KASKUS

Quote:Original Posted By loempoer

yup... makanya pecinta nissan patrol pada ribut karna jd fiss.... wkwkwk

klw masih baru bisa2 aja om pke fiss.... apalagi makenya slow2an n crawling aja.. g pke acara terbang n hajar2an dan siap ganti cvjoint klw jebol hehehe

artikulasi rendah masih ketolong ada kontrol traksi cerdas, atau bahkan difflock.... namun klw ban uda ngangkat2, traksi tinggal d 1 ban yg masih d permukaan. ok d permukaan kering 1 ban itu masih bisa dorong maju, tp d permukaan basah, blm tentu 1 ban itu bisa gerakin maju...

bukan saya g suka fiss untuk oprut... itu sih silahkan2 saja... mobil masing2 tp klw bicara durabilitas dan capabilitas.. imho rigid axle blm tergantikan.

fiss oke2 aja bwat light -mid sih... asal hati2 pakainya dan pasti lebih repot karna artikulasi lebih rendah. jd siap2 winch dan bekel sparepart
bwat speed oprut sih pke fiss mantap wkwkw

oya rigid axle std kaya di gklass,lc80/105, defender dan discovery juga artikulasi sih biasa2 aja trutama yg depan.... g terlalu beda dgn discover 3/4 yang Fiss.
bedanya lebih mudah di modifikasi biar panjang travel... bisa jd hanya butuh kunci2 aja ngelepas segel wkwkw

g usah jauh2 AMG dan err SRT8 yg 630nm...
hilux d jkt uda ada kok yg sampai 600dk 1000nm............ wkwkwk

maksud ane y gtu.. supercar generate HP dari rev.. suv generate HP dari torque......

yg jahat ke kaki2 itu kan torque/momenpuntir. nilai hp asalnya dari torque x rev/5252 ...... nilai HP berbanding lurus dengan besar torque pada rev tertentu... supercar punya highreving engine peak torque bisa di atas 7000rpm dgn peak hp d 8000-9000 apalagi klw bicara F1 yg reving hingga 11.000rpm... sedangkan d low rev 1000-2000 mungkin g sebarapa torquenya...

beda dgn SUV,proper suv biasanya peak hp d 6000, malah beberapa V8 ada yg peak hp d 5000,apalagi diesel yg lebih rendah lg, torque yg lebih padet rpm rendah atau lebih rata hingga atas...

tentu tw kan knp karakternya beda...

jadi 600dk d super car jangan di samain dgn 600dk d suv....d suv karna revnya pendek.. torquenya pasti harus raksasa biar dpt hp nyamain supercar yang highreving...

apalagi di pakainya bukan dikondisi ideal sebuah sirkuat aspal... wkwkwk

jd disini tentu jelaskan , knp axle d suv harus lebih kuat..............

oh ya supercar pasti concern juga dgn bobot yg harus seringan mungkin namun cukup kuat nahan kapasitas output mesinnya, load capacity juga g seberapa memang bukan bwat ngangkut beban..
beda dgn rigif axle heavy duty suv kaya d toyota yg gede dan berat overbuilt ........ apalagi yg fullfloating yg memang bwat ngangkut beban... sekalipun mesinnya tidak bertenaga terlalu raksasa



Wakakaka, iya hardcore fan nissan pada protes dari RFS ganti ke FISS dan chasis monocoque pula.

Hmm, iya sih FISS memang banyak moving parts nya di banding rigid, dia ada A Arms, control arms, cv joint, etc-etc dan ini kalau perawatan gak bener bisa kacau gak sedikit A-Arms yang robek atau patah. Land Cruiser 100 series juga di bebeberapa batch poduction juga bermalasah dengan A-Arms yang patah, sementara ini gak pernah (CMIIW) di 80, 105 dan 70 series). plus karena FISS artikulasi jelek jadi kalau gak hati-hati pilih jalur rentan rolling dibanding RFS.

Tapi untuk traction aid di medan basah medium off-road (i.e. crawl control 200 series land cruiser atau terrain response range rover) itu berguna banget, walaupun dia cm ada traksi di 1 ban. Kalau gak salah dia manfaatin Torsen Diff juga. so far pernah coba traction aid di Disco 4 temen sih usefull banget yah, memang nggak ketemu situasi dimana bener-bener cm 1 ban aja yang ada di tanah. tapi at the end of the day electronic aid menurut saya gak bisa ngalagin full locker+mud tires+lift for clearance yang tepat.

Kelebihan FISS memang better on-road manner dan bit more clearance di bawah (gak ada bonggol gardan yang nyangkut - kondisi standar yah gak lifted heheheeh).

At the end of the day pilihannya adalah kalau mau main hardcore mending bangun Defender atau LR Series, 80 series, 76 series, taft, cherokee, katana atau bahkan G-Class dengan big suspension lift (i,e, IOX Lahat-Monas 2014 heheheeh). dan mesin kalau bisa se sederhana mkn, tanpa elektronik aneh2 supaya gampang servicing-nya

tapi kalau mau buat fun dan mid off-road atau memang tinggal di daerah yang jalannya gak bersahabat untuk avarage SUV atau MPV saya rasa FISS masih jadi strong contender. Dan FISS dari 4x4 yang ada sekarang (4x4 beneran yah dengan center diff locker bukan AWD kayak Lexus RX atau Harrier) kuat kuat kok gak memble buat recreational off-road dan touring, tapi yah memamang kalau umur uda agak panjang, harus perhati-in extra di cv boot dan bushing, ini penyakit utama. Saya kebetulan piara SUV 4x4 FISS yang 10th umur-nya dan bushing harus ganti semua.

nah ini agak bingung saya, maksud nya generate HP dari rev dan torque gimana om? setahu saya torque mesin di hasilkan dari langkah torak mesin. CMIIW, torque it = force multiplied by distance dari mesin. memang langkah torak mesin sedan sport lebih pendek, makanya semakin tinggi rev-nya semakin besar powernya semnentara pada SUV langkah torak mesin lebih panjang maka semakin besar torque yang di hasilkan.

SUV tentunya butuh toque lebih besar untuk bawa bobot mobil yang lebih berat juga tapi untuk axle, CMMIW setau saya baik SUV dan sport's car axle nya harus sama2 kuat, karena sports car walaupun bobot ringan tapi putaran mesin lebih besar dan torque numbernya gak beda jauh-jauh juga dengan SUV sebenernya walaupun memang rev range nya lebih tinggi. memang SUV terkadang harus pakai ban dengan ukuran lebih besar juga yang menambah beban axle, tapi untuk SUV-SUV seperti jimnny/escudo, saya rasa bisa pakai ban tinggi dengan profil lebar yang tipis, jadi bobot tidadk terlalu besar. Kalau bakai ban bogger atau xtreme 12.5x37 sih mampus juga deg axle nya wakakakakaka

Menurut saya selain axle, justru suspensi (per-shock, arms, dll) lebih punya peran penting dalam menahan bobot SUV (saya setuju dengan point om diatas ), karena itu pertanyaan paling besar dalam pakai suspensi supercar/sports car adalah daya tahan bobot dari komponen suspensi tersebut. That being said, beberapa sedan sport juga berat-berat loh, i.e. buggati verton 1.8 ton, S65 AMG 1.9ton sementara itu ada juga SUV yang ringan seperti suzuki jimmny caribiean jadi sebenernya ada room juga untuk dipelajari, hanya saja seperti saya bilang cost vs. practicality yang jadi issue. Masa bangun suzuki carribean dengan FISS S65 AMG denga biaya 200jt

just my 2c
Quote:Original Posted By agathos


Wakakaka, iya hardcore fan nissan pada protes dari RFS ganti ke FISS dan chasis monocoque pula.

