KASKUS

Novel Berlatar Sejarah MAJAPAHIT

Belakangan lagi seneng baca novel berlatar sejarah Majapahit. Yang udah dibaca: Tusuk Sanggul Pudak Wangi (Pandir Kelana), Samita: Sepak Terjang Hui Sing Murid Ceng Ho (Tasaro), dan Kemelut Di Majapahit (Kho Ping Hoo).

- TSPW: Novel sejarah pertama yg gw baca, dah 3 kali baca, tapi krn dah lama jadi lupa isi persisnya. Kurang lebih tentang awal berdirinya Majapahit.
Spoiler for Tusuk Sanggul Pudak Wangi:


- Samita: Gaya bahasanya paling bagus dari 2 novel lain, maklum yg bikin adalah jurnalis. Tapi sayang kisah romance-nya terlalu tragis untuk tokoh2 protagonis-nya. Apalagi ada 1 tokoh abu2 (protagonis bukan antagonis bukan) yg gw seneng tp hidupnya nelangsa, yaitu Danurdara.
Spoiler for Samita:


- KDM: Pastinya BAGUS karya dari the expertnya. Meskipun ngenes krn di sini jagoan gw si Ronggolawe mati awal2 & banyak tokoh2 baik yg mati sia2, tapi kisah romance tokoh2nya bagus bgt, gak typical & natural jalannya. Satu2nya karya KPH yg gw suka dibanding cersil2 lepas lain karyanya.
Spoiler for Kemelut Di Majapahit:



Kl novel2 tentang Patih Majapahit terkenal, GAJAH MADA, gak tau kenapa gw kurang ketarik pengen baca, mungkin ntar2 deh. Baca yg lain dulu.

Ada yg tau gak kisah2 berlatarMajapahit lainnya? Mari share di sini

Pelangi diatas Gelagahwangi..yang ngarang S.Tidjab. Tentang akhir majapahit n awal munculnya demak..
Quote:Original Posted By green_opal
Pelangi diatas Gelagahwangi..yang ngarang S.Tidjab. Tentang akhir majapahit n awal munculnya demak..


Sip..next read:
Senopati Pamungkas. Edisi pertamanya ada di bagi jadi 2 buku. Edisi yg sekarang ada 6 buku. Ceritanya mulai sejak masa akhir Singasari hingga menjelang Ratu Tribhuwana. Ceritanya bagus banget, termasuk didalamnya intrik2 di kerajaan, pemberontakan2, pertarungan antara ahli beladiri tingkat tinggi dari berbagai wilayah, mulai dari asia tengah hingga asia timur, termasuk dari nusantara sendiri. pengarangnya arswendo atmowiloto. jalan ceritanya lumayan panjang sekitar 30-40thn. di edisi pertama, buku 1 sekitar 1000an halaman, buku 2 sekitar 1400 halaman. di edisi yg baru jadi 6 buku. lebih enak sih untuk bacanya, ga seberat 2 buku di edisi pertama.
Quote:Original Posted By Wulung
Senopati Pamungkas. Edisi pertamanya ada di bagi jadi 2 buku. Edisi yg sekarang ada 6 buku. Ceritanya mulai sejak masa akhir Singasari hingga menjelang Ratu Tribhuwana. Ceritanya bagus banget, termasuk didalamnya intrik2 di kerajaan, pemberontakan2, pertarungan antara ahli beladiri tingkat tinggi dari berbagai wilayah, mulai dari asia tengah hingga asia timur, termasuk dari nusantara sendiri. pengarangnya arswendo atmowiloto. jalan ceritanya lumayan panjang sekitar 30-40thn. di edisi pertama, buku 1 sekitar 1000an halaman, buku 2 sekitar 1400 halaman. di edisi yg baru jadi 6 buku. lebih enak sih untuk bacanya, ga seberat 2 buku di edisi pertama.


Oh Senopati Pamungkas-nya Arswendo ya....wah boleh juga tuh, berarti masih era-nya Raden Wijaya - Jayanegara (ada Ronggolawe dunks )...era sebelum Tribhuwana emang seru...boleh boleh...thanx, bro
Senopati Pamungkas karangan Arswendo

Gajah Mada 1-5, Perang Paregrek karangan LKH (Langit Kresna Hariadi)
Novel Gajah Mada sendiri sesuai judulnya menceritakan sosok Mahapatih Gajahmada. Dari awal meniti karir sebagai pasukan Bhayangkara (pengawal raja), jadi patihnya Hayam Wuruk, Sumpah Palapa, Perang Bubat, sampai akhir hayatnya. Perang Paregrek saya belum baca, tapi ceritanya ya sudah bisa ditebaklah.

Kalau TS penggemar SH Mintardja kayanya bakal cocok dengan karangan LKH. Gaya bahasanya dan model alur cerita LKH mirip banget dengan SH Mintardja.
Saya pernah dengar kalau LKH ini memang fans SH Mintardja. Cuma sayangnya keakuratan LKH dari segi sejarah kurang bagus.
Quote:Original Posted By j2s

Kalau TS penggemar SH Mintardja kayanya bakal cocok dengan karangan LKH. Gaya bahasanya dan model alur cerita LKH mirip banget dengan SH Mintardja.
Saya pernah dengar kalau LKH ini memang fans SH Mintardja. Cuma sayangnya keakuratan LKH dari segi sejarah kurang bagus.


