ilustrasi
- Merk: Suzuki
- Model: Karimun (kotak / klasik / APV kurang ragi)
- Transmisi: 5 speed M/T
- Tahun Pembuatan: Mei 2000
- Harga Baru (pada saat punya/tes): Rp. 72.000.000,- OTR JaBoDeTaBek (tahun 2000)
- Harga Second (pada saat penulisan ulasan): Rp. 55.000.000,- s/d Rp. 62.000.000,- (pasaran bekas jabodetabek)
Spesifikasi Kendaraan: mesin F10A I4 997cc, EPS, 5-speed M/T, konfigurasi FF
Penjelasan:
salah satu pionir tren mobil kutu (city car) di akhir dekade 90-an dari Suzuki yang mengambil basis dari Wagon R Solio gen. 1 di Jepang, hanya saja atas pertimbangan kemudahan dan biaya perawatan menggunakan mesin F10A yang lebih dulu digunakan pada Carry 1.0 dan Katana.
Positif:
+ kabin paling luas diantara kompetitor di tahun yang sama
+ mesin F10A + masih menggunakan karburator, terkenal badak & murah dalam hal perawatan
+ masih sah menggunakan premium
+ sanggup menerjang banjir / genangan air setinggi 1 roda (tidak dianjurkan)
+ image Suzuki + jaringan luas Bengkel Resmi & bengkel langganan termasuk bengkel abal-abal bisa memperbaiki mesin.
+ konsumsi BBM cukup irit
+ depresiasi harga unit bekas paling tinggi diantara kompetitor
Negatif:
- harga unit bekas fluktuatif dan tergolong tinggi untuk mobil berusia diatas 5 tahun
- power mesin kecil diantara kompetitor dari korea (AtoZ & Visto)
- perlu mengganti puli + belt kompresor AC supaya tenaga mesin dan sistem pendinginan kabin optimal
- pasokan BBM menggunakan karburator membuatnya sulit untuk menemukan setelan AFR optimal
- langganan "sakit" pada bagian kaki depan & komponen setir
- beberapa body part (lis pintu) mulai langka
- body roll terasa mengganggu karena bentuk bodi kendaraan yang tinggi mengotak.
Ringkasan:
setelah era krismon pada tahun 97 - 98 terlewati, PT Indomobil Suzuki melihat celah baru di pasar otomotif yaitu keperluan akan mobil kecil lincah dan murah juga lapang bagi keluarga kecil.
pada tahun 1999 Suzuki Karimun resmi dijual di Indonesia, menggunakan basis bodi dari Wagon R generasi pertama dan menggunakan mesin F10A dengan karburator, tidak menggunakan mesin K10A** seperti pada model aslinya di Jepang atas dasar pertimbangan harga jual juga kemudahan perawatan.
walau pada 2 tahun pertamanya dijual, sambutan terhadap mobil ini tidak terlalu baik, namun hal tersebut berbalik ketika pada akhir tahun 2000 subsidi BBM dipotong secara drastis oleh pemerintah pusat yang membuat booming city car di Indonesia, Suzuki Karimun pun bersaing langsung dengan Hyundai / KIA AtoZ-Visto dan Daihatsu Ceria; tetapi sampai akhir masa hidup modelnya di tahun 2003-2004, mobil ini masih tidak dapat disaingi dari hal jumlah penjualan dan tingginya harga jual unit bekas oleh kompetitornya termasuk oleh "saudaranya" sendiri, Karimun Estilo & New-Karimun Estilo (Suzuki MR Wagon alias Maruti Zen Estilo)
Keterangan Tambahan :
* mobil ini termasuk model bekas berharga ajaib Suzuki setelah Jimny LJ80, Jimny SJ413 (Sierra / Samurai), Esteem GT 1.6, Esteem Amenity versi 3 pintu (alias Suzuki Cultus / Swift gen. 2) Vitara EPI 4x4 generasi 1 & New Escudo 1.6 / 2.0 / XL-7 2.5. walau teknologi mesinnya tidak ada yang istimewa tetapi keunggulan bodi lapang serta desain kotak yang timeless membuat mobil ini cocok dijadikan sebagai mobil hobi / klangenan / mobil kuli.
* perhatikan komponen kaki-kaki, komponen setir karet-karet insulasi pada bodi & radiator bila membeli unit bekas.
* dukungan spare part resmi untuk karimun terjamin dan masih diproduksi oleh PT SIS, terlebih mobil ini termasuk saudaranya bermesin sama (Carry 1.0 / Katana) tidak mengenal istilah spare part KW2 dst... spare part SGP / Indoparts resmi tetap paling murah & terjamin kualitasnya. (selisih harga part resmi & dan part "KW" berkisar dari Rp 5.000,- s/d Rp 50.000,-)
** : bukan mesin K10A 3 silinder yang buatan & develop Maruti Suzuki India, tapi mesin K10A 4 silinder DOHC 1.0 liter spek Jepang