KASKUS

Menikah Dengan Entitas

Menikah Dengan Entitas


Banyak wacana unik dan menarik dalam khazanah supranatural saat ini, kontroversial dan membuat dahi kita mengkerut. Di sisi lain wacana itu dipercayai banyak orang,

Banyak yang menilai supranatural itu misterius……….sedikit orang yang mampu menyingkap tabir misteri supranatural, mengetahui perbedaan supranatural dan mistis juga membuktikan kebenarannya.

Namun, kembali pada HAM, setiap orang berhak mempercayai dan setiap orang pun berhak untuk tak mempercayainya.

Salah satu wacana yang menarik dan hingga saat ini menjadi kontroversi adalah menikah dengan entitas. Istilah umum yang populer adalah menikah dengan makhluk halus / jin / siluman. Apapun versi penyebutannya, kita sederhanakan pengistilahan makhluk astral, makhluk halus, atau jin menjadi entitas.

Apa memang ada dan bisa seorang manusia menikah dengan entitas?

Silahkan menarik kesimpulan jawaban sendiri melalui pembabaran di bawah ini, mengingat masing-masing orang berbeda persepsi dan pandangan.

Konon, menurut cerita mistis, orang-orang melakukan pernikahan dengan entitas dengan tujuan agar dirinya sakti atau untuk tujuan kemakmuran alias kekayaan.

Dalam sebuah versi mistis klasik di negeri ini, menikah dengan entitas diasosiakan dengan pesugihan. Konon, bila seseorang ingin terbantu kekayaannya bisa melalui menikah dengan entitas tertentu.

Sering kita mendengar ada seseorang yang menikah dengan entitas, bahkan mempunyai anak hasil pernikahannya dengan entitas. Sebagian orang meyakini kebenarannya, sebagian lagi menyanggah kebenarannya.

Yang menjadi pertanyaan, dan patut ditelisik kembali, bagaimana bisa dua makhluk yang berlainan dimensi, berlainan unsur materialnya dapat bersatu (kimpoi) dan melahirkan anak?

Ada anggapan manusia berasal dari tanah dan entitas merupakan makhluk dengan unsur api (ether api). Apa mungkin tanah dan api dapat menyatu?

Bila mengacu pada ilmu kimia, jika unsur tanah dan unsur api menyatu, bagaimana unsur turunannya?

Mari kita menelisik lebih dalam.

Logikanya, kelahiran anak manusia diawali proses seksual antara dua manusia berlawanan jenis kelamin. Sperma manusia laki-laki bertemu dengan sel telur manusia perempuan pada proses pembuahan di dalam rahim manusia perempuan, itu yang menjadi cikal bakal manusia baru (embrio).

Lalu dalam perkimpoian silang, yang berbeda unsur, apakah mungkin dua benih dari unsur berlainan dapat menyatu menjadi cikal bakal anak?

Apa bisa sperma manusia membuahi sel telur entitas, atau sebaliknya?

Bagaimana bisa, misalnya dalam proses seksual (persenggamaan) tubuh fisik manusia yang kasar bersentuhan dengan tubuh astral entitas yang halus. Atau jangan kelewat jauh, sebelum menelisik kembali pernikahan dengan entitas, mengenai pernikahan beda makhluk atau beda jenis, kita bayangkan bagaimana bila seorang manusia menikah dengan binatang?

Jikapun mungkin ada beberapa manusia yang kimpoi dengan binatang, apa kita pernah menemukan seperti apa dan bagaimana anak hasil dari pernikahan itu?

Proses persetubuhan manusia dan hewan secara fisik sangat bisa terjadi, tapi hasilnya kita belum menemukan anak hasil pernikahan itu. Dari kacamata kemanusiaan, pernikahan seperti itu dalam konteks norma manapun pasti dianggap sebagai penyimpangan.

Pernikahan diinterpretasikan sebagai komitmen ikatan fisik dan nonfisik (emosional) sepasang manusia berlainan jenis. Pernikahan itu dinyatakan sah jika melalui tata cara tertentu dan dilegalkan oleh lembaga dan institusi yang berwenang.


Fenomena Bunian dan Anak Blesteran Entitas

Dalam sebuah versi, Bunian adalah sejenis makhluk halus yang bentuknya menyerupai manusia dan tinggal di tempat-tempat sepi yang sangat jarang dijamah manusia. Kisah mistis bunian ini terkenal di beberapa daerah di nusantara. Pendapat lain mengatakan bahwa bunian adalah sebutan sebuah kampung misterius yang dihuni oleh makhluk-makhluk halus. Versi lain berpendapat, bunian dianggap sebagai makhluk blasteran manusia dan makhluk halus. Bentuk fisik bunian ini hampir mirip manusia, perbedaannya dari ukuran fisik bertubuh kecil, berbulu lebat dan berkaki terbalik.

Beberapa orang yang melakukan penelitian menyimpulkan bahwa bunian ini adalah komunitas manusia hutan, karena dari informasi yang dihimpun banyak menggambarkan ciri-ciri fisik bunian ini seperti manusia; bertubuh kecil dan berbulu abu-abu hinga coklat. Bunian diklasifikasikan sebagai makhluk bagian yang hilang dari rantai evolusi manusia kera, mereka menyebutnya “kera misterius”. Hingga kini, berbagai penelitian untuk membuktikan eksistensi keberadaan bunian belum membuahkan hasil yang dapat dijadikan bukti otentik dan referensi mengenai bunian.

Ini mistis, bagaimana dengan para ilmuwan supranatural?