Hmm, iya sih FISS memang banyak moving parts nya di banding rigid, dia ada A Arms, control arms, cv joint, etc-etc dan ini kalau perawatan gak bener bisa kacau gak sedikit A-Arms yang robek atau patah. Land Cruiser 100 series juga di bebeberapa batch poduction juga bermalasah dengan A-Arms yang patah, sementara ini gak pernah (CMIIW) di 80, 105 dan 70 series). plus karena FISS artikulasi jelek jadi kalau gak hati-hati pilih jalur rentan rolling dibanding RFS.

Tapi untuk traction aid di medan basah medium off-road (i.e. crawl control 200 series land cruiser atau terrain response range rover) itu berguna banget, walaupun dia cm ada traksi di 1 ban. Kalau gak salah dia manfaatin Torsen Diff juga. so far pernah coba traction aid di Disco 4 temen sih usefull banget yah, memang nggak ketemu situasi dimana bener-bener cm 1 ban aja yang ada di tanah. tapi at the end of the day electronic aid menurut saya gak bisa ngalagin full locker+mud tires+lift for clearance yang tepat.


imho traction control,trainresponse quadra drive dll nama masing2 pabrik, fungsinya kan ngejaga ban yang g dpt traksi agar torque ga ngalir ke situ semua. dengan cara ngerem ban tersebut, atau d quadradrive II diff axle egerotor locker yang aktif ngunci diff....

jadi kurang lebih itu sama aja ngakalin fungsi locker. paling ditambah sistem cerdas yg nahan torque flownya agar tidak overpower,which is lowgear juga nahan hal ini.

locker macam arb yang jalan terus2an setelah d teken on.... traction control reaktif ngebaca dulu tiap roda ada yang berputar lebih cepat dari yang lain tidak.. jika ada, abs ngerem roda itu agar torque pindah ke yang lain... hal ini ada delay dan tidak sebaik locker beneran yang kerja terus2an....

jika locker saja di kondisi licin sering ga mampu nolong gerakin mbl apalagi traction control dan LSD mw itu torsen atau clutch dll.

disini kembali lagi expectasi ane ama agan sama engga soal jalur oprut yg mw di lalui hehehe

bwat light aja sih pasti berguna banget... dari fiss pada opendiff polos tampa tc...


Quote:Original Posted By agathos

Kelebihan FISS memang better on-road manner dan bit more clearance di bawah (gak ada bonggol gardan yang nyangkut - kondisi standar yah gak lifted heheheeh).

yup setuju.. bwat dailly sih paling enak FISS.... sekali2 offorad enak juga...

bonggol terlindung di balik crossmember.. namun tinggi crossmember terus naik turun mengikuti goncangan bodi. jadi groundclearence tidak fix seperti rigid axle yang bonggolnya selalu diam.

Quote:Original Posted By agathos

At the end of the day pilihannya adalah kalau mau main hardcore mending bangun Defender atau LR Series, 80 series, 76 series, taft, cherokee, katana atau bahkan G-Class dengan big suspension lift (i,e, Off-road lahat tour 2014 heheheeh). dan mesin kalau bisa se sederhana mkn, tanpa elektronik aneh2 supaya gampang servicing-nya

tapi kalau mau buat fun dan mid off-road atau memang tinggal di daerah yang jalannya gak bersahabat untuk avarage SUV atau MPV saya rasa FISS masih jadi strong contender. Dan FISS dari 4x4 yang ada sekarang (4x4 beneran yah dengan center diff locker bukan AWD kayak Lexus RX atau Harrier) kuat kuat kok gak memble buat recreational off-road dan touring, tapi yah memamang kalau umur uda agak panjang, harus perhati-in extra di cv boot dan bushing, ini penyakit utama. Saya kebetulan piara SUV 4x4 FISS yang 10th umur-nya dan bushing harus ganti semua.

yup... setuju... beberapa AWD juga g masalah, kya forester 2.0xt misalnya wkwkw g semua awd sama hehe enak handlingnya d aspal bwat main2 kepantai atau oprut dadakan juga masih bisa...

hehehe ranger rovernya di pke oprut berat bro.. kaya lc105nya wkwkwk

Quote:Original Posted By agathos

nah ini agak bingung saya, maksud nya generate HP dari rev dan torque gimana om? setahu saya torque mesin di hasilkan dari langkah torak mesin. CMIIW, torque it = force multiplied by distance dari mesin. memang langkah torak mesin sedan sport lebih pendek, makanya semakin tinggi rev-nya semakin besar powernya semnentara pada SUV langkah torak mesin lebih panjang maka semakin besar torque yang di hasilkan.

SUV tentunya butuh toque lebih besar untuk bawa bobot mobil yang lebih berat juga tapi untuk axle, CMMIW setau saya baik SUV dan sport's car harus sama2 kuat, karena sports car walaupun bobot ringan tapi putaran mesin dan roda lebih besar dan torque numbernya gak beda jauh-jauh juga dengan SUV sebenernya walaupun memang rev range nya lebih tinggi.


maksud saya... asal dari angka HP itu ya dari torque x rev / 5252(koefisien pada torque dalam lb-ft)

jadi makin tinggi putaran mesin selama torque makin besar, angka HP juga makin besar.
kalau putaran mesin pendek pingin hp besar.. torquenya harus jauh lebih besar lagi...

di supercar atw errr honda b-series vtec civic ajah dah yg lebih merakyat.. 1600cc nonturbo 4cyld 185hp @8500 160nm@7500rpm bandingkan dgn jeep cherokee 4000cc 6cyld 190hp @4600rpm 315nm@3000 rpm...........

hp ampir sama tapi torque beda jauh.. dan d rpm yg jauhh lebih tinggi.... jd jangan bandingin HP d sportcar dan di SUV.


skrng yang di omongin supernya apa, dan suvnya apa? klw g sama g bisa nyambung wkwk.....


yg pasti desain umumnya seperti itu... sportcar pasti lebih highrev dari suv. dan suv torsinya harus lebih besar di rpm lebih rendah.

sedangkan rpm yang di gunakan untuk oprut itu range nya sama.




