nice kang ane jadi ngerti nih pke bhs indo, tapi ada yg bhs jawa nya gk ?? soalnya suka di petel pake bhs jawa kalo d masjid

Quote:Original Posted By ulquiorrakyou
InsyaAllah gan,, tinggal 1 fasal lg,, cuma lg agak sibuk..
Klo jurumiyah monggo sama yg lbh ahli
hehehehehe



Ya semoga ts dan keluarganya selalu diberi kelapangan ilmu, rizki dan waktu oleh Alloh SWT...amien
trims pak ustad
ane trnyata butuh banyak siraman rohani


nice share
Quote:Original Posted By Ilhamvks
nice kang ane jadi ngerti nih pke bhs indo, tapi ada yg bhs jawa nya gk ?? soalnya suka di petel pake bhs jawa kalo d masjid



bahasa jawa ane g punya,,
adanya basa Sunda hehe

Quote:Original Posted By pyr13l



Ya semoga ts dan keluarganya selalu diberi kelapangan ilmu, rizki dan waktu oleh Alloh SWT...amien

Amin,,
makasih doanya gan

Quote:Original Posted By pakmandor1991
trims pak ustad
ane trnyata butuh banyak siraman rohani


nice share

Ane bukan ustadz gan,,
hanya mengamalkan ilmu yg sedikit..
semoga bermanfaat

Fasal 65 Sesuatu yang Masuk ke Dalam Tubuh yang tidak Membatalkan Puasa

فصل) الذي لا يفطِر مما يصل إلى الجوف سبعة أفراد: مايصل إلى الجوف بنسيان أو جھل، أو إكراة، وبجريان ريق بما بين أسنانه وقد عجز عن مجه لعذره، وما وصل إلى الجوف وكان غبار طريق، وما وصل إلية وكان غربلة دقيق، أوذبابا طائرا أو نحوه

Alladzii Laa Yufthiru Mimmaa Yashilu Ilaa Al-Jaufi Sab’atu Afrodin MaaYahilu Ilaa Al-Jaufi Binisyaanin, Au Jahlin, Au Ikroohin, Wa BijaryaaniRiiqin Bimaa Asnaanihi Wa Qod’ajaza ‘An Majjihi Li’udrihi, Wa maa Washola Ilaa Al-jaufi Wa Kaana Ghubaaro Thoriiqin, Wa Maa Washola Ilaihi Wa Kaana Ghurbalata Daqiiqin, Au Dzubaaban Thooiron Au Nahwahu.

Yang tidak membatalkan puasa sesudah sampai ke rongga mulut, ada 7 macam:
  1. Ketika kemasukkan sesuatu seperti makanan ke rongga mulut yang tidak disengaja
  2. Atau tidak tahu hukumnya
  3. Atau dipaksa orang lain
  4. Ketika kemasukkan sesuatu ke rongga mulut, sebab air liur yang mengalir diantara gigi-giginya, sedangkan ia tidak mungkin mengeluarkannya
  5. Ketika kemasukkan debu jalanan ke dalam rongga mulut
  6. Ketika kemasukkan sesuatu dari ayakan tepung ke dalam rongga mulut
  7. Ketika kemasukkan alat yang sedang terbang ke dalam rongga mulut.

ولله اعلم بالصواب نسأل لله الكريم بجاه نبيه الوسيم، أن يخرجني من الدنيا مسلما، ووالدي وأحبائي ومن إلي انتمي، وان يغفر لي ولھم مقحمات ولمما، وصلى لله على سيدنا محمد بن عبد لله بن عبد المطلب بن ھاشم بن عبد مناف أجمعين والحمد لله رب العالمين
تم بعون لله تعالى متن سفينة النجا


Alhamdulillah selesai
Wallahu ‘Alamu Bish-Showwab


Walaupun sudah "hatam",, bagi agan/aganwati yg mau share, bertanya monggo

trus mungkin ada ide buat kedepannya mau share apalagi
Alhamdulillah udah hatam

mari share ilmu yg lain
Lanjut gan
Simple dan berkesan threadnya

:sup
Quote:Original Posted By Mr.sarmento
Lanjut gan
Simple dan berkesan threadnya

