KASKUS

Dasar-dasar Trading

Good day,

OK biasanya pada saat mulai/awal trading, kita akan memilih strategi/sistem orang lain yang kebetulan kita temukan secara gratis di internet, atau belajar dari teman yang sudah menjalankannya. Beberapa masalah akan segera muncul jika kita mengawali trading career dengan cara ini:

1. Kepercayaan diri tidak pernah bisa ditransferkan. Sehingga waktu kita mengadopsi suatu sistem, confidence dari si penemu sistem ini tidak ikut tertransfer. Tidak adanya kepercayaan diri adalah siksaan terbesar sebagai seorang trader.
2. Hampir semua sistem hanya memberikan analisa secara tehnikal tanpa memberi dasar-dasar fundamentalnya. Sehingga yang terjadi adalah pada saat sistem itu menemui jalan buntu si trader newbie ini akan kebingungan dan kehilangan arah.

Dalam post-post saya ini saya akan memberikan gambaran-gambaran mengenai pentingnya memiliki pengetahuan fundamental dalam trading. Dan semoga Anda semua bisa mengalami kesuksesan sejati dari trading, mengembalikan kerugian2 Anda dan yang terpenting bagi saya agar dunia trading ini tidak dipandang secara negatif oleh mereka yang skeptical.

mulai 18 Juli 2009 istilah fundamental saya ganti menjadi core supaya tidak membingungkan dengan istilah fundamental dalam arti tradisional

untuk berikutnya supaya tidak membingungkan saya akan pakai istilah core saja karena kalau fundamental sering rancu dengan fundamental traditional

jadi bagi saya ada 3 metode trading:

1. tehnikal (indikator, support resistance, fibo)
2. fundamental (economic news, statistic, company earning report buat saham, fed's report etc)
3. fundamental of trading/core of trading (market relation, bull trap, bear trap, technical buy fundamental buy, technical sell fundamental sell, money cycle)

Statistik

Trading adalah mengenai statistik.

Profesor statistik saya Vanderman mengajarkan seperti ini:

Berapa probabilitas bahwa besok akan hujan?

Secara teoritis jawaban pertanyaan ini adalah 50/50 atau 50% hujan

Bagaimana menjawab pertanyaan ini dengan menggunakan analisa berdasarkan kondisi tertentu?

Contoh:

Berapa probabilitas bahwa besok akan hujan jika bulan ini adalah bulan Desember?

Kemungkinan jawaban masih bisa 50% tetapi bisa juga 50+% karena bulan Desember adalah musim hujan.

Lalu kita kembangkan lagi

Berapa probabilitas bahwa besok akan hujan jika ini bulan Des dan hari ini hujan?

Saya kira jawabannya bisa naik secara signifikan ke 60 - 70%

________________________________


Menghitung probabilitas adalah masalah tehnikal, mengetahui kapan musim hujan dan apakah hari ini hujan/tidak adalah masalah fundamental.

So, indikator kita hanya bisa memberi kesempatan 50/50 untuk menang, hanya dan hanya jika kita mengetahui caranya membaca situasi pasar secara global kita bisa menambahkan beberapa persen kepercayaan diri pada probabilitas kemenangan kita di pasar modal.

Big boys memiliki pengetahuan fundamental plus insider info yang sangat akurat, mereka menggunakan pengetahuan ini untuk memainkan pasar, bagaimana caranya? Simak post berikutnya....

the BIG BOYS

Apakah BIG BOYS exist?


YES YES AND YES


Apakah mereka memanipulasi pasar?


YES YES AND YES


Coba kita buka chart A/U, G/U, E/U pada timeframe M5

Lalu lihat candle ini: 17 December 2008, 17:10 (Broker: Broco Trader/WHC Trader)

Pada A/U candle memiliki spread (selisih hi - lo) 50 pips
G/U 60 pips
E/U 40 pips

semuanya full bearish candle terjadi di waktu bahkan hampir di MENIT yang SAMA

Anda amati juga candle-candle penting yang lain dengan ciri2 sbb:

1. Wide spread (selisih hi-lo yang tinggi)
2. High volume

Bandingkan juga dengan NZD/USD.

Ini adalah korelasi yang saya temukan, ada beberapa penemu lain seperti Tom William yang menemukan korelasi antara volume dan market reversal dan mengidentifikasi extremely high volume itu sebagai bukti partisipasi big boys di pasar.

