Quote:Original Posted By jagan
iya yah cewek semua gan .

wah ngeluarin kyai jaka piturun ya
bang tesoro ga coba??


males aaaah, hhahahahaha ....

Quote:Original Posted By sakadewa
huk uh

eh btw any way busway....mohon pencerahan tentang kyai jaka piturung dunk agan agan disini,,,,

wah bang tesoro di kandidatin neh yah hahahah,,,,ane setubuh deh kalo agan tesoro ikut pencalonan,,,HIDUP AGAN TESORO,,,,,(berasa kayak pilkada jadinya hahahah):maho:maho


Hahahaha ..., yang kagak kagak aj, lebih bahagia hidup menghormati orang lain, daripada hidup untuk dihormati orang lain, ..
hmm kalau melihat dari silsilah keluarga yang dimiliki pihak nenek dari pihak ibu, keluarga besar ada pertalian darah dengan sultan yogyakarta 1. hmm coba nanti saya cek lagi, siapa tahu ketemu saudara jauh disini.

anyway pemberian gelar terhenti sampai nenek daripihak ibu
Quote:Original Posted By icchan317
hmm kalau melihat dari silsilah keluarga yang dimiliki pihak nenek dari pihak ibu, keluarga besar ada pertalian darah dengan sultan yogyakarta 1. hmm coba nanti saya cek lagi, siapa tahu ketemu saudara jauh disini.

anyway pemberian gelar terhenti sampai nenek daripihak ibu


ane juga kata mbah saya buyut saya darah dai si Yogyakarta I,,,,,

lam kenal yah gan,,,,,
Quote:Original Posted By icchan317
hmm kalau melihat dari silsilah keluarga yang dimiliki pihak nenek dari pihak ibu, keluarga besar ada pertalian darah dengan sultan yogyakarta 1. hmm coba nanti saya cek lagi, siapa tahu ketemu saudara jauh disini.

anyway pemberian gelar terhenti sampai nenek daripihak ibu


Waduh, sebab nya kenapa tuh Bro, bisa di " cut " begitu ??? ..

Quote:Original Posted By sakadewa
ane juga kata mbah saya buyut saya darah dai si Yogyakarta I,,,,,

lam kenal yah gan,,,,,


Musti tanggung jawab tuh HB I ..
Quote:Original Posted By Tesoro
Lah, kasus nya Putri HB X yang nikah kemaren kan salah satu nya, gara gara suami nya ( maaf dulu, gak enak bilangnya ) " orang biasa ", jadi dicabut gelar kebangsawanan nya plus gak dapet sertifikat, alias putus di tempat, tapi tetap diakui sebagai Putri dan Anak Menantu oleh HB X, itu salah satu alasannya Bro ..


kata siapa kabar ini bro?
setahu ane putri Sultan kmaren (mbak Dewi) malah diberi gelar GKR Maduretno dan suaminya (Yun Prasetyo SE MBA ) diberi gelar KPH Purbodiningrat. g ada istilah pencabutan gelar dan perlu diketahui bahwa menantu HB X itu semuanya berasal dari orang biasa (bukan bagsawan) suami dari GKR Pembayun (mas Niko atau H Nieko Messa Yudha, MSc diberi gelar KPH Wiranegara) dan suami dari mbak ita atau GKR Condrokirono (dulu suaminya diberi gelar KRT Condrokirono "kalau tidak salah") tapi berhubung pasangan ini bercerai maka gelar sang suami juga diambil tp mbak ita masih tetap memiliki gelar itu...nah yg belum menikah adalah mbak abra dan mbak reni..mereka masih bergelar GRAj (Gusti Raden Ajeng) mungkin kalau mereka sudah menikah akan jadi GRAy atau bahkan bisa GKR.
kemungkinan besar yang tak memiliki sertifikat adalah memang bukan keturunan langsung dari bangsawan. misal: garwa padmi atau selir menikah lagi dengan lelaki lain selain raja maka anaknya sudah bukan keturunan bangsawan. kemungkinan lain misalnya, ada orang yang diberi gelar kehormatan (misal orang pemda) karena jasanya dia akan diberi gelar katakanlah "KRT" maka dia juga tak berhak atas silsilah keluarga kraton dan mungkin tak akan dapat sertifikat.
perlu diketahui lagi bahwa sertifikat yang dimaksud adalah surat kekancingan atau bahasa kerennya adalah SK atau surat keputusan. ini akan berbeda dengan surat silsilah keluarga. sementara ini dulu penjelasannya semoga bermanfaat.
Quote:Original Posted By sakadewa
huk uh