:sup


Lanut aplg gan?
uda selesai,

agan2 yg mau sharing monggo..
klo ada pertanyaan jg monggo

======================================================

idnya..
makanan yg sering ane makan waktu spj ke P. Buru
Sarmento
Berhubung menterjemahkan kitab Safinah nya sudah selesai sampai fasal terakhir,,
maka untuk selanjutnya InsyaAllah saya akan share ilmu fiqih yg tdk terdapat pada kitab safinah, atau blm jelas..

jadi silakan pantengin thread ini

Sunah Fitrah (1)

Pengertian Sunah Fitrah

Sunah Fitrah adalah suatu tradisi yang apabila dilakukan akan menjadikan pelakunya sesuai dengan tabiat yang telah Allah tetapkan bagi para hambanya, yang telah dihimpun bagi mereka, Allah menimbulkan rasa cinta (mahabbah) terhadap hal-hal tadi di antara mereka, dan jika hal-hal tersebut dipenuhi akan menjadikan mereka memiliki sifat yang sempurna dan penampilan yang bagus.

Hal ini merupakan sunah para Nabi terdahulu dan telah disepakati oleh syariat-syariat terdahulu. Maka seakan-akan hal ini menjadi perkara yang jibiliyyah (manusiawi) yang telah menjadi tabi’at bagi mereka. (Lihat Shohih Fiqhis Sunah, I/97).

Faedah Mengerjakan Sunah Fitrah

Berdasarkan hasil penelitian pada Al Quran dan As Sunah, diketahui bahwa perkara ini akan mendatangkan maslahat bagi agama dan kehidupan seseorang, di antaranya adalah akan memperindah diri dan membersihkan badan baik secara keseluruhan maupun sebagiannya. (Lihat Shohih Fiqhis Sunah, I/97).

Ibnu Hajar rahimahullah berkata, bahwa sunah fitrah ini akan mendatangkan faedah diniyyah dan duniawiyyah, di antaranya, akan memperindah penampilan, membersihkan badan, menjaga kesucian, menyelisihi simbol orang kafir, dan melaksanakan perintah syariat. (Lihat Taisirul ‘Alam, 43).

Dalil Sunah Fitrah

Sebagian dari sunah fitrah ini dapat dilihat dari hadits-hadits berikut ini:
1. Hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ


“Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

2. Hadits dari ‘Aisyah radhiallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

عَشْرٌ مِنْ الْفِطْرَةِ قَصُّ الشَّارِبِ وَإِعْفَاءُ اللِّحْيَةِ وَالسِّوَاكُ وَاسْتِنْشَاقُ الْمَاءِ وَقَصُّ الْأَظْفَارِ وَغَسْلُ الْبَرَاجِمِ وَنَتْفُ الْإِبِطِ وَحَلْقُ الْعَانَةِ وَانْتِقَاصُ الْمَاءِ قَالَ زَكَرِيَّاءُ قَالَ مُصْعَبٌ وَنَسِيتُ الْعَاشِرَةَ إِلَّا أَنْ تَكُونَ الْمَضْمَضَةَ


“Ada sepuluh macam fitrah, yaitu memotong kumis, memelihara jenggot, bersiwak, istinsyaq (menghirup air ke dalam hidung,-pen), memotong kuku, membasuh persendian, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, istinja’ (cebok) dengan air.” Zakaria berkata bahwa Mu’shob berkata, “Aku lupa yang kesepuluh, aku merasa yang kesepuluh adalah berkumur.” (HR. Muslim no. 261, Abu Daud no. 52, At Tirmidzi no. 2906, An Nasai 8/152, Ibnu Majah no. 293)

