copasan ikai

Spoiler for nice story kang:

KRI KLewang

Banyuwangi akan Jadi Kota Industri Baru

Quote:Banyuwangi - Kabupaten Banyuwangi, diproyeksikan menjadi wilayah industri baru di Jawa Timur. Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator Perekonomian RI Hatta Radjasa, saat kunjungan kerja di Banyuwangi, Jumat (7/9/2012).

Hatta menjelaskan kota-kota industri di Jatim seperti Sidoarjo dan Gresik saat ini sudah terlalu padat. Untuk mewujudkan rencana itu, Pemkab Banyuwangi diminta menyiapkan lahan yang diperuntukan sebagai kawasan industri.

"Infrastrukturnya disediakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum," katanya pada sejumlah wartawan.

Potensi Banyuwangi menjadi kawasan industri, lanjutnya, didukung dengan adanya Bandar Udara dan Pelabuhan. Kedepan sangat mungkin Banyuwangi bisa menjadi kawasan ekonomi khusus.

"Banyuwangi masuk dalam masterplan investasi indonesia," tandasnya.

(fat/fat)



Sumber



semoga terealisasi agar dapagt memajukan Banyuwangi dan sekitarnya.

ternyata Semalam terjadi gempa di sekitar banyuwangi


Gempa Mag:5.2 SR,08-Sep-12 00:41:05 WIB,10 Km,(259 km BaratDaya BANYUWANGI-JATIM )


sumber

Tambang Emas Banyuwangi, IMN vs Intrepid?

Quote:Banyuwangi - Ditengah isu perebutan saham proyek tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Banyuwangi, PT Indo Multi Niaga (IMN) dikabarkan akan 'mengusir' fasilitas yang didanai Intrepid Mines Limited.

Fasilitas yang ditarik yakni mesin pemboran atau Rig yang selama ini dipergunakan untuk eksplorasi emas. "Itu (Rig) milik kontraktor yang didatangkan Intrepid," kata seorang sumber yang berpesan pada detiksurabaya.com untuk merahasiakan namanya, Sabtu (8/9/2012).

Selain itu, aktifitas kantor juga akan berhenti total. Semua karyawan dari jajaran Manajerial hingga ke staf akan diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan.

Sayangnya, PT IMN belum dapat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut. Pesan singkat yang dikirim detiksurabaya.com, Sabtu (8/9/2012), ke salah satu pejabat PT IMN belum dibalas.

Beredar kabar, kisruh terjadi karena PT IMN menjual 80 persen sahamnya ke investor baru. Dan Intrepid mengklaim bila saham 80 persen itu miliknya. Karena perusahaan asal Australia itu telah memenuhi kewajiban untuk mendapatkan saham tersebut.

PT IMN sendiri selalu membantah adanya keterlibatan modal asing diperusahaannya. Disisi lain Intrepid secara terbuka menyebut ekplorasi di Gunung Tumpang Pitu, yang diberi nama "Proyek Tujuh Bukit Banyuwangi" di internet itu miliknya.

Selain bermasalah dengan Intrepid Mines Limited. PT IMN dikabarkan tengah bermasalah juga dengan Indoaust Mining PTY LTD, Indoaust Minng (BVI) LTD dan seorang bernama Paul Michael Willis, warga negara Australia. Namun kedua perusahaan itu masih belum bisa dikonfirmasi.

Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, bungkam saat dimintai komentarnya terkait kemelut tambang emas Banyuwangi, yang terlanjur merelakan hutan produksi dan hutan lindung sebagai lokasi tambang. Zulkifli hanya mengatakan, kemelut itu bukan wilayahnya.

"Itu bukan wilayah saya," singkatnya saat ditanya detiksurabaya.com, saat kunjungan kerja di Banyuwangi, Jumat (7/9/2012) kemarin

Hal yang sama diucapkan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Menurutnya, kemelut tersebut tidak berpengaruh pada Pemkab Banyuwangi. Karena yang terjadi adalah kemelut antara dua korporasi.

"Itu (kasus) korporasi to korporasi bisnis to bisnis," jawab Anas, saat berbincang dengan detiksurabaya.com beberapa waktu lalu dikantornya.

(gik/gik)


kisruh oh kisruh kenapa kok selalu ada kisruh ?

Sumber

Anas Ajak Pengusaha Berinvestasi di Banyuwangi

Quote:Banyuwangi - Daerah harus bangkit untuk bisa menyaingi Surabaya ataupun kota-kota besar lainnya. Itulah semangat yang digelorakan Abdullah Azwar Anas.

Mantan anggota DPR RI dari PKB yang sekarang terpilih sebagai bupati Banyuwangi ini bertekad menjadikan Kota Blambangan sebagai kawasan yang patut dilirik investor.

"Sudah saatnya kita memutar arah kemudi pembangunan menuju ke timur (Banyuwangi), jangan semata-mata ke barat (Surabaya dan sekitarnya)," terang Anas dalam bincang-bincangnya dengan wartawan, Kamis (13/9/2012).

Untuk menyambut itu, Anas menyatakan bahwa Banyuwangi melakukan pembenahan dan bekerja keras memperbaiki diri, seperti pembenahan sektor pariwisata dan peningkatan kualitas sumber daya manusianya

Sejumlah industri besar yang telah menaruh kepercayaannya dengan mendirikan pabrik di Banyuwangi, antara lain, PT Semen Gresik Tbk dan PT Semen Bosowa hingga pertambangan emasnya.