eh btw any way busway....mohon pencerahan tentang kyai jaka piturung dunk agan agan disini,,,,

wah bang tesoro di kandidatin neh yah hahahah,,,,ane setubuh deh kalo agan tesoro ikut pencalonan,,,HIDUP AGAN TESORO,,,,,(berasa kayak pilkada jadinya hahahah):maho:maho


kyai jaka piturung keris pusaka kraton ngayogyokarto hadiningrat mas.entah asala usulnya darimana tapi tu pusaka sering dibawa perang sama eyang hamengkubuwono pertama pas nglawan belanda

biasanya kalo pergantian tahta kerajaan kyai ageng jaka piturung yang akan diserahkan sama penggantinya.

nah loh tu udah ada yang vote tu mas tesoro
Quote:Original Posted By Tesoro


Waduh, sebab nya kenapa tuh Bro, bisa di " cut " begitu ??? ..



Musti tanggung jawab tuh HB I ..


tanggung jawab apaan?????hmmmm
Quote:Original Posted By titoperwito


kata siapa kabar ini bro?
setahu ane putri Sultan kmaren (mbak Dewi) malah diberi gelar GKR Maduretno dan suaminya (Yun Prasetyo SE MBA ) diberi gelar KPH Purbodiningrat. g ada istilah pencabutan gelar dan perlu diketahui bahwa menantu HB X itu semuanya berasal dari orang biasa (bukan bagsawan) suami dari GKR Pembayun (mas Niko atau H Nieko Messa Yudha, MSc diberi gelar KPH Wiranegara) dan suami dari mbak ita atau GKR Condrokirono (dulu suaminya diberi gelar KRT Condrokirono "kalau tidak salah") tapi berhubung pasangan ini bercerai maka gelar sang suami juga diambil tp mbak ita masih tetap memiliki gelar itu...nah yg belum menikah adalah mbak abra dan mbak reni..mereka masih bergelar GRAj (Gusti Raden Ajeng) mungkin kalau mereka sudah menikah akan jadi GRAy atau bahkan bisa GKR.
kemungkinan besar yang tak memiliki sertifikat adalah memang bukan keturunan langsung dari bangsawan. misal: garwa padmi atau selir menikah lagi dengan lelaki lain selain raja maka anaknya sudah bukan keturunan bangsawan. kemungkinan lain misalnya, ada orang yang diberi gelar kehormatan (misal orang pemda) karena jasanya dia akan diberi gelar katakanlah "KRT" maka dia juga tak berhak atas silsilah keluarga kraton dan mungkin tak akan dapat sertifikat.
perlu diketahui lagi bahwa sertifikat yang dimaksud adalah surat kekancingan atau bahasa kerennya adalah SK atau surat keputusan. ini akan berbeda dengan surat silsilah keluarga. sementara ini dulu penjelasannya semoga bermanfaat.


waaahhhh....mathur thx yah gan pencerahannya...moga bermanfaat
Quote:Original Posted By jagan


kyai jaka piturung keris pusaka kraton ngayogyokarto hadiningrat mas.entah asala usulnya darimana tapi tu pusaka sering dibawa perang sama eyang hamengkubuwono pertama pas nglawan belanda

biasanya kalo pergantian tahta kerajaan kyai ageng jaka piturung yang akan diserahkan sama penggantinya.

nah loh tu udah ada yang vote tu mas tesoro


owh gtu yah, brarti itu semacam pusaka utama kraton yang menunjukan siapa pemegang tahta sultan yah....


