65 m), punggur (50 m), padangratu (56 m), wonosobo (50 m), kedondong (80 m), sidomulyo (75 m), kasui (200 m), sri menanti (320 m) dan kota liwa (850 m)

Asal-usul Puyang di Lampung

Dari beberapa tulisan dan silsilah mungkin dpt disimpulkan:
Di Sumatera bagian selatan terdapat dua Rumpun utama yakni Dempo dan Seminung.
Suku Asli Lampung (yg pertama kali mendiami daerah Lampung) adalah Buay Tumi mereka mendiami daerah Liwa dan sekitarnya (Kenali, Bkt Pesagi, Ranau) mereka ini disebut Rumpun Seminung. Kemudian datanglah Puyang2 lain yg berasimilasi dengan rumpun seminung yakni:

1. Puyang Abung datang ke daerah Bengkulu (kaur) kalau dalam silsilah disebut Laut Lebu, Suku Abung kl dari silsilahnya Tuan Guru sakti (mungkin dr Indrapura pagaruyung) mempunyai anak namanya Bebatak, Bebugis dan Begeduh, Begeduh inilah yg menurunkan suku abung, di kaur Bengkulu Puyang abung kimpoi dengan Umpu Setungau/Putri setenggang orang serawai/lebong yg mungkin dari rumpun Dempo, lalu mereka pindah ke Danau ranau, disini puyang abung melakukan perkimpoian dengan Putri Ranau dari Rumpun seminung, karena ada perselisihan dengan Aji Saka maka suku abung pindah ke Martapura, lalu pindah kembali ke Skala brak/Segara Brak/Bukit Pesagi, dari sini mereka pindah ke Canguk Gattcak, lalu menyebar ke Lampung utara, Lampung Tengah, Lampung timur dan Hingga Ke Bandar Lampung. ada juga yg pindah kedaerah Kayu Agung dan Lempuing di Ogan Komering Ilir.
Suku Abung terdiri dari sembilan marga yg disebut Abung Siwo Migo.
Kalau dari silsilah orang abung mereka sudah sampai ke turunan yg ke 31~32
Jadi diperkirakan mereka sdh ada pada abad 9~10 M

2. Puyang Aji saka adalah puyang ini berasal dari India dari suku Saka, suku saka berawal dari daerah Iran, info: http://en.wikipedia.org/wiki/Saka
Sedangkan Aji juga merupakan suatu nama sungai di India, Aji berarti Ibu/Nenek.kemungkinan besar beragama hindu dan mempunyai kesaktian yg tinggi, puyang ini mempunyai dua Istri, satu dari di daerah selabung dan satunya dari Bukit pesagi rumpun seminung yakni putri dayang, keturunannya ini menyebar ke beberapa daerah di Lampung dan Sumsel, biasanya kebuayan mereka masih menggunakan kata Aji, semisal buay Aji, Aji kagungan, Sandang Aji, Suku Pakngepuluh buay Aji dll.
Puyang Aji saka juga dikenal dimasyarakat Jawa yg akhirnya sangat mempengaruhi adat dan budaya jawa yg cenderung ke-India-an, salah satunya tulisah jawa hanacaraka.
Diperkirakan puyang ini datang ke Selabung pada abad ke 14M.

3. Puyang Naga Berisang, diperkirakan puyang ini berasal dari Tiongkok selatan dan masuk bersama puyang aji saka, setelah menikah dengan Putri dari Rumpun seminung, maka keturunannya pun menyebar ke daerah Lampung(Way kanan, Tulang Bawang) dan Sumsel (Komering)
Diperkirakan puyang ini datang ke daerah rumpun seminung pada abad ke 14M.

4. Puyang lain dari Pagaruyung (Belunguh, Pernong dll), puyang2 ini pun melakukan perkimpoian dengan Rumpun seminung, keturunannya menyebar di Lampung tengah (pubiyan), Lampung barat (paksi pak) dan Lampung selatan.
Diperkirakan puyang ini datang ke daerah rumpun seminung pada abad ke 14M.

