Mengenalkan batak lebih jauh!

Istana Batak Kekayaan Batak Di Tanah Limbong.
Quote:Sebelum itu di rate dan koment dulu gan dukung TH jadi HT :::::
oh sekalian gan [spoiler]= sekalian gan ane butuh[ jangan ini gan][/spoiler]

Kalau nggak tau Limbong dimana. Limbong adalah tempat kawasan kecamatan sianjur mula-mula. Sianjur mula mula adalah kampung pertama Suku batak kalau lebih jelas bisa buka blog aku http://batakblogforall.blogspot.com/...-di-tanah.html

http://u.kaskus.co.id/4/azfvy4nh.jpeg Keindahan alam yang ditawarkan Danau Toba dan Pulau Samosir telah lama terdengar ke seantero tanah air hingga mancanegara.Namun tak banyak yang tahu tentang potensi yang dimilikinya.

Diantaranya adalah kekayaan budaya yang dapat digali dan bernilai jual lebih jika dikembangkan. Hanya saja kondisinya akhir-akhir ini semakin mengkhawatirkan, akibat pengelolaan yang tidak berpihak pada pelestarian.

Salah satu tempat yang yang ternyata menyimpan banyak cerita bersejarah adalah “Pusuk Buhit” puncak tertinggi yang terletak di Desa Limbong-Sagala, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, berjarak sekitar 15 km dari Pangururan.

Menurut kepercayaan masyarakat Batak, pada abad XII, Pusuk Buhit dianggap sebagai tempat asal muasal seluruh Suku Batak. Dalam perkembangannya, nenek moyang Suku Batak menyebar ke delapan penjuru mata angin, yakni; Purba, Anggoni, Dangsina, Nariti, Pastia, Mangadia, Utara, Irisanna atau dari Timur higga Timur Laut (baca; hingga seluruh dunia). Berada di kawasan ini, seakan berada di sebuah tempat dan jaman yang berbeda.

Tak jauh dari tempat itu, tepatnya di kaki bukit, terdapat sebuah tempat keramat yang dianggap sakral bagi masyarakat setempat, bernama “Batu Hobon”. Disebut demikian karena bentuknya berupa batu berdiameter satu meter dengan bagian bawah berongga. Diperkirakan batu ini merupakan sebuah lorong yang mungkin saja berbentuk goa. Dulunya di tempat ini kerap diadakan upacara sakral yang masih berlanjut hingga sekarang. Upacara itu diyakini sebagai penghormatan pada roh leluhur sekaligus menerima pewahyuan dari nenek moyang, dikenal dengan sebutan “Tatea Bulan”.

Di Batu Hobon ini lah pomparan Ompu Guru Tatea Bulan pada mulanya bermukim. Diriwayatkan, Pusuk Buhit sebagai tempat turunnya Si Raja Batak yang pertama, diutus oleh Mulajadi Nabolon atau Tuhan Yang Maha Esa untuk mengusai tanah Batak.

Disanalah Raja Batak memulai kehidupannya. Dalam silsilahnya, Raja Batak memiliki dua orang anak sebagai pembawa keturunan atau marga dan menjaga martabat keluarga. Kedua putra Raja Batak itu bernama Guru Tatea Bulan dan Raja Isombaon.

Pada gilirannya, Guru Tatea Bulan memiliki lima orang putra dan lima orang putri. Kelima putranya bernama; Raja Uti (tidak memiliki keturunan), Sariburaja, Limbong Mulana, Sagala Raja dan Silau Raja. Dari keturunan mereka lah asal muasal semua marga-marga Batak muncul dan menyebar ke seluruh penjuru.

Konon, Batu Hobon adalah buah tangan Raja Uti untuk menyimpan harta kekayaan orang Batak, berupa benda-benda pusaka dan alat-alat musik. Diyakini pula, di dalam Batu Hobon ini tersimpan Lak-Lak (sejenis kitab) yang berisi ajaran dan nilai-nilai luhur. Berdasarkan pewahyuan yang datang pada keturunannya, diperkirakan pada suatu saat, benda-benda yang tersimpan dalam batu itu akan di keluarkan sendiri oleh Raja Uti –yang menurut kepercayaan setempat tidak pernah mati (baca: moksa)–. Dia akan tetap hidup dalam pribadi-pribadi pilihan yang tentu masih keturunannya.

