"Juragan Perkutut Share Disini"

Perkutut, burung klasik sepanjang masa..buat para penggemar, peternak, hobiis perkutut..silahkan share disini...


PERKUTUT PUTIH, CANTIK BANGET YA..

LIGA PERKUTUT INDONESIA (LPI) 2009

AGENDA KONKURS 2009


**INDEX**

Jenis-jenis Perkutut

Menentukan Perkutut Jantan Atau Betina

Cara Perawatan Perkutut

Penyakit Perkutut

Perawatan Perkutut di Musim Hujan

10 LANGKAH BETERNAK PERKUTUT

Fungsi Kerodong Bagi Perkutut


tengkyu bro ars06prabowo


UPDATE....!!!
20 April 2009

Perkutut Katuranggan

Kiat membeli Perkutut Piyik dan merawatnya untuk lomba

Perilaku Perkutut

Pedoman Penilaian Lomba/Konkurs Part 1
Pedoman Penilaian Lomba/konkurs Part 2

Menjodohkan Perkutut






Spoiler for link download suara perkutut (hilangkan tanda *):


[mov]http://media.imeem.com/m/6uGpYovqct[/mov]
ada burung yang laen gan,,,,^^
tapi gak bisa di sharing cozna buat pacar ane aje,,,
Spoiler for MENJODOHKAN PERKUTUT:
Yah masih dikit yah, yang ngebahas perkutut! Ayo dong sharing buat bro/sis nya yang punya perkutut.

Lagi pengen tau banyak tentang nih burung, baru beli soalnya bokap! jadi ada mainan baru..
Cara Perawatan Perkutut

Merawat perkutut harus dilandasi perasaan kasih sayang, agar burung selalu sehat dan rajin berbunyi seperti yang diharapkan. perawatan utama berupa pemberian makan.selain harus betul dan bersih.

Perkutut umumnya menyukai makanan berupa biji-bijian karena sejak kecil sudah bisa diberi biji-bijian itu.

Kalau burung sudah mulai berbunyi, pemberian makan di kasih berupa millet dan gabah saja atau dengan makanan olahan. bahannya terdiri dari campuran ketan hitam,millet, canary seed, jewawut, dengan bumbu berupa kencur, jahe, bawang putih, madu,kuning telur ayam kampung, lada putih, dan garam dapur beryodium.

Makanan olahan yang telah jadi untuk perkutut bisa di beli di toko makanan burung akan tetapi kalau ingin membuat sendiri, resepnya sebagai berikut:

1kg millet
2 sampai 3 butir telur,diambil kuningnya
1kg gabah
2 siung bawang putih
1/4kg ketan hitam
3 jari tangan jahe
1/4kg canary seed
3 jari tangan kencur
1/8kg jewawut
½ sendok makan garam
5 sendok makan madu
½ sendok teh lada putih

Bumbu berupa kencur, jahe, bawang putih, lada putih, dan garam ditumbuk sampai hancur kuning telur dikocok sampai mengembang, lalu diberi madu lebah dan dikocok lagi sampai tercampur betul. setelah madu telur itu tercampur, bumbu yang telah ditumbuk tadi dicampurkan pada telur dan madu, diaduk-aduk sampai rata.

Ketan hitam, millet, gabah, canary seed, dan jewawut, sebelum dicampurkan dicuci bersih dulu di buang yang mengambang lalu ditiriskan, digelar dalam tempeh atau sejenisnya.selanjutnya dijemur sampai kering.biji-bijian yang sudah kering inilah yang dicampurkan dalam adonan telur madu yang berbumbu tadi.

Bahan dicampur aduk samapai rata, kalau perlu diremas-remas dengan tangan.setelah adonan tercampur betul di gongsong (digoreng tanpa minyak) selama kurang lebih dua menit. kemudian diangkat dan dituangkan di atas nyiru, untuk diangin-anginkan di tempat teduh sampai kering dan dingin.

Sumber : Bandara Perkutut Bird Farm
Penyakit Perkutut



Perkutut yang dipelihara sebagai burung piaraan dalam sangkar,jarang sakit. sehingga banyak timbul anggapan, bahwa perkutut tergolong burung yang tahan penyakit.anggapan itu sungguh tidak benar. karena sehatnya burung, semata-mata adalah perhatian dari pemilik terhadap burungnya itu sangat baik, terutama terhadap perawatan kesehatannya.selain itu perkutut yang dipelihara dalam sarang tunggal sangat jarang atau sama sekali tidak pernah kontak dengan burung lain secara langsung,sehingga kemungkinan tertular penyakit dari burung lain sangat kecil.penularan penyakit lewat sentuhan tangan pun sangat kecil kemungkinannya,karena pemilik juga jarang memegang burungnya secara langsung.pemilik yang sayang terhadap burung piaraannya, pasti tidak akan memberikan makanan dan minum secara sembarangan, sehingga penularan penyakit lewat makanan dan minuman pun cukup kecil kemungkinannya.

Burung yang sakit bisa merugikan pemiliknya, karena ia tidak mau atau malas manggung.atau kalau mau manggung, suaranya berubah rusak dan tidak jernih seperti biasanya.bisa juga burung itu menjadi cacat seumur hidup,dan kalau penyakitnya parah, bisa mati.burung yang sakit bisa diketahui dengan mengamati penampilan dan tingkah lakunya,serta keadaan kotorannya.beberapa macam penyakit perkutut yang cukup banyak terjadi antara lain:

Stress

Perkutut yang di bawa ke tempat jauh, misalnya dikirim sebagai dagangan atau mengikuti lomba di luar daerah, bisa terkena stres. stres itu timbul,karena ia terlalu lelah, makan minumnya berlangsung tidak teratur, dan merosot kondisi badannya.

Burung yang dipelihara dirumah pun bisa juga terkena stress, kalau ia mengalami perlakuan atau keadaan yang buruk. kalau burung kaget, dan ketakutan mendengar suara gaduh,mengalami cuaca jelek (terkena hujan dan angin kencang, menderita karena suhu udara berubah ubah secara mendadak),ia juga bisa terkena stress. burung yang stres keadaannya lemah, lesu,tidak banyak bergerak dan malas manggung.

Burung yang sedang mengalami pergantian bulu, bisa juga terkena stress.saat itu bulu badannya sedang rusak dan banyak yang rontok, kondisi badannya lemah, sehingga sangat rawanterhadap penyakit lain.

Burung stres membutuhkan perawatan yang baik, terutama terhadap perawatan kesehatannya.biarkanlah ia beristirahat di tempat yang tenang dengan aman, jangan diganggu.gangguan cuaca buruk bisa diatasi dengan menaruh perkutut di ruangan rumah yang hangat kalau perlu sangkarnya dikerudungi kain untuk menambah kehangatan.perhatikan mutu dan kebersihan makanan dan minumnya. obat anti stres bisa di campurkan dalam air minumnya agar kondisi badannya yang lemah cepat pulih menjadi segar.kalau kebetulan sedang mengalami pergantian bulu, perlakuan yang lebih baik sangat diperlukan.

Burung sehat yang dibawa ke tempat jauh, agar tidak stres, sebaiknya ditaruh dalam sangkar tunggal yang terselubung kain berwarna gelap, dan diangkut dengan menggunakan mobil khusus atau mobil pribadi. boleh juga ia dibawa dengan mempergunakan sangkar kotak terbuat dari karton dan sangkar susun,yang khusus dipakai untuk menaruh perkutut yang akan dibawa ketempat jauh.

Bulu rontok

Bisa juga rontoknya bulu itu karena salah perawatan atau pemeliharaan.misalnya adanya gangguan penyakit kulit, sedang mengalami masa pergantian bulu, atau menderita penyakit kekurangan unsur tertentu dalam tubuhnya.

Rontok bulu karena penyakit, bisa disebabkan karena kutu, tungau, jamur kulit, atau parasit lain yang merusak bulu dn kulit. pertumbuhan bulunya itu akan kembali normal, kalau biang penyakitnya dibasmi terlebih dahulu,serta rajin menjaga kebersihan sangkarnya. memandikan buung secara berkala dengan ramuan air bersih, daun sirih, dan kembang setaman, lalu menggantangnya dipanas matahari, bisa mencegah kerusakan bulu oleh penyakit luar itu. perlakuan itu bisa membantu proses pergantian bulu,serta membuat bulu perkutut tumbuh lebih indah, dan cemerlang.

Cepat lambatnya proses pergantian bulu itu sangat tergantung oleh berbagai hal di antaranya keadaan kesehatan burung bersangkutan, mutu makanan dan cara perawatan yang diberikan.burung yang gemuk badannya, proses pergantian bulunya umumnya lebih lama dibanding yang badannya normal.pemberian makanan yang cukup jumlahnya dan baik mutunya, sangat membantu pertumbuhan bulu yang rontok agar pulih normal.

Pilek

Perkutut yang pilek tampak mengkorok (berdiri bulu badannya), mata terpejam seperti mengantuk,hidung berlendir, sering batuk-batuk dan menggeleng-gelengkan kepala, muka bengkak kemerahan.penyakit itu timbul karena cuaca yang jelek (musim pancaroba ), keadan sangkar yang lembab dan kotor, dan pemeliharaan yang kurang baik. burung yang pilek kondisi badannya cepat merosot,menggigil demam, dan tak mampu hinggap di tenggeran. agar cepat sembuh dan penyakitnya tidak menular pada burung lain yang sehat, pisahkan ia ditempat tersendiri yang bersih dan cukup hangat ruangannya. bersihkan muka dan hidungnya yang berlendir dengan boorwarter, dan obatilah dengan obat antistres dan antibiotik,misalnya Terafit capsul.

Cacingan

Penyakit cacingan biasanya menyerang perkutut yang masih muda atau bakalan yang baru saja dibeli dari pasar. penyakit itu timbul karena makanan dan minumannya tercemar telur dan benih cacing.perkutut yang telah lama dipelihara dalam sangkar tunggal jarang terkena cacingan. mungkin karenaperawatannya yang baik, sehingga makanan dan minumannya terjamin kebersihannya. umumnya perkutut dewasa lebih tahan terhadap cacingan di banding perkutut yang masih muda.

Perkutut yang cacingan, encer dan bau kotorannya. lama-lama kurus, lemah dn pucat badannya bulunya kusam dan susah terbang. nafsu makannya berkurang dan malas manggung.

Penyakit itu bisa diobati dengan obat cacing dari toko. bisa dipergunakan misalnya combantrin yang 125 mg satu bijinya di bagi menjadi 1/8 bagian.untuk menjaga kesehatannya setiap 2-3 bln sekali perkutut perlu diobat cacing.supaya benih cacing baru yang di dalam tubuhnya itu mati.

Mencret

Perkutut yang mencret cair kotorannya. kalau warnanya kehijau-hijuan, besar kemungkinan ia terkena kolera. kalau warnanya merah, besar kemungkinan terkena berak darah koksidiosis.kalau warnanya putih, ia terkena berak kapur atau berak putih pullorum. bisa juga penyakitnya itu disebabkan kedinginan, masuk angin, karena kuman-kuman yang berada dalam saluran pencernaan meningkat aktivitasnya sehingga menimbulkan peradangan dan mencret.

Burung yang mencret tampak lesu, kusam bulunya, terkulai sayapnya, basah dan kotor bulu halus dan duburnya. badannya cepat sekali kurus. kalau kebetulan cuaca udara jelek dan kondisi burung jelek penyakit bisa berkembang parah, sehingga kejang-kejang, lumpuh dan kemudian mati.

Kalau penyakitnya belum terlalu parah, ia bisa diobati dengan obat-obatan sulfa. bisa dipergunakan misalnya diavit atau teravit capsul, obat anti mencret yang khusus dipergunakan untuk perkutut dan burung ocehan.

Penyakit mencret itu timbul karena sanitasi lingkungan yang jelek, makanan dan minumannya tercemar kuman penyakit, atau penderita tertular oleh burung liar yang hinggap di sangkar untuk ikut makan dan minum.pencegahannya , jaga baik-baik kebersihan sangkar dan lingkungannya. makan dan minumnya, serta usahakan janagan sampai burung liar datang mendekati kandang atau sangkar perkutut.

Pilar dan Cacar burung

Pilar sebenarnya adalah penyakit cacar pada burung, penyebabnya virus Borreliota avium kalau ia menyerang saluran pernafasan dan rongga mulut, penyakitnya disebut pilar paruh atau diphteri kalau menyerang kulit muka, penyakitnya disebut pilar kulit atau cacar kulit. kalau yang diserang kelopak mata, penyakitnya disebut pilar mata. kalau yang serang kulit pada persendian kaki, penyakitnya di sebut pilar kaki.kalau yang diserang darah, penyakitnya disebut septikemia

Perkutut yang terkena diphteri, lubang hidung dan mulutnya keluar lendir encer seperti ingus burung tampak sesak nafas,bersin-bersin dan menggeleng-gelengkan kepala seperti mau mengeluarkan sesuatu yang menyumbat saluran pernafasannya. lendir yang mengering warna kuning kotor,baunya busuk, dan kalau dibersihkan pakai air hangat pada kulit bagian dalam rongga mulutnya akan tampak bekas-bekas luka. burung yang mati tampak seperti tercekik, karena saluran pernafasannya tersumbat lendir.

Pilar kulit ditandai dengan bintil-bintil kuning bernanah pada kulit muka atau kulit lain yang tidak ditumbuhi bulu bintil-bintil yang pecah mengeluarkan cairan bercampur adrah, dan luka berupa keropeng-keropeng merah kehitaman. pilar mata ditandai dengan mata bengkak dan tampak merah berair kalau bengkaknya itu membesar dan pecah, mata burung bisa menjadi buta. pilar kaki menyerang persendian kaki , sehingga persendian kakinya bengkak dan lumpuh kakinya. burung yang terkena septikemia, biasanya mati mendadak.

Penyakit pilar tidak ada obatnya. penderita yang berhasil sembuh akan menjadi kebal dan tidak akan terserang lagi untuk ke dua kalinya. infeksi sekunder oleh penyakit lain, terutama pada pilar kulit,bisa dibantu penyembuhannya dangan mengolesi luka itu pakai yodium tinctur.obat dioleskan langsung pada luka.

Penyakit pilar mudah sekali tersebar dan menular pada burung lain lewat udara, makanan, minuman atau dengan perantara binatang lain dan manusia. agar perkutut tetap sehat, dicegah burung liar( burung gereja, merpati, ayam )mendekati kandang dan sangkar perkutut dan rajin menjaga kebersihan sangkar atau kandang dan lingkungan sekitarnya dengan baik.

Sumber : Bandara Perkutut Bird Firm
Perawatan Perkutut di Musim Hujan


Musim pancaroba seperti sekarang ini yang merupakan musim peralihan dari kemarau ke musim hujan memang merupakan saat yang paling banyak menyebabkan penyakit, terutama penyakit gangguan pernafasan seperti flu, batuk, influensa dan pilek.

Bukan hanya manusia yang banyak mengalami penyakit gangguan pernafasan seperti itu, tapi juga burung perkutut. Sehingga seringkali Bird Farm (peternak perkutut) terutama yang berskala besar dalam jumlah kandang, cukup repot karena banyak perkututnya yang terkena influensa yang dapat mengakibatkan kematian.

Burung perkutut yang terserang flu, pada awalnya tampak sering diam saja dan bulu muka serta bulu badannya berdiri. Hal ini disertai pula dengan mata yang mengantuk dan hidung yang berlendir. Setelah memasuki hari kedua dan ketiga, perkutut yang sakit tersebut kondisinya semakin buruk. Selain hanya diam dan mengantuk, perkutut yang sakit flu juga tidak mau makan dan minum, sehingga badannya menjadi kurus dan lemas. Jika tidak segera diobati, biasanya pada hari ketiga ini atau paling lambat hari ke-4, perkutut yang terserang flu ini akan mati.

Untuk mengobatinya dilakukan dengan cara pemberian kapsul terafit yang banyak dijual di pasar burung. Caranya: 5-7 butir kacang hijau direndam dalam air hangat hingga agak lunak (direndam sekitar 20 menit), kacang hijau yang sudah lunak itu ditiris dan direndam dalam mangkok kecil yang berisi bubuk kapsul terafit yang dicairkan dengan 1 sendok makan air matang dan biarkan selama 5 menit.

Burung yang sakit flu diberikan kacang hijau rendaman obat terafit dan pastikan setiap butir kacang hijau tersebut sudah masuk ke dalam temboloknya , kemudian sisa larutan terafit juga diberikan kepadanya hingga habis. Maksud dari pemberian kacang hijau dan air yang dicampur dengan obat terafit adalah sebagai makanan, minuman sekaligus obat, karena seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa burung perkutut yang terserang penyakit flu, tidak mau makan dan minum.

Pada sore hari, burung perkutut yang sakit flu diberikan 2-3 potongan kecil bawang merah dan bawang putih, serta hidung dan badannya kita usapkan dengan bawang merah yang sudah ditumbuk halus supaya badannya menjadi hangat. Setelah diberikan bawang, berikan pula 7 butir kacang hijau yang sudah direndam air hangat tanpa obat terafit. Dan sangkarnya digantung di dalam rumah atau di teras rumah dan di dekatkan dengan lampu supaya hangat.

Perlakuan seperti di atas dilakukan selama 3 hari berturut-turut, pada hari ke-4 hingga hari ke-7, pemberian obat terafit dihentikan, karena perkutut yang sakit flu sudah membaik dan bisa makan - minum sendiri. Tetapi pada sore harinya masih perlu diberi bawang merah dan beberapa butir kacang hijau rendaman dengan tujuan membantu proses pemulihan kesehatan.

Untuk mencegah penyakit saluran pernafasan, maka yang harus diperhatikan adalah :
1. Jaga kebersihan sangkar / kandang serta tempat makan dan minum.
2. Berikan makanan tambahan berupa ketan hitam dan sedikit godem pada musim hujan.
3. Jangan sampai perkutut terkena air hujan.
4. Jangan memandikan perkutut pada saat cuaca tidak mendukung.
5. Berikan setiap minggu, beberapa potong kecil bawang merah dan bawang putih serta 5 s/d 7 butir kacang hijau yang sudah direndam hingga lunak untuk memperkuat daya tahan tubuh.
6. Segera pisahkan perkutut yang sakit untuk menghindari menularnya penyakit.
Semoga Tips perawatan dan pencegahan penyakit flu pada perkutut di atas dapat berguna dalam merawat perkutut kesayangan.



Sumber : Perkutut Mall
Spoiler for Perilaku Perkutut:
Quote:Original Posted By ars06prabowo
Yah masih dikit yah, yang ngebahas perkutut! Ayo dong sharing buat bro/sis nya yang punya perkutut.

Lagi pengen tau banyak tentang nih burung, baru beli soalnya bokap! jadi ada mainan baru..


dipoto dong bos burung barunya..pengen tau neh
makasih share nya bro betul2 bermanfaat untuk penggemar perkutut.
Quote:Original Posted By bighappyboy
dipoto dong bos burung barunya..pengen tau neh


tar deh bos.. belum sempet nih.

bro juga dong mana burungnya wkwkw... di upload disini..
Quote:Original Posted By mbelgedes80
makasih share nya bro betul2 bermanfaat untuk penggemar perkutut.


Ayo bro share juga dong klo emang punya
Jenis-Jenis Perkutut



Perkutut terbagi atas7 (tujuh) sub-jenis yang dibedakan atas daerah asal dan mempunyai variasi letak warna bulu yang berbeda dengan ukuran tubuh yang relatif sama. yaitu :

1. Geopelia Striata (G.S) Striata, yaitu perkutut belang asli yaitu perkutut lokal dan bangkok yang umum dipelihara. Berasal dari Jawa, Bali, Lombok dan Sumatera.



2. G.S. Maungeus, yaitu perkutut belang yang sering disebut perkutut Sumba dan berasal dari Sumba, Sumbawa dan Pulau Timor.

3. G.S. Audacis, perkutut belang yang berasal dari kepulauan Kei dan Tanimbar.

4. G.S. Papua, yaitu perkutut belang yang berasal dari Papua (Irian Jaya dan Papua Nugini)

5. G.S. Placida, yaitu perkutut belang yang berasal dari Papua dan Australia Utara.



6. G.S. Tranquila, yaitu perkutut belang yang terdapat di Australia Tengah.

7. G. S. Clelaudi, yaitu perkutut belang yang terdapat di Australia Barat.



Sumber : Bpk Okto (Perkutut Mall)

Gambarnya menyusul, dicari dulu ahh ato silahkan yang punya untuk di upload!
Menentukan Perkutut Jantan atau Betina


Untuk mengetahui burung jantan atau betina tidak dapat ditentukan dari rajin tidaknya perkutut tersebut bunyi. Ini menyangkut stamina dan mood perkutut yang bersangkutan.

Yang sering digunakan untuk menentukan apakah perkutut jantan atau betina
meskipun akurasinya juga masih dipertanyakan adalah :

1. Melihat warna putih pada atas paruh perkutut. Yang jantan biasanya warna putihnya sampai ke pelipis (atau istilah lain ?) perkutut sedangkan yang betina tidak.

2. Supit pada maaf dubur perkutut. Apabila salah satu supit terasa lunak kalau disentuh dibandingkan yang satunya maka perkutut tersebut diperkirakan betina.

3. Perkutut betina biasanya memiliki postur tubuh lebih kecil dari yang jantan. Ini memang sulit membedakannya tapi kalau masih sama-sama piyik seteluran, yang kecil biasanya betina.

4. Perkutut betina umumnya memiliki suara dengan volume kecil / kristal.

Ini merupakan generalisasi tapi banyak juga ditemui adanya deviasi dari kenyataan yang ada. Perkutut juara juga tidak sedikit yang berjenis kelamin betina.

Tapi di kalangan peternak biasanya akan mengatakan sulit untuk mencarikan jodoh untuk perkutut juara yang bersuara kristal tembus karena betina yang bervolume besar yang cocok nggak mudah untuk diperoleh dan tentunya harganya mahal.

Dengan demikian bisa jadi perkutut betina bervolume besar sulit diperoleh oleh kalangan peternak dan apabila mereka memilikinya pasti tidak akan dijual dengan mudah atau dijual dengan harga tinggi.



Sumber :Rudy Tanureja (Perkutut Mall)

Gw juga bingung betina ato jantan, heheh.. tar ah di cek
ya udah deh..ini perkutut kesayangan... namanya Lucky Subejo..

pas difoto doi malu2..jadinya fotonya agak kabur gitu, sementara ini dulu deh.. ntar foto yang lain nyusul...

Spoiler for lucky subejo:
--reserved--
Quote:Original Posted By bighappyboy
ya udah deh..ini perkutut kesayangan... namanya Lucky Subejo..

pas difoto doi malu2..jadinya fotonya agak kabur gitu, sementara ini dulu deh.. ntar foto yang lain nyusul...

Spoiler for lucky subejo:


Ohh ini burung perkututnya "MULUS" banget, kayaknya jenisnya sama neh, tapi blm saya kasih nama tuh! Tar ahh di Upload juga gambarnya...

Klo suara "Lucky Subejo" gimana bro, pengen denger dong direkam gitu. Abis saya punya ide bro BIG, ngelatih perkutut pake suara burung perkutut laen, biar ada latih tanding gitu abis cuma punya satu.

Bisa ga yah cara gini bro BIG buat latihan, ato punya cara laen buat ngelatih suaranya?
Sharing yak.

Sorry klo pertanyaan nya aneh maklum newBie hehehe...
Quote:Original Posted By ars06prabowo
Ohh ini burung perkututnya "MULUS" banget, kayaknya jenisnya sama neh, tapi blm saya kasih nama tuh! Tar ahh di Upload juga gambarnya...

Klo suara "Lucky Subejo" gimana bro, pengen denger dong direkam gitu. Abis saya punya ide bro BIG, ngelatih perkutut pake suara burung perkutut laen, biar ada latih tanding gitu abis cuma punya satu.

Bisa ga yah cara gini bro BIG buat latihan, ato punya cara laen buat ngelatih suaranya?
Sharing yak.

Sorry klo pertanyaan nya aneh maklum newBie hehehe...


iya deh...kpn2 gw rekam deh suaranya,
salah satu cara nglatih perkutut emang gitu bro..pake rekaman, tp liat2 perkututnya jg, soalnya kadang doi minder kalo denger suara perkutut yang "nggacor", tp kalo mental perkututnya bagus pake cara itu justru bagus..bisa nambah naluri juara perkutut itu.. gw ada rekaman suara perkutut..kebanyakan sih perkutut langganan juara kayak perkutut "susi susanti" tp ati2 bro kalo muter rekaman suara perkutut.. jangan sampe perkutut kita malah minder n drop mentalnya denger rekaman perkutut lain yang lebih "jago"

kapan2 gw kasih deh linknya..lupa gw soalnya lama banget ok bro
Quote:Original Posted By bighappyboy
iya deh...kpn2 gw rekam deh suaranya,
salah satu cara nglatih perkutut emang gitu bro..pake rekaman, tp liat2 perkututnya jg, soalnya kadang doi minder kalo denger suara perkutut yang "nggacor", tp kalo mental perkututnya bagus pake cara itu justru bagus..bisa nambah naluri juara perkutut itu.. gw ada rekaman suara perkutut..kebanyakan sih perkutut langganan juara kayak perkutut "susi susanti" tp ati2 bro kalo muter rekaman suara perkutut.. jangan sampe perkutut kita malah minder n drop mentalnya denger rekaman perkutut lain yang lebih "jago"

kapan2 gw kasih deh linknya..lupa gw soalnya lama banget ok bro


Ohh gitu yah bro. Thanks ahh inpo nya
10 LANGKAH BETERNAK PERKUTUT



Hobby yang mengayikkan sekaligus bisnis yang menggiurkan. Itulah beternak perkutut. Bagaimana agar kita tidak salah jalan dalam beternak perkutut ? Atau biaya sekolahnya tak membutuhkan duit segudang ? Ikuti beberapa tahapan beternak perkutut yang baik dan benar berikut !

I. Sekolah Dulu

Namanya juga beternak, langkah pertama yang perlu kita lakukan adalah menyiapkan indukan untuk ditangkar. Disinilah biasanya para pendatang baru (baca pemula) sering babak belur. Habis duit segudang tanpa hasil yang diharapkan. Karena itu kalangan Kung Mania sering berseloroh, "sekolah" perkutut itu biayanya amat mahal. Kenapa mesti mahal bila kita tahu trik-triknya ?

Agar biaya sekolah itu tak mahal, kita jangan emosi dengan mengandalkan kekuatan modal di kocek. Anggap saja seperti layaknya sekolah formal. Mulai dari TK, SD, SMP dan seterusnya. Jangan malu dikatakan punya duit tapi beli burung cepekan (seratus ribuan).

Beli dulu yang murah-murah sembari belajar dan memahami berbagai aspek suara perkutut. Belilah piyik lalu peliharalah sampai dewasa. Tujuannya, agar faham betul, bila sewaktu piyik kualitasnya demikian setelah dewasa berubah demikian.

Setelah mulai paham sekolahnya baru ditingkatkan. Mulai beli burung-burung yang agak mahalan sedikit. Sebaiknya juga tetap piyik. Tujuannya sama, untuk memantau perkembangannya. Tahapan ini terus naik sesuai dengan jumlah dana yang tersedia.

Setarakan antara kekuatan modal dengan ilmu yang ada. Kalau mengertinya masih setengah-setengah, sebaiknya beli burung dengan harga menengah. Agar terhindar dari gorokan dan tak memunculkan seloroh, "sekolah perkutut mahal harganya".

II. Pelajari Darah (Blood Line)

Nyaris 90% peternak sukses mengatakan, bahwa unsur darah turunan yang mengalir pada seekor perkutut amat menentukan kualitasnya. Karena itu carilah piyik-piyik atau calon bibit dengan aliran darah yang baik. Kalau perlu darah langsung para juara.

Dengan mempelajari aliran darah yang mengalir pada seekor perkutut, minimal kita masih bisa selamat. Sebab sering terjadi, meski dibeli dengan harga cepekan tetapi saat diternak melahirkan juara. Itu dikarenakan aliran darah yang mengalir masih membawa turunan juara.

Agar makin paham dengan darah darah beken, sebaiknya ikuti silsilah setiap jawara. Setelah paham betul sampai kakek buyut para jawara, barulah masuk ke peternak untuk berburu piyik berbakat atau calon indukan bermasa depan.

III. Nonton Konkurs atau Latihan

Anda tidak akan diusir bila datang melihat latihan rutin yang banyak digelar di kota Anda. Atau datanglah melihat konkurs resmi. Disitu, Anda bisa belajar banyak. Selain mematangkan ilmu suara perkutut yang baik dan benar, juga sekaligus memahami bagaimana karakter Kung Mania.

Di arena tersebut Anda bisa berkenalan dengan sejumlah peternak, para botoh atau juri dan bahkan para pakar. Belajar dan janganlah malu untuk bertanya bilamana perlu.

Disitu Anda juga sekaligus bisa menguping, berapa harga pasaran untuk seekor perkutut berdasarkan kualitas suaranya. Tujuannya, Anda tidak tersembelih bila suatu ketika datang ke peternak atau showroom untuk membeli calon indukan.

IV. Memilih Peternak

Pilihan yang tepat pada peternak untuk pengadaan bibit juga amat menentukan. Sebab sekarang ada ribuan peternak di seluruh tanah air dengan kualifikasi gurem, menengah dan besar. Tak perlu gerah datang ke peternak gurem, karena setiap peternak pasti punya yang baik dan yang kurang.

Bukan jaminan datang ke peternak raksasa dan papan atas pasti mendapat burung bagus dan bisa jadi juara atau menurunkan anak juara kalau diternak. Sebaliknya, produk peternak gurem tak selamanya jelek, jauh dari juara dan susah diternak.

Berdasarkan keyakinan akan kemampuan diri ada baiknya Anda untuk menerobos semua peternak yang Anda ketahui alamatnya. Nongkronglah disana minimal dua jam untuk memperhatikan indukan yang peternak bersangkutan ternakan. Juga piyik-piyik produksi mereka plus darah-darah yang mereka ternak.

Untuk dicatat, seorang peternak yang baik dan mapan, biasanya sudah kelihatan konsisten. Sudah memiliki ciri khas akan ciri produk mereka misalnya peternak A piyik-piyik yang Anda pantau punya ciri khas, sebut saja powernya. Atau suara ujungnya rata-rata ndelosor.

Ciri khas itu biasanya bawaan tanpa sengaja kesukaan tipe suara perkutut yang mereka sukai, misalnya peternak A suka akan tipe suara perkutut yang panjang bak kucing kejepit, maka bisa dipastikan indukan yang mereka ternak juga bertipe demikian. Tipe yang sama juga akan Anda temui pada piyik yang mereka produksi.

Peternak yang sudah mulai konsisten dan punya ciri khas demikian umumnya sudah peternak secara intensif selama lebih dari dua tahun. Atau ciri khas itu mulai nampak manakala mereka sudah sampai ke generasi ketiga yang mereka ternak. Atau sudah mulai banyak menggunakan anakan sendiri (pilihan) untuk dijadikan indukan serta hanya menggunakan maksimal 25% indukan dari luar. Indukan dari luar, bagi peternak mapan dan konsisten hanyalah sebagai pemberi corak. Misalnya, agar bisa menguber gaya baru yang lagi ngetrend.
Peternak yang belum mapan, antara lain ditandai dengan variatifnya merk bibit yang mereka ternakkan. Ini juga pertanda bahwa peternak yang bersangkutan masih dalam tahap mencari bentuk.

