KASKUS

Smile 

^^

dan mungkin ada lagi yg harus di lihat.....bahwa :
yg harus di cari adalah Istiqomah ......
dan jangan menjadi pemburu karomah. Sebab
nafsu menginginkan karomah sedangkan Tuhan menuntut istiqomah.
bahwa Hak Tuhan lebih baik dibanding hak nafsu......


kok...larinya ke spiritual yacgh.....

bagaimana real nya asmak Abdul Jabbar itu sendiri dalam supranatural?

mohon pencerahan sepuh....

klo melihat dari tuntunannya mempelajari asma AJ sepertinya akan membawa kita ke pencarian terhadap ismu tunggal / asma pribadi atao apalah namanya....

entahlah.........

menurut sesepuh gimana ya kira2?
Quote:Original Posted By the hawkz
^^

dan mungkin ada lagi yg harus di lihat.....bahwa :
yg harus di cari adalah Istiqomah ......
dan jangan menjadi pemburu karomah. Sebab
nafsu menginginkan karomah sedangkan Tuhan menuntut istiqomah.
bahwa Hak Tuhan lebih baik dibanding hak nafsu......


kok...larinya ke spiritual yacgh.....

bagaimana real nya asmak Abdul Jabbar itu sendiri dalam supranatural?

mohon pencerahan sepuh....



mohon ijin untuk sharing, pembelajaran AJ ini lebih menitik beratkan kepada pembentukan pribadi org yang menjalaninya dengan mendalami, mempelajari, mengamalkan apa yang menjadi ketentuan Alloh Taala dalam berprilaku, beradaptasi, bersosialisasi, bermasyarakat sesuai ajaran yang diturunkan oleh Rasululloh SAW.

pembentukan pribadi inilah ya agak sulit, pembelajaran tentang keimanan dan ketauhidan yang kadang beda persepsi. pembelajaran ini membutuhkan rasa keyakinan yang pasti, agar tidak samar, jelas adanya. maka keterangan yang ada dalam alquran dan hadits menjadi dasar dalam pembentukan pribadi ini. biar pasti dan tidak salah dalam menentukan arah mana yang akan kita ambil untuk tujuan akhir hidup kita.

setelah pribadi terbentuk sesuai dengan apa yang diharapkan dari pembelajaran ini, pastilah ada keseimbangan pada sisi rohani, kematangan dalam berfikir, berprilaku (positif) sehingga akan memberi contoh suri tauladan kepada pribadi yang lain.

ibadah kepada Alloh itulah yang benar tapi dengan cara apa dan bagaimana?
karena kita manusia yang harus bersosialisasi, beradaptasi dan berinteraksi. lalu adakah hubungannya dengan ibadah? kolerasinya seperti apa? kiranya ini menjadi pertanyaan dan pr buat kita, adakah diantara rekans yang dapat menjabarkannya? jika ada dan berkenan mohon dijabarkan karena ini harus diketahui dan bagian dari pembelajaran AJ.

salam kenal n hormat saya eyang sepuh...



Quote:Original Posted By dewa313


ibadah kepada Alloh itulah yang benar tapi dengan cara apa dan bagaimana?
karena kita manusia yang harus bersosialisasi, beradaptasi dan berinteraksi. lalu adakah hubungannya dengan ibadah? kolerasinya seperti apa? kiranya ini menjadi pertanyaan dan pr buat kita, adakah diantara rekans yang dapat menjabarkannya? jika ada dan berkenan mohon dijabarkan karena ini harus diketahui dan bagian dari pembelajaran AJ.


enaknya sicgh dilangsungin aja eyang sepuh @DEWA313....langsung di jabbarin....tentang AJ-nya...wabil khusus tentang "asmak Abdul Jabbar dalam segi supra-nya... biar saya yg awam bisa memahaminya....
sebelumnya saya haturkan terima kasih yg sebesar-besarnya....


salam kenal
n
hormat
saya

^^ kayaknya saya setuju dengan rekan @the hawk :

alangkah lebih baik jika eyang sepuh @dewa313 dapat share dan menjabarkan kepada kita mengenai hal hal suprantural AJ khususnya bagaimanakan posisi Asma Abdul Jabbar diantara asma yang lain.


