KASKUS

Exclamation Thread Tarung Derajat A.K.A Boxer

Salam Box

karena belum ada yang bikin maka saya bikin deh thread tarung derajat.buat akang2x yg udah pada senior mohon bagi2x ilmunya di thread ini.

saya pemula baru latihan 4 bulan
Lokasi Pancasila nih?hehehe... Lengkap banget GAN ngisinya.

BTW Tarung Drajad yang ikut banyak anggota Militer yah?
ikut menyimak gan.. btw kenapa ganti nama dari AA Boxer jadi tarung drajat y?
dulu ada threadnya tarung drajat. tapi stlh banjir bandang kaskus, jadi threadnya ilang....
Quote:Original Posted By Tenji_no_Ichi
dulu ada threadnya tarung drajat. tapi stlh banjir bandang kaskus, jadi threadnya ilang....


Betul...

Jadi ya gw nimbrung lagi dech

Gw dulu pernah ikutan sekitar tahun 2000-an, bentar sih cuma sampai Kurata 3. Gw dulu Satlat UPI a.k.a IKIP Bandung, pelatihnya Kang Yayan Hartayan. Dulu sih beliau Djat 1, kemarin2 ketemu di GGM waktu ngelatih anak2 Aceh kaya'nya beliau udah Djat 3.

BOX...!!!
ikut menyimak gan, gw penggemar olahraga ini. tp blm pernah ikut latian .seneng aja liatin yg latian atw tanding.cara berkelahi yg efektif & efisien tuh
akhirnya dibikin juga nih thread.

di kampus aku ada UKM boxer, cuma sebatas ngeliat, ngeri kalo ikut latiannya. hehehe.
Quote:Original Posted By fauzhee
akhirnya dibikin juga nih thread.

di kampus aku ada UKM boxer, cuma sebatas ngeliat, ngeri kalo ikut latiannya. hehehe.


Tarung Derajat yg sekarang sih ga se-ngeri tahun2 duluuuuuu...

Quote:Original Posted By Pudjo
Tarung Drajad yang ikut banyak anggota Militer yah?


Ga juga sih, di kampus2 juga banyak...

Quote:Original Posted By ZoroApple
ikut menyimak gan.. btw kenapa ganti nama dari AA Boxer jadi tarung drajat y?


Karena sbg syarat bila ingin diterima masuk KONI namanya harus berubah jadi lebih meng-Indonesia.

Tadinya "Tarung Dradjat", terus berubah lagi jadi "Tarung Derajat".
wah, bagus nih

mungkin bisa di jelaskanteknik2 yg ada ditarung derajad?
dan aplikasnya?
pokoknya about all yang bisa menjelaskan apa itu tarung derajad.

Talking 

Quote:Original Posted By fauzhee
akhirnya dibikin juga nih thread.

di kampus aku ada UKM boxer, cuma sebatas ngeliat, ngeri kalo ikut latiannya. hehehe.


ga seedan dulu kok sekarang sih..

katanya dulu latihan tuh ada lari sampe berapa kilo meter gitu,trus ditambah pemansan nya itu beeuuuhhh cape banget.

kalo sekarang sih udah ga terlalu edan.coba aja

Nanti Hari Minggu Ada EKSEBISI Tarung Derajat Di Lembang
Buat yg mau Coba Tanya2x Aja

tapi saya mah junior ga tau apa2x cuma denger yg dari tetua
dulu serem liat video yg latihan pernafasan sambil dipukul lehernya.. msh ada gak sih gtu2?
Quote:Original Posted By fauzhee
akhirnya dibikin juga nih thread.

di kampus aku ada UKM boxer, cuma sebatas ngeliat, ngeri kalo ikut latiannya. hehehe.


setuju
Quote:Original Posted By ZoroApple
ikut menyimak gan.. btw kenapa ganti nama dari AA Boxer jadi tarung drajat y?


!!! BOX !!!

Ane juga anak KODRAT, Satlat Kesatrian Malang ikut dari tahun 99 cuma sampe kurata 4, lalu pindah ke Jogja nerusin bentar di Satlat ??? (Daerah Gamping) dan juga ngeliat latnya di lembah UGM, tapi karna pelatiannya "kurang ngigit" (beda sama yang di malang, di sana dipegang sama Kak Elly, Derajat 1) jadi ngga nerusin deh, malahan yang di UGM yang ngelatih waktu itu cuma kurata 5


Sekarang masih ada sih keinginan buat latian lagi, meskipun ngga bakalan bisa di forsir seperti dulu.

CMIIW Masalah ganti nama setau saya biar terdengar lebih me"indonesia" aja,
sekian deh dari ane

!!! BOX !!!
Oh jadi karena mengindonesiakan saja.. thanks for the info...
Quote:Original Posted By ZoroApple
dulu serem liat video yg latihan pernafasan sambil dipukul lehernya.. msh ada gak sih gtu2?



