KASKUS

Thumbs up Tips Memilih Oli Mesin Buat Mobil Anda

Budayakan Baca. Rate lalu Comment yang Bermutu

Mau Tanya2 yah Monggo

Jika Berkenan Mohon

terima kasih



Sejauh mana anda mengenal pelumas / oli yang sering anda pakai untuk ganti oli setiap 2-3 bulan atau bahkan tiap bulan pada kendaraan anda?
Kebanyakan dari kita memilih oli hanya berdasarkan parameter SAE yang disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan kita yang biasanya tertulis 5W50, 15W50, 15W40, dst. padahal ada hal lain yang tak kalah penting untuk mengetahui KUALITAS dari pelumas yang kita gunakan yaitu sertifikasi API (American Petroleum Institute), ACEA (Association Des Constructeurs Europeens d' Automobiles), ILSAC (Eropa), JASO (Japan Automotive Standard Organization) dan beberapa sertifikasi lain yang dikeluarkan khusus oleh perusahaan manufaktur/produsen untuk melegitimasi penggunaan pelumas tersebut atau yang berarti bahwa pelumas tersebut telah diuji dan dinyatakan disetujui atau approved oleh produsen untuk digunakan pada kendaraan produksi mereka.
FUNGSI OLI
Pada umumnya kita beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin. Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara lain sebagai Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup Celah pada Dinding Mesin.
Semua Fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan, sebagai Pelumas, Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal.
Selain itu Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain mesin yang lebih dingin.
Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran akan semakin kecil, namun disisi lain mengakibatkan bertambahnya beban kerja bagi pompa oli.
Selain itu kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada dinding silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar terbuang saat pergantian oli.

MEMILIH OLI
Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tentunya akan membuat kita sedikit bingung, karena semua produsen oli pasti mengatakan oli mereka yang paling bagus. Namun ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan acuan antara lain, kenali karakter kendaraan anda, spesifikasi mesin serta lingkungan dimana mayoritas anda berkendaraan (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya.).

PERHATIKAN PERUNTUKAN DAN KUALITAS PELUMAS
Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin bensin, atau diesel, 2 tak atau 4 tak, peralatan industri, dan sebagainya.
Kualitas dari oli sendiri pada umumnya ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. Contoh API: SL, kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua menunjukkan nilai kualitas oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai dengan kebutuhan mesin modern.
Ada dua kelompok kategori API service yaitu:
1. Kategori API Service untuk pelumas kendaraan berbahan bakar bensin
2. Kategori API Service untuk pelumas kendaraan bermesin diesel

API SERVICE PELUMAS MESIN MOBIL BERBAHAN BAKAR BENSIN

- SM = dapat dipakai untuk semua mesin mobil berteknologi baru
dan sebelumnya(aman untuk semua Mobil)
. Pelumas berkategori SM dirancang untuk memberikan kontrol endapan temperatur tinggi yang lebih baik dan dirancang untuk penggunaan pelumas yang lebih irit. Pada beberapa oli telah memenuhi sertifikasi ILSAC atau kualifikasi sebagai hemat energi
- SL = untuk mesin kendaraan tahun 2004 dan sebelumnya
- SJ = untuk mesin kendaraan tahun 2001 dan sebelumnya
- SH = untuk mesin kendaraan tahun 1996 dan sebelumnya
- SG = untuk mesin kendaraan tahun 1993 dan sebelumnya
- SF = untuk mesin kendaraan tahun 1988 dan sebelumnya
- SE = untuk mesin kendaraan tahun 1979 dan sebelumnya
- SD = untuk mesin kendaraan tahun 1971 dan sebelumnya
- SC = untuk mesin kendaraan tahun 1967 dan sebelumnya
- SB dan SA = sudah tidak direkomendasikan

