Tuhan dan Pikiran

Sudah merupakan insting manusia untuk merasa takjub terhadap sesuatu yang diluar pemahamannya. Tuhan sudah berkali-kali berevolusi sejak keberadaan manusia tercatat dalam sejarah.

Manusia pernah mengagungkan pohon gede yang berdiri kokoh menemani mereka selama beberapa keturunan.
Manusia juga pernah mengagungkan sosok buas seperti raja hutan (beruang, serigala, singa)
Manusia juga pernah mengagungkan fenomena petir yang mengelegar yang membakar dan menghancurkan objek dibawahnya
Manusia yang menyadari, didalam kegelapan susah untuk beraktifitas mulai mengagungkan matahari.

Dari contoh diatas, terlihat jelas manusia membutuhkan sosok untuk diagungkan.
contoh diatas merupakan contoh dimana manusia mengagungkan sesuatu yang diluar pemahaman mereka, namun masih terlihat.

Jikalau sekarang kita sudah mampu menjelaskan fenomena tuhan yang terlihat. bahwa fenomena tersebut merupakan fenomena alam, natural.

Bukankah hal ini sudah cukup jelas, jikalau pikiran manusialah yang menciptakan sosok agung. pikiran manusia yang ketakutan, yang tidak paham, yang ragu, yang takjub yang menciptakan sosok tuhan.

Fenomena tuhan yang terlihat kelihatannya sudah mulai ditinggalkan, berganti dengan trend tuhan yang tidak terlihat.

Lalu,
Apakah benar tuhan (yang tidak terlihat) tersebut tidak hanya merupakan takjub, ketakutan, ego, keraguan, ketidaktahuan dari manusia?

Opening Statement Mausoleum...

Opening Statement Mausoleum...

Pihak: Pikiran Menciptakan Tuhan

Jika melihat kilas balik sejarah manusia, sejak zaman dahulu kala, manusia sudah terpaku pada hal-hal yang bersifat religius untuk menangkal ketakutan mereka akibat ketidaktahuan mereka atas suatu fenomena yang membuat manusia merasa takut. Garis besarnya, manusia pada awalnya mempercayai animisme, dinamisme, politheisme, dan akhirnya monotheisme. Dari perkembangan religius itu sendiri, dapat diketahui bahwa kemajuan konsep ketuhanan berbanding lurus dengan kemajuan cara berpikir manusia. Saat ini pun jejak-jejak kepercayaan itu masih tetap ada, misalnya memandikan keris, batu gaib, menyembah roh leluhur, percaya pada dewa-dewi, dan yang paling modern adalah percaya pada Tuhan yang tunggal (ada juga sih agama yg bersikeras mereka adalah monotheisme walaupun dengan gamblang mengakui ada 3 Tuhan...). Konsep ketuhanan yang berubah seiring dengan berkembangnya pemikiran manusia menunjukkan bahwa pikiran manusia telah memodifikasi konsep Tuhan sedemikian rupa. Jadi, di bagian ini saja sudah dengan jelas menunjukkan bahwa pikiran manusia yang menciptakan Tuhan.

Gw mulai dari sini aja deh...Klo ada yang keberatan...baru dibiarkan berkembang sesuai dengan bagian2 yg diberatkan... Daripada nulis panjang lebar...tar malah ga jelas kabur kemana2...

Opening statment sei

OPENING STATMENT SEI

Manusia takut akan sesuatu yang tidak diketahuinya. Manusia takut pada binatang buas karena tidak tahu cara mengalahkannya, namun saat mereka tahu caranya mereka tidak lagi takut pada binatang buas. Itu terjadi saat kebudayaan manusia masih berburu hewan.

Saat kebudayaan bercocok tanam manusia tergantung kepada cuaca dan musim. Saat itulah tercatat manusia mulai menyembah sesuatu "yang memiliki kekuatan besar". Adalah ketakutan akan sesuatu yang mendorong manusia menyembah dewa-dewa. Ketakutan akan gagal panen menghasilkan imajinasi manusia akan "sesuatu yang mengatur bumi" kemudian lahirnya "dewa bumi". Ketakutan akan cuaca yang tidak menentu melahirkan "dewa langit", Ketakutan akan kematian menciptakan "Dewa kematian".

Bahkan konsep yang paling kuno sekalipun sampai sekarang masih ada. Manusia takut akan sisi gelap manusia itu sendiri yang sampai sekarang masih dianut agama modern sebagai personifikasi dari iblis, setan, satan, lucifer, demon, dan banyak istilah lain untuk ini.