Quote:Original Posted By agathos

Menurut saya selain axle, justru suspensi (per-shock, arms, dll) lebih punya peran penting dalam menahan bobot SUV (saya setuju dengan point om diatas ), karena itu pertanyaan paling besar dalam pakai suspensi supercar/sports car adalah daya tahan bobot dari komponen suspensi tersebut. That being said, beberapa sedan sport juga berat-berat loh, i.e. buggati verton 1.8 ton, S65 AMG 1.9ton sementara itu ada juga SUV yang ringan seperti suzuki jimmny caribiean jadi sebenernya ada room juga untuk dipelajari, hanya saja seperti saya bilang cost vs. practicality yang jadi issue. Masa bangun suzuki carribean dengan FISS S65 AMG denga biaya 200jt

just my 2c

yes suspeni berperan penting juga bwat nahan bobot suv.......... tp errrrr suspensinya bertumpu kemana?

knp ada axle full floating?
dan yup semua axle bersuspensi independen itu full floating ....

veyron 1.8 T.. landcruiser 105 agan kan 2.5T lebih itu saat diam saat mendaki batu nanjak berat, axle blkng bisa jadi nahan seluruh bobot mbl, selip terjadi axlewrap kemudian bouncing dgn hentakan berkali di low rev tapi torquenya 3x sebuah honda b16 d 7500rpm.. kemudian towing capacity 3.5T dan namanya LC bisa lebih... wkwkwk

dan ya indepen terlemah saat cv joint nekuk atau saat artikulasi.dimana bidang cv joint yg nyentuh d mangkuknya hingga tinggal setengahnya aja, apalagi d front axle sambil belok, tingga 1/4nya. padahal d suv kondisi berartikulasi biasanya torque applied harder...

d sportcar? apalgi RWD posisi cvjoint selalu di posisi lurus ideal. artikulasi suspensi juga sangat minim. beda dgn independen d SUV yg dibikin bisa berartikulasi.

yaa bisa aja pke axle veyron di jimny hehehe pasti g rusak2 wkwkw engineny pke F10A...

coba bandinginnya sportcar dgn HP yang sama (kan di atas yg nanya pertama ngebandingin angka HPnya)

errr XJ 190ps dgn axle civic185ps?atau integra deh yg 200ps.. hehe

terus dipake kaya gini


paling deket pke axle subaru atau evo karna sama2 bwat d abused, dan artikulasinya lumayan.......
cuma ribet... front axlenya nyatu dengan gearbox. rearaxlenya beberapa type pke haldex.

hehehe.. yes not practical.... axle supercarny harus yg kelas super highend bwat mesin yg lebih kecil...

banyak jalan lain klw ingin oprut axle kuat sih....

Quote:Original Posted By loempoer


imho traction control,trainresponse quadra drive dll nama masing2 pabrik, fungsinya kan ngejaga ban yang g dpt traksi agar torque ga ngalir ke situ semua. dengan cara ngerem ban tersebut, atau d quadradrive II diff axle egerotor locker yang aktif ngunci diff....

jadi kurang lebih itu sama aja ngakalin fungsi locker. paling ditambah sistem cerdas yg nahan torque flownya agar tidak overpower,which is lowgear juga nahan hal ini.

locker macam arb yang jalan terus2an setelah d teken on.... traction control reaktif ngebaca dulu tiap roda ada yang berputar lebih cepat dari yang lain tidak.. jika ada, abs ngerem roda itu agar torque pindah ke yang lain... hal ini ada delay dan tidak sebaik locker beneran yang kerja terus2an....

jika locker saja di kondisi licin sering ga mampu nolong gerakin mbl apalagi traction control dan LSD mw itu torsen atau clutch dll.

disini kembali lagi expectasi ane ama agan sama engga soal jalur oprut yg mw di lalui hehehe


yepp, setuju om full-on diff-lock baik ARB atau eton E-locker gak bisa dikalahin sama traction aid dari pabrikan masih, apalagi kalau heavy use.

Nah itu dia kembali ke penggunaan dari kedaraan, kalau saya lebih light to mid jarang heavy, malah lebih banyak touring nya hehehe

Quote:Original Posted By loempoer


hehehe ranger rovernya di pke oprut berat bro.. kaya lc105nya wkwkwk



wakakaka pasti ini om bill dari forum sebelah deh

Quote:Original Posted By loempoer

maksud saya... asal dari angka HP itu ya dari torque x rev / 5252(koefisien pada torque dalam lb-ft)

jadi makin tinggi putaran mesin selama torque makin besar, angka HP juga makin besar.
kalau putaran mesin pendek pingin hp besar.. torquenya harus jauh lebih besar lagi...


ahh yep2

Quote:Original Posted By loempoer

di supercar atw errr honda b-series vtec civic ajah dah yg lebih merakyat.. 1600cc nonturbo 4cyld 185hp @8500 160nm@7500rpm bandingkan dgn jeep cherokee 4000cc 6cyld 190hp @4600rpm 315nm@3000 rpm...........

hp ampir sama tapi torque beda jauh.. dan d rpm yg jauhh lebih tinggi.... jd jangan bandingin HP d sportcar dan di SUV.

skrng yang di omongin supernya apa, dan suvnya apa? klw g sama g bisa nyambung wkwk.....

yg pasti desain umumnya seperti itu... sportcar pasti lebih highrev dari suv. dan suv torsinya harus lebih besar di rpm lebih rendah.

sedangkan rpm yang di gunakan untuk oprut itu range nya sama.



wakakaka, yep2 setuju. off-road lebih banyak main di range RPM rendah dan butuh torque down low berbanding terbalik dengan speed di track yang bisa revving sampe ke jarum rpm putus heheheeh . power gede di rpm tinggi gak kepakai sama sekali dan off-road lebih torque oriented dari pada HP,

Tapi sekarang mesin2 sedan high-end/sports car (LS 400/toyota soarer dengan 1UZ-FE - 4.0 V8 - 250+hp dan 350+nm-) juga down low torque nya cukup besar kok walaupun tetap masih lebih besar dan lebih rendah peak torque rpnya di 2UZ-FE di land cruiser atau cygnus, tapi useability nya untuk swap masih ok. kalau mesin cc kecil kurang mkn saya rasa apalagi mesin honda 1600cc 4cyl n/a. 2JZ-GTE supra juga mesin sedan juga lumayan populer sebagai pilihan untuk engine swap off-road karena torsi bawahnya lumayan ada di RPM rendah. Tapi again mesin2 ini uda pakai ECU dan rentan air jadi mesti extra hati2 kalau main off-road.

Quote:Original Posted By loempoer

yes suspeni berperan penting juga bwat nahan bobot suv.......... tp errrrr suspensinya bertumpu kemana?

knp ada axle full floating?
dan yup semua axle bersuspensi independen itu full floating ....

veyron 1.8 T.. landcruiser 105 agan kan 2.5T lebih itu saat diam saat mendaki batu nanjak berat, axle blkng bisa jadi nahan seluruh bobot mbl, selip terjadi axlewrap kemudian bouncing dgn hentakan berkali di low rev tapi torquenya 3x sebuah honda b16 d 7500rpm.. kemudian towing capacity 3.5T dan namanya LC bisa lebih... wkwkwk

dan ya indepen terlemah saat cv joint nekuk atau saat artikulasi.dimana bidang cv joint yg nyentuh d mangkuknya hingga tinggal setengahnya aja, apalagi d front axle sambil belok, tingga 1/4nya. padahal d suv kondisi berartikulasi biasanya torque applied harder...

d sportcar? apalgi RWD posisi cvjoint selalu di posisi lurus ideal. artikulasi suspensi juga sangat minim. beda dgn independen d SUV yg dibikin bisa berartikulasi.


Yepp, setuju, ini challenge dari conversion tadi.

