������������� Lounge sma 1 boedoet � [siswa/i� alumni&keluarga; besar] � 24 hour���

SMA 1 Jakarta (SEMUA ANGKATAN)
Jl. Budi Utomo no.7 jakarta

Salam kompak ..

Informasi ujian masuk pt 2011



1. USM ITB 2011/PMBP ITM 2011 www.usm.itb.ac.id

2. SIMAK UI: www.penerimaan.ui.ac.id

3. UNSOED GEL 1: www.unsoed.ac.id


4. USM II TELKOM: www.ittelkom.ac.id/smbb


5. SMUP UNPAD: www.unpad.ac.id

6. UTG II TELKOM: www.ittelkom.ac.id/smbb

7. UNSOED GEL II: www.unsoed.ac.id


8. SNM-PTN: manual


9. USM STAN: www.stan.ac.id


10. LIDO: tanya polres masing2

11. STSN: www.stsn.ac.id

12 beasiswa undergraduate (s1) kedubes jepang monbukagakusho
http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html

13 beasiswa pilot batavia air 2011
pramugari/pramugara
aeroflyer pilot school -curug
www.batavia-air.co.id

14. beasiswa pilot lion air -wings flying school bandara penggung cirebon
teknisi, call center, pramugari/pramugara
www2.lionair.co.id

15. sekolah tinggi penerbangan indonesia
www.stpicurug.ac.id

16, institut teknologi sepuluh november (its) surabaya
smits.its.ac.id
happy 103 years of BOEDOET STOVIA 1908-2011 boedoet never die

Talking teladan dari alumni boedoet

teladan kali ini datang dari ketua IKABOEDOET abang Chairul Tandjung
beliau adalah alumni boedoet angkatan 1981


setelah lulus dari boedoet beliau melanjutkan pendidikan ke UI jurusan kedokteran gigi, suatu ketika ibunya sampai2 menggadaikan kain keluarga untuk membayar spp. sejak itu beliau bertekad untuk mandiri. usaha beliau selama jadi mahasiswa macam2, mulai dari jualan baju, bisnis fotokopian, apotek, dan membuka bengkel di bilangan senen. selain bisnis, beliau juga aktif sebagai ketua senat kampus. kemampuan bisnis dan organisasi beliau semakin terasah hari demi hari. terbukti dari berbagai jabatan yang pernah beliau emban seperti ketua senat kampus, ketua pbsi (persatuan bulu tangkis seluruh Indonesia), ketua Indonesia forum, hingga ketua para grup (grup bisnis yang saat ini beliau kelola, membawahi bank mega, trans corp. dll)
di tahun 2010 ini beliau kembali mendapatkan pengakuan dari majalah forbes sebagai 1000 orang terkaya di dunia beserta 6 orang pebisnis Indonesia lainnya.

cmiiw

untuk boedoeterz yang masih sekolah..keluarga besar, civitas, alumni ,silahkan berbagi cerita ramaikan theread ini.

SUNDUL GANS


terima kasih,,

silakan....

sekilas nginpoh...

SMA 1 Jakarta (boedoet) adalah sekolah menengah tinggi yang pertama ada di Indonesia, embrio sekolah ini didirikan pada tanggal 13 maret 1946






wach skolah ane mach cinta damai gan
yaph, makasih gan dah mampir..

ayok gan bantu sundul lagi

teladan dari alumni boedoet

alm. bpk Sartono Mukadis, psikolog kenamaan Indonesia. Alumni boedoet angkatan 1965
Meninggal dunia pada tanggal 12 Juni 2009