Di antara sunah fitrah tersebut adalah:
  1. Khitan
  2. Istinja’ (cebok) dengan air
  3. Bersiwak
  4. Memotong kuku
  5. Memotong kumis
  6. Memelihara jenggot
  7. Mencukur bulu kemaluan
  8. Mencabut bulu ketiak
  9. Membasuh persendian (barojim) yaitu tempat melekatnya kotoran seperti sela-sela jari, ketiak, telinga, dll.
  10. Berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), juga termasuk istintsar (mengeluarkan air dari dalam hidung)


Dari artikel 'Berhiaslah Dengan Sunah-Sunah Fitrah (1) — Muslim.Or.Id'

Sunah Fitrah (2) - Khitan

Khitan bagi laki-laki adalah memotong kulit yang menutup ujung penis, sementara khitan bagi wanita adalah mengambil sedikit daging di ujung klitoris. Tujuannya adalah untuk menjaga agar di sana tidak terkumpul kotoran, juga agar leluasa untuk kencing, dan supaya tidak mengurangi kenikmatan dalam bersenggama. (Fiqh Sunah, 1/37).

Dalil

اخْتَتَنَ إِبْرَاهِيمُ بَعْدَ ثَمَانِينَ سَنَةً وَاخْتَتَنَ بِالْقَدُومِ

“Ibrahim berkhitan setelah mencapai usia 80 tahun, dan beliau berkhitan dengan Al Qodun” (HR. Bukhari)

فَاتَّبِعُوا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا

“Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus.”(Ali Imran: 95). Dengan berkhitan berarti kita meneladani Ibrahim alaihis salam.

Hukum Khitan

• Wajib bagi laki-laki dan perempuan (Imam Syafi’i dan Ahmad)
• Sunah bagi laki-laki dan perempuan (Abu Hanifah dan Malik)
• Wajib bagi laki-laki dan sunah bagi perempuan (Shohih Fiqh Sunah, I/98)

- Wajibnya Khitan Bagi Laki-Laki
Dalil yang menunjukkan tentang wajibnya khitan bagi laki-laki adalah:

1). Hal ini merupakan ajaran dari Nabi terdahulu yaitu Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan kita diperintahkan untuk mengikutinya. Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Ibrahim -Al Kholil- berkhitan setelah mencapai usia 80 tahun, dan beliau berkhitan dengan kampak.” (HR. Bukhari)

Allah Ta’ala berfirman,
ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

“Kemudian kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.” (An Nahl: 123)

2). Nabi memerintah laki-laki yang baru masuk Islam dengan sabdanya
أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ

“Hilangkanlah rambut kekafiran yang ada padamu dan berkhitanlah.” (HR. Abu Daud dan Baihaqi, dan dihasankan oleh Al Albani). Hal ini menunjukkan bahwa khitan adalah wajib.

3). Khitan merupakan pembeda antara kaum muslim dan Nasrani. Sampai-sampai tatkala di medan pertempuran umat Islam mengenal orang-orang muslim yang terbunuh dengan khitan. Kaum muslimin, bangsa Arab sebelum Islam, dan kaum Yahudi dikhitan, sedangkan kaum Nasrani tidak demikian. Karena khitan sebagai pembeda, maka perkara ini adalah wajib.
4). Menghilangkan sesuatu dari tubuh tidaklah diperbolehkan. Dan baru diperbolehkan tatkala perkara itu adalah wajib. (Lihat Shohih Fiqh Sunah, I /99 dan Asy Syarhul Mumthi’, I/110).

- Khitan Tetap Disyariatkan Bagi Perempuan
Adapun untuk perempuan, khitan tetap disyariatkan. Dalilnya adalah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Apabila bertemu dua khitan, maka wajib mandi.” (HR. Ibnu Majah, shahih). Hadits ini menunjukkan bahwa perempuan juga dikhitan. Adapun hadits-hadits yang mewajibkan khitan, di dalamnya tidaklah lepas dari pembicaraan, ada yang dianggap dha’if (lemah) dan munkar. Namun hadits-hadits tersebut dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah.

