Salam

21. Salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walpers)

Taksonomi dan Tatanama
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Myrtales
Family : Myrtaceae
Genus : Syzygium
Species : Syzygium polyanthum (Wight) Walpers

Nama Daerah :
Jawa : Gowok (Sunda), manting (Jawa); Salam (Indonesia, Sunda, Jawa, Madura)
Sumatera : Meselangan, ubar serai (Melayu)
Sinonim : Eugenia polyantha, Wight. = E. lucidula, Miq

Deskripsi Pohon :
Habitus
Merupakan pohon berukuran sedang, bertajuk rimbun tinggi mencapai tinggi 30 m dan diameter 60 cm., bertajuk rimbun, berakar tunggang
Spoiler for pohon salam:


Akar dan batang
Akar : tunggang
Batang : Berkayu, batang bulat, permukaan licin , pepagan (kulit batang) berwarna coklat abu-abu, memecah atau bersisik.

Daun, bunga buah dan biji
Daun : Daun tunggal, letak berhadapan, bertangkai yang panjangnya 0,5-1 cm. Helaian daun bentuknya jorong – lonjong, jorong sempit atau lanset, sampai elips atau bundar telur sungsang, ujung meruncing, pangkal runcing, tepi rata, panjang 5-15 cm, lebar 3-8 cm, pertulangan menyirip, permukaan atas licin berwarna hijau tua, permukaan bawah warnanya hijau muda. Daun bila diremas berbau harum Urat daun intramarginal nampak jelas dekat tepi helaian, berbintik kelenjar minyak yang sangat halus

Bunga :
Karangan bunga berupa malai dengan banyak kuntum bunga, 2-8 cm, muncul di bawah daun atau terkadang pada ketiak. Bunga kecil-kecil, duduk, berbau harum, berbilangan-4; kelopak seperti mangkuk, panjangnya sekitar 4 mm; mahkota lepas-lepas, putih, 2,5-3,5 mm; benang sari banyak, lk. 3 mm, terkumpul dalam 4 kelompok, lekas rontok; piringan tengah agak persegi, jingga kekuningan Bunganya termasuk bunga majemuk tersusun dalam malai yang keluar dari ujung ranting, warnanya putih, baunya harum.

Buah :
Buahnya buah buni, bulat, diameter 8-9 mm, warnanya bila muda hijau, setelah masak menjadi merah gelap sampai ungu kehitaman, rasanya agak sepat. bermahkota keping kelopak

Biji :
Biji bulat, penampang sekitar 1 cm, warnanya coklat

Spoiler for daun salam:

Spoiler for bunga salam:

Spoiler for buah salam:


Sebaran :
Tanaman salam tumbuh pada tanah dengan ketinggian 225-450 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan 3.000-4.000 mm/tahun pada jenis latosol kehitaman. Salam menyebar di Asia Tenggara, mulai dari Burma, Indocina, Thailand, Semenanjung Malaya, Sumatra, Kalimantan dan Jawa. Pohon ini ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan primer dan sekunder, mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.000 m (di Jawa), 1.200 m (di Sabah) dan 1.300 m dpl (di Thailand); kebanyakan merupakan pohon penyusun tajuk bawah. [4] Di samping itu salam ditanam di kebun-kebun pekarangan dan lahan-lahan wanatani yang lain, terutama untuk diambil daunnya. Daun salam liar hampir tak pernah dipergunakan dalam masakan, selain karena baunya sedikit berbeda dan kurang harum, salam liar juga menimbulkan rasa agak pahit.

(source : wikipedia dan tnalaspurwo.org)
Quote:Original Posted By h4h4hihi
thanks Gan, udah ikutan nyedot ilmunya...
mohon ulasannya Pohon Salam (syzygium polyanthum)
apakah Pohon Salam cocok untuk tanaman peneduh tepi jalan yang kanan kirinya sawah, soalnya kalau siang hari terik sekali...
thx b4...


