KASKUS

Quote:Original Posted By adipatianom
Kepustakaan
Muljana, Slamet. 2006. Menuju Puncak Kemegahan. Yogyakarta: LKiS.
_____ . 2005. Nagarakretagama dan Tafsir Sejarahnya. Yogyakarta: LKiS

http://www.wacananusantara.org/5/24/...dc0567c0cb50da

http://id.wikipedia.org/wiki/Aria_Wiraraja


Dear gan. Saya ada baca sedikit tulisan Slamet Mulyana pas analisa tentang Amoghapasa. Disitu respek saya turun karena beliau kurang jujur dalam analisa. Buku2 yang lain belum baca. Namun sebaiknya ada sejarahwan zaman sekarang yang membuat tafsiran/analisa sendiri dari prasasti2 yang ada, mudah2an wawasannya sudah lebih luas, dan dapat diperbandingkan.
Tabik gan.
Quote:Original Posted By kbudayan
Dear gan. Saya ada baca sedikit tulisan Slamet Mulyana pas analisa tentang Amoghapasa. Disitu respek saya turun karena beliau kurang jujur dalam analisa. Buku2 yang lain belum baca. Namun sebaiknya ada sejarahwan zaman sekarang yang membuat tafsiran/analisa sendiri dari prasasti2 yang ada, mudah2an wawasannya sudah lebih luas, dan dapat diperbandingkan.
Tabik gan.


ya silakan saja ngomong ke slamet mulyananya
jangan ngomong ke saya

gene neh diskusi jd berantakan kalo discuss secara logika ama orang orang education. yg diomong sumber sejarah. buku, ketak jujuran fakta dan macam macam. bandingkan discuss sesama orang orang forsup dan kebudayaan yang lebih terasa guyub
hahahahahaha
cape deh

silakan anda mengungkapkan teori anda. anda ga perlu mematahkan teori orang lain. disini bukan forum debat dan juga bukan forum education
kalo ingin yg lebih mantab sumber sejarahnya dan pembahasan secara mendalam dan berat silakan buka tread di forum education saja om. disana pasti banyak temenya
Quote:Original Posted By adipatianom
sebenernya justru bhayangkara nantinya yang mengadakan pembubaran terhadap pemerintahan jayanegara bukan?walo sebenernya bhayangkara telah menyelamatkan sang prabu. mursal ini bukan karena beliau dr darah melayu tapi karena perbuatan beliau sang jayanegara yang ingin melanggengkan kekuasaanya dengan menikahi saudari mereka sendiri tribuana dan rajadewi. nah hal ini konon yang membuat pemberontakan kuti terjadi. tetapi bhayangkara melindungi sang prabu. nah ada teori bahwa tanca sengaja diberikan waktu agar jayanegara terbunuh ketika diobati, tapi entahlah. karena jayanegara juga ahirnya ta memiliki putra keturunan dan pemerintahan dilanjutkan oleh duet putri rajadewi dan tribuwanatunggadewi.


Ya sebenarnya disinilah misterinya gan. Tapi sebenarnya dapat dilihat setelah itu, siapa yang "memegang pemerintahan".
Tabik.
Quote:Original Posted By kbudayan
Ya sebenarnya disinilah misterinya gan. Tapi sebenarnya dapat dilihat setelah itu, siapa yang "memegang pemerintahan".
Tabik.


heheheh gajahmada maksudnya yg banyak pihak dr sabang sampe merauke mengakui gajah mada ebrasal dari tanahnya?

