KASKUS

Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel

Contoh Post :

kaskus ID :verditch

kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual

bentuk karya : ritual adat ruwatan di jawa

sumber : http://heritageofjava.com/portal/art...90309225112936

keterangan : ini artikel mengenai ritual ruwatan di jawa

Spoiler for :
Kaskus ID : romedaldz
Kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual
Bentuk Karya : Palang Pintu, Pelengkap Pernikahan khas Betawi
Sumber : http://www.wikimu.com/News/DisplayNe...s.aspx?id=2164
Keterangan : Budaya Betawi dalam prosesi Pernikahan


Quote:

Adu silat adalah salah satu adegan yang selalu muncul pada kesenian Palang Pintu Perkimpoian. Pernikahan sendiri merupakan salah satu perjalanan manusia yang dianggap sakral bagi masyarakat Betawi. Saking sakralnya, maka ada beberapa prosesi yang harus dilalui oleh kedua mempelai menjelang pernikahannya dan salah satunya adalah Palang Pintu.

Upacara pernikahan diawali dengan arak-arakkan calon pengantin pria menuju ke rumah calon istrinya. Dalam arak-arakan itu, selain iringan rebana ketimpring juga diikuti barisan sejumlah kerabat yang membawa sejumlah seserahan mulai dari roti buaya yang melambangkan kesetiaan abadi, sayur-mayur, uang, jajanan khas Betawi, dan pakaian. Selain itu, perlengkapan kamar pengantin yang berat seperti tempat tidur serta lemari juga dibawa dalam prosesi arak-arakkan.

Tradisi Palang Pintu ini merupakan pelengkap saat pengantin pria yang disebut "tuan raja mude" hendak memasuki rumah pengantin wanita atawa "tuan putri". Nah, saat hendak masuk kediaman pengantin putri itulah, pihak pengantin wanita akan menghadang.

Awalnya, terjadi dialog yang sopan. Masing-masing saling bertukar salam, masing-masing saling mendoakan. Sampai akhirnya pelan-pelan situasi memanas lantaran pihak pengantin perempun ingin menguji kesaktian dan juga kepandaian pihak pengantin laki-laki dalam berilmu silat dan mengaji.

Baku hantam pun terjadi. Sudah pasti, akhirnya pihak lelakilah yang menang. (He he he... kalau pihak lelaki tak menang, tentu gak akan terjadi pernikahan bukan?).Usai memenangi pertarungan, pengantin perempuan pun biasanya meminta pihak lelaki untuk memamerkan kebolehannya dalam membaca Al Quran. Dan sudah pasti lagi, ujian ini pun mampu dilewatinya.

Spoiler for "Berikut adalah drama satu babak ketika acara Palang Pintu berlangsung yang diwakili oleh pihak pengantin Perempuan (P) dan pihak pengantin Laki (L)":


kaskus ID :s373n

kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual

bentuk karya : ritual adat mitoni (tingkepan) di jawa

sumber :
  1. http://tjokrosuharto.com/adat/adat_tingkepan.php
  2. http://jv.wikipedia.org/wiki/Mitoni


keterangan : ini artikel mengenai ritual mitoni (tingkepan) di jawa




Quote:Upacara tingkepan disebut juga mitoni berasal dari kata pitu yang artinya tujuh, sehingga upacara mitoni dilakukan pada saat usia kehamilan tujuh bulan, dan pada kehamilan pertama.



Dalam pelaksanaan upacara tingkepan, ibu yang sedang hamil tujuh bulan dimandikan dengan air kembang setaman, disertai dengan doa-doa khusus.



A. Tata Cara Pelaksanaan upacara Tingkepan :




  1. Siraman dilakukan oleh sesepuh sebanyak tujuh orang. Bermakna mohon doa restu, supaya suci lahir dan batin.Setelah upacara siraman selesai, air kendi tujuh mata air dipergunakan untuk mencuci muka, setelah air dalam kendi habis, kendi dipecah.



  2. Memasukkan telur ayam kampung ke dalam kain (sarung) calon ibu oleh suami melalui perut sampai pecah, hal ini merupakan simbul harapan supaya bayi lahir dengan lancar, tanpa suatu halangan.



  3. Berganti Nyamping sebanyak tujuh kali secara bergantian, disertai kain putih. Kain putih sebagai dasar pakaian pertama, yang melambangkan bahwa bayi yang akan dilahirkan adalah suci, dan mendapatkan berkah dari Tuhan YME. Diiringi dengan pertanyaan sudah “pantas apa belum”, sampai ganti enam kali dijawab oleh ibu-ibu yang hadir “belum pantas.” Sampai yang terakhir ke tujuh kali dengan kain sederhana di jawab “pantes.”