Seperti juga kebudayaan manusia yang semakin berkembang dan kemampuan manusia dalam memahami sesuatu ikut berkembang, ketakutan semakin berkurang dengan pesatnya pengetahuan manusia.

Jika dulu manusia tidak pernah takut akan sesuatu, maka sejak dulu tidak pernah lahir "tuhan". Bisa dibilang bahwa "tuhan" adalah produk imajinasi manusia untuk menjauhkan diri dari ketakutan. Figur yang dibutuhkan saat keputus asaan terhadap suatu yang tidak diketahui muncul.

Bisa dibilang bahwa pemikiran manusialah yang menciptakan Tuhan.

Opening Statement Theist...

Saya quote kembali pernyataan TS :

Quote:

Lalu, Apakah benar tuhan (yang tidak terlihat) tersebut tidak hanya merupakan takjub, ketakutan, ego, keraguan, ketidaktahuan dari manusia?



Memang demikian proses pemikiran manusia secara umum, yang timbul karena: takjub, takut, ego, ragu & ketidaktahuan, sehingga tidak jarang membuat manusia mencoba mencari Tuhan, sampai-sampai tidak sadar / tidak sengaja bahwa mereka telah mencipta Tuhan dalam diri mereka masing-masing ( Ini semuanya terjadi karena mereka hanya mengandalkan otak / pikiran mereka dan tanpa menggunakan hati nurani mereka).

Saya mencoba mengekspresikannya sekarang berdasarkan penggalian di hati nurani (HN / Inner Heart).

Hati Nurani vs Pikiran / Otak

Tapi sebelumnya, perlu saya coba paparkan terlebih dahulu bahwa HN berbeda dengan perasaan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita merasakan sedih, bahagia, sakit dll. itu jelas adalah perasaan. Perasaan-perasaan tersebut cenderung timbul karena adanya stimulasi dari pancaindra kita yang dikirim ke otak, sehingga perasaan-perasaan tersebut serta berbagai sensasi lainnya muncul.

Kerja HN tidaklah demikian. Saya kebetulan "beruntung" mendapatkan kesempatan untuk mengenal HN. Untuk mengenal HN dan memasuki HN yang kita miliki secara seutuh-utuhnya. Untuk mengaktifkan HN kita, kita harus mampu menghentikan nominasi otak kita, karena otak bekerja berdasarkan pancaindra (sementara pancaindra cenderung memanipulasi diri kita).

Untuk membedakan kerja HN dengan kerja Otak / Perasaan, sebenarnya mudah. Contoh sederhananya:

Setiap hari seorang pengemis cacat kaki (katakanlah berusia 65 tahun) meminta sedekah pada Anda. Mungkin, hari pertama ia datang, Anda memberikannya karena kasihan. Hari kedua, Anda memberikannya karena Anda berpikir sudah wajarlah bila kita ada uang dan berdana untuk membantu pengemis tersebut yang sudah tua dan tidak berdaya. Hari ketiga, ia datang lagi, dan Anda mungkin memberikannya sedikit sedekah dengan pertimbangan untuk menambah pahala, hari keempat, kelima dst. .... ??? Saya yakin, bila menggunakan berbagai rasa / pertimbangan / perasaan yang saya sebutkan sebelumnya ... lama kelamaan akan timbul kejenuhan untuk memberi sedekah pada pengemis tersebut, apalagi saat Anda dalam keadaan kurang mood. Inilah sekilas tentang penggunaan otak.

Kira-kira, sampai di sini ... apakah konsep HN yang saya sampaikan di sini dapat diterima?

Kalau penyampaian saya tentang HN dapat diterima, saya akan lanjutkan, kalau tidak ... saya kira sia-sia bila saya lanjutkan.

Opening Statement dreamie...