Tentu meneliti dengan teknologi dan tentunya mencari dimensi bunian menggunakan kemampuan Astral Traveller seraya berdoa. Inilah bentuk supranatural yang sebenarnya, supranatural adalah Ancient Science yang merupakan bagian dari hokum 3 usaha.

Selain fenomena bunian, banyak yang menganggap pernikahanan dengan entitas itu ada dan menghasilkan anak blasteran. Pernikahan manusia dengan entitas kemungkinan menghasilkan anak blesteran dengan kombinasi fisik dan sifat berbeda-beda. Konon, bila ayahnya manusia dan ibunya entitas, hasil pernikahan itu membuahkan anak entitas yang memiliki bentuk dan sifat layaknya manusia namun ia tidak terlihat manusia lain, yang dapat melihatnya hanya orang tua dan sebagian orang-orang tertentu saja. Konon juga jika ibunya manusia dan ayahnya entitas, anak hasil perkawianan itu berwujud manusia yang bisa dilihat namun memiliki perbedaan mencolok dibanding anak manusia murni lain. Perbedaan itu bisa dari segi fisik, seperti distorsi bentuk tubuh yang berbeda dengan manusia murni normal, dari sifat dan mental pun sedikit berbeda, cenderung seperti memiliki keterbelakangan mental, bahkan condong disamakan dengan abnormal.

Selama kajiannya menggunakan kata “konon” maka itu belum terbukti kebenarannya.

Yang sempat heboh dan kontroversial di pertengahan bulan Mei pada tahun ini, seseorang bernama Wagimin muncul di salah satu program acara televisi swasta nasional, ia mengaku blasteran genderuwo yang terlahir dari ibu manusia dan bapak genderuwo. Sebagian mempercayai dan sebagian meragukan kebenarannya. Benar tidaknya mungkin patut dipertanyakan dan diuji kebenarannya.

Apakah ada yang dapat menguji dan menentukan seseorang itu blasteran dari entitas atau tidak. Misalnya melalui pengujian DNA? Hal itu juga perlu dipertanyakan dan patut diuji kebenarannya, dalam hal ini bila ada yang mengaku anak hasil perkimpoian manusia dan entitas.

Sang Makrokosmos telah menentukan makhluk itu berpasang-pasangan sesuai dengan ras dan golongannya. Jika ada makhluk yang menjalin pernikahan dengan makhluk berbeda, itu adalah bentuk penyimpangan. Efek dari penyimpangan ini berhubungan dengan habitat, sifat dan kebiasan yang akan menimbulkan bentrokan bagi keseimbangan kosmos.

Hukum semestanya, spirit menikah dengan spirit lain dalam satu ras di dalam satu dimensinya. Manusia menikah dengan manusia lain di dimensi ketiga (Buana Panca Tengah / Midgard)

Kalau ada yang mengaku ia menikah dengan entitas, yang perlu dipertanyakan adalah bentuk pernikahan itu seperti apa, dimana dan siapa yang menikahkannya?

Lalu, dari aspek mana pernikahan itu dinilai sah?

Kalau mengacu pada kemungkinan, seseorang menikah dengan entitas tanpa ada saksi yang membenarkan pernikahan itu terjadi, itu mungkin bisa dikatakan hanya sensasi imajinatif.

Dan kalaupun seseorang mengaku telah menikah dan bisa bersetubuh dengan entitas, bagaimana dan seperti apa persetubuhan itu. Apakah melibatkan sensasi yang terasa oleh fisik sebagaimana sensasi seksual dua manusia murni?

Atau hanya melibatkan sensasi perasaan saja?

Jika ada yang mengaku persetubuhan itu terjadi di dimensi astral, dimensi entitas, hal itu pun perlu dipertanyakan : “Apakah sudah cukup minum air?”

Apakah wujud fisik kasar manusia bisa masuk ke dimensi astral?

Silahkan menarik kesimpulan dari sharing ini.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca sharing ini.
Semoga mencerahkan.



Salam hangat,





Luthfi ‘Vei’ Kosimsaputra
[Chairman & Lead Supranatural Scientist of MASAGI Fraternity]

Lelaku Relijius Berhadiah “Door Prize” Supranatural

Lelaku Relijius Berhadiah “Door Prize” Supranatural


Efek Supranatural dari Aktivitas Relijius (Spiritual)

Ketika seseorang berada dalam fase relijius, bahkan mendekati gerbang transenden, sesungguhnya banyak efek positif yang terjadi, baik terasa secara langsung atau tak langsung. Contoh kecil, efek positif yang dapat dirasakan pribadi dan terlihat oleh orang lain pada seseorang yang sering beraktivitas relijius, air muka yang terpancar lebih tenang, damai, bahagia dan nyaman.
Sering kita jumpai seseorang yang “taste” relijiusnya kental, seperti sosok Kyai, Ustadz, Romo, Bikhu, Pandita, baik ia dalam kondisi susah ataupun senang, raut-raut wajahnya begitu memperlihatkan kebahagiaan dan kesahajaan. Berbanding terbalik, ketika kita menjumpai seseorang yang kehidupannya jauh dari nuansa relijus, walau ia dalam kondisi bahagia, tapi air muka yang terpancar meski menampakkan kekusutan, tidak secerah mereka yang relijius.

Dalam kontek relijius, jelaslah bila seseorang terlibat dalam aktivitas relijius, berupa peribadatan-peribadatannya, “deposito” pahala alias karma baik seseorang akan terus bertambah. Sedangkan pengaruh positif yang sangat terasa adalah efek yang berhubungan dengan rohani atau bathin. Dimana kondisi bathiniah seseorang terkadang memantul pada wajahnya, “wajah adalah cerminan hati”.