Pada kenyataannya, keturunan dari Buay Tumi dan Puyang2 diatas saling berinteraksi(kimpoi) yg menghasilkan keturunan2 yg lain.

Dijaman Keratuan pada abad 14~15 M dibentuk 4 Keratuan dilampung, keratuan itu dibentuk untuk menghindari perselisihan terhadap daerah hunian masing2 keturunannya dan membentengi diri gempuran perompak cina, 4 Keratuan tersebut adalah:
1. Keratuan DiPuncak (Suku Abung)
2. Keratuan DiPemanggilan (Aji,Komering & Way Kanan)
3. Keratuan DiPugung (Pubiyan)
4. Keratuan Dibelalaw (Liwa, Krui dan Ranau).

Setalah zaman kemerdekaan maka Rumpun Seminung mereka dipisahkan menjadi 2 Propinsi yakni Lampung dan Sumsel, dimana Suku yg Sungainya yg mengalir/bermuara ke sungai Musi masuk Ke daerah Sumsel dan yg bernuara ke Laut khususnya Laut Jawa masuk ke Lampung. Karena berbeda provinsi, beda daerah dan guratan2 perselisihan pada masa lalu, yg muncul adalah egoisme masing2, padahal semua mempunyai garis hubungan yg sama yakni asimilasi dengan rumpun seminung Buay Tumi.
Semoga bermamfaat.
BEBERAPA DOKUMENTASI PROVINSI LAMPUNG DARI MUSEUM TRAVEN BELANDA


Groepje vrouwen stampt koffie, cultuuronderneming Way Lima, Lampongse Districten, Zuid-Sumatra. / Kelompok perempuan menumbuk kopi, budaya perusahaan Way Lima, Lampong 08-1897
Spoiler for :


Dansmeisjes van Lampong te Menggala / gadis penari dari menggala. lampung
Spoiler for :


Een ziekenhuis in Lampung op zuid-Sumatra / sebuah rumah sakit di lampung. 1921
Spoiler for :


Kolonisatie in de Lampongse districten van Javaanse emigranten, Zuid Sumatra. Op het ontbost terrein zijn de eerste woningen van de kampong Mataram gebouwd / koloni baru para imigrasi jawa di lampung, tampak pembangunan rumah di kampung mataram tahun 1921
Spoiler for :


Vrouw uit Lampong in Adatkleding / gadis lampung menggunakan pakaian adat kleding
Spoiler for :


Volksschool te Bumiratu, Lampung, Zuid-Sumatra / sekolah untuk rakyat di bumiratu, lampung 1918
Spoiler for :

Thumbs up 



inflasi lampung cukup bagus gan..
bahkan bisa negatif..
ini menunjukkan kalo tingkat harga di lampung ga mengalami kenaikan bahkan malah turun..
artinya stabilitas perekonomian lampung bagus gan..

Thumbs up [share] Taman purbakala lampung timur (taman purba yang terlupakan)

nih gan ane mo share tntang taman purbakala di dket rumah ane, tepatnya di pugung raharjo lampung timur. disana ada museum artefak benda-benda kuno, undakan2 seperti gunung-gunung kecil (legendanya sich ada harta karun di dalamnya), ada sumber mta aernya (ktanya dlu bwt mandi para anggota kerajaan) dan juga ada kuburan-kuburan kuno yang di sebut "batu mayit".

Sekarang ntu taman gag kyak dulu lagi, tamannya tampak tak terawat, banyak rumput-rumput tinggi di sana-sini. taman itu sudah tak terurus, padahal dulu taman itu enak untuk di kunjungi.

Di bawah ni ada beberapa foto taman purbakala lampung timur :

Spoiler for poto:


Spoiler for poto:


Spoiler for poto:


Spoiler for poto:



Spoiler for poto:


Spoiler for poto:


Spoiler for poto:


Spoiler for poto:


Spoiler for poto:


Spoiler for poto:


ni da tambahan yang ane dapet gan :


Taman Purbakala Pugung Raharjo mempunyai luas kurang lebih hampir 30 hektar. Dari kota bandar lampung, lokasi tempat budaya bersejarah ini berjarak sekitar 42 kilometer, terletak di Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.