Quote:Original Posted By loempoer

yaa bisa aja pke axle veyron di jimny hehehe pasti g rusak2 wkwkw engineny pke F10A...

coba bandinginnya sportcar dgn HP yang sama (kan di atas yg nanya pertama ngebandingin angka HPnya)

errr XJ 190ps dgn axle civic185ps?atau integra deh yg 200ps.. hehe

terus dipake kaya gini


paling deket pke axle subaru atau evo karna sama2 bwat d abused, dan artikulasinya lumayan.......
cuma ribet... front axlenya nyatu dengan gearbox. rearaxlenya beberapa type pke haldex.

hehehe.. yes not practical.... axle supercarny harus yg kelas super highend bwat mesin yg lebih kecil...

banyak jalan lain klw ingin oprut axle kuat sih....



wakakak setuju konversi ke FISS gak gampang dan butuh parts dari kendaraan yang bener2 kuat, kalau nggak pasti KO suspensinya.

kesimpulannya sih, kalau mau pakai axle sedan/supercar buat mobil SUV sih bisa2 aja, cm R&D dan biaya konversi nya gak masuk akal, karena parts sendiri mahal bukan maun plus biaya fitting plus biaya reinforcing, aknhirnya total biaya bisa buat beli satu mobil sendiri

mau offroad, gampang mending beli gardan bekas mobil 4x4 cangkok (atau beli gardan dana) dan jalan deh. mau SUV FISS nyaman dan 4x4 beli subaru forester/Mitsu Pajero (bukan PS)
Quote:Original Posted By loempoer


Sebelah mana?
Id @billy? Kayanya bukan deh



Oººωн..Oººωн..
Kirain "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮_"̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮
Dasar sotoy yah om hahah

Quote:Original Posted By agathos


kalau buat hardcore FISS memang travel dan artikulanya kurang om tapi sekarang banyak kok 4x4 modern yang FISS tapi very capable seperti Range Rover L322 ke atas, LR Discovery, Pajero Gen 4. pada akhirmya tinggal pilih line yang bagus aja dan paham keterbatsan dari artikulasi FISS. Nissan Patrol generasi baru juga udah FISS heheheehhe.

untuk big power banyak 4x4 top end yang sampe segitu kok, ada Range Rover 5.0 supercharged dan G55/63/65 AMG, performa mendekati supercar dengan hp di atas 500 dan torsi lebih dari 600nm tapi body suv (g class malah RFS dan ladder frame) . hanya untuk offroad tetep butuh skill extra untuk atur gas.

CMIIW tapi memang pakai suspension supercar buat offroad tanda tanya karena harus cek suspension travel, panjang dari A-Arms, stabilizer link dll.belum temtu gak bisa tapi butuh R&D yang banyak dan budget gede





Quote:Original Posted By simbah_nakal
selamat siang gan,
ane nubie dalam hal 4x4 mau minta saran.
ane ada GV manual mau dimodif jadi 4x4, kira2 part2 yg dibutuhkan apa saja dan estimasi biayanya berapa?
karena akan digunakan untuk ngecek kebon secara rutin maka part yg akan digunakan kudu punya durabilitas dan reliabilitas yg bagus
dan di sekitaran jogja suhu2 dimari punya bengkel rujukan ga yg bisa handle modif diatas

makasih banyak suhu2 smua atas perhatiannya



Om coba gabung diFB Group VES Community / Vitara Escudo Sidekick / Suzuki Jip Indonesia
Suhu suhu Suzuki jiper pada ngumpul disana jarang yg ngaskus

Quote:Original Posted By loempoer

yup... makanya pecinta nissan patrol pada ribut karna jd fiss.... wkwkwk

klw masih baru bisa2 aja om pke fiss.... apalagi makenya slow2an n crawling aja.. g pke acara terbang n hajar2an dan siap ganti cvjoint klw jebol hehehe

artikulasi rendah masih ketolong ada kontrol traksi cerdas, atau bahkan difflock.... namun klw ban uda ngangkat2, traksi tinggal d 1 ban yg masih d permukaan. ok d permukaan kering 1 ban itu masih bisa dorong maju, tp d permukaan basah, blm tentu 1 ban itu bisa gerakin maju...

bukan saya g suka fiss untuk oprut... itu sih silahkan2 saja... mobil masing2 tp klw bicara durabilitas dan capabilitas.. imho rigid axle blm tergantikan.

fiss oke2 aja bwat light -mid sih... asal hati2 pakainya dan pasti lebih repot karna artikulasi lebih rendah. jd siap2 winch dan bekel sparepart
bwat speed oprut sih pke fiss mantap wkwkw

oya rigid axle std kaya di gklass,lc80/105, defender dan discovery juga artikulasi sih biasa2 aja trutama yg depan.... g terlalu beda dgn discover 3/4 yang Fiss.
bedanya lebih mudah di modifikasi biar panjang travel... bisa jd hanya butuh kunci2 aja ngelepas segel wkwkw

g usah jauh2 AMG dan err SRT8 yg 630nm...
hilux d jkt uda ada kok yg sampai 600dk 1000nm............ wkwkwk

maksud ane y gtu.. supercar generate HP dari rev.. suv generate HP dari torque......

yg jahat ke kaki2 itu kan momenpuntir/torsi di perparah setelah d kalikan dengan putaran mesin yg menjadi nilai hp. nilai hp asalnya dari torque x rev/5252 ...... nilai HP berbanding lurus dengan besar torque pada rev tertentu... supercar punya highreving engine peak torque bisa di atas 7000rpm dgn peak hp d 8000-9000 apalagi klw bicara F1 yg reving hingga 11.000rpm... sedangkan d low rev yg biasa d gunakan saat oprut 1000-2000 g terlalu besar torsinya

beda dgn SUV,proper suv biasanya peak hp d 6000, malah beberapa V8 ada yg peak hp d 5000,apalagi diesel yg lebih rendah lg, torque peak d 3000-4000rpm yg lebih padet rpm rendah atau lebih rata hingga atas diesel ada yg dari 1400 uda peak torque...

tentu tw kan knp karakternya beda...

jadi 600dk d super car jangan di samain dgn 600dk d suv....d suv karna revnya pendek.. torquenya pasti harus raksasa biar dpt hp nyamain supercar yang highreving...

apalagi di pakainya bukan dikondisi ideal sebuah sirkuat aspal... wkwkwk

jd disini tentu jelaskan , knp axle d suv harus lebih kuat..............

oh ya supercar pasti concern juga dgn bobot yg harus seringan mungkin namun cukup kuat nahan kapasitas output mesinnya, load capacity juga g seberapa memang bukan bwat ngangkut beban atau towing..
beda dgn rigif axle heavy duty suv kaya d toyota yg gede dan berat overbuilt ........ apalagi yg fullfloating yg memang bwat ngangkut beban dan tow d atas 3.5T... sekalipun output mesinnya tidak bertenaga terlalu raksasa



Mangtab penjelasannya
Tapi emang oprut gak perlu horse power / torsi yg terlalu besar sih sampai 600 hp 1000Nm jadi mubazir
Lain ama speedoprut

Yg penting cukup aja ya om
Quote:Original Posted By agathos


yepp, setuju om full-on diff-lock baik ARB atau eton E-locker gak bisa dikalahin sama traction aid dari pabrikan masih, apalagi kalau heavy use.

Nah itu dia kembali ke penggunaan dari kedaraan, kalau saya lebih light to mid jarang heavy, malah lebih banyak touring nya hehehe



wakakaka pasti ini om bill dari forum sebelah deh



ahh yep2



wakakaka, yep2 setuju. off-road lebih banyak main di range RPM rendah dan butuh torque down low berbanding terbalik dengan speed di track yang bisa revving sampe ke jarum rpm putus heheheeh . power gede di rpm tinggi gak kepakai sama sekali dan off-road lebih torque oriented dari pada HP,

Tapi sekarang mesin2 sedan high-end/sports car (LS 400/toyota soarer dengan 1UZ-FE - 4.0 V8 - 250+hp dan 350+nm-) juga down low torque nya cukup besar kok walaupun tetap masih lebih besar dan lebih rendah peak torque rpnya di 2UZ-FE di land cruiser atau cygnus, tapi useability nya untuk swap masih ok. kalau mesin cc kecil kurang mkn saya rasa apalagi mesin honda 1600cc 4cyl n/a. 2JZ-GTE supra juga mesin sedan juga lumayan populer sebagai pilihan untuk engine swap off-road karena torsi bawahnya lumayan ada di RPM rendah. Tapi again mesin2 ini uda pakai ECU dan rentan air jadi mesti extra hati2 kalau main off-road.