Di atas Batu Hobon terdapat Sopo Guru Tatea Bulan yang dibangun tahun 1995 oleh Dewan Pengurus Pusat Punguan Pomparan Guru Tatea Bulan. Bangunan ini terdapat di Bukit Sulatti (di bawah Pusuk Buhit), dan di dalam bangunan terdapat sejumlah patung keturunan Raja Batak berikut dengan patung sejumlah kendaraan si Raja Batak dan pengawalnya. Kendaraan itu antara lain naga, gajah, singa, harimau dan kuda. Jejak sejarah di Tanah Batak itu yang sering dilupakan pemerintah.

Selain itu, di desa ini terdapat cagar budaya berupa miniatur Rumah Si Raja Batak. Dahulunya, sebutan Raja Batak ternyata bukan karena posisinya sebagai raja dan memiliki daerah pemerintahan, melainkan lebih pada penghormatan terhadap nenek moyang Suku Batak. Di perkampungan ini, ada bangunan rumah semitradisional Batak, yang merupakan rumah panggung terbuat dari kayu, tanpa paku, dilengkapi tangga, dan atap seng (baca: rumah Batak asli atapnya dari ijuk).

Gondang Saparangguan (Seperangkat Gendang Batak), Pagar (Ramuan penangkal penyakit), hujur sumba baho (tombak bertuah), piso solom Debata (pedang bertuah), pungga Haomasan (Batu Gosok Emas), tintin Sipajadi-jadi (Cincin Ajaib), tawar Sipagabang-abang, Sipagubung-ubung, Sipangolu na Mate, Siparata Naung Busuk (Obat yang mampu menghidupkan yang sudah mati, serta menyegarkan kembali yang telah busuk). Pagar, Hujur Sumba Baho, Piso Solom Debata, Pungga Haomasan, Tintin Sipanjadi-jadi dan Tawar, semua dibungkus dengan buku lak-lak atau buku Pustaha, yaitu Buku Ilmu Pengetahuan tentang kebudayaan Batak, yang di tulis dengan aksara Batak. Peti Batu tempat penyimpanan harta pusaka inilah yang disebut Batu Hobon (Peti Batu) karena Hobon artinya Peti.

Keanehannya :
gambar batu hobon dengan jarak dekatSudah tiga kali orang berusaha untuk membuka Batu Hobon ini namun ketiga-tiganya gagal, dan orang yang berusaha membuka itupun serta merta mendapat bala dan meninggal dunia.

Pertama :
Pada zaman penjajahan Belanda, ada seorang pejabat Pemerintah Belanda dari Pangururan, berusaha untuk membuka batu Hobon, dia berangkat membawa dinamit dan peralatan lain, serta beberapa orang personil. Pada saat mereka mempersiapkan alat-alat untuk meledakkan Batu Hobon itu dengan tiba-tiba datanglah hujan panas yang sangat lebat, disertai angin yang sangat kencang, serta petir dan guntur yang sambung menyambung, dan tiba-tiba mereka melihat ditempat itu ada ular yang sangat besar dan pada saat itu juga ada berkas cahaya (sinar) seperti tembakan sinar laser dari langit tepat keatas Batu Hobon itu, maka orang Belanda itu tiba-tiba pingsan, sehingga dia harus di tandu ke Pangururan, dan setelah sampai Pangururan dia pun meninggal dunia.

Kedua :
Pada masa pemberotakan PRRI, ada seorang tentara yang berusaha untuk membuka Batu Hobon ini, menembaki Batu Hobon itu dengan senapan, tetapi sampai habis persediaan pelurunya Batu Hobon itu tidak mengalami kerusakan apa-apa, bahkan si Tentara itu menjadi gila dan dia menjadi ketakutan dia berjalan sambil berputar-putar, serta menembaki sekelilingnya, walaupun peluru senapannya sudah kosong, dan tidak berapa lama, si Tentara itupun meninggal dunia.

