PERBEDAAN KPR BANK SYARIAH DAN BANK KONVENSIONAL

1. KPR bank syariah=Flat,KPR bank konvensional=Floating.
Biasanya KPR konvensional menetapkan suku bunga rendah di tahun-tahun pertama KPR sesuai perjanjian,beberapa lagi malah sangat rendah,ini yang dinamakan bunga promo. kemudian floating dan mengikuti perkembangan suku bunga Bank Indonesia (SBI). Kebijakan SBI tersebut berubah-ubah sesuai dengan inflasi dan perkembangan perekonomian nasional. Di sinilah letak perbedaan antara KPR Syariah dan konvensional. KPR Syariah melindungi Anda dari kenaikan tingkat inflasi yang tinggi dan resiko memburuknya perekonomian Anda. Angsuran yang ditentukan oleh bank syariah sifatnya tetap hingga periode waktu pembiayaan yang Anda pilih berakhir (finish). Mungkin akan terasa berat di awal, namun jika ada kecenderungan naik gaji tiap tahun, bukankah akan meringankan bagi Anda? Sementara, angsuran yang ditetapkan oleh bank ysariah tidak berubah (masih flat seperti sebelumnya).

2. Akad dan kontrak. Perbedaan mendasar antara KPR Syariah dan konvensional adalah pada akadnya. Pada awal perjanjian pembiayaan, akad yang paling banyak ditawarkan oleh bank syariah adalah Murabahah atau skema jual beli. Pihak bank syariah akan membeli rumah yang Anda inginkan, kemudian menjualnya kembali kepada Anda. Ini berarti anda memesan kepada bank syariah tersebut untuk dibelikan Rumah tersebut agar nantinya agan beli lagi dengan cara diangsur.Harga jualnya sudah ditambah margin keuntungan yang sudah disepakati antara bank syariah dan Anda. Angsurannya pun tetap sampai akhir jangka waktu yang telah disepakati. Sementara itu, kontrak KPR bank konvensional seringkali membingungkan. Pada kontrak KPR bank konvensional ada beberapa keringanan yang dapat menguntungkan namun karena nasabah tidak cermat dalam mempelajari kontrak, akhirnya terjebak dalam pembayaran angsuran KPR yang terlalu mahal.

3. Pelunasan, salah satu keunggulan dari KPR bank konvensional adalah memungkinkan debitur untuk melunasi pokok pinjaman baik sebagian atau seluruhnya sehingga angsuran akan dihitung ulang.Berbeda halnya dengan di KPR bank syariah, pelunasan sebagian tidak diperkenankan. Tetapi jika anda ingin melunasi seluruhnya boleh boleh saja dan tidak di kenakan penalty.

4. Pinalti. Seperti yang sudah disinggung diatas, bank syariah tidak mengenakan pinalti jika nasabah ingin melunasi KPR lebih awal, berbeda dengan bank konvensional. Di bank konvensional anda harus menyiapkan umumnya 3% dari pokok pinjaman untuk penalti plus bunga dibulan itu.