Mungkin kaskuser boedoeterz pernah mengenal nama psikolog kondang Sartono ‎Mukadis. Tapi tahukah anda tentang perjuangannya melawan ‎penyakit yang hampir merenggut nyawanya? Meski penyakit ‎gula menyerangnya dan mengakibatkan kaki kirinya ‎diamputasi, bahkan belakangan dihantam stroke, psikolog ‎Sartono Mukadis tidak lantas patah semangat. Ia bisa ‎bertahan diantara deraan penyakit. Pada tahun 1999-2000 Sartono mengalami masa-‎masa sulit karena serangan penyakitnya yang bertubi-tubi. ‎Bahkan kakinya sampai diamputasi, dan mengalami kelumpuhan ‎pada kakinya.‎ Namun beliau tetap semangat dalam menjalani karier profesionalitasnya hingga membawanya sebagai jajaran psikolog-psikolog terbaik bangsa. Pernah suatu ketika beliau datang ke almamater SMA 1 boedoet tercinta mengisi acara "carier day" di tahun 2006 silam. Dengan kondisinya yang harus memakai kursi roda almarhum tetap bisa memberi semangat dan motivasi kepada siswa/i SMA 1 Jakarta. Sungguh kita sebagai orang yang tidak cacat fisik perlu sangat bersyukur kepada Tuhan YME, betapa kondisi Almarhum setelah diamputasi tidak mematahkan semangat hidup beliau selama di dunia untuk tetap bekerja dan beribadah, mengabdi pada masyarakat, bangsa dan agama. Akhir kata semoga seluruh pengabdian almarhum di terima di sisi TUHAN YME, amiin.

sekilas nginpoh

pada tanggal 1 september 2009 SMAN 1 Jakarta dinobatkan sebagai 'go green school'

Quote:Original Posted By Tukang.Ojek


ayok sist bantu sundul ke temen2nya, sapa tau bisa rame ni treat,
keren nih gan SMA 1 jakata
Quote:Original Posted By tukang.sundul
keren nih gan SMA 1 jakata


Makasih gan komen dan sundulannya, ayo di sundul lagi sampe kaskuser2 sesepuh dan anak boedoet tiba
:

menunggu buduterz2

:

sekilas nginpoh...

"BANGKIT BOEDOET" dicanangkan pada tanggal 13 maret 2006 bertepatan dengan ulang tahun SMA 1 Jakarta (budut) yang ke 60


teladan dari alumni boedoet

Ayu Dyah Pasha, profesional alumni boedoet angkatan 1982


Setelah tamat dari SMA 1 Jakarta budut, Ayu yang juga sarjana Hukum lulusan Universitas Trisakti Jakarta ini menambah wawasan dan keterampilannya dengan berbagai pendidikan yang berkaitan erat dengan upaya pengayaan diri. Penataran Kepemimpinan dan Organisasi dari Pemda DKI JAYA, Modeling – Studio 1 Modelling Institute, Menjadi Orang Tua Efektif, Effective Speaking & Human Relations – Dale Carnegie Course, Etiket dan Tata Meja, Body Language-Pease Training Corporation, Unleash The Power Within – Anthony Robbins, Mind Control, Reiki, Professional Coaching adalah sebagian dari pelatihan yang pernah diikutinya. Ayu pernah menjadi Paskibraka Tingkat Nasional (1980). Ia juga pernah menjadi Juara II Putri Ayu Indonesia (1985), Juara I dan Favorit Putri Citra DKI JAYA dan Juara I Putri Citra Indonesia (1986). Tahun 1985-1990 Ayu sering tampil sebagai peragawati dan kini aktif sebagai pembicara dan moderator dalam berbagai seminar dan talk show, MC di berbagai acara, juga pemain sinetron. Pengalamannya sebagai pengajar grooming, etiket, komunikasi dan body language untuk berbagai kalangan boleh dikatakan tak terbilang. Sejak tahun 2002, Ayu dipercaya untuk mengasuh rubrik Good Advice Tanya Ayu Majalah Good Housekeeping Indonesia. Pada tahun 2005, Ayu dan 4 sahabatnya mendirikan perusahaan TIKAR entertainment & education serta Yayasan Titian Penerus Bangsa. Tahun 2008 Ayu dipercaya sebagai kontributor untuk Majalah Cosmopolitan Bride yang terbit 2 kali dalam setahun di tahun yang sama, Ayu mendapat kepercayaan sebagai Ambassador ICCOC (Indonesia Classic Car Owners Club), sebuah organisasi non komersil dengan aktifitas otomotif, sosial dan wisata.

