Wah gw pingin kesana, tapi belum lulus s2
Quote:Original Posted By burung besar
Wah gw pingin kesana, tapi belum lulus s2


weks sabar bentar lagi yah
lanjutkan usaha mu
@d4vid_su

Mungkin saya bisa nambah sedikit informasi.
Di jepang secara garis besar pelamar bisa digolongkan jadi 2 jenis yaitu:
中途採用(chuutosaiyou) dalam hal ini berupa orang yang sudah berpengalaman dan mempunyai skill yang memadai setidaknya 3/4 tahun dalam bidang tersebut
未経験(mikeiken)beginner, tidak ada pengalaman kerja (baik S1 maupun S2 sama statusnya)
Di sini walaupun S2 gajinya cuma beda sekitar 10rb yen/ 20rb yen dari S1 kalau melamar sebagai mikeiken.

kalau melamar sebagai mikeiken kita hanya bisa dapat sekitar 200.000 yen perbulan (belum potong pajak),paling gede biasanya 300.000 untuk perusahaan jepang (bisa lebih besar kalau perusahaan yang scalenya internasional)
kalau melamar sebagai chuutosaiyou kita bisa mendiskusikan gaji yang kita mau, nanti dia bandingkan dengan pengalaman kita.

kalau melamar sebagai mikeiken dia pasti pentingin semangat kita, kalau sebagai chuutosaiyou dia pentingin skill kita. Dulu saya pernah ditawari kerja di Bosch juga sebagai informasi tambahan, tapi dia minta skill yang tinggi (biasanya perusahaan besar menuntut harus ada pengalaman kerja di Jepang, mereka tidak mengakui pengalaman kerja di Indonesia) dan tentu bahasa jepang level 1 (ujian nouryokushiken).

Kalau untuk pajak dan asuransi:
asuransi kesehatan ini pasti! kurang lebih 9000 yen
asuransi hari tua! kurang lebih 16000 yen
per bulan
untuk pajak pendapatan itu tergantung dari tanggungan kita(anak dsb), kalau ada tanggungan bisa 10ribu yen kalau tidak ada tanggungan bisa 20ribu yen(ini akan saya pastikan lagi).

kalau kamu pulang ke Indonesia dan tidak akan ke jepang lagi uang asuransi dsb akan dikembalikan (tidak utuh, saya juga tidak tahu berapa persen tepatnya).

Saya saat ini bekerja di Shizuoka, mungkin case akan beda untuk Tokyo. Tapi sebelumnya saya juga pernah bekerja di Tokyo, untuk asuransi hari tua nilainya sama.

Maafkan kalau ada kesalahan dan silakan perbaiki kalau ada yang tahu kebenarannya.
duh dulu ditawari kerja di jepang, tetapi ada cicilan segala untung gak ikut. anyway infonya bermamfaat sekali, btw program dari kadin resmi kan? kalau di semarang di daerah JDC(java design center) satu lagi di sebelah kantor kejaksaan tinggi di semarang, rada bingung juga nih jadi operator mesin
Beuh, gw liat spanduk dijakarta tentang informasi magang ke jepang. Kayaknya tahun 2009-2010 banyak yang bakal magang disana bro, peminatnya ga habis2,..kalo gw pikir-pikir iya sich daripada di sini nganggur trus planga-plongo kerja serabutan ujung2nya kriminil lebih baik kesana walaupun kata orang banyak resiko banyak kok positifnya salah satunya bikin pikiran lebih maju dan berkembang. Truss kalo ngomongin gaji yang kita terima, gw byk denger dari x-kenshusei2 berkata kurang standar dan jauh dari manusiawi, tapi ya bro' manusia ga ada yang pernah merasa puas, selalu ada aja kurangnya. Coba lu bayangin diindo dech kerja setengah mati di negri sendiri UMR broo nyakitinn!! minimal bersyukur lahh, dimana pun kita bekerja itu selalu ada resikonya. So, bagi gw itu semua balik lagi ke diri masing2, bagi yang tertarik magang kesana semangat ya (kuatin niatnya), bagi yang telah magang disana hemat-hemat bro kalo boleh saran banyakin nabung minimal gan pulang kesini punya modal buka usaha (lapangan kerja..)