Ditinjau dari tataran spiritual, efek positif yang timbul dari aktivitas relijius membuat hati menjadi tenang dan nyaman, ini sangat berhubungan dengan rohani. Kondisi rohani yang baik ini membuat seseorang terlihat sehat bugar dan berbahagia. Kondisi itu juga yang menimbulkan ketenangan hati dan kemapanan batin yang semakin menajamkan keyakinan, keberanian, dan keteguhan dalam menyikapi apapun situasi kehidupannya.

Sedangkan dalam kaca mata supranatural, efek positif yang tecetus ketika seseorang dalam fase relijius salah satunya adalah kultivasi energi. Energi yang ada, merupakan energi metafisik dan energi tenaga dalam. Banyak yang tak mengetahui dan menyadari, pada fase relijius misalnya ketika berdzikir, wirid, misa atau kebaktian, japa mantra, secara tak langsung kombinasi fokus pada Sang Makrokosmos dan pola pernafasan yang terjadi itu merupakan mekanisme kultivasi dan konvergensi energi. Pola pengaturan pernafasan didominasi alam bawah sadar, membuka jalur-jalur energi di dalam tubuh untuk mengakses chanel penyerapan energi kosmos, energi inilah yang sering identik dengan energi metafisik. Sedangkan energi tenaga dalam muncul ketika pola pernafasan itu mengkompresi campuran udara dengan bibit-bibit bio energi dalam tubuh sehingga menghasilkan energi tenaga dalam pada kadar tertentu. Kadar power energi tenaga dalam pada aktivitas relijius ini berbeda dengan kadar yang dihasilkan melalui proses latihan secara disengaja. Kadarnya bisa lebih atau bisa kurang dibanding dengan energy yang dihasilkan melalui proses latihan olah tenaga dalam.

Bersinggungan dengan transendensi, yang seringkali diasosiasikan atau diidentikan dengan hal-hal relijius, sebut saja keimanan. Dimana orang-orang yang intensitas relijiusnya tinggi sering mendapat gelar sebagai seorang saleh. Sebagai akibat dari kesalehannya, insan-insan yang saleh ini tidak hanya disukai oleh orang-orang alias manusia lain, tapi juga ia disukai dan dihormati makhluk lain seperti binatang pun segan, bahkan makhluk dimensi astral pun menyukainya. Hal tersebut menjadi salah satu barometer dimana sejak zaman dahulu orang-orang saleh sengaja atau tidak sengaja dikenal mengkeep entitas, entah itu dari hirarki spirit, omnipresent immortal entity ataupun archon dengan penyebutan yang berbeda-beda di setiap jamannya.

Entitas keeping yang secara tak disengaja seperti itu dikenal dengan istilah liked by entity alias kaancikan. Entitas sendiri yang berinisiatif mau ikut kepada seseorang tanpa diminta. Entitas mengancik pada seseorang yang saleh lebih karena entitas merasa sangat bangga bisa membantu orang saleh itu. Seperti halnya kita sebagai manusia akan merasa bangga dan senang hati bila berdekatan atau membantu seseorang yang saleh, begitupun dengan entitas.


Door Prize Supranatural

Ketika seorang muslim saleh mendawamkan alias merutinkan beraktivitas relijius semacam; berdoa-doa tertentu, kalam-kalam ilahi, sholawat, wirid asmaul husna, selain menghasilkan tabungan pahala, ternyata ada entitas tertentu yang menyenanginya. Pada suatu fenomena yang secara tak sengaja, bisa saja ketika seseorang itu sedang mendawamkan aktivitas relijiusnya, secara tak disengaja ada entitas yang kebetulan lewat, entitas itu simpati pada seseorang itu dan tiba-tiba ingin mengancik. Dan ada pula, saat seseorang tengah beraktivitas relijius, dalam intensitas dan kualitas tertentu, efeknya bisa membuka dimensi portal, menarik simpati OIE bahkan menarik spirit dari dimensi astral asalnya lalu mendatangkannya di sekitar seseorang itu, dan langsung terbonding secara tak sengaja & tak diniatkan sebelumnya.

Dalam khasanah Supranatural Arabic Magick, ada bacaan atau doa tertentu yang secara sengaja atau tak sengaja dapat menarik entitas, bacaan ini dikenal dengan istilah “Hizib”, seperti yang cukup populer; Hizib Maghribi, Hizib Ismul Adhom, Hizib Ghozali dan lain-lainnya. Hizib yang dibaca secara sengaja dengan tujuan mendatangkan entitas atau memanfaatkan benefit suatu entitas ini bisa dikatagorikan ke dalam salah satu fase proses summoning. Entitas yang secara tak sengaja hadir karena tertarik oleh suatu amalan relijius seseorang, bisa saja langsung “mengabdi” atau bisa juga ia datang sekedar memberikan “hadiah” karena entitas simpati pada seseorang itu. Salah satunya bentuk hadiah ini adalah entitas memberikan “blessing” energy.