Diatas ane sudah bahas sekelumit tentang pohon salam. ane kira pohon salam sangat cocok untuk tanaman peneduh pinggir jalan, selain bisa menahan terik matahari juga daunnya bisa dimanfaatkan.
Quote:Original Posted By arfamilzam
Diatas ane sudah bahas sekelumit tentang pohon salam. ane kira pohon salam sangat cocok untuk tanaman peneduh pinggir jalan, selain bisa menahan terik matahari juga daunnya bisa dimanfaatkan.



Ok Gan.. Thx banget atas fast responnya!

di Banyumas-jateng nyari bibit atau benihnya kok agak sulit ya? di tukang2 benih gak nemu juga. kalau berkenan boleh dong di ulas cara pembenihannya/ pembibitannya? (apa bedanya "pembibitan" dan "pembenihan" ya?)

Thx b4
gan ane mau nanya, kegunaan dari kayu afrika (Maesopsis eminii) itu sebagai apa dan kualitasnya sendiri ada di urutan berapa, bila di bandingkan dengan kayu jati, sengon dll yg termasuk dalam kategori kayu kelas atas, klo harga jual kayu afrika(Maesopsis eminii) itu sendiri mahal kagak ?
Quote:Original Posted By zlogger
gan ane mau nanya, kegunaan dari kayu afrika (Maesopsis eminii) itu sebagai apa dan kualitasnya sendiri ada di urutan berapa, bila di bandingkan dengan kayu jati, sengon dll yg termasuk dalam kategori kayu kelas atas, klo harga jual kayu afrika(Maesopsis eminii) itu sendiri mahal kagak ?


Pohon Kayu afrika lebih banyak digunakan sebagai pemecah angin (wind breaker) di perkebunan (contoh : perkebunan teh). Kualitas kayu masih kalah dibandingkan dengan jati atau sengon sehingga nilai ekonomisnya lebih rendah dibandingkan dengan kedua jenis pohon yang telah familiar diatas. Jadi jenis ini lebih menonjolkan aspek ekologis dibandingkan dengan aspek ekonomis
Quote:Original Posted By h4h4hihi



Ok Gan.. Thx banget atas fast responnya!

di Banyumas-jateng nyari bibit atau benihnya kok agak sulit ya? di tukang2 benih gak nemu juga. kalau berkenan boleh dong di ulas cara pembenihannya/ pembibitannya? (apa bedanya "pembibitan" dan "pembenihan" ya?)

Thx b4


Mohon maaf belum bisa membahas teknik pembibitannya secara mendalam.
Beda pembibitan dan pembenihan
Pembibitan berasal dari kata "bibit" yang ditambah awalan pe dan akhiran an. Bibit sendiri berarti bahan tanaman yang siap ditanam. Jadi kalo agan melihat bibit yang ada di polybag dan siap ditanam ke lapangan biasa disebut BIBIT. Pemberian awalan Pe dan akhiran an menunjukkan serangkaian proses kegiatan untuk mendapatkan sesuatu yang dalam hal ini BIBIT.
Begitu pula dengan pembenihan dapat diartikan sebagai serangkaian proses kegiatan untuk mendapatkan benih.
Tapi dalam istilah kehutanan lebih dikenal dengan nama pembibitan sedangkan segala sesuatu yang berkaitan dengan benih biasa disebut Perbenihan.

Sekiana semoga membantu.
mantab gan TS ... ane emang suka pohon² an .. apalagi yang gede²..
tadi ane sempet sms TS buat nanyain benih kemenyan tapi lagi ga ready ...
padahal unik kalau ada pohon kemenyan di pekarangan rumah ..

btw buat Baobab
Quote:Tidak diperlukan perlakuan pendahuluan sebelum benih ditabur. Media tabur yang digunakan berupa serbuk gergaji, mulai berkecambah 2 minggu setelah tabur. Mulai disapih ke polybag setelah memiliki sepasang daun.

itu pure menggunakan serbuk gergaji gan buat medianya ??
soale ane tertarik juga buat nanam baobab ....
Quote:Original Posted By agunghendar
mantab gan TS ... ane emang suka pohon² an .. apalagi yang gede²..
tadi ane sempet sms TS buat nanyain benih kemenyan tapi lagi ga ready ...
padahal unik kalau ada pohon kemenyan di pekarangan rumah ..

btw buat Baobab


itu pure menggunakan serbuk gergaji gan buat medianya ??
soale ane tertarik juga buat nanam baobab ....