Ketiga :
Pernah juga ada orang yang tinggalnya di daerah Sumatera Timur, berambisi untuk mengambil Harta Pusaka yang ada dalam Batu Hobon ini, sehingga mereka berangkat kesana dengan beberapa orang personil, membawa peralatan untuk membuka dan memecahkan batu. Mereka sempat membuka tutup lapisan yang paling atas, tetapi dengan tiba-tiba mereka melihat ular yang sangat besar di Batu Hobon itu sehingga mereka lari terbirit-birit dan gagallah usaha mereka untuk membuka Batu Hobon itu dan tidak berapa lama pimpinan rombongan itupun meninggal dunia dan anggota rombongan itupun banyak yang mendapat bala.

Tutup Batu Hobon yang terbuka itu, sempat mengundang keresahan bagi tokoh masyarakat Tapanuli Utara sehingga datanglah ratusan murid-murid Perguruan HKI dari Tarutung yang dipimpin oleh Bapak Mangantar Lumbantobing, untuk memasang kembali tutup Batu Hobon yang sempat terbuka itu. Pada mulanya tutup batu itu tidak dapat diangkat, walaupun telah ratusan orang sekaligus mengangkatnya, tetapi barulah setelah diadakan Upacara memohon restu penghuni alam yang ada di tempat itu yang dipimpin oleh salah seorang pengetua adat dari limbong, maka dengan mudah, tutup batu itu dapat diangkat dan dipasang kembali ketempat semula.
ini batu hobon dari kejauhan


kebanyakan smiles
sila lanjuot, abdi menyimack
Quote:Original Posted By AbAzz
sila lanjuot, abdi menyimack


Makasih Commentnya gan

Ini lagi Gan ttg Budaya Batak Setelah Meninggal ada yang dibatukan!

Pasti para reader tak begitu paham akan Simin! Simin itu adalah sebuah tugu batu. Tempat menyimpan Tulang-belulang orang yang telah meninggal! Sebenarnya Simin pun tidak di perbolehkan jenazah yang baru meninggal di simpan di Simin! Tentu di tanah duluan, lalu sekitar 10 tahun akan di siminkan! Simin terinspirasi dari kitab Injil Perjanjian lama tentang Yusuf anak Yakub yang tinggal di Mesir itu. Setelah membangun Tugu Kuburan untuk Ayahnya, Ia menjadi Kaya Raya. Begitu sih kata Raja Huta(tokoh masyarakat daerah desa) Daerah Nagasaribu.Biasanya orang yang di siminkan itu orang ternama atau sudah punya anak, atau juga anak pertama atau anak semata wayang

Hal yang perlu syarat orang dimasuki Simin:
1. ia harus memiliki minimal 1 anak
2. ia Juga bisa anak pertama/semata wayang
3. Ia punya 4 Generasi!(Maksud Generasi adalah punya garis keturunan minimal 4)



from my blog Contohnya Opung Buyut(Kakek Buyut) Saya yang 4 Generasi di atas saya baru saja di siminkan berserta Istrinya. Namanya Opung Saitan Lumbantoruan Ina na 1 Boru Situmorang, 2 Sinaga, 3 Nababan. Sebelum memasukan seluruh tulang belulang pada simin biasanya akan diadakan Pesta Simin. Diadakan Gondang Pemanggil Hula-hula(Pemanggil Roh sang arwah yang akan dimasuki) dan diadakan penyembelihan babi. Maksud dalam Gondang ini bertujuan meminta Izin pada sang Hula-hula alangkah baiknya jika kita meminta izin pada mereka. Begitukan masa badan kita seenakan dimasukin ke tempat begitu. Nah Sekarang ini di sepanjang kanan kiri daerah tanah batak pasti banyak Simin. Karena Banyak sekali terobsesi dengan kisah Yusuf di atas. Simin juga bisa digunakan sebagai lambang kewibawaan dan kemakmuran suatu Keluarga. Bisa di sombongkan gitu begitunya!

Semoga bermanfaat dan bagi orang batak impian meninggal nanti selain Masuk surga juga masuk Simin Hehe he
Nice share gan, pas deh istri ane jg Batak gan !
nais gan...
share tentang parmalim donk gan....
Quote:Original Posted By punkukei
Nice share gan, pas deh istri ane jg Batak gan !