Hmmmm....agan jagan mau ikut nyalonin juga neh....wah pada mau nyalonin jadi HB XI hihi ane nyalon jadi tukang makan di istananya ajah klo gtu hihihihi
Quote:Original Posted By jagan


kyai jaka piturung keris pusaka kraton ngayogyokarto hadiningrat mas.entah asala usulnya darimana tapi tu pusaka sering dibawa perang sama eyang hamengkubuwono pertama pas nglawan belanda

biasanya kalo pergantian tahta kerajaan kyai ageng jaka piturung yang akan diserahkan sama penggantinya.

nah loh tu udah ada yang vote tu mas tesoro


owh gtu yah, brarti itu semacam pusaka utama kraton yang menunjukan siapa pemegang tahta sultan yah....


Hmmmm....agan jagan mau ikut nyalonin juga neh....wah pada mau nyalonin jadi HB XI hihi ane nyalon jadi tukang makan di istananya ajah klo gtu hihihihi
Quote:Original Posted By sakadewa
owh gtu yah, brarti itu semacam pusaka utama kraton yang menunjukan siapa pemegang tahta sultan yah....


Hmmmm....agan jagan mau ikut nyalonin juga neh....wah pada mau nyalonin jadi HB XI hihi ane nyalon jadi tukang makan di istananya ajah klo gtu hihihihi


kurang lebih begitu.kisah lengkapnya saya belum ngerti bener

haha ga gan masa mau nyalonin sih
toh calonnya udah ada kok [mungkin]

saya kaya ente aja gan jadi tukang makan gapapa.hihiihihi
Quote:Original Posted By titoperwito
kata siapa kabar ini bro?
setahu ane putri Sultan kmaren (mbak Dewi) malah diberi gelar GKR Maduretno dan suaminya (Yun Prasetyo SE MBA ) diberi gelar KPH Purbodiningrat. g ada istilah pencabutan gelar dan perlu diketahui bahwa menantu HB X itu semuanya berasal dari orang biasa (bukan bagsawan) suami dari GKR Pembayun (mas Niko atau H Nieko Messa Yudha, MSc diberi gelar KPH Wiranegara) dan suami dari mbak ita atau GKR Condrokirono (dulu suaminya diberi gelar KRT Condrokirono "kalau tidak salah") tapi berhubung pasangan ini bercerai maka gelar sang suami juga diambil tp mbak ita masih tetap memiliki gelar itu...nah yg belum menikah adalah mbak abra dan mbak reni..mereka masih bergelar GRAj (Gusti Raden Ajeng) mungkin kalau mereka sudah menikah akan jadi GRAy atau bahkan bisa GKR.

Yak, benar, secara " publik " tidak ada pencabutan gelar, tapi kalo secara " resmi " menurut gelar " tata cara keraton Mataram ", anak anak HB X, tidak memiliki hak apa apa lagi, apalagi menyangkut " tahta ", jika seandainya HB X mangkat secara meninggal dunia, maka " sang menantu ", tidak berhak dan tidak bisa menjadi HB selanjutnya, ( bagi yang telah menikah dengan " non Trah " ), karena " gelar " si menantu adalah gelar pemberian karena menikah dengan putri beliau, kalo boleh jujur, seadainya saya ini HB X, dan anak saya menikah dengan " non trah ", saya juga tidak akan tega " mencopot " gelar yang telah dimiliki putri saya, secara dia adalah " darah daging " saya sendiri, o iya, setau saya gelar GKR adalah Gelar Yang Diberikan apabila sang GRAj menikah dengan Putra Mahkota, KGPH, KGP, atau Adipati, atau bahkan Raja dari negeri lain, karena bukankah sangat " timpang ", jika suami " masih " GPH atau KRT, sementara istri sudah GKR, entah jika ada pertimbangan lain dari HB X, kalo ada pertanyaan silahkan ..

kemungkinan besar yang tak memiliki sertifikat adalah memang bukan keturunan langsung dari bangsawan. misal: garwa padmi atau selir menikah lagi dengan lelaki lain selain raja maka anaknya sudah bukan keturunan bangsawan.

Secara otomatis benar, karena bagaimana mungkin sudah bukan istri Raja, masih diberi gelar GKR, jangankan cerai, ketauan ber " selingkuh " saja langsung " pecat ".

kemungkinan lain misalnya, ada orang yang diberi gelar kehormatan (misal orang pemda) karena jasanya dia akan diberi gelar katakanlah "KRT" maka dia juga tak berhak atas silsilah keluarga kraton dan mungkin tak akan dapat sertifikat.