Smile 

Quote:Original Posted By adipatianom
ya silakan saja ngomong ke slamet mulyananya
jangan ngomong ke saya

gene neh diskusi jd berantakan kalo discuss secara logika ama orang orang education. yg diomong sumber sejarah. buku, ketak jujuran fakta dan macam macam. bandingkan discuss sesama orang orang forsup dan kebudayaan yang lebih terasa guyub
hahahahahaha
cape deh

silakan anda mengungkapkan teori anda. anda ga perlu mematahkan teori orang lain. disini bukan forum debat dan juga bukan forum education
kalo ingin yg lebih mantab sumber sejarahnya dan pembahasan secara mendalam dan berat silakan buka tread di forum education saja om. disana pasti banyak temenya


sori gan, nggak maksud merusak. juga tidak mampu bikin thread. juga tidak memaksakan teori. namun kalau diskusi ini kurang berkenan, saya mundur saja dari thread ini. tulisan yg sudah2 agar dilupakan. terima kasih. mohon dimaafkan kesalahan2.
tabik.
Lha....
Kok diskusinya jadi monolog lagi....
Quote:Original Posted By klonengan_ku
Lha....
Kok diskusinya jadi monolog lagi....


kalo senengnya debat ya silakan ke debat club om

Quote:Original Posted By kbudayan
sori gan, nggak maksud merusak. juga tidak mampu bikin thread. juga tidak memaksakan teori. namun kalau diskusi ini kurang berkenan, saya mundur saja dari thread ini. tulisan yg sudah2 agar dilupakan. terima kasih. mohon dimaafkan kesalahan2.
tabik.


huehehehe
cara penyampaianya saja yang kurang baik. jgn sedikit seikit mematahkan teori orang. karena pastinya menimbulkan hal yg kurang enak. bebas kok diskusi dan asik asik aja asal kita menerapkanya dengan baik. usul saya sebaiknya anda tuliskan jadi satu artikel yang bagus kasih judul peranan kerajaan melayu dalam pemerintahan singasari dan majapahit. kan asik tuh...kita bacanya juga enak ga putus putus begini. karena pengungkapan yg putus putus cuma akan menimbulkan prasangka. tapi terserah anda saja kok
Quote:Original Posted By adipatianom
huehehehe
cara penyampaianya saja yang kurang baik. jgn sedikit seikit mematahkan teori orang. karena pastinya menimbulkan hal yg kurang enak. bebas kok diskusi dan asik asik aja asal kita menerapkanya dengan baik. usul saya sebaiknya anda tuliskan jadi satu artikel yang bagus kasih judul peranan kerajaan melayu dalam pemerintahan singasari dan majapahit. kan asik tuh...kita bacanya juga enak ga putus putus begini. karena pengungkapan yg putus putus cuma akan menimbulkan prasangka. tapi terserah anda saja kok


hehehe ... :
jadi ini sebenarnya karena "penilaian personal" ya gan, tak kirain karena beber dan uji infonya tidak sesuai selera. untuk itu nubi sori deh. nubi tetap mundur dari thread ini.
terakhir untuk kenang2an nubi ketemu dari milis udah cukup lama untuk bahan renungan saja. cataatn dari nubi : persebaran suku melayu ini adalah tempat2 yang didatangi oleh armada majapahit dulunya.
tabik gan.


Subject: Siapa Melayu

Suku Melayu merupakan salah satu suku terbesar di
Indonesia. Ciri khasnya, mereka bermukim di
pesisir-pesisir
pantai khususnya Sumatera dan Kalimantan. Namun
menjadi basis kuatnya
adalah Pulau Sumatera dimana mereka diyakini berasal.

Nama Melayu mulai dikenal pada masa berdirinya
kerajaan Melayu di
wilayah Sungai Batanghari yang kini membelah Propinsi
Jambi. Dari sini
kemudian kemungkinan tersebar hingga ke semenanjung
Melayu.
Kerajaan-kerajaan Melayu pernah ada dan tersebar
hingga ke Pulau
Kalimantan (Borneo).

Persebaran suku yang disebut Melayu ini antara lain :

Aceh Tamiang- Nanggroe Aceh Darussalam: Dikenal dengan
nama Bumi Muda
Sedia, dengan semboyan Kasih Pape Setie Mati. Mengacu
pada kerajaan
Tamiang yang berada ditepian sungai Tamiang. Meski
dikenal sebagai
wilayah Melayu, namun Aceh Tamiang (yang merupakan
pecahan Aceh Timur)
ini juga heterogen. Bahasa Melayu yang dipakai serupa
dengan Melayu
Langkat.