sumber http://ayudyahpasha.wordpress.com/about/

selamat menempuh ujian nasional 2010

BUAT TEMEN-TEMEN YANG TELAH LULUS SMA, SMP DAN SD TH 2010

SELAMAT DAN SEMOGA SUKSES

BUAT TEMEN-TEMEN YANG BELUM LULUS
TETAP BERUSAHA DAN BELAJAR AGAR BISA LULUS DIUJIAN SUSULAN



TRAGEDI BOEDOET 1989 (3 Oktober 1989)


3 Oktober 1989 siang, mata pelajaran pertama dikelas I5 yang ruangannya terletak digedung paling belakang baru berjalan beberapa puluh menit. Suasana diluar kelaspun sunyi hanya beberapa siswa saja yang masih terlihat lalu lalang dengan berbagai alasan. Tak lama kemudian terdengar suara gaduh dari arah lapangan, seluruh siswa dikelas I5 dan kelas-kelas lainnya dan terkejut dan berusaha mencari sumber kegaduhan tersebut. Diluar kelas terlihat beberapa siswa kelas 2 dan 3 yang beberapanya saya kenali dari Ekskul Palasi (Pencinta Alam), berlarian dan berteriak-teriak sambil memerintahkan seluruh siswa untuk keluar kelas dikarenakan siswa-siswa STM
menyerang SMA 1. Seluruh isi kelas di SMA 1 mulai terlihat panik, Sambil berlari menuju pintu gerbang saya memandangi benda-benda yang jatuh
kelapangan dan sisi Aula. Ternyata sekreatariat Pramuka, Palasi, Teater dan Seksi Rohani Kristen yang terletak disisi kanan Gedung SMA 1 sedang dijarah dan dihancurkan. Benda-benda didalam sekretariat menjadi alat untuk melempar menggantikan batu yang memang sulit untuk didapatkan diseputar sekolah. Tiba-tiba langkah saya terhenti, karena melihat satu benda yang saya kenali jatuh tak jauh dari tempat saya. Benda itu ternyata sebuah
Piala Penghargaan yang terdapat di ruangan Ekskul Pramuka, sayang Piala itu sudah tidak bisa diselamatkan karena memang sudah patah-patah. Seketika emosi tersulut sampai ke ubun-ubun, saya percepat lari menuju pintu gerbang. Ternyata sampai dipintu gerbang kami yang telah menyemut tak dapat terus keluar karena pintu gerbang telah dirantai lalu digembok.
Kepanikanpun menjadi bertambah karena kami merasa terperangkap dan tak bisa melakukan perlawanan.
Karena pertemuan yang mendadak, kami sama-sama terkejut, saya tersentak beberapa langkah kebelakang, sedangkan mereka berloncatan dari atas tembok. Saya mundur untuk mencari benda yang dapat dijadikan senjata, saya mendapatkan sebuah bangku. Lalu saya raih, dan lemparkan kesiswa- siswa STM dibawah sana, mereka berhamburan menyelamatkan diri kedalam sebuah gubuk tempat tinggal. Mungkin gubuk milik penjaga sekolah atau penjaga kantin, lemparan bangku saya tadi dibalas dengan lemparan batu dan satu bom molotov sehingga mengakibatkan kusen pintu terbakar lalu cepat-cepat kami padamkan. Karena kehilangan akal untuk membalas serangan siswa-siswa
STM didalam gubuk, saya meminta bantuan salah seorang rekan untuk membantu membawa sebuah meja yang saya ambil dari dalam kelas. Meja itu kami gotong melalui pintu yang sebagian menghitam karena sempat terbakar, sebagian siswa STM yang melihat saya membawa meja tahu segera menyingkir karena tahu hal yang akan saya perbuat. Secara bersamaan saya lemparkan meja itu keatas atap gubuk tersebut, "Brak...!". Suara keras merobohkan atap gubuk dan berhamburanlah beberapa siswa dan seorang satpam dari dalam gubuk. Setelah saya tunggu beberapa saat siswa-siswa STM itu tidak kembali lagi, saya segera mengamankan pintu tadi dengan mengganjalnya dengan beberapa tumpukan meja.

