KASKUS

Hunting Dog Lover's/Berburu/Penghobby Berburu II

Para penggemar anjing berburu ayo gabung disini...
berhubung krn thread lama http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=1232846 digembok...

ayo sambung lg...

gabung disini buat saling tukar pikiran sesama penggemar berburu dimana pun berada...
spt cara2x melatih anjing buat berburu, perawatan & pelatihan anjing berburu, kegiatan2x berburu, spt adu bagong/babi hutan (biasa buat melatih anjing buat mengenal buruan/ngetest yg jg dijadikan sbg tontonan), berburu alek (khas tradisi minangkabau 'minangkabau style', berburu salek (kecil2xan/dadakan) yg hampir setiap hari minggu dan hari2x tertentu lainnya diadakan, jg buat yg berburu dgn senapan 'balansa', dllnya...
no nge-junk!!!
jan manyarok...
no pertamaxxx ya...


posting photo lama:





nih sekedar bacaan tentang tradisi disumatera:


Berburu Babi Hutan di Ranah Minang


ImagePada mulanya tradisi ini untuk mengusir babi hutan yang merusak ladang para petani di Ranah Minang. Tradisi berburu babi hutan atau kandiak ini diperkirakan telah ada sejak sepuluh abad lampau

Padang Pariaman: Ranah Minang, bumi subur yang terletak di Provinsi Sumatra Barat. Di sanalah etnis Minangkabau berdiam. Banyaknya tradisi unik khas suku Minangkabau, membuat wilayah yang masuk jajaran Bukit Barisan ini dicalonkan menjadi salah satu daerah cagar budaya dunia. Maklum, kekayaan tradisi Minangkabau memang sangat beragam. Satu di antaranya tradisi kandiak. Kata kandiak dalam bahasa setempat berarti babi hutan. Dengan begitu, tradisi ini disebut pula sebagai berburu celeng atau babi hutan.

Uniknya yang berburu bukanlah manusia, tapi para anjing pemburu yang sudah terlatih. Tak sulit menemukan para pemilik anjing pemburu itu. Mereka biasanya selalu memandikan anjing-anjing kesayangannya di hilir sungai, tepatnya di bawah sebuah jembatan. Seperti pada suatu petang. Saat itu menjadi waktu yang tepat bagi mereka merawat anjing kesayangan masing-masing.

Sebelum mencapai jembatan, mereka menyusuri rel kereta api dengan didampingi anjing masing-masing. Sesampai di tepi kali, mereka beserta hewan peliharaannya segera turun ke air. Bagi para pemburu, memandikan anjing adalah kegiatan rutin. Kendati begitu, rutinitas tersebut tak hanya sekadar memanjakan binatang kesayangan mereka.

Di pinggiran sungailah mereka kerap bertemu kawan-kawan lama dari berbagai tempat. Sembari sibuk memandikan dan melatih anjing-anjing kesayangan, para pemilik anjing pun bertukar pikiran seputar pemeliharaan anjing. Para pemburu kebanyakan mendapat anjing peliharaannya dari Pulau Jawa. Sebagian besar hewan peliharaan mereka itu bukanlah anjing yang memiliki keturunan ras khusus.

Akan tetapi, menilik bobot dan ukuran tubuh yang kecil, anjing-anjing itu justru dapat diandalkan untuk berburu. Anjing jenis ini lebih digemari para pemburu karena gesit, lincah, dan mudah dalam perawatannya. Begitu pula nafsu menyerang binatang itu terhadap satwa lain pun tak jauh berbeda dengan anjing ras impor. Walaupun sering dikatakan sebagai anjing kampung, tapi keberanian binatang itu dalam berburu tak diragukan oleh pemiliknya.

Setiap pemilik anjing memiliki cara tersendiri buat memanjakan peliharaannya. Pak Edek, umpamanya. Pria berumur 69 tahun ini mempunyai cara khusus merawat anjing kesayangan. Seperti layaknya manusia, anjing Pak Edek pun selalu diberi obat dan vitamin khusus. Suplemen itu diperlukan buat menjaga stamina dan fisik anjing kesayangannya.