Taman purbakala ini, merupakan peninggalan jaman nenek moyang berasal dari dua tradisi, yakni Megalitik dan Klasik. Tradisi megalitik merupakan jenis kebudayaan zaman prasejarah, di mana para nenek moyang, belum mengenal tulisan. Sebagai ciri-ciri alat kehidupan saat itu, masih terbuat dari bebatuan besar. Antara lain seperti batu tegak atau disebut (menhir), meja batu (dolmen) kuburan batu dan keranda batu.

Sedangkan tradisi klasik, berlangsung setelah para nenek moyang kita, mendapat pengaruh kebudayaan Agama Hindu dan Budha, pada abad ke Enam sampai abad ke Lima Belas Masehi.

Awal mulanya,kompleks Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan daerah yang dianggap sangat angker oleh sebagian masyarakat setempat. Sebab setelah ratusan tahun, daerah ini, tidak di huni manusia, sehingga menjadi kawasan hutan belantara dengan berbagai pohon besar yang tumbuh liar memberi kesan seram.

Pada tahun 1954, para transmigran asal pulau Jawa, membuka hutan. Mereka menemukan gundukan tanah bersusun batu besar. Susunan tersebut, berbentuk bujur sangkar dan batu arca yang di beri nama Putri Badriah atau lebih dikenal dengan patung Budha.

Setelah di lakukan survei dan penelitian oleh ahli benda bersejarah pada tahun 1968, akhirnya Pemerintah Pusat dan Daerah melakukan pemugaran awal pada tahun 1977. Sedangkan pemugaran kedua tahun 1984, berhasil menyusun kembali peninggalan bersejarah tersebut ke posisi semula.

Adapun peninggalan bersejarah yang bernilai situs budaya antara lain, situs benteng dua buah yang terdiri gundukan tanah berbentuk memanjang dengan tinggi mencapai 3,5 meter dan panjang 1.200 meter. Sementara bagian luar benteng, terdapat parit atau sungai dengan kedalaman mencapai 3 sampai 5 meter.

Menurut hasil penelitian sejarah, benteng tersebut, merupakan tempat pertahanan dari serangan binatang buas dan suku lain. Selain itu, juga terdapat 13 punden kecil dan besar, terbuat dari gundukan tanah. Punden-punden ini, berfungsi sebagai tempat pemujaan terhadap arwah para nenek moyang terdahulu.

Pada situs batu, terdapat situs batu kandang (batu mayat), batu bertakuk (batu berlubang) batu lumpang, batu bergores dan kolam pemandian umum.

Konon menurut cerita yang beredar di masyarakat, air dari sumber kolam pemandian di percaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit dan menjadi awet muda.

Sebab sumber air bersih ini, sepanjang tahun tidak pernah kering, meski musim kemarau sekalipun. Di dalam kolam pemandian, terdapat batu dan gua bersejarah sepanjang puluhan kilometer tembus hingga danau wayjepara.namun sayangnya gua tersebut, tidak dapat di lihat dengan kasat mata manusia biasa.

Situs taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan aset budaya dan sejarah yang mendatangkan sumber pendapatan asli daerah yang tak kalah menarik dengan Propinsi lain di luar Lampung.

Spoiler for sumber:


Bagi agan2 yang ttarik pngen ke tkp, ni ane kasih rutenya :


Spoiler for rute:


_KIRA_

Lightbulb Nama - Nama Hotel & Penginapan Di Lampung

Jika agan pernah atau mungkin ada rencana untuk berkunjung ke Lampung, Salah satu hal yang harus anda pertimbangkan adalah masalah akomodasi. Mungkin anda perlu mengetahui nama-nama hotel ataupun penginapan yang ada di Lampung agar anda mendapatkan kenyamanan dalam kunjungan anda.
nih dia gan :