Bahkan Kementerian BUMN juga menyiapkan pembangunan pabrik gula modern dan terbesar se-Indonesia di Banyuwangi dengan kapasitas giling 10.000 ton tebu per hari. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Banyuwangi, Anas menyiapkan 600 hektar yang akan dijadikan kawasan industri.

Selain masuknya industri raksasa, dua maskapai penerbangan juga telah beroperasi untuk menghubungkan Surabaya dengan Banyuwangi. Setelah Merpati Airlines, giliran Wing Air yang melayani untuk bisa menikmati keindahan panorama maupun bagi yang menanamkan investasi di Banyuwangi.

Mulai 20 September, Wings Air akan resmi menggarap rute Surabaya-Banyuwangi dan Banyuwangi-Surabaya. Penerbangan dilakukan setiap hari. Wings Air akan berangkat dari Bandara Internasional Juanda Surabaya pukul 09.30 WIB dan tiba di Bandara Banyuwangi pukul 10.20 WIB. Adapun keberangkatan dari Banyuwangi pukul 10.45 WIB dan tiba di Surabaya pukul 11.35 WIB.

Sedangkan Merpati Airlines rute Surabaya-Banyuwangi pukul 13.40 WIB dan Banyuwangi-Surabaya pukul 15.00. Merpati juga menggarap rute ini setiap hari. "Artinya, untuk sampai Banyuwangi dari Surabaya hanya butuh waktu 50 menit. Ini bukti perekonomian Banyuwangi semakin meningkat," ujar Anas.

Selain Bandara Banyuwangi, perekonomian timur Jatim juga ditopang oleh keberadaan Pelabuhan Tanjung Wangi. Pelabuhan ini terus dibenahi, termasuk dengan pemanjangan dermaga. Pelabuhan Tanjung Wangi di Banyuwangi ini diharapkan bisa menjadi tempat bagi perusahaan yang berbasis maupun mengincar kawasan timur Indonesia.

"Selain memangkas biaya distribusi karena tak harus ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, pengembangan pelabuhan di kawasan timur Jatim ini bisa memeratakan perputaran ekonomi," jelas Anas.

Anas menambahkan, pembangunan infrastruktur berdampak signifikan bagi perekonomian masyarakat. Selain bandara dan pelabuhan, pemerintah juga tengah menyiapkan double track Banten-Banyuwangi. Banyuwangi sendiri tahun ini memperbaiki sekitar 300 kilometer jalan raya, terutama untuk membuka akses di kawasan-kawasan yang jauh dari pusat kota.

"Infrastruktur jadi kunci perekonomian masyarakat, karena itu mari bersama-sama membenahi infrastruktur," ujarnya.

Anas yakin, dengan infrastruktur yang memadai di Banyuwangi akan bisa menjadi pendorong kabupaten lain di kawasan timur Jatim, maupun warga Banyuwangi sendiri. Sehingga Banyuwangi bisa menjadi pusat pertumbuhan baru di kawasan timur.

"Selama ini pembangunan ekonomi masih berpusat di Surabaya dan sekitarnya. Sekitar 70 persen penyaluran kredit ada di Surabaya, Malang, Gresik, dan Sidoarjo," ujarnya.

Posisi penyaluran kredit di Banyuwangi sendiri per Juni 2012 mencapai Rp 5,3 triliun, tumbuh sekitar 33 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan 33 persen ini melampaui pertumbuhan rata-rata nasional yang hanya sekitar 25,8 persen.

"Banyuwangi kini menjadi kota tujuan investasi ketiga di Jatim. Investor ke Banyuwangi itu seperti masuk ke warung nasi padang. Silakan makan, pilih menu sendiri, kenyang baru bayar," pungkas Anas.



SUMBER

Mantan Bupati Banyuwangi Ratna Dijebloskan ke Rutan Medaeng

Ternyata selain berprestasi Banyuwangi juga punya kabar Hot dari bupati sebelumnya

Spoiler for Berita:


Sumber
Quote:Original Posted By SuPeRnoVa8
Ternyata selain berprestasi Banyuwangi juga punya kabar Hot dari bupati sebelumnya

Spoiler for Berita:


Sumber


ono hang ngerti dulor perkembangane semen bosowa weh teko ndi.....
Quote:Original Posted By odedanqyu
ono hang ngerti dulor perkembangane semen bosowa weh teko ndi.....

durung ono beritane kang
Quote:Original Posted By SuPeRnoVa8

durung ono beritane kang


iyo kang, krungu2 nyedot ribuan peggawai mengko lek sido mbuka, mugo2 isu salah siji ne...
Quote:Original Posted By odedanqyu
iyo kang, krungu2 nyedot ribuan peggawai mengko lek sido mbuka, mugo2 isu salah siji ne...

iyo seh kang isun mari moco beritane tapi mbuh kapan di buka pabrik bosowane
Pemkab Siapkan Rp 1,35 Miliar Untuk Kapal Cepat Banyuwangi - Bali

Rabu, 23 Januari 2013
BANYUWANGI – Rencana Pemkab Banyuwangi untuk menyediakan Kapal Cepat di Banyuwangi - Bali, akan segera terwujud. Untuk rencana Kapal Cepat tersebut, pemkab telah menyediakan anggaran sebesar Rp 1,35 miliar. Menurut Plt Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika, Nur Agus Suharto, anggaran pengadaan satu unit kapal cepat yang akan melayani penyeberangan Selat Bali telah disiapkan lewat anggaran APBD Tahun 2013.