Pesisir Timur Sumatera Utara : Mulai dari Kabupaten
Langkat hingga
pesisir kabupaten Labuhan Batu, disitulah suku Melayu
tinggal. Kota
Medan yang merupakan kota no 3 di Indonesia penduduk
aslinya adalah
Melayu Deli. Langgam-langgam Melayu yang populer di
Indonesia berasal
dari Lagu Melayu Deli.

Riau : Bagian barat Propinsi Riau didominasi oleh
etnis Minangkabau,
bahkan kota Pekanbaru sendiri diperkirakan 60%
penduduknya berasal dari
Sumatera Barat. Daerah Siak merupakan pusat Melayu di
daratan, Melayu
dialek 'o' banyak dipakai di pedalaman Riau.

Kepulauan Riau : Sudah sangat diketahui bahwa
Kepulauan Riau adalah
pusat kebudayaan Melayu di Indonesia. dari sinilah
katanya Bahasa
Indonesia berakar, serupa dengan Johor. Mulai dari
kepulauan Karimun,
Singkep-Lingga hingga kepulauan Tambelangan, Kabupaten
Natuna.

Jambi : Dikenal dengan bahasa Melayu Jambinya.
Berpusat di kota Jambi
dengan lafal 'o'. Suku-suku yang disebut Melayu juga
tersebar di
pedalaman. Dialek 'e' dipakai di wilayah Tanjung
Jabung

Bengkulu : Bahasa Melayu dipakai di Kota Bengkulu dan
Sekitarnya,
sedangkan bahasa-bahasa lainnya adalah Bahasa Rejang,
Lebong, Muko-Muko
dan Serawai yang masih digolongkan Melayu Tua.

Sumatera Selatan : Sebagian besar wilayah Sumsel
menggunakan varian
melayu yang berbeda. Bahasa Melayu Palembang sangat
kuat pengaruh
bahasa Jawanya karena Sultan Palembang di masa lalu
diperkirakan
bernenek moyang Jawa.

Bangka-Belitung : Juga merupakan penyebaran suku
Melayu dengan dialek
tersendiri.

Melayu di Kalimantan

Apa yang disebut Melayu di Pulau Kalimantan ini ada
dua asal usul,
yakni yang memang berasal dari tanah Melayu, baik itu
Sumatera atau
Semenanjung Malayu, atau orang-orang Dayak yang masuk
Islam dan menjadi
Melayu.

Suku Melayu yang hidup di pesisir Kalimantan Barat
umumnya adalah
keturunan pendatang dari Riau Kepulauan atau
Semenanjung. Sedangkan
Melayu yang di tepi-tepi sungai adalah keturunan
percampuran antara
Melayu, Bugis dan Dayak atau orang Dayak yang masuk
Islam dan
menganggap dirinya sebagai Melayu.

Untuk kasus di Kalimantan Selatan, apa yang disebut
Melayu adalah
orang-orang Banjar. Namun persamaan dengan Melayu di
Sumatera semakin
jauh dengan banyaknya pengaruh kosakata Bahasa Jawa
dan Dayak. Sedang
di Kalimantan Timur lain lagi persoalannya.

Ada pula kelompok Melayu yang bermukim di Pulau Bali,
tepatnya di
kampung Loloan, Kota Negara, Kabupaten Jembrana.
Mereka berleluhur asal
Semenanjung dan Kalimantan Barat. Berbahasa Melayu di
rumah, Berbahasa
Bali diluar. Mereka diperkirakan datang ke Bali
sekitar abad ke-18.
Sedangkan yang di Jakarta, Melayu sendiri sudah bukan
lagi murni karena
terjadi percampuran berbagai ras yang melahirkan Orang
Betawi, dengan
berbahasa Melayu Jakarta yang sekitar 43% kosakatanya
dipengaruhi
Bahasa Sunda.