API SERVICE PELUMAS MESIN MOBIL DIESEL
- CI-4 = Diperkenalkan pada tanggal 5 september 2002, untuk
mesin 4T, kecepatan tinggi. Diformulasikan untuk mempertahankan daya tahan mesin. Dapat digunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4
- CH-4 = Diperkenalkan pada tahun 1998, untuk mesin 4T,
kecepatan tinggi. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, CE, CF-4, dan CG-4
- CG-4 = Diperkenalkan pada tahun 1995, untuk mesin 4T, beban
berat, kecepatan tinggi yang menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur 0.5%. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, CE, dan CF-4
- CF-4 = Diperkenalkan pada tahun 1990, untuk mesin 4T kecepatan
tinggi dengan turbo charger maupun gas buang biasa. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD, dan CE
- CF-2 = Diperkenakan tahun 1994, untuk mesin beban berat 2T,
Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD-II
- CF = Diperkenalkan pada tahun 1994, untuk kendaraan off-road,
mesin diesel indirect-injection dan mesin diesel lainnya yang menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur diatas 0.05%. Dapat digunakan untuk menggantikan pelumas kategori CD
- CE = Diperkenalkan pada tahun 1987, untuk mesin 4T, kecepatan
tinggi dengan turbo charger maupun gas buang biasa. Dapat dipergunakan untuk menggantikan pelumas kategori CC, dan CD
- CD-II = Diperkenalkan pada tahun 1987 untuk mesin 2T
- CD Diperkenalkan pada tahun 1955. Untuk mesin turbocharger
maupun gas buang biasa
- CC = untuk mesin yang diperkenalkan pada tahun 1961
- CB dan CA = sudah tidak direkomendasikan

API SERVICE GANDA
Pada sebagian besar oli mobil biasanya API Servicenya ada dua. Sebagai contoh API SL/CF. Artinya: API yang pertama menunjukkan penggunaan utama oli tersebut yaitu pada mesin bensin dengan kualifikasi SL namun dalam kondisi darurat oli tersebut masih dapat digunakan pada mesin diesel dengan kualifikasi CF. Demikian pula sebaliknya.

PILIH KEKENTALAN PELUMAS YANG TEPAT
Tingkat kekentalan pelumas yang juga disebut "Viscosity-Grade" adalah ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur tertentu
Kode pengenal Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya, menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50, semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin kentalnya oli tersebut.
Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun.
Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.
Lihat Buku Manual Kendaraan...

PETUNJUK SAE GRADE PELUMAS MOTOR UNTUK KENDARAAN PENUMPANG
Grade Pelumas terbagi atas singlegrade / monograde seperti SAE 15 dan SAE 50 (digunakan pada temperatur ektrim) serta multigrade seperti SAE 5W-50 dan 15W-50 banyak digunakan (kecuali pada temperatur yang sangat panas atau sangat dingin) karena pelumas ini cukup encer untuk mengalir pada temperatur rendah dan cukup kental untuk bekerja secara memuaskan pada temperatur tinggi.
Lebih jelasnya kita gunakan ilustrasi berikut:
Ada 3 Oli, 1 multigrade, 2 monograde
Oli 1 SAE 15 (encer)
Oli 2 SAE 50 (kental)
Oli 3 SAE 15W50 (multigrade)

ketiga Oli tersebut dibawa tempat bersuhu dingin maka:
Oli 1 (SAE 15) akan lebih kental karena dingin
Oli 2 (SAE 50) dapat membeku karena asalnya sudah kental
Oli 3 (SAE15W50) kekentalannya akan sama dengan Oli 1 (SAE15)

Sekarang ketiga Oli tersebut dibawa ke tempat yang bersuhu panas, maka:
Oli 1 (SAE 15) menjadi sangat encer bahkan bisa menguap semua
Oli 2 (SAE 50) menjadi lebih encer
Oli 3 (SAE 15W50) kekentalannya sama dengan Oli 2 (SAE 50)

sementara ini pengetahuan yang saya punya....
mungkin ada yang bisa menambahkan....
yang mau diskusi atau tanya2 juga silahkan....

saya juga mau mempromosikan :
Threat Toko Oli online Saya

http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=5257086

Group Facebook yang baru dibikin :
Silahkan Join dan Bisa juga diskusi disana

http://www.facebook.com/group.php?gi...9181605&ref=mf

Terima Kasih Sebelumnya

Thumbs up 

OLI MINERAL VS OLI SYNTHETIC
Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya.

Keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :
- Lebih stabil pada temperatur tinggi (less volatile)
sehingga kadar penguapan rendah
- Mengontrol/mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
- Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin
- Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi
gesekan antar logam yang berakibat kerusakan mesin
- Tahan terhadap perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama
sehingga lebih ekonomis dan efisien
- Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan
mesin lebih dingin
- Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan
mesin dari kerak

Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthetic biasanya PAO (PolyAlphaOlefin).

Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama dengan oli Synthetic API SL.

Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin-mesin berteknologi terbaru (turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan mengalir sempurna.

Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah menggunakan oli yang bertipe synthetic baik semi synthetic (campuran dengan mineral oil) atau fully-synthetic.

Oli fully synthetic harganya bisa 2X - 4X lebih mahal dari yang semi synthetic.
Oli semi synthetic harganya bisa 2x lebih mahal dari oli mineral.
Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi synthetic.

PERHATIKAN KEMASAN PELUMAS DAN HINDARI PELUMAS PALSU
Belilah pelumas yang dikemas dengan baik, masih tersegel dengan rapi, terdapat identitas perusahaan dan tujuan penggunaan. Hindari pembelian barang yang sudah cacat kemasannya. Belilah pelumas pada Agen resmi atau di tempat-tempat yang dapat dipercaya menurut anda atau rekomendasi dari rekan anda.

Sekarang anda tentu lebih paham dibanding sebelumnya mengenai kualitas oli. Jadi untuk saat ini oli yang beredar di Indonesia untuk mesin bensin API service SL ke bawah sedangkan untuk mesin diesel API Service CH4 ke bawah. Sebaiknya anda menggunakan oli yang memiliki sertifikasi API yang paling tinggi karena akan memberikan hasil lebih baik bagi kendaraan anda baik dari sisi performa maupun maintenance terhadap kendaraan dalam jangka panjang.
Oli synthetic memang lebih mahal dibanding oli mineral namun kita dapat memilih semi synthetic yang lebih bagus dari oli mineral dan lebih ekonomis dari oli synthetic.


Quote:Original Posted By Fr3Nc3 L10n
Nubitol Bantu jawab ah....


Harga mahal belum tentu bagus
begitu juga harga murah belum tentu jelek
karena tergantung merk (dlm hal ini additive yg ditambahkan pabrikan), karakter mesin dan tahun pembuatan mobil (yg terakhir kalau mobil kita mobil yg diatas 5 taun)

misal untuk mobil baru mobil kita spek kekentalan nya 10W40 dan spek quality nya min. SL
kalau kita sesuai spek (10W40 SL) akan membuat mesin std efisien
nah gimana klo spek nya di upgrade misal jadi 10W40 SM akan jadi lebih efisien lagi karena additive nya jauh lebih bagus daripada yg SL
atau kita ganti kekentalan nya dari 10W40 ke 5W40 dengan spek quality sama (SL dengan SL atau SM dengan SM)
mesin akan terasa lebih ringan karena 5W40 lebih encer bila dibandingkan dengan 10W40

nah untuk mobil yang di atas 5 taun, pemakaian oli apa saja yang dimasukkan ke mesin mobil tentunya tidaklah sama. Bisa jadi beragam jenis dan merek oli telah digunakan untuk melumasi komponen-komponen mesin tersebut. Karakteristik tiap jenis dan merek oli berbeda sesuai dengan komposisi kimia didalamnya. Perbedaan karateristik inilah yang sedikit banyak berpengaruh pada proses keausan komponen mesin. Akibatnya tiap jenis oli menimbulkan tingkat keausan yang berbeda-beda untuk akumulasi waktu yang cukup lama. Inilah yang membuat kondisi keausan komponen setiap mesin akan berbeda-beda.