Yepp, setuju, ini challenge dari conversion tadi.



wakakak setuju konversi ke FISS gak gampang dan butuh parts dari kendaraan yang bener2 kuat, kalau nggak pasti KO suspensinya.

kesimpulannya sih, kalau mau pakai axle sedan/supercar buat mobil SUV sih bisa2 aja, cm R&D dan biaya konversi nya gak masuk akal, karena parts sendiri mahal bukan maun plus biaya fitting plus biaya reinforcing, aknhirnya total biaya bisa buat beli satu mobil sendiri

mau offroad, gampang mending beli gardan bekas mobil 4x4 cangkok (atau beli gardan dana) dan jalan deh. mau SUV FISS nyaman dan 4x4 beli subaru forester/Mitsu Pajero (bukan PS)


Om agathos aja punya pikiran sama om lumpur = om Billy ╋╋ム ╋╋ム ╋╋ム
Quote:Original Posted By agathos
mau offroad, gampang mending beli gardan bekas mobil 4x4 cangkok (atau beli gardan dana) dan jalan deh. mau SUV FISS nyaman dan 4x4 beli subaru forester/Mitsu Pajero (bukan PS)


Jauh banget om nyandingin Forester ama Pajero. Secanggih2nya AWD Forester ane yakin masih kalah cukup telak dengan yang 4WD tulen, bahkan dengan kelas Everest, Fortuner atau Pajero Sport yang 4x4. Ini kalo ngeliat kemampuan offroadnya ya om.
Quote:Original Posted By lol.4lice7


Om agathos aja punya pikiran sama om lumpur = om Billy ╋╋ム ╋╋ム ╋╋ム

klw idnya billy doank sih bukan ane bro............ wkwkwkw
Quote:Original Posted By 4llc


Jauh banget om nyandingin Forester ama Pajero. Secanggih2nya AWD Forester ane yakin masih kalah cukup telak dengan yang 4WD tulen, bahkan dengan kelas Everest, Fortuner atau Pajero Sport yang 4x4. Ini kalo ngeliat kemampuan offroadnya ya om.


forester ada kontrol traksinya apalagi gen4 yang ada kontrol traksi for offroad purpose only "xmode" which is able to mimicking a difflock ......

jd di kondisi dengan kontur extreme dimana ban ngangkat2 di udara..bisa lebih baik dari fortuner atau pajero sport yang g ada kontrol traksinya.

dakar rada mending lsd blkngnya cukup cerdas.

Quote:Original Posted By 4llc


Jauh banget om nyandingin Forester ama Pajero. Secanggih2nya AWD Forester ane yakin masih kalah cukup telak dengan yang 4WD tulen, bahkan dengan kelas Everest, Fortuner atau Pajero Sport yang 4x4. Ini kalo ngeliat kemampuan offroadnya ya om.


saya setuju sama om billy diatas, X-Mode subaru lumayan canggih, dia pakai electronically controlled LSD yang mimicking locker pada 4x4 konvensional dan mengendalikan output mesin transmisi dan rem. sistem ini similar kayak ATRAC di FJ Cruiser dan Prado dan sepertinya versi sederhana terrain response control pada Land Rover Discovery dan Range Rover. CMIIW sistem ini memanfaatkan ecu terpisah yang ngatur rem pada 4 titik ban dan LSD pada gardan. pada saat salah satu ban stuck maka rem akan di aplikasikan pada ban yang stuck tersbut sehingga power beralih ke ban dengan traksi lebih besar, kemudian xmode ini juga mengatur throttle dan power output dari mesin sehingga tidak terjadi over torque pada ban yang memiliki traksi . kemudian output tramisi pun diubah supaya power pada low gear bisa lebih maksimal,

selaim itu CMIIW, approach angle Forester memang lebih kecil dari PS (36' vs 25') tapi departure angle nya sama. ground clearance forester juga lebih tinggi 5mm daripada pajero sport (215mm vs 220mm). hanya saja wadding depth forester cm 50cm dibanding pajero sport dan fortuner yang 70cm,

overall fun and light to med offroad Forester is a good monocoque and FISS car sih, on road mantap sesekali main lumpur juga bisa. penasaran juga sih forester vs pajero sport 4x4 dan fortuner 4x4 main di lumpur. teorinya fortuner paling berat karena LSD rear nya std dan gak torque sensing kayak pajero sport
menyimak..info2
Permisi, mau numpang nanya nih agan2.

Agan2 ada yang tau ga bengkel recommended yang bisa menangani perbaikan/servis gardan (diff) dan drivetrain? Ane lgi pengen nyari nih bengkel yang bsa benerin LSD di mobil2 4x4 jadul. Ane juga lgi nyari bengkel yang bsa rebuild transmisi (matic terutama).

Quote:Original Posted By pistonshead
Permisi, mau numpang nanya nih agan2.

Agan2 ada yang tau ga bengkel recommended yang bisa menangani perbaikan/servis gardan (diff) dan drivetrain? Ane lgi pengen nyari nih bengkel yang bsa benerin LSD di mobil2 4x4 jadul. Ane juga lgi nyari bengkel yang bsa rebuild transmisi (matic terutama).



Di Jakarta apa di luar kota om? kalau di jakarta saya kemarin rebuild transfer case HF2A Land Cruiser dan service LSD belakang di Neo Autoworks Kuningan, lumayan rapih kerjanya.

Kalau rebuild matic kemarin rebuild A442F di Gagan Suhandi (no hp pm saya aja) dia spesialis eropa dan jepang. atau kalau mau nama gede bisa di Ricardo Matic
bengkel nya yg bagus d bdg dmn ya
Quote:Original Posted By agathos


Di Jakarta apa di luar kota om? kalau di jakarta saya kemarin rebuild transfer case HF2A Land Cruiser dan service LSD belakang di Neo Autoworks Kuningan, lumayan rapih kerjanya.

Kalau rebuild matic kemarin rebuild A442F di Gagan Suhandi (no hp pm saya aja) dia spesialis eropa dan jepang. atau kalau mau nama gede bisa di Ricardo Matic


Sip deh. Makasih atas infonya ya gan.
Quote:Original Posted By loempoer

klw idnya billy doank sih bukan ane bro............ wkwkwkw


forester ada kontrol traksinya apalagi gen4 yang ada kontrol traksi for offroad purpose only "xmode" which is able to mimicking a difflock ......

jd di kondisi dengan kontur extreme dimana ban ngangkat2 di udara..bisa lebih baik dari fortuner atau pajero sport yang g ada kontrol traksinya.

dakar rada mending lsd blkngnya cukup cerdas.