Tambahan, suku Melayu juga merupakan satu dari 3 suku
yang membentuk
masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Quote:Original Posted By kbudayan
Dear gan,
4. Mungkin nanti disampaikan gan.
5. Argumentasi ini yang paling lemah gan. Expedisi dimulai tahun 1275, mosok baru kembali tahun 1293? Udah tuek2 dong.
Masalah barrier, kembali kita analisa strategi militer gan. Ancaman terbesar Singhasari pada masa itu adalah Syailendra atawa Sriwijaya. Kalau mau barrier tentunya paling tidak di Banten dong, atau kalau tidak sekitar Tuban. Atau langsung menyerang Sriwijaya.
Kertanegara mengambil aliansi dengan Melayu, karena hampir satu ideologi : Hindu/Tantra. Diharap aliansi ini memperkuat posisi politik.
Singhasari hampir tidak mengira bila ancaman datang dari Cina, karena Jawa bukan destination hanya lintasan saja ke negeri rempah (Maluku). Hal yang sama juga dipikirkan Portugis, Spanyol, Belanda, dll. Satu abad Jawa dilewatin begitu saja, karena tujuannya memang Maluku.
Itu dulu gan.
Tabek.


Hmmmmm ......

1. Pada tahun 1288, Singasari, penerus kerajaan Kediri di Jawa, menaklukan Palembang dan Jambi selama masa ekspedisi Pamalayu. Di tahun 1293, Majapahit pengganti Singasari, memerintah Sumatra. Raja ke-4 Hayam Wuruk memberikan tanggung jawab tersebut kepada Pangeran Adityawarman, seorang peranakan Minang dan Jawa. Pada tahun 1377 terjadi pemberontakan terhadap Majapahit, tetapi pemberontakan tersebut dapat dipadamkan walaupun di selatan Sumatra sering terjadi kekacauan dan pengrusakan. (sumber : wikipedia)

2. Aliansi adalah hubungan yang sederajat. Untuk apa mengirim sebagian besar tentara Singosari jika memang niatnya hanya menjalin kerjasama militer ? Terbukti kan ..... akhirnya ditaklukkan Singosari dan dijadikan bawahan.

3. Kublai Khan hanya mengirim utusan / duta pada tahun 1289 ke Singosari saja. Hal ini dapat diambil kesimpulan bahwa pada kurun waktu tersebut, hanya kerajaan Singosari saja yang dianggap berbahaya di kawasan Asia Tenggara oleh Kekaisaran China selain Kekaisaran Jepang di Asia Timur. Logis tidak ?

4. Saya juga kagum kok, mas ama Kerajaan Sriwijaya (kerajaan maritim pertama di Nusantara), Kerajaan Melayu, Jambi, Ternate. Hanya saja threat ini kan topiknya membahas Singosari dan Majapahit.

5. Kalo membahas threat, kurun waktunya jangan melompat-lompat dunkkkk .... Ini kan threatnya berkurun waktu sekitar 1272 sampai 1294. Baca judul baek-baek deh, mas...........Kenapa harus membahas Portugis, Belanda, Spanyol dan tetek bengeknya......Spanyol, Belanda, Portugis baru mulai meluaskan wilayahnya di dunia setelah abad 15. Sementara Kerajaan Singosari udah runtuh pada tahun 1292 dan Kerajaan Majapahit udah mulai runtuh sekitar 1278. Jadi kenapa diperbandingkan, sementara time frame nya aja beda ? Pleaseeee dehhhhhhh

6. Back to topic, please. Sesuai judul threat.

CMIIW, please.

dulu tau juga sejarahnya karena nonton film tutur tinular
masih pada inget gk gan?
nambah wawasan tentang sejarah, makasih gan..
Quote:Original Posted By kbudayan
hehehe ... :
jadi ini sebenarnya karena "penilaian personal" ya gan, tak kirain karena beber dan uji infonya tidak sesuai selera. untuk itu nubi sori deh. nubi tetap mundur dari thread ini.
terakhir untuk kenang2an nubi ketemu dari milis udah cukup lama untuk bahan renungan saja. cataatn dari nubi : persebaran suku melayu ini adalah tempat2 yang didatangi oleh armada majapahit dulunya.
tabik gan.


