sekedar tanya2 tentang Beliau (Presiden Soekarno)

Buat momod, tolong kalo thread ane kurang respon segera di close...
maaf sebelumnya kalo saya buat thread ini...
saya benar2 penggemar Presiden Soekarno, pengen tau banyak tentang beliau.
apakah semua info dan gambar itu benar adanya....???
ane ngumpulin beberapa thread dari KASKUSER

langsung saja....
tentang lukisan
Quote:

Spoiler for lukisannya:

Museum bung karno yang terletak di blitar memiliki berbagai koleksi peninggalan bung karno, selain benda-benda yang bernilai sejarah yang erat kaitannya dengan bung karno, di museum yang tak pernah sepi pengunjung ini juga terdapat sebuah lukisan besar yang berukuran 150cm x 175cm yang bergambar bung karno.

Cerita misteri keanehan Lukisan ini , menurut sejumlah orang yang pernah melihatnya adalah TAMPAK HIDUP, siapapun yang melihat lukisan ini sambil memusatkan konsentrasi serta pandangan terarah penuh dibagian jantung bung KARNO pada lukisan ini maka SEKETIKA NAMPAK BERGERAK, SEOLAH-OLAH BERDETAK SEPERTI LAYAKNYA ORANG SEDANG BERNAFAS. banyak pengunjung yang heboh karena menyaksikan lukisan ini seperti hidup. sejak saat itu lukisan ini menjadi obyek pertama yang didatangi pengunjung.

Menurut Penjaga musseum Tanwir, didalam lukisan tersebut berdiam sosok gaib bernama jatoro suro sosok jin penunggu gunung kelud yang telah di takhlukkan bung karno. cerita ini berdasar pada penerawangan beberapa paranormal. dulu sebelum ada lukisan tersebut sosok jin penunggu lukisan tersebut bersemayam di dekat makam bungkarno dan bukanlah cerita misteri.

Konon bung karno adalah seseorang yang gemar bermeditasi, pada saat melakukan ritual di gunung kelud, ada sosok makhluk halus yang menggodanya dan berusaha menggagalkan meditasinya, karena digoda tak mempan akhirnya jin ini menyerangnya, akhirnya terjadilah perkelahian di alam gaib yang pada akhirnya dimenangkan oleh bung karno, pada saat itulah akhirnya jin ini menjadi pengawal bungkarno. Jin ini sangat setia pada bung karno, saat bung karno meninggalpun jin ini tetp setia berada di samping makam nya bahkan terkadang jin ini merubah wujudnya menjadi bung karno. Fenomena ini asli fenomena alam gaib dan bukan rekayasa.


Satrio Piningit dan Emas Peninggalan Presiden Soekarno
Quote:

Satrio Piningit dan Emas Peninggalan Presiden Soekarno [Waaaah!!].. HARTA karun peninggalan mantan presiden Soekarno selama ini masih misteri, bahkan tak sedikit yang meragukannya. Kasus kegagalan pencarian harta peniggalan Prabu Siliwangi di Istana Batutulis beberapa waktu lalu, sepertinya memupus harapan orang untuk memercayai hal-hal yang sulit dibuktikan kebenarannya.

Namun lelaki yang menyebut diri satrio piningit bernama Soenuso Goroyo Soekarno mengaku dapat mengangkat peninggalan Presiden Pertama RI itu. Bentuknya berupa ratusan keping emas lantakan, platinum, sertifikat deposito obligasi garansi, dan lain-lain. ”Ini baru sampel dan silakan mengecek kebenarannya. Jika bohong, saya siap digantung,” katanya, Jumat kemarin, kepada pers.

Mantan anggota TNI yang dahulu bernama Suwito itu sengaja mengundang wartawan di rumahnya, Perumahan Cileungsi Hijau, daerah perbatasan Bogor-Bekasi, untuk menyaksikan temuannya. Di rumahnya yang cukup megah disiapkan hidangan layaknya orang hajatan. Maklum, Goroyo, begitu dia biasa disapa, juga mengundang Pangdam Jaya, Kapolda, dan anggota Muspida. Tetapi dari mereka, tak ada pejabat datang.