Kembali lagi ke masalah statistik di atas. Di pasar modal, big boyslah yang menentukan musimnya (trending atau sideway), mereka juga yang menentukan apakah hari ini hujan/tidak (bull/bear). Bagaimana kita mendeteksi langkah2 mereka? Kita beruntung karena mereka sebetulnya membagikan sedikit clue bagi kita dengan cara membagikan insider info.

Lalu, apakah insider info? Saya menyebutnya sebagai public relation business, atau orang menyebutnya NEWS.

Bagi BIG BOYS, NEWS itu sangat penting karena dengan cara itulah mereka menyetir pasar. Para Trader profesional memahami fundamental dengan baik, mereka memiliki dana besar (tetapi tidak sebesar big boys). Trader retail, memiliki kenekadan yang besar, sering disebut sebagai "paper" karena trader retail identik dengan barang yang murah tetapi dibutuhkan. Trader retail tidak memahami fundamental tetapi nekad dalam mengikuti arus.

NEWS dipakai untuk menggerakkan trader profesional, yang pada akhirnya akan menggerakkan trader retail.

Ada pedoman ini:

Profesional traders take 5 minutes to read the paper and another 5 minutes to react
Retail traders take 1 minutes to read the paper (banyak yang di skip gara2 ngga paham maksudnya) but wait for 1 day to react after the MACD crossing up

NEXT, perbedaan trader dan seorang pemain jackpot

Trader or Jackpot Player?

Saya harus memasukkan topik ini sebagai fundamental karena banyak yang tidak menyadari perannya dalam dunia trading. Di dalam trading kita harus menjadi seorang trader dan bukan jackpot player.

Ada sebuah cerita dari Elder Alexander yang selalu saya ingat:

Anak perempuan Elder yang masih kecil sangat jago main backgammon. Lalu Elder menantang anaknya untuk tanding backgammon dengan menggunakan taruhan uang. Si anak menggunakan uang jajannya untuk bertaruh dan Elder menyisihkan uangnya sendiri. Ia berniat mengajarkan kepada anaknya tentang berjudi dan berspekulasi.

Pada pertandingan awal si anak menang terus sehingga pundi-pundinya terus bertambah dan pundi Elder semakin berkurang. Di saat kepercayaan diri anaknya memuncak (overconfidence) Elder menawarkan aturan main yang baru, yaitu taruhan di double setiap kali pertandingan. Maka terjadilah yang saya sebut psychological climax. Si anak mulai kalah, lalu di double taruhannya, si anak stress, kalah lagi, kalah lagi, konsentrasinya hilang dan tanpa disadarinya uangnya ludes masuk ke kantong papanya.


Apa yang bisa kita pelajari dari cerita ini?

Si anak adalah seorang jackpot player, yang mengandalkan "feeling" nya untuk bertanding, pada saat taruhan di double resiko yang harus ditanggung si anak baik secara mental maupun riil amatlah besar. Uang jajan adalah harta berharga bagi si anak sementara bagi Elder uang segitu tidaklah ada artinya, sehingga secara mental Elder sudah menang duluan. Pada saat taruhan di double si anak mendapat tekanan mental akan kehilangan segalanya dan itu menghancurkan konsentrasinya.

BIG BOYS memiliki harta tak terbatas (mostly bankers), profesional traders memiliki ketergantungan yang kecil karena memainkan uang orang lain.


Saya ulangi lagi, profesional traders memainkan uang orang lain dan dapat uang dari komisi. Mereka bereaksi lebih cepat karena tidak ada tekanan mental yang besar.


PRIVATE traders ..... memainkan uangnya sendiri seperti anak Elder tadi. Secara mental kita sudah kalah duluan.

OK inilah sebabnya 99% traders gagal di pasar modal.

Lalu bagaimana kita dapat mengatasi kelemahan kita ini? FUNDAMENTAL ANALYSIS
Good Thread, lanjut bro...

Principle of Investing

Sebagai seorang trader kita membeli sesuatu yang kita anggap memiliki nilai lebih dan kita menjual sesuatu yang kita anggap kurang/tidak bernilai.

Is it that simple?

Kenyataannya tidak ... pada saat orang membeli tanah Ia berharap agar tanah itu kelak akan bernilai lebih dibandingkan uang yang Ia bayarkan .... OK ini masuk analogi berinvestasi

OK, lalu orang membeli HP, perhiasan, komputer, motor, apakah itu termasuk kegiatan berinvestasi? Saya kira iya dan tidak, iya apabila semua itu dibeli untuk modal kerja atau pendukung kerja, tetapi tidak jika barang2 mewah itu dibeli hanya untuk gaya-gaya atau sekedar untuk menjaga image dan lifestyle.