Quote:HOTEL SHERATON LAMPUNG ****
Jl. Wortel Monginsidi No. 157 Bandar Lampung
Telp. (0721) 486666, Fax. (0721) 486690

HOTEL MARCOPOLO ***
Jl. Dr. Susilo No. 4 Bandar Lampung
Telp. (0721) 262511, Fax. (0721) 254419

HOTEL SAHID Bandar Lampung **
Jl. Yos Sudarso No. 294 Bandar Lampung
Telp. (0721) 488888, Fax. (0721) 486589

HOTEL INDRA PURI ***
Jl. Wortel Monginsidi No.70 Bandar Lampung
Telp. (0721) 258258, Fax. (0721) 262440

NOVOTEL HOTEL Lampung ****
Jalan Gatot Subroto 136 Bandar Lampung
Telp. (0721) 477999 Fax. (0721) 479797

GRAND ANUGERAH ***
Jl. Raden Intan No. 132 Tanjung Karang – Bandar Lampung
Telp. (0721) 266999 Fax. (0721) 265300

HOTEL AMALIA ***
Jalan Raden Intan No.55 Bandar Lampung
Telp. (0721) 250555 Fax. (0721) 252703

HOTEL KARTIKA **
Jl. KH.A. Dahlan No. 96 Bandar Lampung
Telp. (0721) 487994, fax. (0721) 485413

HOTEL HARTONO *
Jl. Kesehatan No. 7 Bandar Lampung
Telp. (0721) 262525 Fax. (0721) 267929

HOTEL ARINAS *
Jl. Raden Intan No. 35 Bandar Lampung
Telp. (0721) 266778 Fax. (0721) 268645

HOTEL HANUM
Jl. Raden Intan No. 110 Bandar Lampung
Telp.(0721) 262511 Fax. (0721) 254419

HOTEL GRANDE
Jl. Raden Intan No. 77 Bandar Lampung
Telp. (0721) 261448 Fax. (0721)251447

HOTEL NUSANTARA
Jl. Soekarno Hatta - Sukarame, Capacity: 144 rooms
Telp. (0721) 781555 Fax. (0721) 70995

HOTEL NUSA INDAH ( melati III )
Jl. Raden Intan No. 132 Bandar Lampung
Telp. (0721) 265242 Fax. (0721) 264820

HOTEL KURNIA PERDANA ( Melati III )
Jl. Raden Intan No. 114 Bandar Lampung
Telp. (0721) 262030 Fax. (0721) 262924

HOTEL ANDALAS ( Melati III )
Jl. Raden Intan No. 89 Bandar Lampung
Telp. (0721) 263432, Fax. (0721) 261481

HOTEL KURNIA DUA ( Melati III )
Jl. Raden Intan No. 75 Bandar Lampung
Telp. (0721) 252905

HOTEL PURNAMA ( Melati III )
Jl. Raden Intan No. 75 Bandar Lampung
Telp. (0721) 26148

HOTEL RIA ( Melati III )
Jl. Kartini No. 107 Bandar Lampung
Telp. (0721) 253974

HOTEL MAHLIGAI PURI ( Melati III )
Jl. Hos. Cokroaminoto No. 29 Bandar Lampung
Telp. (0721) 253694

HOTEL KEMALA ( Melati III )
Jl. Gatot Subroto No. 73/75 Bandar Lampung
Telp. (0721) 262548

HOTEL SARI DAMAI ( Melati III )
Jl. Teuku Umar. Bandar Lampung
Telp. (0721) 701935

HOTEL PARAHIYANGAN ( Melati III )
Jl. Teuku Umar Bandar Lampung
Telp. (0721) 255339

HOTEL FACIFIC ( Melati III )
Jl. Yos Sudarso No. 13 Bandar Lampung
Telp. (0721) 482334

HOTEL MERPATI ( Melati III )
Jl. Yos Sudarso – Bandar Lampung
Telp. (0721) 341333

WISMA BANDAR LAMPUNG
Jl. ZA. Pagar Alam No.1 – Bandar Lampung
Telp. (0721) 704676

