KASKUS

Quote:Original Posted By telormatasapi


Peraturan Perusahaan gan biasanya disitu dijelasin yang dimaksud dengan ikatan dinas itu apa dan komponen2nya apa aja dan biasanya pelaksanaannya diatur sama Juklak.

Pasal 128 UU No. 13 tahun 2003
"Dalam hal perjanjian kerja tidak memuat atauran-aturan yang diatur dalam perjanjian kerja maka yang berlaku adalah aturan-aturan dalam perjanjian kerja bersama"

No offense gan tapi seharusnya dari awal agan udah tanya sedetail2nya sama perusahaan agan kerja benefit dan kompensasinya.

Dari sisi perusahaan sih juga gak akan ragu buat ngasih agan training krn agan udah sign contract dan bakalan dikenain penalti klo ga ngikutin sesuai kontrak jadi ya mereka fine2 aja.

jadi misalkan ambil contoh agan seorang mekanik apalagi agan baru pertama kali kerja ya pasti agan akan ditraining tentang product knowledge, maintainance, service dll untuk menunjang pekerjaan agan buat perusahaan jadi training ini udah termasuk pendidikan gan.

Semoga membantu


oke ane ngerti gan, nah dalam perjanjian kerja sama (dalam hal ini surat kontrak) ane tertulis kalo ane harus mengganti rugi sebesar sisa imbalan pekerja sampai waktu atau pekerjaan seharusnya selesai. Berarti kan tidak tertulis kalo ane harus mengganti biaya training yang sudah ane dapat.

Soal benefit dan kompensasi itu udh ane tanyakan kok di awal, dan perusahaan juga ga menjelaskan soal training itu, yang di jelaskan hanya durasi kontrak, salary dan tunjangan yang ane dapat. Kalo seperti ini gimana? sorry nih gan banyak nanya hehe, maksudnya biar semuanya jelas aja buat ane.

Tambahan gan : ane udah liat di PP, ada 2 kategori karyawan, 1.karyawan tetap, 2. karyawan tidak tetap, tidak dijelaskan pula mengenai ikatan dinas seperti di perusahaan agan yang menjelaskan kalo udah di training berarti udah ikatan dinas. Selain itu, kewajiban2 yang harus dilakukan oleh karyawan yang mengundurkan diri : tidak tertulis juga soal penggantian biaya training dll nya, berarti patokan ane ke surat kontrak aja kan? (hanya membayar penalty sebesar sisa durasi kontrak x gaji perbulan)

2 bulan gaji tidak dibayarkan dan Tidak menerima THR

maaf gan numpang tanya soal hukum..
sesuai judul diatas ane pengen tanya bagaimanakah hukumnya yang bisa dan diberlakukan untuk perusahaan ane
kronologis ceritanya gini gan..
kita (saya dkk ) bekerja di perusahaan yang menangani suatu proyek pemerintah
saya dan kawan-kawan mulai bekerja diperusahaan ini sekitar bulan 3 tahun 2013
selama itu sampai bulan Juni tahun ini gaji pokok kita lancar-lancar saja tidak ada masalah sama sekali
di akhir bulan 5 kerjaan kita sedikit banyak berkurang gan..maksudnya kita datang tapi ngga ada kerjaan..
karna kita orang lapangan bekerja kalo hanya disuruh saja dari atasan.. ( ane harap agan2 tahu mksudnya )
di bulan juni,kita masih masuk gan..dateng kantor...absen dan terkadang ngerjain tugas dari atasan tim ( kita bekerja didalam tim gan) untuk buat2 data kerjaan kita kemaren yang udah dikerjakan..
hingga pertengahan bulan juni kita akhirnya ngga banyak kerja lagi gan..dateng kantor..nganggur..
sampe akhirnya pimpinan tim kami bilang kalo tim kita diliburkan untuk waktu yang tidak ditentukan..
hingga sampailah pada tanggal 1 juli gan, kita ( saya dkk ) menunggu waktu gajian..tapi hingga tanggal 5 atau 6 kita belom juga ada yang menerima gaji satupun..
hingga akhinya kami pun mengetahui kalo gaji akan di berikan pada bulan berikutnya ( 1 agustus ) sekalian sama gaji bulan juli dan itupun kita tahu dari salah satu temen yang nekat telpon ke HRD gan..jadi ngga ada pemberitahuan resmi dari pihak HRD / istilahnya apa yang nanganin soal gituan..
dari awal bulan juli itu kita akhirnya diliburkan...
hingga datanglah tanggal 1 agustus kemaren gan..jangankah THR hingga detik ini saya buat tulisan ini..gaji kita belum ada yang masuk rekening gan
yang jadi pertanyaan ane gan.. ?

