KASKUS

Kuntau Seni Beladiri Tradisonal Banjar

Di Kalimantan, termasuk Provinsi Kalsel, seni beladiri terdapat seni Kuntau. Disayangkan, Kuntau kini mulai menyepi dan hanya digemari para pendekar berumur. Tidak banyak daerah di Kalsel yang masih melestarikan Kuntau, diantaranya terdapat di Wilayah Marabahan dan kawasan Banua Enam diantaranya Barabai, Tapin, Amuntai.

Spoiler for kuntau:


Spoiler for kuntau:


Dizaman kemashyuran nusantara Melayu, keterikatan Masyarakat Kalimantan dengan keturunan Cina Kuantong melahirkan Beladiri Kuntau yaitu gabungan dari perkataan KUN yang bermaksud “jadi” dan TAU yang membawa arti “isyarat”. Tujuannya waktu itu, sebagai bekal bagi pendekar untuk melawan penjajah Belanda.
Setelah Seni Kuntau ampuh digunakan dalam melawan penjajah Belanda, Kuntau berkembang menjadi warisan tradisi yang dibanggakan masyarakat Banjar.

Di Bumi Lambung Mangkurat pencak silat lokal yang berkembang bersama Seni Kuntau, diantaranya Silat Bangkui dan Silat Gaib.
Dalam khasanah bahasa Banjar, Kuntau bisa diartikan sebagai kepalan tinju atau pukulan.


Spoiler for kuntau:


Namun, Ternyata asal usul seni Kuntau ternyata perpaduan gerak seni yang berkembang bersama pendatang China dan Taiwan yang membawa ciri khas beladiri merea Kun Tao.

Kuntau diajarkan secara tertutup, sehingga sekarang tak banyak praktisinya. Sementara atraksi atau demonstrasi Kuntao kerap ditampilkan pada berbagai seremonial masyarakat, salah satu nya resepsi perkimpoian.

Dalam khasanah bahasa Banjar, Kuntau bisa diartikan sebagai kepalan tinju atau pukulan.


Spoiler for kuntau:


Namun benarkah Kuntau adalah pencak silat asli Kalsel?

Bisa benar, bisa tidak.
Kenapa?

Sebab di berbagai daerah lain ternyata juga ada seni beladiri Kuntau. Misal, di Kalimantan Timur ada beladiri sejenis dengan nama Kuntau. Kemudian di Betawi juga ada Kun Tao Lo Ban Teng, dikembangkan oleh Siauw Gok Bu Koan (Siauw Gok Martial Art School) yang dipimpin oleh Sifu Lo Hak Loen.

Di luar negeri juga ada, contoh di Filipina. Salah satu dari sekian banyak seni beladiri tradisional mereka, ada pula Kuntao.

Jika ditelusuri asal muasal seni beladiri ini, ternyata Kun Tao berasal dari daratan China dan Taiwan.

Dalam dialek Fu Jian (Hokkian), kata Kun Tao berasal dari Bahasa Mandarin, yaitu Quan Shu. Kun berarti pukulan, dan Tao berarti jalan. Kun Tao merupakan salah satu nama yang dipakai untuk menyebut teknik beladiri Tiongkok. Setelah pemerintah Tiongkok menstandarisasi bahasa menjadi bahasa persatuan, yaitu bahasa mandarin, maka Kun Tao lebih banyak dipakai untuk beladiri yang berasal dari Tiongkok bagian selatan, maupun yang telah menyebar ke Asia Tenggara.

Ciri khas Kun tao sejak zaman dulu adalah latihannya yang masih tertutup terbatas hanya pada suatu daerah, keluarga, kampung, maupun suatu kelompok tertentu saja, dan belum tentu bermuara kepada teknik-teknik yang terdapat dari biara Shaolin. Bahkan sampai sekarangpun masih banyak terdapat aliran Kun Tao yang menutup diri maupun menyembunyikan inti dari ilmunya kepada orang lain di luar lingkungan mereka.


Spoiler for kuntau:


Gerakan-gerakan yang terdapat dalam Kun Tao banyak yang unik dan terkesan asing oleh praktisi beladiri lain. Kun Tao bukanlah teknik yang dipertunjukkan secara indah. Tapi Kun Tao adalah ilmu yang sesuai dengan jalan alam dan sangat dahsyat serta bertenaga. Intensitasnya adalah untuk mengambil kendali terhadap serangan lawan dan menghancurkannya secara cepat.


Spoiler for kuntau:


Seiring merantaunya warga China ke berbagai negara Asia Tenggara, seni beladiri Kun Tao pun turut menyebar, antara lain ke Malaysia, Filipina, Singapura dan Indonesia. Kun Tao ada yang beradaptasi dengan seni beladiri lokal sehingga menjadi bentuk baru.

Video dari Pertubuhan Seni Silat Kuntau Banjar Warisan Tradisi Selangor Malaysia








sumber ;
http://samprong.tripod.com/kuntau.html
http://amankemoz.blog.com/2009/06/10/kuntau/
http://beladirikita.blogspot.com/200...k-fu-jian.html

Penobatan Raja Muda Kesultanan Banjar

Spoiler for lambang kesultanan banjar:


Setelah sempat mati suri selama lebih dari 100 tahun, akhirnya Kesultanan Banjar bangkit kembali. Pada hari Minggu (12/12), atau bertepatan dengan tanggal 6 Muharram 1432 H, Pangeran Haji Gusti Khaerul Saleh dinobatkan sebagai Raja Muda Kesultanan Banjar .

Spoiler for Raja Muda Khairul Saleh:


Prosesi penobatan yang diselenggarakan di Mahligai Sultan Adam, Jalan Ahmad Yani No. 1, Martapura, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan , ini berlangsung dengan cukup meriah dan khidmat. Rangkaian prosesi penobatan Pangeran Haji Khaerul Saleh sebagai Raja Muda Kesultanan Banjar dihadiri oleh sedikitnya 28 raja/sultan dan perwakilan kerajaan/kesultanan dari nusantara dan mancanegara.

Spoiler for tamu undangan:


Raja-raja yang hadir antara lain: Sultan Prabudiredja Badaruddin III (Kesultanan Palembang Darussalam ), Tengku Mochtar Anum (Kesultanan Siak Sri Inderapura ), Sri Susuhunan Pakubuwono XII Tedjowulan (Kasunanan Surakarta Hadiningrat), Kanjeng Pangeran Haryo Anglingkusumo (Kadipaten Pakualaman Yogyakarta ), Raja Abdullah (Kerajaan Mamala Maluku), dan lain-lainnya.

Spoiler for utusan dari brunei darussalam:


Utusan dari luar negeri yang datang menghadiri acara penobatan itu di antaranya adalah dari Kesultanan Brunei Darussalam dan Kesultanan Selangor (Malaysia) serta tamu dari negeri Belanda dan Jerman.

Spoiler for Penobatan Raja Muda:


Tampak pula Ketua Balai Kebudayaan Adat Banjar dan para tetua adat Banjar. Acara penobatan Raja Muda Pangeran Haji Gusti Khaerul Saleh, yang juga menjabat sebagai Bupati Banjar, juga dihadiri oleh Surya Yoga (Staf Ahli Menbudpar Bidang Pranata Sosial) mewakili Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik yang berhalangan hadir. Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Arifin, para walikota/bupati, dan sejumlah anggota DPRD Kalimantan Selatan maupun DPR-RI, juga terlihat hadir dalam perhelatan ini.

Spoiler for Penerima gelar adat:


Tidak ketinggalan, para tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, sejarawan, dan warga Martapura pada umumnya juga turut ambil bagian dalam prosesi sakral penobatan Raja Muda Kesultanan Banjar tersebut. Setelah upacara penobatan selesai dilaksanakan, acara dilanjutkan dengan melantik dan penganugerahan gelar kepada kerabat Kesultanan Banjar.