MIND OVER MATTER

pikiran menciptakan REALITAS!!!

vodoo, santet dan semacam nya cm berlaku buat yg PERCAYA!!

banyak org yg telah membuktikan pikiran menciptakan realitas..
gw kasih contoh salah satu ceritanya yg ada dlm buku THE SECRET:

A memiliki anak yg pny penyakit aneh, lalu dia bercerita mengenai hal itu kpd temannya si B. nah si B ini memberikan sebuah batu dan dia bilank "batu ini bisa menyembuhkan segala macam penyakit". dan setelah beberapa bulan datang lah surat dari si A yg isi nya dia berterima kasih karena anak nya sembuh berkat batu pemberiannya itu..

kagetlah si B karena sebenernya batunya itu adalah batu biasa yg dia ambil di pinggir jalan, dia cm mo membuktikan teori kekuatan pikiran

ada lagi cerita, ini gw dapet serita lgsg dari sumbernya anggap aja si C...
waktu itu si C isenk ngomonk gini ke temennya(si D)
C : "lo sakit y?muka lo pucet banged tuh!"
D : iya, yah?
C : pulang aja gih..
D : iya deh...

dialognya gw persingkat, pokoknya intinya si C itu meyakinkan ke D kalo dia sakit!!padahal si C ngomong gitu cm isenk doank, dan mukanya si D jg biasa aja gk pucet ato gmn2?!!dan besok nya si D gk masuk, gara2 sakit

Acara TV "THE MASTER" di RCTI jum'at 22.00 wib telah membuktikan kalo MIND OVER MATTER!!!

BAHKAN...
FENOMENA PONARI telah membuktikannya

kalo gk sembuh berarti pikirannya gak cukup percaya kalo ponari bisa menyembuhkan

KESIMPULAN:
kalo alam semesta ini adalah suatu REALITAS maka perlu ada "Energi" YANG BERPIKIR untuk menjadikannya suatu REALITAS!!! alias TUHAN

btw tar mlm nonton The master yach!
tp kyknya acaranya di ganti hari sabtu, tar gw kabarin lagi

Spoiler for :

Opening Statement cippie...

Quote:Original Posted By cippie
tuhan menciptakan manusia yang memiliki pemikiran bahwa tuhan adalah maha pencipta


'nuff said

Opening Statement ngo2...

gw ambil posisi sebagai pro tuhan menciptakan pikiran...

tuhan menciptakan segalanya termasuk pikiran manusia...

lalu kenapa konsep manusia terhadap tuhan selalu berubah (menanggapi menyan)....

bukan karena tuhan yang berubah, bukan pula karena konsep tuhan cuma buatan manusia, tetapi karena tuhan membiarkan manusia menemukan sendiri atau meahirkan pemahamannya sendiri akan tuhan. tuhan tidak ingin menjejalkan begitu saja konsep ttg dirinya ke dalam pikiran manusia..................

itu sebabnya tuhan membiarkan liar pikiran kita untuk melahirkan konsepnya sendiri ttg tuhan...................

terus kenapa konsep tuhan dibiarkan berubah???

sebenarnya konsep manusia ttg tuhan tdk pernah berubah. manusia dari jaman batu sampe sekarang (kecuali atheis), tetap yakin bahwa ada sesuatu yang jauh lebh berkuasa dari padanya. ada sesuatu yang mengatur segala sesuatu hingga manusia itu tetap hidup.....

Opening Statement klonenganOtong...

Beyond The Mind

Benarkah pikiran berada di atas segala2nya? Benarkah pikiran yg menciptakan segalanya? Kalau begitu apa itu pikiran? Apa yg menciptakan pikiran? Bisakah frase pertanyaan ini disamakan dgn frase: "Apa yg menciptakan tuhan?"

Seandainya pikiran adalah causa prima, lantas adakah dan apakah yg mengendalikan pikiran? Mengapa ada orang gila? Mengapa ada orang yg suka membunuh dan menyakiti orang lain? Saat kita merasa marah, apa yg kita lakukan terhadap pikiran kita yg mengendalikan perbuatan dan tentu saja badan fisik kita?

Pada saat kita memikirkan sesuatu, apakah itu memang kehendak kita? Apakah pikiran itu free will? Apakah free will itu ada? Tunggu dulu, free will sendiri itu apa? Apakah deskripsi anda tentang free will akan sama dgn orang lain?

Jadi apakah pikiran ada yg mengendalikan? Bisakah kita mengendalikan pikiran? Jika demikian, lantas apa nama tool yg kita pakai untuk mengendalikan pikiran? Perasaan kah? Atau malah justru perasaan yg bisa kita setir secara bawah sadar dgn menggunakan persepsi2 apriori?


Udah ah sebegono dulu btw ini termasuk statemen ga ya?

Opening Statement jendral_kidan...