Ok gan boru apa? Kalau sihombing berarti abanglah aku panggil?
Quote:Original Posted By Kutowinangun
nais gan...
share tentang parmalim donk gan....


Ok gan
ane doyan BPK gan..... maknyuss


Inilah cara/rahasia deddy corbuzier melakukan prediksi
Quote:Original Posted By noMgA
ane doyan BPK gan..... maknyuss


Inilah cara/rahasia deddy corbuzier melakukan prediksi


rate gan OK

Parmalim Agama Asli Batak

Sesuai janji ane tentang bahas Parmalim sih ane nggak tau banyak setelah nyari dari opung Google dan dari Amangboru Wikipedia kini dapat dari Amang boru silahkan
Quote:Parmalim, adalah nama sebuah kepercayaan atau mungkin boleh dibilang agama yang terutama dianut di provinsi Sumatra Utara. Agama Parmalim adalah agama asli suku Batak.

Pimpinan Parmalim saat ini adalah Raja Marnangkok Naipospos

Agama ini bisa dikatakan merupakan sebuah kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa yang tumbuh dan berkembang di Tanah Air Indonesia sejak Dahulu Kala. "Tuhan Debata Mulajadi Nabolon" adalah pencipta Manusia, Langit, Bumi dan segala isi alam semesta yang disembah oleh "Umat Ugamo Malim" ("Parmalim").

Kalau dari Opung Google mancari ada website resmi(kayanya yah gan) Buka //http://www.parmalim.com/ ini dia gan
Quote:Parmalim sebenarnya adalah identitas pribadi, sementara kelembagaannya disebut Ugamo Malim. Pada masyarakat kebanyakan, Parmalim sebagai identitas pribadi itu lebih populer dari “Ugamo Malim” sebagai identitas lembaganya.

Berjuang bagi Parmalim bukan hal baru, karena leluhur pendahulunya dari awal dan akhir hidupnya selalu dalam perjuangan. Perjuangan dimulai sejak Raja Sisingamangaraja menyatakan “tolak” kolonialisme Belanda yang dinilai merusak tatanan kehidupan masyarakat adat dan budaya. Masuknya tatanan baru seiring dengan menyusupnya “kepercayaan baru” yang meninggalkan “Mulajadi Nabolon”.

Perjuangan Parmalim tidak berakhir hingga Indonesia memperoleh kemerdekaan. Setelah “orang negeri” memegang tampuk kekuasaan tidak otomatis mendapatkan kemerdekaan bagi “kepercayaan” yang diajarkan Sisingamangaraja dan pengikutnya. Bahkan hambatan semakin dahsyat, yang menyakitkan, ini datangnya bukan dari penjajah, tetapi dari warga negara yang sama-sama bahagia memperoleh kemerdekaan itu. Dalam pemerintahan, penguasa negeri ini menghambat proses pengakuan terhadap “AJARAN HAMALIMOM” Sisingamangaraja dan pengikutnya yang melebur dalam Parmalim. Ini terjadi bertahun-tahun hingga dikeluarkannya Undang-undang No 23 Tahun 2006. Undang-undang ini memberikan kesempatan kepada Parmalim untuk dicatatkan sebagai warga Negara melalui kantor catatan sipil walau tidak diberi kesempatan menuliskan identitas sebagai Parmalim di Kartu Tanda Penduduk.

Parmalim juga mengalami hambatan horizontal. Masyarakat khususnya Batak masih menganggap Parmalim aliran yang sesat. Bahkan lembaga agama lainnya masih memberikan stigma buruk kepada Parmalim seperti tidak memiliki peradaban, belum mengenal jalan kebenaran Tuhan dan lain sebagainya. Banyak generasi muda batak keheranan begitu seorang memperkenalkan diri sebagai Parmalim. Upaya menyingkirkan dan menindas seperti ini ditambah lagi dengan pernyataan bahwa Parmalim tidak mengakui adat Batak.