Ya gan murni menggunakan serbuk gergaji malahan campur serutan yang masih kasar juga.
bahas leda (eucalyptus deglupta) dong. apa benar lebih bagus dibanding jabon?
Quote:Original Posted By arfamilzam
1. Jati Tectona grandis. Linn. f

Taksonomi dan tatanama
Famili: Verbenaceae
Nama lokal/daerah: Jati (Indonesia); Sagun (India); Lyiu (Burma); Mai Sak (Thailand), Teak (Inggris),Teck (Perancis), Teca (Spanyol), Java Teak (Jerman).

Penyebaran dan habitat
Areal penyebaran alaminya terdapat di India, Myanmar, Thailand dan bagian barat Laos. Batas utara pada garis 25 LU di Myanmar, batas selatan pada garis 9 LU di India. Jati tersebar pada garis 70-100 BT. Penyebarannya ternyata terputus-putus. Hutan jati terpisah oleh pegunungan, tanah-tanah datar, tanah-tanah pertanian dan tipe hutan lainnya. Di Indonesia, jati bukan tanaman asli, tetapi sudah tumbuh sejak beberapa abad lalu di P. Kangean, Muna, Sumbawa dan Jawa.

Pemanfaatan
Dikenal luas sebagai jenis tanaman pada tapak beriklim tropik. Sering dijumpai sebagai tanaman sela pada sistem agroforestry. Salah satu kayu serbaguna, digunakan untuk konstruksi ringan dan berat, bahan bangunan rumah, kayu pertukangan, ukiran dll.

Lukisan pohon
Pohon besar yang menggugurkan daun. Pada kondisi baik, tinggi dapat mencapai 30 - 40 m. Pada habitat kering, pertumbuhan menjadi ter-hambat, cabang lebih banyak, melebar dan membentuk semak. Pada tapak bagus, batang bebas cabang 15 - 20 m atau lebih, percabangan kurang dan rimbun. Pohon tua sering beralur dan berbanir. Kulit batang tebal, abu-abu atau coklat muda ke abu-abuan. Daun lebar, panjang 25 - 50 cm, lebar 15 - 35 cm, letak daun bersilangan, bentuk elips atau bulat telur. Bagian bawah abu-abu, tertutup bulu berkelenjar warna merah. Ukuran bunga kecil, diameter 6 - 8 mm, keputih-putihan dan berkelamin ganda terdiri benangsari dan putik yang terangkai dalam tandan besar. Jumlah kuncup bunga 800 – 3.800 per tandan, bunga mekar dalam waktu 2 - 4 minggu.

Diskripsi buah dan benih
Buah: keras, terbungkus kulit berdaging, lunak tidak merata (tipe buah batu). Ukuran buah bervariasi 5 - 20 mm, umumnya 11 - 17 mm. Struktur buah terdiri dari kulit luar tipis yang terbentuk dari kelopak, lapisan tengah (mesokarp) tebal seperti gabus, bagian dalamnya (endokarp) keras dan terbagi menjadi 4 ruang biji. Jumlah buah per kg bervariasi sekitar 1.100 – 3.500 butir, rata-rata 2.000 buah per kg. Dari beberapa tulisan sekitar 500 buah per liter.
Benih: berbentuk oval, ukuran kira-kira 6 x 4 mm. Jarang dijumpai dalam keempat ruang berisi benih seluruhnya, umumnya hanya berisi 1 - 2 benih. Seringkali hanya satu benih yang tumbuh menjadi anakan.