Spoiler for penobatan raja muda:


Dalam silsilah keluarga Kesultanan Banjar, Raja Muda Pangeran Haji Gusti Khaerul Saleh merupakan keturunan dari Sultan Adam Al Wasik Billah yang bertahta pada periode 1825-1857 M. Momen kebangkitan ini merupakan penantian panjang di mana sejak tahun 1905 status Kesultanan Banjar dihapuskan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Kesultanan Banjar sendiri berdiri sejak tahun 1526 M dan merupakan kelanjutan dari riwayat Kerajaan Negara Dipa (1355 M) serta Kerajaan Negara Daha (1448 M).

Bagai Mengangkat Batang Terendam
Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, dalam sambutan yang dibacakan oleh Surya Yoga, mengucapkan selamat atas dinobatkannya Pangeran Gusti Haji Khaerul Saleh sebagai Raja Muda Kesultanan Banjar. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI juga memberikan apresiasi atas terselenggaranya prosesi budaya tersebut. Ini merupakan bagian dari usaha melestarikan budaya bangsa, kata Jero Wacik seperti yang disampaikan oleh Surya Yoga.

Spoiler for Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI:


Selain itu, Jero Wacik juga menyampaikan ucapan selamat atas berdirinya Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar (LAKKB) yang terbentuk sebagai hasil musyawarah bersama pada tanggal 24 Juli 2010 di Banjarmasin. Jero Wacik mengharapkan supaya keberadaan LAKKB dapat menangkal dominasi arus globalisasi yang bisa meruntuhkan nilai-nilai kearifan budaya kesultanan.

Semoga keberadaan LAKKB dapat dijadikan sarana untuk menyampaikan segala ide, gagasan, dan mampu memacu gerak bersama demi mengangkat batang terendam atau menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal masa lampau agar dapat diterapkan di masa sekarang, demikian pesan Jero Wacik.

Spoiler for Gubernur Kalsel:


Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Arifin, mengajak untuk menjadikan momentum kebangkitan Kesultanan Banjar untuk memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Gubernur juga berharap semoga keberadaan Kesultanan Banjar dapat memperkuat tekad dan komitmen bersama untuk melestarikan adat-budaya Banjar serta dapat semakin mempertegas jatidiri dan kepribadian urang Banjar dalam menghadapi tantangan zaman. Semoga kebangkitan Kesultanan Banjar membuat semua kalangan berpikir positif demi upaya memperkaya khazanah budaya yang ada di Kalimantan Selatan. Semoga adat Banjar tidak lekang karena panas dan tidak lapuk karena hujan, kata Gubernur mengakhiri sambutannya.

Spoiler for Kamus Banhasa Banjar:


Dalam kesempatan yang sama, dilakukan juga peluncuran buku berjudul Kamus Indonesia Banjar Dialek Kuala yang diterbitkan oleh Balai Bahasa Banjarmasin. Buku ini sebenarnya sudah beredar sejak tahun 2008 dan diluncurkan kembali dengan tajuk Edisi Khusus dalam rangka turut meramaikan acara penobatan Raja Muda Kesultanan Banjar pada akhir tahun 2010 ini. Diterbitkannya kamus setebal 473 halaman yang proses pengerjaannya sudah dirintis sejak tahun 2001 itu diharapkan dapat bermanfaat sebagai referensi untuk lebih mengenal, mempelajari, dan melestarikan bahasa urang Banjar agar tak hilang digerus zaman. (Iswara N. Raditya//MelayuOnline/)

Spoiler for bersama sang raja muda:


foto lebih banyak di :
Penobatan Raja Muda Kesultanan Banjar
sumber :
http://melayuonline.com

Bagasing

Spoiler for bagasing:


Bagasing/gasing adalah permainan yang sangat banyak terdapat di Nusantara bermacam-macam bentuk dan cara dalam memainkannya. Biasanya yang memainkannya oleh anak laki-laki, remaja bahkan orang dewasa

Permainan ini menggunakan alat gasing yang terbuat dari kayu yang keras dan kuat. Kayu Kemuning pada umumnya yang dipakai sebagai bahan dalam pembuatan Gasing, namun tidak menutup kemungkinan menggunakan kayu yang lain misalnya Kayu Manggis, Kayu Halaban, Kayu Ulin

Spoiler for bagasing:


Di Kalimantan Selatan terutama di daerah Banua Enam masih banyak yang melakukan permainan ini, ada dua macam gasing yang dimainkan

1. Gasing Bini.
Spoiler for bagasing:


Jenis Gasing Bini bermacam bentuknya ada yang disebut
a.bentuk bahan tiga (gasing berundak 3 tingkatan seperti tangga),
b.bentuk mangatapi (bentuk keseluruhan gasing menyerupai buah ketapi), bentuk mambalanai (bentuk keseluruhan gasing menyerupai balanai atau tajau),
c.bentuk manaras gadang (gasing ini dibuat menyerupai batang pisang yang ujung-ujungnya sedikit dipotong) dan yang terakhir
d.bentuk biasa (bentuk gasing bini inilah yang berkembang di Kalimantan Selatan)

Bentuk Gasing Bini Biasa pada saat dimainkan maupun dipertandingkan kemampuannya lebih baik dibanding bentuk gasing bini yang lain oleh karena itu dalam perkembangannya bentuk inilah yang banyak dipakai dalam pembuatan gasing bini

2. Gasing Laki
Spoiler for bagasing:


Jenis Gasing Laki pada umumnya hanya mempunyai satu bentuk yakni bentuk mambuah rambai, karena bentuk seluruh bagiannya menyerupai bentuk buah rambai

Tali Gasing atau Tali Pemutar
Bahan yang digunakan membuat tali gasing adalah dari serat atau sutera daun nenas, jenis daun nenas yang digunakan adalah kanas paun, jenis nenas atau kanas paun ini daunnya lebih panjang dibanding jenis nenas lainnya.

Biasanya daun yang dipilih daun yang tua, karena untuk memutar gasing bini menggunakan tali yang cukup panjang jumlah daun yang digunakan juga lebih banyak sekitar 135 lembar, sedangkan gasing laki memerlukan sekitar 6 lembar karena tali pemutar gasing laki lebih pendek.

Tali pemutar dari daun nenas ini bisa digantikan dengan menggunakan tali belati namun harus diambil beberapa bagian serat talinya agar berbentk mengecil ke ujung depannya. Jadi semakin keujung bagian serat tali dibuang.

Agar tali dapat mudah menempel pada saat dililitkan ke badan gasing tali dipoles dengan bahan katipi (sejenis sarang lebah) yang sudah dicampur dengan kapur sirih. Ini dilakukan agar tali yang dililitkan tidak mudah lepas dan kencang menempel pada badan gasing

Spoiler for bagasing:


Alat-alat yang digunakanolehpara pemain dalam permainan gasing antara lain terdiri dari :
1. Gasing, Gasing Laki dan Gasing Bini
2. Tali Pemutar Gasing,
terdiri dari 2 jenis, talipemutar gasing bini dan tali pemutar gasing laki. Untuk pemutar gasing bini ukurannya sekitar 6 s.d 12 meter tergantung kebiasaan pemainnya. Sedangkan ukuran tali pemutar gasing laki lebih pendek sekitar 75 cm
3. Sasusuk atau susuk
Bentuknya seperti sendok untuk memasak nasi digunakan untuk mengambil gasing sewaktu berputar setelah dilakukan pemukulan oleh pemain yang menukun (memukul) gasing lawan dalam arena permainan gasing. Terbuat dari pelepah daun kelapa.
4. Tutukan
Terbuat dari tempurung kelapa yang dibulatkan dan bagian dalamnya sudah dihaluskan dengan amplas dan diberi minyak kelapa digunakan sebagai landasan berputarnya gasing