Namun sebelum pengadaan kapal, pemkab akan melakukan kajian terlebih dahulu untuk menentukan jenis kapal, fungsi, rute dan lokasi sandar kapal. “Untuk kajian ini tidak begitu lama, kita akan menunjuk satu konsultan. Setelah selesai, kita akan segera wujudkan kapal cepat ini,” tegas Agus.

Kapal cepat yang direncanakan pemkab itu memiliki kapasitas antara 10 hingga 25 penumpang, dengan panjang 14 meter. Adapun tujuan dan misi mengapa harus ada Kapal Cepat, karena pemkab memiliki tujuan, yang pertama untuk mempercepat waktu tempuh antara Banyuwangi dengan Jembrana, Bali. “Selama ini proses penyeberangan Ketapang – Gilimanuk, dengan menggunakan Kapal Fery, memang cukup lama dan memakan waktu. “Lha untuk melipat waktu antara jarak keduanya kami telah siapkan Kapal Cepat,” kata Agus.

Yang kedua, sebagai upaya menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Dengan adanya speed boat ini saya yakin PAD yang telah kita capai saat ini akan bertambah,” ujar Agus. Tujuan yang lain pengadaan kapal cepat ini adalah untuk melayani tamu-tamu daerah yang akan menyebrang ke Bali. Selain itu, pengadaan kapal cepat ini juga untuk pengembangan sektor pariwisata dan budaya. (Humas dan Protokol)

Dua Hari Lagi, Pemkab Luncurkan Program I Love Banyuwangi

BANYUWANGI – Peluncuran program I Love Banyuwangi (Aku Cinta Banyuwangi, Red) tinggal dua hari lagi. Hari Minggu (27/1) mendatang, Pemkab Banyuwangi bersama seluruh elemen masyarakat akan melaunching bersama kegiatan ini dalam acara Car Free Day di Taman Blambangan.

Menurut Kepala Bagian (Kabag) Organisasi, Mohammad Yanuarto Bramuda, program ini dilaunching sebagai wujud kecintaan masyarakat Banyuwangi terhadap kotanya. “Tentunya wujud cinta tersebut disesuaikan dengan profesi masing-masing. Yang pelajar ditunjukkan dengan giat belajar, yang LSM disesuaikan dengan bidangnya yakni melakukan kontrol bagi pemerintah, yang PNS ya semakin meningkatkan kinerja dan pelayanannya pada masyarakat,”jelas Bram, sapaan akrabnya.

Diluncurkannya program ini merupakan bukti kepercayaan diri Banyuwangi mulai bangkit. Setelah sukses menggelar Banyuwangi Festival 2012, kini Banyuwangi confident menunjukkan taringnya ke dunia luar. “Kami ingin menumbuhkan kebanggaan warga Banyuwangi terhadap bumi kelahirannya ini,”ujar Bram.

Launching I Love Banyuwangi ini nantinya akan diawali dengan pembagian ribuan kaos dan pin berlogo I Love Banyuwangi oleh Pemkab Banyuwangi untuk masyarakat, usai mengikuti senam pagi bersama. Setelah itu dilakukan pengucapan ikrar bersama tentang cinta Banyuwangi dari berbagai elemen yang hadir. Ada PNS, TNI/Polri, DPRD, pelajar, pengusaha dan perbankan. Selain itu juga ada budayawan, seniman, LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), partai politik, pedagang kaki lima, pengamen jalanan, dan pedagang pasar.

Berikutnya dilanjutkan dengan peresmian logo I Love Banyuwangi di bando besar bertuliskan Taman Blambangan yang berada di bagian sudut ruang terbuka hijau ini.Sejumlah pengendara becak dan kendaraan bermotor nantinya juga dilibatkan dengan diajak untuk tertib berlalu lintas. Kendaraan mereka akan ditempeli stiker berlogo I Love Banyuwangi. Tidak itu saja. Semua yang hadir juga diajak menanam bersama pohon ayoman dan buah-buahan di tepi Taman Blambangan. Khusus penanaman pepohonan ini, jelas Bram, selain ke depan diharapkan menjadi tanaman pelindung dari panas, warga Banyuwangi juga nantinya ketika bersantai atau berolahraga di Taman Blambangan beberapa tahun mendatang bisa menikmati buah-buahan yang mereka tanam sendiri tersebut.Kegiatan yang nantinya juga diramaikan dengan pentas musik anak jalanan itu akan diakhiri dengan bersih-bersih di areal Pasar Blambangan.