Parmalim biasanya tidak akan menjawab tudingan hinaan dari masyarakat dan lembaga agama maupun intelektual yang menuliskan dalam buku sejarah atau sebuah jurnal. Akibatnya, stikma itu makin pekat dan sulit dihapus. Tidak ada kepentingan mereka menjernihkan pendapatnya yang miring terhadap Parmalim karena dilatarbelakangi kepentingan dan kebiasaan membicarakan sesuatu yang tidak jelas bagi dirinya.

Dalam situs ini kami akan membicarakan siapa kami sebenarnya, seadanya dan sejujurnya.

Bisa juga ini ganQuote:Ugamo diartikan suatu kumpulan orang yang melakukan aksi membentuk hubungan dengan Penciptanya. Raja Mulia yang menerima amanah sedikit ragu atas kemampuannya, hingga beliau ditemui oleh seorang sosok yang kumal. Beliau menagih janji untuk melembagakan hamalimon yang disebut UGAMO MALIM. Ketika Raja Mulia hendak mengucapkan kata pernyataannya siapa diri yang menemuinya, beliau spontan menghentikan dan mengenalkan diri “Nasiakbagi” tidak memiliki harajaon, dan harta benda serta kampung halaman.

Raja Mulia bersedih, karena harus memperkenalkannya “sahabatnya” (didepan umum disebut sahabat, namun dalam pengakuannya adalah sebagai guru, raja dan MALIM) seperti, marga Simatupang, teman pedagang, teman main judi dan lain sebagainya. Para pengikutnya menyebut Nasiakbagi lebih terhormat menjadi “Raja Nasiakbagi”. Apa yang diamanatkan Sisingamangaraja XII sebelumnya itu juga dituntut pelaksanaannya.

Munculnya Raja Nasiakbagi semakin menguatkan keyakinan Raja Mulia Naipospos akan pesan yang telah diamanatkan Raja Sisingamangaraja sebelumnya. Raja Nasiakbagi menyerahkan konsep pengorganisasian dan ajaran Ugamo Malim sesuai dengan apa yang diterimanya dari Raja Sisingamangaraja. Raja Nasiakbagi selalu menolak apabila dirinya dianggap sosok Raja Sisingamangaraja XII ataupun penjelmaannya. Beliau selalu mengatakan bahwa Sisingamangaraja sudah berada disisi Mulajadi Nabolon.

Gayus Hutatahean dengan semangatnya menyebarkan informasi bahwa Raja Sisingamangaraja XII hidup dan jalan bareng dengan Raja Mulia Naipospos menyebabkan dia ditangkap pemerintah Belanda dan dibuang. Sejak itu tidak ada yang berani membicarakan Raja Sisingamangaraja.

Penjajah dan kroninya mencurigai langkah Raja Mulia dan sosok “Nasiakbagi” dan melakukan fitnah dan pengejaran. Raja Mulia dipenjara beberapa kali karena tidak menyebut siapa sebenarnya yang menyebut dirinya Nasiakbagi itu. Setelah melihat pola pengajaran dan pengorganisasian yang dilakukan Raja Mulia sudah mapan, akhirnya “Raja Nasiakbagi” meninggalkannya.

Tantangan dan kekerasan banyak dihadapi selama mengembangkan Ugamo Malim. Berbagai tudingan dan sebutan dilontarkan tidak dijawab. Ada yang menyebut mereka sama dengan kelompok Parhudamdam, ada yang menyebut Parsitengka ada yang menyebut Agama Sempalan dari berbagai Agama, ada yang menyebut Animisme, ada yang menyebut Sipelebegu atau Pelbegu. Sebagian lagi menyebut mereka Parugamo, dan ada yang menyebut Parsiakbagi. Semua sebutan itu tidak dibantah, karena mereka yang berkuasa saat itu lebih dominan diterima publik. Ada kepentingan mereka untuk memberikan stigma buruk kepada kelompok ini agar tidak ada yang mengikuti atau bila mungkin ditinggalkan para pengikutnya.Karena mereka adalah par-Ugamo Malim maka lebih lajim disebut menjadi Parmalim.