Gasing Bini dipalu (maksudnya diputar menggunakan tali)
Spoiler for bagasing:


Kemudian ditukun oleh lawan menggunakan Gasing Laki

Spoiler for bagasing:


Spoiler for bagasing:


Permainan ini ditandingkan dengan cara2 menumbukkan gasing laki yang kita mainkan ke gasing bini kepunyaan lawan..gasing yang keluar dari arena permainan dia lah yang kalah..(dinamakan "Batukun")

Spoiler for bagasing:


Ketentuan permainan gasing regu yang lebih banyak mengumpulkan nilai maka regu tersebut yang dinyatakan menang dan berhak melanjutkan pertandingan ke babak berikutnya sesuai skema pertandingan yang sudah dibuat

Ketentuan penilaian :
1. Apabila gasing pamalu (gasing bini) dipukul gasing laki,dan kemudian gasing laki keluar arena atau lapangan pertandingan maka nilai gasing bini 2 sedangkan nilai gasing laki 0
2. Apabila gasing pamalu (gasing bini) dipukul gasing laki langsung mati atau tidak batandang (tidak memutar lagi) maka nilai gasing laki 2 sedangkan nilai gasing bini 0.sedangkan apabila masih batandang maka yang terlebih dahulu mati bernilai 1 sedangkan gasing yang menang nilainya 2
3. Apabila gasing pamalu (gasing bini) dipukul gasing laki,dan gasing laki yang mati atau tidak batandang maka nilai gasing bini 2 sedangkan nilai gasing laki 0
4. Apabila gasing laki sewaktu memukul gasing bini keluar lapangan, maka apabila gasing laki masih berputar tetap batandang dengan gasing bini, gasing yang terdahulu rebah nilainya 1 dan yang menang bernilai 2

Sebagai hasil akhir adalah yang memperoleh nilai tertinggi..

Permainan ini mengajarkan salah satunya adalah menumbuhkan sikap sportifitas dan kita bisa membangun sifat untuk menghargai orang lain, semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

"Untuk Banua Banjar Tercinta Kami Berkarya"

sumber :
Bagasing, Seri Penerbitan Khusus Museum Lambung Mangkurat.1997/1998

sumber foto :
http://www.facebook.com/media/set/?s...780.1505903375
http://www.facebook.com/album.php?ai...00000622896290
http://www.facebook.com/media/set/?s...561.1058707229

Batungkau (enggrang)

Batungkau/Enggrang dikenal sebagai salah satu jenis permainan tradisional Indonesia. Permainan ini mengandaikan pemakainya lebih tinggi posisinya. Diluar ukuran tinggi manusia. Bahan yang dipakai sebagai egrang adalah bambu, yang dibuat meyerupai tangga, tetapi tangganya hanya satu. Jadi, pemakai egrang naik diatas bambu yang dibuat sebagai jenis mainan dan kemudian berjalan kaki.



Batungkau/Egrang bentuknya bisa pendek, tetapi bisa pula tinggi. Yang pasti, kapan orang bermain egrang, posisi tubuhnya menjadi jauh lebih tinggi dari tubuh yang sebenarnya. Persis seperti orang berdiri di tangga, atau naik di atas meja.


Egrang dapat dijumpai di berbagai daerah dengan nama berbeda-beda seperti : Dalam bahasa Banjar di Kalimantan Selatan disebut batungkau. Sebagian wilayah Sumatera Barat dengan nama Tengkak-tengkak dari kata Tengkak (pincang), Ingkau yang dalam bahasa Bengkulu berarti sepatu bambu dan di Jawa Tengah dengan nama Jangkungan yang berasal dari nama burung berkaki panjang. Egrang sendiri berasal dari bahasa Lampung yang berarti terompah pancung yang terbuat dari bambu bulat panjang.

sumber :
http://pak-latos.blogspot.com/2010/0.../enggrang.html
http://bubuhanbanjar-bakisah.blogspo...-rakyat-1.html

Musik Kintung

Spoiler for musik kintung:


Musik ini berasal dari daerah Kabupaten Banjar yaitu di desa Sungai Alat Kecamatan Astambul dan kampung Bincau Kecamatan Martapura. Pada masa sekarang, musik kentung ini sudah mulai langka. Masa dahulu alat musik ini dipertandingkan. Dalam pertandingan ini bukan saja pada bunyinya, tetapi juga hal-hal yang bersifat magis, seperti kalau dalam pertandingan itu alat musik ini bisa pecah atau tidak dapat berbunyi dari kepunyaan lawan bertanding.



Bahan untuk membuat alat musik kentung ini adalah bambu. Bentuknya seperti angklung dari Jawa Barat. Untuk mengatur bunyi tergantung pada rautan bagian atasnya hingga melebihi dari seperdua lingkaran bambu. Rautan itu makin ke atas semakin mengecil sebagai pegangannya. Sedang bagian bawahnya tetap seperti biasa. Panjangnya biasanya dua ruas, dan buku yang ada di bagian tengahnya ( dalam ) dibuang agar menghasilkan bunyi. Pengaturan bunyi biasanya tergantung pada rautan bagian atasnya. Semakin dibuang atasnya itu akan menimbulkan nada yang lebih tinggi.
Biasanya bambu yang digunakan untuk membuat alat musik ini tidak sembarang bambu artinya harus dipilih secara cermat terutama yang dapat mengeluarkan bunyi yang bagus dan juga tidak mudah pecah.
Musik kentung termasuk alat musik pentatonis, boleh dikatakan pula sejenis alat musik perkusi. Karena cara membunyikannya dihentakkan pada sebuah potongan kayu yang bundar. Alat musik kentung ini berjumlah 7 buah dan masing-masing mempunyai nama, yaitu : Hintalu randah, hintalu tinggi, tinti pajak,tinti gorok,pindua randah, pindua tinggi dan gorok tuha.
Pada perkembangannya musik kentung yang merupakan musik yang bersifat instrumentalia ini, dapat mengiringi lagu atau nyanyian Banjar umumnya yang berjenis lagu-lagu tirik dan japin. Agar lebih harmonisasinya biasanya ditambah dengan babun ( gendang ) dan gong atau alat musik lainnya yang diperlukan.
Musik tradisional ini sesungguhnya perlu dilestarikan dalam rangka mengembangkan kesenian nasional, agar dapat memperkaya hazanah kesenian Indonesia yang beraneka ragam. Semoga pihak yang terkait terutama lembaga seni budaya seperti lembaga Budaya Banjar, Pariwisata, Dewan Kesenian Daerah maupun komunitas seni di daerah ini peduli akan keberadaan yang bernama musik kentung yang rawan semakin punah.Semoga.

sumber :
http://arsyadindradi.net/musik-kentung/

Kangkurung/Kurung-Kurung/Hilai..Alat Musik tradisional Kalsel

Kangkurung adalah nama alat musik tradisional daerah kalimantan selatan, terutama terdapat di pedalaman atau pegunungan. Penamaan alat musik ini berdasarkan bahasa daerah setempat

Di Tabalong dikenal dengan kangkurung batang. Di Hulu Sungai Tengah disebut Hilai, di kabupaten Tapin disebut kangkurung dan di Kabupaten Banjar serta daerah lainnya disebut Kurung-kurung

Spoiler for musik kurung-kurung:


Musik kurung-kurung yang terbuat dari sebatang kayu panjang dan diberi bambu di bawahnya, tentu setelah dibuat sedemikian rupa sehingga bila alat tersebut dihentakan ke tanah melahirkan bunyi-bunyian.

