Wana Wisata Air Panas-Air Terjun Nglimut Gonoharjo.

Kolam Sudah Ada Sejak Jaman Hindhu-Budha.

KENDAL-Di Nglimut, desa Gonoharjo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal terdapat dua buah area wisata yang menyuguhkan pemandian air panas belerang. Daerah ini bisa dicapai sekitar satu setengah jam perjalanan darat dari Semarang. Melewati Mijen-Cangkiran-Ngabean-Gonoharjo. Bisa juga ditempuh dari Bandungan-Sumowono-Limbangan-Gonoharjo. Kalau dari pertigaan Tambangan (sebelum masuk kota Boja) hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Sayangnya kalau tidak membawa kendaraan pribadi akan kesulitan mencapai obyek wisata ini. Angutan umum pedesaan jarang sekali lewat.

Yang berada paling atas adalah Wana Wisata Air Panas-Air Terjun Nglimut Gonoharjo. Objek wisata ini dikelola oleh Perum Perhutani KBM WBU Unit I Jawa Tengah. Di area yang terletak di lereng utara gunung Ungaran inilah terletak dua buah kawah yang menjadi sumber air panas belerang tersebut. Disebut kawah Margotopo I dan Margotopo II. Dari situ air panas disuling untuk kemudian dialirkan dan ditampung di kolam-kolam pemandian . Untuk mencapai dan berendam di kolam tersebut pengunjung harus membeli tiket sebesar Rp 8000 rupiah dan berjalan sekitar 700 meter dari gerbang tiket masuk menuruni lereng..

Menurut staf pengelola Wana Wisata tersebut, Utomo, keberadaan kolam pemandian air panas tersebut dipercaya sudah ada sejak berabad-abad yang lalu. "Terbukti dengan adanya sisa batu candi di sekeliling kolam tersebut, sudah ada sejak era Hindhu-Budha,"ungkapnya Minggu (8/2) kemarin. Ditambah lagi dia area tersebut terdapat sisa-sisa reruntuhan candi yang dinamakan oleh masyarakat sekitar Candi Argosumo, lalu patung ganesha serta dua buah pancuran yang mengucurkan air bersih. Di kalangan warga sekitar Gonoharjo ada kepercayaanberkumur dan cuci muka tiga kali di pancuran air itu berkhasiat sebagai obat awet muda, membuat otak lebih segar, dan mudah dalam menerima materi pelajaran. Sehingga dapat disimpulkan masyarakat jaman dahulu pun sudah mengetahui manfaat belerang. Pada sekitar tahun 1982 area tersebut kemudian dikelola oleh Perum Perhutani sampai sekarang.

Namun tidak hanya kolam air panas yang menjadi unggulan disini. Dengan berjalan lagi sekitar 1,5 km, pengunjung dapat menemui air terjun yang sangat indah. Dengan udara yang sejuk tempat ini dapat menjadi jujugan untuk rekreasi sekaligus menjaga kesehatan. Namun sayang hari Minggu (8/2) kemarin terlihat sepi, bisa jadi dikarenakan hujan dan cuaca buruk yang selalu mengguyur akhir-akhir ini. "Biasanya hari Minggu sangat ramai mas, ini saya rasakan yang paling sepi, mungkin karena hujan dan berkabut seperti ini"kata Nina, staf tiketing obyek wisata yang sudah dilengkapi dengan pusat informasi dan pusat souvenir tersebut.



Nah, area yang satu lagi dikelola oleh swasta , yaitu Pemandian Air Panas Citra Asri. Sumber air panas di kolam ini disuling dari kawah Margotopo II. Dengan harga tiket dewasa Rp 10.000 rupiah dan anak-anak Rp 7.500 rupiah selain kolam air panas yang menjadi unggulan, pengunjung juga dapat menikmati kebun binatang mini, taman bermain anak, camping ground, dan outbound komplet dengan flying fox-nya. Bagi yang ingin menginap terdapat pula cottage berbentuk rumah-rumah panggung khas Bali yang dapat disewa. Dan apabila lapar setelah lelah berwisata, terdapat pula restoran kolam pancing yang menghidangkan berbagai macam menu.