KASKUS

Quote:

Misalnya melihat gelas berisi air diatas sampeyan bilang gelasnya SETENGAH ISI, sedangkan saya bilang gelasnya SETENGAH KOSONG ..... he he he .... terus kita ngeyel .... ribut .... gebuk-gebukan ... malah bunuh-bunuhan ... padahal dua-duanya bener ......

Gitu loh mas .... kenapa bagi para sahabat disini rata-rata mengharamkan untuk berkeyakinan pada satu kebenaran saja, sehingga dianggap dosa yang paling berat karena merupakan pokok dari permasalahan.


Piye mas .... kira-kira dah bisa nangkep maksudnya para sahabat disini ....


Wah, penjelasannya menarik, intinya adalah PARADIGMA yah... Stephen Covey banget....

Tapi coba lihat yang saya BOLD, apakah menurut saudara2 di sini, hal tersebut termasuk kebenaran???
Quote:Original Posted By kecapasinpedes
Wah, penjelasannya menarik, intinya
adalah PARADIGMA yah... Stephen Covey banget....

Tapi coba lihat yang saya BOLD, apakah menurut saudara2 di sini, hal tersebut
termasuk kebenaran???


Kebenaran Mutlak tetaplah milik Tuhan Yang Maha Esa.
Termasuk kebenaran atau tidak saya kembalikan lagi kepada penanya..

Semoga kedamaian menyertai..\t \t
Quote:Original Posted By vasm
Kebenaran Mutlak tetaplah milik Tuhan Yang Maha Esa.
Termasuk kebenaran atau tidak saya kembalikan lagi kepada penanya..

Semoga kedamaian menyertai..\t \t


Jadi kesimpulannya : Statement tersebut juga bukanlah kebenaran, karena apabila statement tersebut adalah kebenaran, maka statement itu sendiri tidaklah benar.

Anyway, soal Paradigm Shifting, gue setuju gan

Adem banget di sini gan
Wah.... banyak kata2 yg berat maknanya... Yah gini deh kalo kapasitas otak terbatas. Jadi serba berat
Anyway, sempat bolak balik halaman thread mengenai rerajahan:

Quote:Original Posted By satriawibawa
Cerita tentang rerajahan dan Urip Pasupati donk Bli-Bli sekalian. Kan rerajahan hidup setelah diurip pasupati kan ya? Maklum saya cuman diwarisin rerajahan aja tapi ga tau cara membuat maupun menghidupkannya.


Quote:Original Posted By IMade in Jpn

.......................................
Sebenarnya siapapun dapat "menghidupkan" Rerajahan tersebut setelah melalui beberapa ritual tertentu, seperti membacakan mantra pangurip. Namun hendaknya sebelum mantra ini diucapkan sebaiknya pahami benar maksud gambar Rerajahan yang akan di "pasupati" agar tidak menjadi bumerang dikemudian hari.
Pedanda (karena Brahmana adalah sebutan untuk klan/keluarga pendeta Hindu, namun tidak selalu menjadi atau memiliki kemampuan menjadi pedanda) dan Pemangku juga Balian (paranormal) adalah praktisi-praktisi yang mendalami pembuatan Rerajahan, tentu saja mereka mampu menginisiasi rerajahan.

Spoiler for mantra pangurip:


Baiklah, sekarang ini versi saya:
Spoiler for Mantra Rerajahan:


Semoga dapat berguna di kemudian hari.

PS: Jangan dipake untuk berbuat yang jelek2 ya.......
Quote:Original Posted By kecapasinpedes
Jadi kesimpulannya : Statement tersebut juga bukanlah kebenaran, karena apabila statement tersebut adalah kebenaran, maka statement itu sendiri tidaklah benar.

Anyway, soal Paradigm Shifting, gue setuju gan

Adem banget di sini gan



Seperti datang ke hutan luas dan tua, ambillah pengetahuan sesuai
dengan tingkat pertumbuhan masing-masing. Bila ada yang tidak dimengerti
atau terlihat aneh, kemungkinan terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk
tingkat pertumbuhan jiwa Anda sekarang. Silahkan,Terserah cap aja mau
menafsirkan seperti apa sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan 'di dalam". Karena apa yang diterima tiap orang tidak sama, tergantung "pemahaman dan kepribadian masing-masing"

Semua pendapat adalah berharga. Akan lebih baik kalau kita ada diatas
dualitas benar dan tidak benar (no judge/netral/ kosong) dan mengambil makna positif dari apa yang ada.

Alam mengajari hidup tanpa Kriteria (baik-buruk, benar-salah).Ini yang membuatnya berumur lebih abadi.