Spoiler for musik kurung-kurung:


Dalam permainan musik tradisional kurung-kurung biasanya setiap pemain memegang satu alat kurung-kurung dengan berbeda ukuran hingga berbeda bunyi atau nad, bila alat itu dihentanya ketanah secara berirama maka bunyi yang ditimbulkan juga melahirkan irama sesuai yang dikehendaki pemainnya. Musik nenek moyang ini biasanya dimunculkan saat acara perkimpoian, menyambut tamu atau pejabat ke kekampung atau acara kenduri lainnya.

sumber :
http://hasanzainuddin.wordpress.com/

Jeruk Sungai Madang

Spoiler for jeruk sungai madang:


Inilah hasil pertanian unggulan yang dimiliki Kabupaten Banjar. Tanaman Jeruk sungai Madang berasal dari Kampung Sungai Madang, Desa Gudang Hirang Kec. Sungai Tabuk. Kabupaten Banjar

Jeruk Siam Banjar sebagai komoditi unggulan di Kalimantan Selatan telah dikukuhkan melalui SK. Menteri Pertanian Nomor: 862/Kpts/TP.240/II/1998 tanggal 4 November 1998

sumber :
http://hasanzainuddin.wordpress.com
http://www.deptan.go.id/pesantren/di...ten_banjar.htm

Kue Bingka



Bagi masyarakat Kalimantan Selatan sudah tak asing lagi dengan jajanan yang satu ini. Rasanya yang legit, membuat jajanan ini menjadi primadona warga Kalimantan Selatan terutama saat Bulan Ramadhan tiba..



Kue bingka khas Banjar atau yang lebih dikenal dengan sebutan wadai bingka, merupakan salah satu sajian yang nikmat saat berbuka puasa.

Meski harganya cukup mahal jika dibanding dengan wadai yang lain, wadai bingka tetap diburu pengunjung karena rasanya yang manis dan enak.

Kue bingka terbuat dari bahan utama yakni tepung yang dicampur kentang dan dimasak dengan cara dipanggang/bakar hingga matang, selain kentang juga dicampur telur atau tape untuk varian rasa.

Rasanya yang manis, lemak dan lembut dinilai cocok untuk orang berbuka puasa.

Jika harus mencari wadai bingka dengan merek terkenal maka pengunjung harus sejak siang hari membeli bingka tersebut, karena jika sudah sore hari bingka-bingka dengan merek Bunda dan Thamrin biasanya sudah habis terjual.

Satu biji wadai bingka dengan merek Bunda atau Thamrin dijual dengan harga Rp25 ribu, sedangkan jika merek lain hanya dijual antara Rp17 - Rp23 ribu perbiji.

Bahan-bahan yang diperlukan membuat kue bingka antara lain, gula pasir sebanyak 250 gram, telur ayam tiga butir, tepung terigu 75 gram, daun pandan sebanyak satu lembar. Kemudian, santan satu liter atau 1000 mililiter, vanili setengah sendok teh/sedot, garam setengah sendok teh, dan kentang yang sudah direbus, dikupas dan dilunakkan sebanyak 250 gram.

Kue bingka dimasak bertahap. Santan direbus di api kecil bersama dengan garam, daun pandan dan vanili sampai mendidih, lalu angkat, saring dan didinginkan, dan santan yang tersisa usahakan sekitar 600ml.

Selanjutnya, diberi gula pasir dan telur ayam dikocok-kocok hingga setengah mengembang, lalu masukkan kentang yang sudah lunak ke dalamnya, beserta terigu. Kemudian aduk hingga rata dan santan dicampur dengan resep kue lumpur kentang lalu dimasak di kompor dan di atas baki tertutup kaleng yang terisi arang.

Bingka ini tidak tahan lama, hanya bisa bertahan 3 hari di dalam lemari es, meskipun saya bisa memperpanjang sampai 4 hari. Bentuknya pun mudah berubah karena teksturnya yang lembut.

Kalo ada yang tertarik dan sedang main ke Banjarmasin, Bingka Kentang ini dapat diperoleh di sini:
Bingka Bunda:
Jl. Veteran Simp. SMP 7/ II No. 52 Telp: (0511) 325848, Banjarmasin

Resep Kuliner Lainnya

sumber ;
http://hasanzainuddin.wordpress.com
http://www.berita8.com/news.php?cat=10&id=14438
http://as3pram.wordpress.com/2008/03...ingka-kentang/
http://media.hariantabengan.com/inde...aphoto/id/2185

Ikan Patin

Spoiler for patin bakar:


Jenis hasil sungai sangat banyak, antara lain ikan patin, ikan gabus (haruan), udang, ikan baung, saluang, sepat lais (tipis panjang), dan masih beberapa jenis lagi.

Hidangan ikan patin bakar paling banyak dijumpai di setiap rumah makan. Ikannya masih segar dan dihidangkan begitu selesai dimasak, rasanya sangat nikmat. Tentu setiap daerah mempunyai selera bumbu tersendiri untuk menunjukkan kekhasannya.

Salah satu tempat yang menyediakan menu tersebut ada di Rumah Makan Cendarawasih, Jalan Pangeran samudra No.65/24 , telp (05511) 4364230. Tepat di hook sebuah perempatan yang ada tugu / bundarannya.



Ikan patin adalah salah satu jenis ikan yang paling banyak dimasak. “Soalnya ikan patin banyak yang suka. Dagingnya segar. Bisa dimasak apa saja,”. Selain ikan patin, ikan jenis lainnya yang tak kalah lezatnya adalah seperti ikan pepuyu, ikan lais dan sebagainya. Di sana, ikan dimasak dengan banyak cara. Ada yang digoreng, dibakar, atau dibuat gulai.

Berani untuk mencoba gulai kepala ikan patin? Singgah sejenak ke Depot Sari Patin, sebuah rumah makan yang berada di kawasan Jl. Bridjen H. Hasan Basry N0. 53, Kayu Tangi, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Depot yang dimiliki oleh Ny. Diana ini menawarkan aneka masakan khas Banjarmasin dengan bahan utama serba ikan.

sumber :
http://sweetyiloveu.multiply.com
http://www.restodb.com

Soto Banjar

Spoiler for soto banjar:


Kalimantan Selatan yang terdiri atas 13 kabupten/kota dengan penduduk hampir 3,5 juta jiwa, memiliki berbagai makanan khas, di antaranya soto Banjar.

Bagi orang luar daerah Kalimantan Selatan (Kalsel) atau Kota Banjarmasin khususnya, mungkin hanya mengenal sebutan soto Banjar.

Spoiler for soto banjar:


Padahal, kalau dicermati secara seksama, sebenarnya ada beragam produk soto Banjar yang kelihatannya serupa, tapi tak sama.

Sebagai contoh, di Banjarmasin, ibukota Kalsel, terdapat beberapa produk aoto Banjar yang terkenal dan punya "merk" sendiri-sendiri, di antaranya Soto Yani-Yani, Soto Abang Amat, Soto Bawah Jembatan, Soto Kuin/Kuintana dan Soto Kampung Melayu.

Selain itu, yang tergolong lama ada atau sejak tahun 1960-an sudah eksis, yaitu Soto Pal Satu di Jalan A. Yani dan Soto Pekapuran yang dulunya terkenal dengan ayam "bapukah" (potongan besar/tanpa diricih).

Memang bahan dasar produk Soto Banjar itu sama, baik yang diolah urang Banjar di perantuan maupun mereka yang tinggal di Kalsel, yaitu terdiri atas nasi atau ketupat, ayam serta secukupnya rempah-rempah seperti buah pala, lada dan lainnya.

Demikian pula halnya soto Banjar yang diolah orang yang tinggal di Banjarmasin, bahan dasarnya sama dengan mereka yang mengolah di daerah Hulusungai atau "Banua Anam" Kalsel.