- kalau bukan kita yang minta diliburkan tetapi perusahaan yang meliburkan masih wajibkah perusahaan membayar gaji pada kita ? atau masih berhakkah kita mendapatkan gaji kita??
- apakah kita juga harusnya berhak mendapatkan THR gan ?
- didalam kontrak kerja kita tertulis gaji pokok diberikan per tnggal 1 , nah saya sempet baca kalo keterlambatan pemberian gaji pokok bisakah dapat denda ??
- kemana kita kalau mau mengadu gan ? sebagai catatan perusahaan kita pusatnya ada di jakarta..sedangkan ane dkk posisi dijogja karna perusahaan kita baru ada proyek dijogja dan status bangunan perusahaan kita sekarang itu ngontrak rumah/gudang ( besar sih gan bukan rumah yang kecil2 itu..karna sebagai gudang juga )
langkah2 dan barang bukti apa yang harus kita bawa untuk laporan?? apakah cukup saksi2 dari kita saja ( karyawan ? )

bahkan saya dapat info kalo sebenarnya gaji yang harusnya dibayarkan tanggal 1 juli itu tidak dibayarkan gan..ngga tahu alasannya dan gaji yang 1 agustus ini akan dibayarkan besok kalau proyek dah selesai ( catatan : prediksi proyek selesai bulan september gan )
mohon untuk para agan yang melek hukum membantu kita yang hanya "wong cilik" buruh lapangan
Quote:Original Posted By sayaranu
maaf gan numpang tanya soal hukum..
sesuai judul diatas ane pengen tanya bagaimanakah hukumnya yang bisa dan diberlakukan untuk perusahaan ane
kronologis ceritanya gini gan..
kita (saya dkk ) bekerja di perusahaan yang menangani suatu proyek pemerintah
saya dan kawan-kawan mulai bekerja diperusahaan ini sekitar bulan 3 tahun 2013
selama itu sampai bulan Juni tahun ini gaji pokok kita lancar-lancar saja tidak ada masalah sama sekali
di akhir bulan 5 kerjaan kita sedikit banyak berkurang gan..maksudnya kita datang tapi ngga ada kerjaan..
karna kita orang lapangan bekerja kalo hanya disuruh saja dari atasan.. ( ane harap agan2 tahu mksudnya )
di bulan juni,kita masih masuk gan..dateng kantor...absen dan terkadang ngerjain tugas dari atasan tim ( kita bekerja didalam tim gan) untuk buat2 data kerjaan kita kemaren yang udah dikerjakan..
hingga pertengahan bulan juni kita akhirnya ngga banyak kerja lagi gan..dateng kantor..nganggur..
sampe akhirnya pimpinan tim kami bilang kalo tim kita diliburkan untuk waktu yang tidak ditentukan..
hingga sampailah pada tanggal 1 juli gan, kita ( saya dkk ) menunggu waktu gajian..tapi hingga tanggal 5 atau 6 kita belom juga ada yang menerima gaji satupun..
hingga akhinya kami pun mengetahui kalo gaji akan di berikan pada bulan berikutnya ( 1 agustus ) sekalian sama gaji bulan juli dan itupun kita tahu dari salah satu temen yang nekat telpon ke HRD gan..jadi ngga ada pemberitahuan resmi dari pihak HRD / istilahnya apa yang nanganin soal gituan..
dari awal bulan juli itu kita akhirnya diliburkan...
hingga datanglah tanggal 1 agustus kemaren gan..jangankah THR hingga detik ini saya buat tulisan ini..gaji kita belum ada yang masuk rekening gan
yang jadi pertanyaan ane gan.. ?