Mereka sering dipaksa memberikan sumbangan pembangunan gereja. Pernah mezbah persembahan Parmalim di Hatinggian dirampas dan dirobohkan atas perintah Raja Ihutan yang diangkat Penjajah. Pemerintah kolonial akhirnya memberi izin kepada Kelompok Parmalim yang dipimpin Raja Mulia Naipospos untuk mendirikan BALE PASOGIT tempat peribadatan di Hutatinggi yang dikeluarkan controleur van Toba tahun 1921.

STRATEGI PENGEMBANGAN

Raja Sisingamangaraja dan raja Nasiakbagi menanamkan motto bagi para pengikutnya untuk menerima perkembangan tanpa mengorbankan nilai spiritual Batak. Motto ini dikenal dengan : Parbinotoan Naimbaru, Ngolu Naimbaru, Tondi na marsihohot.

Parbinotoan Naimbaru

Menerima perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Ngolu Naimbaru

Menerima perkembangan jaman untuk meningkatkan kesejahteraan dan peradaban, tanpa melanggar etika sosial sesuai tuntunan ajaran Ugamo Malim.

Tondi na Marsihohot

Tetap bertaqwa kepada Tuhan Debata Mulajadi Nabolon melalui ajaran Sisingamangaraja - Raja Nasiakbagi tanpa dipengaruhi ajaran keyakinan agama lain.


Penganut Agama Batak tempo dulu banyak ditarik menjadi Kristen melalui pendidikan yang dikelola mereka. Pada umumnya para Parbaringin tidak setuju dengan pengorganisasian Ugamo Malim (Parmalim) akhirnya terlindas dengan jaman. Dengan dibukanya sekolah Parmalim generasi baru dibangun. Inilah sejarah awal dimulainya Parmalim baru yang lebih cerdas. Pendidikan misi Kristen tidak memberi pengaruh pencerdasan generasi Parmalim yang ada saat itu dan sekarang.


Dengan berpedoman kepada prinsip parbinotoan naimbaru (ilmu pengetahuan baru), ngolu naimbaru (hidup lebih sejahtera) tondi na marsihohot (kepercayaan yang teguh), beliau melanjutkan apa yang telah dibentuk dan dirintis Raja Mulia.

Beliau juga memimpin misi penguatan ajaran Ugamo Malim bagi para pemeluknya yang berpusat di Sait Ni Huta, Uluan. Gerakan itu juga meningkat hingga mencari peluang kehidupan yang lebih baik dengan gerakan manombang. Mereka mencari peluang kehidupan baru di daerah Sumatera Timur – Simalungun tepatnya daerah Bah Jambi. Disana berdiri sebuah perkampungan khusus untuk Parmalim dan disebut Kampung Malim. Sejak itu, Parmalim menyebar dari Toba ke daerah subur Sumatera bagian Timur.Langkah itu, telah memperkuat kesatuan (kelembagaan), kemandirian, kedamaian, dan kekuatan iman Parmalim.

Pendidikan dan pemanfaatan peluang kehidupan, kewirausahaan bukan ajaran baru bagi Parmalim yang sampai saat ini sudah banyak menghasilkan SDM dan berperan di berbagai kegiatan, pemerintahan maupun swasta.

Masyarakat umum tidak dapat lagi mengenal Parmalim dalam pandangan yang kaku seperti sosok dukun, berjambang, makan sirih, pakai tongkat, ikat kepala, pakai ulos, bau kemenyan, ahli nujum dan lusuh. Image itu sejak lama dipraktekkan kelompok tertentu dan menganggap Parmalim merupakan obyek yang perlu diselamatkan dan digiring kehadapan Tuhan menurut cara mereka. Sampai saat ini pemahaman ini masih ada, dan sejak masa pembentukan wujud Parmalim yang lebih maju dan mandiri itu, sebaliknya masih banyak orang menganggap Parmalim sudah punah.

trit bagus gan..ane bangga jd orang batak..
lestarikan budaya batak gan
bgus gan...smoga batak bisa go internasional

ane bantu rate gan
mantap gan...ane izin nyimak sekalian bantu rate...

Gondang gan

Quote:Original Posted By gantenk.kalem
trit bagus gan..ane bangga jd orang batak..