Selagi waktu luang, Pak Edek kerap membawa anjingnya ke areal persawahan dan sungai yang terletak tak jauh dari rumahnya. Bagi Pak Edek, kesehatan anjing-anjing pemburu miliknya harus tetap dipelihara. Terutama agar tidak mudah terserang penyakit. Terpenting lagi, anjing memiliki stamina yang kuat sebagai penakluk babi liar.

Tradisi kandiak di Ranah Minang diperkirakan telah berlangsung secara turun-temurun, lebih dari sepuluh abad lampau. Tradisi ini juga menjadi bagian dari kehidupan agraris di Sumatra Barat. Sebagian orang Minang mewariskan tradisi tersebut karena mereka menggantungkan kehidupan dari hasil pertanian. Biasanya, saat memasuki masa panen, sawah para petani kerap diganggu dengan kehadiran babi-babi hutan. Gangguan ini jelas menjengkelkan.

Nah, dengan menangkap babi-babi liar itu, mereka berharap hasil panen yang didapat lebih berlimpah. Kendati awalnya hanya untuk menjaga hasil panen, belakangan acara berburu babi justru dijadikan hobi bagi sebagian masyarakat Minang. Tak mengherankan, bila kemudian acara berburu babi berlangsung saban pekan. Para pemilik anjing, biasanya sudah mengetahui lokasi yang akan dituju.

Kali ini mereka sepakat berkumpul di kawasan hutan dan bukit di Padang Pariaman, kabupaten yang berjarak sekitar 80 kilometer sebelah utara Kota Padang. Boleh dibilang, berburu babi sangat diminati oleh sebagian besar lelaki Minang. Bahkan, sebagian putra Minang yang merantau di provinsi lain rela meluangkan waktunya setiap akhir pekan untuk berburu bersama.

Sesuai adat dan tradisi, mereka terlebih dahulu harus menggelar musyawarah. Layaknya pertemuan agung, seorang pemuka adat menghormati para pemburu dengan simbol adat sirih pinang. Pertemuan ini lebih menyerupai ajang untuk bertukar pikiran. Tak hanya petani biasa yang hadir di acara ini. Beberapa pemimpin nagari (kesatuan masyarakat lokal dalam masyarakat Minangkabau) pun biasanya menyempatkan hadir untuk mempererat tali silaturahmi.

Dalam musyawarah inilah, para pemilik anjing biasanya secara sukarela mengumpulkan uang. Dan, dana yang terkumpul akan diberikan kepada petani yang mempunyai keluhan. Biasanya, uang itu digunakan untuk mengobati anjing yang terluka saat berburu. Atau, buat mengganti sawah petani yang rusak karena dilewati anjing pemburu.

Perburuan babi pun dimulai. Para pemburu segera naik kendaraan. Tak lupa tentunya, anjing-anjing milik mereka. Beberapa selang kemudian, mereka tiba di pinggiran hutan. Anjing-anjing segera dikeluarkan dari kandang masing-masing.

Namun, untuk mendapatkan babi-babi hutan, para pemilik anjing harus berjalan cukup jauh. Mereka biasanya berjalan beriringan sejauh tiga kilometer menyusuri bukit. Jalan nan berbukit yang harus dilalui, ternyata cukup melelahkan bagi sebagian pemburu. Mereka pun menyempatkan diri beristirahat di bawah rindangnya pepohonan. Ada yang membuka bekal makanan. Ada pula yang merokok. Dan, sambil asyik menikmati suasana sejuk Hutan Salisikan, para pemilik anjing biasanya mengatur posisi dan lokasi berburu sesuai hasil pelacakan.