Dalam trading prinsip ini juga berlaku. Saat kita melepas rupiah kita dan membeli saham ANTM atau saat kita membeli EURO dan menjual DOLLAR, apakah kita sudah berpikir masak-masak bahwa nilai barang yang kita beli ini akan naik? Mungkin Anda berpikir iya, kenyataannya pasar berkata tidak secara mayoritas.

SUBPRIME MORTGAGE salah satunya disebabkan oleh housing bubble, yaitu harga rumah meningkat tajam lebih cepat dari inflasi disebabkan oleh kecilnya suku bunga KPR dan kemudahan orang untuk membeli rumah. 2 tahun lalu orang Amerika masih membeli rumah (dengan harga yang sangat tinggi) dengan harapan dapat dijual lagi 2 - 3 bulan berikutnya dan sudah memperoleh untung. Pada saat mekanisme ini terjadi secara nasional maka kita mengalami kerugian besar secara skala nasional. Orang-orang memiliki neraca kesetimbangan yang pincang karena nilai aset menurun dan likuiditas juga menurun karena uangnya sudah berupa aset yang ternyata nilainya menurun.

Kita akan masuk ke hal yang bersifat tehnis tapi penting sekali saya akan coba jelaskan dg bahasa awam.

Kita kembali lagi ke prinsip berinvestasi. Orang Amerika melanggar prinsip ini sehingga mengalami kerugian. Pada saat membeli rumah, mereka menjual DOLLARnya dan membeli aset berupa rumah. Pada saat harga rumah ini turun maka yang HARUS dilakukan oleh BERNANKE dan PAULSON adalah menurunkan juga nilai DOLLAR nya dengan tujuan supaya kerugian yang dialami oleh rakyat Amerika tidak terlalu parah.

Saya ulangi lagi

Orang Amerika

Menjual DOLLAR
Membeli RUMAH

Harga RUMAH TURUN

Maka jika DOLLAR MENGUAT rakyat Amerika bisa kere semua tetapi jika DOLLAR MELEMAH bersama dengan turunnya harga RUMAH maka kita bisa kembali ke suatu sistem yang seimbang.

Saya tidak akan membahas tentang ini secara mendetail tetapi pada intinya adalah dalam trading kita HARUS membeli sesuatu yang bernilai dan menjual sesuatu yang tidak bernilai.
Hanya dengan pemahaman ini maka kita sebagai private traders dapat mengatasi kelemahan mental yang saya sebutkan tadi.

Hanya dengan ini kita bisa mengabaikan trik-trik big boys untuk mencuri uang dari pundi-pundi kita.

Tanpa mengetahui VALUE dari barang modal yang kita tradingkan maka kita jangan buru-buru menyebut diri kita trader dulu, jangan-jangan kita adalah seorang pemain jackpot.

Intraday Traders Warning

Value dari dua entiti tidak serta merta berubah.

USD tidak tiba-tiba menjadi lebih valueable dibandingkan EUR hanya gara-gara Bank Sentral Eropa menurunkan suku bunga 100 bps, begitu juga pada saat NFP bulan November diumumkan di angka yang cukup mencengangkan -533,000 ternyata tokh, orang tetap menganggap saham Amerika sudah terlalu murah dan tetap mau menjual DOLLARnya dan membeli SAHAM dari sektor finansial.

Lagi, ini adalah masalah value dan apakah kita mampu membaca value tersebut. Di era 1995 - 2000 USD lebih kuat dibanding EUR, lalu terjadilah peristiwa yang sangat tidak diduga, 9/11 attack, itulah titik balik EUR/USD, sejak tanggal itu sampai detik ini EUR menjadi lebih kuat dibandingkan USD.

Ada 2 hal yang bisa kita pelajari dari fakta ini:

1. Coba kita lihat chart EUR/USD, kita bisa buktikan bahwa reversalnya tidak terjadi secara serta merta, butuh waktu hampir 2 tahun untuk orang (profesional trader sadar duluan) mulai memahami bahwa EUR akan menguat dan USD akan melemah.

Faktanya, perubahan nilai / value tidak bisa terjadi secara cepat, contoh saja meskipun pabrik2 jamu sudah bercampaign besar-besaran dan memproduksi jamu yang tidak pahit hampir selama 10 tahun tokh orang tetap saja berpikiran kalau jamu itu pahit. Oleh sebab itu bagi mereka yang trade secara intraday (menggunakan TF M1, M5, M15, H1) ada baiknya dipikirkan lagi rencana atau trading plannya.