Jika hadits ini dha’if, maka khitan tetap wajib bagi perempuan sebagaimana diwajibkan bagi laki-laki, karena pada asalnya hukum untuk laki-laki juga berlaku untuk perempuan kecuali terdapat dalil yang membedakannya dan dalam hal ini tidak terdapat dalil pembeda. Namun terdapat pendapat lain yang mengatakan bahwa khitan bagi perempuan adalah sunah (dianjurkan) sebagai bentuk pemuliaan terhadap mereka.

Pendapat ini sebagaimana yang dipilih oleh Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rahimahullah dalam kitabnya Asy Syarhul Mumthi’. Beliau mengatakan, “Terdapat perbedaan hukum khitan antara laki-laki dan perempuan. Khitan pada laki-laki terdapat suatu maslahat di dalamnya karena hal ini akan berkaitan dengan syarat sah shalat yaitu thoharoh (bersuci). Jika kulit pada kemaluan yang akan dikhitan tersebut dibiarkan, kencing yang keluar dari lubang ujung kemaluan akan ada yang tersisa dan berkumpul pada tempat tersebut. Hal ini dapat menyebabkan rasa sakit/pedih tatkala bergerak dan jika dipencet/ditekan sedikit akan menyebabkan kencing tersebut keluar sehingga pakaian dapat menjadi najis. Adapun untuk perempuan, tujuan khitan adalah untuk mengurangi syahwatnya. Dan ini adalah suatu bentuk kesempurnaan dan bukanlah dalam rangka untuk menghilangkan gangguan.” (Lihat Shohih Fiqh Sunah, I/99-100 dan Asy Syarhul Mumthi’, I/110).

Kesimpulan: Ada perbedaan pendapat tentang hukum khitan bagi perempuan. Minimal hukum khitan bagi perempuan adalah sunah (dianjurkan) dan yang paling baik adalah melakukannya dengan tujuan sebagaimana perkataan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin di atas yaitu untuk mengurangi syahwatnya.

Waktu Khitan

Hadits dari Jabir radhiallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqah Hasan dan Husain dan mengkhitan mereka berdua pada hari ketujuh (setelah kelahiran,-pen).” (HR. Ath Thabrani dalam Ash Shogir)

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma mengatakan, “Ada tujuh sunah bagi bayi pada hari ketujuh, yaitu: pemberian nama, khitan,…” (HR. Ath Thabrani dalam Al Ausath)

Kedua hadits ini memiliki kelemahan, namun saling menguatkan satu dan lainnya. Jalur keduanya berbeda dan tidak ada perawi yang tertuduh berdusta di dalamnya. (Lihat Tamamul Minnah, 1/68).
Adapun batas maksimal usia khitan adalah sebelum baligh. Sebagaimana perkataan Ibnul Qoyyim: “Orang tua tidak boleh membiarkan anaknya tanpa dikhitan hingga usia baligh.” (Lihat Tamamul Minnah, 1/69).

Sangat baik sekali jika khitan dilakukan ketika anak masih kecil agar luka bekas khitan cepat sembuh dan agar anak dapat berkembang dengan sempurna. (Lihat Al Mulakkhos Al Fiqh, 37). Selain itu, khitan pada waktu kecil akan lebih menjaga aurat, dibanding jika dilakukan ketika sudah besar.

Dari artikel 'Berhiaslah Dengan Sunah-Sunah Fitrah (1) — Muslim.Or.Id'

Perayaan Khitan

Tidak ada hadits shahih yang menganjurkan perayaan dalam rangka khitan, tidak pula terdapat atsar dari perbuatan para sahabat yang melakukan itu, jadi perayaan khitan tidak memiliki dasar dalam syariat yang suci. Adapun berbahagia dengan momentum khitan maka ia termasuk perkara yang disyariatkan, dan tidak mengapa membuat makanan sekedarnya sebagai wujud syukur kepada Allah.