Cheers
@Maya Happy San

Em, kalau bicara ttg kenshusei... itu mengapa mereka dibayar murah, itu karena mereka dianggap sebagai trainee di tahun pertama dan sebagai tenaga praktek lapangan di tahun 2-3. Nah, emang pada kenyataannya sih kerjaannya nggak seperti trainee tapi seperti pekerja beneran.

Mengapa hal itu dilakukan?
1. Menyiasati kebijakan pemerintah Jepang yang melarang tenaga kerja asing non ahli masuk Jepang
2. Mendapatkan tenaga kerja murah meriah tapi bertenaga

Terus, setahu ane, para kenshusei itu juga ada dikasih fasilitas seperti mess/rumah, batuan uang lauk makan, dan juga setelah selesai kontrak, mereka dikasih semacam pesangon dari perusahaan yang mempekerjakan. kalau nggak salah sampai 600 ribu yen. Semua fasilitas itu tergantung dari masing-masing pemberi kerja, tidak semua sama.

Kalau tenaga kerja yang ke Jepang sebagai perawat, pada saat mereka masih belajar bahasa Jepang, mereka diberikan uang saku. dan setelah ditempatkan, mereka diberikan gaji, yang katanya sesuai standar gaji pekerja Jepang. Cuman, mungkin setara dengan gaji pekerja Jepang yang masih junior sekali. Tapi, bukankah mereka terhitung juga masih junior sekali ketika mulai kerja di Jepang?

Jadi, apakah itu dianggap fair atau tidak, ya, terserah yang melihat. tapi ane kira semua sudah tertera di kontrak dan sebelum tanda tangan kontrak kan mestinya sudah tahu, ya...
@Maya Happy San

Em, kalau bicara ttg kenshusei... itu mengapa mereka dibayar murah, itu karena mereka dianggap sebagai trainee di tahun pertama dan sebagai tenaga praktek lapangan di tahun 2-3. Nah, emang pada kenyataannya sih kerjaannya nggak seperti trainee tapi seperti pekerja beneran.

Mengapa hal itu dilakukan?
1. Menyiasati kebijakan pemerintah Jepang yang melarang tenaga kerja asing non ahli masuk Jepang
2. Mendapatkan tenaga kerja murah meriah tapi bertenaga

Terus, setahu ane, para kenshusei itu juga ada dikasih fasilitas seperti mess/rumah, batuan uang lauk makan, dan juga setelah selesai kontrak, mereka dikasih semacam pesangon dari perusahaan yang mempekerjakan. kalau nggak salah sampai 600 ribu yen. Semua fasilitas itu tergantung dari masing-masing pemberi kerja, tidak semua sama.

Kalau tenaga kerja yang ke Jepang sebagai perawat, pada saat mereka masih belajar bahasa Jepang, mereka diberikan uang saku. dan setelah ditempatkan, mereka diberikan gaji, yang katanya sesuai standar gaji pekerja Jepang. Cuman, mungkin setara dengan gaji pekerja Jepang yang masih junior sekali. Tapi, bukankah mereka terhitung juga masih junior sekali ketika mulai kerja di Jepang?