Walaupun seseorang ketika mendawamkan amalan relijius itu tak berniat untuk tujuan supranatural semacam kultivasi energi, dan ia hanya berniat menabung ganjaran pahala saja, tapi banyak yang secara tak sengaja menimbulkan efek supranatural di luar niat awalnya. Misalnya, ketika seorang muslim banyak mendawamkan Ayat Kursiy, baik itu dengan kadar keikhlasannya hanya mengharap pahala atau pun niat awalnya ditujukan untuk sebuah hajat tertentu yang di luar supranatural, bisa saja entitas seperti OIE Malik Kandiyas, hadir dan secara tak sengaja terbonding, lalu selanjutnya entitas itu memutuskan untuk menaungi alias dikeep seseorang itu.

Hal seperti itu, juga berlaku manakala seorang nasrani saleh yang rutin misa atau kebaktian, pada suatu ketika ia membaca sebuah doa, misalnya amsal, selain menghasilkan pahala, secara tak sengaja ada juga entitas yang ketarik, terpesona dan simpatik, entitas itu seperti spirit Protector Angelic. Atau pula, bisa berlaku pada seorang saleh ketika merapal japa mantra, dengan kualitas tertentu, ada entitas seperti Archon Yamantaka yang tertarik dan lalu berinisiatif untuk membantu mengasisst seseorang itu.

Ketertarikan entitas pada seseorang yang sedang beraktivitas relijius seringkali terjadi tidak sembarangan, itu bergantung pada kuantitas serta kualitas pendawaman suatau amalan relijus itu. Jika intensitas dan kualitas aktivitas relijiusnya lemah, misalnya ibadahnya saja sering angin-anginan, atau tingkat kekhusukan relijiusnya masih acak-acakan, tentu lain lagi ceritanya.
Ketika seseorang mendawamkan aktivitas relijus, masing-masing orang bergantung pada niat awalnya. Ada yang berniat tulus semata-mata beribadah mengharap ridho Sang Makrokosmos, menabung pahala, dan ada pula yang menjadikan aktivitas relijius itu sebagai salah satu sarana kultivasi energi, malahan ibarat “sambil menyelam minum kopi” ada yang ketiga-tiganya.

Namun, baiknya, kita lebih bijak memposisikan suatu aktivitas dimana saatnya benar-benar pengabdian pada Sang Pencipta dalam koridor peribadatan relijius, dan mana yang khusus kultivasi. Namun penilaian itu hanya diri pribadi yang bisa memperkirakannya dan Sang Pencipta yang lebih bisa menilainya.

Kesimpulannya, seandainya ketika kita rutin mendawamkan suatu amalan relijus mendapatkan efek supranatural, semisal ada entitas yang ketarik dan kita mendapatkan manfaat supranatural itu, anggap saja itu serupa “door prize” tak terduga. Dan hadiah door prize ini bukanlah semata-mata kebetulan, jika Sang Makrokosmos tak merestui maka hal itu takkan terjadi. Ibarat sebuah door prize, hadiah itu diberikan kepada seseorang yang terpilih, jika anda mendapatkannya, maka anda lah yang terpilih dari sekian banyak orang yang menginginkan door prize itu. Jadi, patutlah bersyukur dan menyikapi hal ini dengan cermat dan bijak.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca sharing ini.
Semoga mencerahkan.



Salam hangat,





Luthfi ‘Vei’ Kosimsaputra
[Chairman of MASAGI Fraternity]

Musyrikkah Keep Entitas?

Musyrikkah Keep Entitas?


Pertanyaan yang selalu tercetus pada calon keeper ketika hendak mengkeep entitas adalah; apakah mengkeep entitas itu musyrik atau tidak? Hal itu sangat wajar, apalagi timbul di diri seseorang pemeluk suatu agama yang memperhatikan kualitas keimanan, kehati-hatian dan ketaatannya pada nilai-nilai agama. Pertanyaan itu sering muncul pada calon keeper yang beragama Muslim, namun tak sedikit pula calon keeper nonmuslim yang mempertanyakan apakah mengkeep entitas itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai agama yang dianutnya?

Oleh karena istilah Musyrik identik dalam konteks reliji Muslim, maka pembahasan ini lebih banyak berkaitan dengan khazanah Islami. Walau begitu, esensi yang terkandung sinergi dengen khasanah agama-agama lain. Bisa menjadi rujukan maupun referensi bagi yang nonmuslim.

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, sejenak kita kaji sekilas mengenai “musyrik”. Kata “musyrik” berasal dari bahasa Arab, yang diambil dari kata dasarnya “syaraka” yang memiliki pengertian; “mencampurkan dua atau lebih hal yang berbeda menjadi seolah sama”. Sedangkan istilah musyrik dalam Islam lebih merujuk pada “menyekutukan Allah”. Tendensi menyekutukan ini amatlah luas, yang bisa diartikan pula salah satunya dengan mempersamakan, baik mempersamakan zat, sifat, maupun perbuatan Allah dengah hal lain (makhluk atau benda).

Kita dapat memperluas lagi, bahwa musyrik itu dapat diasosiasikan dengan hal berikut :
1. Menyembah selain Allah.
Penyembahan berasosiasi dengan suatu hal yang dilakukan dengan tujuan khidmat, kultus, dan pengagungan. Jika seseorang melakukan khidmat, kultus dan pengagungan, dalam intensitas dan kadar tertentu pada selain Allah, maka ia bisa dinilai telah musyrik. Misalnya, mengkultuskan sebuah benda atau makhluk.
2. Ketergantungan dan menempatkan suatu hal pada selain Allah
Misalnya menggantungkan diri dan menempatkan suatu benda atau makhluk lebih tinggi, atau lebih agung dari Allah. Seseorang, bisa dikatakan musyrik jika ia menganggap suatu kejadian bersumber bukan dari dan karena kekuasaan Allah. Misalnya menganggap kesuksesan yang diraihnya karena bantuan benda atau makhluk, bukan karena bantuan kekuasaan Allah.
3. Melupakan Allah
Berbuat sesuatu yang dapat mengalihkan perhatian dan membuat melupakan Allah. Misalnya ketika seseorang berinteraksi dengan benda atau makhluk yang membuat ia terlena dan melupakan Allah, itu dapat dikatakan musyrik.
4. Berlebih-lebihan
Memperlakukan dan menganggap suatu hal (benda atau makhluk) secara berlebih-lebihan, itupun dapat diasosiasikan dalam bentuk kemusyrikan. Misalnya ketika seseorang memperlakukan sebuah benda atau makhluk dengan berlebih-lebihan sehingga tidak sebanding dan lebih besar daripada perlakuan kultus pada Allah.