Dalam fatwa al-Lajnah ad-Daimah nomor 2392 pertanyaan pertama, “Apa hukum menari, merayakan dan berbahagia dalam rangka khitan?”

Jawab, Adapun menari dan merayakan maka kami tidak mengetahui dasarnya dalam syariat yang suci, adapun berbahagia dengan khitan maka ia disyariatkan karena khitan termasuk perkara-perkara yang disyariatkan, Allah Ta’ala telah berfirman,

قُلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَلِكَ فَلْيَفْرَحُوا

“Katakanlah, ‘Dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaknya dengan itu mereka bergembira.” (Yunus: 58). Khitan termasuk karunia dan rahmat Allah, dan tidak mengapa membuat makanan dalam rangka ini sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas hal itu. Selesai.


Bagaimana dengan seseorang yang masuk Islam dalam usia dewasa dan khitan berat atasnya, apakah dia harus berkhitan atau khitan gugur darinya?

Pertanyaan ini dijawab oleh al-Lajnah ad-Daimah, segala puji bagi Allah semata, shalawat dan salam kepada rasulNya, keluarga dan para sahabatnya, jika khitan berat atasnya setelah dia masuk Islam karena usianya yang tua maka ia gugur darinya, dia tidak dibebani berkhitan, karena dikhawatirkan hal itu menjadi sebab penolakannya untuk masuk Islam.

Dari artikel Khitan - http://www.alsofwah.or.id
gan klo menurut mazhab syafi'i.. mengecat rambut jadi berwarna selain hitam dan mengecat kuku hukumnya apa?
menghalangi air wudhu dan mengurangi sahnya shalat ga?
gimana juga hukumnya klo mengecat rambut beruban jadi hitam?
mohon jawaban, karena banyak kontroversi yg saya temukan..
TQ
Quote:Original Posted By KatsumiHikari
gan klo menurut mazhab syafi'i.. mengecat rambut jadi berwarna selain hitam dan mengecat kuku hukumnya apa?
menghalangi air wudhu dan mengurangi sahnya shalat ga?
gimana juga hukumnya klo mengecat rambut beruban jadi hitam?
mohon jawaban, karena banyak kontroversi yg saya temukan..
TQ


Untuk menyemir rambut boleh gan, ini dalilnya
[RIGHT]
إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُمْ
[/RIGHT]


“Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari dan Muslim)

Bahan yang baik digunakan:

إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبَ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ

“Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Klo menyemir uban dengan warna hitam setau ane dari guru ngaji ane g boleh gan..

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim). Ulama besar Syafi’iyah, An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Dianjurkannya menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan menggunakan warna hitam”.

====================================================
mengenai memakai kutek,,

ane pernah denger keterangan:
mewarnai kuku diperbolehkan, asal dengan niat yg baik..
dan pastikan menggunakan bahan yg tdk menghalangi masuknya air ke kuku..

demikian gan

Tentang Mandi Junub/Mandi Wajib

Kapan seorang muslim harus mandi?

[1] Setelah melakukan hubungan suami istri, walaupun tidak mengeluarkan.
Firman Allah, “Dan jika kamu junub maka mandilah.” (Al-Maidah: 6).

Imam asy-Syafi'i berkata, “Dalam bahasa Arab seseorang dianggap junub jika dia melakukan hubungan suami istri walaupun tidak mengeluarkan.”

Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bersabda,

إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا الأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ الغُسْلُ. متفق عليه، وَزَادَ مُسْلِم وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ .

Jika suami duduk di antara empat cabangnya kemudian dia menggerakkannya maka telah wajib mandi.” (Muttafaq alaihi). Muslim menambahkan, “Walaupun tidak mengeluarkan.”

[2] Setelah mengeluarkan air mani, bisa melalui mimpi atau persentuhan kulit dengan istri atau karena sebab-sebab yang lain.

Dari Ummu Salamah bahwa Ummu Sulaim istri Abu Thalhah berkata, “Ya Rasulullah, sesungguhnya Allah tidak malu dari kebenaran, apakah wanita wajib mandi jika dia bermimpi?” Nabi shallallohu 'alaihi wasallam menjawab, “Ya, jika dia mendapatkan air.” (Muttafaq alaihi).