Jadi, apakah itu dianggap fair atau tidak, ya, terserah yang melihat. tapi ane kira semua sudah tertera di kontrak dan sebelum tanda tangan kontrak kan mestinya sudah tahu, ya...
Quote:Original Posted By MayaHappy
Beuh, gw liat spanduk dijakarta tentang informasi magang ke jepang. Kayaknya tahun 2009-2010 banyak yang bakal magang disana bro, peminatnya ga habis2,..kalo gw pikir-pikir iya sich daripada di sini nganggur trus planga-plongo kerja serabutan ujung2nya kriminil lebih baik kesana walaupun kata orang banyak resiko banyak kok positifnya salah satunya bikin pikiran lebih maju dan berkembang. Truss kalo ngomongin gaji yang kita terima, gw byk denger dari x-kenshusei2 berkata kurang standar dan jauh dari manusiawi, tapi ya bro' manusia ga ada yang pernah merasa puas, selalu ada aja kurangnya. Coba lu bayangin diindo dech kerja setengah mati di negri sendiri UMR broo nyakitinn!! minimal bersyukur lahh, dimana pun kita bekerja itu selalu ada resikonya. So, bagi gw itu semua balik lagi ke diri masing2, bagi yang tertarik magang kesana semangat ya (kuatin niatnya), bagi yang telah magang disana hemat-hemat bro kalo boleh saran banyakin nabung minimal gan pulang kesini punya modal buka usaha (lapangan kerja..)

Cheers

koq kurang manusiawi..?
udah kurang apa coba, berangkat gratis, keahlian khusus gak ada, lulusan SMA bisa..
apato gratis...kalo dihitung2 total yg didapet mah manusiawi koq.
@Green fugu sempai

Double post, mezurashii ne

Plus, masalah hakensha.
Saya sendiri kurang yakin akan masa depan rekan2 kenshusei di Jepang tahun2 depan.
Makin banyak perusahaan terpaksa memberhentikan pekerjanya dan demand terus menurun.

Mudah2an ekonomi akan menuju ke arah yang lebih positif.
pengennnnnnnnn......


[lelang] HP Jepang Docomo D251iS bid suka2 loe !!!
berakhir tanggal 18 Maret 2009 jam 12.00 malem


[WTS] Axioo NVE758P

Spoiler for AXIOO NVE758P:
[QUOTE=green_fugu;72705416
Kalau tenaga kerja yang ke Jepang sebagai perawat, pada saat mereka masih belajar bahasa Jepang, mereka diberikan uang saku. dan setelah ditempatkan, mereka diberikan gaji, yang katanya sesuai standar gaji pekerja Jepang. Cuman, mungkin setara dengan gaji pekerja Jepang yang masih junior sekali. Tapi, bukankah mereka terhitung juga masih junior sekali ketika mulai kerja di Jepang?

Jadi, apakah itu dianggap fair atau tidak, ya, terserah yang melihat. tapi ane kira semua sudah tertera di kontrak dan sebelum tanda tangan kontrak kan mestinya sudah tahu, ya...[/QUOTE]

kalau yang perawat itu kalau ngga salah karena itu program dari pemerintah sendiri sehingga dari segi fasilitas dan gaji juga lebih banyak dari kenshuusei (kata temen saia sampe 180rban sbulannya..)
tapi enakny mereka itu adalah segala fasilitasnya udh ditanggung smua..
mess dan listrik mereka ngga bayar..
dan ada training bahasa jepang sebelum mereka memulai kerja..

tapi malahan kebanyakan dianatara mereka malah males2an gitu blajarnya..
malah ada yang sibuk jalan2...
(waduuuh....)

bukan generalisasi sih..cuma di wilayah yang temen saia jadi volunteer untuk ngajar bahsa jepangny saja...saia harap ngga semua yang bgitu..
Quote:Original Posted By djib
bukan generalisasi sih..cuma di wilayah yang temen saia jadi volunteer untuk ngajar bahsa jepangny saja...saia harap ngga semua yang bgitu..


yup, emang betul. posisi perawat Indonesia di Jepang ini emang lebih bagus karena pendekatannya G to G. lagian, pemerintah Indonesia kayaknya juga sudah bisa lebih menghargai diri bangsa sendiri, dengan menolak saat program perawat ini akan mirip dengan kenshusei, walaupun akhirnya secara program hampir sama, tapi setidaknya yang perawat ini secara "uang" lebih dihargai daripada yang kenshusei.