Quote:Original Posted By agathos


saya setuju sama om billy diatas, X-Mode subaru lumayan canggih, dia pakai electronically controlled LSD yang mimicking locker pada 4x4 konvensional dan mengendalikan output mesin transmisi dan rem. sistem ini similar kayak ATRAC di FJ Cruiser dan Prado dan sepertinya versi sederhana terrain response control pada Land Rover Discovery dan Range Rover. CMIIW sistem ini memanfaatkan ecu terpisah yang ngatur rem pada 4 titik ban dan LSD pada gardan. pada saat salah satu ban stuck maka rem akan di aplikasikan pada ban yang stuck tersbut sehingga power beralih ke ban dengan traksi lebih besar, kemudian xmode ini juga mengatur throttle dan power output dari mesin sehingga tidak terjadi over torque pada ban yang memiliki traksi . kemudian output tramisi pun diubah supaya power pada low gear bisa lebih maksimal,

selaim itu CMIIW, approach angle Forester memang lebih kecil dari PS (36' vs 25') tapi departure angle nya sama. ground clearance forester juga lebih tinggi 5mm daripada pajero sport (215mm vs 220mm). hanya saja wadding depth forester cm 50cm dibanding pajero sport dan fortuner yang 70cm,

overall fun and light to med offroad Forester is a good monocoque and FISS car sih, on road mantap sesekali main lumpur juga bisa. penasaran juga sih forester vs pajero sport 4x4 dan fortuner 4x4 main di lumpur. teorinya fortuner paling berat karena LSD rear nya std dan gak torque sensing kayak pajero sport


apakah memang kecanggihan AWD forester bisa mengalahkan efek yang dihasilkan locker di fortuner, PS yang membagi rata antara roda depan dan belakang om?

satu lagi om, apakah kecanggihan AWD forester juga bisa mengalahkan efek low gearnya (memberikan lebih besar tenaga buat roda) dari fortuner, PS dan kawan2nya yang sejenis?

ane penasaran aja. dulu sih sempat baca bahasan om billy di thread ini juga tentang forester tapi ane ga sampe ngebayangin AWD nya forester bisa seimbang atau bahkan ngalahin 4x4 nya mobil medium SUV kek fortuner dkk.

kalo emang bisa seimbang aja, lumayan banget tuh. apalagi kek om bilang, gc 220 mm (PS cuman 215 mm meski bisa dinaikin dengan misal besarin ban). masih terbatas soalnya pilihan mobil enak/nyaman di onroad tapi juga ga malu2in pas masuk jalan lumpur (bukan ekstrem).
Kalo menurut ane sih ga bakalan bisa forester punya AWD bisa nandingin mobil 4x4 beneran.
Syarat2 mobil itu 4x4 :
- ada low range
- ground clearance cukup
- ada diff lock

Rata2 mobil 4x4 modern banyak yng uda pake independent suspension dan bahkan banyak yang uda full independent. Tapi yang bisa offroad berat rata2 tetep punya diff lock sama low range. Contohnya aja :
- Discovery 3, 4; RRover; RRS
- Nissan Pathfinder
- Mitsubishi Pajero Gen 3 & 4

Dulu Disco 2 sempet dicabut difflocknya dan diganti sama traction control tapi pada akhirnya pada face lift terakhir disco 2 (tahun 2004 awal) difflock dikembalikan lagi sebagai fitur standart karena fungsi difflock ttep tidak bisa 100% ditangani oleh TC.

Setau ane juga, beberapa mobil 4x4 macem LC200 atau BT-50 begitu dimasukkan ke lo range akan secara otomatis menonaktifkan TC. Bahkan jika hendak menembus lumpur disarankan kalau TC dimatikan supaya gak 'bogged down' di medan lumpur. Beberapa fitur TC modern yang menyediakan pilihan terrain bahkan akan sangat diminimalisir kerja dari TC dan secara otomatis memasang diff lock jika dipilih mode mud terrain (i.e. terrain response land rover & terrain-selectnya LC200)

Unsur low range itu wajib dipakai di off-road berat. Ada tidaknya lo range itulah yang biasa membedakan mobil 4x4 dengan AWD. Lo range itu sangat kepake di medan offroad berat karena di medan yang licin dan tidak rata, torsi yang sangat tinggi diperlukan untuk menggerakkan mobil agar memperoleh momentum yang cukup namun harus dijaga di rpm mesin serendah mungkin agar menghindari hilangnya gigitan roda ke tanah. Selain itu low range juga sangat berguna dalam engine braking jika hendak melalui turunan curam yang licin.

Selain dari itu rata2 mobil 4by full independent yang lain ga pernah denger tuh dipake buat offroad berat.

Smile numpang mejeng juga ya suhusuhu heheh mohon caciannya

Quote:Original Posted By 4llc




apakah memang kecanggihan AWD forester bisa mengalahkan efek yang dihasilkan locker di fortuner, PS yang membagi rata antara roda depan dan belakang om?

satu lagi om, apakah kecanggihan AWD forester juga bisa mengalahkan efek low gearnya (memberikan lebih besar tenaga buat roda) dari fortuner, PS dan kawan2nya yang sejenis?

ane penasaran aja. dulu sih sempat baca bahasan om billy di thread ini juga tentang forester tapi ane ga sampe ngebayangin AWD nya forester bisa seimbang atau bahkan ngalahin 4x4 nya mobil medium SUV kek fortuner dkk.

kalo emang bisa seimbang aja, lumayan banget tuh. apalagi kek om bilang, gc 220 mm (PS cuman 215 mm meski bisa dinaikin dengan misal besarin ban). masih terbatas soalnya pilihan mobil enak/nyaman di onroad tapi juga ga malu2in pas masuk jalan lumpur (bukan ekstrem).


Kalau Pajero Sport atau fortie cumang ngandalin center-diff lock aja sih saya rasa Forester masih bisa imbangin yah karena teknologi X-Mode 4x4 nya cukup canggih. untuk central differential locker, subaru pakai Active Torque Split - Multi-Plate Transfer Clutch System (MPT), yang CMIIW, memanfaatkan komputer untuk mengatur tekanan hidrolis pada clutch di transfer case (jujur masih belajar gimana jelas-nya sistem ini kerja hehehe). bedanya MPT pada subaru dengan konventional center diff-lock adalah center diff lock konvensional pada saat tekan tombol akan lock permanen center-diff nya untuk pembagian 50:50 power, sementara kalau disubaru dia MPT selalu aktif dan pembagian torsi disesuaikan dengan kondisi jalan dan pada saat X-mode di jalankan dia akan aktifkan MPT secara permanen baru.

Nah, kalau pakai 4x4 biasa sudah pakai full locker front and rear konvensional itu ceritanya beda lagi. seperti om bil jelaskan diatas, kalau sudah locked standar yah empat ban kiri kanan depan belakang semua putarannya sama dan medan kayak apapun dengan ban dan clearance yang tepat jalan terus.

Setau saya baik Pajero Sport 4x4 atau Fortuner 4x4 standar pabrik cm ada center diff lock aja. Bahkan LC 80(tipe std)/105/100 (tipe std) aja cm ada center diff aja, gak dapet front and rear locker.

Ground clearance, saya baca langsung dari web-nya subaru 220mm dan pajero sport dari web pajero 215mm. perhitungan ground clearance dari titik terendah mobil ke tanah yah bukan dari footstep atau bemper depan ke belakang. Secara visual memang Fortuner atau Pajero Sport terlihat lebih tinggi dari Subaru Forester.

ini video Subaru Forester off-road



untuk subaru sepertinya salah satu keterbatasannya adalah lift dan big tires karena gak tau apakah ada aftermarketnya atau nggak, kalau seperti range rover ada after market untuk lift air suspension atau malah konversi dari air suspension ke spring (saya punya uda konvert ke spring supaya lebih durable dan lebih enak main off-road nya heheheeh).