Subject: Siapa Melayu

Suku Melayu merupakan salah satu suku terbesar di
Indonesia. Ciri khasnya, mereka bermukim di
pesisir-pesisir
pantai khususnya Sumatera dan Kalimantan. Namun
menjadi basis kuatnya
adalah Pulau Sumatera dimana mereka diyakini berasal.

Nama Melayu mulai dikenal pada masa berdirinya
kerajaan Melayu di
wilayah Sungai Batanghari yang kini membelah Propinsi
Jambi. Dari sini
kemudian kemungkinan tersebar hingga ke semenanjung
Melayu.
Kerajaan-kerajaan Melayu pernah ada dan tersebar
hingga ke Pulau
Kalimantan (Borneo).

Persebaran suku yang disebut Melayu ini antara lain :

Aceh Tamiang- Nanggroe Aceh Darussalam: Dikenal dengan
nama Bumi Muda
Sedia, dengan semboyan Kasih Pape Setie Mati. Mengacu
pada kerajaan
Tamiang yang berada ditepian sungai Tamiang. Meski
dikenal sebagai
wilayah Melayu, namun Aceh Tamiang (yang merupakan
pecahan Aceh Timur)
ini juga heterogen. Bahasa Melayu yang dipakai serupa
dengan Melayu
Langkat.

Pesisir Timur Sumatera Utara : Mulai dari Kabupaten
Langkat hingga
pesisir kabupaten Labuhan Batu, disitulah suku Melayu
tinggal. Kota
Medan yang merupakan kota no 3 di Indonesia penduduk
aslinya adalah
Melayu Deli. Langgam-langgam Melayu yang populer di
Indonesia berasal
dari Lagu Melayu Deli.

Riau : Bagian barat Propinsi Riau didominasi oleh
etnis Minangkabau,
bahkan kota Pekanbaru sendiri diperkirakan 60%
penduduknya berasal dari
Sumatera Barat. Daerah Siak merupakan pusat Melayu di
daratan, Melayu
dialek 'o' banyak dipakai di pedalaman Riau.

Kepulauan Riau : Sudah sangat diketahui bahwa
Kepulauan Riau adalah
pusat kebudayaan Melayu di Indonesia. dari sinilah
katanya Bahasa
Indonesia berakar, serupa dengan Johor. Mulai dari
kepulauan Karimun,
Singkep-Lingga hingga kepulauan Tambelangan, Kabupaten
Natuna.

Jambi : Dikenal dengan bahasa Melayu Jambinya.
Berpusat di kota Jambi
dengan lafal 'o'. Suku-suku yang disebut Melayu juga
tersebar di
pedalaman. Dialek 'e' dipakai di wilayah Tanjung
Jabung

Bengkulu : Bahasa Melayu dipakai di Kota Bengkulu dan
Sekitarnya,
sedangkan bahasa-bahasa lainnya adalah Bahasa Rejang,
Lebong, Muko-Muko
dan Serawai yang masih digolongkan Melayu Tua.

Sumatera Selatan : Sebagian besar wilayah Sumsel
menggunakan varian
melayu yang berbeda. Bahasa Melayu Palembang sangat
kuat pengaruh
bahasa Jawanya karena Sultan Palembang di masa lalu
diperkirakan
bernenek moyang Jawa.

Bangka-Belitung : Juga merupakan penyebaran suku
Melayu dengan dialek
tersendiri.