Opening statement

Tuhan yang menciptakan pikiran ato pikiran menciptakan tuhan
Gue pro tuhan yang menciptakan pikiran


ya jelas tuhan yang menciptakan manusia,tetapi adanya tuhan semua itu bentuk pengakuan haqiqi dari manusia untuk mengakui eksistensi keberadaanya


Pembuktiannya sederhana, apakah jika manusia tidak ada lantas bumi atau alam semesta itu juga tidak ada?. Atau, apakah jika 'aku' tidak ada
maka 'kamu' juga tidak ada?
jika 'aku' mati maka 'kamu' juga mati?
Katakanlah 'aku' itu adalah 'aku' yang mewakili ego pikiran 'aku', dan 'kamu' itu adalah semua yang ada diluar ego pikiran 'aku', termasuk sesuatu yang gaib. Buktinya 'aku' dan 'kamu' adalah sesuatu yang berbeda dan sesuatu yang tidak pernah berhubungan langsung.

Tuhan menciptakan 'aku' dalam arti eksistensinya, sedangkan jika terlintas dalam pikiran bahwa 'aku' menciptakan Tuhan itu hanya karena esensi keimanan 'aku'. Artinya, Tuhan itu ada dalam diri 'aku' karena iman, namun nyatanya 'aku' beriman atau tidak, tetap aja Tuhan itu akan mematikan 'aku', bahkan akan membuat 'aku' atau siapapun bahagia, sedih, akan memberi bencana, atau memberi anugerah, dst.

Opening Statement frozenfish...

-Kamu Adalah Apa Yg Kamu Pikirkan-
Kalo loe berpikir bahwa lo adalah orang jahat maka otomatis loe sendiri akan menjadi jahat
("Dangerous mind"<- apa kalimat ini berarti sesuatu bagi kalian?).


Sebaliknya, kalo loe berpikir bahwa loe adalah orang yg baik, otomatis loe akan jadi orang baik begitu juga dengan tuhan, simple aja koq. Karena pada dasarnya manusia menjalani hidup diawali dengan konsep dahulu. Buktikan kalo gw salah bahwa hidup tidak dimulai dengan konsep baru gw percaya tuhan benar2 ada!

Mari ber-eksperimen secara teori, kita bisa menempatkan seorang bayi yg berasal dari keluarga yg percaya dan taat pada tuhan di bagian yg terpencil di bumi ini, let say Amazon dan anggaplah si bayi bisa bertahan hidup sampai dewasa, nah apakah dia nantinya tau akan tuhan? apa dia nantinya masih berpikir sama dengan orang kota dan beradab?

the fact tuhan tidak menerapkan apapun pada manusia!
and another fact he is the origins of human being.
Kita sendiri yg menerapkan pola pikir.

Tuhan dan Pikiran

RULE Tambahan buat Penonton Tournament
Silahkan berkomentar panjang lebar di thread ini
dan diharapkan untuk menghormati para kontestan dan tidak ikut campur di thread Tournament

Anda dibenarkan untuk memperhatikan,
Namun diharapkan kerjasama dari anda semua untuk mematuhi aturan di thread tersebut.

Opening Statement F120ST...

Opening Statement dari gw (kalo approve gw lanjut, kalo ga, gw tetep nonton dan belajar.)


Gw lebih suka dengan pernyataan pikiran menciptakan Tuhan, terlepas dari sebenarnya Tuhan itu ada atau tidak (karena disini bukan thread Atheist vs Theist menurut gw)

why?
1. kalo dalam bahasa Simplenya,konsep "Tuhan" (gw selalu menggunakan kata konsep, karena gw ga mau ngejudge Tuhan sebagai sosok ataupun benda) itu ada untuk menjawab hal2 yang blm bisa dijawab oleh manusia itu sendiri, bahkan mengenai sebenarnya apa atau siapa Tuhan itu sendiri. dan ketika apa atau siapa Tuhan itu terjawab (kalaupun bisa) gw yakin akan muncul konsep lainnya untuk yang diagungkan.
2. ketika kita sering kali bertanya kepada Theist, mengenai bagaimana caranya kita mengetahui adanya Tuhan? sering kali jawabannya adalah, Rasakan dengan hati mu. it's mean GOD created by our imagine. gimana kalau orang yang pada dasarnya udah sangat tidak percaya dengan Tuhan? mau dikasih bukti senyata apapun juga ga bakal percaya. jadi balik lagi dari dalam diri orang tersebut lah Tuhan itu sebenarnya hadir.

segini dulu dah dari gw.....
donk pastinya.

nb: nyan, emang yang boleh post disini cuma peserta? waduh.. maap.. kalo beneran gitu.

tambahan,

inti dari gw pro dengan pikiran yang menciptakan Tuhan, bukan berarti gw percaya ada atau tidaknya Tuhan (karena bukan topik ini) tetapi karena : "kalau Tuhan yang menciptakan manusia, kenapa semua orang memiliki persepsi tersendiri mengenai Tuhan, bahkan satu orang yang sama akan memiliki persepsi Tuhan yang berbeda dari waktu yang satu ke waktu lainnya."

