
Ongkos politik BASUKI (Ahok) di Pemilukada DKI Jakarta kurang dari 10 juta
JAKARTA - Calon wakil gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengaku hanya merogoh kocek kurang dari Rp10 juta untuk maju dalam Pemilukada DKI Jakarta tahun ini.
"Saya maju dalam Pilkada ini belum menghabiskan Rp10 juta," kata Ahok usai menghadiri Debat Program Kesehatan Calon Gubernur DKI dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2012, di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI), Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat, Senin (14/5/2012).
Ahok mengklaim, selama berkarir dalam politik, Pilgub DKI merupakan pemilihan kepala daerah termurah. Sebab, kata dia, ongkos politik paling mahal dalam Pemilukada terdapat pada iklan dan atribut kampanye, seperti saat dirinya maju dalam pemilihan bupati Belitung Timur beberapa tahun lalu.
Ahok mengaku menghabiskan dana tak kurang dari Rp10 miliar. Dana ini termasuk dana kampanye dan uang mahar untuk partai politik pengusung.
"Namun untuk kali ini kami dibebaskan dari mahar partai," tegasnya.
Lantas dari mana timnya mendapatkan dana kampanye di Jakarta? Mantan anggota DPR ini menjelaskan, semuanya ditanggung oleh Asosiasi Pedagang Pasar Indonesia (APPI) yang diketuai Prabowo Subianto.
Ongkos politik Ahok di Pemilukada DKI Jakarta kurang dari 10 juta