Melayu di Kalimantan

Apa yang disebut Melayu di Pulau Kalimantan ini ada
dua asal usul,
yakni yang memang berasal dari tanah Melayu, baik itu
Sumatera atau
Semenanjung Malayu, atau orang-orang Dayak yang masuk
Islam dan menjadi
Melayu.

Suku Melayu yang hidup di pesisir Kalimantan Barat
umumnya adalah
keturunan pendatang dari Riau Kepulauan atau
Semenanjung. Sedangkan
Melayu yang di tepi-tepi sungai adalah keturunan
percampuran antara
Melayu, Bugis dan Dayak atau orang Dayak yang masuk
Islam dan
menganggap dirinya sebagai Melayu.

Untuk kasus di Kalimantan Selatan, apa yang disebut
Melayu adalah
orang-orang Banjar. Namun persamaan dengan Melayu di
Sumatera semakin
jauh dengan banyaknya pengaruh kosakata Bahasa Jawa
dan Dayak. Sedang
di Kalimantan Timur lain lagi persoalannya.

Ada pula kelompok Melayu yang bermukim di Pulau Bali,
tepatnya di
kampung Loloan, Kota Negara, Kabupaten Jembrana.
Mereka berleluhur asal
Semenanjung dan Kalimantan Barat. Berbahasa Melayu di
rumah, Berbahasa
Bali diluar. Mereka diperkirakan datang ke Bali
sekitar abad ke-18.
Sedangkan yang di Jakarta, Melayu sendiri sudah bukan
lagi murni karena
terjadi percampuran berbagai ras yang melahirkan Orang
Betawi, dengan
berbahasa Melayu Jakarta yang sekitar 43% kosakatanya
dipengaruhi
Bahasa Sunda.

Tambahan, suku Melayu juga merupakan satu dari 3 suku
yang membentuk
masyarakat Nusa Tenggara Timur.


ya mestinya kalo lebih sante penyampaianya kan jadi seperti discuss. saling menghormati personal ga akan membuat jadi saling memojokan. yang terbaca jadinya ahirnya saling memojokan antara orang jawa dan melayu. padahal mah, mau melayu atau jawa apa bedanya sih sama sama manusia. dan saya walo jawa mengakui bahwa kehebatan orang melayu sudah diakui berabad abad kok.

lain kali pertama perkenalkan diri, ngobrol kenalan lalu adakan artikel, bukan cuma artikel bersipat kehebatan suatu suku. tetapi artikel yang bisa menarik banyak kalangan tentang sejarah saat itu. tanpa membedakan mana melayu mana jawa. saya sendiri masih sangat tertarik mendalami komposisi tentara majapahit saat itu yang saya yakini juga banyak dr tentara melayu. tapi kalo belum apa apa dibilang jawa meminta bantuan melayu lalu kemudian dipegang bhayangkara yg juga semua tentaranya berasal dari melayu dan disetir kekuatan melayu ya saya kurang sependapat

pernyataan penguasaan daerah luar jawa oleh majapahit dan singosari saya sendiri kurang yakin. karena itu saya bilang konsepsinya berbeda antara kolonilisme barat dan ekspedisi jaman kerajaan dulu. bukan penaklukan tp pengakuan yang diminta...

well terserah anda sajalah untuk mundur
karena lebih baik membuat tread sendiri dan menjelaskan disana panjang lebar daripada terjadi discuss yang tidak sehat bukan?
Quote:Original Posted By adipatianom
ya mestinya kalo lebih sante penyampaianya kan jadi seperti discuss. saling menghormati personal ga akan membuat jadi saling memojokan. yang terbaca jadinya ahirnya saling memojokan antara orang jawa dan melayu. padahal mah, mau melayu atau jawa apa bedanya sih sama sama manusia. dan saya walo jawa mengakui bahwa kehebatan orang melayu sudah diakui berabad abad kok.