    Adapun nyamping yang dipakaikan secara urut dan bergantian berjumlah tujuh dan diakhiri dengan motif yang paling sederhana sebagai berikut :

    1. Sidoluhur

    2. Sidomukti

    3. Truntum

    4. Wahyu Tumurun

    5. Udan Riris

    6. Sido Asih

    7. Lasem sebagai Kain

    8. Dringin sebagai Kemben





    Makna nyamping yang biasa dipakai secara berganti-ganti pada upacara mitoni mempunyai beberapa pilihan motif yang semuanya dapat dimaknai secara baik antara lain sebagai berikut,

    Wahyu Tumurun
    Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu mendapat. Petunjuk dan perlindungan dari Nya



    Sido Asih
    Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang selalu di cintai dan dikasihi oleh sesama serta mempunyai sifat belas kasih



    Sidomukti
    Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang mukti wibawa, yaitu berbahagia dan disegani karena kewibawaannya.



    Truntum
    Maknanya agar keluhuran budi orangtuanya menurun (tumaruntum) pada sang bayi.



    Sidoluhur
    Maknanya agar anak menjadi orang yang sopan dan berbudi pekerti luhur.



    Parangkusumo
    Maknanya agar anak memiliki kecerdasan bagai tajamnya parang dan memiliki ketangkasan bagai parang yang sedang dimainkan pesilat tangguh. Diharapkan dapat mikul dhuwur mendhem jero, artinya menjunjung harkat dan martabat orang tua serta mengharumkan nama baik keluarga.



    Semen romo
    Maknanya agar anak memiliki rasa cinta kasih kepada sesama layaknya cinta kasih Rama dan Sinta pada rakyatnya.



    Udan riris
    Maknanya agar anak dapat membuat situasi yang menyegarkan, enak dipandang, dan menyenangkan siapa saja yang bergaul dengannya.



    Cakar ayam
    Maknanya agar anak pandai mencari rezeki bagai ayam yang mencari makan dengan cakarnya karena rasa tanggung jawab atas kehidupan anak-anaknya, sehingga kebutuhan hidupnya tercukupi, syukur bisa kaya dan berlebihan.



    Grompol
    Maknanya semoga keluarga tetap bersatu, tidak bercerai-berai akibat ketidakharmonisan keuarga (nggrompol : berkumpul).


    \t
    Lasem
    Bermotif garis vertikal, bermakna semoga anak senantiasa bertakwa pada Tuhan YME.



    Dringin
    Bermotif garis horisontal, bermakna semoga anak dapat bergaul, bermasyarakat, dan berguna antar sesama.



  4. Pemutusan Lawe atau janur kuning yang dilingkarkan di perut calon ibu, dilakukan calon ayah menggunakan keris Brojol yang ujungnya diberi rempah kunir, dengan maksud agar bayi dalam kandungan akan lahir dengan mudah.



  5. Calon nenek dari pihak calon ibu, menggendong kelapa gading dengan ditemani oleh ibu besan. Sebelumnya kelapa gading diteroboskan dari atas ke dalam kain yang dipakai calon ibu lewat perut, terus ke bawah, diterima (ditampani) oleh calon nenek, maknanya agar bayi dapat lahir dengan mudah, tanpa kesulitan.
    Calon ayah memecah kelapa, dengan memilih salah satu kelapa gading yang sudah digambari Kamajaya dan Kamaratih atau Harjuna dan Wara Sembodro atau Srikandi.


    \t
  6. Upacara memilih nasi kuning yang diletak di dalam takir sang suami. Setelah itu dilanjutkan dengan upacara jual dawet dan rujak, pembayaran dengan pecahan genting (kreweng), yang dibentuk bulat, seolah-olah seperti uang logam. Hasil penjualan dikumpulkan dalam kuali yang terbuat dari tanah liat. Kwali yang berisi uang kreweng dipecah di depan pintu. Maknanya agar anak yang dilahirkan banyak mendapat rejeki, dapat menghidupi keluarganya dan banyak amal.