Masih, cuman untuk tahapan2 tertentu.

Kalo demo2 dulu ane suka liat yg sabuk merah mecahin 3 tumpukan coet pake kepala, badan dipukulin pake bambu.

Ane dulu terakhir latihan masih sempet disuruh lari beberapa keliling lapangan sambil memikul rekan latihan di atas bahu, terus habis itu tulang rusuk ditendangin & sekeras apapun latihan, yg ane alamin ga da itu teriakan2 yg bernada memaki atau menjurus pelecehan.
ada perbedaan latihan sewaktu masih bernama aa boxer dan sekarang?
Quote:Original Posted By ZoroApple
ada perbedaan latihan sewaktu masih bernama aa boxer dan sekarang?


Secara umum ada. Contoh, dulu kalo kejuaraan sebelum bertanding saling pukul dulu ke ulu hati. Kalo sama2 kuat maka pertandingan dimulai, tapi kalo salah satu ada yg udah jatuh duluan, ya udah. Pertandingan ga usah dilanjutin da udah ketahuan yg menangnya.

Pertandingannya 100% bebas, dalam artian ga pake pelindung, dan boleh menyerang dan diserang seluruh bagian tubuh.

CMIIW...
Sejarah Ringkas Tarung Derajat

Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri TARUNG DERAJAT dideklarasikan kelahirannya dibumi persada Indonesia tercinta, di Bandung 18 Juli 1972 oleh peciptanya seorang putra bangsa yaitu Guru Haji Achmad Dradjat yang memiliki nama julukan dengan panggilan Aa Boxer. Nama panggilan Aa Boxer diterapkan dan melekat pada diri Achmad Dradjat, setelah dirinya mampu dan berhasil menggunakan dan menerapkannya Seni Pembelaan Diri karya ciptanya didalam berbagai bentuk perkelahian, dimana butuh dan harus BERKELAHI atau BERTARUNG dalam rangka BERJUANG untuk mempertahankan kelangsungan hidup, menegakan kehormatan dan membela kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan kodrat hidupnyanya.

Jadi sebenarnya keberadaan Tarung Derajat itu adalah identik dengan perjalanan & perjuangan G.H.Achmad Dradjat yang juga dikenal dengan julukan Aa Boxer dan kini bergelar “SANG GURU TARUNG DERAJAT”.

Perjalanan & Perjuangan hidup Achmad Dradjat dimulai sejak kelahirannya diatas muka bumi ini, Sang Guru Tarung Derajat dilahirkan di Garut 18 Juli 1951 dari pasangan Bapak dan Ibu H.Adang Latif dan Hj.Mintarsih dalam suasana sedang terjadi pertempuran melawan Gerombolan pemberontak yang dikenal dengan sebutan kelompok Darul Islam (D.I), dalam penyerangan tersebut kedua orang tua Achmad Dradjat sebagai Aktivis Pejuang Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang setelah pasca Keemerdekaan menjadi anggota Polisi Istimewa, menjadi salah satu sasaran operasi dari penyerangan Gerombolan tersebut. Berkat kebesaran dan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa dapat selamat dari peristiwa itu dan saat itulah Sang Guru lahir dalam keadaan sehat, ditengah kejaran para pemberontak. Peristiwa tersebut telah mengilhami kedua oranng tua Sang Guru memberikan nama DARAJAT (DRADJAT / DERAJAT), yang berarti Berkat yaitu suatu Rahmat karunia Tuhan Yang Maha Esa yang membawa atau mendatangkan kebaikan pada kehidupan manusia, seperti keselamatan dan kesehatan hidup atau kesejahteraan hidup atau juga sebagai harkat dan martabat hidup manusia. Sejalan dan seiring dengan nilai-nilai riwayat Perjalanan & Perjuangan hidup yang dilakukan Sang Guru Achmad Dradjat alias Aa Boxer dalam menciptakan dan melahirkan Ilmu Bela Diri secara Alami, Mandiri, dan Tersendiri serta kejadian-kejadian hidup yang terjadi selalu dinikmati dengan totalitas berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan tindakan-tindakan yang Realistis dan Rasional, dari hasil perjuangan hidup PRIBADI seperti itu, mencuat sebuah nama untuk diterapkan pada Seni Ilmu Olah Raga Bela Diri Karya Ciptanya, yaitu : “TARUNG DERAJAT.” (Tarung, Bertarung adalah Berjuang dan Derajat adalah Harkat martabat kemanusiaan)