Setelah hilang rasa lelah, para pemburu kembali beraksi. Mereka pun menyebar sesuai kelompok masing-masing. Satu kelompok biasanya terdiri dari 10 hingga 15 orang. Agar perburuan berjalan lancar dan tak salah arah, seorang ditunjuk menjadi penuntun untuk menembus medan bebatuan di Bukit Kati. Sang penunjuk jalan memang menjadi ujung tombak keberhasilan berburu kali ini.

Riuh rendah teriakan para pemilik anjing pun memecah keheningan Hutan Salisikan. Suara kencang sahut-menyahut yang terdengar dari jarak ratusan meter itu adalah bahasa isyarat bagi para pemilik anjing. Mereka berteriak untuk saling memberitahu posisi dan lokasi kelompok masing-masing berada.

Bila babi hutan yang menjadi buruan semakin dekat, teriakan para pemilik anjing pun semakin lantang. Sebuah teriakan terdengar. Ini mengisyaratkan ada babi liar. Benar saja, tak lama berselang, seekor celeng sudah terlihat. Para pemburu pun langsung melepas anjing-anjing mereka.

Dalam sekejap, anjing-anjing berlarian mengejar babi hutan. Tak beberapa lama, babi itu kehabisan napas. Kesempatan ini tak disia-siakan. Anjing-anjing pemburu segera menyerang dengan ganas hingga sang babi tak berdaya dan tak mampu melawan lagi.

Para pemilik anjing cukup menyaksikan dari kejauhan. Mereka membiarkan binatang peliharaannya berebut menggigit, mencabik, dan melumat babi yang nahas itu. Suatu pemandangan yang dapat membuat sebagian orang bergidik, saking ganasnya.

Perburuan ini tak selesai begitu saja. Setelah mendapatkan satu buruan, anjing-anjing itu akan mencari babi hutan kembali. Terkadang, babi liar yang hendak ditangkap cukup banyak. Maka, para pemilik anjing akan menggantung babi yang sudah tak berdaya di atas pohon. Mereka lalu melanjutkan perburuan.

Tak semua anjing mempunyai keahlian yang sama. Bagi anjing yang baru pertama kali berburu, pemiliknya akan memberikan tetesan darah babi ke hidungnya. Ini dilakukan agar si anjing memiliki insting kuat terhadap buruannya.

Dalam satu kali perburuan, anjing-anjing ini biasanya mampu menangkap dua sampai lima ekor babi. Namun mengingat mayoritas masyarakat Minangkabau beragama Islam, maka babi yang mati diserang anjing tidak pernah dibawa pulang oleh para pemburu. Babi-babi itu biasanya dibiarkan untuk makanan anjing-anjing mereka. Meski terkadang dibawa ke beberapa pulau tertentu untuk dijual.

Itulah sekelumit tradisi unik masyarakat Minangkabau. Tentu saja, bagi sebagian orang, tradisi ini masih dipertanyakan. Terlebih berada di

Ranah Minang yang terkenal menjaga nilai-nilai agama Islam. Mereka pun menjunjung tinggi adat yang bersendikan ajaran agama: adat bersendi syarak, syarak basandi kitabullah. Dan, bagi kaum muslim, air liur anjing adalah najis dan daging babi haram dimakan.

Akan tetapi, tradisi tetaplah tradisi. Bagi masyarakat Minangkabau, tradisi adalah peninggalan leluhur yang sudah sepatutnya dijaga dan dilestarikan.
@TS

Gan, kalo bisa tambahin info nya seperi dsn yah:
http://www.kaskus.co.id/showthread.php?t=2024442

Jadi sekalian meng-edukasi user2 lain yg ga tahu tentang Hunting Dog...

cheers
^

Nah masukan yg bagus ....
Malem hunter.....
Hunter lover nya mana neh

[][][]

Quote:Original Posted By San Chi
Hunter lover nya mana neh


Lagi merambah hutan ngubek2 cari bagong hahaha...
Quote:Original Posted By IchalGomez
Lagi merambah hutan ngubek2 cari bagong hahaha...