Namun Bram memastikan, kegiatan ini tak hanya berakhir disitu. “Pasca launching ini, gerakan I Love Banyuwangi akan dilanjutkan di 24 kecamatan yang ada di Banyuwangi rutin sebulan sekali dengan pola bergilir dari satu kecamatan ke kecamatan lainnya. Nantinya akan diawali dengan kegiatan jalan sehat mlebu kampung dengan menggunakan kaos I Love Banyuwangi. Setelahnya barulah disambung dengan kegiatan lain seperti penanaman pohon, pemasangan stiker I Love Banyuwangi di kendaraan dan rumah warga, ataupun pemberian santunan pada rmah tangga kurang mampu sambil mensosialisasikan gerakan kebersihan atau pelunasan pajak. “Intinya, dilaunchingnya kegiatan ini adalah untuk menunjukkan action masyarakat secara langsung. Semua elemen tanggap pada apa yang terjadi di Banyuwangi, dan apa yang dibutuhkan untuk memajukan Kota Gandrung ini,” ujar Bram mengakhiri. (Humas & Protokol)

Bondowoso Kamis, 07/02/2013 06:50

Soal Rekomendasi, Keputusan Panwaslu Berubah-Ubah

Quote:

kabarbondowoso.com - Akhirnya, Panitia Pengawas Pemilukada (Panwaslu) Kabupaten Bondowoso menganulir rekomendasi terhadap pasangan Harisma sebagai pendaftar pertama. Itu terjadi setelah sejumlah partai pendukung mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bondowoso dan memberikan penjelasan secara rinci yang dihadiri dua anggota Panwaslu.

Bahkan, saat para partai pendukung yang dihadiri langsung Bakal Calon Bupati (Bacawabup) Amin Said Husni memberikan sejumlah pertanyaan yang menilai rekomendasi Panwaslu diskriminatif dan tidak punya dasar yang jelas membuat anggota Panwaslu kebingungan.

Tim pasangan Aswaja yang memprotes keluarnya rekomendasi tersebut dikomandani H. Tohari, S. Ag, H. Achmad Dafir, Mh Sinoel, H. Fadil, Miftahul Huda serta sejumlah Ketua partai politik pengusung pasangan Aswaja. Mereka kemudian meminta agar anggota Panwaslu dan KPUD Bondowoso segera melakukan rapat dan meminta Panwaslu menganulir rekomendasi yang meminta agar KPUD merekomendasi pasangan Harisma sebagai nomor urut 01.

Kepada anggota KPUD dan Panwaslu, H. Achmad Dafir mengatakan bahwa pada saat pendaftaran, tim Aswaja yang dikomando oleh H. Tohari tiba di kantor KPUD pada pukul 07.30. Kemudian dia menyerahkan berkas pendaftaran pencalonan Aswaja ke Sekretariat KPUD dan pihak Sekretariat sudah mencatat berkas pendaftaran itu di buku register sekitar pukul 07.35.

Lanjut A. Dhafir bahwa setelah dia menyerahkan berkas pendaftaran, datanglah tim dari pasangan Harisma. Dalam jeda tersebut, tim Harisma masih belum menyerahkan berkas pendaftaran hingga datang pasangan Aswaja yang kemudian duduk di tempat yang sudah disediakan.

Bahkan, berkas Aswaja yang sudah diserahkan itu tidak pernah dikembalikan. Baru kemudian setelah Aswaja terdaftar di KPUD, tim Harisma kemudian mendaftar. “Jika mengacu pada aturan yang ada, maka Aswajalah yang menjadi pendaftar pertama,” kata Dhafir.

Oleh karena itu, Dhafir dan tim yang lain meminta KPU menjelaskan kenapa rekomendasi tersebut tidak ke Aswaja. Atas pertanyaan itu, anggota KPUD H. Muhammad Malik, M. Ag yang membidangi masalah hukum dan pengawasan kepada seluruh tim Aswaja mengatakan bahwa saat itu KPUD terdesak.

“Kami saat itu terdesak. Pada saat tim Harisma datang ke KPUD dan meminta agar menempatkan Harisma sebagai nomor urut 01, tiba-tiba datang surat rekomendasi Panwaslu. Berdasarkan rekomendasi inilah kami kemudian menetapkan Harisma sebagai nomor pendaftar urut 01,” ujarnya.

Sementara Ketua Pengawas Panwaslu, Aji Prasetyo tidak bisa menjawab atas alasan apa yang mendasari keluarnya rekom tersebut. Tampak raut wajahnya terlihat pucat sebagaimana anggota Panwaskab yang lain, Zuhro Afandi.

Apalagi saat Ketua KPUD, Zainuddin membacakan hasil pemeriksaan saat dipanggil Panwaslu. Dalam kronologis itu jelas bahwa kedatangan tim Aswaja merupakan yang pertama yang kemudian berkasnya diterima dan tidak pernah dikembalikan.

Namun dalam keputusan KPUD saat itu, pihak KPUD menilai bahwa pendaftaran tersebut dilakukan secara bersama-sama. Setelah kronologis dibacakan, Panwaslu semakin terpojok. Lebih-lebih saat KPUD menyatakan berkas yang paling lengkap pertama kali adalah Aswaja.