Pembungaan dan pembuahan
Jati umumnya mulai berbunga umur 6 - 8 tahun setelah ditanam. Berbunga pada musim hujan. Awal pembungaan terjadi kira-kira satu bulan setelah hujan pertama turun. Jati selalu berbunga setiap tahun, tetapi terjadi variasi besar dalam intensitas pembungaan setiap tahunnya. Penyerbukan dilakukan oleh serangga. Rangkaian bunga dan buah kadang-kadang rontok oleh serangga yang juga pemakan kuncup bunga. Buah mencapai ukuran maksimal setelah 50 hari, namun untuk mencapai kemasakan diperlukan waktu 120 - 150 hari setelah pembuahan. Kematangan buah dapat ditandai dengan jatuhnya buah ke tanah karena digoyang atau jatuh sendirinya.

Pemanenan buah
Pengumpulan benih umumnya dilakukan di ba-wah tegakan. Semak dan serasah dibersihkan dan dibakar untuk persiapan pengumpulan benih. Buah berjatuhan selama satu periode yang berlangsung 3 - 4 bulan ketika musim kering. Pengumpulan buah dilakukan minimal 2 kali dalam satu musim. Buah jatuh segera dikumpulkan, jangan terlalu lama terhampar di lantai hutan. Jumlah buah yang dapat dikumpulkan tergantung umur, lokasi dan tipe tegakan. Sulit memberikan data jumlah benih yang dapat dikumpulkan. Produksi dari areal produksi umumnya menghasilkan 20-30 kg/ha/th, dan kebun benih 200-300 kg/ha/th.

Pemrosesan, penanganan buah dan benih
Setelah terkumpul, buah dibersihkan dari ranting, daun dan buah rusak, selanjutnya dijemur 2-3 hari. Setelah kering, kulit buah yang tipis dibuang dengan pengaduk semen, mesin perontok, dengan tekanan atau memukul-mukul benih. Benih bersih kemudian disimpan dalam karung. Kotoran dipisahkan dengan cara ditampi.

Penyimpanan dan viabilitas
Penyimpanan benih yang baik akan memperta-hankan daya berkecambah beberapa tahun. Kadar air benih diturunkan sebelum penyimpanan. Suhu dan kelembaban ruang simpan dijaga agar tetap stabil. Teknik ini tidak diperlukan jika benih segera ditanam dan benih cukup disimpan di bawah naungan atau ruang simpan sederhana dekat persemaian. Dengan cara ini, viabilitas dapat dipertahankan 3-4 bulan. Daya simpan benih dapat bertahan hingga 2 tahun jika kadar air turun hingga 12%, disimpan dalam wadah hampa udara (misalnya gelas tertutup rapat atau kantung plastik), dan diletakkan dalam ruang kering yang teduh dan sejuk. Daya berkecambah benih berkadar air rendah dapat dipertahankan 5-10 tahun jika disimpan dalam ruang dingin (0-4o C).

Dormansi dan perlakuan pendahuluan
Perkecambahan jelek dan tidak merata tetapi dormansi alami tidak diketahui. Perlakuan pendahuluan yang biasa dilakukan adalah merendam benih pada malam hari, kemudian siang hari benih dijemur dan diulang hingga 1-2 minggu. Metode yang lebih baik, benih dipanaskan (dioven) 1-5 minggu pada suhu 50C, atau pada suhu 80C selama 48 jam. Cara ini tidak sesuai untuk jumlah banyak, karena harus menyediakan oven besar.

Penaburan dan perkecambahan
Penaburan dilakukan langsung di areal penana-man atau di persemaian. Jika ditanam langsung, dalam satu lobang umumnya diisi 3-4 benih, dijamin sedikitnya satu anakan akan tumbuh. Metode ini kurang efektif dalam pemanfaatan biji karena pemborosan benih. Sebagai alternatif, benih ditabur di persemaian dalam bak kecambah dengan media tanah atau pasir. Benih ditabur di atas media kemudian ditutup lapisan tanah atau pasir agar terhindar dari hujan atau binatang penggerat benih. Jangan menabur benih terlalu dalam karena dapat menurunkan daya kecambah secara tajam. Jati sangat peka naungan. Saat berkecambah juga bervariasi. Kecambah yang terlambat tumbuh akan dinaungi semai yang lebih dulu tumbuh, sehingga menyebabkan kematian.