Again semua kembali pada preference dan uang yang mau dikeluarkan, kalau mau SUV FISS + Monocoque baru dengan on-road handling yang baik dan lincah tapi masih bisa di ajak light to medium off-road yah Subaru Forester bisa jadi pilihan (kalau gak salah sekitar 500jt belum diskon), kalau mau SUV FISS + Monocoque yang second dengan kapabilatas off-road lebih besar yah ada Pajero Super Exceed (kemarin temen jual 325jt tahun 2008).
Quote:Original Posted By 4llc




apakah memang kecanggihan AWD forester bisa mengalahkan efek yang dihasilkan locker di fortuner, PS yang membagi rata antara roda depan dan belakang om?

satu lagi om, apakah kecanggihan AWD forester juga bisa mengalahkan efek low gearnya (memberikan lebih besar tenaga buat roda) dari fortuner, PS dan kawan2nya yang sejenis?

ane penasaran aja. dulu sih sempat baca bahasan om billy di thread ini juga tentang forester tapi ane ga sampe ngebayangin AWD nya forester bisa seimbang atau bahkan ngalahin 4x4 nya mobil medium SUV kek fortuner dkk.

kalo emang bisa seimbang aja, lumayan banget tuh. apalagi kek om bilang, gc 220 mm (PS cuman 215 mm meski bisa dinaikin dengan misal besarin ban). masih terbatas soalnya pilihan mobil enak/nyaman di onroad tapi juga ga malu2in pas masuk jalan lumpur (bukan ekstrem).


kan critanya sama2 std bro.................... fortuner dkk kan ga ada locker..............


maksud ane di kondisi ideal, which is liat hanya soal traksi aja dimana konturnya dalam2 baik IFS dan FISS uda sama2 ngangkat2 bannya........ yang ada kontrol traksi masih bisa lolos. IFS ngandalain travel rear susnya aja. klw uda ngangkat open diff, atau LSD torsen useless uda g bisa ngebagi daya.

klw uda di medan berat d abused n siksa bener2..... ya fortuner/PS pasti lebih tahan n durable... komponennya lebih simple minim elektronik dan lebih tahan...
blm lagi soal kemudahan modifikasinya.. meski IFS uda susah juga ngeliftnya...

low gear juga perlu, bwat ngerayap steady. untungnya klw AT sih ada torqueconverternya yg ngebantu untuk ngerayap pelan2 dan bisa multiplying torque... engine brake juga kebantu HDC which is ada d xmode nya subaru.. klw MT g ada lowgear memang repot.. untung subaru yg MT sih ada lowgearnya. *tp g masuk di indo*

memang bagusnya sih tetep ada Lowgear biar bisa kalem bawanya......

maksud gw AWD itu beda2 tiap produsen. dan khususnya AWD subaru bukan on-road only........ malah di pke onroad AWD subaru sering understeer.. bukti centerdiffnya terlalu agresif pertanda AWDnya lebih cocok di di dirtroad ................ klw SH-AWD honda beda lagi bwat onroad itu itusih..

jadi AWD khususnya subaru tidak bearti useless tetep ada kelebihan dibanding 4x4 konvensional, dan kelemhanya juga banyak untuk d abused sih.... namun masih sangat nyaman dan baik handlingny bwat onroad.


dan soal Locker doang juga klw sudah dlumpur laknat sih, lebih baik di imbangin ban yang bagus + travel suspensi panjang....... gimana pun juga klw d jalur licin, dan ban uda ngangkat2... 1 ban yg napak g akan bisa majuin mobil.... klw travel panjang dan tiap ban masih napak.... ya mendingan ada 4ban yg majuin mobil.

Quote:Original Posted By pistonshead
Kalo menurut ane sih ga bakalan bisa forester punya AWD bisa nandingin mobil 4x4 beneran.
Syarat2 mobil itu 4x4 :
- ada low range
- ground clearance cukup
- ada diff lock

Rata2 mobil 4x4 modern banyak yng uda pake independent suspension dan bahkan banyak yang uda full independent. Tapi yang bisa offroad berat rata2 tetep punya diff lock sama low range. Contohnya aja :
- Discovery 3, 4; RRover; RRS
- Nissan Pathfinder
- Mitsubishi Pajero Gen 3 & 4

Dulu Disco 2 sempet dicabut difflocknya dan diganti sama traction control tapi pada akhirnya pada face lift terakhir disco 2 (tahun 2004 awal) difflock dikembalikan lagi sebagai fitur standart karena fungsi difflock ttep tidak bisa 100% ditangani oleh TC.

Setau ane juga, beberapa mobil 4x4 macem LC200 atau BT-50 begitu dimasukkan ke lo range akan secara otomatis menonaktifkan TC. Bahkan jika hendak menembus lumpur disarankan kalau TC dimatikan supaya gak 'bogged down' di medan lumpur. Beberapa fitur TC modern yang menyediakan pilihan terrain bahkan akan sangat diminimalisir kerja dari TC dan secara otomatis memasang diff lock jika dipilih mode mud terrain (i.e. terrain response land rover & terrain-selectnya LC200)


Subaru Forrester memang bukan untuk offroad berat om tapi oriented pada light to medium off-road.

Traction Control yang dimatikan pada saat low-range dimasukan pada Land Cruiser Prado dan Land Cruiser 100 adalah tracion control untuk jalan yang namanya VSC atau Vehicle Stability Control, sementara traction control untuk off-road namanya ATRAC dengan prinsip kerja yang hampir sama dengan Traction Control, hanya fungsinya di orientasikan pada off-road sementara VSC adalah untuk on-road.

kalau kita bicara diff-lock kita bicara all three difflock, front, center and rear atau hanya center aja nih? rata-rata 4x4 yang di jual out of the box cm ada center-diff aja, dan ini, seperti saya bilang diatas di address dengan cukup baik dengan sistem MPT dari subaru, tapi kalau kita bicara front and rear active locker (Air locker/e-locker) yah pasti gak bisa di kalahin sama traction aid biasa.

Untuk low gear vs transmission, saya gak bisa komentar sih

Quote:Original Posted By pistonshead
Unsur low range itu wajib dipakai di off-road berat. Ada tidaknya lo range itulah yang biasa membedakan mobil 4x4 dengan AWD. Lo range itu sangat kepake di medan offroad berat karena di medan yang licin dan tidak rata, torsi yang sangat tinggi diperlukan untuk menggerakkan mobil agar memperoleh momentum yang cukup namun harus dijaga di rpm mesin serendah mungkin agar menghindari hilangnya gigitan roda ke tanah. Selain itu low range juga sangat berguna dalam engine braking jika hendak melalui turunan curam yang licin.

Selain dari itu rata2 mobil 4by full independent yang lain ga pernah denger tuh dipake buat offroad berat.


hehehe, memang subaru forester, buat recreational off-roard light to medium, dan kalaupun mau bener-bener main heavy, it takes more than just low range, butuh proper lift (body and suspension), proper MT/EX tires, winch, full on locker. atau at least proper lift, proper MT/EX tire and winch.

