Cerita peta yang memakan tinja
IV.8 PENJELASAN MENGENAI
CERITA PETA YANG MEMAKAN TINJA
[ Guthakhadakapetavatthuvannana ]

'Setelah keluar dari kakus.' Sang Guru yang sedang berdiam di Hutan Jeta menceritakan hal ini sehubungan dengan peta yang memakan tinja.

Dikatakan bahwa di suatu desa yang tidak jauh dari Savatthi hidup seorang pria kaya. Dia membangun sebuah vihara untuk seorang bhikkhu yang bergantung pada dana keluarganya. Para bhikkhu dari berbagai daerah datang dan tinggal di sana. Ketika melihat mereka, penduduk desa dengan bakti di hatinya melayani kebutuhan-kebutuhan mereka dengan benda-benda pilihan. Bhikkhu yang tergantung pada dana keluarga tersebut tidak suka melihat hal ini. Karena dikuasai keiri-hatian, dia membuat jengkel pria kaya tersebut dengan memberitahukan kesalahan-kesalahan para bhikkhu itu. Pria kaya itu memandang rendah para bhikkhu maupun bhikkhu yang bergantung pada dana keluarganya itu dan mencaci maki mereka. Bhikkhu yang bergantung pada dana keluarga itu kemudian mati dan muncul sebagai peta persis di kakus vihara itu, sedangkan ketika pria kaya itu mati, dia muncul sebagai peta persis di atas bhikkhu itu. Ketika Y. M. Mahamoggallana melihatnya, beliau menanyai dia dengan syair ini:


[267] 'Siapakah itu yang berdiri di dalam keadaan yang menderita setelah keluar dari kakus? Tak diragukan lagi engkau adalah pelaku kejahatan - mengapa engkau membuat suara itu?'1

Ketika mendengar ini, peta tersebut membuka identitasnya dengan syair ini:


'Saya, tuan, 2adalah peta yang pergi ke kehidupan sengsara di alam Yama. Karena telah melakukan tindakan yang jahat, saya telah pergi dari sini menuju alam para peta.'
Thera tersebut kemudian bertanya kepadanya tentang tindakan yang telah dilakukannya dengan syair ini:


'Tindakan jahat apa yang telah dilakukan olehmu, lewat tubuh, ucapan, atau pikiran? Sebagai hasil dari tindakan apa engkau sekarang menjalani kesengsaraan ini?'
Peta tersebut kemudian memberitahu dia tentang tindakan yang telah dilakukannya lewat dua syair ini:


'Saya mempunyai seorang bhikkhu yang menetap, yang dengki dan egois tentang keluarga saya; dia melekat3 pada rumah saya, dia kikir dan suka menghina.

Setelah mendengar apa yang dia katakan, saya memaki para bhikkhu itu - sebagai hasil dari tindakan itulah maka saya telah pergi dari sini menuju alam para peta.'

4 Di sini, saya mempunyai seorang bhikkhu yang menetap (ahu avasiko mayham): saya mempunyai seorang bhikkhu yang menetap, berdiam terus-menerus di vihara yang saya bangun di tempat kediaman saya. Dia melekat pada rumah saya (ajjhosito mayham ghare): karena bergantung pada dana keluargaku, dia melekat pada rumahku dengan keserakahan.

5 Dia (tassa): bhikkhu yang bergantung pada dana keluargaku. Para bhikkhu: bhikkhavo=bhikkhu (bentuk tata bahasa alternatif). Saya memaki (paribhasissam): saya menghina. Saya telah pergi dari sini menuju alam para peta (petalokam ito gato): dengan cara ini saya mencapai kandungan-peta, saya menjadi peta.

Ketika mendengar ini, thera tersebut mengucapkan syair yang menanyakan nasib sang bhikkhu:


'Orang yang bergantung pada dana keluargamu itu adalah musuh yang menyamar sebagai teman. Pada saat tubuh orang tolol itu hancur, setelah kematian 4ke tempat tujuan mana dia pergi?'

6 [268] Di sini, yang menyamar sebagai teman (mittavannena): dengan penampilan seorang teman, terselubung sebagai teman.