Kepada tamunya, suami RA Lastika ini memperlihatkan peti besar berisi ratusan keping emas lantakan, masing-masing beratnya 8 ons bergambar Soekarno dan di baliknya ada gambar padi dan kapas. Pada satu sisinya ada tulisan 80 24K 9999. Sementara itu emas putih (platinum) juga berbentuk lantakan berlogo tapal kuda putih bertulisan JM Mathey London. Logam itu dibungkus emas dan bersertifikat emas pula.





Meskipun bersertifikat dan diyakini keasliannya, pada kesempatan itu tidak dihadirkan orang yang mengetahui emas atau pakar yang bisa memastikan asli atau tidak harta benda tersebut. Peninggalan lain berupa sertifikat deposito bertanggal 16 Agustus 1945 yang dikeluarkan oleh BPUPKI yang menyebut sejumlah harta yang disimpan di suatu tempat. Ada pula sertifikat berbahasa Inggris yang juga disegel dan ditulis di atas lembar kuningan. Sertifikat itu ada yang bertuliskan ”Hibah Substitusi” yang dipercayakan kepada R Edi Tirwata Dinata (108).

Yang terakhir ini, konon karena sudah tua, lantas memberikan kuasa kepada R Anton Hartono untuk mengurus harta benda yang disimpan di Swiss. Bentuknya mikrofilm, dua lembar dokumen, anak kunci boks deposit di JBS, Jenewa, dan dua buah koin. Di dalam sertifikat itu disebutkan, ada dana berjumlah 126,2 miliar dolar AS dan 63,10 miliar dolar AS.

”Insya Allah, jika saya diberi izin, semua harta peninggalan Bung Karno ini bisa membayar utang kita. Saya yakin bisa melaksanakannya,” ungkap Goroyo sembari membantah dirinya paranormal. Dia juga membantah berambisi menjadi presiden atau jabatan politis lain. ”Semua saya lakukan dan beberkan untuk membangun negara kita,” tegasnya.


kumpulan foto2 beliau (apakah asli)
Quote:maaf agak BW
Spoiler for foto:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:

Spoiler for pic:
Tongkat Bung Karno Berasal Dari Buton
Quote:Majalah Kartini Edisi 1-15 Mei 2008, menurunkan liputan tentang pusaka Bung Karno di Istana Blitar. Salah satunya adalah tongkat komando yang sering dibawa-bawa Bung Karno yang dinamakan bernama La Sangkabala dan disebutkan berasal dari Buton. Saya agak tercengang mendengarkan informasi ini. Dan ada juga cerita bahwa Presiden pertama RI, Soekarno, adalah turunan ke-16 dari Syaikh Sulaiman atau Haji Padha, salah seorang ulama Buton di masa lalu.

Saya tak mau bersepekulasi dan membahas kebenaran cerita ini. Versi cerita tentang tongkat Bung Karno ini bermacam-macam. Dalam salah satu buku, saya pernah membaca versi yang menyebutkan kalau tongkat itu berasal dari kayu pucang kalak yang hanya tumbuh di Gunung Gede, Jawa Barat. Tampaknya, seorang tokoh sering diiringi dengan mitologisasi di berbagai kebudayaan. Mungkinkah ini adalah strategi dari Soekarno untuk mengintegrasikan berbagai kebudayaan di Indonesia?
Spoiler for pic:

Terlepas dari benar tidaknya cerita ini, saya punya analisis: Soekarno berupaya membangun mitologi atas dirinya dalam berbagai kebudayaan demi membangun integrasi kultural atas wilayah Indonesia yang sangat luas dan beragam kebudayaannya. Dalam hal ini, ia enteng saja mengklaim tongkatnya berasal dari Buton dan membiarkan semua spekulasi tentang keturunannya demi membangun satu bentuk pertautan dengan elemen kultural yang ada di satu tempat. Dalam hal tongkat, ia mengaku berasal dari Buton, namun dalam hal lainnya, ia akan mengaku hal yang berbeda. Di zaman ketika militer Indonesia belum kukuh, ia sanggup menemukan perekat yang lain sehingga dirinya bisa diterima di mana-mana. Dan itulah salah satu kelebihannya


Misteri Pembongkaran Gedung Proklamasi
Quote:

Di Pegangsaan Timur 56, kala itu, Presiden Soekarno meletakkan karangan bunga di Tugu Proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1957. Di belakang Tugu Proklamasi itu masih tampak gedung bersejarah tersebut.
Selasa, 18 Agustus 2009 | 04:22 WIB
Tanggal 17 Agustus kemarin kita memperingati Hari Kemerdekaan Ke-64 Indonesia. Peringatan ini mengacu pada peristiwa proklamasi kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945, di rumah Bung Karno. Di teras depan rumah di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56 itulah Bung Karno, didampingi Bung Hatta, mengumumkan kepada dunia kemerdekaan Indonesia.

Sayangnya, rumah di Jalan Pegangsaan Timur itu—sekarang Jalan Proklamasi—sudah tidak ada lagi. Presiden Soekarno membongkar sendiri bangunan yang disebut Gedung Proklamasi itu pada 1960.
Bung Karno tinggal di rumah itu sejak awal zaman Jepang, tahun 1942. Ia tinggal di sana hingga awal Januari 1946. Setelah itu, Bung Karno, juga Bung Hatta, sebagai presiden dan wakil presiden, mengungsi dan tinggal di Yogyakarta karena keadaan di Jakarta makin genting akibat masuknya pasukan NICA yang diboncengi tentara Belanda yang mau berkuasa lagi di Indonesia. Rumah itu selanjutnya ditempati Sutan Sjahrir. Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri RI sering ulang-alik Jakarta-Yogyakarta.
Ada kisah menarik kenapa Bung Karno sampai tinggal di Jalan Pegangsaan Timur. Menurut pengamat bangunan cagar budaya Jakarta, Bambang Eryudhawan, waktu itu Bung Karno sebenarnya ingin juga memiliki rumah di daerah Menteng, seperti para pemimpin nasional lain. Mereka langsung menempati rumah-rumah di daerah elite itu setelah Belanda bertekuk lutut kepada Jepang.

Namun, Bung Karno terlambat datang di Jakarta dari Bengkulu, tempat dia dibuang Belanda. Sementara para pemimpin perjuangan kemerdekaan lain sudah berada di Jakarta saat Belanda menyerah pada bulan Maret, Bung Karno dan Bu Fat (Fatmawati) baru tiba di Ibu Kota pada bulan Juli. Ia tak kebagian rumah di Menteng dan harus puas dengan jatah rumah di Jalan Pegangsaan Timur, yang berada sedikit di luar wilayah Menteng. ”Namun, Bung Karno tak pernah menyatakan kekecewaannya. Ia bilang, ia senang dengan rumah itu karena punya halaman yang luas,” papar Bambang yang arsitek.

Sebelumnya, rumah itu milik warga keturunan Belanda bernama Baron van Asbeck yang mungkin ikut ditawan Jepang. Pada masa akhir zaman kolonial, di rumahnya itu Baron van Asbeck konon sempat menerima indekos, mondok, beberapa mahasiswa Indonesia. Salah seorang di antaranya adalah Muhammad Yamin yang kemudian juga jadi tokoh perintis kemerdekaan.
Jo Masdani, perempuan pejuang kemerdekaan, pernah mengatakan, ia masih ingat waktu kecil sering bermain-main di halaman rumah itu bersama teman-teman sepulang sekolah. ”Orang Belanda penghuninya tidak pernah melarang dan membiarkan kami bermain-main di sana,” kata Jo Masdani dalam salah satu wawancaranya dengan Kompas pada tahun 1976.

Tugu Petir dan Gedung Pola
Saat hadir dalam sidang pleno istimewa Dewan Perancang Nasional (Depernas), 13 Agustus 1960, Presiden Soekarno menyatakan kehendaknya mendirikan Tugu Proklamasi di titik tempat Soekarno-Hatta berdiri saat memproklamasikan kemerdekaan. Untuk itu, Gedung Proklamasi harus dibongkar dan lahannya dijadikan bagian dari taman yang di tengah-tengahnya menjulang Tugu Proklamasi setinggi 17 meter, yang rencananya akan terbuat dari perunggu. Dikatakan pula, Tugu Proklamasi yang lama, yang sudah berdiri di sana sejak tahun 1946, harus ikut dibongkar untuk digantikan dengan Tugu Proklamasi ”yang sebenarnya”.