: :

salam sejahtera para sesepuh.......@ALL...

^ ^ saya juga setuju dengan rekan-rekan semuanya......

sekalian aja semuanya....biar lengkap....
btw, apa ada sistem rajahan/wafak atau keilmuan/bacaan/hijb/asmak yg khusus pada AJ ?

Quote:Original Posted By k4mbing
^^ kayaknya saya setuju dengan rekan @the hawk :

alangkah lebih baik jika eyang sepuh @dewa313 dapat share dan menjabarkan kepada kita mengenai hal hal suprantural AJ khususnya bagaimanakan posisi Asma Abdul Jabbar diantara asma yang lain.


: :


maaf rekans dalam hal ini kita ga boleh membandingkan ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya, semua punya pujuan dan jalan masing2. tinggal bagaimana kita memilihnya. ada pepatah " carilah ilmu sampai ka "aci" na bukan negeri cina ya.... ga usah ke cina disini aja buuaaanyak ga habis2. tapi kalau nyari sampai ka"aci"na itu yang sulit. artinya ACI itu bahasa sunda Inti sari, jadi ngelmu itu harus dicari sampai ke intisarinya. fahamkan!

jangan melihat kekuatan/keampuhan ayat2 pada suatu ilmu, tapi bagaimana ayat itu bisa manfaat buat menyelamatkan kita dari hal2 yang akan merugikan kita baik di dunia apalagi akhirat.
contoh!
saya td pagi berangkat kekantor dengan mengucap bismilallhirohmanirrohim, dengan harapan selamat sejahtera sampai di kantor. ujug2 ada masalah dijalan lantas saya gaplok orang, plak! klenger tuch org. coba apa yang akan rekans fikirkan ttg bismillahi.... yang saya ucap tadi.

dimana rasa kasih dan sayang rekan amalkan? kan bismillahi.... terjemahannya dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. sekarang siapa yang di kasihi dan siapa yang disayang? semuanyakan. karena Allah tidak membeda-bedakan umatnya. semuanya diberi kasih sayang. tp kenapa umatnya aniaya kesama umat! kan sudah baca bismillah... seharusnya penggamparan itu tdk terjadi... bukan begitu! lalu siapa yang disalahkan! kalimat bismillahnya ataukan manusianya!
bismillah.... bisa dipakai untuk apa aja! buat mukul orang bahkan bunuhpun bisa ya ga! nah disinilah kenapa ayat2 harus dijabarkan baik yang tersurat ataupun tersirat, harus jelas mengartikannya. jangan salah mengartikan atau memaknai suatu ayat. kan kita manusia disuruh menggali isi alquran.

rekans kiranya inilah yg dapat saya tuliskan jangan rekans mencari kekuatan dari suatu amalan/ayat jika rekans belum bisa mendalami makna atau isi dari tujuan akhir ayat/amalan tersebut.

karena semua yang rekans kerjakan itu ada tanggung jawabnya terutama ke diri pribadi. karena perbuatan salah/benarnya seseorang tidak akan dikaitkan dengan orang lain secara pribadi.
contoh :
saya belajar bela diri dari ilmu a, ilmu a ini bisa membunuh orang jarak jauh hanya dengan mengibaskan tangan, misalnya. pada suatu hari kejadian hal spt ini, saya pukul orang lalu orangnya mati. lalu apakah saya mau menyalahkan guru silat saya krn beliau sdh menurunkan ilmunya ke saya shg saya jadi spt ini? ataukah saya menyalahkan ilmu silat yang saya gunakan? ataukah saya menyalahkan org yang sdh mati, krn dia melawan? siapa yang harus disalahkan, tetap aja diri sendiri! alasan saya bunuh dia karena saya kepepet dan bela diri? tetap aja salah! kenapa? rekans tahu bahwa kita tidak mempunyai apa2, bahkan belekpun kita tidak punya! kita hiduppun ada yang menghidupi, gerakpun ada yang menggerakan, apalagi! kalau kita beralasan kepepet, kita harus pasrah serahkan kepada yang punya diri kita yaitu kepada Alloh SWT biar AlloH Taala yang putuskan. jangan ambil keputusan sendiri. kalau sudah kita serahkan kepada Alloh Taala kita tinggal lihat kejadian apa yang akan terjadi. Insya Alloh ke dua nya selamat, orang itupun sebenarnya ga mau mati ditangan sayakan, sayapun demikian.