- kalau bukan kita yang minta diliburkan tetapi perusahaan yang meliburkan masih wajibkah perusahaan membayar gaji pada kita ? atau masih berhakkah kita mendapatkan gaji kita??
- apakah kita juga harusnya berhak mendapatkan THR gan ?
- didalam kontrak kerja kita tertulis gaji pokok diberikan per tnggal 1 , nah saya sempet baca kalo keterlambatan pemberian gaji pokok bisakah dapat denda ??
- kemana kita kalau mau mengadu gan ? sebagai catatan perusahaan kita pusatnya ada di jakarta..sedangkan ane dkk posisi dijogja karna perusahaan kita baru ada proyek dijogja dan status bangunan perusahaan kita sekarang itu ngontrak rumah/gudang ( besar sih gan bukan rumah yang kecil2 itu..karna sebagai gudang juga )
langkah2 dan barang bukti apa yang harus kita bawa untuk laporan?? apakah cukup saksi2 dari kita saja ( karyawan ? )

bahkan saya dapat info kalo sebenarnya gaji yang harusnya dibayarkan tanggal 1 juli itu tidak dibayarkan gan..ngga tahu alasannya dan gaji yang 1 agustus ini akan dibayarkan besok kalau proyek dah selesai ( catatan : prediksi proyek selesai bulan september gan )
mohon untuk para agan yang melek hukum membantu kita yang hanya "wong cilik" buruh lapangan


Kalo menyangkut pekerja diliburkan ane pernah baca di surat edaran mentri tenaga kerja taun 1998 (sori lupa nomernya)
Kalo pekerja diliburin, pengusaha wajib bayar upah and tunjangan pokok, KECUALI kalo di dalam peraturan prusahaan, perjanjian kerja bersama and kesepakatan kerja bersama diatur lain.
Jadi kalo di peraturan prusaan ama pkb diatur kalo diliburin ga digaji ya susah, tapi kalo engga diatur, prusahaan harusny meminta kesepakatan pekerja.

Soal thr, kalo agan sudah kerja 3bulan berturut-turut ya agan berhak dpt thr.

Aduin ke disnaker wilayah domisili perusahaan, kalo yg dijogja itu cabang prusahaanny ya disono aja.

Ane cm sanggup segini, kita tunggu master2 hukum ketenagakerjaan muncul untuk lebih jitunya
Quote:Original Posted By bambmargera


Kalo menyangkut pekerja diliburkan ane pernah baca di surat edaran mentri tenaga kerja taun 1998 (sori lupa nomernya)
Kalo pekerja diliburin, pengusaha wajib bayar upah and tunjangan pokok, KECUALI kalo di dalam peraturan prusahaan, perjanjian kerja bersama and kesepakatan kerja bersama diatur lain.
Jadi kalo di peraturan prusaan ama pkb diatur kalo diliburin ga digaji ya susah, tapi kalo engga diatur, prusahaan harusny meminta kesepakatan pekerja.

Soal thr, kalo agan sudah kerja 3bulan berturut-turut ya agan berhak dpt thr.

Aduin ke disnaker wilayah domisili perusahaan, kalo yg dijogja itu cabang prusahaanny ya disono aja.

Ane cm sanggup segini, kita tunggu master2 hukum ketenagakerjaan muncul untuk lebih jitunya


makasih gan atas tanggappannya..
seingat ane waktu kontrak kerja itu gak ada yang nyebutin soal kalau tenaga kerja diliburkan..atau kalau ditulis dengan bahasa yang lain mungkin saja..mungkin kita ngga tahu gan. karena kita pun masih awam dengan bahasa2 yang kemungkinan menipu itu..
dan untuk masa kerja..kita sudah kerja dari bulan 3 ( maret ) dan sekarang bulan agustus ( anggep aja juli jadi sudah lebih kurang 4 bulan gan. ane pernah baca juga kalo THR itu bisa sesuai kebijakan perusahaan,akan tetapi disebutkan dengan suatu kebijakan perusahaan tersebut maka perusahaan tetap memberikan THR gan..bukan Tidak memberi.CMIIW