Pada usia balita Achmad Dradjat pindah ke Bandung mengikuti perjalanan dinas kedua orang tuanya, tinggal di kawasan Tegallega suatu daerah yang keras dan berpenduduk sangat heteorogin dengan segala perilaku hidupnya yang dinamis. Situasi dan kondisi seperti itu sangat ditunjang dengan keberadaan sebuah lapangan sangat luas yang beraktivitas hampir 24 jam , berbagai macam bentuk kegiatan hidup terjadi dilapangan tersebut, seperti: berbagai kegiatan olah raga, perkealahian masal antar kelompok pemuda remaja, pemerasan, perampokan perjudian, pelacuran, dlsb yang berbau kriminalitas dan kemaksiatan serta dalam waktu-waktu tertentu bisa dan biasa juga dipakai untuk kegiatan kemasyarakatan lainnya oleh seluruh kalangan masyarakat Bandung khususnya dan apabila sesuatu tindak kekerasan terjadi, tidak jarang masyarakat setempat yang berperilaku hidup baik-baik kerap menjadi korban tindak kekerasan, kejadian tindak kekerasan tersebut tidak terkecuali sering juga dialami oleh sosok remaja Achmad Dradjat.

Bagi Achmad Dradjat yang sejak masa anak-anak mempunyai postur tubuh lebih kecil dibanding dengan sesama anak lainnya dan sangat menggemari olah raga keras, seperti sepak bola dan beladiri, selain itu dirinya yang berkarakter berani dan ulet, menjadikan hidup dan dibesarkan dilingkungan seperti itu memiliki arti dan tantangan yang tersendiri.

Berbekal didikan Akhlak Budi pekerti dan Ajaran Agama yang diterapkan kedua orang tua dan tertanam serta terpelihara secara ketat dan berdisiplin sejak masa kecil. Aa, demikian dipanggil dalam lingkungan keluarganya (Aa adalah suatu panggilan dalam bahasa daerah sunda bagi anak laki yang tertua atau yang dituakan) mulai memasuki lingkungan yang keras, bermacam cara datang dan terjadi perekelahian antar kelompok maupun perorangan, pemerasan serta berbagai bentuk tindak kekerasan lain.

Dalam lingkungan demikian sifat pemberani dan keinginan menolong teman yang dimilikinya, seringkali membuat Aa mengalami berbagai tindak kekerasan, perklelahian demi perkelahian harus ia lalui walau lebih sering kalah dari pada menangnya, dengan segala keuletan yang didasari oleh hasil didikan Akhlak dan ajaran Agama yang terus melekat, dirinya mampu meng hadapi dan mengatasi berbagai rintangan hidup setahap demi setahap secara pasti, hingga pada usia 13 tahun tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok pemuda remaja dan manusia lain yang tidak bermoral dan tidak bertanggung jawab nyaris merenggut jiwanya.

Bagaimana tidak, peristiwa pengeroyokan dan penganiayaan yang dialaminya itu terjadi ditengah keramaian orang-orang yang hanya bisa menjadi penonton dan sebagian lainya hanya mampu menjadi penganiaya, dalam keadaan seperti itu Achmad Dradjat dituntut harus mampu bertahan hidup dalam kesendirian, bukan mempertahankan diri sampai lupa diri. Sesungguhnya dari kenyataan peristiwa tersebut sangat disadri hanya kerena Kebesaran dan Kekuasaan Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, yang menghendaki nasib lain sehingga Aa dapat terselamatkan dari nasib yang lebih buruk lagi.

Kejadian serupa terjadi dialami Achmad Dradjat pada saat belajar latihan beladiri secara resmi sebagai anggota suatu perkumpulan beladiri, dalam peristiwa tersebut dirinya dipaksa untuk berkelahi menggunakan teknik yang berlaku di beladiri itu sendiri melawan anggota senior yang bertubuh jauh lebih besar, dengan demikian Achmad Dradjat yang baru belajar dasar-dasar teknik perkelahian tidak mampu berbuat banyak selain bertahan diri, disaksikan anggota senior lain, pelatih dan guru besarnya yang ada diruang latihan lainnya. Achmad Dradjat dengan teknik yang terbatas tadi seluruh badannya penuh dengan luka memar, namun demikian tidak ada fikiran dan rasa dari penyaksi termasuk guru besarnya untuk bertindak, menghentikan dan menyelamatkan perkelahian. Dalam kesendirian sosok remaja Achmad Dradjat kembali harus berjuang diri mempertahankan keselamatan dan kesehatan hidupnya.

Dari perkelahian ke perkelahian itulah Achmad Dradjat secara alami dirinya tertempa dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup yang keras dan dari kerasnya kehidupan yang dialami sifat fisik dan sikap mentalnya terbina dan terbiasa untuk menerima kenyataan hidup secara realistis dan rasional. Kemampuan itu dimiliki karena pada dasarnya, setiap mahluk hidup telah dibekali kemampuan gerak reflek untuk bertahan hidup. Fikiran , rasa dan keyakinan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masanya dan terbayangi sepanjang usia, baik kejadian itu berupa musibah maupun anugerah, pengalaman tersebut pada dasarnya adalah bagian dari proses pembelajaran dan pelatihan otot, 0tak serta nurani untuk menentukan arah hidup yang lebih baik menuju pada kehidupan yang benar selaras dengan kodratnya.