  7. Hidangan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan YME, yang disediakan dalam upacara Tingkepan antara lain :
    a. Tujuh Macam Bubur, termasuk bubur Procot.
    b. Tumpeng Kuat , maknanya bayi yang akan dilahirkan nanti sehat
    dan kuat, (Tumpeng dengan Urab-urab tanpa cabe, telur ayam rebus
    dan lauk yang dihias).
    c. Jajan Pasar, syaratnya harus beli di pasar (Kue,buah,makanan kecil)
    d. Rujak buah-buahan tujuh macam, dihidangkan sebaik-baiknya supaya rujaknya enak,bermakna anak yang dilahirkan menyenangkan dalam keluarga
    e. Dawet, supaya menyegarkan.
    f..Keleman Semacam umbi-umbian, sebanyak tujuh macam.
    g. Sajen Medikingan, dibuat untuk kelahiran setelah kelahiran anak pertama dan seterusnya, macamnya :
    \t
    - Nasi Kuning berbentuk kerucut
    - Enten-enten, yaitu kelapa yang telah diparut dicampur dengan gula kelapa dimasak sampai kering.
    - Nasi loyang, nasi kuning yang direndam dalam air,kemudian dikukus kembali dan diberi kelapa yang telah diparut.
    - Bubur procot yaitu tepung beras, santan secukupnya, gula kelapa dimasak secara utuh, dimasukkan ke dalam periuk untuk dimasak bersama-sama





bersambung...
Quote: Kronologis Upacara Tingkepan

  1. Waktu Pelaksanaan
    Antara pukul 9.00 sampai dengan pukul 11.00 Calon ibu mandi dan cuci rambut yang bersih, mencerminkan kemauan yang suci dan bersih.
    Kira-kira pukul 15.00-16.00, upacara tingkepan dapat dimulai, menurut kepercayaan pada jam-jam itulah bidadari turun mandi. undangan sebaiknya dicantumkan lebih awal pukul 14.30 WIB

  2. Hari Pelaksanaan
    Biasanya dipilih hari Rabu atau hari Sabtu, tanggal 14 dan 15 tanggal jawa, menurut kepercayaan agar bayi yang dilahirkan memiliki cahaya yang bersinar, dan menjadi anak yang cerdas.

  3. Pelaksana yang menyirami/memandikan
    Para Ibu yang jumlahnya tujuh orang, yang terdiri dari sesepuh terdekat. Upacara dipimpin oleh ibu yang sudah berpengalaman.
    \t
  4. Perlengkapan yang diperlukan :
    Satu meja yang ditutup dengan kain putih bersih, Di atasnya ditutup lagi dengan bangun tolak, kain sindur, kain lurik, Yuyu sekandang, mayang mekak atau letrek, daun dadap srep, daun kluwih, daun alang-alang. Bahan bahan tersebut untuk lambaran waktu siraman.



  5. Perlengkapan lainnya
    - Bokor di isi air tujuh mata air, dan kembang setaman untuk siraman.
    - Batok (tempurung) sebagai gayung siraman (Ciduk)
    - Boreh untuk mengosok badan penganti sabun.
    - Kendi dipergunakan untuk memandikan paling akhir.
    - Dua anduk kecil untuk menyeka dan mengeringkan badan setelah siraman
    . - Dua setengah meter kain mori dipergunakan setelah selesai siraman.
    - Sebutir telur ayam kampung dibungkus plastik
    - Dua cengkir gading yang digambari Kamajaya dan Kamaratih atau Arjuna dan Dewi Wara Sembodro.
    - Busana Nyamping aneka ragam, dua meter lawe atau janur kuning
    - Baju dalam dan nampan untuk tempat kebaya dan tujuh nyamping, dan stagen diatur rapi.
    - Perlengkapan Kejawen kakung dengan satu pasang kain truntum. Calon ayah dan ibu berpakain komplet kejawen, calon ibu dengan rambut terurai dan tanpa perhiasan.

  6. Selamatan/ Sesaji Tingkepan
    \t \t
    1. Tumpeng Robyong dengan kuluban, telur ayam rebus, ikan asin yang digoreng.
    2. Peyon atau pleret adonan kue/nogosari diberi warna-warni dibungkus plastik, kemudian dikukus.
    3. Satu Pasang Ayam bekakah (Ingkung panggang)
    4. Ketupat Lepet (Ketupat dibelah diisi bumbu)
    5. Bermacam-buah-buahan
    6. Jajan Pasar dan Pala Pendem (Ubi-ubian)
    7. Arang-arang kembang satu gelas ketan hitam goring sangan
    8. Bubur Putih satu piring
    9. Bubur Merah satu Piring
    10 Bubur Sengkala satu piring
    11. Bubur Procot/ Ketan Procot, ketan dikaru santan, setelah masak dibungkus dengan daun/janur kuning yang memanjang tidak boleh dipotong atau dibiting.
    12. Nasi Kuning ditaburi telur dadar, ikan teri goring, ayam,rempah
    13. Dawet Ayu (cendol, santan dengan gula jawa)
    14. Rujak Manis terdiri dari tujuh macam buah.
    Perlengkapan selamatan Tingkepan diatas, dibacakan doa untuk keselamatan seluruh keluarga. Kemudian dinikmati bersama tamu undangan dengan minum dawet ayu, sebagai penutup.