Kebetulan nih..
Ane mw nanya masalah Hama Jati.
Gini gan Umur Jati sudah 2 - 3 bulan kira2 tingginya udah 1 - 1 1/2 meter..
Terus Muncul Hama yang Menyerang Batang Pohon Jadi Layu ..bisa dibilang oleh ulat penggerek batang..
Itu Cara Antisipasi nya APa ya..
Klw boleh Obat nya apa yg bagus buat membasmi nya.. klw berhubungan dengan merk .PM ane aja hehe
Quote:Original Posted By arfamilzam
8. Acacia mangium Willd.

Taksonomi dan tatanama
Famili: Fabaceae (Mimosoideae)
Sinonim: Rancosperma mangium (Willd.) Ped-ley
Nama lokal: mangium

Spoiler for Penampakan A. mangium:



Spoiler for semai mangium siap sapih:


Sori agan2..
nubie mau tanya, apakah ada yg sedang membudidayakan tanaman ini?
saat ini sih saya sedang mencoba menanam pohon ini, tidak banyak hanya 500 buah di subang, berdampingan dengan gmelina,
menurut penduduk sekitar sih pohon ini tahan banting, dalam arti perawatannya tidak repot dan cepat tingginya.
Adakah yang tau nilai/manfaat ekonomisnya? kebetulan ane emang demen nanem2 pohon yang ga ribet perawatannya, selain penghijauan dan pemanfaatan lahan tidur, juga ga perlu repot2 pengurusannya. CMIIW
Mungkin ada yang bisa di share oleh suhu2 disini?

tks
Quote:Original Posted By smartisiwa


Sori agan2..
nubie mau tanya, apakah ada yg sedang membudidayakan tanaman ini?
saat ini sih saya sedang mencoba menanam pohon ini, tidak banyak hanya 500 buah di subang, berdampingan dengan gmelina,
menurut penduduk sekitar sih pohon ini tahan banting, dalam arti perawatannya tidak repot dan cepat tingginya.
Adakah yang tau nilai/manfaat ekonomisnya? kebetulan ane emang demen nanem2 pohon yang ga ribet perawatannya, selain penghijauan dan pemanfaatan lahan tidur, juga ga perlu repot2 pengurusannya. CMIIW
Mungkin ada yang bisa di share oleh suhu2 disini?

tks


Pohon mangium banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Perum perhutani unit 3 Jawa Barat telah menanam jenis tersebut di beberapa Kesatuan Pemangkuan Hutan yakni KPH Majalengka dan KPH Banten. Masyarakat setempat biasanya mengenal jenis tersebut dengan nama "manium".
Kayu nya memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Biasanya digunakan sebagai bahan furniture maupun diekspor sebagai bahan parkuet mozaik (flooring). data yang saya peroleh harga log kayu mangium diameter 20-29 cm panjang 2 m sekitar 1,5juta/m3

Sekian semoga membantu

Pohon mangium banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Perum perhutani unit 3 Jawa Barat telah menanam jenis tersebut di beberapa Kesatuan Pemangkuan Hutan yakni KPH Majalengka dan KPH Banten. Masyarakat setempat biasanya mengenal jenis tersebut dengan nama "manium".
Kayu nya memiliki nilai ekonomis yang lumayan tinggi. Biasanya digunakan sebagai bahan furniture maupun diekspor sebagai bahan parkuet mozaik (flooring). data yang saya peroleh harga log kayu mangium diameter 20-29 cm panjang 2 m sekitar 1,5juta/m3

Sekian semoga membantu[/QUOTE]

Sip om, tengkyu atas pencerahannya.
Kalau kayu ulin, adakah penghuni sini yang sedang/pernah membudidayakannya di pulau Jawa?sejauh ini bagaimana perkembangannya. Kabarnya mulai langka ya ini pohon.
Tks
Mau beli bibitnya di mana ya ?
Quote:Original Posted By arfamilzam
12. Kemenyan Styrax benzoine dryand

Taksonomi dan tatanama
Famili : styracaceae
Nama lokal/daerah : kemenyan (Jawa), Haminjon (Batak)
Quote:Original Posted By arfamilzam
Munculin

Ane lewat dulu gan.. siapa tau agan2 yang lain monitor trit ini tahu jenis ini..