Musyrik itu terbagi dalam beberapa kategori; musyrik yang kecil, dan musyrik yang besar. Penentuan klasifikasi besar atau kecilnya, dan landasan utamanya adalah Dalil Naqli (Al-Qur’an) serta Dalil Aqli (sunnah, hadist, ijma, ijitihad, dll), ataupun fatwa. Silahkan mencari dan membaca referensi mengenai dalil-dalil ini ada di setiap rak buku seorang muslim yang Kaffah (total) menjalankan ajarannya.



Kembali berkaitan dengan entitas keeping, sebagian ulama menghalalkan alias memperbolehkan dan tidak memandang musyrik untuk mengkeep entitas. Hingga kini masih menjadi kontroversi. Masing-masing pihak yang memperbolehkan dan yang melarang tentu mempunyai dalil dan alasan sendiri, dan di sini tak akan dibahas mengenai dalil-dalil atau alasan tersebut, sebab kita semua tau bahwa akhirnya bukan berbicara dari kacamata supranatural malah jadi kacamata spiritual dan tentunya memicu perdebatan tak berkesudahan.

Dalam tulisan ini kami berpendapat bahwa mengkeep entitas itu tidak musyrik, alasan yang dikemukakan bukan berdasar dalil-dalil atau alasan reliji, meskipun bersinggungan erat dengan konteks reliji tapi kami mencoba memandang dalam sudut pandang logis dan general, itu semata agar dapat disinkronkan dengan konsepsi dan nilai-nilai agama lain.

Mengkeep entitas tidaklah musyrik, selama itu tidak membuat kita berganti haluan menyembah pada selain Allah. Tidak musyrik, selama mengkeep entitas tidak menjadikan kita sebagai seorang yang berkhidmat, berkultus serta mengagungkan entitas dibanding Allah. Tidak musyrik jika dalam mengkeep entitas kita tidak berlaku berlebih-lebihan sehingga melupakan Allah. Tidak musyrik jika kita tidak melakukan offering.

Bila dengan mengkeep entitas kita menjadi semakin taat pada nilai-nilai agama, menjadi pribadi yang lebih beriman, dan semakin giat dalam beribadah dengan kualitas dan kuantitas ibadah yang meningkat dari sebelumnya, bukankah itu positif?

Banyak ulama yang lekat mengkaji Tauhid, bahkan ia dikenal mempunyai karomah dari bantuan entitas, justru menjadikan entitas keeping itu sebagai sarana dan media untuk mengenali dan menghayati tanda-tanda kebesaran Allah. Sebab, entitas itu ghaib, dan beriman kepada yang ghaib dalam pengertian menyikapinya dengan bijak dinilai dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan pada Allah.

Lalu apakah meminta bantuan pada entitas termasuk musyrik? Jawabnya, tidak.

Dengan prasyarat, hakekatnya meminta bantuan pada Allah, dan syariatnya melalui bantuan entitas. Ini tak berbeda jauh ketika kita meminta bantuan manusia, hakekatnya kita meminta bantuan pada Allah dan syariatnya manusia yang mengeksekusinya. Intinya, kita tidak mensejajarkan atau menempatkan entitas lebih tinggi dari Allah.



Yang rentan pada kemusyrikan adalah entitas dengan vessel. Jika seseorang cenderung merawat dan memperlakukan vessel berlebihan, misalnya memberikan sesajen dalam kajian “hadiah” atau berterima kasih (offering) juga mengurus sehingga menyita waktu yang seharusnya digunakan untuk hal yang lebih bermanfaat, bahkan diperbudak untuk pengurusan vessel, serta vessel diperlakukan dengan etika berlebihan, maka itu dikategorikan musyrik. Karena ada kecenderungan keeper ketakutan entitas meninggalkan vessel atau tidak memberikan benefit jika tidak di offering, sehingga seringkali keeper dibuat merawat dan menjaga vessel secara berlebihan. Bahkan keeper mengurus vessel lebih baik ketimbang mengurus diri sendiri dan keluarganya.

Perbedaan pendapat, sangat wajar, namun patut kita sikapi dengan bijak.



Terkecoh Entitas “Nakal”

Supranatural lebih banyak sisi misteriusnya, sehingga dinilai sensitif dan cukup rentan pada kemusyrikan. Banyak orang yang memanfaatkan supranatural tergelincir pada jalan kemusyrikan, misalnya orang-orang yang putus asa dari rahmat dan pertolongan Allah memilih jalan pintas dengan meminta bantuan pada entitas. Mereka melakukan ritual pemujaan (offering) pada suatu entitas dengan tujuan entitas dapat membantu memperoleh kemakmuran alias kekayaan dengan cepat dan mudah.