Peta itu sekali lagi mengucapkan dua syair yang menjelaskan hal itu kepada sang thera:


'Saya sedang berdiri di atas kepala, di puncak, makhluk yang sama, yang melakukan tindakan jahat itu. Dia telah mencapai alam lain dan sekarang menjadi pelayan bagi saya sendiri.

Apa yang diberakkan orang-orang lain, tuan, itu menjadi makananku; sedangkan apa yang saya sendiri berakkan, dia harus hidup dari itu.'

7 Di sini, yang sama (tass'eva): peta yang dulunya adalah bhikkhu yang bergantung pada dana keluargaku. Yang melakukan tindakan jahat itu (papakammassa): yang memiliki perilaku jahat. Saya berdiri di atas kepala, di puncak (sise titthami matthake): saya berdiri di kepala. Dengan berdiri seperti itu, saya berada persis di atas yang paling atas, artinya bukan di bagian dalam kepalanya. 5Telah mencapai alam lain (paravisayam patto): telah mencapai alam peta yang merupakan alam lain yang bukan alam manusia. Bagi saya sendiri: mam eva=mayham eva (bentuk tata bahasa altematif); kata-kata lainnya adalah'dia melayani'.6

8 Apa yang diberakkan orang-orang lain tuan (yambhadante hanant'anne): apa yang dikeluarkan orang-orang lain di kakus, tinja yang mereka keluarkan, tuanku Mahamoggallana yang agung. Itu menjadi makananku (etam me hoti bhojanam): tinja itu menjadi makananku hari demi hari. Apa yang saya sendiri berakkan (yam hanami): tinja yang juga saya keluarkan setelah makanan tinja (sebelumnya) itu. Dia harus hidup dari itu (etam so upajivati): peta yang dulunya bergantung pada dana keluargaku itu harus hidup hari demi hari dengan memakan tinjaku, yang artinya dia mempertahankan kehidupannya (dengan cara ini). Mengenai hal-hal ini, 7pria kaya itu mencaci para bhikkhu yang berperilaku baik tersebut dengan berkata, 'Aku harap kalian harus makan tinja karena telah menikmati makanan itu'. Tetapi, karena bhikkhu yang bergantung pada dana keluarganya telah menghasut pria kaya itu sehingga dia berkata dengan cara itu, 8dia sendiri (harus juga dianggap sebagai telah) menghina (para bhikkhu itu) dengan cara itu. Karena hal inilah maka kehidupannya lebih sengsara daripada yang pertama.

269] Y. M. Mahamoggallana mengajukan masalah itu kepada Sang Buddha. Sang Buddha mengambil masalah itu sebagai kebutuhan yang muncul, dan setelah menunjukkan kerugian-kerugian dari ucapan yang menghina, Beliau mengajarkan Dhamma kepada kelompok yang berkumpul di sana. Ajaran itu bermanfaat bagi orang-orang tersebut.
semuanya
hiii.....

Good morninkkk alll......
halo semua nya ..
baru tau saya ada thread ttg budhis
saya ijin menyimak dan bergabung dgn bro2 sekalian ya ...
Quote:Original Posted By T.cionardes
halo semua nya ..
baru tau saya ada thread ttg budhis
saya ijin menyimak dan bergabung dgn bro2 sekalian ya ...


Met Bergabung Bro..Semoga threat ini bisa menjdi Wadah bagi umat Buddhist untuk Sharing dan Berbagi Dhamma....

Anumodana...^^
hallo agan2 semua..ane tertarik nih belajar agama buddha..tapi gak tau di mulai dari mana awalnya belajarnya
terus saya mesti ikut aliran yg mana?? soanya kan ada 3 aliran tuh..

so minta pencerahan agan2 senior di trim ini dong..thanks
Quote:Original Posted By xmagra
hallo agan2 semua..ane tertarik nih belajar agama buddha..tapi gak tau di mulai dari mana awalnya belajarnya
terus saya mesti ikut aliran yg mana?? soanya kan ada 3 aliran tuh..

so minta pencerahan agan2 senior di trim ini dong..thanks



kalo untuk pemula...
ada baiknya mulai dr buku biografi/riwayat buddha gotama dulu de, yah semacam perkenalan dulu gitu, biasa kan kata orng kenal orangnya dulu sebelum kenal ajarannya.