demikian rekans, mohon maaf ke para sesepuh SP saya tidak ada bermaksud apa2 dalam penulisan ini. hanya saya membuka wawasan, itupun kalau diterima alhamdulillah kalau tidak janganlah menaruh dendam. sekali lagi saya hanya bisa menulis dari apa yang bisa saya tulis. mohon maaf kepada semua rekans kaskuser jika tulisan ini tidak berkenan. terimakasih.
Quote:Original Posted By dewa313
maaf rekans dalam hal ini kita ga boleh membandingkan ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya, semua punya pujuan dan jalan masing2. tinggal bagaimana kita memilihnya. ada pepatah " carilah ilmu sampai ka "aci" na bukan negeri cina ya.... ga usah ke cina disini aja buuaaanyak ga habis2. tapi kalau nyari sampai ka"aci"na itu yang sulit. artinya ACI itu bahasa sunda Inti sari, jadi ngelmu itu harus dicari sampai ke intisarinya.

. terimakasih.


SETUJUH sepuh @dewa313.... :

terkadang banyak orang hanya mengartikan sesuatu secara tersurat.....mereka tidak tau arti yg tersirantnya.
+1 ilmu yg saya dapat hari ini....makasih banyak sepuh@dewa313
bagi saya ini udah lebih dari cukup.
Quote:Original Posted By dewa313
maaf rekans dalam hal ini kita ga boleh membandingkan ilmu yang satu dengan ilmu yang lainnya, semua punya pujuan dan jalan masing2. tinggal bagaimana kita memilihnya. ada pepatah " carilah ilmu sampai ka "aci" na bukan negeri cina ya.... ga usah ke cina disini aja buuaaanyak ga habis2. tapi kalau nyari sampai ka"aci"na itu yang sulit. artinya ACI itu bahasa sunda Inti sari, jadi ngelmu itu harus dicari sampai ke intisarinya. fahamkan!
terimakasih.


alhamdullilah......

dengan tiada maksud membandingkan antara ilmu satu dengan ilmu yang lain, asma disini bukanlah suatu jenis keilmuan, seperti katakanlah asma suryani, jaljalut, ato yang sejenisnya......

maksud saya adalah kedudukan dalam arti bagaimana memposisikan asma abdul jabbar dengan asma yang lain seperti asma al husna, asmaul adzom pada pribadi kita, bukankah banyak beredar di rekans sesama penghayat dengan perkataan Ya Abdul Jabbar atau wahai Abdul Jabbarmungkin ini maksud dari pertanyaan saya karena menurut saya ini sangat pondamental.

mohon maaf jika keingintahuan saya menggangu, ini semua justru mencoba untuk "ngaci ameh teu ngaco"

terima kasih atas Sharenya mudah mudahan bermanfaat bagi sesama khususnya bagi saya pribadi..

:
apakah ada yang tahu shohibul ilmu syaifullah hizbullah (perangkai ilmu tarekat abdul jabbar) ?
saya mendapatkan info dari salah satu sumber bahwa ini dirangkai oleh salah satu syeikh di daerah hadromaut.
mungkin ada salik (murid tarekat) yang bisa menjawab ?
numpang nyimak...

perasaan udah di tanyain decgh....salam....



Quote:Original Posted By nazkar
apakah ada yang tahu shohibul ilmu syaifullah hizbullah (perangkai ilmu tarekat abdul jabbar) ?
saya mendapatkan info dari salah satu sumber bahwa ini dirangkai oleh salah satu syeikh di daerah hadromaut.
mungkin ada salik (murid tarekat) yang bisa menjawab ?