Opening Statement ugiecan...

Opening Statement Ugiecan

Pihak : Tuhan menciptakan pikiran

Sama saja dengan menebak-nebak apakah ayam dahulu atau telur dulu yang lebih dulu muncul. nyatanya, yang muncul lebih dulu adalah ayam. karena tidak mungkin di alam yang dahulu sangat liar, telur yang lemah bisa bertahan hidup hingga menjadi seekor ayam.

Tuhan dan "sesuatu yang disembah" tentu saja berbeda. pengertian Tuhan menurut penganut samawi sekarang adalah berbeda dengan pengertian pohon atau petir yang dahulu disembah manusia. mesipun ada kesamaan, yaitu pujaan yang ditujukan adalah berupa penghormatan.

Pikiran berevolusi. contoh produk dari pikiran adalah teknologi. mesin tik / kalkulator menjadi komputer. balon udara menjadi pesawat. sepeda menjadi mobil.

sekarang, kenapa gw memihak Tuhan yang menciptakan pikiran ? sebenarnya Tuhan sudah ada sejak dulu. dengan tanda2 yang telah ditemukan manusia sekarang. galaksi, bintang, sampai ke mikroorganisme. namun manusia dengan keterbatasan pikirannya malah mengatakan benda-benda alam sebagai Tuhan. semakin pikiran manusia berevolusi, maka manusia akan semakin mencari, "sesuatu" yang lebih besar dari dirinya sendiri, sesuatu yang bisa menciptakan alam, dan segala isinya. dan dari situlah, manusia sadar, bahwa Tuhan itu ada.

Opening Statement arif_juve...

yg namanya debat itu:
1. apa yg diperdebatkan harus jelas
-------------------------------------
Spoiler for materi debat 1:


oke sampai disini, postingan bung sadha (definisi dari KBBI) gak aku komentari dulu cuman kasih clue warna merah

entah aku nangkepnya keliru entah tidak
tapi aku pikir tema-nya adalah
1. apakah pikiran menciptakan Tuhan?
atau mungkin
2. apakah Tuhan menciptakan pikiran?

yg jelas manusia yg berpikir

aku pilih satu aja, yaitu yg nomer satu : "apakah pikiran menciptakan Tuhan?"
alasan: kalo milih yg nomer dua ntar jadi plesetan ---> manusia=Tuhan (percayalah )

jadi saya ulang lagi yah biar jelas
Spoiler for diulang:


2. sebaiknya ada hasil/manfaatnya
------------------------------------
sebelum dijawab, kita meramal dulu
hehehehe
meramal apa?
meramal jawaban
Spoiler for ramalan jawaban:


sampai disini setuju .....???

jadi harusnya pertanyaan ini hanya memiliki satu jawaban
apapun caranya untuk dapat menjawab pertanyaan ini (bila caranya lebih dari satu)
---> akan berakhir pada jawaban yg sama

bagaimana kalo hasilnya tidak sama?
berarti ada yg salah.
dimananya?
kalo tema jelas, hasilnya juga memiliki syarat (hanya ada satu jawaban)
maka errornya ada pada proses.

sampai disini setuju ...???

3. proses harus hati hati dan logis, biar diakui phak lawan
----------------------------------------------------------
oke ... proses yah ....
setiap orang punya gaya masing masing dalam bagian 'proses'
saya tidak menyalahkan

dan saya juga ingin ikutan ambil bagian dalam 'proses' ini

cara saya agak interaktif

kembali ke definisi Tuhan ala KBBI
Spoiler for materi objek:

nah dari sini kelihatan bahwa definisi ini sangat pro jawaban 'iya'.
gak usah saya beberkan panjang lebar untuk hal hal yg menguntungkan atheist

kalo ada atheist yg menyerang melalui definisi Tuhan dalam KBBI , maka theist akan mati kutu kurang dari lima langkah. karena tidak perlu panjang lebar ke metode ilmiah, cukup dari definisinya saja sudah kena.