lain kali pertama perkenalkan diri, ngobrol kenalan lalu adakan artikel, bukan cuma artikel bersipat kehebatan suatu suku. tetapi artikel yang bisa menarik banyak kalangan tentang sejarah saat itu. tanpa membedakan mana melayu mana jawa. saya sendiri masih sangat tertarik mendalami komposisi tentara majapahit saat itu yang saya yakini juga banyak dr tentara melayu. tapi kalo belum apa apa dibilang jawa meminta bantuan melayu lalu kemudian dipegang bhayangkara yg juga semua tentaranya berasal dari melayu dan disetir kekuatan melayu ya saya kurang sependapat

well terserah anda sajalah untuk mundur
karena lebih baik membuat tread sendiri dan menjelaskan disana panjang lebar daripada terjadi discuss yang tidak sehat bukan?


kita santai2 saja ya. kayaknya capek juga merendah2 dg anda kalau anda tidak mengerti juga dan masih menzolimi orang lain. ini sudah ketiga kali anda menyerang gw. anda penuh praduga dan suka membuat tuduhan. cape deh. lama2 didiamin akhirnya ngelunjak ya. coba deh, mana tulisan gw yang menilai2 anda, menilai2 cara berpikir anda, menilai2 pengetahuan anda. kenapa sih anda malah sepicik itu kepada orang lain?

gw sudah baik2 masuk thread ini, pake salam dan kulonuwun kok. cuman kalau mau pake cara2 yang anda maui sih, sori aja ya. emangnya ini portal jawa, dan harus pake cara yang anda maui. dan sebenarnya siapa juga sih anda disini. kalau moderator atau pemegang thread sih silahkan atur2.

dibilang gw mau mendiskreditkan jawa, dan mengagung2kan melayu. coba yang mana??? gw juga jawa. baca lagi deh dari awal. kita hanya paparkan fakta, fenomena, dan analisa. masalah yakin nggak yakin sih terserah. karena ini forum sejarah (bukan forsup) kita harus terbuka dong menerima masukan. jadi nggak maen indoktrinasi seperti sudah2. jangan semata2 yang dipercaya versi mas karyo aja, kata siapa tuh.

sori ya ini gw sampaikan sambil nyantai. gw bukan tipe nyimpan2 masalah. kalau tertangkap bedo sih sori2 aja ya. :

tabek.
Quote:Original Posted By kbudayan
kita santai2 saja ya. kayaknya capek juga merendah2 dg anda kalau anda tidak mengerti juga dan masih menzolimi orang lain. ini sudah ketiga kali anda menyerang gw. anda penuh praduga dan suka membuat tuduhan. cape deh. lama2 didiamin akhirnya ngelunjak ya. coba deh, mana tulisan gw yang menilai2 anda, menilai2 cara berpikir anda, menilai2 pengetahuan anda. kenapa sih anda malah sepicik itu kepada orang lain?

gw sudah baik2 masuk thread ini, pake salam dan kulonuwun kok. cuman kalau mau pake cara2 yang anda maui sih, sori aja ya. emangnya ini portal jawa, dan harus pake cara yang anda maui. dan sebenarnya siapa juga sih anda disini. kalau moderator atau pemegang thread sih silahkan atur2.

dibilang gw mau mendiskreditkan jawa, dan mengagung2kan melayu. coba yang mana??? gw juga jawa. baca lagi deh dari awal. kita hanya paparkan fakta, fenomena, dan analisa. masalah yakin nggak yakin sih terserah. karena ini forum sejarah (bukan forsup) kita harus terbuka dong menerima masukan. jadi nggak maen indoktrinasi seperti sudah2. jangan semata2 yang dipercaya versi mas karyo aja, kata siapa tuh.

sori ya ini gw sampaikan sambil nyantai. gw bukan tipe nyimpan2 masalah. kalau tertangkap bedo sih sori2 aja ya. :

tabek.