Konsekuensi dari keausan komponen mesin adalah pada pemilihan oli yang tepat untuk mesin tersebut. Nah, disinilah yang menjadi tantangan untuk merawat mesin mobil/motor kita dengan tepat.
Untuk pemilik mobil/motor lama, mau tidak mau perlu mencoba-coba oli dari berbagai jenis dan merek untuk mesin mobil/motor kita sampai didapat jenis dan merek yang tepat.
Jadi kita tidak bisa mendengarkan begitu saja pendapat teman yang merekomendasi oli tertentu untuk mobil/motor kita karena toh kondisi mesin kita pastinya berbeda dengan mesin teman kita.

misal mobil si A memakai oli merek XXX jenis 10w40 dan si A merasakan mesinnya bekerja baik, halus dan responsif, sementara ketika mobil yang sama milik si B diisi oli yang sama malah berbunyi tik-tik-tik-tik yang berasal dari bunyi HLA (Hydraulic Lash Adjuster) dan Rocker-Arm.
Disini menunjukkan tingkat keausan pada komponen HLA dan Rocker-Arm pada mobil si B lebih tinggi ketimbang mobil si A walaupun jenis dan tahun keluarannya sama.
jadi jangan salahkan merk.........

pemilihan oli yang tepat bisa bikin bbm jadi irit ga?

Karena oli yg tepat membuat mesin menjadi optimal sehingga di gas sedikit pun akan berakselerasi cepat, kalau kaki kita dapat beradaptasi, mobil akan irit BBM,
tapi kalau kita pengen ngebut2 terus, karena akselerasi meningkat, ya tentu tidak ada pengaruh nya ke BBM atau makin boros....


CMIIW......



Quote:Original Posted By cengir
Kalo kira2 bermanfaat tolong di page one ya gan....

Saya di sini hanya sekedar share pada saat ganti olie...

Pada saat ingin ganti olie,jangan lupa untuk mengaduk/kocok botol olie. (penelitian orang lemigas yang saya pernah baca di milis) dengan kita mengocok botol olie,otomatis adiktif yang mengendap di bawah ada tercampur (seperti minum obat),efeknya untuk jangka panjang pada mesin ya gan.....

Pada saat (pada saat lagi ) membuka seal alumunium yang ada di tutup botol,sebaiknya di lakukan mengelilingi permukaan,jangan langsung sobek menyilang. Di khawatirkan,gram2 dari aluminium itu jatuh ke dalam kandungan olie. Yang efeknya seprti mesin bubut (mengkis mesin).

Apabila anjuran bengkel atau produsen oli sampai 5000/7000 km,ada baiknya di korting 20% dari itu. Dengan kata lain kira2 di KM 4000,olie sudah harus di ganti. Kenapa?karena kota2 besar,lebi sering kena macet yang parah. Sehingga odometer tidak berputar,tetapi mesin tetap berputar. Ini semua demi mesin kita juga

Thumbs up tambahan yang tidak ada di buku manual

umur oli itu sebetulnya sama aja, kira2 10ribu atau lebih pada oli2 "super". tapi patut diketahui yang namanya berkendara di Jakarta identik dengan yang namanya macet. nah pas macet2an itulah terjadi degradasi oli yang se parah-parahnya!

poin2 penyebab degradasi oli dari kemacetan adalah :

- kilometer-kilometer yang hilang akibat banyak stop. waktu anda macet2an odometer tidak mencatat waktu yang dihabiskan berdiam di jalanan sembari nyala mesin dan setel a/c. kalau tiap 10km btuh waktu tempuh 1 jam kalau macet, sedangkan kecepatan rata2 pengemudi dalam kota 50 km/j, jadi anda kehilangan +/-40km setiap kali kena macet 1 jam/10km.

jadi kalau sehari kena macet 1 jam, ada 40km yang tidak tercatat odometer, dikali 90hari(5000km = 3bulan), oli anda dapat bonus 3600km, jadi sebetulnya mesin anda telah jalan 8600km, (bayangkan kalau ganti di 10000! sama saja dengan 17.200!!!!)

berpikir masih ada 1400km? tunggu dulu..... jangan lupa ada faktor2 lain, yakni ;
-putaran idle pada suhu extrem! ya, waktu macet2 mobil anda ga dapet pasokan udara segar, kinerja oli akan dipakai habis2an. walaupun mesin pada putaran rendah tapi konstan jalan pada suhu maksimum yang dibatasi dan pada perputaran(pressure) oli yang seadanya. jangan lupa iklim kita tropis alias hot!