Emang sih, waktu itu ane juga sempat tahu waktu mereka belajar bahasa Jepang selama 6 bulan di Jepang. Emang ada yang malas-malasan, tapi tidak sedikit yang rajin belajar. Mereka juga dikasih uang saku selama sekolah di sini.

Yang bikin eneg itu justru segelintir orang yang begitu datang terus cari tahu lokasi tempat ngumpul para kenshusei. Pas di tanya mau ngapain... jawabannya sih ingin ngumpul-ngumpul aja... padahal ane dapat cerita dari kenshusei yang ditongkrongin, ada beberapa dari mereka tanya gimana ngirim uang yang murah (ilegal), terus ada chance untuk jadi ilegal worker apa nggak, dsb-dsb yang pokoknya kurang baiklah...

Untung mereka ketemu kenshusei yang baik... (setahu ane ) jadi mereka dikasih cerita yang serem-serem dan malah dinasehati supaya nggak usah punya pikiran macem-macem daripada ntar semua impian jadi buyar seketika
di tempat ane kangofu nya 2 orang sempet masuk tipi....pas ditanyain soal belajar bhs jepang komennya "kanji muzukashii desu ne" hehe.....trus ada di shoot mess nya juga....lumayan bagus kamarnya......

secara generasi muda jepang pada banyak yg ga mau kerja begituan , yah emang outsource ke negara2 lain emang the only one of way out .....secara ga gampang juga kerjaan mereka dari ngasi makan, mandiin, pipis, beol, menghibur orang tua....beratnya kalo yg uda sakit2an, mesti telaten dan sabar .....
INDONESIA ga ada yang memperhatikan rakyatnya... go to japan...

duit jepang kalo dirupiahkan memang banyak...tapi kalo disana digaji recehan....
memang cukup buat balik bli tiket pesawat ke indonesia lagi....
suami saya juga kebetulan bekerja disinih..dulu kuliah tapi skrng sudah bekerja...memang perusahaan jepang akan lebih ribet yah sama orang asing kayak kita ini di jepang karna kan kita dapat visa dr perusahaannya jadi lebih kibishi???? yah mungkin bisa dibilang begituh. tapi di perusahaan jepang kalo kita di tanggung visa dll masalah kesejahteraan istri dan anak juga insya allah terjamin.ada uang tanggungan rumah walaupun hanya di beri 1man/2man gurai..alhamdulillah. susahnya di perusahaan jepang untuk ambil cuti ajaaaa..gak gampang euyyyy....mohon maaf jika ada yang salah. terima kasih
^
menurut saia bukanny susah sih secara di jepang ada jatah cuti kan (有給休暇)..emang jumlahny beda2 sih tiap prusahaan tapi bisa digunakan kok..
cuma mungkin karena oraang jepang jarang yang menggunakany jadi kita sebagai orang asing juga agak susah (jadi sungkan) untuk makenya..
padahal lumayan euy 24 hari 1 tahun...
Quote:Original Posted By djib
^
menurut saia bukanny susah sih secara di jepang ada jatah cuti kan (有給休暇..emang jumlahny beda2 sih tiap prusahaan tapi bisa digunakan kok..
cuma mungkin karena oraang jepang jarang yang menggunakany jadi kita sebagai orang asing juga agak susah (jadi sungkan) untuk makenya..
padahal lumayan euy 24 hari 1 tahun...


tapi kalo setahun baru masuk jarang yang bisa ngasih cuti bro...
Quote:Original Posted By miaw221005
tapi kalo setahun baru masuk jarang yang bisa ngasih cuti bro...


ada kerjaan buat saia gak ?
Kayaknya yg magang ke Jepang ini ga ada yg buat cewek y...?:-S
^
^
kt syp bro g ad,byk kok yg magang cwe
kbanyakan yg cwe mgang d bagian perikann or mknn gtu