Bahkan, hingga tanggal 2 Februari berkas yang diajukan Harisma juga belum dilengkapi. Tim Aswaja terus meminta agar Panwaslu mencabut rekomendasi ke KPUD yang menilai sebagai rekomendasi diskriminatif terhadap Aswaja. Akhirnya, sekitar pukul 07.00 Panwaslu mengeluarkan rekomendasi baru yang mencabut rekomendasi sebelumnya yang menyatakan bahwa pasangan Harisma adalah pendaftar pertama. Keputusan berbeda ini dinilai banyak pihak sebagai sikap yang plin plan

sumber:
Code:
http://kabarbondowoso.com/soal-rekomendasi-keputusan-panwaslu-berubah-ubah.html

Banyuwangi Published On: Thu, Feb 7th, 2013

Tambah Tinggi 1,2 Meter

Quote:BANYUWANGI – Kerusakan ruas jalan nasional di Banyuwangi segera diperbaiki. Pemerintah pusat sudah megalokasikan
anggaran sebesar Rp 49 miliar untuk recovery ja lan nasional. Kepastian anggaran Rp 49 miliar itu diperoleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi dari Balai Besar Bina Marga Wilayah V Jawa Timur di Sidoarjo Tahun 2013 ini Banyuwangi mendapat jatah anggaran perbaikan jalan sebesar Rp 49 mi liar,” ungkap Kepala Dinas PU BMCKTR Banyuwangi, Mudji ono, kemarin (5/2).

Hasil koordinasi dengan Balai Be sar Bina Marga Wilayah V, kata Mudjiono, anggaran itu di bagi menjadi dua. Anggaran se besar Rp 30 miliar akan digu nakan memperbaiki jalan na sional wilayah selatan dan Rp 19 miliar untuk perbaikan jalan di wilayah utara. Jalan di Banyuwangi Se latan yang akan diperbaiki terhitung dari perbatasan Jember hingga perbatasan Keca matan Srono-Rogojampi. Ang garan Rp 30 miliar itu akan di gunakan memperbaiki jalan di empat titik, yakni di ruas ja lan Genteng Kulon hingga per batasan Jember sepanjang 5,5 kilometer (Km), ruas Srono-Muncar sepanjang 2 Km, ruas jalan Benculuk-Rogojampi sepanjang 4,6 Km; dan ruas jalan Genteng-Benculuk sepanjang 2 Km.

Juga ada penggantian gorong-gorong dengan box cul vert di Kecamatan Genteng. Itu untuk mengatasi genangan air,” jelasnya. Sementara itu, anggaran Rp 19 miliar akan digunakan mem perbaiki jalan di wilayah uta ra mulai Bajulmati hingga Ke camatan Rogojampi. Fokus perbaikan jalan di wilayah uta ra, kata Mudjiono, ada di tiga titik;ruas jalan Watu do dol sepanjang 2,15 Km, ruas Jalan Gatot Subroto (de pan pelabuhan ASDP) sepan jang 1,5 Km, dan ruas jalan Banyuwangi-Rogojampi sepanjang 3,15 Km. Fokus perbaikan jalan di wilayah utara adalah pelebaran jalan.

Ruas jalan Watudodol sepan jang 2,15 Km akan di lebarkan menjadi 11 meter dari sebelumnya hanya tujuh meter. Khusus ruas Jalan Gatot Su broto, Ketapang, fokus ke giatannya selain pelebaran adalah meninggikan badan jalan. Meninggikan badan jalan, tu juannya agar tidak terjadi ge nangan air saat hujan. Jalan depan pelabuhan akan d i tinggikan menjadi 125 cm dengan lebar 11 meter. “Prioritas utama adalah kegiatan di de pan Pelabuhan ASDP,” jelas Mudjiono. Fokus kegiatan di ruas jalan Ba nyuwangi-Rogojampi sepanjang 3,15 Km adalah pe lebaran jalan dari tujuh meter menjadi 11 meter.

Semua pro yek 2013 itu sudah selesai di tender, tinggal menunggu pelaksanaan,” katanya. Anggaran Rp 49 miliar yang mengucur itu merupakan anggaran yang berasal dari APBN induk. Dalam APBN perubahan, Pemkab Banyuwangi akan mengusulkan lagi beberapa anggaran. Untuk diketahui, dalam pemba hasan anggaran APBN 2013 lalu, Bupati Abdullah Azwar Anas mengusulkan anggaran Rp 125 miliar untuk perbaikan ja lan nasional di Banyuwangi. Dari usul itu, anggaran yang me ngucur sebesar Rp 49 miliar. Dalam pembahasan APBN pe rubahan, akan disampaikan usul memperbaiki jalan nasional lagi di Banyuwangi. “Masih ada kesempatan untuk da pat anggaran lagi. Kita akan ngamen lagi ke Jakarta,” tambah Mu djiono. (radar)


sumber:
Code:
http://www.kabarbanyuwangi.info/tambah-tinggi-12-meter.html

Banyuwangi Published On: Thu, Feb 7th, 2013

Gugatan Praperadilan PT Pancoran Ditolak

Quote:BANYUWANGI – Upaya perlawanan hukum dua tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan ruang inap di RSUD Genteng semen tara kandas. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi menolak gugatan praperadilan yang di layangkan Komisaris dan Di rut PT Pancoran Mas Karya In dah Jember, Riskiyanto Dodik Pram dan Ir. Dwinta Indarwati, kemarin (5/2). Dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan yang digelar di ruang utama PN Banyuwangi itu, hakim tunggal Bawono Eff endi SH dalam amar pu tusannya menolak secara keseluruhan permohonan yang disampaikan kuasa hukum dua tersangka.