-ditambah lagi gas polusi dari kendaraan lain yang terhisap lewat filter, menjadi pembakaran yang tidak sempurna, diserap sedikit demi sedikit oleh oli(yang bikin oli item) anda dan nempel di piston dan silinder head(AKA kerak hitam!!!!)

jadi jika anda menyayangi mobil anda, nih ada sedikit saran :
- sebisa mungkin pilih rute yang macetnya paling minim, waktu tempuh sama tapi muter2, lebih baik daripada macet. abis bensin mirip2, dapet keawetan mesin dan kejelasan odometer, jgn lupa lebih "menikmati" berkendara pastinya(ngeeng!!!ngeeeeng!!!!)

-tepati jadwal ganti oli dan filternya!!! oli di 5000-7000km, filter tiap 2X ganti oli....

-kalau emang harus macet2an walaupun se minim2nya en mau tau jadwal yang lebih akurat, diharap pakai rumus ini nihi ;
(jumlah waktu macet/hari X kecepatan rata2 anda kalau ga macet X 90hari)+5000km = perkiraan jarak tempuh aktual mesin anda! jadi anda bisa tau interval ganti oli yang sebenarnya, walaupun rata2 ada di 5000-7000km, lebih effisien jika anda bisa tau sesuai kondisi aktual anda.... contoh ada diatas!

-pakailah oli yang berkualitas, oli2 bagus cenderung lebih tahan lama daripada oli konvensional, ketahanan extra ini berguna kalau2 anda emang "kepepet harus macet" or ga gitu bisa nepatin jadwal ganti oli lagipula tenaga dan pemakaian bensin lebih effisien.

-ingat, oli itu ibarat darah kalau buat manusia, darah kotor, darah jelek = jadi penyakit, penyakit bisa saja ga kerasa tapi tiba2 menyerang mendadak dan dor! begitu juga mesin mobil, efek mungkin perlahan dan tidak kerasa tapi tiba2 dor! jangan sampai terjadi!!!amit amit!!!!!!

tambahan :
mau sehat = butuh sedikit biaya, kalo udah ga sehat = lebih butuh biaya!banyak!!!
itu rumusan asli "mencegah lebih baik daripada mengobati"

Durasi Ganti Oli

Sebuah pertanyaan selalu muncul berapa lama durasi penggantian oli? Beberapa pemilik kendaraan selalu masih merasa ragu dengan rekomendasi BPKB (Buku Petunjuk Kendaraan Bermotor). Pemilik kendaraan dengan asumsi sendiri dan saran beberapa teknisi yang tidak mengikuti perkembangan teknologi oli, durasi pemakaian oli hanya 50% bahkan 25% dari rekomendasi BPKB. Kekhawatiran yang berlebihan bila mengikuti BPKB akan memperpendek usia mesin.