Quote:Original Posted By nazkar
sekitar 10 tahun yang lalu saya juga pernah dengan amalan ilmu mirip ini. kalau tidak salah nama ilmunya adalah syaifullah hizbullah.
saya bukan pengamal ilmu ini. tetapi dari apa yang pernah saya dengar, ini adalah pembuka ilmu zhohir dan bathin.

kalau tidak salah urutannya:

(
taawudz
basmalah
syahadat
haukalah
inna lillaahi wa inna ilaihi rojiun
) 13x


Quote:Original Posted By dewa313
betul rekans nazkar, dari sini kita perlu dan wajib tahu sebelum kita melangkah jauh ke suatu tujuan (tujuan hidup). akan dibawa kamana hidup ini? karena dalam keterangan sudah dijelaskan bahwa hidup itu kekal dan yang hidup itu akan rusak dan tidak abadi.

pada ayat2 tersebut diharapkan kita bisa menggali hakikat yang terkandung didalamnya, dan menuangkan dalam kehidupan se-hari2 sebagai bentuk pengamalan kepada sumber hukum umat islam (alquran dan hadits) sebagai tuntunan/panduan yang diturunkan oleh Allah SWT melalui rasulNya.


(maaf saya ada kerjaan mo survey ke unmul krn akan ada kunjungan dr jkt) nanti saya teruskan kembali.

nah saya baru kembali, melanjutkan tulisan saya kembali...

dari inti ayat2 yang ditulis oleh mas nazkar adalah tentang ketuhanan yme dan kehidupan manusia pada umumnya (khususnya umat nabi muhammad saw)

seperti yang telah saya bahas sebelumnya tentang ta'awudz dan bismillah...

sahadat
adalah ikrar / janji bagi umat islam (rukun 1 pada rukun islam) yang hakikatnya adalah bagaimana kita bersaksi kepada Alloh SWT dan Rasulnya.
disinilah harus jelas apa sebenar-benarnya sumpah/ikrar/janji kita kepada Alloh SWT. apa hanya sebatas menyaksikan perbuatan orang lain atau menyaksikan siapa?

ada cerita kiayi dan ayam. dimana para santrinya disuruh memotong ayam dengan syarat tidak boleh diketahui oleh orang lain. santri a bilang saya potong dibalik kandang dan dia yakin bahwa dia tidak terlihat oleh orang lain, demikian juga dgn santri2 yang lainnya. kemudian kiayi bilang kalian tidak tahu bahwa Allah SWT Maha Melihat/ Mengetahui, jelas kalau kita bicara ttg Allah SWT mutlak adanya. tapi bagaimana dengan kita (manusia)? nah inilah yang menjadi masalah manusia itu sendiri tidak pernah tahu akan dirinya sendiri.
begitu juga seorang maling dia tidak pernah mengetahui siapa dia sebenarnya. lalu pertanyaannya, kaitannya dengan sahadat bagaimana?

disinilah masalahnya akan kita bahas.
AKU BERSAKSI BAHWA TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN AKU BERSAKSI BAHWA MUHAMMAD ITU UTUSANNYA.
kalau kita bersaksi harus jelas wujud yang menyaksikan. Allah SWT adalah ghaib. tidak bisa dilhat oleh mata telanjang dan tidak bisa diraba oleh hati seperti apa bentuk dan rupanya, tp kita harus dan wajib percaya bahwa Alloh SWT itu ada. lantas bersaksi pada siapa jika demikian adanya?

inilah intinya permasalahan, dari contoh kasus kiayi dan ayam juga maling.
kita hapir tidak penah menyaksi pada diri pribadi padahal itu sangatlah penting dan mendasar sebagai pondasi agar kita tidak akan menyaksi pada orang lain tapi saksikan pada diri pribadi dr TEKAD, UCAP DAN LAKU LAMPAH dan jangan pada orang lain. karena pada dasarnya orang lain dengan kita (pribadi) itu adalah sama dalam hal rasa! tapi ada yang membedakan yaitu AHLAK. ini mengingatkan kita kembali pada ayat BISMILLAH....