LKH sy baru baca CANDI MURCA (seru, sayang blom baca yg CM 2-4)), kl SH Mintardja baru KEMBANG KECUBUNG, mang bener bro ada kemiripan gaya bahasa keduanya, dan kemiripan berpanjang2 ria dlm menggambarkan sesuatu...hehehe.
Baru tau kl LKH kurang akurat historical-nya, wah, kan bisa 'agak' membahayakan pengetahuan pembaca....padahal baca novel berlatar sejarah kan slain hiburan jg bagus untuk menambah pengetahuan sejarah.

Kl sy sbenernya paling suka gaya penceritaannya Kho Ping Hoo. Kl menggambarkan sesuatu itu deskripsinya asik, tokoh2nya mostly cantik jelita dan tampan rupawan, sakti mandraguna, trus gaya penceritaan gak bertele2.
Cuma kl menurut sy, stelah baca smua cersil Indonesia-nya dy yg lepas/non-serial, kecuali KEMELUT DI MAJAPAHIT nih, rata2 penggambaran tokoh2 & ceritanya itu typikal ya...paling yg beda cuma setting & nama tokoh2nya (kadang ada yg mirip). Trus 1 lagi yg kurang sreg, KPH paling suka menggambarkan tokoh utama perempuannya itu berangasan/cenderung kasar malah, seenaknya dan suka nyamar jadi cowok.
Kayaknya kl nggambarin pendekar cewek gagah perkasa ngga harus gitu deh. Knapa gak digambarkan kyk Putri Wandansari dari Mataram (Pecut Sakti Bajrakirana) yang jelita, gagah & sakti, bijaksana, cerdas, dan santun.

Hehehe...kok jadi komentator neh?!?!
Quote:Original Posted By SepedaOnthel10
LKH sy baru baca CANDI MURCA (seru, sayang blom baca yg CM 2-4)), kl SH Mintardja baru KEMBANG KECUBUNG, mang bener bro ada kemiripan gaya bahasa keduanya, dan kemiripan berpanjang2 ria dlm menggambarkan sesuatu...hehehe.
Baru tau kl LKH kurang akurat historical-nya, wah, kan bisa 'agak' membahayakan pengetahuan pembaca....padahal baca novel berlatar sejarah kan slain hiburan jg bagus untuk menambah pengetahuan sejarah.

Kl sy sbenernya paling suka gaya penceritaannya Kho Ping Hoo. Kl menggambarkan sesuatu itu deskripsinya asik, tokoh2nya mostly cantik jelita dan tampan rupawan, sakti mandraguna, trus gaya penceritaan gak bertele2.
Cuma kl menurut sy, stelah baca smua cersil Indonesia-nya dy yg lepas/non-serial, kecuali KEMELUT DI MAJAPAHIT nih, rata2 penggambaran tokoh2 & ceritanya itu typikal ya...paling yg beda cuma setting & nama tokoh2nya (kadang ada yg mirip). Trus 1 lagi yg kurang sreg, KPH paling suka menggambarkan tokoh utama perempuannya itu berangasan/cenderung kasar malah, seenaknya dan suka nyamar jadi cowok.
Kayaknya kl nggambarin pendekar cewek gagah perkasa ngga harus gitu deh. Knapa gak digambarkan kyk Putri Wandansari dari Mataram (Pecut Sakti Bajrakirana) yang jelita, gagah & sakti, bijaksana, cerdas, dan santun.

Hehehe...kok jadi komentator neh?!?!


Untuk LKH kesalahan fatalnya tuh di novel GajahMada vol 1. Jadi ada latar lokasi dan alur waktu di novelnya yang bertentangan dengan fakta sejarah. Tapi kesalahan ini diakui dan dikoreksi oleh LKH di GajahMada vol 2 jadi setelah itu dia mulai lebih teliti saat mengarang.

SH Mindtardja yang bagus tuh Nagasasra Sabuk Inten. Latarnya bukan kerajaan Majapahit tapi kerajaan Demak. Dari bagian awal sampai pertengahan cerita bagus, cuma sayang dari pertengahan sampai akhir alurnya terlalu muter-muter gak sampai-sampai ke tujuan.
Benar omongan bro TS kalau SH Mintardja bikin cerita suka dipanjang-panjangin. Mungkin karena aslinya cerita2 SH Mindtardja dibuat untuk dimuat sebagai cerita bersambung di koran. Kalau baca dari koran sehari satu chapter kan gak begitu kerasa meski alurnya lambat. Tapi kalau dibaca langsung satu kesatuan baru kerasa lambatnya.
Yang tentang Jaka Tingkir itu ya?! Sip, next read deh, Pelangi di Gelagahwangi kyk katanya bro Green_Opal jg boleh tuh ntar...slaen ttg Majapahit, latar Demak-Mataram juga sbenernya bagus, 3 kerajaan Jawa ini mang paling banyak novel2nya

Kl skarang lg baca Istana Yang Suram-nya SH Mintardja...latar kerajaan Demak. Baru 1/2 baca, so far jauh lebih bagus dari Kembang Kecubung. Kl sy perhatiin SH Mintardja tuh lebih kaya konfliknya dari cerita2 KPH, tanpa bermaksud mengecilkan karya KPH, cuma baru baca 2 ceritanya aja bisa dilihat temanya nggak typikal, lebih komplex konflik & ceritanya

Cuma sedikit komentar dr sy u/ crita2 SHM, slaen gaya berpanjang2nya itu, 1 hal yg agak mengganjal...sering ada dialog dan/atau deskripsi yg "gak nyambung alias OOT" yang menurut sy gak perlu ada.