Begitu pula, misalnya soto Banjar yang ada di Barabai, ibukota Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel, mungkin beda rasa dengan soto Banjar yang di Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Dari masing-masing produk itu ada pula kekhasannya, baik dalam segi muatan rempah atau bahan lainnya maupun dalam penyajian, guna menarik perhatian serta selera konsumen.

Namun, sebagai salah satu ciri khas soto Banjar yang asli, menggunakan ayam kampung, serta tanpa penyedap seperti vetsin.

Tapi terkadang ada pula yang menggunakan ayam ras atau jenis daging lain, karena harga ayam kampung jauh lebih mahal. Apalagi saat menjelang lebaran, harga ayam kampung bisa dua kali harga ayam ras.

"Persoalan rasa ini tergantung selera atau kesukaan masing-masing orang, sehingga tak bisa menjadi ukuran dari ciri khas Soto Banjar. Karena ada orang suka agak rasa lemak dan ada pula yang senang dengan rasa yang biasa-biasa saja," ujar Hj. Nurul Lathifah, seorang warga Banjarmasin.

Misalnya, ada orang yang senang dengan Soto Yani-Yani atau cuma suka Soto Abang Amat dan lainnya. Karena dari masing-masing produk itu punya cara mengolah dan menyajikan sendiri-sendiri, katanya.

Oleh sebab itu, jangan heran kalau dari masing-masing produk Soto Banjar tersebut berbeda rasa saat disantap, walau bahan dasarnya sama, demikian Nurul.

Selain soto juga ada "Nasi Sop" sebenarnya sih sama aja baik bumbu dan cara penyajiannya namun kalo soto menggunakan ketupat kalo nasi sop menggunakan nasi yang kemudian disiram kuah yang panas..

Spoiler for nasi sop:


Bagi pelancong ataupun pendatang dari luar Kalimantan Selatan yang ingin menikmati wisata kuliner hidangan khas urang (orang) Banjar. Alamat yang kami sajikan ini khususnya warung Soto Banjar yang terdapat di Kota Banjarmasin, jadi kalau anda sedang melewati atau bertugas di Banjarmasin dapat menuju ke alamat warung Soto Banjar di bawah ini

1. Soto Bawah Jembatan (SBJ) d/a Jalan Benua Anyar RT. 3 Banjarmasin.
2. Soto Banjar Bapukah d/a Jalan Pekapuran A RT. 09 Banjarmasin.
3. Soto Haji Marli d/a Jalan Keramat Raya RT. 13 Banjarmasin.
4. Soto Rina d/a Jalan Kuin Cerucuk RT. 8 No. 30 Banjarmasin.
5. Soto Suriadi “Pal Satu” d/a Jalan A. Yani Km. 1 RT. 21 Banjarmasin.
6. Soto Kuin Jaya d/a Jalan Brigjen Katamso Banjarmasin.
7. Soto Pahlawan d/a Jalan Pahlawan Banjarmasin.
8. Soto Yana Yani d/a Jalan Sungai Jingah RT. 2 No. 1 Banjarmasin.
9. Soto Bang Amat d/a Jalan Benua Anyar Banjarmasin.

sumber :
http://i276.photobucket.com/albums/kk12/ebonk88
http://kalsel.antaranews.com
http://www.moreindonesia.com
http://infokalimantan.wordpress.com

Mandai (Pengganti Lauk Dari Kulit Cempedak)

Spoiler for mandai:


Bagi orang lain mungkin merasa aneh melihat jenis makanan kesukaan sebagian masyarakat suku Banjar yang tinggal di Kalsel, yaitu kulit tiwadak (cempedak) yang disebut mandai.

Spoiler for cempedak:


Mandai adalah kulit cempedak yang menjadi makanan setelah melalui proses permentasi, caranya kulit cempedak yang sudah masak atau matang setelah dikupas bagian kulit berdurinya lalu dibersihkan kemudian dibubuhi garam secukupnya kemudian dipermentasi (diperan) ditempat tertutup seperti belanga, stoples, atau tempat apa saja.
Setelah proses pemeraman maka kulit cempedak yang sudah menjadi mandai menjadi lunak maka siap dimasak menjadi makanan teman makan nasi.

Terserah maunya, mau digulai, mau dipepes, atau hanya digoreng dengan minyak tapi tak sedikit menggoreng mandai dengan mentega setelah diberi bumbu secukupnya, khususnya bumbu bawang sedikit terasi dan irisan cabe besar atau cabe rawit, bahkan ada yang dikasih bumbu penyedap seperti ajinomoto.

Mandai yang digoreng paling banyak dimininati dan terdepat banyak di warung dan kesukaan warga karena dinilai selain enak juga mengkonsumsi mandai bisa membangkitkan selera makan lantaran ada rasa asam dan gurih.

Spoiler for mandai basanga:



MANDAI DARI KULIT TIWADAK (CEMPEDAK)

Cempedak termasuk dalam keluarga nangka. Varietas-varietas unggul nangka yang ditanam di Indonesia yaitu: nangka bilulang/nangka celeng, nangka cempedak, nangka dulang, nangka kandel, nangka kunir, nangka merah, nangka salak, nangka mini, dan nangka misin.
Tanaman yang dalam bahasa latin disebut Arocarpus champeden Lour ini mudah tumbuh di dataran mana saja, dan tidak begitu memerlukan perawatan yang rumit.

Lauk pengganti
Cempedak atau tiwadak ini banyak di pakai masyarakat Banjar baik yang mentah maupun yang masak. Yang mentah dijadikan sayur sedangkan yang masak diambil biji buahnya untuk di buat penganan berupa goreng-gorengan, seperti pisang goreng.

Pada musim air pasang pada umumnya masyarakat Banjar mencari ikan dengan cara memancing atau meringgi, tetapi pada musim kemarau tiba masyarakat kesulitan mencari ikan karena airnya surut dan asin.
Pada saat sulit seperti inilah timbul gagasan untuk membuat kulit cempedak menjadi lauk sebagai pengganti ikan. Pembuatannya dengan cara kulit cempedak dikupas, dicuci bersih lalu direndam dengan air garam agar awet dan tahan lama. Asinan kulit cempedak inilah yang diberi nama mandai atau dami.

Mulai saat itu jadilah mandai sebagai tambahan lauk masyarakat Banjar sampai saat ini.

Untuk memperlezat mandai, dapat ditambahkan bahan bahan lain seperti: udang, daging, telur dan bahan lainnya. Variasi pengolahan akan memperlezat penganan berbahan mandai ini.

sumber :
http://primus.wordpress.com/
http://hasanzainuddin.wordpress.com

Pakasam



Lauk khas dari banua Banjar lainnya adalah pakasam, istilah pakasam ini mungkin berasal dari rasanya yang agak masam asin. Bagi orang Banjar makan dengan lauk pakasam ini merupakan kenikmatan yang tidak akan bisa digantikan walaupun makan di luar negeri sekalipun. Pakasam mempunyai rasa yang khas, sama seperti kalau kita makan ikan kering atau mandai.

Proses pembuatan pakasam ini sangat mudah, meskipun begitu banyak juga orang yang kurang tahu cara membuatnya sebab banyak pakasam sudah tersedia di pasar tinggal digoreng saja di rumah. Pakasam bisa terbuat dari ikan sepat atau ikan papuyu (betok). Pertama-tama ikan disiangi (dibersihkan sisik dan isi perutnya) setelah itu dicuci sampai bersih, kemudian ikan ditabuhi garam, banyaknya garam secukupnya kalau kebanyakan malah membuat pakasam menjadi terlalu asin. Maka tahap pertama sudah siap, yaitu ikan yang digarami tadi.