Benda berikutnya yang menjadi sasaran untuk senjata adalah genteng diatap sekolah, saya melompat dari lantai 1 menuju gedung lama dekat pohon beringin. Satu persatu genteng saya lepas dari tempatnya dan melemparkan kearah lapangan untuk kemudian pecahan-pecahan genteng tersebut dilemparkan kearah gedung STM. Pokoknya ada istilah, DA_DE_DO kena masa bodo. Aktifitas mencopoti atap sekolah akhirnya terhenti karena kena omel oleh seorang guru. Akhirnya saya menuju lantai 3 untuk melihat lebih jelas kearah luar sekolah, ternyata tak bisa melihat terlalu jelas kearah gedung STM. Dengan inisiatif beberapa siswa, kami menyusun beberapa meja untuk bisa meraih pintu kecil diatas plafon yang menuju ke atap. Saya dan dua siswa lainnya berhasil menuju atap gedung dan mendapatkan pemandangan yang mengejutkan. Api menjilat ruangan ekskul, dan beberapa siswa STM bertengger diatap gedung sekolahnya. Ada yang sedang melemparkan genteng-genteng dari atap sekolahnya kearah gedung SMA 1, ada pula yang mengenakan helm sambil mengacung-acungkan badge fals sambil menghibau teman-temannya untuk menghentikan serangannya. Kamipun berinisiatif mengacungkan 2 jari tanda peace kearah rekan-rekan STM untuk segera menghentikan aksi brutal mereka.
Tak terasa haripun telah beranjak sore, mungkin karena kelelahan akhirnya tawuran itu berhenti dengan sendirinya. Setelah keadaan dianggap aman dan apai telah padam (entah siapa yang memadamkannya) seluruh siswa dikumpulkan dilapangan oleh pihak sekolah. Kami semua berkumpul sambil bertanya satu sama lain tentang penyebab tragedi hari ini. Tapi tak ada
penjelasan resmi dari pihak sekolah, hanya rumor-rumor yang berkembang dari mulut ke mulut. Rumor itu antara lain, terjadi gesekan anatara anak Palasi dengan anak SO (Sraeli One, genk anak SMA 1 yang berkiblat ke Israel. Memang mereka memakai logo bintang Daud antara huruf S&O). Entah pihak mana yang meminta bantuan ke teman-temannya di STM, sehingga akhirnya berbuntut panjang dan menjadi sebuah tragedi. Kemudian pihak sekolah mengumumkan bahwa seluruh siswa diliburkan selama 3 hari, anak-anak SMA 1 saling berbisik untuk melakukan pembalasan pada saat masuk nanti. Setelah keadaan dianggap aman, pihak sekolah membubarkan
aktifitas sekolah. Kami berpikir diluar sekolah akan terjadi bentrokan susulan, tapi bertapa terkejutnya kami ketika memandang kearah jalan Budi Utomo dari balik pintu gerbang SMA 1. Diluar bagaikan medan perang yang sesungguhnya, pasukan loreng dari Kostrad, Garnisun, Kodim dan Kepolisian bertebaran dimana-mana. Didepan gerbang sekolah telah dipagar betis kiri-kanan oleh para tentara, sedangkan antara SMA & STM diblokir dengan mobil-mobil aparat keamanan.