Selesai

Kaskus ID : capt_alfons
Kategori : Tata Cara Adat
Bentuk karya : Lompat Batu (Fahombo)Nias - Sumatera Utara
Sumber : http://mediawarisan.wordpress.com/20...ya-di-nias-ada
Keterangan: Penjelasan tentang tradisi Lompat Batu "Fahombo" di Nias

Spoiler for Artikel Lompat Batu Nias:

mitoni

kaskus ID :sive

kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual

bentuk karya : ritual adat mitoni (tujuh bulanan)

sumber : http://citrawedding.multiply.com/jou...Bulanan_Mitoni

keterangan :

Spoiler for artikel:
Upacara Keagamaan
[Mancumami=Upacara Keselamatan]


Kaskus ID : e-New
Kategori : Tata Cara Adat - Artikel
Bentuk karya : Upacara keagamaan sulaweis tengah [suku Kaili]
Sumber : Perpustakaan Daerah Propinsi
Jl. Banteng No. 6 Palu Telp. (0451) 482490
Keterangan : Upacara [keagamaan] keselamatan dari suku kaili sulawesi tengah.

Spoiler for macumami:
Sambungan dari post di atas.. [gak bisa lebih dari 10000 char sih ]

Spoiler for sambungan macumami:
Upacara Tradisional Sulawesi Tengah

Kaskus ID: e-New
Kategori: Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel
Bentuk Karya: Upacara tradisional sulteng
Sumber: Disini
Keterangan: Upacara adat sulteng berdasarkan masing-masing suku.

Spoiler for upacara adat sulteng:

Molumu

kaskus ID : e-New
kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel
bentuk karya : Artikel Upacara Persemayaman Jenazah
sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/bud...hp?id=596&uid=
keterangan : Adat dari suku kaili [sulawesi tengah]

Spoiler for Molumu:
Sambungan dari atas..
Quote:Original Posted By e-New
kaskus ID : e-New
kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel
bentuk karya : Artikel Upacara Persemayaman Jenazah
sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/bud...hp?id=596&uid=
keterangan : Adat dari suku kaili [sulawesi tengah]

Spoiler for Molumu:

Moombo Ngapa

kaskus ID : e-New
kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel
bentuk karya : Adat dari suku kaili [sulawesi tengah]
sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/bud...hp?id=600&uid=
keterangan : Upacara masa berpatang
Spoiler for Moombo Ngapa:

Motahalele

kaskus ID : e-New
kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel
bentuk karya : Adat dari suku kaili [sulawesi tengah]
sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/bud...hp?id=630&uid=
keterangan : Upacara pembacaan tahlil,

Spoiler for Motahalele:
Sambungan dari atas
Quote:Original Posted By e-New
kaskus ID : e-New
kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel
bentuk karya : Adat dari suku kaili [sulawesi tengah]
sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/bud...hp?id=630&uid=
keterangan : Upacara pembacaan tahlil,

Spoiler for Motahalele:

Motana Bate

kaskus ID : e-New
kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel
bentuk karya : Adat dari suku kaili [sulawesi tengah]
sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/bud...hp?id=631&uid=
keterangan : Upacara memberi tanda kuburan
Spoiler for Motana Bate:

Nantauraka Ngana

kaskus ID : e-New
kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel
bentuk karya : Adat dari suku kaili [sulawesi tengah]
sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/bud...hp?id=633&uid=
keterangan : Upacara Kelahiran Bayi
Spoiler for Nantauraka Ngana:

Nokoto/Nosombe Bulua Nungana

kaskus ID : e-New
kategori : Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel
bentuk karya : Adat dari suku kaili [sulawesi tengah]
sumber : http://www.infokom-sulteng.go.id/bud...hp?id=639&uid=
keterangan : Upacara ini bertujuan agar anak terlindung dari berbagai penyakit
Spoiler for Nokoto/Nosombe Bulua Nungana:
kaskus ID : sejuta bintang
kategori : Upacara / Artikel
bentuk karya : Solo Keratonan
sumber : http://www.geocities.com/rakyatjawa/...jumenengan.htm
keterangan :

Spoiler for Upacara Jumenengan:

Katiana

Kaskus ID: e-New
Kategori: Tata Cara Adat/Upacara/Ritual - Artikel
Bentuk karya: Tata upacara adat Suku Pamona Kab. Poso, Sulawesi tengah
Sumber: Disini
Keterangan: Upacara masa hamil pada suku bangsa Pamona

Spoiler for Katiana: