KASKUS

Quote:Original Posted By masmaelbaqar
Arus Balik cetakan asli masih ada kagak ya


iya nih, minta terbitin ulang mau nggak ya?
masa nemu yg fotokopian doang :
oy yang mau beli bukunya pram, kemaren gw beli bukunya pram yg rumah kaca di penjual buku online di FB. Namanya Pustaka Kaji. Sueerr ini bukan promosi, gw juga penikmat buku2nya pram. Dan harganya lebih murah, gw beli 72rb padahal waktu itu gw liat di gramed matraman 90 ribuan
ente cari aja dah tuh link fb nya
sori dopost. lemot layyy
Baru baca yg tetralogi buru dan arok dedes.
Karya Pram memang mencengangkan.
Deskripsinya detail seakan kita berada di masa cerita tsb.
Ane plg suka Bumi Manusia.

Mgkn di bikin film gak ya?
Biar org2 yg gak suka baca bisa tau ada karya besar dr pengarang Indonesia yg diakui dunia.
Quote:Original Posted By rhesthegame
Baru baca yg tetralogi buru dan arok dedes.
Karya Pram memang mencengangkan.
Deskripsinya detail seakan kita berada di masa cerita tsb.
Ane plg suka Bumi Manusia.

Mgkn di bikin film gak ya?
Biar org2 yg gak suka baca bisa tau ada karya besar dr pengarang Indonesia yg diakui dunia.

http://www.tempo.co/read/news/2010/0...ya-Pram


sudah ada rencana gan


kira2 yang jadi annelis mellema siapa ya ? berimajinasi dari novelnya aja udah cantik banget.
Quote:Original Posted By camil.cemilan
http://www.tempo.co/read/news/2010/0...ya-Pram


sudah ada rencana gan


kira2 yang jadi annelis mellema siapa ya ? berimajinasi dari novelnya aja udah cantik banget.


Wow..emang ya pasti gak jauh dr riri riza dan miles.
Carissa Putri kyanya cocok tuh gan
Quote:Original Posted By rhesthegame
Wow..emang ya pasti gak jauh dr riri riza dan miles.
Carissa Putri kyanya cocok tuh gan

kalo baca deskripsi pram ttg wanita yang sangat IMO pevita pearce kali yah yang paling pas.
ane lum pernah baca karya pramudya,pengen sih..kpan2 ane coba baca
ane sangat suka dengan buku buku nya Pramoedya gan. Sangat menarik gaya bahasanya
Quote:Original Posted By lautlintang
ane lum pernah baca karya pramudya,pengen sih..kpan2 ane coba baca

bacalah gan. sangat menarik itu buku2 pram

Pramoedya Ananta Toer (penggemar Pram masuk!!)

Pramoedya Ananta Toer, seperti halnya seniman Indonesia pada era 1960-an, hidup miskin, pas-pasan, namun memiliki karya yang membanggakan. jarang pada kala itu muncul seniman dengan karya yang ecek-ecek. banyak diantara mereka memiliki reputasi bagus di dunia sastra, melegenda, dan Pramoedya adalah salah satunya.


Sayang namanya kurang berkibar, tidak seperti Chairil Anwar, Taufik Ismail ataupun Rendra. Kenapa?
Karena beliau dulu pada jamannya dianggap "kiri". Seniman untuk Lekra. Dan seberapa bagusnya karya yang beliau hasilkan, pemerintah dan seniman paska PKI tidak pernah mengapresiasinya.


Pramoedya lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925. Sebagai rakyat jelata, dari orang tua yang hidup pas-pasan. berhasil susah payah lulus dari Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya dengan jerih payahnya sendiri. Sempat juga beliau menjadi anggota militer paska kemerdekaan Indonesia. Ia banyak menulis di sela masa tugas dan masa ia dipenjara Belanda di Jakarta. Pram juga pernah mendapat kesempatan menjadi
wakil pertukaran budaya ke Belanda. Dan program itulah yang mengubah gaya kepenulisannya setelah kembali ke Indonesia.

Ya, saat pulang Pramoedya ikut organisasi Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Banyak karyanya yang menyebabkan friksi pada pemerintahan rezim Soekarno. Namun tulisannya secara sastra bertambah matang. Dan Pramoedya tumbuh menjadi penulis dengan gaya bahasa yang lugas dan jujur, serta tajam dalam menyiratkan makna konotatif di tulisannya.

Pernah beliau mendapatkan anugrah sastra Ramon Magsaysay Award, 1995, dan 26 tokoh sastra lantas mengajukan protes keras ke yayasan pemberi hadiah. Mereka menganggap tidak pantas seorang "kiri" mendapat anugerah sastra. Mereka mengancam akan mengembalikan award yang pernah mereka terima, bila Pramoedya juga tetap mendapat anugerah yang sama.

dan semenjak Orde Baru berkuasa, Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri, dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di koran.
Terlepas dari hubungannya dengan Lekra, Pram adalah seniman yang lengkap, dia penulis dan seorang sejarawan yang handal. Novelnya bukan novel ecek-ecek. Karyanya pasti berdasar apa yang beliau lihat dengan matanya, yang beliau rasakan dengan hatinya, dan itu smeua jujur. Terlepas dari apa yang orang lain tangkap.

Buktinya, berbagai penghargaan beliau dapatkan justru setelah ia berusia senja. Saat karya-karyanya secara luas bisa dinikmati lagi, tidak terkekang oleh kekuasaan. Beliau mungkin pernah salah dengan menginjakkan satu kakinya ke Lekra, yang sebagai pembelanya ia sebutkan "saya tidak pernah masuk ideologi manapun, saya hanya membela keadilan".

Bagaimanapun, Pramoedya adalah salah satu legenda dunia sastra di negara kita. sosok yang fenomenal, sosok yang sebagian orang membenci, tapi sebagian lain mengagumi. Mari lupakan masa lalu, dan baca karya-karyanya. Tak pelak, Andrea Hirata, Raditya Dika, atau Stephanie Meyter sekalipun akan menjadi sangat kecil. Dia adalah J.K. Rowling pada masanya, seorang Ernst Hemmingway Indonesia.

Daftar penghargaan Pramoedya Ananta Toer :

Nominasi Hadiah NOBEL Sastra
Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS, 1988
Penghargaan dari The Fund for Free Expression, New York, AS, 1989
Wertheim Award, "for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people", dari The Wertheim Fondation, Leiden, Belanda, 1995
Ramon Magsaysay Award, "for Journalism, Literature, and Creative Arts, in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening, and modern experience of Indonesian people", dari Ramon Magsaysay Award Foundation, Manila, Filipina, 1995
UNESCO Madanjeet Singh Prize, "in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violence" dari UNESCO, Perancis, 1996
Doctor of Humane Letters, "in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions, his example to all who oppose tyranny, and his highly principled struggle for intellectual freedom" dari Universitas Michigan, Madison, AS, 1999
Chancellor's distinguished Honor Award, "for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding", dari Universitas California, Berkeley, AS, 1999
Chevalier de l'Ordre des Arts et des Letters, dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique, Paris, Perancis, 1999
New York Foundation for the Arts Award, New York, AS, 2000
Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka), Jepang, 2000
The Norwegian Authors Union, 2004
Centenario Pablo Neruda, Chili, 2004
Quote:Original Posted By gareszt_encrew


iya nih, minta terbitin ulang mau nggak ya?
masa nemu yg fotokopian doang :


hahaha- sama gan, kita orang cumak punya ftokopian, masih merasa ngeganjal kalo belum dapat yang aseli!
Quote:Original Posted By lautlintang
ane lum pernah baca karya pramudya,pengen sih..kpan2 ane coba baca


wah itu bacaan wajib gan!!!!!!!
Jujur ane ga gitu suka tentang sejarah, tapi entah kenapa bisa nikmati gitu aja bukunya pram apalagi banyak pesan moral yang tersirat.
Nyesel ga baca dari duliu
Pengen baca karya-karyanya, kapan2 pinjem deh temen atau perpustakaan deh, lagi bokek kalo beli wahaha

Quote:Original Posted By bdxfun
Pramoedya Ananta Toer, seperti halnya seniman Indonesia pada era 1960-an, hidup miskin, pas-pasan, namun memiliki karya yang membanggakan. jarang pada kala itu muncul seniman dengan karya yang ecek-ecek. banyak diantara mereka memiliki reputasi bagus di dunia sastra, melegenda, dan Pramoedya adalah salah satunya.


Sayang namanya kurang berkibar, tidak seperti Chairil Anwar, Taufik Ismail ataupun Rendra. Kenapa?
Karena beliau dulu pada jamannya dianggap "kiri". Seniman untuk Lekra. Dan seberapa bagusnya karya yang beliau hasilkan, pemerintah dan seniman paska PKI tidak pernah mengapresiasinya.


Pramoedya lahir di Blora, Jawa Tengah, 6 Februari 1925. Sebagai rakyat jelata, dari orang tua yang hidup pas-pasan. berhasil susah payah lulus dari Sekolah Kejuruan Radio di Surabaya dengan jerih payahnya sendiri. Sempat juga beliau menjadi anggota militer paska kemerdekaan Indonesia. Ia banyak menulis di sela masa tugas dan masa ia dipenjara Belanda di Jakarta. Pram juga pernah mendapat kesempatan menjadi
wakil pertukaran budaya ke Belanda. Dan program itulah yang mengubah gaya kepenulisannya setelah kembali ke Indonesia.

Ya, saat pulang Pramoedya ikut organisasi Lekra, salah satu organisasi sayap kiri di Indonesia. Banyak karyanya yang menyebabkan friksi pada pemerintahan rezim Soekarno. Namun tulisannya secara sastra bertambah matang. Dan Pramoedya tumbuh menjadi penulis dengan gaya bahasa yang lugas dan jujur, serta tajam dalam menyiratkan makna konotatif di tulisannya.