WISMA HAJI
Jl. Soekarno-Hatta – Bandar Lampung
Telp. (0721) 702077

HOTEL WAY URANG
Jl. Kesuma Bangsa Kalianda
Telp. 2734

HOTEL KALIANDA
Jl. Kesuma Bangsa Kalianda
Telp. 2393

LOSMEN BERINGIN
Jl. Kesuma Bangsa Kalianda
Telp. (0727) 2008

BINTANG SELATAN
Jl. Indra Bangsawan Kalianda

RIUNG GUNUNG
Jl. Desa Sukaraja Kalianda

SUDI MAMPIR
Jl. Veteran Kalianda

HOTEL LINDUNG
Jl. Raya Way Jepara No. 158 Way Jepara Lampung Timur
Telp. (0725) 640463 + Fasilitas Wartel

HOTEL CEMPAKA INDAH
Jl. Raya Sribawono – Lampung Timur
Telp. (0725) 660037

HOTEL AG BERSAMA
Simpang Pugung Desa Pugung Raharjo
Kecamatan Jabung – Lampung Timur
Reservasi : 0811727304

DESA WISATA
Plang Hijau Way Kambas Desa Rajabasa Lama
Kec. Way Jepara Lampung Timur

HOTEL BUKIT BARISAN (Melati II )
Jl. Proklamator, Bandar Jaya Lampung Tengah
Telp. (0720) 25386

HOTEL INDAH PERMAI II
Jl. Desa Yukum Jaya Lampung Tengah
Telp. (0720) 26037

HOTEL BUNDA
Jl.proklamator No. 6 Bandar Jaya Lampung Tengah
Telp. (0720) 25791

HOTEL WISATA
Jl.proklamator, Bandar Jaya Lampung Tengah
Telp. (0720) 25493

HOTEL BARU
Jl. Sudirman 1 No. 4 Bandar Jaya – Lampung Tengah
Telp. (0720) 2509

HOTEL INDAH PERMAI ( Melati III )
Jl. Jend. Sudirman No. 224 Metro
Telp. 0725 – 42850