hehehe lha saya nyampein dengan sesuai penangkapan saya atas tulisan anda. kalo anda ga mau menerima kritikan ya terserah. lihat tanggapan mas adi. jelas itu tanggapan umum yang akan didapat dr tulisan anda. ya saya cuma menuliskan dengan bahasa "rasa". ga diterima ya sudah. saya mah cuma menyampaikan. memang gene kok bahasa saya. dan yang saya lihat dr tulisan anda ya itu tadi. mana yang disebut sebagai hal hal yang sebenernya agak sensitip. anehnya anda lebih merasa diserang saya daripada diserang mas adi. hahahahhaa bener bener aneh padahal tulisan saya ga ada unsur "keras". saya mendahului mengingatkan sebelum ada unsur unsur lain yang akan mengingatkan anda. agar discuss lebih enak. ya kalo ga mau di disampaikan dengan cara saya ya monggo. huehehhee

emang aneh, disampeikan dengan bahasa rasa malah "kena" sasaran, disampekan dengan bahasa kasar oleh yang lain malah tertantang berdebat panjang muter muter ga karuan. ahahahaha
emang ga salah saya melihat nya
Quote:Original Posted By adipatianom
hehehe lha saya nyampein dengan sesuai penangkapan saya atas tulisan anda. kalo anda ga mau menerima kritikan ya terserah. lihat tanggapan mas adi. jelas itu tanggapan umum yang akan didapat dr tulisan anda. ya saya cuma menuliskan dengan bahasa "rasa". ga diterima ya sudah. saya mah cuma menyampaikan. memang gene kok bahasa saya. dan yang saya lihat dr tulisan anda ya itu tadi. mana yang disebut sebagai hal hal yang sebenernya agak sensitip. anehnya anda lebih merasa diserang saya daripada diserang mas adi. hahahahhaa bener bener aneh padahal tulisan saya ga ada unsur "keras". saya mendahului mengingatkan sebelum ada unsur unsur lain yang akan mengingatkan anda. agar discuss lebih enak. ya kalo ga mau di disampaikan dengan cara saya ya monggo. huehehhee

emang aneh, disampeikan dengan bahasa rasa malah "kena" sasaran, disampekan dengan bahasa kasar oleh yang lain malah tertantang berdebat panjang muter muter ga karuan. ahahahaha
emang ga salah saya melihat nya


ya mas, tadi ketelangsung. barusan istighfar, apalagi ini lagi bulan ramadhan. sama2 memaafkan ya mas. .
saya coba nanti interaksi lagi, mudah2an kali ini kita bisa lebih elegan.
tabek.
Quote:Original Posted By kbudayan
ya mas, tadi ketelangsung. barusan istighfar, apalagi ini lagi bulan ramadhan. sama2 memaafkan ya mas. .
saya coba nanti interaksi lagi, mudah2an kali ini kita bisa lebih elegan.
tabek.


silahkan dilanjut om
karena saya ga punya data saya tak menyimak saja
silahkan silahkan.....
mohon dimaafkan juga kalo salah salah omongan
@mas kbudayaan. Maafin juga kalo saya ada salah kata yakk. Actually, saya udah liat cek jawaban saya dari wikipedia dan literatur lain, ya saya siy mengikuti pakem sejarah yang udah ada aja dan hasil penelitian sejarahwan. Yuk kita lanjutkan topik sesuai judul.
Quote:Original Posted By adi6510
@mas kbudayaan. Maafin juga kalo saya ada salah kata yakk. Actually, saya udah liat cek jawaban saya dari wikipedia dan literatur lain, ya saya siy mengikuti pakem sejarah yang udah ada aja dan hasil penelitian sejarahwan. Yuk kita lanjutkan topik sesuai judul.


ya sama2 mas adi. saya kira kita punya minat yang sama untuk menggali akar leluhur.
saya tidak menyalahkan data dan analisa yang ada karena sesuai dengan kemampuan ilmu pengetahuan saat ini. mari kita cari dan gali bersama2, sesuai dengan panduan ayat2 terakhir al fatihah. nanti kita lanjutin lagi ya, kan asyik juga. jazakallah alkhair.
tabek.
serasa baca kitab sejarah gan :