Meraka yang tersesat mendatangi suatu tempat yang dianggap keramat dan terdapat suatu entitas yang bisa membantu mengabulkan keinginannya meraih kekayaan. Misalnya, mereka menyangka di suatu tempat itu bersemayam Nyi Blorong yang dianggap bisa memberikan kekayaan. Namun, ketika mereka merasakan manifestasi atau kemunculan Nyi Blorong, sesungguhnya belum tentu itu Nyi Blorong. Sebab banyak entitas “nakal” yang memiliki kemampuan shapeshifting (mancala putra – mancala putrid) dan berpura-pura membantu mengabulkan pesugihan, entitas itu contohnya “Siluman Ular” clas ZzzZZzzzZZZ yang mengaku-aku dan mewujudkan diri menjadi seperti Nyi Blorong. Sudah jelas manusia yang jauh dari pencerahan seperti ini terkecoh entitas “nakal”.

Entitas seperti itu tidak hanya berkeliaran di tempat-tempat tertentu seperti yang di-mistis-kan banyak orang. Jadi, tak usah repot jauh-jauh mendatangi gunung atau pemakaman tertentu, toh di tengah kota juga kita bisa menemui entitas seperti itu.

Yang demikian itulah yang sudah jelas dapat kita kategorikan sebagai musyrik, sebab memuja dan meminta selain kepada Allah.

Kita pun tak tahu persis bagaimana mekanisme entitas itu dalam membantu mengabulkannya, apakah dengan cara halal atau haram, atau bahkan hanya sihir untuk mengelabui mata manusia. Akhirnya, hanya menjerumuskan kita pada jalan kesesatan. Maka hal itu sangat rentan nilai mudharat alias negatifnya ketimbang nilai manfaat positifnya.

Kesimpulannya, dari pada kita terkecoh oleh hal yang demikian, lebih baik menggunakan usaha sendiri dengan maksimal sesuai hukum 3 usaha, usaha fisik, usaha spiritual dan usaha supranatural. Hendaknya kita menguasai basic supranatural knowledge dengan baik, termasuk entitas dan konsultan supranaturalnya. Agar kita tak terkecoh dan tergelincir dalam kemusyrikan. Cermatlah memilih konsultan supranatural yang tidak musyrik dan tidak bertolakbelakang dengan nilai-nilai suatu agama apapun. Nyata, logis dan terpercaya.


Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca sharing ini.
Semoga mencerahkan.



Salam hangat,





Luthfi ‘Vei’ Kosimsaputra
[Chairman of MASAGI Fraternity]

Selamat siang kang lutfhi dan penghuni MF
Terima kasih atas jawaban-jawaban yg mencerahkan kang.

Tapi ada 2 hal yg benar2 menarik perhatian saya.

Sebuah kalimat yg sempat membuat saya sedikit tertegun --> "Yang mencari takkan mendapatkan, yang tak mencari malah mendapatkan."

Dan sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan bagi saya --> "Nyai Roro Kidul adalah spirit? Tidak, beliau lebih tinggi daripada Archon."


Selamat siang
Salam
Aneyudis

Tebori Tattoo

selamat pagi menjelang siangggg akang teteh semua.. kiranya mau sedikit sharing soal Tebori Tattoo.. kalo flashback sedikit, jadi sebelumnya saya ada bikin tattoo lotus dengan lafal "om" di tengah lotus nya dengan menggunakan mesin, tapi karena di saat itu keadaan tubuh kurang fit dan sudah subuh, jd saya dan artist tattoo memutuskan untuk dilanjutkan nanti lagi saja tunggu sudah sembuh total.. tapi ternyata baru seminggu selesai pembuatan tato yg baru 50% itu, artist tattoo nya harus pulang kampung karena ada berita duka dari keluarga nya

nhaaa skrng qta fastforward ke minggu lalu.. jadi minggu lalu saya sedang bersilahturahmi ke mabes, tiba2 kang Vei nanya "mana kang, coba liat tatonya yang belum kelar" tiba-tiba kang Vei ambil spidol dan digambar lg tanpa contoh, alias FREEHAND trus saya pkir mau di retouch nih ama kang Vei, ehh bner ajaaa.. kang Vei nawarin mau di retouch gak, gak pake lama saya iya in ajaaa.. sekalian biar tau rasanya tebori ama mesin sakitan mana..

Spoiler for freehand sketch (awas ajna rusak) :


nha itu lotus nya cma bgian kelopak bwah smpai tengah yg baru kelar dgn tinta warna hitam.. di retouch dengan ad wrna pink kemerah merahan agar lebih hidup.. gak cuma itu aja, ditambahin gmbar naga lagi ama kang Vei biar lebih sadiss, makasih yah kang Vei

dan ternyata awal dari kecongkakan saya, pasti rasa nya tebori gak sesakit pake mesin.. mesin aja saya kuat, masa tebori yang gak pke mesin bisa gak kuat.. dann ternyata semuanya SIRNAAAAA!!!!! lebih sakit dengan tebori drpda mesin.. asliiii dehhh gak tipu tipu

di tengah pembuatan tattoo saya tnya sama kang Vei, kalo gitu Tebori itu pelan donk kang bikin nya, secara manual gitu gak pake mesin., mau gak mau masuk nya pelan2.. ternyata saya salah nanya, bisa dibikin ketokan nya secepat mesin bahkan lebih cepat dan tentunya lebih nyessss

kurang lebih sekitar 4jam an lhaaa, ternyata badan saya sudah mulai nyerah dengan sensasi tebori ini, alias tintanya udah gk masuk lg.. jadi gk bisa dilanjutkan lg.. stelah saya lihat sudah sbrpa besar progress nya, kang Vei cuma bilang "yahh.. sayang banget yahhh, padahal baru 10%" apaaaaa... baru 10%? cuma hasilnya emang edannn.. terus outline naganya sempat menggunakan mesin

dibanding mesin, dengan tebori warna tinta lebih cepat keluar alias ketara.. terus shadingan warnya lebih edannn.. dan pastinya, sakitnya jg harus tahan baru bisa dapetin hasil luar biasa dari tebori ini..