sekali lagi terima kasih gan atas tangapannya..
kita benar2 buta akan hukum seperti ini..
soalnya kita hanya "wong cilik"
Quote:Original Posted By sayaranu
maaf gan numpang tanya soal hukum..
sesuai judul diatas ane pengen tanya bagaimanakah hukumnya yang bisa dan diberlakukan untuk perusahaan ane
kronologis ceritanya gini gan..
kita (saya dkk ) bekerja di perusahaan yang menangani suatu proyek pemerintah
saya dan kawan-kawan mulai bekerja diperusahaan ini sekitar bulan 3 tahun 2013
selama itu sampai bulan Juni tahun ini gaji pokok kita lancar-lancar saja tidak ada masalah sama sekali
di akhir bulan 5 kerjaan kita sedikit banyak berkurang gan..maksudnya kita datang tapi ngga ada kerjaan..
karna kita orang lapangan bekerja kalo hanya disuruh saja dari atasan.. ( ane harap agan2 tahu mksudnya )
di bulan juni,kita masih masuk gan..dateng kantor...absen dan terkadang ngerjain tugas dari atasan tim ( kita bekerja didalam tim gan) untuk buat2 data kerjaan kita kemaren yang udah dikerjakan..
hingga pertengahan bulan juni kita akhirnya ngga banyak kerja lagi gan..dateng kantor..nganggur..
sampe akhirnya pimpinan tim kami bilang kalo tim kita diliburkan untuk waktu yang tidak ditentukan..
hingga sampailah pada tanggal 1 juli gan, kita ( saya dkk ) menunggu waktu gajian..tapi hingga tanggal 5 atau 6 kita belom juga ada yang menerima gaji satupun..
hingga akhinya kami pun mengetahui kalo gaji akan di berikan pada bulan berikutnya ( 1 agustus ) sekalian sama gaji bulan juli dan itupun kita tahu dari salah satu temen yang nekat telpon ke HRD gan..jadi ngga ada pemberitahuan resmi dari pihak HRD / istilahnya apa yang nanganin soal gituan..
dari awal bulan juli itu kita akhirnya diliburkan...
hingga datanglah tanggal 1 agustus kemaren gan..jangankah THR hingga detik ini saya buat tulisan ini..gaji kita belum ada yang masuk rekening gan
yang jadi pertanyaan ane gan.. ?

- kalau bukan kita yang minta diliburkan tetapi perusahaan yang meliburkan masih wajibkah perusahaan membayar gaji pada kita ? atau masih berhakkah kita mendapatkan gaji kita??
- apakah kita juga harusnya berhak mendapatkan THR gan ?
- didalam kontrak kerja kita tertulis gaji pokok diberikan per tnggal 1 , nah saya sempet baca kalo keterlambatan pemberian gaji pokok bisakah dapat denda ??
- kemana kita kalau mau mengadu gan ? sebagai catatan perusahaan kita pusatnya ada di jakarta..sedangkan ane dkk posisi dijogja karna perusahaan kita baru ada proyek dijogja dan status bangunan perusahaan kita sekarang itu ngontrak rumah/gudang ( besar sih gan bukan rumah yang kecil2 itu..karna sebagai gudang juga )
langkah2 dan barang bukti apa yang harus kita bawa untuk laporan?? apakah cukup saksi2 dari kita saja ( karyawan ? )

bahkan saya dapat info kalo sebenarnya gaji yang harusnya dibayarkan tanggal 1 juli itu tidak dibayarkan gan..ngga tahu alasannya dan gaji yang 1 agustus ini akan dibayarkan besok kalau proyek dah selesai ( catatan : prediksi proyek selesai bulan september gan )
mohon untuk para agan yang melek hukum membantu kita yang hanya "wong cilik" buruh lapangan


Halo gan, maaf baru sempat respon. Klo dari cerita agan harus dipastikan dulu kontrak agan seperti apa ?
Apakah agan masuk kedalam kategori pekerja harian, pekerja waktu tertentu atau pekerja waktu tidak tertentu, lalu bagaimana komponen upah agan dalam kontrak tersebut.