Tugu lama yang dimaksud adalah Tugu Peringatan Satu Tahun Republik Indonesia yang dibangun atas prakarsa Jo Masdani dan para perempuan lain perintis kemerdekaan, seperti Maria Ulfah dan Setyati. Mereka memprotes gagasan pembongkaran tugu yang dianggap sebagai lambang darma bakti wanita Indonesia itu. Namun, Presiden Soekarno tak pernah membalas surat protes yang dikirim Jo Masdani dan kawan-kawan.

Bung Karno bersikukuh pada keputusan untuk membongkar Gedung Proklamasi. Katanya, di bekas lokasinya akan dibangun gedung yang indah dan megah, sesuai dengan martabat bangsa Indonesia yang besar. Secara lisan, ia pun memerintahkan Gubernur Sumarmo membongkar gedung Pegangsaan Timur 56 dan Tugu Peringatan Proklamasi. Keduanya sudah harus rata dengan tanah sebelum tanggal 1 Januari 1961.

Setelah Gubernur Sumarmo melaksanakan perintah lisan tersebut, di tempat itu Bung Karno pada 1 Januari 1961 meresmikan dimulainya pembangunan Tugu Proklamasi, yang lalu dikenal warga Jakarta sebagai Tugu Petir. Tak seperti dibayangkan sebelumnya, tugu itu tak bisa dibilang indah. Hanya berbentuk tiang bulat tinggi yang di puncaknya bertengger lambang petir, seperti lambang Perusahaan Listrik Negara (PLN). Di bawah tugu itu kemudian dicantumkan tulisan: ”Di sinilah Dibacakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada Tanggal 17 Agustus 1945 djam 10.00 pagi oleh Bung karno dan Bung Hatta”.

Beberapa puluh meter di belakang Tugu Petir lalu dibangun gedung berlantai enam yang arsitekturnya terkesan biasa-biasa saja. Pembangunan gedung itu dimaksud sebagai tanda dimulainya pelaksanaan program ”Pembangunan Nasional Semesta Berencana”. Warga Ibu Kota mengenalnya sebagai Gedung Pola, yang kini menjadi Gedung Perintis Kemerdekaan.

Gedung Proklamasi yang bersejarah musnah sudah. Keasrian tamannya yang luas pun ikut terkubur dengan dibangunnya Monumen Pahlawan Proklamator Kemerdekaan RI Soekarno-Hatta. Monumen megah yang diresmikan Presiden Soeharto pada 17 Agustus 1980 itu menjadi struktur paling mencolok di atas lahan bekas tempat tinggal Bung Karno itu.

Satu-satunya monumen yang masih terkait langsung dengan zaman revolusi adalah Tugu Peringatan Satu Tahun Republik Indonesia. Setelah ikut jadi korban Bung Karno, monumen sejarah itu dibangun kembali di zaman Gubernur Ali Sadikin dan diresmikan pada 17 Agustus 1972.

Sulit dipahami
Sulit dipahami kenapa Bung Karno tega menghancurkan rumah bekas tempat tinggalnya sendiri, yang seharusnya juga menjadi bangunan paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Presiden pertama RI itu dikenal sebagai tokoh yang menghargai sejarah. Siapa tak kenal pada ucapannya ”jangan sekali-kali melupakan sejarah”, yang sering disingkat jadi jasmerah.

Sampai wafatnya, Juni 1970, Bung Karno tidak pernah menjelaskan apa alasan yang mendorongnya untuk membongkar gedung di Jalan Pegangsaan Timur 56. Namun, astronom senior, Bambang Hidayat, mengatakan, penghancuran Gedung Proklamasi dilakukan Bung Karno mungkin akibat bujukan kaum ”kiri” yang ingin menggantinya dengan bangunan lain yang lebih sosialistis. Hal itu ia dengar dari Komandan Seskoad Jenderal Soewarto saat berceramah di Institut Teknologi Bandung, akhir Oktober 1965, sebulan setelah peristiwa G30S. ”Saya tidak tahu kebenarannya, tetapi memang waktu itu merupakan periode untuk menenggelamkan karakter Soekarno,” tutur Bambang yang pensiunan guru besar ITB.