Bawono juga memutuskan, tin dakan kejaksaan negeri (kejari), selaku termohon, yang telah melakukan pemeriksaan dan penahanan dua tersangka dari PT Pancoran itu dianggap sudah benar dan sah “Pemohon membayar biaya per kara nol rupiah,” cetus Bawono Effendi SH saat membacakan putusannya kemarin. Sebelum membacakan putusan, Bawono sempat menguraikan alasan gugatan yang di lakukan kuasa hukum dua bos PT Pancoran itu. Dalam gugatan yang dikirim 16 Januari 2013 lalu itu, para pemohon me nyebut penahanan Ris kiyanto Dodik Pram dan Ir. Dwinta Indarwati dianggap tidak sah dan melanggar hak asasi manusia (HAM).

Kuasa hukum PT Pancoran selaku pemohon berdalih, proyek ruang rawat inap dua lantai di RSUD Genteng senilai Rp 4,1 miliar dari APBD Ba nyuwangi 2010 itu tidak ada kerugian negara. “Materi yang disampaikan pemohon itu materi pokok yang harus di buktikan dalam persidangan. PN tidak punya kewenangan,” katanya. Dalam amar putusannya, Bawono menyebut penahanan yang dilakukan kejari selaku ter mohon dianggap telah sesuai Kitab Undang-Undang Hu kum Acara Pidana (KUHAP). Penahan yang dilakukan itu, jelas dia, juga sudah disampaikan kepada kedua tersangka dan keluarganya. Surat penahanan untuk keluarganya disampaikan saksi Suyono kepada kuasa hukumnya,” jelasnya.

Kuasa hukum PT Pancoran Hadi Eko Yuchdi SH saat dikonfirmasi terkait ditolaknya gugatan prapera dilan menyebut, putusan pra pe ra di lan yang ditolak me ru pakan hal biasa. “Wajar, pu tusan pra peradilan ditolak itu wajar,” ujarnya saat ditemui usai per si dangan di PN Banyuwangi ke marin. Eko menyebut, gugatan praperadilan kepada pemerintah pusat hingga Kejari Banyuwangi itu sebagai bentuk perlawanan. Sebab, jelas dia, kliennya yang telah ditahan kejaksaan itu merasa dizalimi. “Ini (gugatan praperadilan) sebagai perlawanan terakhir,” cetusnya. Meski gugatan praperadilan yang diajukan ditolak, Eko mengaku akan tetap meng hormati keputusan hakim. Ha nya saja, pihaknya akan tetap melakukan aksi dengan versi lain. “Akan ada aksi lain. Lihat saja nan ti,” sebutnya. (radar)


sumber:
Code:
http://www.kabarbanyuwangi.info/gugatan-praperadilan-pt-pancoran-ditolak.html

Banyuwangi Published On: Thu, Feb 7th, 2013

Tiga Pejabat Segera Pensiun

Quote:

BANYUWANGI – Sejumlah pejabat eselon II di ling kungan Pemkab Banyuwangi akan memasuki purna tugas tahun ini. Pejabat eselon II yang segera pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS) itu diawali Asisten Administrasi Pemerintah (Aspem) Abdullah. Pejabat kelahiran Bondowoso 1957 itu akan memasuki purna tugas 1 Maret 2013 mendatang. Perjalanan karir Abdullah sebagai PNS dimulai sebagai pe gawai Departemen Penerangan di daerah asalnya.

Setelah hijrah ke Bumi Blambangan, Ab dullah pernah memangku beberapa jabatan penting. Dia pernah bertugas sebagai Camat Kalipuro Dia juga pernah dipercaya sebagai Camat Banyuwangi, Kabag Humas Pemkab, Kepala Badan Kesbangpol, dan terakhir se bagai asisten Pemerintah de ngan pangkat terakhir IV/c. Setelah Abdullah, giliran Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Ka diskop UKM) Bambang Sudjarwo yang pensiun. Pejabat yang dilahirkan 24 Mei 1957 itu akan me masuki purna tugas pada Juni 2013 mendatang.

Pejabat dengan pangkat IV/c itu pernah menduduki eselon II. Pada era Bupati Ratna Ani Les tari, Sudjarwo pernah menjabat sebagai Asisten Sosial Ekonomi Setkab. Namun, pada era yang sama, pe jabat kelahiran Jember itu sempat diturunkan ke eselon III. Itu terjadi karena pangkat Sudjarwo tidak memenuhi untuk menduduki kursi eselon II. Man tan Kabag Perekonomian itu merupakan salah satu korban rekayasa kenaikan pangkat yang menimpa sejumlah PNS Ba nyuwangi saat itu.

Pada era Bupati Abdullah Azwar Anas kali ini, Bambang Sudjarwo kembali mendapat promosi dengan menduduki jabatan eselon II setelah pangkatnya memenuhi syarat. Gelombang pensiun pejabat pemkab tidak berhenti di situ. Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Suhartoyo, juga akan pensiun tahun ini. Mantan kepala Bappeda itu akan menggantung seragam korps PNS Agustus 2013 mendatang. Sebelum pensiun, Suhartoyo pernah beberapa kali menduduki jabatan eselon II. Jabatan eselon II dimulai se bagai kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Koperasi. Setelah itu, Suhartoyo di percaya menjabat sebagai ke pala Bappeda.