Kami diharuskan berbaris dua-dua untuk dapat melewati pagar betis tersebut, mata para tentara itu memandangi kami satu persatu dengan sorot mata yang tajam dan agak sedikit bengis. Hingga akhirnya salah satu tentara menunjuk-nunjuk kearah saya. jantung terasa mau copot saat itu. Mungkin karena saya memakai ikat kepala dari sehelai sapu tangan. Cepat-cepat saya lepaskan ikat kepala tersebut dan memasukannya kedalam saku celana. "Gawat!", ternyata disaku celana saya terdapat sebuah curter yang saya temukan di Lantai 1 tadi. Akhirnya saya lolos dari pagar betis itu dan secara diam-diam membuang curter tersebut dikali Gunung Sahari. Di halte Gunung Sahari sudah padat dengan siswa-siswa SMA 1 yang sedang menunggu angkutan umum. Tak lama kemudian satu bis penuh pelajar menuju kearah kami, kami semua segera mempersiapkan diri untuk terjadinya sebuah bentrokan. Tapi ketika bis memperlambat lajunya, beberapa siswa dipintu depan turun dan saling berangkulan dengan anak-anak SMA 1. Ternyata bis itu berisi rombongan anak Chaptoen (SMA 10) yang selama ini menjadi salah satu musuh besar Boedoet, tapi kini tiba-tiba datang sebagai saudara yang hendak membantu.
Tiga hari pasca bentrokan beberapa hari yang lalu, masyarakat ibu kota masih hangat membahas aksi brutal anak-anak Budi Utomo termaksud beberapa surat khabar terbitan ibu kota. Sehingga timbul wacana untuk memisahkan sekolah-sekolah di jalan Budi Utomo dengan cara memindahkannya. Dari kawasan jalan Bungur Besar saya berangkat sekolah dengan menggunakan celana SMP, hal itu dikarenakan kedua orang tua saya masih khawatir jika mengenakan celana abu-abu. Tiba di perempatan jalan Gunung Sahari 3 saya dikejutkan oleh aksi sweaping yang dilakukan oleh anak-anak SMA 1. Dan saya sempat menyaksikan satu orang siswa mengerang kesakitan diatas trotoar smbil diberi minum oleh masyarakat sekitarnya, mungkin akibat sweaping itu. Suasana mulai terasa mencekam ketika saya sudah berada didepan SMP 93, kerumunan siswa dan para alumni SMA 1 ada dimana-mana. Ada Rumor Chaptoen, Poncol dan SMA 20 ikut dalam kerumunan itu, benar tidaknya rumor tersebut sayapun tidak tahu.

Kerumunan siswa dan alumni SMA 1 dimuka jalan Budi Utomo sudah menyemut, laju mereka terhambat oleh barikade satuan keamanan. Dan untuk memecah kosentrasi massa, aparat keamanan beberapa kali melepaskan tembakan peringatan keudara. Bukan membubarkan diri tapi setiap letusan senjata api selalu mendapatkan tepuk tangan meriah dari kerumunan massa itu. Di perempatan Armabar terdapat pula kerumunan massa dari anak-anak STM, tapi mereka tidak melakukan penyerangan hanya
berkumpul diatas jembatan sambil menunggu perkembangan selanjutnya. Akhirnya aparat keamanan berinisiatif menghentikan setiap angkutan umum yang lewat dan menghalau siswa-siswa yang berkerumun dipinggir jalan untuk masuk kedalamnya. Sayapun ikut dengan PPD No. 14 jurusan Blok M, berharap di Senen atau Kramat Raya akan ada bentrokan. Ternyata sepanjang perjalanan sampai dengan Parkir Timur Senayam, adem ayem. Akhirnya saya dan beberapa siswa turun di Parkir Timur, menghindari daerah Blok M. Apalagi jika bukan untuk menghindari bertemu dengan anak-anak Penerbangan. Suasana di Parkir Timur cukup ramai dengan umat kristiani, karena memang hari itu bertepatan dengan kedatangan Paus Paulus Yohaness II ke Indonesia.

Setelah kembali diliburkan selama satu minggu, aktifitas belajar kembali normal seperti sedia kala. Anak-anak SMA dan STM sama-sama menghindar untuk bertemu muka, anak STM menghindar melalui jalan Gunung Sahari dan anak SMA pun menghindar untuk melalui Lapangan Banteng. Tapi suasana berbeda terjadi di dalam gedung SMA 1, ada kesibukan dan kasak-kusuk dari
beberapa siswa kelas 3, pelaku dekeluarkan.

disadur dari http://www.facebook.com/topic.php?ui...94&topic=10941

semoga tidak terulang lagi...

"sma 1 jakarta harus menjadi sma terbaik di Indonesia"

kutipan dari chairul tanjung, ketua umum ikaboedoet, 13 maret 2006