Bila menemui peternak demikian, sebetulnya kesempatan buat Anda untuk merogoh produk terbaik mereka. Karena yang mereka ternakkan masih F/1, biasanya mereka kurang kontrol akan produknya karena variatifnya, kualitas dan tiadanya ciri khas. Carilah kelengahannya, kemudian sabet yang Anda incar.

Jangan terpancang pada kandang favorit peternak yang bersangkutan karena bila itu yang Anda buru, pastilah bandrolnya lebih mahal dibanding anakan dari kandang lainnya.

Yang terpenting dalam memilih peternak adalah mencoba mencari tahu, apakah peternak bersangkutan betul-betul mengerti atau tidaknya burung perkutut. Tes dan coba tanyakan misalnya si juara bernama A itu induk bapaknya siapa. Atau, bila seekor perkutut jalan dobel diternak dengan jalan engkel keluar anaknya rata-rata bagaimana.

Coba tanyakan satu persatu kandang favorit atau kandang lainnya bagaimana kualitas bibit yang diternak. Misalnya kandang 1, bapaknya jalan bagaimana ibunya bagaimana. Peternak yang serius akan dengan mudah menjawab pertanyaan demikian karena dia betul-betul memantau indukan sebelum diternakan.

V. Memilih Calon Indukan

Agar lebih cepat proses beternaknya, yang paling tepat memang membeli calon indukan yang sudah berumur. Seekor perkutut yang siap diternak bilamana usianya sudah mencapai 6-7 bulan. Tetapi di usia sekitar 4 bulan sudah mulai bisa dimasukkan kandang penangkaran.
Menurut sejumlah peternak, bila dimasukkan kandang dalam usia muda (sekitar 4 bulan) proses perjodohan akan lebih mudah. Atau cepat jodoh. Beda misalnya dengan yang sudah sudah berumur, seringakali cekcok. Yang jantannya galak selalu menghajar betinanya atau sebaliknya.

Calon indukan yang baik untuk diternakkan, minimal tiga unsur suaranya terpenuhi.Suara depan,suara tengah,dan suara ujung terpenuhi. Air suara (latar) juga perlu diperhatikan,apakah cowong bergaung dengan echo yang bagus atau basah dan serak. Yang bagus untuk diternak adalah yang air suaranya cowong. Volume bisa disesuaikan, senang yang gede atau yang kecil kristal.

Yang jelas, biar bersuara besar (nada rendah) atau kecil (nada tinggi), ketukannya haruslah jelas didengar. Atau biasa diistilahkan tebal dan tipisnya suara.

Jarak antar ketukan juga harus agak renggang atau biasa diistilahkan lelah atau senggang. Tapi bila terlalu senggang juga amat membahayakan, seringkali malah patah atau tidak sampai.

Perkutut dengan suara patah biasanya karena napasnya tidak sampai. Karena itu orang kemudian mengistilahkannya dengan power. Ada tidaknya power yang bisa disimak dari tekanan kala bunyi. Apakah tandas tajam atau malas tanpa ada daya untuk mendorong suara lepas dari hidung.

Jalan suara juga penting. Misalnya dobel, engkel, satu setengah dan seterusnya. Saat ini trennya adalah perkutut bersuara minimal satu setengah (Klauuu Ke..thek..thek..Kung) atau dobel (Klau Ke..thek..ke..thek..Kung).
Tetapi jangan lantas berpedoman pada uraian di atas lalu ketika mencari burung dobel lelah unsur suara lengkap dengan hanya duit cepek. Karena perkutut berkualifikasi demikian umumnya sudah dibandrol di kisaran minimal 500 ribu per ekor.

Dengan duit cepek Anda mungkin masih bisa mendapat perkutut bersuara dobel tapi tak lelah dan ujung panjang ndelosor. Atau satu setengah agak lelah tapi ujungnya tidak panjang. Tak mengapa, ujung kurang bisa dikimpoikan dengan yang ujungnya lebih dan seterusnya.

Selain faktor di atas dalam mencari indukan sekali lagi ada baiknya juga untuk memperhatikan faktor darah yang mengalir di tubuh perkutut yang bersangkutan.

VI. Belajar Crossing

Setelah calon indukan telah terkumpul, sebaiknya Anda mulai "sekolah" lagi. Kali ini ke jurusan silang menyilang atau bagaimana cara mengawinkan pasangan perkutut agar nantinya melahirkan anakan yang bagus.
Bila ini jalan pintas seperti yang sekarang banyak dilakukan peternak adalah memfotocopy kandang favorit atau kandang yang telah melahirkan juara. Misalnya kandang Super Beken dari peternak Kangen Juara yang telah melahirkan juara berisikan indukan jantan Bogem - 9 dan betina Tinju - 8. Bila Anda memang mampu menggaet adik atau kakak dari Bogem - 9 dan Tinju - 8 langsung saja masukkan kandang dan kimpoikan.

Memang tak seluruhnya proses fotocopy tersebut berhasil. Bahkan sedikit yang melaporkan sukses. Tapi toh cara ini belakangan mulai banyak dilakukan oleh peternak. Dan uniknya anak-anak copyan tersebut juga laris manis. Mungkin bagi para pembeli lebih baik membeli fotocopyan yang lebih murah daripada yang asli.