makanya seringkali orang bilang ANJING lu! Monyet lu! itu adalah gambaran bahwa si orang tsb mempunyai akhlak atau kelakuan spt anjing atau monyet. ini adalah nikmat kecil (ROHIM).

jadi bisa disimpulkan kalau AKU BERSAKSI PADA DIRI PRIBADI (dari atas seujung rambut, dari bawah seusap dampal kaki dari samping sekeling diri) BAHWA TIADA TUHAN YANG WAJIB DISEMBAH KECUALI ALLAH SWT DAN AKU BERSAKSI PADA DIRI PRIBADI BAHWA MUHAMMAD ITU RASULULLOH. inilah hakikat itu agar diri ini jangan dipakai untuk menyaksikan orang lain tapi saksikanlah diri pribadi tekad, ucap laku lampah, bukankah dialam kubur juga kita ditanya bagaimana tentang hidupmu maka semua anggota tubuhmu ikut kesaksian, tangan, kaki, mata, mulut semua menjadi saksi.

rekans sekian dulu yach nanti disambung lagi, kepada para sesepuh mohon maaf barangkali ada penyampaian yang sangat kurang sempurna tolong disempurnakan lagi atau salah memberikan keterangan mohon diralat. sekali lagi dengan kerendahan hati saya pribadi mohon dibukakan pintu maaf.

kepada rekans kaskuser silahkan kirimkan sumbang saran kalian, sayapun di milis ini belajar dan belajar, menimba ilmu dari rekans sekalian, terima kasih.

nanti kita lanjutkan lagi

wass. ww


apa ada yg kurang?.....atau tentang amalannya yg dimaksud?.....

Unhappy 

maksud saya adalah kedudukan dalam arti bagaimana memposisikan asma abdul jabbar dengan asma yang lain seperti asma al husna, asmaul adzom pada pribadi kita, bukankah banyak beredar di rekans sesama penghayat dengan perkataan Ya Abdul Jabbar atau wahai Abdul Jabbarmungkin ini maksud dari pertanyaan saya karena menurut saya ini sangat pondamental.

terima kasih sudah direspon baik dengan mas k4mbing juga rekans yang lain.
alhamdulillah jika yang saya tuliskan tadi bisa bermanfaat, khususnya buat saya pribadi (review).

rekans sepertinya kita ga perlu bahas mengenai kedudukan atau memposisikan seperti apa antara yang satu dan yang lainnya. yang terpenting adalah bagaimana kita memaknai inti dari pada asmaul husna atau asmaul adzom pada manusia. Dzat Mutlak yang memiliki gelar mutlak adanya, tidak bisa diganggu gugat tp sifat2 yang tersirat pada pribadi manusia inilah yang perlu kita tegakan.

jadi intinya adalah sang pencipta dan yang diciptakan, disini jelas perbedaannya. kiranya ga etis kalau kita membandingkan ilmu Alloh yang satu dengan yang lainnya karena semua membahas kebesaran Alloh Taala. kita hanyalah mahluk yang diumbarakan, yang dihidupi dan dimatikan olehNya.

rekans bijaklah dalam memilih suatu ilmu, ambilah sisi baik dari ilmu apapun yang ada di dunia ini yang akan menyelamatkan kita. bukankah ilmu Allah itu sangat luas, saking luasnya air laut buat tinta dan pepohonan sebagai penanya ga akan cukup membahas ilmu Allah. jadi ada baiknya belajar lebih dari satu ilmu tapi bermanfaat terutama buat diri pribadi tentunya yang dapat menyelamatkan rekans dr dunia sampai akhirat tp kl banyak ga manfaat buat apa...? capek dech.....!?
saya rasa semuanya baik, dan diantara yang baik pasti ada yang terbaik. terbaik bagi pribadi rekans dan terbaik bagi pribadi saya.

mohon maaf rekans jika tulisan saya ini menyimpang dari topik. segala kebaikan berasal dari dan untuk Allah SWT dan kejelekan untuk/dari saya pribadi. mohon maaf jika tidak berkenan.