Semoga bermanfaat..
Khusus buat Pak Putu Wiatnata the drunken master, yang katanya metal kanti bangke (potone sangar sajan di multiply pak wi)


Quote:Sisi Positif Magenjek

Kesenian genjek kini semakin populer di masyarakat. Bahkan pada suatu kesempatan penyelnggaraan Pesta Kesenian Bali, seni yang dimainkan beberapa orang ini pernah pula dilombakan. Hasilnya cukup mengagumkan. Penonton begitu antusias menyaksikan seni satu ini.
Selain dalam ajang PKB, genjek juga sudah masuk dunia rekaman. Cobalah bertandang ke toko penjual kaset, di sana akan ada terpajang rekaman genjek dari berbagai sekaa yang tersebar di seantero Bali. Artinya, genjek memang sudah memasyarakat.
Genjek berasal dari kata gagonjakkan yang artinya guyonan, senda gurau tokoh-tokoh orang Karangasem saat memenangkan perang ke pulau Lombok. Berawal dari sinilah kemudian kebudayaan genjek berkembang menjadi ikon serta trade mark khususnya di Kabupaten paling timur pulau Bali. Budaya magenjekan pada kalangan masyarakat Karangasem pun sudah melekat erat dan menjadi suatu identitas. Sehingga, kegiatan yang bersangkutpaut dengan komunitas masyarakat, seperti upacara pernikahan, upacara masesuuk yaitu suatu rangkaian penyambutan bayi lahir yang ditandai dengan putusnya tali pusar sang bayi, dan kegiatan sosial masyarakat lainnya, maka selalu berkaitan erat dengan genjek.
“Magenjek” biasanya diiringi dengan kemong yaitu semacam alat musik sederhana yang biasanya terdiri dari bekas sandal jepit dan potongan bambu. Inilah suatu bentuk penyatuan antara unsur alamiah (bambu) dan unsur kimiawi (bekas sandal jepit). Melihat kondisi seperti ini, semestinya kita sebagai manusia bisa mencontoh bekas sandal jepit dan bambu yang bisa berdampingan dengan rukun serta berkolaborasi untuk menghasilkan instrument musik yang menarik. Dengan kemong inilah maka, magenjek akan dilangsungkan karena kemong merupakan instrument vital dalam magenjek.
Genjek suatu nyanyian yang diiringi ritme dan gejolak masing-masing pagenjek, dan memiliki style tersendiri di dalam menyanyikan genjek tersebut. Perbedaan gaya magenjek bukan menjadi permasalahan melainkan menjadi suatu kekuatan yang dipadukan dengan rasa kebersamaan. Demokrasi di dalam magenjekan untuk meluapkan ekspresi seseorang merupakan sisi positif yang berdampak terhadap kondisi psikologi seseorang.
Sayang, beberapa tahun belakangan tradisi genjek sering dianggap berdampak negatif di kalangan masyarakat. Fenomena itu muncul dikarenakan kehadiran genjek yang sering kali dikaitkan dengan tabuh sajeng rateng dan sajeng mentah (mabuk-mabukkan). Anak-anak muda pun kerap mengidentikkan genjek dengan minuman keras setingkat tuak dan arak. Hal inilah yang sering menjadi kontroversi serta asumsi di kalangan masyarakat bahwa magenjekan itu tidak baik. Identik dengan tradisi mabuk-mabukan.
Untuk itu, alangkah bijaknya jika genjek yang telah pula dilombakan itu lebih dipelihara sebagai sebuah karya seni tinggi. Bukan menjadi ajang menegak minuman keras.
Jadikanlah dan angkat genjek ini hingga memiliki tujuan mulia. Misalkan saat ada keluarga yang memiliki kedukaan, orang yang magenjekan mestilah sifatnya menghibur. Membangkitkan rasa peduli dan memberikan semangat hidup pada yang ditinggalkan (sanak keluarga) agar mereka tabah menghadap rasa kehilangannya. Alhasil, magenjek dijadikan semacam sarana menyenangkan bagi mereka yang didera kesedihan, sakit hati, ditinggal pacar, dan lain sebagainya.
Magenjekan memang sulit dihilangkan dengan budaya menegak minum keras sejenis tuak atau arak tadi. Cuma, sebaiknyalah para peserta berusaha membatasi diri. Minum tuak dan arak bagi yang magenjek sebaiknya dibatasi, sehingga meminum minuman karya leluhur tersebut tak sampai membikin pagenjek tidak mabuk. Kalau mabuk, nantinya tak lagi bisa menghibur, tapi justru bisa berbicara ngelantur tanpa bisa diukur.
Kesimpulan genjek sebagai suatu pedoman gejolak individu dalam menjalani kehidupan serta cerminan menghadapi kompleksitas permasalahan yang ada, sebaiknya kita lestarikan ke arah lebih positif lagi. Karena dengan adanya genjek kita masih bisa menghibur saudara, teman, dan masyarakat tanpa mengeluarkan biaya yang mahal layaknya diskotek-diskotek yang berjejer di seputaran Kuta.
I Gede Sugiarta
Sumber: SaradBali