krn dalam cerita riwayatnya aja sudah ada kandungan beberapa dr kitab2 dan aliran yg ada klo langsung ke kitab keknya berat...
Quote:Original Posted By xmagra
hallo agan2 semua..ane tertarik nih belajar agama buddha..tapi gak tau di mulai dari mana awalnya belajarnya
terus saya mesti ikut aliran yg mana?? soanya kan ada 3 aliran tuh..

so minta pencerahan agan2 senior di trim ini dong..thanks


Salam gan^^

wahh..sebenarnya semua aliran tuh sama saja gan intinya, tetap kepada ajaran Sang Buddha, jadi untuk memulainya mungkin agan dapat mambaca Buku2 dhamma yg umum dulu atau sering mengikuti Kebaktian dan Ceramah2 Dhamma, tentu saja ini akan menambah wawasan dalam memahami ajaran Buddha....

semoga berkenan^^
Quote:Original Posted By alternate
kalo untuk pemula...
ada baiknya mulai dr buku biografi/riwayat buddha gotama dulu de, yah semacam perkenalan dulu gitu, biasa kan kata orng kenal orangnya dulu sebelum kenal ajarannya.

krn dalam cerita riwayatnya aja sudah ada kandungan beberapa dr kitab2 dan aliran yg ada klo langsung ke kitab keknya berat...




Salam Kenal yach Gan...Peace^^

Micro Retreat & Ceramah Dhamma

Micro Retreat & Ceramah Dhamma
27 Maret 2011 | Ajahn Brahm



Acara Ajahn Brahm 27 Maret 2011
‘LET GO EGO’
Ballroom Central Park
Jl. Let. Jend. S.Parman Kav. 28 Lantai L (P17)
Jakarta 11470

Dalam Rangka Ajahn Brahm Tour Indonesia Maret 2011 yang diprakarsai oleh Ehipassiko Foundation, Ajahn Brahm kembali mengadakan serangkaian ceramah Dhamma di beberapa kota besar di Indonesia seperti Karawang, Jakarta, Manado, Banjarmasin, Medan, Batam, Jambi, Pontianak.

Khusus pada tanggal 27 Maret 2011 bekerja sama dengan Vihara Pluit Dharma Sukha (VPDS) sebagai Event Organizer, akan mengadakan acara spesial Micro Retreat dan Ceramah Dhamma. Acara Micro retreat dengan Ajahn Brahm baru pertama kali ini diadakan di Indonesia.

VPDS dengan bangga memperkenalkan Ajahn Brahm sebagai seorang guru meditasi yang handal. Selama ini Ajahn Brahm hanya dikenal sebagai penulis buku si Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Padahal retreat meditasi yang diadakan oleh Ajahn Brahm di Singapore, Malaysia dan tempat Ajahn Brahm sendiri yaitu Australia pendaftaran selalu penuh, jauh hari sebelum acara dimulai.

Buku Ajahn Brahm sebagai panduan meditasi sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Superpower Mindfulness. Buku Superpower mindfulness akan diberikan kepada para peserta sesi penuh ( ikut sesi I dan sesi II) dalam acara tanggal 27 Maret 2011 tersebut.

Micro retreat 27 Maret 2011 diselenggarakan hanya sebagai perkenalan Ajahn Brahm sebagai seorang guru meditasi. Mudah-mudahan Ajahn Brahm akan terketuk hatinya untuk dapat mengadakan Retreat 9 hari di Indonesia seperti yang dilakukan di negara lain.

Acara Ajahn Brahm 27 Maret 2011 sebagai berikut:

Sesi I : Micro Retreat

Hari/Tanggal : Pk : 12.30 – Pk. 16.30 (Registrasi dimulai Pk.12.00)
Tempat : Ballroom Central Park. Jl Let.Jend. S.Parman Kav .28 , Lantai L (P17). Jakarta.

Acara :
  • Perkenalan meditasi, langkah awal dan metode
  • Latihan meditasi 30 menit (duduk di kursi)
  • Bagaimana mengatasi hambatan-hambatan meditasi
  • Latihan meditasi 30 menit (duduk di kursi)
  • Tanya Jawab.