Spoiler for shaded outline nya:


mangstab khan? saya rekomendasikan yang suka sensasi dari kenikmatan tattoo, bole coba metode tebori ini

sekian dan terima kasih
-ALBERT-

Entitas Dalam Cerita Keseharian Kita

Entitas Dalam Cerita Keseharian Kita


Representasi Entitas dalam Cerita

Masyarakat Indonesia sejak era tahun 97-an, mungkin sudah akrab dengan serial “Monkey King” alias “Sun Go Kong” yang tayang di salah satu stasion tv swasta nasional.

Para peminat serial tv itu ataupun pembaca karya sastranya pasti sudah hafal cerita-cerita unik mengenai si kera yang terlahir dari sebuah batu mistis yang menyerap saripati energi (qi/chi) matahari dan bulan selama ribuan tahun itu. Juga ada yang masih ingat fragmen-fragmen suka duka sang kera sakti mengawal pendeta Tong Sam Chong dalam ekpedisi ke barat untuk mengambil kitab suci. Sebagian orang menganggap cerita ini nyata “based on true story”, terilhami dari kehidupan nyata yang terjadi di masyarakat Tiongkok zaman dahulu, dan sebagiannya menilai hanya cerita fiksi sastra buatan pujangga. Terlepas dari anggapan nyata atau tidak, sebagian orang bijak hanya memfokuskan pada hikmah dan tuntunan bahwa di balik cerita itu tersimpan simbolis dan filosofi untuk dijadikan pelajaran agar hidup lebih baik.

Tapi tahukah kita? Sebagian pernak-pernik cerita yang terdapat di cerita Sun Go Kong adalah benar-benar ada dalam khazanah supranatural. Banyak kebenaran supranatural yang terdapat dalam fragmen-fragmen cerita Sun Go Kong, namun disembunyikan dalam simbol-simbol dan peristiwa dalam cerita. Banyak hal-hal yang ditampilkan dalam cerita itu persis dengan yang ditemukan dan dibuktikan praktisi dan ilmuwan supranatural.

Di aliran supranatural Tiongkok kuno, misalnya, Sun Go Kong yang memiliki kemampuan dapat menempuh 108.000 li (54.000km) dalam sekali lompatan, konon adalah representasi dari sebuah keilmuan supranatural yang ada di masyarakat Tiongkok pada masanya, yakni ilmu “Gin Kang” dimana pemakainya dapat meringankan tubuh, berjalan di atas air, dan berlari melesat secepat angin. Selain itu, Wu Shing San (gunung lima jari) yang diasosiasikan dengan lima jari tangan Sakyamuni Bodhisatva (Budha Rulai/Budha Ju lai) adalah kiasan untuk menyembunyikan rahasia suatu tempat atau suatu keilmuan supranatural. Gunung lima jari dan lima jari Budha Sakyamuni adalah representasi dari lima unsur alam (air, api, angin, tanah, dan unsur kelima yang dirahasiakan) adalah sebuah rahasia supranatural yang memiliki benefit dahsyat.

Dan, tahukah kita, sebenarnya dalam dimensi astral ada OIE (Omnipresent Immortal Entity) Sun Go Kong. Salah satu yang ditunjukkan dalam bagian-bagian cerita mengenai Sun Go Kong adalah kelebihan sang kera sakti yang mempunyai 8400 helai bulu di seluruh tubuhnya, dan setiap helai bulunya dapat berubah menjadi apapun dan bahkan dapat menggandakan dirinya menjadi banyak. Kemampuan itu adalah representasi dari OIE Sun Go Kong yang menaungi 8400 spirit yang tiap spiritnya adalah elder spirit yang memiliki ribuan pengikut spirit. Dan, benefit-benefit OIE Sun Go Kong ini persis seperti yang divisualisasikan dalam cerita Sun Go Kong “Perjalanan ke Barat”. Pendeta Tong diibaratkan mengkeep Sun Go Kong sebagai asisten pengawal yang melindungi dari kendala siluman-siluman dalam perjalanannya.

Kalau di negeri tirai bambu ada tokoh Sun Go Kong yang memiliki kesamaan dengan Hanoman Perbancanasuta dalam cerita pewayangan yang bersumber dari epos Mahabrata, masyarakat Sunda pun punya cerita Lutung Kasarung jelmaan dari Sanghyang Guruminda.

Kalau cerita “Monkey King” erat dan menjadi representasi dari suatu entitas OIE Sun Go Kong. Lain lagi dengan representasi dari spirit, yang kita gambarkan di sini melalui “Aladin & Lampu Wasiat”. Dalam kisah 1001 malam “Stories of Arabian Night”, salah satunya adalah menceritakan seorang bernama Aladin yang mendapatkan lampu wasiat, di dalam lampu itu dihuni sosok jin alias spirit. Cerita ini merepresentasikan spirit keeping, dimana lampu wasiat adalah “vessel”. Istilah vessel merujuk untuk penyebutan suatu benda yang menjadi tempat entitas berdiam.