Orang yang diberi gelar " KRT " secara anugerah, si penerima gelar diberi " sertifikat " atau " SK ", tapi keturunannya tidak, kecuali dia menikah dengan keturunan " Trah murni ".

perlu diketahui lagi bahwa sertifikat yang dimaksud adalah surat kekancingan atau bahasa kerennya adalah SK atau surat keputusan. ini akan berbeda dengan surat silsilah keluarga. sementara ini dulu penjelasannya semoga bermanfaat.


Surat kekancingan secara " garis keturunan " dan surat kekancingan penganugerahan gelar jelas berbeda, Surat Kekancingan " Silsilah " dilengkapi dengan " Penjelasan Silsilah " di bagian belakang Surat Kekancingan, berikut " gelar gelar " yang dimiliki penerus Surat Kakancingan tersebut, kalo Surat Kakancingan " Penganugerahan Gelar " cukup bagian depan yang diisi, menjelaskan bahwa " yang bersangkutan " telah mendapat " gelar pangunegrahan " dari Keraton yang bersangkutan.

Smile 

Assalamualaikum

Salam kenal tuk sodara2 saya yg disini ya.....

Wassalamualaikum
Quote:Original Posted By Tesoro
Surat kekancingan secara " garis keturunan " dan surat kekancingan penganugerahan gelar jelas berbeda, Surat Kekancingan " Silsilah " dilengkapi dengan " Penjelasan Silsilah " di bagian belakang Surat Kekancingan, berikut " gelar gelar " yang dimiliki penerus Surat Kakancingan tersebut, kalo Surat Kakancingan " Penganugerahan Gelar " cukup bagian depan yang diisi, menjelaskan bahwa " yang bersangkutan " telah mendapat " gelar pangunegrahan " dari Keraton yang bersangkutan.


"surat kekancingan"??? itu surat keterangan gelaar atau trah yah gan....

wah wah wah ane sebagai outsiders yang tak punya "SK" dan ingin tahu lebih dalam lagi tentang kraton keknya harus belajar banyakma agan agan disini semua,,,mohon dibantu yah gan

oh yah ada yang punya feeling tentang gempa jogja batusan tadi sore???
Quote:Original Posted By kagemdaftar
Assalamualaikum

Salam kenal tuk sodara2 saya yg disini ya.....

Wassalamualaikum


Waalaikumsalaaammm....Wr Wb

Salam kenal juga untuk Sesepuh.... suatu kehormatan sesepuh satu ini ada di trit ane hihihi (ge er.com)

monggo di sekecak aken loh mbah suguhan ne,,,
Quote:Original Posted By kagemdaftar
Assalamualaikum

Salam kenal tuk sodara2 saya yg disini ya.....


Wassalamualaikum


wew...
Akhirnya sesepuh menampakkan diri juga...
salim dulu..
Quote:Original Posted By kagemdaftar
Assalamualaikum

Salam kenal tuk sodara2 saya yg disini ya.....

Perkenalkan kakek buyut saya


Wassalamualaikum


wss.wr.wb lagii....
wah ternyata sesepuh anggota "keluarga" juga yah...

tapi ada pertanyaan neh jujur,,,"apakah keturunan kraton ngayogyokarto rata rata Indigo / bisa dikatakan punya kelebihan" beberapa orang yang ane ketahui keturunan kraton dia punya "sesuatu" juga...."

mohon pencerahan dari agan agan semua...

CMIiW

Smile 

Quote:Original Posted By sakadewa
wss.wr.wb lagii....
wah ternyata sesepuh anggota "keluarga" juga yah...

tapi ada pertanyaan neh jujur,,,"apakah keturunan kraton ngayogyokarto rata rata Indigo / bisa dikatakan punya kelebihan" beberapa orang yang ane ketahui keturunan kraton dia punya "sesuatu" juga...."

mohon pencerahan dari agan agan semua...