Land Cruiser 200 atau Range Rover standar suruh off-road masuk heavy trail di pagedangan BSD aja pasti bisa stuck kok, saya jamin deh hehehehe

untuk engine brake pada saat turunan curam, dari pengalaman HDC/Hill Decent Control lebih enak daripada pake low gear om, gak cape injek rem, biarpun low gear jalan, kita tetap harus sesekali main rem, kalau pakai HDC, bener2 fokus di steering saya.

That being said, again kita cari mobil purpose apa, kalau mau fun light to med offroad tapi pengen good on-road handling dan budget terbatas dibawah 500jt yah Subaru Forester is a good option, kalau ada budget lebih bisa cari Range Rover Sport atau Discover atau Range Rover L322 yang second.

Kalau mau main medium to heavy off-road tapi butuh 8 seaters, ada 80 series land cruiser, Nissan Patrol Y60/Y61, LR Series atau Defender 110, butuh SWB ada 40 Series, Jeep TJ, JK, YJ.

At the end of the day, know what you want and get what you need or try to settle in the middle

Quote:Original Posted By pistonshead
Kalo menurut ane sih ga bakalan bisa forester punya AWD bisa nandingin mobil 4x4 beneran.
Syarat2 mobil itu 4x4 :
- ada low range
- ground clearance cukup
- ada diff lock

Rata2 mobil 4x4 modern banyak yng uda pake independent suspension dan bahkan banyak yang uda full independent. Tapi yang bisa offroad berat rata2 tetep punya diff lock sama low range. Contohnya aja :
- Discovery 3, 4; RRover; RRS
- Nissan Pathfinder
- Mitsubishi Pajero Gen 3 & 4

Dulu Disco 2 sempet dicabut difflocknya dan diganti sama traction control tapi pada akhirnya pada face lift terakhir disco 2 (tahun 2004 awal) difflock dikembalikan lagi sebagai fitur standart karena fungsi difflock ttep tidak bisa 100% ditangani oleh TC.

Setau ane juga, beberapa mobil 4x4 macem LC200 atau BT-50 begitu dimasukkan ke lo range akan secara otomatis menonaktifkan TC. Bahkan jika hendak menembus lumpur disarankan kalau TC dimatikan supaya gak 'bogged down' di medan lumpur. Beberapa fitur TC modern yang menyediakan pilihan terrain bahkan akan sangat diminimalisir kerja dari TC dan secara otomatis memasang diff lock jika dipilih mode mud terrain (i.e. terrain response land rover & terrain-selectnya LC200)

Unsur low range itu wajib dipakai di off-road berat. Ada tidaknya lo range itulah yang biasa membedakan mobil 4x4 dengan AWD. Lo range itu sangat kepake di medan offroad berat karena di medan yang licin dan tidak rata, torsi yang sangat tinggi diperlukan untuk menggerakkan mobil agar memperoleh momentum yang cukup namun harus dijaga di rpm mesin serendah mungkin agar menghindari hilangnya gigitan roda ke tanah. Selain itu low range juga sangat berguna dalam engine braking jika hendak melalui turunan curam yang licin.

Selain dari itu rata2 mobil 4by full independent yang lain ga pernah denger tuh dipake buat offroad berat.

4x4 beneran nya apah?
klw jimun asal STANDAR sih berani di adu..................... wkwkwk
rigid axle tp travel stdnya g beda jauh ama FISS asroda juga imut2... crawl ratio std errrr simex 31" jg ngos2an.. wkwk

eh iya.. jimun g ada difflock d axle.. bearti bukan 4x4 beneran ya? tunggu.. fortuner PS juga ga ada.. landcruiser jg engga pling as optional atw d top tiernya.

semua AWD g ada low range? fyi subaru MT ada Lowrange dan badgenya tetep AWD
oyah.. Cherokee Trailhawk 2014 juga AWD ada lowgear. dgn crawlratio

Traction control ada 2. ada yang berupa power cut saat terjadi slip *yg umum di sedan2* dan traction control yang berupa Brake LSD.

Yes TC power cut akan mati saat di lowgear atau bisa di on off dgn tombol....... dan harus di matiin... ntar d lumpur powercut terus donk..
tapi yang BLSD tidak.. pasti tetap hidup....... nah beberapa mobil ada yang memiliki rear diff lock sebut aja yg pling murah di indo mazda BT50pro... kalau rear Diff lock nyala BLSD dan TC langsung mati. nah klw agan baca2 d forum luar banyak yg ngeluhkan ini.......... karna di mobil IFS itu yang sangaatt butuh locker itu yang depan... saat reardifflock on, yg depan jadi open..... jadi malah lebih susah naik di banding difflock off dan BLSD nyala........... ujung2nya OEM Reardifflock nya di buka.. pasang ARB rear only agar difflock nyala dan front axle masih ada BLSD... atau difflock depan belakang...

mau matiin total BLSD? biasanya ada triknya.. kya d ranger/bt50 tekan 10s tombol esp nya........ baru mati total... klw d subaru harus cabut sikring baru bisa mati total.

Lowgear tujuan nya untuk ningkatin crawl ratio sekarang hitung crawl ratio di kelas 4x4 ber lowgear
gigi 1 = 2.8 finalgear 3.5, crawl ratio highgear 9.8:1
subaru XV AWD MT gigi 1= 3.545 finalgear 4.444 crawl ratio highgear 15.7:1
pajerosport gigi 1= 2.8 finalgear 3.9,crawlratio highgear 10.6:1

di kelas tampa low gear
forester CVT AT lowest ratio=3.5 finalgear 4.111, crawl ratio highgear 14.4:1
Jeep Patriot AWD CVT lowest ratio= 2.3 finalgear 8.1 crawl ratio highgear 19:1
VW Amarok AWD 8speed 1gear = 4.8 finalgear 3.7 crawl ratio 17.7:1

nah di highrange kebantu ratio first gearnya yang lebih rendah dari suv lain... jadi meski g ada lowgear, highgear aja uda punya crawlratio lebih tinggi dari highgear d suv lain.

nah jika dengan lowgir
gigi 1 = 2.8 finalgear 3.5, crawl ratio highgear 9.8:1 with lowgear 2.7 jadi 26.46:1
subaru XV MT gigi 1= 3.545 finalgear 4.444 crawl ratio highgear 15.7:1 with lowgear 22.1:1
pajerosport gigi 1= 2.8 finalgear 3.9,crawlratio 10.6:1 with lowgear 1.9 jadi 20.7:1

so please... jaman uda berganti, jangan terpaku dengan literatur lama yang satu2nya cara achive low crawl ratio harus dari low gear........... dan errr ungkapan juga klw AWD tu harus ga ada lowgear dan ga bisa oprut................

AWD dan 4x4 sama aja... yang beda cara kerja dia ngebagi daya ke 4 roda.

soal downhill on slippery surface............. ada hill decent control.............. lowgear di open diff... di hadapkan dgn steep downhill yang licin.... silahkan coba torque dari mesin untuk engine brake ntar hanya tersalur ke satu sisi roda.... dan ujungny2 ngeluncur tak terkendali.. *klw tw sifat open diff* klw ada LSD sih mending...


errr dari jaman perang vietnam juga ada gpv tempur FISS tampa Lowgear..............


dan terkahir Yup... fitur2 elektronik... TCS/ESP/HDC hanya berguna ketika jalan dengan benar............. durability alat elektronik masih tanda tanya.. dan bagaimana nasibnya setelah di atas 10tahun..... so... its good to have will it is still new and work.....

for extreme use... yang simple n durable aja deh....

go go