Dalam buku Sejarah Tugu Peringatan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia juga disebutkan, pembongkaran tugu itu—dan juga Gedung Proklamasi—berkaitan dengan maksud PKI untuk menghilangkan bukti-bukti peninggalan sejarah proklamasi kemerdekaan Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengganti tanggal 17 Agustus 1945 dengan tanggal 1 Oktober 1965 jika mereka berhasil merebut kekuasaan lewat kudeta.

Sayang, kebenaran cerita ini pun belum dapat dipastikan. Dengan begitu, alasan sesungguhnya dari pembongkaran Gedung Proklamasi masih tetap menjadi misteri sampai saat ini, delapan windu setelah Dwitunggal Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.
wah...pertamaxxx ga ya???
nice inpoh...
Lanjutkan...
Misteri Batu Krobu
Quote:Probolinggo,(Ansor Online): Kisah Baru Krobu menyimak perhatian warga Probolinggo. Bahkan batu tersebut dikabarkan memiliki kekuatan gaib. Meski kekuatan gaib memang ada. Namun masyarakat tidak perlu terlalu mempercayai karena dapat menjadikan seseorang mendekati kufur. “Kalau memang Allah berkehendak semuanya bisa saja terjadi,”
Demikian dikatakan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo, KH. Syaiful Hadi kepada wartawan di Probolinggo, 6 Nopember 2009.
Spoiler for batu:

Menurut dia, keyakinan masyarakat terhadap adanya batu krobu yang mempunyai kekuatan, itu semata-mata karena Allah ingin menunjukkan kepada hambanya melalui sebuah benda. Seperti sebilah keris milik Presiden Soekarno. “Nah, sebilah keris yang dimiliki oleh beliau itu mempunyai sebuah kekuatan,” tambahnya
Hanya saja, untuk mengetahui benda gaib memang tidak sembarangan orang. Mereka adalah orang-orang yang terpilih dan mempunyai keahlian khusus untuk menembus ke alam gaib.
KH.Syaiful Hadi mengimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu berlebihan mempercayai batu krobu. Jika hal itu sampai terjadi, maka tidak menutup kemungkinan seseorang akan mendekati kekufuran. Artinya, menyamahi keberadaan Allah dengan benda. Apalagi sampai meyakini benda itu bisa mengabulkan permintaan seseorang


Tugu Pancoran Punya Misteri ?
Quote:seperti di lihat di gambar kita akan membahas patung PANCORAN… pasti semua bertanya tanya mengenai arah tangan dari patung pancoran. hal seperti ini juga terjadi pada diri saya yang selalu bertanya tanya mengapa arah tangan patung pancoran mengacung ke arah utara???
mengapa tidak ke arah timur. atau selatan?? mengapa pula tidak mengarah ke istana???
Spoiler for pic:

Hal inilah yang akan saya coba jawab dalam thread ini…
patung yang biasa di sebut patung pancoran ini sebenarnya bernama asli patung dirgantara. karena letak nya yang berada di daerah pancoran, patung ini biasa di sebut patung pancoran. patung ini memiliki tinggi 11 meter dan terbuat dari 11 ton perunggu serta memiliki landasan berbentuk lengkungan dari beton setinggi 27 meter. Dirancang oleh Edhi Sunarso, dibuat oleh seniman Keluarga Arca dari Yogyakarta, dan diawasi langsung oleh Presiden Soekarno sendiri, patung ini selesai dibangun dalam dua tahun (1964-1965).
Ada gosip yang mengatakan bahwa Presiden Soekarno harus menjual mobilnya untuk membiayai pembuatan patung ini. Sayangnya sekarang monumen ini tertutupi oleh jalan layang dan jalan tol, dapat Anda lihat fotonya di galeri.
inilah potret pancoran tempoe doloe…
Spoiler for pic:

Arah tangan patung pancoran
beberapa cerita tentang misteri acungan tangan patung pancoran terus mengalir selama beberapa dekade. beberapa orang menceritakan bahwa patung ini menhadap ke sebuah pelabuhan sunda kelapa yang merupakan jantung peradaban bangsa indonesia selama di jajah belanda. ada juga yang mengatakan bahwa patung ini mengarah ke sebuah lokasi harta karun peninggalan Ir. Soekarno yang konon bisa melunasi hutang negara indonesia.