Spoiler for Sebelum Magenjekan:


Spoiler for Ritual dimulai:


Spoiler for Duh Segernya....:


Spoiler for Suara Alkohol yang Merdu:


Spoiler for Otak Lempuyengan:
Quote:Original Posted By daunkelor
Beer enyak ...........



He he he ................ ieu satengahna sanggeus diinum mang Wiat

tambah lagi kang...
Quote:Original Posted By saphiae
Khusus buat Pak Putu Wiatnata the drunken master, yang katanya metal kanti bangke (potone sangar sajan di multiply pak wi)




Spoiler for Sebelum Magenjekan:


Spoiler for Ritual dimulai:


Spoiler for Duh Segernya....:


Spoiler for Suara Alkohol yang Merdu:


Spoiler for Otak Lempuyengan:


mih...kanti ked mai bon tuak e...hahaahhaa....
Quote:Original Posted By kecapasinpedes
Jadi kesimpulannya : Statement tersebut juga bukanlah kebenaran, karena apabila statement tersebut adalah kebenaran, maka statement itu sendiri tidaklah benar.

Anyway, soal Paradigm Shifting, gue setuju gan

Adem banget di sini gan


Quote:Original Posted By vasm
Seperti datang ke hutan luas dan tua, ambillah pengetahuan sesuai
dengan tingkat pertumbuhan masing-masing. Bila ada yang tidak dimengerti
atau terlihat aneh, kemungkinan terlalu tinggi atau terlalu rendah untuk
tingkat pertumbuhan jiwa Anda sekarang. Silahkan,Terserah cap aja mau
menafsirkan seperti apa sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan 'di dalam". Karena apa yang diterima tiap orang tidak sama, tergantung "pemahaman dan kepribadian masing-masing"

Semua pendapat adalah berharga. Akan lebih baik kalau kita ada diatas
dualitas benar dan tidak benar (no judge/netral/ kosong) dan mengambil makna positif dari apa yang ada.

Alam mengajari hidup tanpa Kriteria (baik-buruk, benar-salah).Ini yang membuatnya berumur lebih abadi.

Semoga bermanfaat..


Semua yang agan ungkapkan adalah Opini, dalam satu dan lain hal
Diakui maupun tidak, semua yang ada di Thread ini juga adalah OPINI, yah kan? yang bersumber dari... nah dari mana loh

Kalau boleh saya bertanya, Agan dapet Ide darimana sih, atas pemikiran agan di atas?

mohon pengertiannya

Sekedar mengingatkan, ini di sub forum ForSup - BUDAYA, Menguak Misteri Ilmu Bali... (Ilmu Bali Part II)

Pendiskusian tentang suatu kebenaran ataupun kesalahan dan keyakinan sebaiknya dibawa ke sub forum yang lain. Semua pernyataan yang menyebabkan pendiskusian yang agak alot ini berawal dari salah posting:
SILAHKAN DIKLIK

Tanpa mengurangi rasa hormat, mari di sini kita membahas tentang budaya instead of membuat thread ini bisa ditutup oleh moderator karena isinya melenceng dari judulnya. Terima kasih.



AJEG BALI
Quote:Original Posted By saphiae
Sekedar mengingatkan, ini di sub forum ForSup - BUDAYA, Menguak Misteri Ilmu Bali... (Ilmu Bali Part II)

Pendiskusian tentang suatu kebenaran ataupun kesalahan dan keyakinan sebaiknya dibawa ke sub forum yang lain. Semua pernyataan yang menyebabkan pendiskusian yang agak alot ini berawal dari salah posting:
SILAHKAN DIKLIK

Tanpa mengurangi rasa hormat, mari di sini kita membahas tentang budaya instead of membuat thread ini bisa ditutup oleh moderator karena isinya melenceng dari judulnya. Terima kasih.



AJEG BALI


Soalnya ada postingan soal kebenaran duluan sih gan....
Oh ya udah deh, Forget it.