Tahap kedua ini yang membedakan pakasam dengan ikan kering, pada tahap ini beras disangrai (goreng kering) sampai agak masak berwarna kuning ada juga yang ditambahkan kunyit supaya kuning. Setelah beras sangrai tadi siap, ditumbuk sedikit tetapi jangan terlalu keras seadanya saja sehingga masih ada butiran-butiran berasnya. Beras sangrai dan ikan yang sudah digarami tadi dicampur lalu diaduk-aduk merata, maka jadilah iwak pakasam.

Untuk membuat sambal goreng pakasam dibutuhkan:

Bahan : iwak pakasam sapat atau papuyu

Bumbu : bawang merah, bawang putih, lombok merah/hijau, minyak goreng

Cara membuat :

* seluruh bumbu dirajang tipis-tipis
* panaskan minyak goreng
* tumislah semua bumbu tadi
* kalau dirasa bumbu sudah agak harum segera masukkan iwak pakasam
* goreng sampai masak
* sambal goreng pakasam sudah siap dihidangkan untuk makan pagi, siang, malam

Pakasam paling enak dimakan dengan nasi yang panas ditambah teh manis panas..

sumber :
http://kerajaanbanjar.wordpress.com
http://clinicoustic.blogspot.com

Quote:Original Posted By monstel nanaz
resep masakan kalimantan

index

1.gangan asam
2. gangan santan
3. iwak masak habank
4. kokor timun
5. sambal nenaz
6. sambal goreng dendenk payau
7. asam maniz ikan asin
8. sanga cabe tempoyak
9. nasi kunink
10. paparutan iwak
11. tumis kulit cempedak
12. kepitink masak santan
13. sayur benink labu muda
14. ikan bakar
15. sambel jeruk cina
16. kuah ketupat kandangan
17. buras
18. soto banjar
19. tumis sulur keladi
20. tumis pakis cah telur ikan biawan
21. sup jamur udank
22. peda gorenk daun keladi
23. sanggar cempedak
24. ikan asin masak bumbu merah
25. manday

Lontong Orari



Salah satu rekomendasi tempat makan di Kota Banjarmasin yang banyak orang sampaikan adalah Lontong Orari. Enak banget dan banyak penggemarnya, yang penasaran silahkan untuk mencobanya.

Terletak di Jl. Seberang Masjid. Tidak ada yang menonjol dari rumah ini, tidak ada plang, lampu-lampu atau apapun yang menandakan tempat ini adalah rumah makan yang kita tuju, selain banyaknya orang makan di dalam rumah. Layaknya rumah biasa bukan seperti rumah makan..



Lontong Orari ini sangat unik, dua buah lontong besar (bener-bener besar) berbentuk segi tiga diguyur dengan kuah nangka muda, seperti opor, ditemani dengan ikan haruan yang sudah digoreng dan sebutir telur rebus. Rasanya? Enakkkkkkkkk abisssssss.... Kuah dengan semburat rasa manis (seperti banyak makanan khas banjar lainnya) berpadu dengan gorengan ikan haruan, menjadikan perpaduan yang benar-benar mantab. Ditambah dengan lontong besar yang lembut, menyempurnakan kualitas dengan kuantitas, benar-benar menuntaskan makan malam kita.




Masuk tempat ini, yang tersedia hanya tikar dan meja untuk lesehan. Sementara dindingnya dipenuhi dengan photo-photo para pesohor negeri ini yang pernah mencicipi lontong Orari mulai dari bintang sinetron sampai band ternama, dan yang terpampang paling besar adalah band Cokelat. Datanglah sang pelayan menanyakan pesanan kita, hanya ada dua pilihan menggunakan ayam atau ikan haruan.

videonya bisa dilihat di : http://news.okezone.com

sumber :
http://www.banyumurti.net

Nasi Astakona



Nasi astakona adalah sajian nasi lengkap dengan lauk pauknya di atas talam kuningan bundar bertingkat ganjil, bisa tiga atau lima. Di tiap tingkatnya, menyajikan jenis nasi dan menu berbeda. Di talam pertama, ada nasi balamak lengkap dengan iwak rabuk, otak-otak, telur dadar, ketimun, bawang dan lombok goreng.

Kemudian talam berkaki kedua, berisi nasi kuning (buchari) dihias udang galah goreng dan sambal, telur bumbu rujak, ubi-ubi, acar manis, sambal goreng daging dengan kentang.

Sementara talam puncaknya, berisi ayam panggang baikung dan kuahnya, sate hati babakong dan sambal dengan hiasan ketimun dan lombok segar.



Menurut pakar budaya Banjar, Joerlijani Johansyah, nasi astakona memiliki pengertian kesatuan untuk menjadi sempurna. Maka, penyajiannya pun dimaksudkan sebagai penghormatan dengan makna kesatuan, kebersamaan dan keakraban yang mempunyai arti tersendiri dalam tata kehidupan orang Banjar.



"Bila disajikan pada upacara perkimpoian dan akan dimakan bersama oleh keluarga kedua mempelai, itu dimaksudkan agar terjalin kebersamaan dan keakraban antara kedua keluarga," urainya.

SAJIAN ASTAKONA

Astakona adalah suatu istilah dari sastra Indonesia lama yang berarti segi banyak. Nasi astakona merupakan gambaran dari banyaknya sajian dari yang dihidangkan pada suatu tempat, khusus dari talam yang bertumpang ‘banyak’ tiga atau lima susun. Banyaknya sajian itu merupakan sebuah kesatuan hidangan yang terdiri atas tiga komponen pokok makanan, yaitu nasi, lauk pauk, dan buah – buahan. Hidangan nasi astakona berasal dari tradisi kesultanan banjar untuk suatu upacara tertentu atau santap bersama dengan adanya tamu kehormatan. Namun dalam kurun waktu selanjutnya disajikan dalam acara ‘bededapatan’, yaitu santap bersama bagi pengantin setelah bersanding di pelaminan (betataian).



Pencicipan nasi astakona. Secara simbolis penyendokkan pertama nasi astakona diambil dengan sendok kayu oleh seorang tokoh wanita tua dan menyerahkannya kepada tamu kehormatan. Bilamana dalam acara penganten, nasi tersebut diserahkan kepada kedua pengantin, selanjutnya diikuti oleh hadirin sesuai dengan kedudukan dan situasinya. Astakona sejak lama lazim tidak mempergunakan alat makan seperti sendok dan garpu karena di situ tersedia pula air tempat cuci tangan dan serbet kain.

Latar belakang filosofis.

Nasi astakona sesungguhnya memiliki makna filososfis dalam tata kehidupan orang banjar, hal itu dapat dilihat dan dihayati pada beberapa sarana dan bagian – bagian penyajian.
Talam dalam jumlah tiga atau lima menunjukkan jumlah yang ganjil, dimana dalam setiap bilangan dan sarana masyarakat banjar selalu menggunakan angka ganjil.
Makanan terdiri dari tiga komponen pokok (nasi dari beras/padi yang tumbuh di tanah, lauk pauk dari ikan yang hidup di air, dan buah-buahan yang tinggi di udara) adalah menggambarkan keterikatan hidup manusia dengan tanah, air, dan udara.
Dalam beberapa momen tertentu orang banjar selalu mendahulukan peranan orang tua (termasuk pengambilan pertama secara simbolik nasi astakona) sebagai lambang penghormatan terhadap orang yang memiliki kelebihan dalam hal usia, pengalaman, kewibawaan, dan afdhol (keutamaan dan barakat)

sumber :
http://www.banjarmasinpost.co.id/rea...77/hubungikami
http://cupep.blogspot.com/2011/04/pe...at-banjar.html
http://erimarisya.multiply.com/

Nasi Itik / Bebek Gambut



Jika Anda berkesempatan ke Banjarmasin, tentu tak lengkap rasanya jika tidak mencicipi makanan khas Banjar. Dikatakan sebagai makanan khas, tentu saja karena memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan daerah lain. Menu khas Banjar antara lain Soto Banjar , Ketupat Kandangan , kelelepon Martapura ataupun nasi itik gambut.