wass.
Quote:Original Posted By LANGITIMUR









apa ada yg kurang?.....atau tentang amalannya yg dimaksud?.....



nah seperti om yang satu ini jeli, monggo om diteruskan kekurangannya, kitakan sharing.... heheheeee.......! ga papa om kita sama2 belajar. wajar kalau ada salah. kan masih ada sesepuh FS, pastilah ada yang meluruskan. insya Allah. amiiiieen......
doble............
sepertinya rekan @langitimur sangat reflek dengan ini trit....mantaff.....
dan untuk permasalahan rekan @nazkar pun sudah terjawab panjang lebar oleh sepuh kita @dewa313.

memang semuanya tergantung dengan kaji diri kita masing"....
Quote:Original Posted By the hawkz
sepertinya rekan @langitimur sangat reflek dengan ini trit....mantaff.....
dan untuk permasalahan rekan @nazkar pun sudah terjawab panjang lebar oleh sepuh kita @dewa313.

memang semuanya tergantung dengan kaji diri kita masing"....


waduh ... pertanyaan saya mengenai shohibul awrad syaifullah hizbullah belum terjawab. mungkin ada yang tahu apa benar ini dirangkai oleh salah seorang syekh di hadromaut ?

Smile 

Quote:Original Posted By dewa313
nah seperti om yang satu ini jeli, monggo om diteruskan kekurangannya, kitakan sharing.... heheheeee.......! ga papa om kita sama2 belajar. wajar kalau ada salah. kan masih ada sesepuh FS, pastilah ada yang meluruskan. insya Allah. amiiiieen......


bisaan nicgh eyang sepuh @dewa313
malu di pangging om...usia saya baru 22....masih kuliah.heeee...
tidak ada yg kurang ...lebih dari cukup...


Quote:Original Posted By the hawkz
sepertinya rekan @langitimur sangat reflek dengan ini trit....mantaff.....
dan untuk permasalahan rekan @nazkar pun sudah terjawab panjang lebar oleh sepuh kita @dewa313.

memang semuanya tergantung dengan kaji diri kita masing"....


makasih om @hawkz.....

Quote:Original Posted By nazkar
waduh ... pertanyaan saya mengenai shohibul awrad syaifullah hizbullah belum terjawab. mungkin ada yang tahu apa benar ini dirangkai oleh salah seorang syekh di hadromaut ?


............................................ ........................................
Quote:Original Posted By the hawkz


Amiin...


salam hangat @Kisawung
beserta @sesepuh sekalian....

saya jadi ingat tentang ajaran Al-Ghozali tentang Al-jabbar yg meng artikan dari Maha Pemaksa.....
mungkin, disilah Alloh menurunkan Rosullulloh sebagai Akhlakul Karimah...
bahwa :
-Beliau tidak mengambil manfaat tetapi memberi manfaat,
-Beliau mempengaruhi tidak dipengaruhi,
-dan Beliau diikuti tidak mengikuti.

kita dapat meneladani sifat Jabbar dengan memperbaiki kualitas akhlak hingga ke tingkat akhlak mulia.
Dengan akhlak mulia inilah kita memberi keteladanan hidup kepada keluarga kita, dan terhadap ikhwan sekaliannya.....mohon koreksinya aki.....dan sesepuh sekalian.....
mohon maaf klo saya berkata salah....



Amiin

salam om @hawk yg misterius....
saya pernah baca ini di tetangga sebelah.
ini ,om kan yg nulis?
dan yg om maksud di atas?

bahwa sesungguhnya,
Insan itu {digagahi} ATAUPUN {terpaksa/memaksa} di dalam perbuatannya.Dan Manusia tiada mempunyai kemampuan, kekuasaan dan ikhtiar.
Allah Taala menciptakan perbuatan-perbuatan sebagaimana diciptakannya pada benda-benda mati /jamad. (kitab jabbarys al istiqomah).

makasih om,maaf saya kutip lagi.
thx
dulu ah