Udah mulai hujan....
Babi" berdatangan....
Mana foto bengkulunya???
Quote:Original Posted By IchalGomez
Lagi merambah hutan ngubek2 cari bagong hahaha...


hahahaha :maho:maho

[][][]

Quote:Original Posted By HxC
Udah mulai hujan....
Babi" berdatangan....
Mana foto bengkulunya???


Blm dpt om kmrn hub bbrp teman2 pada ga sempat foto2 kmrn sibuk jadi panitia katanya...?
malam Hunter...

info nih:


Berburu Alek (besar2xan) akan diadakan pd hari minggu tgl 14 juny 2009 didaerah Saribulan Lawang Tigo Balai kecamatan Matur Kabupaten Agam Sumatera Barat...
kumpul2x diSMK pariwisata (yg baru dibangun)/bekas pabrik gula lama ga jauh dr tempat wisata Puncak Lawang...
info yg didengar undangan udah menyebar keprovinsi lain diperantauan...
ayo dunsanak2x diperantauan kita ramaikan acara ini...
bawa anjing yg banyak ya dan jgn lupa isi amunisi senapan lengkap2x...


nb:arena perburuan menantang!!! babi besar2x dan sulit ditaklukkan!!!


salam Hunting...



Quote:Original Posted By HxC
Udah mulai hujan....
Babi" berdatangan....
Mana foto bengkulunya???



oi bukittinggi....
minggu ada berburu alek tuh dekat masih masuk kawasan bukittinggi jg...


Quote:Original Posted By IchalGomez
Blm dpt om kmrn hub bbrp teman2 pada ga sempat foto2 kmrn sibuk jadi panitia katanya...?



ga sabar jg nih nunggu poto2 acara buru dibengkulu kmrn...


Quote:Original Posted By pitfight
oi bukittinggi....
minggu ada berburu alek tuh dekat masih masuk kawasan bukittinggi jg...




Masi nunggu kabar duluw om soal berburu peringatan perang kamang...
Kayanya bisa" tabrakan tuh jadwalnya....
Quote:Original Posted By HxC
Masi nunggu kabar duluw om soal berburu peringatan perang kamang...
Kayanya bisa" tabrakan tuh jadwalnya....



oo gitu ya...
emang hari minggu jg ya diadakan...
Quote:Original Posted By pitfight
oo gitu ya...
emang hari minggu jg ya diadakan...


Berburu peringatan perang kamang batal....

Bokap ane nyuruh ke lawang nih....katanya berburu dsana mantap...

Btw om pitfight sukanya kalo berburu suka jalan" masuk hutan apa diluar aja??
Selamat malam Hunter, ikut nongkrong yah..
Quote:Original Posted By HxC
Berburu peringatan perang kamang batal....

Bokap ane nyuruh ke lawang nih....katanya berburu dsana mantap...

Btw om pitfight sukanya kalo berburu suka jalan" masuk hutan apa diluar aja??



wow mudah2xan saya jg jd pergi...
kmrn rapat bahas itu ada sodara dikampuang... dia nelfon...
ya saya suka masuk dalam hutan, rindu digigit 'acek', dikaja kandiak lari manjek pohon... hahaha....
kok om sih... kan dah dibilang dithread sebelah dulu, ambo remaja nyo pak... ntah gaek lo situ lai pd awak


Quote:Original Posted By Hakamaru
Selamat malam Hunter, ikut nongkrong yah..


ya silahkan...

Quote:Original Posted By pitfight
wow mudah2xan saya jg jd pergi...
kmrn rapat bahas itu ada sodara dikampuang... dia nelfon...
ya saya suka masuk dalam hutan, rindu digigit 'acek', dikaja kandiak lari manjek pohon... hahaha....
kok om sih... kan dah dibilang dithread sebelah dulu, ambo remaja nyo pak... ntah gaek lo situ lai pd awak




Hahaha emang lebih seru masuk hutan dibanding nongkrong" ga jelas diluar....
gpp lah om...