Muslim menambahkan, Ummu Salamah berkata, “Mungkinkah itu?” Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam menjawab, “Kalau tidak maka dari mana kemiripan?

[3] Setelah haid dan nifas

Firman Allah,

وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّى يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّهُ

Dan janganlah kamu mendekati mereka sebelum mereka suci, apabila mereka telah bersuci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu.” (Al-Baqarah: 222).

Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bersabda kepada Fatimah binti Abu Hubaisy,


إِذَا أَقْبَلَتْ الحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْتَسِلِى وَصَلىِّ


Jika haidmu datang maka tinggalkanlah shalat, jika ia berlalu maka mandilah dan shalatlah.” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Pantangan orang junub

1) Shalat.
2) Thawaf.
3) Menyentuh mushaf dan membawanya, ini bukan kesepakatan.
4) Membaca al-Qur`an, Ali bin Abu Thalib berkata, “Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam membacakan al-Qur`an kepada kami selama beliau tidak junub.” (HR. Ashab as-Sunan dan Ahmad, dishahihkan oleh at-Tirmidzi). Ini bukan kesepakatan.
5) Berdiam di masjid.

Firman Allah,

وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّى تَغْتَسِلُوا

Jangan pula hampiri masjid sedang kamu dalam keadaan junub, kecuali sekedar berlalu saja, sehingga kamu mandi” (An-Nisaa : 43).

Tata cara mandi

Aisyah berkata, “Apabila Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam mandi junub, beliau memulai dengan membasuh kedua tangannya, kemudian beliau menuangkan dengan tangan kanannya ke tangan kirinya lalu beliau membasuh kelaminnya, kemudian beliau berwudhu, kemudian beliau mengambil air lalu memasukkan jari-jarinya ke dasar rambut, kemudian beliau menuangkan air ke kepala tiga kali, kemudian beliau mengguyurkan air ke seluruh tubuh, kemudian beliau membasuh kedua kakinya.” (Muttafaq alaihi).

Dari hadits ini kita mengetahui mandi Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam.

1) Membasuh kedua tangan, karena keduanya merupakan alat.
2) Membersihkan kelamin dengan tangan kiri.
3) Berwudhu sempurna, atau berwudhu kecuali membasuh kedua kaki, yang terakhir ini bisa diakhirkan, berdasarkan hadits Maemunah tentang mandi Nabi shallallohu 'alaihi wasallam yang menyebutkan wudhu kecuali membasuh kedua kaki, lalu dia berkata, “Kemudian beliau menyingkir dari tempatnya lalu membasuh kedua kakinya.”
4) Meratakan air ke kulit kepala.
5) Mengguyur kepala dengan air tiga kali.
6) Meratakan air ke seluruh tubuh.

Mandi ini berlaku untuk laki-laki dan wanita, kecuali wanita selesai haid atau nifas, disunnahkan baginya setelah mandi mengambil kapas yang dibasahi dengan wewangian untuk membersihkan noda-noda darah.

Rasulullah shallallohu 'alaihi wasallam bersabda kepada Asma` binti Yazid, “…Kemudian mengambil kapas yang ditetesi minyak wangi dan membersihkan diri dengannya.” Dia berkata, “Bagaimana membersihkan diri dengannya?” Nabi shallallohu 'alaihi wasallam bersabda, “Subhanallah, bersihkanlah dirimu dengannya.” Aisyah berkata, sepertinya dia tidak mengerti, maka aku berbisik kepadanya, “Bersihkanlah bekas-bekas darah” (HR. al-Bukhari dan Muslim).
Quote:Original Posted By ulquiorrakyou


Untuk menyemir rambut boleh gan, ini dalilnya
[RIGHT]
إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُمْ
[/RIGHT]