Makasih gan Batak Go Internasional

Quote:Budaya Batak! Gondang
Spoilerfor Gondang:
Spoilerfor Gondang juga:

Gondang. siapa sih yang nggak kenal? sebuah peralatan musik batak yang digunakan oleh rakyat batak untuk mengiringi tarian batak yaitu tari tor-tor. selain gondang ada juga serunai, gong, dll

Gondang atau harafiahnya Gendang adalah sebuah alat musik yang sering digunakan oleh orang batak sebagai pengiring tarian tor-tor. gondang juga bisa digunakan sebagai pemanggil arwah! Ini salah satu penggunaan gondang

Kalau mau belajar ikuti instruksi ini
Spoilerfor videobelajar:
Silahkan kalau gan punya ttg batak post aja kita kan share
Quote:Original Posted By limbongmulana
Silahkan kalau gan punya ttg batak post aja kita kan share


baen ma tarombo i lae

budaya kuliner ...

Awak tau na budaya kuliner na aja. Ketupek sipuluk, ketupek bere, masak pangek, pale, saksang. Boleh ikutan share resep na gak? Gyahahahahah
Quote:Original Posted By limbongmulana
Pasti para reader tak begitu paham akan Simin! Simin itu adalah sebuah tugu batu. Tempat menyimpan Tulang-belulang orang yang telah meninggal! Sebenarnya Simin pun tidak di perbolehkan jenazah yang baru meninggal di simpan di Simin! Tentu di tanah duluan, lalu sekitar 10 tahun akan di siminkan! Simin terinspirasi dari kitab Injil Perjanjian lama tentang Yusuf anak Yakub yang tinggal di Mesir itu. Setelah membangun Tugu Kuburan untuk Ayahnya, Ia menjadi Kaya Raya. Begitu sih kata Raja Huta(tokoh masyarakat daerah desa) Daerah Nagasaribu.Biasanya orang yang di siminkan itu orang ternama atau sudah punya anak, atau juga anak pertama atau anak semata wayang

Hal yang perlu syarat orang dimasuki Simin:
1. ia harus memiliki minimal 1 anak
2. ia Juga bisa anak pertama/semata wayang
3. Ia punya 4 Generasi!(Maksud Generasi adalah punya garis keturunan minimal 4)



from my blog Contohnya Opung Buyut(Kakek Buyut) Saya yang 4 Generasi di atas saya baru saja di siminkan berserta Istrinya. Namanya Opung Saitan Lumbantoruan Ina na 1 Boru Situmorang, 2 Sinaga, 3 Nababan. Sebelum memasukan seluruh tulang belulang pada simin biasanya akan diadakan Pesta Simin. Diadakan Gondang Pemanggil Hula-hula(Pemanggil Roh sang arwah yang akan dimasuki) dan diadakan penyembelihan babi. Maksud dalam Gondang ini bertujuan meminta Izin pada sang Hula-hula alangkah baiknya jika kita meminta izin pada mereka. Begitukan masa badan kita seenakan dimasukin ke tempat begitu. Nah Sekarang ini di sepanjang kanan kiri daerah tanah batak pasti banyak Simin. Karena Banyak sekali terobsesi dengan kisah Yusuf di atas. Simin juga bisa digunakan sebagai lambang kewibawaan dan kemakmuran suatu Keluarga. Bisa di sombongkan gitu begitunya!

Semoga bermanfaat dan bagi orang batak impian meninggal nanti selain Masuk surga juga masuk Simin Hehe he


Maaf Lae ... yg ane bold sama garis bawah tolong di koreksi ya, Perjanjian Lama bukan termasuk dalam Injil gan, mungkin maksud agan dlm Alkitab Perjanjian Lama...

Bagus gan threadnya, besok malem ane Cendolin dehh, td baru kasih cendol, jd blm mateng nihh sekarang ....

Quote:Original Posted By Judess
Awak tau na budaya kuliner na aja. Ketupek sipuluk, ketupek bere, masak pangek, pale, saksang. Boleh ikutan share resep na gak? Gyahahahahah


masih ada yg kurang gan :
Spoilerfor Apa Hayo ...:


Quote:Original Posted By Theleftbehind
baen ma tarombo i lae


baen ma gitar i lae, asa marsuara dua au ...