Apakah value EUR dapat secara serta merta berubah terhadap USD dan sebaliknya hanya dalam hitungan jam atau lebih menyedihkan lagi, hitungan menit?

Apakah yang sebetulnya kita lakukan? Trading atau bermain jackpot?

2. 9/11 adalah salah satu bukti bahwa BIG BOYS menggunakan NEWS untuk mempengaruhi pasar. Mereka tahu betul bahwa untuk memanipulasi pasar mereka harus menggunakan tool yang dibaca dan dipahami oleh semua orang, baik profesional trader maupun private trader atau yang bukan trader sekalipun (pebisnis dan politikus).

Mereka tidak bisa menggunakan newsletter atau milis yang dibaca hanya oleh kumpulan orang tertentu atau menggunakan forum bebas seperti kaskus untuk mempengaruhi pasar secara massal. Itulah alasan saya menyebutnya public relation business, karena melalui NEWS sebetulnya big boys memberi isyarat bagi mereka yang memahami untuk bersama-sama berinvestasi dengan mereka.

Final Note ....
Mantaff!!

Numpang nyimak bro..
Lebih detail lagi bro, kita newbie nih di fundamental. Misalnya bagimana membaca news dan menganalisanya untuk melihat pergerakan harga kedepan?

Final Note

Kesimpulan dan saran:

1. Baca News, Lihat Chart

Baca mulai hari ini, kalau tidak paham baca saja, baca setiap hari, pasti suatu saat akan paham. Apabila ada istilah yang tidak dipahami, biasanya penyedia informasi mencantumkan juga arti terminologi yang dipakai.

Jangan heran jika istilah dalam business news selalu baru. Ada TARP, GSE, tetapi jangan khawatir karena di setiap artikel pasti dijelaskan secara gamblang maksudnya. Ini memang bertujuan supaya Anda paham dan bisa mengambil tindakan investasi.

Setelah terbiasa membaca news nantinya Anda akan bisa merasakan bahwa terkadang ada news yang mengejutkan, misalnya Lehman Brothers bangkrut. Tetapi ada juga news yang sudah diprediksi atau istilahnya sudah di price in, seperti GM bailout. Perbedaan tingkat kejutan ini hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mengikuti perkembangan business news dari hari ke hari.

Perhatikan apa yang terjadi di pasar saat tiba2 ada news yang mengejutkan tsb.

2. Pegang modal yang bernilai, lepas yang tidak bernilai

Jangan menjadi trader atas suatu barang modal yang Anda tidak tahu bagaimana mengevaluasi nilainya. Jika Anda kerja di bank, jadilah trader saham perbankan. Jika Anda bisnis atau memahami mekanisme ekspor impor jadilah trader currency (forex).

Banyak trader tidak memiliki pengetahuan fundamental yang cukup untuk melakukan trading dengan confidence. Akibatnya mereka menggunakan stop loss sebagai pegangan untuk menjaga kepercayaan dirinya.

3. Bermain short term ok ok saja tetapi harus memiliki pandangan value secara medium/long term

Meskipun sangat tidak disarankan tetapi saya yakin godaan untuk cepat kaya dengan cara trading beli jual dalam timeframe yang pendek sulit diabaikan bgt saja. Saran saya, jika Anda gagal dalam trading short term, segera tinggalkan dan mulai dalami pola-pola/kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di pasar.

Amati windows dressing, amati harga minyak pada musim dingin karena pada waktu-waktu tertentu suatu barang modal bisa memiliki nilai yang tinggi dibanding di waktu lainnya.

Contoh, pohon natal hanya memiliki value di bulan Desember, sepatu boot hanya memiliki value di musim hujan


Semoga dengan membaca post saya Anda dapat mulai mereka-reka musim apakah sekarang ini, hujan atau kering? Sehingga chance win Anda secara statistik bisa meningkat signifikan.

Saya akan akhiri dengan pertanyaan pancingan berikut. Bagaimana membaca value secara sederhana/tehnikal?

September adalah bulan terbaik sebagai value test indicator.
Perhatikan, brg modal apakah yang paling minim jatuhnya?
Itulah barang yang valuenya lebih baik dibanding yang lain
Buat PR aja deh (yg jelas bukan oil)

Good luck to all traders!!!