BTW gw juga waktu masih kecil paling demen nonton TVRI pas acara drama2 bali waduh demen banget liat orang pake baju bali, terus Legenda apa tuh, yang orangnya pake topeng singa lawan kekuatan jahat?

Yang merupakan simbol antara kebaikan dan kejahatan.....
Quote:Original Posted By wiatnata
tambah lagi kang...


mih...kanti ked mai bon tuak e...hahaahhaa....


Tuni melali ke pantai Bali Hyatt, tumben kena alkohol, jeg sakit gigi neked jumah. Sial.....
Quote:Original Posted By kecapasinpedes
Soalnya ada postingan soal kebenaran duluan sih gan....
Oh ya udah deh, Forget it.

BTW gw juga waktu masih kecil paling demen nonton TVRI pas acara drama2 bali waduh demen banget liat orang pake baju bali, terus Legenda apa tuh, yang orangnya pake topeng singa lawan kekuatan jahat?

Yang merupakan simbol antara kebaikan dan kejahatan.....


salam hangat dari Bali

itu Calonarang juragan. Mengenai kisahnya sudah banyak yg menceritakan di internet. Kalo search di google, bisa ratusan link cerita didapatkan
Kalo mengenai keilmuannya, bisa sekedar dilihat2: Pangleakan, Mau???

kaki lama



tadi sudah dijelaskan tentang megenjekkan,
ada yang mau menjelaskan tentang tajen dan tabuh rah?
kaki be mecil siap ne..
Quote:Original Posted By saphiae
...
Baiklah, sekarang ini versi saya:
....
Semoga dapat berguna di kemudian hari.
PS: Jangan dipake untuk berbuat yang jelek2 ya.......

Suksma Bli...

Quote:Original Posted By saphiae
Khusus buat Pak Putu Wiatnata the drunken master, yang katanya metal kanti bangke (potone sangar sajan di multiply pak wi)




Spoiler for Sebelum Magenjekan:


Spoiler for Ritual dimulai:


Spoiler for Duh Segernya....:


Spoiler for Suara Alkohol yang Merdu:


Spoiler for Otak Lempuyengan:


Quote:Original Posted By saphiae
salam hangat dari Bali

itu Calonarang juragan. Mengenai kisahnya sudah banyak yg menceritakan di internet. Kalo search di google, bisa ratusan link cerita didapatkan
Kalo mengenai keilmuannya, bisa sekedar dilihat2: Pangleakan, Mau???


Oh, iya CALON ARANG.... Nice Story
Kembali mengenang masa kecil.....
Quote:Original Posted By kecapasinpedes
Wah, kalau boleh tahu kesimpulan ini dateng darimana gan?
Sebelumnya permisi dulu ya.....

Wah ada pertanyaan.......

sepertinya pertanyaan abang udah dijawab oleh saudara-saudara yang lain,....

mungkin bisa saya rujuk kepada pendapat dari bli Vasm aja karena definisi kebenaran itu sesuai dengan tingkat spiritualitas kita,.....

Suksma,
Quote:Original Posted By daunkelor
Hya tetep saya gak bisa menolak pemikiran bahwa itu adalah the greatest sin Kang, karena itu diungkapkan di forum yang sudah biasa berpikir bahwa kebenaran itu tidak satu ............. para sahabat disini sudah terbiasa melihat segala sesuatunya dari setiap penjuru.



Misalnya melihat gelas berisi air diatas sampeyan bilang gelasnya SETENGAH ISI, sedangkan saya bilang gelasnya SETENGAH KOSONG ..... he he he .... terus kita ngeyel .... ribut .... gebuk-gebukan ... malah bunuh-bunuhan ... padahal dua-duanya bener ......

Gitu loh mas .... kenapa bagi para sahabat disini rata-rata mengharamkan untuk berkeyakinan pada satu kebenaran saja, sehingga dianggap dosa yang paling berat karena merupakan pokok dari permasalahan.

Piye mas .... kira-kira dah bisa nangkep maksudnya para sahabat disini ....


post yg bagus mas! :
Inspiratif dan bermakna. Sebenarnya kebenaran objektif yng harus dicari, slama ini banyak orang buta krn hny memandang kebenaran subjektif dr dirinya sendiri.
mangga dilanjut pembahasan keilmuan balinya :

Selamat siang agan2 semua, btw ada yang asli dari bali dan tinggal di Bali? kapan2 kalo saya ke bali, boleh main nggak?
mau ngomong apa ya , lupa jadinya liat-liat yang diatas ngomongin kebenaran.

ngomongin omed-omedan yuk,tradisi muda-mudi yang ada disesetan.
×