Tapi diluar kekurangan yg sedikit itu, KPH & SHM tetep the expert dan the legend untuk cersil2 Indonesia kok...

Era Majapahit itu nama2 Patih/Senapatii-nya bagus2: Lembu Sora, Mahesa Anabrang, Gajah Biru, Gajah Pagon, Medang Dangdi, Wirota Wiragati, Banyak Kapuk, Kidang Gelatik, dll...
Quote:Original Posted By SepedaOnthel10
Era Majapahit itu nama2 Patih/Senapatii-nya bagus2: Lembu Sora, Mahesa Anabrang, Gajah Biru, Gajah Pagon, Medang Dangdi, Wirota Wiragati, Banyak Kapuk, Kidang Gelatik, dll...


setuju :
belum lagi nama2 misterius imajiner seperti Bagaskara Manjer Kawuryan,
dan nama kesatuan militer Jalapati, Jalayudan, dan Jala Rananggana, dan Bhayangkara yang masih dipakai sampai sekarang
Quote:Original Posted By nyamukcerdas
setuju :
belum lagi nama2 misterius imajiner seperti Bagaskara Manjer Kawuryan,
dan nama kesatuan militer Jalapati, Jalayudan, dan Jala Rananggana, dan Bhayangkara yang masih dipakai sampai sekarang


Iya, bro...masih banyak juga kyk Mayang Mekar, kuda Anjampiani, Kebo Kapetengan, dll...biasanya nama2 cowok yg keren.

Rata2 itu nama gelar, pake nama hewan utk nama depannya, kyk:
- Mahesa/Kebo/Lembu: Mahesa Anabrang, Kebo Kapetengan, Lembu Sora, dll
- Gajah : Gajah Biru, Gajah Pagon, dll
- Kidang : Kidang Glatik, dll
- Kuda: Kuda Anjampiani, dll
- Gagak : Gagak Wulung, dll
OOT sih...tapi ternyata selain Ronggolawe, Pangeran Benowo dari Pajang keren juga...
Kemelut di Majapahit versi Ko Ping hoo itu cerita silat dengan settingan di tanah jawa ya gan? di mana saya bisa dapat, kayaknya seru juga


Spoiler for Jual Obral 70 buku Keren, Murah Abis:
@ Bro semar82

Sy baru baca ebook-nya, bro, blom beli bukunya...ebooknya bisa tanya mbah gugel ato ke kangzusi.com, kirara, dll...di KDM romance-nya agak beda dr cerita2 KPH yg laen, yg rata2 happy-ending ever after.

Hmm...kl dibanding2in, mang cersil SH Mintardja lebih dramatik, Jejak di Balik Kabut & Api di Bukit Menoreh-nya agak2 sedih....tp SHM cersil2nya rata2 berlatar belakang kerajaan Demak-Mataram, bukan Majapahit
udah baca novel ini?



ceritanya tentang periode akhir kekuasaan Majapahit di Jawa, latar belakang para Walisongo serta peran mereka dalam menyebarkan Islam di tanah Jawa, dan nasib penguasa terakhir Majapahit (Brawijaya V, di novel ini beliau diceritakan akhirnya memeluk Islam).

ane juga punya satu lagi, tentang Sunan Kalijaga, cuma belum selesai baca dan novelnya ane lupa naro di mana
Quote:Original Posted By PanembahanRama
udah baca novel ini?



ceritanya tentang periode akhir kekuasaan Majapahit di Jawa, latar belakang para Walisongo serta peran mereka dalam menyebarkan Islam di tanah Jawa, dan nasib penguasa terakhir Majapahit (Brawijaya V, di novel ini beliau diceritakan akhirnya memeluk Islam).

ane juga punya satu lagi, tentang Sunan Kalijaga, cuma belum selesai baca dan novelnya ane lupa naro di mana


Belom, gan...kl gitu ane tampung dulu di list, soalnya yg gak ada ebook-nya brarti kudu beli bukunya, kan?! Hehehe

Ini brarti periode-nya mirip Pelangi di Glagahwangi yg jg menceritakan akhir pemerintahan Majapahit & berganti Demak ya?!
Blom baca aja dah berasa sedih, suatu Kerajaan digulingkan dan berganti dengan Kerajaan lain....kayak Singasari-Majapahit, Majapahit-Demak, Demak Pajang sampe Pajang-Mataram (Duh, jadi inget Pangeran Benowo...)
×