CMIiW


Sekian lama saya menjalani hidup, hampir semua keturunan keraton itu memiliki "sesuatu".
Orang bisa menyebutnya indigo atau apalah terserah....
Setiap saya bertemu dengan keturunannya hampir bisa dipastikan ada "tanda" yang saya rasakan berbeda.

Dan "sesuatu" itu berbeda2, tidak sama.
Saya pernah ketemu seseorang keturunan keraton jogja dimana hidup dia tidak "lurus" dan hal itu juga tidak mempengaruhi kualitas "sesuatu" itu.

Kalau ada waktu, silahkan mampir di gubuk saya:
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4834691

Terima kasih
Quote:Original Posted By kagemdaftar
Sekian lama saya menjalani hidup, hampir semua keturunan keraton itu memiliki "sesuatu".
Orang bisa menyebutnya indigo atau apalah terserah....
Setiap saya bertemu dengan keturunannya hampir bisa dipastikan ada "tanda" yang saya rasakan berbeda.

Dan "sesuatu" itu berbeda2, tidak sama.
Saya pernah ketemu seseorang keturunan keraton jogja dimana hidup dia tidak "lurus" dan hal itu juga tidak mempengaruhi kualitas "sesuatu" itu.

Kalau ada waktu, silahkan mampir di gubuk saya:
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=4834691

Terima kasih


Maaf Kang Mas KagemDaftar, tapi alangkah lebih terhormatnya jika Photo Sinuhun HB VI tidak ikut ikutan dipampang, beliau adalah seorang Raja Jawa, tidak baik jika tanpa alasan yang jelas, Photo leluhur kita diperlihatkan kepada khayalayak ramai, apalagi sekedar " show ", saya adalah keturunan langsung BRM Sundoro, Kanjeng Sinuhun Sri Sultan Hamengkubuwono Kaping Kalih, Sultan Sepuh, Sundoro Kakung, dan saya sangat menghormati para leluhur saya, untuk lebih jelas, lebih kita bertemu, alamat saya ada di Buku Tamu n Data Diri ForSup, halaman 109, silahkan Kang Mas KagemDaftar berkunjung, atau berikan alamat KangMas KagemDaftar ke saya, dan ijinkan saya berkunjung, terima kasih.

Smile 

Quote:Original Posted By Tesoro
Maaf Kang Mas KagemDaftar, tapi alangkah lebih terhormatnya jika Photo Sinuhun HB VI tidak ikut ikutan dipampang, beliau adalah seorang Raja Jawa, tidak baik jika tanpa alasan yang jelas, Photo leluhur kita diperlihatkan kepada khayalayak ramai, apalagi sekedar " show ", saya adalah keturunan langsung BRM Sundoro, Kanjeng Sinuhun Sri Sultan Hamengkubuwono Kaping Kalih, Sultan Sepuh, Sundoro Kakung, dan saya sangat menghormati para leluhur saya, untuk lebih jelas, lebih kita bertemu, alamat saya ada di Buku Tamu n Data Diri ForSup, halaman 109, silahkan Kang Mas KagemDaftar berkunjung, atau berikan alamat KangMas KagemDaftar ke saya, dan ijinkan saya berkunjung, terima kasih.


Salam kenal mas tesoro.

Akhirnya muncul juga keturunan dari HB.II

Saya sudah edit foto itu, walaupun menurut saya lbh tepat jika dimunculkan disini, jika kita simak banyak website yg memajang foto2 beliau.
Jujur....saya awalnya tidak terlalu peduli dengan keturunan/gelar bangsawan dll, karena saya berfikir apa yg terbaik adalah yg terjadi dalam kehidupan kita pribadi sekarang.
Bukan berarti saya tidak menghormati keturunan....bukan. Saya adalah pribadi yang patuh dan tunduk pada kedua orang tua.

Panggilan jiwa tidak bisa dipungkiri, walaupun sudah ditutup dan dikubur dalam2, dimana akhirnya saya membuat "gubuk kecil" yang kedua dalam KASKUS ini.
Yang pertama saya bikin pada tahun 2007, kemudian saya tutup dengan pertimbangan tertentu walaupun akhirnya juga saya kembali lagi.