Sesi II : Ceramah Dhamma

Hari/Tanggal : Pk : 17.00 – Pk. 21.00 (Registrasi dimulai Pk.16.00)
Tempat : Ballroom Central Park. Jl Let.Jend. S.Parman Kav .28 , Lantai L (P17). Jakarta.
Acara :

  • Paduan Suara VPDS ( Juara lomba Svayamvara Dharma Gita tingkat nasional tahun 2010 mewakili kontingen DKI Jakarta)
  • Ceramah Dhamma
  • Berdana langsung kepada Ajahn Brahm untuk kebutuhan Dhamma dan Sangha
  • Praktek Meditasi makan ( Makan Malam disediakan oleh Panitia)
  • Pemercikan Tirta


CATATAN:
Peserta sesi Penuh (Sesi I dan Sesi II) diharapkan sudah makan siang sebelum acara dimulai.
Makan malam akan disediakan panitia secara gratis.

Sesi Penuh ( Sesi I dan II) pendaftaran dimulai tgl 8 Desember 2010 ditutup tanggal 31 Januari 2011

Sesi II Pendaftaran dibuka tanggal 1 Februari 2011 sampai tempat terisi penuh.

TATA CARA PENDAFTARAN

DAFTAR DISINI

Facebook : http://www.facebook.com/Ajahn.Brahm
Web Resmi : http://www.AjahnBrahmKeIndonesia.com/
nice inpo gan!

Wink nanya gan ^^

mo nanya kan di mahayana kan ada mantra yang buat menghapus dosa(ato semacamnya) kalo di lafalkan terus menerus. Apakah itu benar???
biz pas baca text bahasa indonesianya kayak gitu, dan waktu saya baru2 kut athasila saya sempet berpikir kalau begitu apa guna nya hukum karma jika karma buruk bisa di hapuskan dengan melafalkan mantra2.

yang kedua saya juga mo nanya tentang aliran maitreya kan katanya ada 5 kata yang nga boleh diucapkan kan... tetapi kata temen saya kalo untuk kebaikan kenapa harus dirahasiakan, dan apa ke lima kata tersebut??? Yang saya tahu di tantra juga ada hal2 yang hanya diketahui murid dan guru(bhante senior).
Quote:Original Posted By hartz2z
mo nanya kan di mahayana kan ada mantra yang buat menghapus dosa(ato semacamnya) kalo di lafalkan terus menerus. Apakah itu benar???
biz pas baca text bahasa indonesianya kayak gitu, dan waktu saya baru2 kut athasila saya sempet berpikir kalau begitu apa guna nya hukum karma jika karma buruk bisa di hapuskan dengan melafalkan mantra2.

yang kedua saya juga mo nanya tentang aliran maitreya kan katanya ada 5 kata yang nga boleh diucapkan kan... tetapi kata temen saya kalo untuk kebaikan kenapa harus dirahasiakan, dan apa ke lima kata tersebut??? Yang saya tahu di tantra juga ada hal2 yang hanya diketahui murid dan guru(bhante senior).


mengenai baca Paritta dapat menghapus karma buruk
tolong di fahami, dengan membaca paritta kita mengkondisikan pikiran kita pada
kusala kamma, hal-hal yg baik dan membuahkan "kamma baik"

jika perbuatan membaca parita itu di lakukan terus menerus dan berulang-ulang, secara fakta ada 2 hal
1, kita memngkondisikan pikiran menjauhi karma buruk, (karena mula cittanya kusala)
2, kita membuat "cetana" yang membuahkan kama baik

akibatnya karma buruk "tidak bertambah" kamma baik akibat membaca parita bertambah.


lama-lama kamma buruk kita lebih sedikit dari kama baik, itulah seharusnya
di fahami dari kegunaan membaca "paritta" terus menerus

Yang Terberkahi bersabbda " tidak ada hal lain yg bertangung jawab atas terciptanya kamma selain "cetana" (niat pikiran)"


mengenai aliran Maytreya, sebanarnya ajaran intinya bukan mengacu buddha dharma, karena dulu agama/kepercayaan lain tidak di akui oleh pemerintah orba jadilah dia mengambil "symbol" buddhis agar dapat menjalankan agamanya, sebenarnya dia agama Siu Tou (atau mono theist) karena mengakui Lou Mou, sebagai tuhan maha pencipta

btw, ambil positipnya saja karena setidaknya mereka mengunakan symbol buddhis yaitu Mautreya Sammasambuddha yang akan datang

mengenai ajaran rahasia, dimana-mana ada rahasia, agar tidak salah persepsi saja.............tidak ada maksud lain.
Quote:Original Posted By emotojaya
Micro Retreat & Ceramah Dhamma
27 Maret 2011 | Ajahn Brahm