Namun terlepas dari itu semua seperti yang agan jelasin disini atau di thread sebelah, ane beranggapan klo agan itu masuk dalam pekerja waktu tertentu. Nah agan jelasin klo agan ga ada kerjaan karena perusahaan sendiri yg ga kasih kerjaan, kemudian perusahaan juga tdk merumahkan agan. Itu berarti gaji agan wajib dibayar, bahkan klo perusahaan merumahkan agan pun wajib dibayar karena itu bukan kesalahan agan. Paling tidak basic salary agan yg dibayar.

Langkah kongkrit yg agan bisa lakukan adalah :

Pertama :
Agan dan teman2 agan buat surat ke perusahaan meminta untuk melakukan perundingan ( istilah ketenagakerjaan itu bipartit ). Jgn lupa agan buat tanda terima surat tersebut dari perusahaan, boleh dari HRD maupun security

Kedua :
Klo surat itu ditanggapi dan ada perundingan bipartit, agan buat notulen bipartitnya ( notulen pertemuan ). Isis notulennya adalah nama pihak yg berunding, lalu masalah dari agan apa aja, terus tanggapan perusahaan apa. Setelah itu kesimpulan

Klo surat ga ditanggapi, agan bikin surat itu sampe 3 kali lengkap dengan tanda terima dari perusahaan.

Ketiga :
Klo perusahaan mau berunding maka biasanya ada keputusan untuk dibayar kapan, dan agan tunggu sampe date line itu.

Klo ga mau berunding perusahaan sampe surat 3 kali dilayangkan. agan bawa surat itu dan tanda terima nya plus agan buat kronologis kasus agan ini ke disnaker setempat. Klo agan di jogja berarti bisa dibawa ke disnaker kota yogyakarta klo ga salah daerah Timoho. Klo Sleman di jalan raya magelang KM 9, klo bantul, gunung kidul sama kulon progo ane kurang tau tp biasanya di pusat pemerintahannya

Keempat:
bawa semua dokumen terkait dan agan temui bagian hubungan industrial disana lalu agan jelasin semua duduk perkara dan bukti2 tertulisnya. Syukur klo agan masih ada kontrak kerjanya. Tp klo ga ada ya gpp gan, bawa yang ada aja.

Kelima:
Nanti agan akan dipandu disana sama bagian hubungan industrial disana, biasanya mereka akan panggil dulu pihak perusahaan trus baru mediasi.

Agan lakuin 5 langkah diatas dulu, nanti setelah itu agan akan dipandu lsg dr org disnakernya. klo agan masih ada yg belum jelas agan bs PM ane atau reply post ini. Untuk yg THR juga sama ya gan di thread sebelah udah ane jelasin panjang lebar, klo dari masa kerja agan sudah dapat dan proposional
5/12 X basic salary.

Semoga bermanfaat gan.. Semangat...
Quote:Original Posted By classer_mild


oke ane ngerti gan, nah dalam perjanjian kerja sama (dalam hal ini surat kontrak) ane tertulis kalo ane harus mengganti rugi sebesar sisa imbalan pekerja sampai waktu atau pekerjaan seharusnya selesai. Berarti kan tidak tertulis kalo ane harus mengganti biaya training yang sudah ane dapat.

Soal benefit dan kompensasi itu udh ane tanyakan kok di awal, dan perusahaan juga ga menjelaskan soal training itu, yang di jelaskan hanya durasi kontrak, salary dan tunjangan yang ane dapat. Kalo seperti ini gimana? sorry nih gan banyak nanya hehe, maksudnya biar semuanya jelas aja buat ane.

Tambahan gan : ane udah liat di PP, ada 2 kategori karyawan, 1.karyawan tetap, 2. karyawan tidak tetap, tidak dijelaskan pula mengenai ikatan dinas seperti di perusahaan agan yang menjelaskan kalo udah di training berarti udah ikatan dinas. Selain itu, kewajiban2 yang harus dilakukan oleh karyawan yang mengundurkan diri : tidak tertulis juga soal penggantian biaya training dll nya, berarti patokan ane ke surat kontrak aja kan? (hanya membayar penalty sebesar sisa durasi kontrak x gaji perbulan)


Kalau yang agan liat di PP itu berarti jenis karyawan gan,bukan itu..biasannya itu ada pasal tersendiri mengenai ikatan dinas atau tentang pendidikan dan pelatihan nah di PP itu ada gak?trus kalau ada di PP berarti ada juklaknya alias petunjuk pelaksanaannya,nah di juklak itu biasanya dijelasin lebih rinci.