HOTEL SERAYU
Jl. Sudirman No. 541 Metro
Telp. 0725 – 45462

HOTEL NUBAN (Melati III )
Jl. Sukarso No. 1 - Metro
Telp. 0725 – 45784

HOTEL NUSANTARA
Jl. Sukarso No. 4 – Metro
Telp. 0725 – 45968

HOTEL SRIKANDI
Jl. Sukarso No. 126 – Metro
Telp. 0725 – 42543

HOTEL FAMILI
Jl. Sukarso No. 01 – Metro
Telp. 0725 – 41862

HOTEL MUSDALIFAH
Metro Telp. 0725 – 41589

HOTEL YAKIN
Jl. Lintas Sumatera – Simpang Empat
Desa Karang Umpu Blambangan Umpu

TANGGAMUS SOPONYONO
Jl. A.Yani Pringsewu - Tanggamus
Telp. (0722) 21051

HOTEL SETIA
Jl. Samudera 294 Kota Agung
Telp. (0722) 21065

HOTEL KS
Jl. Samudera No. 90 Pasar Madang Kota Agung
Telp. (0722) 21287

MESS PEMDA TANGGAMUS
Jl. Raya Gisting Bawah – Tanggamus
Telp. (0729) 41804

WISMA HOSANA
Jl. Raya Gisting Bawah – Tanggamus
Telp. (0729) 41705

HOTEL BALONG KURING
Jl. A.yani Pringsewu – Tanggamus

HOTEL SARI BAKUNG
Jl. Gunung Sakti No. 23 Kecamatan Menggala

HOTEL REMBULAN
Jl. Raya Lintas Timur No. 192
Kecamatan Menggala

HOTEL NUSANTARA
Kecamatan Banjar Agung – Tulang Bawang

HOTEL WISATA
Kecamatan Banjar Agung Tulang Bawang

HOTEL SINAR TULANG BAWANG
Jl. Raden Intan – Kotabumi
Telp. (0724) 21034

HOTEL LAMPUNG
Jl. Hos Cokroaminoto – Kotabumi
Telp. (0724) 26276

HOTEL DUTA
Jl. Jend. Sudirman No. 230 – Kotabumi
Telp. (0724) 21441

HOTEL SETIA BUDI
Jl. Abraba No. 11 – Kotabumi
Telp. (0724) 21216

HOTEL MEGA
Jl. Abraba No. 11 – Kotabumi
Telp. (0724) 21262

HOTEL UMBAN SARI
Jl. Jend. Sudirman No. 246 – Kotabumi
Telp. (0724) 21123

HOTEL SRIKANDI
Jl. Jend. Sudirman No. 282 – Kotabumi
Telp. (0724) 21310

HOTEL CAHAYA
Jl. Jend. Sudirman No. 282 – Kotabumi
Telp. (0724) 21652

HOTEL BADAR & CO
Jl. Perintis Kemerdekaan – Kotabumi
Telp. (0724) 23682

HOTEL SURYA INDAH
Jl. Lintas Sumatera Bernah – Kotabumi
Telp. (0724) 24931

HOTEL PESAGI
Jl. Raya Sebarus – Liwa
Telp. (0728) 21252

WISMA SINDALAPAI
Jl. Raden Intan No. 001 – Liwa
Telp. (0728) 21750

HOTEL JEMBAR MANAH
Jl. Raya Way Mengaku – Liwa
Telp. (0728) 21012

HOTEL PERMATA
Jl. Raya Way Mengaku – Liwa
Telp. (0728) 21022

HOTEL DEWI PUTRI
Jl. Raya Pasar Krui – krui

HOTEL SETABAS
Jl. Raya Pasar Krui – Krui

HOTEL ANONG
Jl. Raya Fajar Bulan - Sumber jaya
Lampung Barat

somoga membantu agan agan semua , jika bermain ke lampung
"welcome to lampung"

jangan lupa dan

Toko Komputer Lampung

Quote:Original Posted By qdaffy

Alicom
jln. Zainal abidin pagar alam no.56b Bandarlampung
0721-7560800

Three Computer
Jl.Zainal Abidin pagar Alam dpn Kampus UBL Bandar Lampung 0721-703608

Aku Comp
Jl.Imam Bonjol Gg.Duren samping TPA nurul Fallah
0721-7502996

Zona Comp Metro
Jl.ahmad Yani No.99 iringMulyo Kota Metro
0725-48685/6449093

Zona Comp Ethanol
Jl.Ethanol ps . Unit 2 tulang Bawang
0726-7013337/750149

Zona Comp Simpang Lima
Jl. Raya Lintas timur Simpang lima (dpn bank BNI) Tulang Bawang 0726-7013337/750149

Anugerah Komputer
JL.Imam Bonjol Ruko Wijaya Blok A NO.6 Langkapura Bandar Lampung 0721-261244/7773811

Djava Komputer
Jl. Zaenal Abidin Pagar Alam No.4 kedaton Bandar Lampung 0721-7434198/787582

Djava Komputer Simpur
Simpur Center lt 3 No.07
0721-7169927

Basic Comp
Jl.Soemantri Brojonegoro jalur dua unila
0721-7422876

Basic comp simpur
mall simpur lt. 3
0721-254415

Kedaton Komputer
Jl. Teuku Umar no.16D b lampung
0721-774889/707324

Clara Komputer
Jl. Teuku Umar depan Puskesmas kedaton
0721-701494

Aneka Komputer simpur
mall simpur lt. 3
0721-3594857

Zona Toshiba
Simpur lt.3
0721-3690621

Aceria Komputer
Simpur lt.3
0721-9019209

Grilya computer
Simpur lt.3
0721-3662783

ASA comp
jln. Zainal abidin pagar alam no.34 Bandarlampung
0271-788345

Sumber : http://cetek.web.id/content/toko-komputer-lampung
×