“Sesungguhnya orang-orang Yahudi dan Nashrani tidak menyemir uban mereka, maka selisilah mereka.” (Muttafaqun ‘alaihi, HR. Bukhari dan Muslim)

Bahan yang baik digunakan:

إِنَّ أَحْسَنَ مَا غَيَّرْتُمْ بِهِ الشَّيْبَ الْحِنَّاءُ وَالْكَتَمُ

“Sesungguhnya bahan yang terbaik yang kalian gunakan untuk menyemir uban adalah hinna’ (pacar) dan katm (inai).” (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan An Nasa’i. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Klo menyemir uban dengan warna hitam setau ane dari guru ngaji ane g boleh gan..

غَيِّرُوا هَذَا بِشَيْءٍ وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ

“Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim). Ulama besar Syafi’iyah, An Nawawi membawakan hadits ini dalam Bab “Dianjurkannya menyemir uban dengan shofroh (warna kuning), hamroh (warna merah) dan diharamkan menggunakan warna hitam”.

====================================================
mengenai memakai kutek,,

ane pernah denger keterangan:
mewarnai kuku diperbolehkan, asal dengan niat yg baik..
dan pastikan menggunakan bahan yg tdk menghalangi masuknya air ke kuku..

demikian gan

** gimana kalau rambut yg merah terkena sinar matahari di cat jadi hitam gan?..

** untuk cat kuku, sepertinya selain pacar, semua cat kuku zaman sekarang itu sifatnya waterproof / tidak tembus air, itu artinya ga diperbolehkan ya?..

** bicara soal waterproof, sekarang kan banyak make up yg sifatnya waterproof, misalnya maskara, yg benar2 menutupi bulu mata dan tidak luntur terkena air, menurut agan ini diperbolehkan ga / mengurangi sahnya wudhu dan shalat ga, jika kita ga menghapusnya saat wudhu?..

TQ
Quote:Original Posted By KatsumiHikari

** gimana kalau rambut yg merah terkena sinar matahari di cat jadi hitam gan?..

** untuk cat kuku, sepertinya selain pacar, semua cat kuku zaman sekarang itu sifatnya waterproof / tidak tembus air, itu artinya ga diperbolehkan ya?..

** bicara soal waterproof, sekarang kan banyak make up yg sifatnya waterproof, misalnya maskara, yg benar2 menutupi bulu mata dan tidak luntur terkena air, menurut agan ini diperbolehkan ga / mengurangi sahnya wudhu dan shalat ga, jika kita ga menghapusnya saat wudhu?..

TQ


1. seperti hadist Rasulullah SAW “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim).
maka apabila mau mewarnai rambut jangan dengan warna hitam. Ane jg pernah denger dr Guru ngaji ane klo ngecat rambut pake warna hitam itu haram.

2. Betul, karena apabila ada yang menghalangi masuknya air ke anggota wudlu maka wudlu nya tidak sah. Meerujuk kesini point ke-5

3. Sama seperti pada nomor 2, apabila ada yang menghalangi masuknya air ke anggota wudlu maka wudlu nya tidak sah. Jadi saya sarankan apabila menggunakan kosmetik yg waterproof maka sebaiknya dibersihkan terlebih dahul baru wudlu

semoga jawabannya memuaskan
jadi kayak kitab Safinah digital ya gan.
Sepi amir padahal belajar fiqih sangat penting apalagi saat bulan Suci saat ini supaya kagak kecampur hukum-hukum syari’at dari berbagai mazhab
Quote:Original Posted By GGCsuperion
jadi kayak kitab Safinah digital ya gan.
Sepi amir padahal belajar fiqih sangat penting apalagi saat bulan Suci saat ini supaya kagak kecampur hukum-hukum syari’at dari berbagai mazhab


Ane hanya sharing gan,,
mau rame atau sepi yg penting bermanfaat


Yups Ilmu Fiqih merupakan salah satu ilmu yg wajib dipelajari umat Islam,,
jd mari belajar bersama
makasih atas jawabannya gan