Pernah beliau mendapatkan anugrah sastra Ramon Magsaysay Award, 1995, dan 26 tokoh sastra lantas mengajukan protes keras ke yayasan pemberi hadiah. Mereka menganggap tidak pantas seorang "kiri" mendapat anugerah sastra. Mereka mengancam akan mengembalikan award yang pernah mereka terima, bila Pramoedya juga tetap mendapat anugerah yang sama.

dan semenjak Orde Baru berkuasa, Pramoedya tidak pernah mendapat kebebasan menyuarakan suaranya sendiri, dan telah beberapa kali dirinya diserang dan dikeroyok secara terbuka di koran.
Terlepas dari hubungannya dengan Lekra, Pram adalah seniman yang lengkap, dia penulis dan seorang sejarawan yang handal. Novelnya bukan novel ecek-ecek. Karyanya pasti berdasar apa yang beliau lihat dengan matanya, yang beliau rasakan dengan hatinya, dan itu smeua jujur. Terlepas dari apa yang orang lain tangkap.

Buktinya, berbagai penghargaan beliau dapatkan justru setelah ia berusia senja. Saat karya-karyanya secara luas bisa dinikmati lagi, tidak terkekang oleh kekuasaan. Beliau mungkin pernah salah dengan menginjakkan satu kakinya ke Lekra, yang sebagai pembelanya ia sebutkan "saya tidak pernah masuk ideologi manapun, saya hanya membela keadilan".

Bagaimanapun, Pramoedya adalah salah satu legenda dunia sastra di negara kita. sosok yang fenomenal, sosok yang sebagian orang membenci, tapi sebagian lain mengagumi. Mari lupakan masa lalu, dan baca karya-karyanya. Tak pelak, Andrea Hirata, Raditya Dika, atau Stephanie Meyter sekalipun akan menjadi sangat kecil. Dia adalah J.K. Rowling pada masanya, seorang Ernst Hemmingway Indonesia.

Daftar penghargaan Pramoedya Ananta Toer :

Nominasi Hadiah NOBEL Sastra
Freedom to Write Award dari PEN American Center, AS, 1988
Penghargaan dari The Fund for Free Expression, New York, AS, 1989
Wertheim Award, "for his meritorious services to the struggle for emancipation of Indonesian people", dari The Wertheim Fondation, Leiden, Belanda, 1995
Ramon Magsaysay Award, "for Journalism, Literature, and Creative Arts, in recognation of his illuminating with briliant stories the historical awakening, and modern experience of Indonesian people", dari Ramon Magsaysay Award Foundation, Manila, Filipina, 1995
UNESCO Madanjeet Singh Prize, "in recognition of his outstanding contribution to the promotion of tolerance and non-violence" dari UNESCO, Perancis, 1996
Doctor of Humane Letters, "in recognition of his remarkable imagination and distinguished literary contributions, his example to all who oppose tyranny, and his highly principled struggle for intellectual freedom" dari Universitas Michigan, Madison, AS, 1999
Chancellor's distinguished Honor Award, "for his outstanding literary archievements and for his contributions to ethnic tolerance and global understanding", dari Universitas California, Berkeley, AS, 1999
Chevalier de l'Ordre des Arts et des Letters, dari Le Ministre de la Culture et de la Communication Republique, Paris, Perancis, 1999
New York Foundation for the Arts Award, New York, AS, 2000
Fukuoka Cultural Grand Prize (Hadiah Budaya Asia Fukuoka), Jepang, 2000
The Norwegian Authors Union, 2004
Centenario Pablo Neruda, Chili, 2004


korban "kiri" , kasus nya barang kali bisa disamakan dengan tan malaka.
Padahal dari beberapa buku Pram yg gw baca ga ada mengesankan "kiri" sama sekali. Mungkin kalo bukan karena cap "kiri" Pram udah dapet Nobel bukan cuma jadi nominator.

BUku

Ada yang punya buku Pramoedya dobel ga? barter yuk,

ane punya dobel nih,
1. Anak Semua Bangsa Cet kedua 1981
2. Perburuan Cet 2000
3. Tjerita dari Djakarta Cet ke 1 1957
Quote:Original Posted By harryklimer
Ada yang punya buku Pramoedya dobel ga? barter yuk,

ane punya dobel nih,
1. Anak Semua Bangsa Cet kedua 1981
2. Perburuan Cet 2000
3. Tjerita dari Djakarta Cet ke 1 1957

widih keren buku edisi lama nih...
mahal nih kalo di pasar buku
Quote:Original Posted By camil.cemilan
korban "kiri" , kasus nya barang kali bisa disamakan dengan tan malaka.
Padahal dari beberapa buku Pram yg gw baca ga ada mengesankan "kiri" sama sekali. Mungkin kalo bukan karena cap "kiri" Pram udah dapet Nobel bukan cuma jadi nominator.


Pram dicap "kiri" bukan karena karyanya yg menonjolkan kekirian... tapi karena pribadinya sendiri yg terlibat dengan Lekra. Dan Lekra sangat menekan kebebasan berekspresi waktu itu, suatu hal yg sangat bertolak belakang dengan prinsip sastra.
Quote:Original Posted By camil.cemilan
widih keren buku edisi lama nih...
mahal nih kalo di pasar buku


kebetulan kemarin baru dapet cerita dari jakarta yang ada tandatanganya,
×