Spoiler for Nasi Itik Gambut:


Spoiler for Nasi Itik Gambut:


Spoiler for warung tenda biru:


Nasi itik gambut ini memiliki cita rasa sendiri, rasa itik / bebek gambut ini sangat lembut. Bahan-bahan yang digunakan adalah bahan dan bumbu dengan kualitas nomor satu. Selalu dan selalu akan memanjakan lidah pelanggan. Nasi Bebek gambut ini dapat anda temui dengan mudah jika anda dari bandara syamsudin noor ke Kota Banjarmasin di sepanjang jalan A. Yani Km 14 (Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar).

sumber :
http://hanifahblog.wordpress.com
http://kekaltim.wordpress.com/
http://portalbanjarmasin.com

Jaring (Jengkol)

Jaring (jengkol) rebus dibubuhi tahi lala, merupakan makanan yang cukup di suka di kalangan warga Banjar di Kalsel

Rasanya yang khas dan menggugah selera ditambah dengan tahi lala (santan yang direbus) yang sangat gurih..Kalo anda berkunjung ke Kalimantan Selatan silahkan dicoba..hehehehe..

Spoiler for jengkol rebus:


Sangat mudah mendapatkan penjual panganan yang dalam bahasa banjar disebut dengan "jaring" ini, ada yang dijual di pasar yang khusus menjuala kue2 basah khas banjar, misalnya di Kota Martapura

Spoiler for penjual kue basah (wadai):


Ada pula yang menjualnya diatas jukung di pasar terapung, sambil menikmati panorama dari pasar yang khas diatas Sungai Barito ini anda pun bisa mencoba "jaring".

Spoiler for penjual jaring diatas jukung:


Jengkol (Archidendron pauciflorum, sinonim: A. jiringa, Pithecellobium jiringa, dan P. lobatum) adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Indonesia, Malaysia, Thailand, sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk suku polong-polongan (Fabaceae. Buahnya berupa polong dan bentuknya gepeng berbelit membentuk spiral, berwarna lembayung tua. Biji buah berkulit ari tipis dengan warna coklat mengilap. Jengkol dapat menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, terutama bila dimakan segar sebagai lalap. (sumber : wikipedia).

Bau Menusuk

Penyebab bau itu sebenarnya adalah asam-asam amino yang terkandung di dalam biji jengkol. Asam amino itu didominasi oleh asam amino yang mengandung unsur Sulfur (S). Ketika terdegradasi atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, asam amino itu akan menghasilkan berbagai komponen flavor yang sangat bau, karena pengaruh sulfur tersebut. Salah satu gas yang terbentuk dengan unsur itu adalah gas H2S yang terkenal sangat bau.
Bau yang ditimbulkan dari jengkol itu sebenarnya cukup mengganggu, terutama bagi orang lain yang tidak ikut makan. Kalau yang makan, meskipun bau, setidak-tidaknya sudah menikmati kelezatan jengkol. Tetapi bagi orang lain yang tidak ikut merasakan, tetapi cuma kebagian baunya, akan merasa sangat terganggu. Apalagi dengan air seni yang dikeluarkannya. Jika pemakan jengkol ini buang air di WC dan kurang sempurna membilasnya, maka WC akan bau tidak enak dan mengganggu ketenangan orang lain.


Asam Jengkolat


Asam jengkolat merupakan salah satu komponen yang terdapat pada biji jengkol. Strukturnya mirip dengan asam amino (pembentuk protein), tetapi tidak dapat dicerna. Oleh karena itu tidak dapat memberikan manfaat apa-apa pada tubuh. Bahkan pada berbagai buku kimia pangan, asam jengkolat dianggap sebagai salah satu racun yang dapat mengganggu tubuh manusia.

Kandungan asam jengkolat pada biji jengkol bervariasi, tergantung pada varietas dan umur biji jengkol. Jumlahnya antara 1 – 2 % dari berat biji jengkol. Tetapi yang jelas asam jengkolat ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Penyebabnya adalah terbentuknya kristal asam jengkolat yang akan dapat menyumbat saluran air seni. Jika kristal yang terbentuk tersebut semakin banyak, maka kelama-lamaan dapat menimbulkan gangguan pada saat mengeluarkan air seni. Bahkan jika terbentuknya infeksi yang dapat menimbukan gangguan-gangguan lebih lanjut.

Asam jengkolat mempunyai struktur molekul yang menyerupai asam amino sistein yang mengandung unsur sulfur, sehingga ikut berpartisipasi dalam pembentukan bau. Molekul itu terdapat dalam bentuk bebas dan sukar larut ke dalam air. Karena itu dalam jumlah tertentu asam jengkolat dapat membentuk kristal.

Dalam kenyataannya memang tidak semua pemakan jengkol secara otomatis menderita penyakit saluran air seni sebagai akibat dari asam jengkolat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, jumlah minimal asam jengkolat yang dapat menyebabkan gangguan. Kalau makan jengkolnya tidak terlalu banyak, memang gangguan tersebut masih belum kelihatan. Kedua adalah disebabkan karena daya tahan dari tubuh manusia.

Secara alami, tubuh melakukan reaksiterhadap gangguan-gangguan yang muncul dari luar. Dalam hal asam jengkolat, pH atau keasaman urin manusia berbeda-beda. Ada yang bersifat asam, ada yang netral. Pada urin yang relatif netral, gangguan itu lebih kecil resikonya. Sedangkan pada urin yang lebih asam, pembentukan kristal itu relatif lebih cepat. Bahkan pada urin yang asam, ada kemungkinan terjadi pembentukan kristal pada ginjal manusia. Pada kondisi demikian akibat-akibat yang akan ditimbulkan lebih gawat lagi.

Oleh karena itu menyukai suatu makanan sebenarnya boleh-boleh saja. Akan tetapi pada batas-batas kewajaran, karena dapat mendatangkan akibat-akibat serius pada kesehatan manusia. Apalagi jika tubuh sudah mengalami gangguan tertentu, maka jika memang dilarang makan suatu makanan, sebaiknya ditinggalkan.

sumber ;
http://hasanzainuddin.wordpress.com
http://haxims.blogspot.com/2010/03/b...n-manusia.html

Ikan Sepat (Iwak Sapat)

IKAN SEPAT RAWA

Ikan Sepat Rawa (Trichogaster trichopterus) memiliki ciri-ciri bentuk tubuhnya seperti ikan sepat siam yaitu tubuhnya pipih, kepalanya mirip dengan ikan gurami muda yaitu lancip. Panjang tubuhnya tidak dapat lebih besar dari 15 cm, permulaan sirip punggung terdapat di atas bagian yang lemah dari sirip dubur. Pada tubuhnya ada dua bulatan hitam, satu di tengah-tengah dan satu di pangkal sirip ekor. Sirip ekor terbagi kedalam dua lekukan yang dangkal.

Dan Ikan Sepat Rawa memiliki permulaan sirip punggung atas yang lemah dari sirip duburnya. bagian kepala dibelakang mata dua kali lebih dari permulaan sirip punggung di atas bagian berjari-jari keras dari sirip dubur.



Ikan Sepat/ iwak sapat salah satu jenis ikan yang sangat mudah didapatkan di Kalimantan Selatan yang dominan dengan daerah rawa.



Biasanya Ikan sepat (Iwak sapat) segar selain bisa langsung digoreng juga bisa diolah menjadi menu masakan lainnya..




Pengawetan Ikan Sepat di Kalimantan dilakukan dengan cara menjemur menjadikannya sebagai ikan sepat kering dan juga bisa sebagai pembuatan "Pakasam" atau "wadi"



Penjual Ikan Sepat kering di Samping Pusat Penjualan Permata Kota Martapura

Cobalah sajian ikan asin ini. Ikan sepat yang gurih renyah dibalut bumbu cabai yang pedas menggigit. Makin enak disuap dengan nasi hangat! Cobain yuk!