tapi saya liat dari kacamata luar dulu.
Spoiler for definisi Tuhan:

ok saya chrosscheck, disini di DEBATE CLUB

adakah manusia yg sanggup mendefinisikan Tuhan? (definisi-nya gak cuman sebagian doang lho)
mendefinisikan objek yg sedang dipermasalahkan?
karena definisi itu adalah hal yg mendasar bila kita melakukan interaksi dua arah
kalo Tuhan memang tidak eksist, tetap bukanlah alasan bahwa definisi menjadi tidak penting
bahkan sesuatu yg tidak eksist pun ada definisinya
akar negativ 2 berbeda dengan akar negatif 3 (meskipun sama sama tidak eksist)
kalo dari definisi saja satu sama lain beda beda, maka yg ada cuma postingan yg tidak nyambung satu sama lain.

segitu dulu

Opening statment fox_lyan...

Posisi : TUHAN MENCIPTAKAN PIKIRAN

Sebenarnya gw gak mau jatuh dalam oversimplifikasi (pengampangan) apakah Tuhan menciptakan pikiran atau pikiran menciptakan Tuhan. Tema dalam turnamen ini seharus didefinisikan lebih jauh dan mendalam terlebih dahulu.

Karena itu, maka sebelumnya kita harus menarik garis terlebih dahulu meliputi :
(i) Apa itu definisi tentang TUHAN :
Tuhan yang mana yang akan kita bicarakan? YHWH kah atau ALLAH kah? Politeis atau Monoteis? Personal atau impersonal? Gw gak pingin jatuh ke dalam jurang subyektifitas dengan membawa Tuhan versi tertentu. Karena itu gw mengajukan definisi Tuhan dalam kerangka yang lebih umum. Gw akan mendefinisikan tuhan secara generalistik, definisi yang gw kira dapat diterapkan terhadap semua bentuk dan versi tentang Tuhan. Maka definisi Tuhan yang gw ajukan adalah : “Suatu bentuk realitas yang maha sempurna. (maximum perfect being)”
(ii) Apakah itu definisi dari pikiran :
Menurut wikipedia, pikiran adalah : Mind refers to the aspects of intellect and consciousness manifested as combinations of thought, perception, memory, emotion, will and imagination, including all of the brain's conscious and unconscious cognitive processes.
Berangkat dari definisi ini, maka dapat kita ajukan definisi singkat bahwa pikiran adalah : "Suatu bentuk proses kerja mental intrisik manusia, baik secara sadar maupun tidak sadar."

Berangkat dari definisi ini, gw akan menyusun satu rangkaian pernyataan yaitu :
a. Kita mengenal Tuhan sebagai bentuk gagasan yang ada dalam proses pikiran kita.
b. Gagasan akan Tuhan (GT) merupakan gagasan yang sangat unik dan bersifat universal.
c. Pikiran tidak akan mampu menghasilkan gagasan seunik dan seuniversal GT.
d. Karena itu GT bukanlah produk murni dari pikiran, namun merupakan reaksi dan penjelasan terhadap sesuatu yang berada di luar pikiran itu sendiri.

MAKA OPENING STATEMENT GW :
TUHAN SEBAGAI SEBUAH GAGASAN TIDAK AKAN MAMPU DIBENTUK OLEH PIKIRAN. KARENA ITU SATU-SATUNYA PENJELASAN YANG MUNGKIN ADALAH GAGASAN TERSEBUT MUNCUL SEBAGAI REAKSI TERHADAP SESUATU YANG KEBERADAANNYA BERADA DI LUAR PIKIRAN ITU SENDIRI.
Kita tahu bahwa Manusia Zaman dahulu takut brlebihan dgn gejala" alam sprti Petir, Hujan, Angin, dsb. Ketika ktakutan akan ktidak tahuan mreka tntang gejala alam trsebut (pikiran mrka bhwa gjala alam it dtng tiba" dn tnpa sebab) lahir lah pemikiran bhwa gjala" alam trsbut ada yg memerintahkan, dan jdi lah istilah" dewa petir, angin, tanah, dsb.

Ketika pda zaman modern skrg, gjala" alam it sdah dapat d jelaskan melalui ilmu pngetahuan dn menyebabkan kprcyaan trhdap dewa" gjala alam tsb smkin memudar..

Mgkin saja nnt ktika ILMU PENGETAHUAN sudah dpt mnjelaskan smua rahasia tentang SELURUH ALAM SEMESTA ini, mka kmgkinan besar saat itu lah istilah TUHAN akan mulai memudar prlahan..