Agan sebagai karyawan acuannya kontrak kerja tp perusahaan biasanya acuannya PP+Juklak+kkntrak kerja (biasanya perusahaan bandel bgini)

Semoga membantu gan,anyway klo blsnya lama mohon maaf nih,liburan
Quote:Original Posted By chomulungma
Halo gan, maaf baru sempat respon. Klo dari cerita agan harus dipastikan dulu kontrak agan seperti apa ?
Apakah agan masuk kedalam kategori pekerja harian, pekerja waktu tertentu atau pekerja waktu tidak tertentu, lalu bagaimana komponen upah agan dalam kontrak tersebut.

Namun terlepas dari itu semua seperti yang agan jelasin disini atau di thread sebelah, ane beranggapan klo agan itu masuk dalam pekerja waktu tertentu. Nah agan jelasin klo agan ga ada kerjaan karena perusahaan sendiri yg ga kasih kerjaan, kemudian perusahaan juga tdk merumahkan agan. Itu berarti gaji agan wajib dibayar, bahkan klo perusahaan merumahkan agan pun wajib dibayar karena itu bukan kesalahan agan. Paling tidak basic salary agan yg dibayar.

Langkah kongkrit yg agan bisa lakukan adalah :

Pertama :
Agan dan teman2 agan buat surat ke perusahaan meminta untuk melakukan perundingan ( istilah ketenagakerjaan itu bipartit ). Jgn lupa agan buat tanda terima surat tersebut dari perusahaan, boleh dari HRD maupun security

Kedua :
Klo surat itu ditanggapi dan ada perundingan bipartit, agan buat notulen bipartitnya ( notulen pertemuan ). Isis notulennya adalah nama pihak yg berunding, lalu masalah dari agan apa aja, terus tanggapan perusahaan apa. Setelah itu kesimpulan

Klo surat ga ditanggapi, agan bikin surat itu sampe 3 kali lengkap dengan tanda terima dari perusahaan.

Ketiga :
Klo perusahaan mau berunding maka biasanya ada keputusan untuk dibayar kapan, dan agan tunggu sampe date line itu.

Klo ga mau berunding perusahaan sampe surat 3 kali dilayangkan. agan bawa surat itu dan tanda terima nya plus agan buat kronologis kasus agan ini ke disnaker setempat. Klo agan di jogja berarti bisa dibawa ke disnaker kota yogyakarta klo ga salah daerah Timoho. Klo Sleman di jalan raya magelang KM 9, klo bantul, gunung kidul sama kulon progo ane kurang tau tp biasanya di pusat pemerintahannya

Keempat:
bawa semua dokumen terkait dan agan temui bagian hubungan industrial disana lalu agan jelasin semua duduk perkara dan bukti2 tertulisnya. Syukur klo agan masih ada kontrak kerjanya. Tp klo ga ada ya gpp gan, bawa yang ada aja.

Kelima:
Nanti agan akan dipandu disana sama bagian hubungan industrial disana, biasanya mereka akan panggil dulu pihak perusahaan trus baru mediasi.

Agan lakuin 5 langkah diatas dulu, nanti setelah itu agan akan dipandu lsg dr org disnakernya. klo agan masih ada yg belum jelas agan bs PM ane atau reply post ini. Untuk yg THR juga sama ya gan di thread sebelah udah ane jelasin panjang lebar, klo dari masa kerja agan sudah dapat dan proposional
5/12 X basic salary.

Semoga bermanfaat gan.. Semangat...


terima kasih agan yang budiman..
semoga keterangan agan diatas bisa sangat membantu ane dkk..
kita akan mencoba dengan cara "kekeluargaan" dulu
kita rencana habis lebaran akan coba telpon pihak2 terkait dulu gan..
kalo pun misal nanti tidak ditanggapin baru kita mlakukan langkah diatas..
1 lagi gan pertanyaan ane..maaf..
misal kalau di jawab gini " gaji yang bulan juni tidak kami turunkan karna saudara dkk tidak bekrja,akan tetapi gaji bulan berikutnya akan kami turunkan selepas masa proyek kita finish" itu kek gimana gan??
kok malah berasa kita yang karyawan kaya kontraktor nya aja ya??
kalo kontraktor dapet gaji kan setelah proyeknya kelar?cmiiw
juragan sy mau tanya nih

singkatnya sy dan sekeluarga diminta salahsatu family untuk menjaga dan mengurus/ menjalankan usaha investasi berupa rumah kost. kami disini sudah 10 tahun lebih sampai hari ini.