Acara Ajahn Brahm 27 Maret 2011
‘LET GO EGO’
Ballroom Central Park
Jl. Let. Jend. S.Parman Kav. 28 Lantai L (P17)
Jakarta 11470

Dalam Rangka Ajahn Brahm Tour Indonesia Maret 2011 yang diprakarsai oleh Ehipassiko Foundation, Ajahn Brahm kembali mengadakan serangkaian ceramah Dhamma di beberapa kota besar di Indonesia seperti Karawang, Jakarta, Manado, Banjarmasin, Medan, Batam, Jambi, Pontianak.

Khusus pada tanggal 27 Maret 2011 bekerja sama dengan Vihara Pluit Dharma Sukha (VPDS) sebagai Event Organizer, akan mengadakan acara spesial Micro Retreat dan Ceramah Dhamma. Acara Micro retreat dengan Ajahn Brahm baru pertama kali ini diadakan di Indonesia.

VPDS dengan bangga memperkenalkan Ajahn Brahm sebagai seorang guru meditasi yang handal. Selama ini Ajahn Brahm hanya dikenal sebagai penulis buku si Cacing dan Kotoran Kesayangannya. Padahal retreat meditasi yang diadakan oleh Ajahn Brahm di Singapore, Malaysia dan tempat Ajahn Brahm sendiri yaitu Australia pendaftaran selalu penuh, jauh hari sebelum acara dimulai.

Buku Ajahn Brahm sebagai panduan meditasi sudah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan judul Superpower Mindfulness. Buku Superpower mindfulness akan diberikan kepada para peserta sesi penuh ( ikut sesi I dan sesi II) dalam acara tanggal 27 Maret 2011 tersebut.

Micro retreat 27 Maret 2011 diselenggarakan hanya sebagai perkenalan Ajahn Brahm sebagai seorang guru meditasi. Mudah-mudahan Ajahn Brahm akan terketuk hatinya untuk dapat mengadakan Retreat 9 hari di Indonesia seperti yang dilakukan di negara lain.

Acara Ajahn Brahm 27 Maret 2011 sebagai berikut:

Sesi I : Micro Retreat

Hari/Tanggal : Pk : 12.30 – Pk. 16.30 (Registrasi dimulai Pk.12.00)
Tempat : Ballroom Central Park. Jl Let.Jend. S.Parman Kav .28 , Lantai L (P17). Jakarta.

Acara :
  • Perkenalan meditasi, langkah awal dan metode
  • Latihan meditasi 30 menit (duduk di kursi)
  • Bagaimana mengatasi hambatan-hambatan meditasi
  • Latihan meditasi 30 menit (duduk di kursi)
  • Tanya Jawab.


Sesi II : Ceramah Dhamma

Hari/Tanggal : Pk : 17.00 – Pk. 21.00 (Registrasi dimulai Pk.16.00)
Tempat : Ballroom Central Park. Jl Let.Jend. S.Parman Kav .28 , Lantai L (P17). Jakarta.
Acara :

  • Paduan Suara VPDS ( Juara lomba Svayamvara Dharma Gita tingkat nasional tahun 2010 mewakili kontingen DKI Jakarta)
  • Ceramah Dhamma
  • Berdana langsung kepada Ajahn Brahm untuk kebutuhan Dhamma dan Sangha
  • Praktek Meditasi makan ( Makan Malam disediakan oleh Panitia)
  • Pemercikan Tirta


CATATAN:
Peserta sesi Penuh (Sesi I dan Sesi II) diharapkan sudah makan siang sebelum acara dimulai.
Makan malam akan disediakan panitia secara gratis.

Sesi Penuh ( Sesi I dan II) pendaftaran dimulai tgl 8 Desember 2010 ditutup tanggal 31 Januari 2011

Sesi II Pendaftaran dibuka tanggal 1 Februari 2011 sampai tempat terisi penuh.