Sebelum menjabat Asisten Administrasi Pemangunan dan Kesra, Suhartoyo pernah menjabat Asisten Pemerintahan. “Tahun ini hanya tiga pejabat eselon II yang akan purna tugas,” ungkap Kepala BKD, Sih Wahyudi. Pada tahun 2014 mendatang, gelombang pensiun masih akan berlanjut. Pada tahun mendatang, dua pejabat eselon II akan memasuki purna tugas, yakni Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Pudji Raharjo dan Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Keuangan, I Ketut Kencana N. Saputra. Pudji yang dilahirkan Desember 1957 itu akan pensiun pada Januari 2014, dan Ketut Kencana akan pensiun Agustus 2014 mendatang. Jumlah keseluruhan PNS yang akan pensiun pada 2013 ini 500 orang. (radar)


sumber:
Code:
http://www.kabarbanyuwangi.info/tiga-pejabat-segera-pensiun.html

Banyuwangi Published On: Thu, Feb 7th, 2013

Pendaftar Panwascam Tembus 150 Orang

Quote:BANYUWANGI – Animo masyarakat ter nyata cukup besar dalam mengikuti seleksi calon anggota panitia pengawas kecamatan (panwascam) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2013. Baru sehari Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Banyuwangi membuka lowongan, jumlah pendaftar sudah mencapai ratusan orang Ketua Panwaslu Banyuwangi, Rorry Desrino Purnama mengatakan, sejak pendaftaran dibuka Senin (4/2) hingga kemarin (5/2), warga yang mengambil for mulir pendaftaran anggota panwascam sudah sekitar 150 orang.

Rorry mengimbau warga yang berminat menjadi anggota panwascam segera mengambil berkas pendaftaran di Kantor Pan waslu di sebelah barat kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi. “Proses pengambilan dan pengembalian berkas pendaftaran kita layani sampai 9 Februari,” ujar nya. Setelah itu, Panwaslu Banyuwangi akan melakukan penelitian administrasi pada 11 Februari sampai 12 Februari. Pengumuman hasil seleksi administrasi berlangsung 13 Februari.

Selanjutnya, seluruh peserta yang lolos seleksi ad ministrasi akan menjalani tes tulis yang direncanakan berlangsung 15 Februari menda tang. Uniknya, Panwaslu akan melakukan jaring pendapat masyarakat mengenai masing-masing calon anggota panwascam yang lolos tes tulis. “Tanggapan masyarakat me ngenai rekam jejak masing-masing calon anggota panwas cam bisa disampaikan melalui surat elektronik (email) dan akun Facebook (Fb) Panwaslu Banyuwangi yang akan segera kita buat,” papar Rorry.

Rorry menjelaskan, layanan terhadap tanggapan masyarakat itu sesuaisuratedaranBa danPengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jatim tentang rekrutmen anggota panwascam. Penilaian calon anggota panwascam tidak murni dilakukan Panwaslu Banyuwangi, karena juga mempertimbangkan penilaian masyarakat. Pasca inventarisasi tanggapan masyarakat, Panwaslu akan melakukan uji kelayakan dan kepatutan calon anggota panwascam. “Akan dipilih tiga anggota sebagai komisioner panwascam di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Sekadar tahu, ada beberapa kriteria utama bagi calon anggota panwascam, di antaranya usia minimal 25 tahun, pendidikan minimal SLTA/sederajat, surat pernyataan tidak menjadi anggota partai politik (parpol), dan surat pernyataan bersedia bekerja penuh waktu. Pendaftar juga harus melampirkan surat ke terangan dari pengadilan bahwa yang bersangkutan tidak pernah dipidana kurungan selama lima tahun lebih. (radar)


sumber:
Code:
http://www.kabarbanyuwangi.info/pendaftar-panwascam-tembus-150-orang.html

Banyuwangi Published On: Thu, Feb 7th, 2013

Dijatah 11 Juta Tabung

Quote:BANYUWANGI – Kuota gas elpiji 3 kilogram (Kg) untuk Banyuwangi tahun 2013 naik sekitar 12 persen. Tahun 2012 lalu, Banyuwangi di jatah sekitar 10.404.220 tabung. Tahun ini jatah Banyuwangi naik menjadi 11.953.33 tabung. Kenaikan kuota elpiji 3 Kg itu mengacu per tumbuhan penduduk Banyuwangi tahun 2012. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan penduduk Banyuwangi 2012 mencapai 0,44 persen Kenaikan kuota elpiji 3 kg ditetapkan dalam rapat koordinasi nasional tentang usul kuota elpiji untuk kabupaten/kota di Jakarta 31 Januari 2013 lalu.