Beberapa konsep durasi penggantian oli mesin.
Setiap 5000 km atau 6 bulan
Konsep ini paling banyak dipakai oleh mayoritas pemilik kendaraan dan beberapa teknisi bengkel juga sering merekomendasikan konsep ini. Dengan meningkatnya teknologi proses pembuatan oli, bila konsep ini diikuti hanya membuang uang percuma.
Berdasarkan lampu indikator oli
Beberapa kendaraan terkini dilengkapi indikator penggantian oli. Pada saat ganti oli, modul akan di-reset oleh bengkel. Sejauh yang saya ketahui, konsep kerja indikator ini berdasarkan jarak tempuh kendaraan yang menghitung mundur sesuai dengan setelan pabrik, yang menyala bila perhitungan mencapai 0 km.
Indikator akan tepat bila kendaraan beroperasi pada kondisi normal dan dioperasian secara teratur. Pada kendaraan dioperasikan pada kondisi ekstrim, pedoman berdasarkan lampu ini tidak berlaku.
Idealnya indikator menyala bila batasan parameter kritis oli terlewati. Bila konsep batasan parameter oli dapat diaplikasikan pada kendaraan, diperoleh benefit penghematan oli dan maintenance cost.
Berdasarkan analisa used oil
Secara berkala tiap menempuh jarak tertentu, oli dianalisa laboratorium untuk uji parameter kritis. Bila parameter terlewati, oli diganti. Konsep ini sulit diaplikasikan pada kendaraan pribadi, biaya analisa yang dikeluarkan hampir sama dengan ganti oli baru. Konsep lebih tepat diaplikasikan pada armada kendaraan banyak seperti taxi dan kendaraan rental dengan merek, tipe mesin dan tahun pembuatan sama. Pada interval tertentu oli diambil sample secara acak, hasil analisa oli dapat dipakai untuk menentukan penggantian oli.
Keuntungan dari analisa laboratorium, dapat mengidentifikasi masalah mesin, sehingga dapat mencegah kerusakan mesin lebih parah.
Persamaan ini mengakomodasi beberapa aspek :
•\tTBN (Total Base Number) tinggi mencerminkan kemampuan oli untuk bekerja lebih lama.
•\tDaya dalam satuan Net HP, mesin berdaya besar bekerja lebih berat.
•\tIsi silinder dalam satuan inchi kubik.
•\tKonsumsi BBM dalam satuan mile pergallon (mpg), kendaraan yang lebih hemat mencerminkan beban yang lebih ringan.
•\tKapasitas oli, kapasitas oli yang lebih besar akan mendistribusikan beban lebih merata.
Persamaan tersebut memprediksi berapa km diganti, asumsi kendaraan dipakai pada kondisi stabil, dan laju penurunan angkan TBN dianggap linear. Konsep ini tidak berlaku pada kendaraan yang pemakaiannya tidak teratur dan jarang dipakai.
Persamaan ini mengakomodasi aspek-aspek :
•\tTotal konsumsi oli, termasuk adanya topping up kerena berkurangnya oli selama durasi pemakaian.
•\tTBN target rekomendasi Blackstone Labs = 2 mg KOH/gr.
•\tDiameter silinder yang mencerminkan volume mesin.
•\tLaju penurunan TBN
Pembuktian Konsep Kublin Method, Paradise Garage Method, dan Heidebrecht Method
Untuk membuktikan apakah konsep-konsep diatas dapat diaplikasikan dengan kondisi sesungguhnya, Amerika telah melakukan uji coba dengan 3 target jarak tempuh 9.660 km, 19.320 km, 28.980 km. Tiap target yang dicapai, oli dianalisa dan dilakukan perhitungan jarak tempuh teoritis.
1.\tOli baru :
•\tAnalisa laboratorium oli baru yang di uji mempunyai TBN = 8,0 mgKOH/gr.
•\tGaransi pembuat oli, mampu menempuh jarak sejauh 28.980 km.
•\tJarak tempuh teoritis formula Kublin sejauh 26.680 km.
2.\tSetelah memempuh jarak 9.660 km.
•\tJarak tempuh teoritis rumusan Paradise Garage sejauh 13.710 km.
•\tJarak tempuh teoritis rumusan Heidebrecht sejauh 16.704 km.
3.\tSetelah menempuh jarak 19.320 km.
•\tJarak tempuh teoritis rumusan Paradise Garage sejauh 24.559 km.
•\tJarak tempuh teoritis rumusan Heidebrecht sejauh 16.704 km.
4.\tSetelah menempuh jarak 28.980 km.
•\tJarak tempuh teoritis rumusan Paradise Garage sejauh 37.085 km.
•\tJarak tempuh teoritis rumusan Heidebrecht sejauh 27.839 km.
Dari uji coba tersebut, tingkat akurasi konsep Kublin dan Heidebrecht mendekati realisasi km sebenarnya.
Kesimpulan :
1.\tTingkat akurasi konsep Kublin dan Heidebrecht mendekati realisasi km sebenarnya.
2.\tOli modern (oli sintetik dan semi sintetik) pada umumnya mempunyai TBN >8,0 mgKOH/gr, secara teoritis mampu melayani kendaraan sampai 28.000 km.
3.\tMemperpanjang durasi penggantian oli minimum 10.000 km sesuai BPKB, baru menggunakan 30% dari seluruh potensi oli.
4.\tKonsep penggantian oli tiap 5000 km sudah tidak realistis, selain membuang uang sia-sia, kita harus peduli lingkungan, limbah oli merupakan limbah B3.
jempol dulu deh... baru baca
berarti dari rangkuman diatas untuk situasi & kondisi dijakarta yg paling bagus itu spek oli yg gmn? (bukan brand lho + karena "paling bagus" jawabannya 1 aja ya)