Nubie nyumbang tebakan....Nyamplung kali gan.

Thanks banget buat agan udah buat trit ini. Hutan kita luar biasa kaya, tapi diperkosa gila-gilaan. Mudah2an trit ini bisa bangun awareness perlunya ada pohon, bukan cuma mall dan fo.

Saya mau nanya dong, salah satu species lokal yg bukan komersil (dan kayanya gara2 itu juga ga pernah kedengeran):

Celtis wightii, C. cinnamomea, kayu tahi


thanks
Quote:Original Posted By smartisiwa
Sori agan2..
nubie mau tanya, apakah ada yg sedang membudidayakan tanaman ini?
saat ini sih saya sedang mencoba menanam pohon ini, tidak banyak hanya 500 buah di subang, berdampingan dengan gmelina,
menurut penduduk sekitar sih pohon ini tahan banting, dalam arti perawatannya tidak repot dan cepat tingginya.
Adakah yang tau nilai/manfaat ekonomisnya? kebetulan ane emang demen nanem2 pohon yang ga ribet perawatannya, selain penghijauan dan pemanfaatan lahan tidur, juga ga perlu repot2 pengurusannya. CMIIW
Mungkin ada yang bisa di share oleh suhu2 disini?

tks

setau saya kayunya sekelas sengon, fast growing juga. At least in early stage.

Beberapa perkebunan besar yg saya tau make species ini untuk bahan baku pulp kertas, panen di bawah 5 th. Cuma kalo untuk log kayu buat papan, kayanya diatas 5th br bisa panen.
Quote:Original Posted By grouche

Nubie nyumbang tebakan....Nyamplung kali gan.

Thanks banget buat agan udah buat trit ini. Hutan kita luar biasa kaya, tapi diperkosa gila-gilaan. Mudah2an trit ini bisa bangun awareness perlunya ada pohon, bukan cuma mall dan fo.

Saya mau nanya dong, salah satu species lokal yg bukan komersil (dan kayanya gara2 itu juga ga pernah kedengeran):

Celtis wightii, C. cinnamomea, kayu tahi


thanks


Kalo nyamplung kayanya bukan deh gan...
cek nyamplung disini
Quote:Original Posted By arfamilzam


Ya gan murni menggunakan serbuk gergaji malahan campur serutan yang masih kasar juga.


ane ngetes pake media pasir malang , kompos , sekam .. yang baru ngecrot cuma satu om dari 11 seeds (dua minggu) ...
btw , di pisahin ke media polybag brapa hari setelah ngecrot ya om gan ??
bao ane ngecrot hari minggu kemaren, kalau di hitung sampai hari kamis sekarang dah usia 4 hari ...

kira² yang laen masih bisa nyusul ngecrotnya ga ya om gan ??

pembibitan ane make cup gelas ...
Quote:Original Posted By agunghendar


ane ngetes pake media pasir malang , kompos , sekam .. yang baru ngecrot cuma satu om dari 11 seeds (dua minggu) ...
btw , di pisahin ke media polybag brapa hari setelah ngecrot ya om gan ??
bao ane ngecrot hari minggu kemaren, kalau di hitung sampai hari kamis sekarang dah usia 4 hari ...

kira² yang laen masih bisa nyusul ngecrotnya ga ya om gan ??

pembibitan ane make cup gelas ...


sapih setelah tumbuh sepasang daun aja

Talking 

Quote:Original Posted By arfamilzam


sapih setelah tumbuh sepasang daun aja


iya gan dah di sapih nih .. btw tunas bao mayan bandel yak ?
baby bao ane dah dua kali di gondol tikus atau apalah , yg jelas waktu pagi pas ane cek dah copot aja di polybag...

ya dah tuh ane tanem lagi .. sampai sekarang masih sehat ... semoga sehat terus deh ..

*btw kapan ready gan seeds menyan nya ?