TATA CARA PENDAFTARAN

DAFTAR DISINI

Facebook : http://www.facebook.com/Ajahn.Brahm
Web Resmi : http://www.AjahnBrahmKeIndonesia.com/


waaah mau banget,,Ajahn Brahm dtg kesini lagi
tpi klo tgl sgitu kyny udah ga d jkt lg sayanya T.T
smoga Ajahn Brahm mw datang lagi kapan2..bisa berjodoh ketemu ama beliau..
selamat malam semua _/\_,
mau nanya n minta advise dari para sesepuh semua,
kalo ada seorangtua yang kelihatannya sudah menjelang ajal, sakit-sakitan dan badan mulai lemah, apa yang harus dilakukan selain mencoba mengupayakan ybs melakukan perbuatan baik sebanyak-banyaknya seperti fang sen, berdana ke vhr.
kalo selama hidupnya ybs belum mengikuti upacara tisarana, tapi selama hidupnya sering bersujud n berdoa kepada sang Budha, apakah sebaiknya ybs masih harus mengikuti upacara tisarana? atau seberapa pentingnya upacara tisarana bagi seorang umat berkaitan dengan perjalanannya setelah meninggal?
mohon pencerahan dari para sesepuh,
terima kasih sebelumnya, semoga semua mahluk berbahagia...

mohon informasi dari umat Budhis di kota Medan, vihara mana saja yang melayani upacara kematian umat, terima kasih sebelumnya.
Quote:Original Posted By tantjengbok
selamat malam semua _/\_,
mau nanya n minta advise dari para sesepuh semua,
kalo ada seorangtua yang kelihatannya sudah menjelang ajal, sakit-sakitan dan badan mulai lemah, apa yang harus dilakukan selain mencoba mengupayakan ybs melakukan perbuatan baik sebanyak-banyaknya seperti fang sen, berdana ke vhr.
kalo selama hidupnya ybs belum mengikuti upacara tisarana, tapi selama hidupnya sering bersujud n berdoa kepada sang Budha, apakah sebaiknya ybs masih harus mengikuti upacara tisarana? atau seberapa pentingnya upacara tisarana bagi seorang umat berkaitan dengan perjalanannya setelah meninggal?
mohon pencerahan dari para sesepuh,
terima kasih sebelumnya, semoga semua mahluk berbahagia...

mohon informasi dari umat Budhis di kota Medan, vihara mana saja yang melayani upacara kematian umat, terima kasih sebelumnya.


ikut coba jawab ya gan
klo mnrt saya tidak usah pakai upacara resmi pun ga papa kok
di dalam ajaran Buddha yg penting mah perbuatan saja sdh cukup,ga usah repot2 hehe
banyak2in aja perbuatan baik,iya kyk fangsen,setiap hari klo bisa fangsen burung
klo bisa burung yg bener2 sulit dilepas /sulit bisa keluar dari sangkar seumur hidupny,kayak burung hias - parkit,dll. pasti lebih seneng mereka pas bisa keluar
klo deket laut fangsen anak penyu klo ada..
jgn lupa berdana untuk bhante (sangha) ,bantu sebarin dhamma malah lebih bagus lagi,misalny fotokopi buku kecil dhamma trus dibagi2kan,
setiap hari baca parita,mulai dari yg pendek tapi plg dahsyat,om mani padme hum..bertekad mencapai pencerahan sempurna di kehdiupan brkutnya bisa bertemu dengan ajaran Buddha Dharma lagi...
Menarik sekali, Gan. Sungguh sangat menarik, saya menjadi tahu yang sebelumnya sama sekali belum tahu.
Maaf gan, mau ikutan tanya nich!

Saya baca buku yang sangat bagus, dan perlu dibaca oleh semua orang. Judulnya Zhuan Falun dari aliran Fa Buddha Falun Dafa (aliran Buddha bukan agama Buddha, hanya salah satu aliran kultivasi Cikung/Qigong).

Apakah menurut juragan sekalian Falun Dafa itu menyimpang dari keimanan di agama Buddha, mohon pencerahannya !

Terima Kasih
(bukan nge-test ya, jawaban ini saya butuhkan untuk menguji keyakinan saya)
[Agama saya Islam, tapi banyak belajar tentang alam semesta dari ajaran lainnya]
double