Thumbs up 

Quote:Original Posted By piss drunx
berarti dari rangkuman diatas untuk situasi & kondisi dijakarta yg paling bagus itu spek oli yg gmn? (bukan brand lho + karena "paling bagus" jawabannya 1 aja ya)


untuk kondisi jakarta untuk mobil2 tahun 2000 keatas yang 10w-40 aja sudah cukup... cuma untuk hasil yang maksimal mending ikutin di buku manualnya... misalnya seperti innova dan avanza xenia vvti di buku manualnya disarankan menggunakan oli 5w-30... kalo merk relatif lah.... cuma kan suka ada prinsip harga menentukan kualitas.
nice share gann,
ane setiap gnti oli psti bli yg pling murah
ga tau dh ap itu ,

Thumbs up 

Quote:Original Posted By Mr.Yupi
nice share gann,
ane setiap gnti oli psti bli yg pling murah
ga tau dh ap itu ,


waduh kalo lagi cekak seh gpp...
tapi disarankan beli oli yang Spesifikasinya sesuai dengan yang tertulis di buku manual...
Quote:Original Posted By selamanik
jempol dulu deh... baru baca


jangan biasain nyampah.... ini FO bukan lounge, biasain bales postingan yang bermutu gak cuma sekedar nyimak... nyimak juga gak perlu pemberitahuan sampe posting segala toh ?!

jangan komplen kalo di bata hansip FO :

Quote:Original Posted By piss drunx
berarti dari rangkuman diatas untuk situasi & kondisi dijakarta yg paling bagus itu spek oli yg gmn? (bukan brand lho + karena "paling bagus" jawabannya 1 aja ya)


cara paling aman cuma :

1. buku manual mobil HARUS DIBACA & DIPAHAMI !
2. make oli mesin / gandan / transmisi sesuai spek & grade rekomendasi pabrikan.

Quote:Original Posted By Mr.Yupi
nice share gann,


sekali lagi.

jangan biasain nyampah.... ini FO bukan lounge, biasain bales postingan yang bermutu gak cuma sekedar nyimak...

jangan komplen kalo di bata hansip FO :

Thumbs up 

Quote:Original Posted By Rufe
jangan biasain nyampah.... ini FO bukan lounge, biasain bales postingan yang bermutu gak cuma sekedar nyimak... nyimak juga gak perlu pemberitahuan sampe posting segala toh ?!

jangan komplen kalo di bata hansip FO :



cara paling aman cuma :

1. buku manual mobil HARUS DIBACA & DIPAHAMI !
2. make oli mesin / gandan / transmisi sesuai spek & grade rekomendasi pabrikan.



sekali lagi.

jangan biasain nyampah.... ini FO bukan lounge, biasain bales postingan yang bermutu gak cuma sekedar nyimak...

jangan komplen kalo di bata hansip FO :


makasih gan udah dibantu.... semoga forum ini bermanfaat....

Thumbs up 

naek lagi ah biar ga tenggelam
jangan lupa ganti oli sesuai jarak yang di tempuh atau waktu yang dialami..
baca buku manual kendaraan anda masing-masing,...

Thumbs up 

Quote:Original Posted By pied12
jangan lupa ganti oli sesuai jarak yang di tempuh atau waktu yang dialami..
baca buku manual kendaraan anda masing-masing,...


setuju ganti oli maksimal 3 bulan sekali jika kendaraan jarang dipake atau sesuai jumlah kilometer pemakaian.... biasa 5000km atau 10000km.... tergantung mana yang lebih dulu, waktu atau jarak tempuh
Yg gw bingung ya..lg itu ada yg pernah posting,gw baca di forum sebelah..mesin yg high performance malah minta nya 10w-60.. Lahh kok malah yg kentel yah?
Bukannya hrs nya malah yg encer ya buat mesin yg high performance??