awalnya diminta untuk mengurus, namun kami menerima gaji bulanan yang dibayar per-tahun.
dari awal, sampai sekarang kami bisa menjaga prestasi dengan membuat kamar kostan ini full dan memenuhi target keinginan pemasukan owner tiap tahunnya. dan juga bisa menambah fasilitas untuk penghuni dengan tenaga dan pikiran kita sendiri berupa jasa laundry, dll (hanya diberi izin, tanpa modal uang dari owner) yang secara tidak langsung dapat menambah nilai jual sewa kepada anak calon penghuni kost

dan sekarang, usaha ini mau dijual
nah pertanyaan saya, apa dan bagaimana hak kami menurut hukum/ undang-undang jika usaha ini laku terjual?

kami membutuhkan pencerahan terhadap masalah hak kami ini agar kami sekeluarga bisa mendapatkan hak yang sesuai dengan pekerjaan yang telah kami lakukan dan sesuai dengan hukum yang berlaku

mungkin ada juragan disini yang bisa membantu mencerahkan masalah ini?

tengkyu sebelumnya
god bless ^^
gan, sharing dnk mengenai aturan larangan menikah sesama pegawai
banyak perusahaan yang bikin tuh aturan. Landasan filosofisnya apa yah?
Gan bantuin ane cari judul dong buat UP ane pengen cari ttg ketenagakerjaan tp blom dapet ide nih. Thx
Quote:Original Posted By elriri7
Gan bantuin ane cari judul dong buat UP ane pengen cari ttg ketenagakerjaan tp blom dapet ide nih. Thx


Mahasiswa pemalas, udah salah kamar, make nanya judul lagi. Ngabisin duit ortu aja lu tong
gan...mau tanya
kan ane krja d outsorcing
trs kontrak ane 2 thn ud hbs bln juni kmrn...mslh utamanya ampe detik ini kontrak baru blm turun....wlaupun gaji + thr kmrn lncar...ane jg h2c gan

tar giliran ane ud krj trs g d gaji tau2 perusahaan g mw tw lantaran kontrak ane yg g jelas

nah yg bgtuan gmn gan dlm uu ketenaga kerjaan?
ane krj d sin**m*s
trims yg mw jwb
Quote:Original Posted By minions90
gan...mau tanya
kan ane krja d outsorcing
trs kontrak ane 2 thn ud hbs bln juni kmrn...mslh utamanya ampe detik ini kontrak baru blm turun....wlaupun gaji + thr kmrn lncar...ane jg h2c gan

tar giliran ane ud krj trs g d gaji tau2 perusahaan g mw tw lantaran kontrak ane yg g jelas

nah yg bgtuan gmn gan dlm uu ketenaga kerjaan?
ane krj d sin**m*s
trims yg mw jwb


Udah ditanyain belum kejelasan status agan? Masih diperpanjang atau malah diangkat menjadi pegawai tetap.

Kalo yang ane tangkap dari cerita aganm berarti agan adalah pegawai PKWT dari suatu perusahaan penyedia jasa tenaga kerja/outsourcing, menurut aturan di UU No. 13 Taun 2003, Pasal 59 :
(1).....
(2).....
(3).....
(4).....
(5) Pengusaha yang bermaksud memperpanjang perjanjian kerja waktu tersebut, paling lama 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja waktu tertentu berakhir telah memberitahukan maksudnya secara tertulis kepada pekerja/buruh yang bersangkutan.
(6) Pembaruan perjanjian kerja waktu tertentu hanya dapat diadakan setelah melebihi masa tenggang waktu 30 (tiga puluh) hari berakhirnya perjanjian kerja waktu tertentu yang lama, pembaharuan perjanjian kerja waktu tertentu ini hanya boleh dilakukan 1 (satu) kali dan paling lama 2 (dua) tahun.
(7) Perjanjian kerja untuk waktu tertentu yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), ayat (2), ayat (4), ayat (5), dan ayat (6) maka demi hukum menjadi perjanjian kerja waktu tidak tertentu.
(8).....
Quote:Original Posted By minions90
gan...mau tanya
kan ane krja d outsorcing
trs kontrak ane 2 thn ud hbs bln juni kmrn...mslh utamanya ampe detik ini kontrak baru blm turun....wlaupun gaji + thr kmrn lncar...ane jg h2c gan