“Selain mengacu pertumbuhan penduduk, acuannya adalah trend linier tahun lalu,” jelas Kepala Dinas Per dagangan, Perindustrian, dan Pertambangan (Dis prin dagtam) Banyuwangi, Hary Cahyo Pur nomo, kemarin (5/2). Tren konsumsi elpiji 3 Kg dari tahun ke tahun terus meningkat. Pada tahun 2011, kuota Ba nyuwangi hanya 8.143.920 ta bung. Tahun 2012 naik menja di 10.404.520 tabung, dan pada tahun ini meningkat lagi menjadi 11.953.333 tabung. Pola konsumsi elpiji 3 Kg tahun lalu, pemakaian meningkat pada bulan dan hari-hari besar ke agamaan, seperti Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Peningkatan terjadi pada Juli hingga Agustus. Dalam rapat koordinasi itu, lanjut Hary, belum ada pembicaraan terkait ke naikan harga eceran elpiji. Kemungkinan besar harga eceran el piji 3 Kg masih sama seperti ta hun sebelumnya. Saat ini, harga eceran elpiji 3 Kg berkisar an tara Rp 13.500 hingga Rp 14 ribu. Pada akhir tahun 2012, per mintaan elpiji 3 Kg sempat me roket dan menyebabkan har ga eceran melonjak. Selain harga naik, tabung gas elpiji 3 Kg sempat langka di be berapa tempat.

Kelangkaan dan meroketnya harga itu diduga akibat tingginya penyalah gunaan gas bersubsidi itu. Hasil sidak Disprindagtam bersama Pertamina diketahui, tabung elpiji 3 Kg ternyata banyak dikonsumsi sejumlah restoran besar dan industri peternakan ayam potong. Sejatinya, tabung gas elpiji 3 Kg tidak boleh dikonsumsi restoran besar dan industri. Untuk memperkecil penyalahgunaan tabung gas elpiji 3 Kg, tentu harus dilakukan pengendalian pendistribusian. (radar)


sumber:
Code:
http://www.kabarbanyuwangi.info/dijatah-11-juta-tabung.html

Banyuwangi Published On: Thu, Feb 7th, 2013

Bersihkan Tempat Sembahyang, Pasang Lampion Baru

Quote:Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hoo Tong Bio di Jalan Ikan Gurami, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, merupakan klenteng tertua dan terbesar di Bumi Blambangan. Klenteng yang sering dikunjungi turis asing itu bersolek menjelang datangnya Imlek. AGUS BAIHAQI, Banyuwangi DUA perempuan paro baya terlihat bersih-bersih di sisi utara Klenteng Hoo Tong Bio. Salah satu pe rempuan yang berkulit putih itu membersihkan halaman dan pelataran. Satu perempuan lagi, membersihkan tempat lilin yang biasa di gunakan sembahyang sambil lesehan di lantai.

Kedua perempuan yang kulitnya mulai keriput itu tampaknya cukup menikmati tugasnya di tempat ibadah tersebut. Sambil me nyapa tamu yang mendekatinya, pe rempuan itu terus beraktivitas hingga selesai. “Pengurus ada di kantor sana,” kata salah satu pe rem puan sambil menunjuk ke arah selatan Kompleks TITD Hoo Tong Bio di Ke lurahan Karangrejo tergolong cukup luas. Tempat tersebut tak hanya digunakan sem bahyang, tapi juga aktivitas lain seperti olah raga dan tempat persemayaman. “Luas lahan sekitar dua hektare,” cetus Akong alias Sutrisno, 76, juru kunci Klenteng Hoo Tong Bio Banyuwangi.

Dari banyak bangunan, TITD berada di se belah selatan dengan bangunan khas klen teng warna merah. Menjelang tahun baru Imlek yang jatuh pada 10 Februari 2013 mendatang, tempat sembahyang te rus dibersihkan. “Hoo Tong Bio ini ter ma suk tua, jadi banyak didatangi jamaah,” jelasnya. Setiap perayaan Imlek atau ulang tahun TITD Hoo Tong Bio, ribuan jamaah datang un tuk melaksanakan sembahyang. Mereka ti dak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Ba nyuwangi. “Luar Banyuwangi juga ba nyak yang datang untuk sembahyang,” se butnya.

Sekadar diketahui, TITD Hoo Tong Bio didirikan pada 1784 oleh seorang pengembara dari Tiongkok. Tempat ibadah ter sebut telah menjadi lokasi wisata yang ba nyak didatangi para wisatawan asing, te rutama dari Eropa. “Turis asing yang banyak datang berasal dari Belanda, Prancis, dan Belgia,” kata Akong. Wisatawan asing yang berasal dari ka wa san Asia juga ada, tapi jumlahnya se dikit. Bahkan, wisatawan dari Tiongkok juga sedikit. “Saya juga heran, yang dari Tiong kok kok sedikit yang datang ke sini,” cetusnya. Para wisatawan asing itu biasanya bertujuan

melihat-lihat bangunan. Tetapi, juga tidak sedikit yang sembahyang di klenteng tersebut. “Pelajar juga banyak yang berkunjung. Anak sekolah biasanya datang rombongan,” jelasnya. Menyambut tahun baru Imlek 2564, TITD Hoo Tong Bio telah merancang kegiatan khusus. Selain kegiatan sosial be rupa sumbangan sembako kepada orang yang tidak mampu, juga akan digelar sembahyang Sabtu malam mendatang (9/2). “Sembahyang Imlek akan di laksanakan Sabtu malam,” sebutnya. Kini sekitar tempat sembahyang telah selesai dibersihkan. Ratusan lampion lama juga telah diganti yang baru. “Lampu lampion ini diganti setiap akan perayaan Imlek. Ini baru saja diganti,” katanya sambil menunjuk deretan lampu lampion berwarna merah. (radar)


sumber:
Code:
http://www.kabarbanyuwangi.info/bersihkan-tempat-sembahyang-pasang-lampion-baru.html