Pake oli 10w-40 sm 10w-30 ngga berasa beda apa2 ya..hahaha..sama2 aja keknya
Quote:Original Posted By aka3nov
Yg gw bingung ya..lg itu ada yg pernah posting,gw baca di forum sebelah..mesin yg high performance malah minta nya 10w-60.. Lahh kok malah yg kentel yah?
Bukannya hrs nya malah yg encer ya buat mesin yg high performance??

Pake oli 10w-40 sm 10w-30 ngga berasa beda apa2 ya..hahaha..sama2 aja keknya
gak juga ah, di bantet pernah pake 10w-40 tarikan biasa aja.

pindah ke 10w-30 tarikan jadi enteng sampe jarum spidometer ke 120 kpj ga berasa...

giliran make 5w-30 kaki kiri musti sekolah lagi

Thumbs up 

Quote:Original Posted By aka3nov
Yg gw bingung ya..lg itu ada yg pernah posting,gw baca di forum sebelah..mesin yg high performance malah minta nya 10w-60.. Lahh kok malah yg kentel yah?
Bukannya hrs nya malah yg encer ya buat mesin yg high performance??

Pake oli 10w-40 sm 10w-30 ngga berasa beda apa2 ya..hahaha..sama2 aja keknya


ya selama kondisi mesin masih standard pabrik yang paling bener ikutin buku manual... disitu sudah ditulis lengkap oleh pencipta mobilnya harus pake SAE brp... kalo yang mesinnya sudah diubah ga ada salahnya ikuti saran mekanik yang mengubahnya.... kalo soal merk relatif yah....

kalo masalah pake oli encer ga ada beda di tarikan ane kurang setuju.... karna pake oli encer pasti tarikannya lebih enteng...

Thumbs up 

Quote:Original Posted By Rufe
gak juga ah, di bantet pernah pake 10w-40 tarikan biasa aja.

pindah ke 10w-30 tarikan jadi enteng sampe jarum spidometer ke 120 kpj ga berasa...

giliran make 5w-30 kaki kiri musti sekolah lagi


bener gan pengalaman ane dan custumer yang pake oli encer tuh pasti beda di tarikan mesin.... pasti lebih enteng...
Quote:Original Posted By Rufe
gak juga ah, di bantet pernah pake 10w-40 tarikan biasa aja.

pindah ke 10w-30 tarikan jadi enteng sampe jarum spidometer ke 120 kpj ga berasa...

giliran make 5w-30 kaki kiri musti sekolah lagi


Ini om purr yee?
Beneran om kaga berasa beda apa2..kek ny sama2 aja..pake idemitsu eco sih skrg..yg brasa beda kantong nya..lebi murah 50rb drpd castrol magnatec
Quote:Original Posted By levelmotorworks


ya selama kondisi mesin masih standard pabrik yang paling bener ikutin buku manual... disitu sudah ditulis lengkap oleh pencipta mobilnya harus pake SAE brp... kalo yang mesinnya sudah diubah ga ada salahnya ikuti saran mekanik yang mengubahnya.... kalo soal merk relatif yah....

kalo masalah pake oli encer ga ada beda di tarikan ane kurang setuju.... karna pake oli encer pasti tarikannya lebih enteng...


Apa gw nya aje ye yg kurang sensitif
Quote:Original Posted By aka3nov


Ini om purr yee?
Beneran om kaga berasa beda apa2..kek ny sama2 aja..pake idemitsu eco sih skrg..yg brasa beda kantong nya..lebi murah 50rb drpd castrol magnatec
liat aja tag location gue apa tulisannya


urusan idemitsu eco sama castrol magnatec sih tinggal merem aja, cuma penasaran idemitsu eco 5w-30 apa lebih murah dari yang 10w-30...
×