Perihal bagaimana silang menyilang yang baik, ada baiknya belajar langsung ke sejumlah peternak yang telah sukses melahirkan juara. Mereka ini umumnya sudah paham teknik silang menyilang. Sebab bagaimanapun bila teknik itu diuraikan disini akan memakan banyak halaman. Itupun belum ada rumus pasti.

VII. Siapkan Kandang

Setelah beberapa pasang calon indukan terkumpul barulah Anda menyiapkan kandang penangkarannya. Ukurannya tidak ada ketentuan pasti. Bisa sepanjang 1,2 meter tinggi 1,8 meter dan lebar 50-70 cm. Yang mutlak diperlukan adalah panas matahari langsung.

Perihal lantai juga tak mutlak harus pasir atapnya juga bisa asbes, genting atau apa saja. Yang jelas jarak antar sarang dengan genting tak boleh terlalu dekat bila tak ingin telurnya nanti kopyor karena suhu dan kelembaban udara di kandang tidak sesuai.

Kandang tersebut bisa saja dibangun dengan konstruksi kayu, aluminium atau besi. Tergantung kekuatan dompet kita. Bisa dibangun di atas tanah atau lantai atas rumah kita. Bisa juga di halaman sempit atau lahan luas. Kalau bisa lokasi kandang jangan terlalu sepi atau jarang dikunjungi atau dilewati orang sebab semakin sepi dan jauh dari manusia akan makin kurang produktif. Mungkin perkutut akan merasa aman dan nyaman bila sering bertatap muka dengan manusia.

Dengan demikian sebaiknya lokasi kandang jangan terlalu berisik misalnya dekat bengkel, dekat tempat latihan band dan lain-lain. Perkara hewan peliharaan misalnya anjing lama-lama juga akan beradaptasi tapi kucing adalah hewan yang paling ditakuti perkutut karena itu usahakan agar lokasi kandang tidak sering dikunjungi oleh kucing.

VIII. Memasukkan ke Kandang

Saat yang paling tepat mengawinkan perkutut adalah sore hari. Mandikan dan elus-elus dahulu keduanya baru dimasukkan ke kandang. Bisa terlebih dahulu disuapi kacang hijau yang telah direndam air hangat sampai empuk. Plus minyak ikan, vitamin B-kompleks, Vitamin E, atau jenis vitamin lainnya.
Kalau masih juga ogah jodoh dan sering berkelahi sebaiknya dipegang lagi, dimandikan lagi. Bila masih juga bentrok, cari mana yang ganas lalu masukkan ke sangkar dimana sangkar tersebut bisa dimasukkan ke kandang. Bila tidurnya sudah mulai berdampingan, tanda sudah mulai jodoh. Keluarkan yang ganas tadi dari dalam sangkar ke kandang penangkaran.

Perhatikan bila sudah mulai jodoh dan kimpoi-kimpoi menjelang bertelur, keduanya akan mencari benda apa saja untuk bisa dipakai untuk buat sarang. Yang paling ideal untuk dipakai adalah daun cemara kering atau akar rumput yang sudah kering.

IX. Manajemen Kandang

Catat kapan tanggal bertelurnya dan kapan menetasnya. Perkutut mengerami telurnya selama kurang lebih 14 hari. Sebaiknya catatan di secarik karton bekas tadi ditempatkan di bagian luar kandang (bisa dimana saja).
Bila ingin lebih produktif bisa memanfaatkan jasa puter untuk meloloh piyik dengan catatan piyiknya baru dipindah ke puter yang juga harus tengah mengeram. Setelah piyik tersebut berusia sekitar 7 hari atau setelah diberi cincin. Bila terlalu kecil dikhawatirkan mati terinjak puter. Sebaliknya bila terlalu besar atau sudah mulai belajar terbang, bulu mulai lengkap, piyik tadi ogah diloloh dan dirawat puter. Mau lebih produktif lagi caranya dengan memindahkan telur perkutut untuk dierami diamond dove atau ke pasangan perkutut lain yang biasa disebut babu. Caranya demikian memang membutuhkan ketelitian dan ketelatenan sebab kita harus tahu persis kapan perkutut bersangkutan bertelur dan kapan pula si diamond dove atau si babu bertelur.

Kalau tak pas tanggalnya bisa berantakan, karena baik babu atau diamond dove akan meninggalkan telurnya bila melewati 15 hari telur itu tak juga menetas. Atau bisa juga kaget bila telur yang dierami oleh babu atau diamond dove tadi lebih cepat menetas dari waktu yang semestinya.

X. Memantau Piyik

Setelah piyik produk peternakan kita sudah berumur 1.5 s.d. 2 bulan suara angin sudah mulai dikeluarkan. Pantau terus bagaimana perkembangannya. Bagus atau tidaknya piyik hasil ternakan kita tadi. Jangan terburu napsu untuk dijual karena kita tak akan pernah tahu bagaimana lagi perkembangannya bagus atau jelek.

Proses pemantauan sampai dewasa, tak hanya untuk anak pertama tapi kalau bisa hingga ke anak ketiga. Bila rata-rata lumayan bagus bisa diteruskan, sebaliknya bila rata-rata kurang bagus, bongkar kandang, ganti jantan atau betinanya yang dirasa kurang.

SUMBER : AGROBIS MINGGU III MEI 1998

Semoga bermanfaat yaa...