Quote:Banyak orang mengaku keturunan tokoh terkenal, semisal ada yang mengaku keturunan Bung Karno – dari istri yang tidak dikenal publik – bahkan mengaku sebagai pemegang mandat harta Bung Karno/dana revolusi di luar negeri. Waspadai penipu jenis ini, dia tampil amat profesional. Penipu itu dimana saja sama. Suka menyatut nama orang besar orang lain untuk meninggikan gengsinya
sumber : http://beritamaya.wordpress.com/2009...al-ilmu-ghaib/


Pusaka Bung Karno
Quote:Meski Bung Karno dikenal rasional dan bervisi jauh ke depan, kehidupan presiden pertama RI ini tidak lepas dengan hal-hal yang bersifat spiritual-budaya, seperti keris, tombak dan pusaka lain. Karena itulah beberapa benda pusaka lalu diboyong ke istana. Dan pusaka-pusaka itu kini dibuatkan tempat khusus yang dikelola sebuah yayasan. Lembaga yang mengurus benda-benda pusaka itu adalah Guruh Soekarnoputra, sebagai Ketua Yayasan Bung Karno sejak 1978. Bagi alumni Fakultas Arkeologi Universiteit van Amsterdam, Belanda ini, memelihara pusaka ayahandanya jadi amat mengasyikkan. Guruh pernah mengemukakan pendapatnya soal pusaka peninggalan Bung Karno itu. Menurutnya benda-benda itu didapat dari leluhur, istana dan keluarga. Istana yang dimaksud adalah Istana Merdeka, Istana Bogor, Batutulis dan lain-lain. Bentuknya beragam, misal keris, tombak, tongkat komando dan sebagainya. Pusaka Bung Karno kebanyakan berasal dari jalur ayah, kakek moyang yang kebetulan berdarah Majapahit. Sementara dari nenek atau ibu berasal dari keturunan Raja Buleleng. Dengan begitu ada juga yang berasal dari Singosari. Pusaka itu dikumpulkan sejak Bung Karno masih muda hingga jadi presiden dan sesudahnya. Jumlahnya masih terus diinventarisasi. Sebab, pusaka itu ada beberapa yang masih di istana dan di keluarga, belum pernah dipamerkan pula. Hingga sekarang, baru sepersepuluh benda peninggalan Bung Karno yang pernah dipamerkan. Keluarga Bung Karno merasa tidak heran bila ada beberapa pihak mengaku memiliki ‘tongkat komando’ Bung Karno. Sebab, segala sesuatu yang berhubungan dengan Bung Karno, selalu menjadi fenomena menarik. Tidak hanya di dalam negeri, tapi juga di luar negeri. “Kalau ada yang mengklaim punya pusaka Bung Karno asli, itu urusan mereka. Apa pun klaim di luaran, itu terserah mereka,” papar Guruh pada sebuah media ibukota. Bung Karno memang punya berbagai model tongkat komando. Tetapi yang paling sering hanya satu atau dua. Yang paling sering dibawa, tongkat dan keris yang ada di ruang hening. Jika di masyarakat ada yang mengaku memiliki pusaka Bung Karno, tak bisa dipercaya begitu saja. Harus ada pembuktian. Pusaka Bung Karno semua ada di keluarga dan di istana. Kalau ada keluarga tertentu merasa mempunyai pusaka, ada proses lanjut apakah bisa dibuktikan kebenarannya atau tidak. Pada 1942 Bung Karno pernah berada di Babo, Papua. Wilayah ini punya arti dan nilai sejarah tinggi berkaitan erat dengan ‘Keris Pusaka’ yang diperoleh Bung Karno dari Gunung Nabi melalui Cosmos Werbete. Keliopes Werbete salah seorang pelaku sejarah menceriterakan kepada wartawan setempat, Bung Karno berada di Babo ketika Perang Dunia (PD) II masih berkecamuk. Tokoh yang kemudian menjadi salah satu Proklamator RI ini diincar tentara Jepang untuk dibunuh. Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Bung Karno dilarikan dari Babo ke kampung Refideso oleh Cosmos Werbete, kemudian menuju Gunung Nabi. “Di Gunung keramat itulah Bung Karno diberi keris wasiat,” ungkap Keliopes kepada wartawan ibukota. Dan setelah membawa keris tersebut, Bung Karno berhasil meloloskan diri dari percobaan pembunuhan. Tapi pada ujungnya, bersama Cosmos Werbete pemilik keris tersebut, Bung Karno diasingkan Belanda.
Spoiler for bung karno:


Bagaimana kawan menarik bukan? oke silahkan tulis komentar kamu mengenai artikel diatas
Quote:”Insya Allah, jika saya diberi izin, semua harta peninggalan Bung Karno ini bisa membayar utang kita. Saya yakin bisa melaksanakannya,” ungkap Goroyo sembari membantah dirinya paranormal. Dia juga membantah berambisi menjadi presiden atau jabatan politis lain. ”Semua saya lakukan dan beberkan untuk membangun negara kita,” tegasnya.

klo bener yah alhamdulilah ya robil alamin

yah mudah2an bukan cuman obral janji...
Pada wktu beliau berkuasa pernah terjadi krisis moneter so perihal harta tersembunyi beliau, terus terang ane ragu akan keberadaannya ...



wassalam
Agan Sesepuh Supranatura,

Bisa tolong dibabarkan disini mengenai ilmu2 yang dimiliki oleh bung Karno.

terima kasih
Quote:Original Posted By 赤 ã­ æ¨ ä¸
klo bener yah alhamdulilah ya robil alamin

yah mudah2an bukan cuman obral janji...


mungkin memang benar adanya, cuma yang disuruh bayar bisa2 ditilep, ups...
Ir.Sukarno paling matabs !!!

btw denger2 si JFK pernah ngebungkuk sembari minta aaf sama sukarno gara2 telat dateng ke sebuah pertemuan
nice inpo gan,,,beliau emang hebat,,,
sepertinya waktunya uda tiba nih gan



langit warna merah

langit warna ungu

langit warna kuning

purnama merah atau kuning selanjutnya?

emang uda waktunya gan?
Quote:Original Posted By Bless2Heaven
sepertinya waktunya uda tiba nih gan



langit warna merah

langit warna ungu

langit warna kuning

purnama merah atau kuning selanjutnya?

emang uda waktunya gan?


saya juga kurang tau, mohon sesepuh buat menjelaskannya
ane punya duitnya noh gan, duit soekarno bisa gulung sendiri kalo di taro di telapak tangan

ni linknya gan
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=3773911
Quote:Original Posted By Tarigans
Ir.Sukarno paling matabs !!!

btw denger2 si JFK pernah ngebungkuk sembari minta aaf sama sukarno gara2 telat dateng ke sebuah pertemuan


maksudnya gimana um?
gw sebagai orang muslim mengidolakan 3 orang di dunia untuk jadi panutan hidup yg baik buat gw ...

1. Nabi Muhammad SAW
2. Ir. Sukarno
3. Ahmadinejad

mereka sangat berkompeten dalam hidupnya ...
Quote:Original Posted By copozzz
gw sebagai orang muslim mengidolakan 2 orang di dunia untuk jadi panutan hidup yg baik buat gw ...

1. Nabi Muhammad SAW
2. Ir. Sukarno
3. Ahmadinejad

mereka sangat berkompeten dalam hidupnya ...


benar sekali saya juga gan
Weww..
Quote:Original Posted By copozzz
gw sebagai orang muslim mengidolakan 3 orang di dunia untuk jadi panutan hidup yg baik buat gw ...

1. Nabi Muhammad SAW
2. Ir. Sukarno
3. Ahmadinejad

mereka sangat berkompeten dalam hidupnya ...


saya belum terlalu paham sama yang saya bold tadi, mohon penjelasannya....
Quote:Original Posted By Bless2Heaven
sepertinya waktunya uda tiba nih gan



langit warna merah

langit warna ungu

langit warna kuning

purnama merah atau kuning selanjutnya?

emang uda waktunya gan?


maksudnya apa gan?