tar giliran ane ud krj trs g d gaji tau2 perusahaan g mw tw lantaran kontrak ane yg g jelas

nah yg bgtuan gmn gan dlm uu ketenaga kerjaan?
ane krj d sin**m*s
trims yg mw jwb


Gila lo ndro...Masa gitu tanya di sini,,ya tanya sama HRD tempat outsourcing lo lah...

ketentuan pembayaran gaji dan THR

halo gan,
ane mau nanya sedikit nih..
pertama apakah benar THR tidak akan dibayar di karenakan mengajukan surat pengunduran diri sebelum lebaran.. padahal kita sudah berkerja lebih dari tiga bulan..
kedua apakah gaji tidak akan dibayar karena kita tidak masuk 1 hari pada masa resign (1 bulan) karena di anggap tidak masuk lagi pada hari berikutnya..
Quote:Original Posted By aldo.sinner
halo gan,
ane mau nanya sedikit nih..
pertama apakah benar THR tidak akan dibayar di karenakan mengajukan surat pengunduran diri sebelum lebaran.. padahal kita sudah berkerja lebih dari tiga bulan..
kedua apakah gaji tidak akan dibayar karena kita tidak masuk 1 hari pada masa resign (1 bulan) karena di anggap tidak masuk lagi pada hari berikutnya..


Ketentuannya ada di Permenaker 04 taun 1994, di Pasal 6
(1) Pekerja yang putu hubungan kerjanya terhitung sejak waktu 30 hari sebelum jatuh tempo hari raya keagamaan, berhak atas THR.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku bagi pekerja dalam hubungan kerja untuk waktu tertentu yang hubungan kerjanya berakhir sebelum jatuh tempo hari raya keagamaan.
(3) .....

Liat ketentuan diatas, kalo agan udah karyawan tetap & mengundurkan diri setelah H-30, maka agan tetep berhak atas THR. Tapi kalo agan karyawan kontrak (PKWT), maka agan gak berhak atas THR.

Kalo untuk gak masuk pas 30 hari sebelum pengunduran diri, musti diliat dulu di PP/PKB perusahaan agan apakah hal tersebut diatur.
gan, ane mau nanya..

Apakah suatu PT boleh memperkerjakan tenaga kerja asing yang berasal dari perusahaan asing? jadi semacam outsourcing tapi perusahaan penyedianya itu perusahaan asing, si tenaga kerja asing ini tidak terdaftar sebagai karyawan di PT tersebut.
Quote:Original Posted By dedenmayaden
gan, ane mau nanya..

Apakah suatu PT boleh memperkerjakan tenaga kerja asing yang berasal dari perusahaan asing? jadi semacam outsourcing tapi perusahaan penyedianya itu perusahaan asing, si tenaga kerja asing ini tidak terdaftar sebagai karyawan di PT tersebut.


Yang ane tau, setiap perusahaan yang mo mempekerjakan TKA pertama bikin dulu Rencana Penggunaa Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang isinya :
- Alasan penggunaan TKA
- Jabatan TKA
- Jangka waktu penggunaan
- Penunjukan TKI pendamping

trus diajuin ke Menteri, kalo dah disetujui baru keluar Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Nah dari IMTA ini lah bisa diliat si TKA tersebut kerja untuk Perusahaan apa, jabatan apa & lokasi kerjanya dimana aja.
Secara otomatis TKA tersebut terdaftar sebagai tenaga kerja di perusahaan gan.

Selain dari itu ane kurang tau gan.

Contoh IMTA yang ane dapet di gugel :


jadi emang musti terdaftarnya.. thx gan atas replynya
Tanks, buat informasinya.