Bahan:
150 g ikan asin sepat mini
2 sdm minyak sayur
5 butir bawang merah, iris halus
2 siung bawnag putih, iris halus
½ cm jahe, iris halus
½ cm lengkuas, iris halus
5 buah cabai merah keriting, iris kasar
5 buah cbai hijau keriting, iris kasar
3 buah cabai rawit merah, iris kasar
2 sdm saus cabai botolan
½ sdt merica bubuk

Cara membuat:

* Cuci ikan sepat dengan air hangat agar lapisan garamnya larut. Tiriskan.
* Goreng ikan sepat dalam minyak banyak hingga kering. Tiriskan.
* Tumis bawang merah dan bawang putih hingga layu.
* Tambahkan jahe dan lengkuas, aduk hingga layu.
* Masukkan cabai, aduk hingga layu.
* Tambahkan saus cabai dan merica, aduk hingga rata.
* Masukkan ikan sepat goreng, aduk rata. Angkat.
* Sajikan hangat.


sumber ;
http://www.detikfood.com
happydesug.blogspot.com
http://pingmouse.com
http://fitripsp.blog.friendster.com/...iteratur-ikan/

Tanggui (topi khas suku banjar)

Spoiler for tangguiku..:


Tanggui merupakan hasil kerajinan anyaman dari daun nipah berupa topi besar bundar (caping) yang berfungsi untuk melindungi diri dari panas dan hujan. Pasaran tanggui mulai ramai terutama saat musim panen padi.
Selain banyak digunakan para buruh sawah ketika panen, tanggui banyak digunakan dan menjadi ciri khas pada pedagang di pasar terapung.




Bahkan, topi khas suku banjar yang berbentuk parabola atau saji ini, diabadikan menjadi kubah mesjid raya Sabilal Muhtadin, Banjarmasin .

Sentra pengrajin tanggui tersebar di sepanjang tepi sungai Martapura dan DAS Barito di Banjarmasin dan sebagian di Kabupaten Tapin, serta Hulu Sungai Selatan. Namun dari waktu ke waktu, jumlah pengrajin tanggui terus berkurang.



Demikian pula dengan bahan baku daun nipah, semakin sulit dicari untuk mencukupi pesanan dalam jumlah besar. Hal ini disebabkan tidak adanya budidaya pohon nipah, kecuali mengandalkan pohon nipah liar yang tumbuh di sepanjang aliran sungai. Sementara kerusakan DAS ikut mengancam keberadaan pohon nipah.




Cara membuat tanggui relatif sederhana. Bahan baku yang berasal dari daun nipah muda di jemur di bawah terik matahari hingga layu agar kuat. Kemudian di bentuk menjadi parabola dan diberi bingkat di tepinya.
Pada bagian tengah di beri selupu (topi purun) ukuran kecil sebagai pelapis. Setelah selesai tinggal di keringkan dengan cara di jemur. Kalsel yang merupakan daerah sentra pertanian, membuat pangsa pasar tanggui masih tetap bertahan.



Karena terbuat dari daun nipah, tanggui tak tahan air dan cepat rusak. Umumnya harya bisa bertahan satu sampai dua kali musim panen saja. Dalam sehari rata-rata pengrajin bisa membuat 15 buah tanggui.
Untuk satu ikat daun nipah yang di beli di kawasan pasar terapung, seharga Rp 1.000 dapat dibuat tiga buah tanggui. Sedangkan harga sebuah tanggui ukuran sedang dijual pengrajin kepada pedagang pengumpul berkisar antara Rp 2.500 dan Rp 5.000 untuk tanggui ukuran besar.

Bagi sebagian suku banjar, daun nipah juga banyak dimanfaatkan untuk berbagai keperluan atap dan dinding rumah seperti daun rumbiah. Daun nipah dapat dibuat pembungkus makanan ketupat dan sebagainya.




Bentuknya yang unik dengan harga murah, membuat banyak wisatawan menyukai tanggui dan menjadikannya salah satu cinderamata khas ketika berkunjung ke Kalsel. Termasuk dua orang pilot ini..hehehee..



Ternyata di jaman doeloe TANGGUI bisa dijadikan payung.


sumber ;
http://gorden313.yolasite.com
http://mjumani.blogspot.com
http://kfk.kompas.com
http://www.banjarmasinpost.co.id
http://www.indoflyer.net
http://dennymedia.wordpress.com

Bepukung




Memukung anak sudah menjadi kebiasaan dan budaya yang turun temurun dilakukan oleh para orang tua di Kalimantan Selatan. hampir semua orang Banjar menidurkan anaknya dari umur 1,5 bulan dengan cara bepukung.

Bepukung sendiri adalah mendudukan anak di ayunan kemudian mengikatnya dengan selendang atau sarung (dalam bahasa banjar tapioh bahalai/sarung perempuan yang belum di jahit sehingga panjang dan dapat untuk mengkiat). cara mengikat anak dalam bepukung tidak semudah yang dibayangkan. salah-salah anak bisa mati terjerat oleh “tapih bahalai” tersebut. kegunaan bepukung sendiri menurut orang-orang tua dulu adalah untuk menguatkan tulang belakang, tulang punggung, dan menguatkan leher si anak. sang bayi tentulah keenakan tidurnya di saat bepukung. durasi tidurnya lebih lama dari tidur ber ayun biasa…. buktikan !

sumber :
http://www.mediaindonesia.com
http://eldybjm.wordpress.com

Lempeng, Kue Banjar Asli



Kue tradisional Banjar Kalimantan Selatan (Kalsel) banyak ragamnya. Kue seperti bingka, amparan tatak, kararaban, patah dan kakicak akan banyak dijumpai saat bulan Ramadhan ini. Nah, ada satu kue yang tak kalah terkenalnya.

Spoiler for lempeng pisang:


Apakah itu? Kue ini namanya lempeng. Penganan asli dari resep leluhur ini sudah mulai jarang ditemukan. Mungkin hanya kalangan tua yang kenal.

Keberadaannya di warung-warung juga jarang ditemukan. Hanya ada satu penjual kue di Jalan Veteran Banjarmasin yang masih memproduksi kue khas rumahan ini..

Pembuatnya, Titin Gunawan, mengaku baru beberapa hari ini menjualnya. Perempuan ini pun menjadi kreativ memodifikasi kue lempeng melihat karena jarang ada yang menjual kue jenis ini.

Sedikit dipolesnya sedikit, kue ini dinamainya Lempeng Banana Tempoe Doeloe karena resep yang digunakan merupakan warisan nenek moyang. Untuk memasaknya harus menggunakan semacam plat besi panas.

Jika Anda ingin mencoba merasakan warisan nenek moyang suku Banjar yang mulai punah satu ini, bisa mencoba membuatnya.

Spoiler for lempeng pisang:


Cara Membuat Lempeng Banjar
Bahan :
1. Sagu rumbia atau parutan singkong 1/2 sendok nasi
2. Gula merah secukupnya
3. Kelapa muda secukupnya, diparut
4. Air secukupnya
5. Daun pisang untuk alas membakar
6. Pisang atau nangka, diiris kecil, secukupnya untuk variasi isi

Cara Membuat:

Campurkan semua bahan. Aduk rata lalu bentuk lempengan sesuai selera. Sebelumnya, panaskan wajan atau oven. Lalu, bakar lempeng tersebut yang sudah dialasi daun pisang. Bakar kira-kira 10 menit. Lalu, siap disajikan.

sumber :
http://travel.kompas.com
http://hazila.blogspot.com
sue-hasue.blogspot.com
×