NEWS menggerakkan pasar

merry christmas
Aku nubie nih tapi coba ikut jawab ya bro:
Menurutku persepsi aku, kalo bicara value kesan aku jadinya ke fundamental, bukan teknikal, bicara value metode yang aku ingat kayak metode DCF di saham atau metode Rule 1 nya Phil Town untuk saham

Untuk pure cara teknikal yang menurutku berkesan yaitu Metode Kang Gun. Search di Google langsung nemu koq. Beliau menggunakan analisa statistik dengan indikator yang sederhana macam Moving average, Bollinger Band dan Standar Deviasi level, untuk melihat dari beberapa persepsi sekaligus lengkap dengan detail cara analisa dan alasan mengapa indikator itu yang dipakai. Lengkapnya bisa cek post Beliau.

Untuk September menurut aku yang kurang jatuhnya:
1. Saham Indonesia : Unilever, drop langsung reversal, saat close bulan itu jatuhnya sekitar 16% an dari peak, namun Oktober drop lebih dalam namun seketika balik lagi ke posisi yang kurang lebih sama, seperti roller coaster super cepat.
2. Komoditas : Gold, bila diliat dari close akhir bulan (bukan low) sekitar 20% dari peak, namun bulan berikutnya drop lebih dalam namun balik lagi hingga saat ini di kisaran 800 an
3. Forex: pastinya USD meski sempat melemah sangat dalam terhadap mata uang lain, namun sejak sekitar beberapa bulan sebelum september bukannya drop, malah mulai gejala menguat sama lawan pair lain termasuk emas hehe...

ada dengar kata teman, katanya saham Berkshire Hath punya om Buffet juga termasuk yang kuat menghadapi krisis ya, belum ngecek juga CMIIW






Quote:Original Posted By gift_art

Saya akan akhiri dengan pertanyaan pancingan berikut. Bagaimana membaca value secara sederhana/tehnikal?

September adalah bulan terbaik sebagai value test indicator.
Perhatikan, brg modal apakah yang paling minim jatuhnya?
Itulah barang yang valuenya lebih baik dibanding yang lain
Buat PR aja deh (yg jelas bukan oil)

Good luck to all traders!!!
Fundamental & teknikal sebenernya kan sejalan, bukan 2 sisi yang berhadap-hadapan.

True teknikal analyst, tape readers, quants bukan orang2 yang ignorant terhadap makroekonomi. Contoh yg masih idup & sukses: Paul Tudor Jones, BRV@ff

True fundamental analyst juga bukan orang2 yang sembarangan buka posisi. mereka punya teknik trading tertentu untuk memaksimalkan gain dari suatu fundamental edge (efek dari information asymmetry) yg mereka miliki. Contoh yg masi idup : NewstraderFX@ff. Kebanyakan analisa fundamental yg dia miliki terbukti spot on.
Quote:Original Posted By devangel
Aku nubie nih tapi coba ikut jawab ya bro:
Menurutku persepsi aku, kalo bicara value kesan aku jadinya ke fundamental, bukan teknikal, bicara value metode yang aku ingat kayak metode DCF di saham atau metode Rule 1 nya Phil Town untuk saham

Untuk pure cara teknikal yang menurutku berkesan yaitu Metode Kang Gun. Search di Google langsung nemu koq. Beliau menggunakan analisa statistik dengan indikator yang sederhana macam Moving average, Bollinger Band dan Standar Deviasi level, untuk melihat dari beberapa persepsi sekaligus lengkap dengan detail cara analisa dan alasan mengapa indikator itu yang dipakai. Lengkapnya bisa cek post Beliau.

Untuk September menurut aku yang kurang jatuhnya:
1. Saham Indonesia : Unilever, drop langsung reversal, saat close bulan itu jatuhnya sekitar 16% an dari peak, namun Oktober drop lebih dalam namun seketika balik lagi ke posisi yang kurang lebih sama, seperti roller coaster super cepat.
2. Komoditas : Gold, bila diliat dari close akhir bulan (bukan low) sekitar 20% dari peak, namun bulan berikutnya drop lebih dalam namun balik lagi hingga saat ini di kisaran 800 an
3. Forex: pastinya USD meski sempat melemah sangat dalam terhadap mata uang lain, namun sejak sekitar beberapa bulan sebelum september bukannya drop, malah mulai gejala menguat sama lawan pair lain termasuk emas hehe...