Berbagai macam kejadian dan pengalaman hidup yang terjadi dalam lingkup pembelaan diri yang berasal dan mengandalkan dari gerak reflek dan dorongan naluri ,insting atau garizah yang terus terjadi secara berulang tersebut, mengasah otot, otak serta nuraninya untuk terbiasa menghadapi berbagai ancaman dan terlatih untuk menjawab tantangan hidup, yang berupa menjaga keselamatan dan kesehatan diri, menegakkan dan mempertahankan kehormatan serta membela kemanusiaan.

Bersamaan dengan itulah proses penciptaan gerak dan jurus dibentuk dan diuji dari perkelahian. Proses ini disempurnakan melalui suatu penempaan diri, baik secara fisik maupun mental dengan cara yang tersendiri dan mandiri. Gerakan tubuh yang kemudian menjadi jurus ini, seluruhnya didasari gerak reflek yang alamiah.

Dari penempaan praktis ini gerakan tubuh yang tercipta manjadi sangat efektif bagi suatu pembelaan diri. Gerakan dan jurus serta metode latihan didasari kemampuan alamiah. Semua ini sebenarnya dimiliki semua manusia sebagai fitrah dan bisa dikembangkan secara mandiri, inilah yang mendasari lahirnya sebuah prinsip hidup Tarung Derajat “Jadikanlah Dirimu oleh Diri Sendiri.”

Hingga menginjak usia pemuda remaja, Achmad Dradjat telah menunjukan kemampuaan dan keunggulan dalam menghadapi berbagai tindak kekerasan dan perkelahian. Achmad Dradjat juga menularkan kemampuan beladirinya pada rekan-rekan dekat dan masyarakat lain yang membutuhkannya, yang sebagian besar memintanya untuk menjadi “Guru.” Akhirnya, pada tanggal 18 juli 1972 diikrarkan pendirian Perguruan Tarung Derajat yang menjadi tanda utama resminya kelahiran Ilmu Olah Raga Seni Ilmu Pembelaan Diri karya cipta Achmad Dradjat.

Gelar “SANG GURU” menjadi sebuah panggilan kehormatan dan penghargaan sekaligus sebagai Saripati Jati Dirinya dari apa yang diperjuangkannya dalam menciptakan ILmu Olah Raga Seni Pembelaan Diri TARUNG DERAJAT bagi murid-murid dan Perguruan Pusat Tarung Derajat.

http://id.wikipedia.org/wiki/Tarung_Derajat
Quote:Original Posted By roel siradj
Secara umum ada. Contoh, dulu kalo kejuaraan sebelum bertanding saling pukul dulu ke ulu hati. Kalo sama2 kuat maka pertandingan dimulai, tapi kalo salah satu ada yg udah jatuh duluan, ya udah. Pertandingan ga usah dilanjutin da udah ketahuan yg menangnya.

Pertandingannya 100% bebas, dalam artian ga pake pelindung, dan boleh menyerang dan diserang seluruh bagian tubuh.

CMIIW...


Kalo masalah mukul/nginjak perut (ulu hati) itu mah sudah makanan seluruh anak boxer tiap kali latian dan itu sudah dimulai sejak kurata 1,
pengerasan badan sudah dimulai sejak kurata 1, pukulan ke uluhati, senam perahu, latihan penguatan leher, jatuhan lutut dan punggung dan juga pastinya 'kapalan' pada kepalan (pada tau lambang Tarung Derajat 'kan)
Jadi keinget waktu minggu2 pertama latihan, di suruh push up dengan mengepal sampe pada bernanah ;p (sori rada curhat, jadi pengen latihan lagi nih)

CMIIW dulu sebelum masuk koni, pertandingan memang dilakukan secara full body contact, tp sejak masuk koni sdh mulai ngikuti peraturan2 koni kecuali yang tradisional masih mempertahankan tanpa pelindung

Smile 

Salam BOX!!
gw msi kurata 1 neh..latiah di pusat di ciwastra bdg..
tapi ikutan latian di unpar juga..
iya c kata senior2 skrg tuh ga sekeras dloe latian nya..
tapi tetep aja masi ngeri koq..
gw aja kurata 1 dah di latih dipukul perut n diinjek tapi ya cuman kali2..
mnurut gw sech emang nich tarung drajat paling cocok wat tarung di jalanan.
soalnya dari pukulan sampe bantingan smua nya dipake..