Jadi, ku menyimpulkan bhwa PEMIKIRAN MANUSIA LAH YG MENCIPTAKAN TUHAN..

Pnciptaan istilah Tuhan adalah jwban atas ktidak tauan kita atas gejala" yg ada d alam smesta ini yg tidak bisa kita jelaskan melalui ILMU PENGETAHUAN/LOGIKA..
It menurut Con..
(Con prcya sma Tuhan)

Opening Statement tom_corleone

opening statement tom_corleone


Pro pikiran menciptakan tuhan

proses berpikir = inderawi menangkap realitas (disebut kesan), kemudian disimpan dlm memori otak sebagai potongan2 kesan, potongan2 kesan tsb bisa dimunculkan lagi sebagai pikiran/gagasan

kesan yg dicerap manusia dlm mengamati realitas adalah terikatnya alam pada hukum sebab-akibat. kesan inilah yg kemudian diadopsi manusia utk membentuk konsep sosok tuhan utk menjawab pertanyaan ttg penyebab ini itu di alam ini

Opening statement sicodot...

opening stetmen

manusia menciptakan 'tuhan' dalam pikirannya sendiri, untuk kebutuhannya akan kenyamanan, meletakkan beban hidup di sesuatu yang lebih "besar", meletakan pengharapan hidupnya, memanjatkan doa, dan untuk menjawab segala tanya yang tak terjawab.

Bahkan lebih jelasnya, konsep tuhan tidak akan ada bila manusia tidak ada, jadi tuhan adalah ciptaan antroposentris manusia (dengan diciptakan sesuai gambaran kita).

tuhan tidak akan pernah dikenali keberadaan dirinya tanpa ada mahluk yang mengakui ketuhanannya.

Opening Statement nyang...

Quote:Original Posted By Kemenyan
Sudah merupakan insting manusia untuk merasa takjub terhadap sesuatu yang diluar pemahamannya. Tuhan sudah berkali-kali berevolusi sejak keberadaan manusia tercatat dalam sejarah.

Manusia pernah mengagungkan pohon gede yang berdiri kokoh menemani mereka selama beberapa keturunan.
Manusia juga pernah mengagungkan sosok buas seperti raja hutan (beruang, serigala, singa)
Manusia juga pernah mengagungkan fenomena petir yang mengelegar yang membakar dan menghancurkan objek dibawahnya
Manusia yang menyadari, didalam kegelapan susah untuk beraktifitas mulai mengagungkan matahari.

Dari contoh diatas, terlihat jelas manusia membutuhkan sosok untuk diagungkan.
contoh diatas merupakan contoh dimana manusia mengagungkan sesuatu yang diluar pemahaman mereka, namun masih terlihat.

Jikalau sekarang kita sudah mampu menjelaskan fenomena tuhan yang terlihat. bahwa fenomena tersebut merupakan fenomena alam, natural.

Bukankah hal ini sudah cukup jelas, jikalau pikiran manusialah yang menciptakan sosok agung. pikiran manusia yang ketakutan, yang tidak paham, yang ragu, yang takjub yang menciptakan sosok tuhan.

Fenomena tuhan yang terlihat kelihatannya sudah mulai ditinggalkan, berganti dengan trend tuhan yang tidak terlihat.

Lalu,
Apakah benar tuhan (yang tidak terlihat) tersebut tidak hanya merupakan takjub, ketakutan, ego, keraguan, ketidaktahuan dari manusia?


yang berevolusi bukan Tuhan akan tetapi "pemikiran manusia" akan Tuhan.
argumen gw :
"Tuhan menciptakan pikiran"
atau lebih spesifiknya
"Tuhan menciptakan manusia dengan pemikiran untuk mencari siapa sebenarnya Tuhan itu".
kenapa :
sejak manusia itu ada, walaupun dengan peradapan super kuno sekalipun, pikiran manusia selalu dihantui dengan kata2 "Tuhan",:tuhan dan tuhan"
walaupun manusia sendiri belum paham dan mengerti apa dan seperti apa itu tuhan tetapi pikiran mereka selalu tertuju pada kata tuhan"
seperti program yang sudah tertancap dalam pikiran.
program "pencarian sosok Tuhan"


hal ini terjadi karena masih terbatasnya kemapuan berfikir manusia.
interaksi manusia dengan alam disaat itu lebih dominan.

pemikiran manusia saat itu masih sempit, tetapi kenapa sudah harus terdoktrin dengan "harus adanya sosok Tuhan"


bukan tren,
perubahan itu muncul karena pemikiran itu sendiri sudah jauh berkembang.
yah "pemikiran manusia" akan sosok Tuhan memang berevolusi. akan tetapi evolusi itu akan terhenti pada titik dimana "program" itu sudah menemukan sosok yang dicarinya.