ada dengar kata teman, katanya saham Berkshire Hath punya om Buffet juga termasuk yang kuat menghadapi krisis ya, belum ngecek juga CMIIW


metode Kang Gun, sama juga dengan Brijon atau ES Trader (nick ff-nya) sebetulnya berdasar pada fundamental. lalu dikembangkan dengan analisa tehnikal supaya lebih sederhana dan bisa diaplikasikan. demikian juga sistem saya, neo genius composite, berdasar pada fundamental yang sama namun menggunakan tehnikal untuk mempermudah pembacaan. saya sudah coba, dan terus terang saya lalu merasa "mandul" karena lama kelamaan saya kehilangan ground untuk mengambil posisi. tapi tdk apa2, semua memang harus dicoba dulu.

yup, yang Anda sebutkan betul untuk saham Indonesia dan komoditas, kecuali yang ketiga karena di forex kita harus menyebutkan 2 currency, USD mungkin lebih kuat dari IDR, tetapi secara tehnikal, EURO atau USD? saya kira EUR lebih kuat/valuable

dengan tehnik yang sama Anda bisa membaca Bullish Percentage Index untuk berinvestasi di saham Wall Street

pembacaan secara tehnikal ini tentunya hanya mempermudah saja, tetapi yang lebih penting adalah memahami alasannya secara fundamental ....
hiks..saia nubie bgt om dalam dunia trading ini..n pengetahuan sy masih amat terbatas,jadi minta pencerahannya ya om ..:

sy selama ini terbatas dengan melihat chart dan mencoba melakukan analisis berdasarkan chart saja..n honestly i didn`t read news
kalau menurut om,apakah cara yg sy lakukan seperti ini akan bisa bertahan? ataukah akan ada waktu dimana mau g mau sy harus mengerti tentang gimana `membaca` faktor fundamental secara langsung?

selama ini saya ...ehm..membuat pembenaran pribadi kalau faktor fundamental bisa `dibaca` dari keadaan psikologis dan aksi yg dilakuin trader lain, yang tercermin dalam chart (sebenulnya karena sy males belajar memahami fudamentalnya.. )

maaf kl pertanyaannya ga nyambung..
merry christmas
merry christmas
@kucingkuelder
Memang bener sih, mayoritas news, future interest rates reduce/increase sequence, kebanyakan sudah tercermin di chart. Tapi ga ada salahnya kita belajar sisi yg lain juga

@gift_art
Maksud statement saya, daripada nanti thread ini berubah jadi ajang kesalahpahaman antara orang2 yg merasa sebagai fundamentalis vs para teknikal trader, seperti yg banyak terjadi di forum pada umumnya . Btw NTFX sebenernya 'musuh' saya di ff hahaha, but credit for him to be one of the first people who spot trouble at bearstern and all its implication on market crash probability.
Waw ... keren sekali

saya suka thread ini, selama ini saya adalah seorang teknikal analisis, tapi udah 2 bulan ini trading saya coba combine dengan fundamental dan hasilnya emang baik sekali.

Bener, emang sangat meningkatkan self confidence...

Lanjut ya bro.... Ikutan numpang belajar disini.
Quote:Original Posted By kucingkuelder
hiks..saia nubie bgt om dalam dunia trading ini..n pengetahuan sy masih amat terbatas,jadi minta pencerahannya ya om ..:

sy selama ini terbatas dengan melihat chart dan mencoba melakukan analisis berdasarkan chart saja..n honestly i didn`t read news
kalau menurut om,apakah cara yg sy lakukan seperti ini akan bisa bertahan? ataukah akan ada waktu dimana mau g mau sy harus mengerti tentang gimana `membaca` faktor fundamental secara langsung?

selama ini saya ...ehm..membuat pembenaran pribadi kalau faktor fundamental bisa `dibaca` dari keadaan psikologis dan aksi yg dilakuin trader lain, yang tercermin dalam chart (sebenulnya karena sy males belajar memahami fudamentalnya.. )

maaf kl pertanyaannya ga nyambung..


rahasia sukses mesin jackpot:

karena cara mainnya simple banget, tinggal cemplung coin dapet kesempatan menang 10 milyar

begitu juga trading:

orang mencari cara yang termudah (indikator) untuk dapet kesempatan menang gede di forex atau cfd

memang betul fundamental dapat dibaca dari chart melalui pola dan price action tetapi sama dengan proses Anda penasaran dengan trading (karena mnrt survey orang yang trading adalah orang cerdas yang suka tantangan) maka nantinya secara ALAMI Anda akan penasaran juga dengan apa sih sebetulnya yang menggerakkan harga

tapi tenang aja fundamental itu mudah hanya awalnya saja bikin pusing karena banyak istilah2 yang spesifik
×