Opening statement argggghh...

open statement

pro pikiran menciptakan Tuhan
selama ini manusia kan semuanya melalui proses berpikir, kalau pun manusia tidak berpikir, tidak akan ada kehidupan, udah punah dari dulu
misalnya manusia serakah akan kehidupan ini, perlu ada pikiran untuk memberi pada orang lain, tetapi jarang ada yang mau berpikir seperti itu, di butuhkan adanya dorongan, disini muncul kata "Tuhan" : "kalau kita memberi, Tuhan akan memberi yang lebih banyak dari yang kita beri"
karena dorongan itu manusia mulai berpikir untuk memberi pd sesama, kalau ga di pikirin ya banyakin kikir, pelit, koret, korupsi
perlu ada sesuatu yg lebih menakutkan dari manusia itu sendiri :
jaman dulu, ada petir aja takut, jangan keluar ati2 d*** Ze*s lg marah, nanti kamu terkena amarahnya, lalu, kamu jgn bandel, jangan berbuat yang tidak baik, nanti dia marah, kamu di samber
jaman skarang, nak kamu jangan mencuri, memukul, merampok, memerkosa, bla bla bla dll, nanti Tuhan akan menghukum mu setelah kamu tiada (lalu sang anak mulai memikirkan kehidupan setelah mati, yang orang dewasa saja tidak dapat membuktikannya, apalagi anak kecil, ujung2nya kata2 "hukuman di kehidupan mu setelah mati" terus terintas di pikiran anak itu, apalagi yang menghukum ga ketauan siapa, lebih serem lg, inget tiap manusia punya rasa takut, ujung2ny tu anak sampai dewasa setiap mau berbuat jahat inget ma "Tuhan" lansung terhenti niat jahatnya)

Tuhan2, menurut gw:
awalnya manusia berpikir binatang buas di bilang Tuhan karena takut
malam2 ada bulan, ngasih cahaya, di bilang Tuhan jg
terus, matahari yang ngusir tu binatang buas di siang hari, lebih terang dari bulan, manusia pikir itu Tuhan yang ngusir binatang yang bikin dia takut, lalu nyembah tu matahari, karena takut di usir juga kali
lalu matahari tertutup awan mendung di sertai kilatan2 cahaya, dikira mataharinya kalah ma awan mendung di sertai kilatan2 cahaya itu, lalu dianggaplah sebagai Tuhan
terus mereka mulai berpikir sesuatu yang menyeramkan itu seharusnya tidak nampak, mulai lah batu, kayu, patung, kuburan leluhur. barang2 leluhur jadi Tuhan
ada manusia yang mengangkat dirinya sendiri sebagai Tuhan , memperbudak manusia2 lain, memaksa menyembahnya
lalu ada lagi, manusia yang revive dari kematian d blg
Tuhan
manusia punya kelebihan2 di bilang Tuhan
uang bisa membeli segalanya di bilang Tuhan
minuman keras, narkoba di bilang Tuhan soalnya bikin pikiran kosong, trus isinya cuman barang2 itu aj, ga ada itu, serasa hancur hidupnya, ya ujung2ny mikir itu terus, di sembah dah
Tuhan yang ga kliatan bermunculan, rasa takut yang paling mendalam dalam pikiran manusia, lalu di sebut Tuhan biar aman

jadi intinya, manusia memilih Tuhan / sosok yang ditakutinya semaunya, suka suka pikirannya sendiri, apa yang dia pikirkan, ya apa yang dia yakini, kalau dia berpikir untuk tidak meyakini, ya tidak meyakini apapun, tetapi ga mungkin ga takut pada sesuatu apapun,

try this :
sekarang coba pikirkan sesuatu di pikiran kalian, pikirkan kalian lahir dari rahim ibu kalian, pikirkan Tuhan menciptakan kalian, lalu coba pikirkan Tuhan di ciptakan, ga bakal bisa
mentok di manusia di ciptakan Tuhan
karena pikiran manusia yang egois yang cuman bisa mikirin diri sendiri


sekian statement saya, kalau boleh lanjut ya lanjut, kalau gag, stop disini, jd reader yang baik