Sebagian yang direpresentasikan dalam cerita juga serial dan film Aladin itu menyimpan kiasan untuk merepresentasikan sekelumit kebenaran dalam supranatural, sebagian lagi merupakan “bumbu penyedap” fiksi dalam memvisualisasikan sebuah fenomena supranatural. Jin Biru, seperti di dalam kisah Aladin adalah sosok spirit yang memang benar ada di dalam dimensi astral, ras Marid Djinn. Tentu dalam kisah ini Aladin membebaskan spirit dari vessel yang membelenggunya. Sudah jelas spirit di dalam vessel tak bisa melakukan apapun untuk membantu keepernya.

Kalau OIE dan spirit dekat berhubungan dengan kehidupan kita seperti yang direpresentasikan dalam serial Sun Go Kong dan Aladin, lalu bagaimana dengan Archon?

Bagi penyuka manga dan anime pasti tahu Naruto. Serial ini bisa dikatakan dapat merepresentasikan Archon keeper. Itu digambarkan pada bagian cerita dimana tokoh Naruto yang mampu mendatangkan/mensummon sosok Gamabunta untuk membantunya saat pertempuran. Naruto bisa dikatakan representasi dari seorang keeper, dan Gamabunta membawahi Gamakichi yang memimpin Gama-gama lain adalah representasi dari Archon. Jelas sekali bahwa Gamabunta tidak mau membantu Naruto, sampai di saat Naruto membuktikan dirinya pantas dan mendapat respect dari Gamabunta.

Kehidupan kita sudah erat berhubungan dengan entitas. Seorang calon keeper entitas tentu mudah mengetahui seluk beluk entity keeping yang sebenarnya, mengingat kehidupan kita cukup erat berkaitan dengan entitas, baik kisah-kisah legenda, mitos, maupun fenomena supranatural yang terjadi di sekitar kehidupan kita.


Komitmen Entity Keeping

Yang perlu kita cermati dan kita garisbawahi nilai-nilai simbolis filosofis dalam cerita yang merepresentasikan ketiga tingkatan entitas itu adalah komitmen.

Komitmen Sun Go Kong dalam membantu mengawal dan melindungi pendeta Tong ketika perjalanan ke barat. Versi Hanoman, adalah komitmen Hanoman yang setia membantu Sang Rama. Lutung Kasarung jelmaan dari Sanghyang Guruminda pun berkomitmen membantu Purbasari. Gamabunta berkomitmen membantu Naruto saat bertarung. Serta, Jin Biru – Marid Djinn dalam Aladin pun merepresentasikan komitmen entitas dalam membantu keepernya.

Komitmen ini berhubungan dengan kedua sisi; sisi pertama adalah komitmen asisten dalam hal ini entitas dalam membantu keeper, serta sebaliknya keeper yang berkomitmen mengkeep entitas dan memanfaatkan benefit dengan sebaik-baiknya. Komitmen, secara garis besar berhubungan dengan keputusan yang diambil serta kesiapan dengan segala resiko dan tanggung jawab ketika melakukan sesuatu.

Maka sebelum mengkeep entitas, seorang calon keeper haruslah memiliki komitmen yang mapan dan mantap. Komitmen ini adalah pondasi dasar untuk membangun kerjasama dan interaksi (bonding & komunikasi) yang baik di antara seorang keeper dengan entitasnya, juga seorang keeper dengan conjurer. Komitmen tersebut adalah sarana untuk memelihara relationship semua pihak, baik keeper, entitas, maupun conjurer, sehingga entitas keeping berjalan dengan semestinya. Keeper harus menyadari dan siap bertanggungjawab terhadap apapun tindakan dan affirmasi yang terjadi selama mengkeep entitas.

Seperti halnya entitas yang erat berkaitan dengan cerita di kehidupan sehari, tattoo pun hampir sama. Tattoo erat berhubungan dengan cerita kehidupan sehari-hari, dimana tattoo merepresentasikan nilai estetika dan aktualisasi cita rasa seni seseorang. Kesamaan dari kedua itu adalah komitmen. Sebelum memiliki tatto, seorang calon pemilik tattoo pun memiliki komitmen sebelum badannya dirajah.

Namun, komitmen seorang calon keeper entitas lebih tinggi daripada tattoo. Mengingat dampak positif dan negatif yang ditimbulkan dari entitas keeping lebih besar ketimbang tattoo.

Jika tattoo lebih banyak berefek internal bagi diri pemilik tattoo, karena sebagian masyarakat belum terbuka dan masih menganggap tattoo sebagai konotasi negatif. Atau pula tattoo identik dengan identifikasi suatu komunitas “kriminal”, namun kini masyarakat sudah banyak kritis menilai tattoo lebih pada estetika budaya urban.

Sedangkan entity keeping, jika disalahgunakan, selain pada diri keeper, orang lain pun dapat terkena dampaknya. Pengaruh pada entity keeping, jika keeper tidak cermat dan bijak, sikap sang keeper dapat berubah menjadi arogan, jumawa, dan petantang-petenteng. Imbasnya dapat meluas lagi, selain keeper, sang conjurer pun secara tak langsung kebagian imbasnya karena mempunyai andil dalam pelaksanaan entity keeping.

Intensitas dan masa waktu interaksi entitas lebih panjang daripada tattoo. Bila tattoo interaksi si pemilik tattoo dan seniman tattoo lebih banyak terjadi ketika proses awal hingga tattoo rampung dirajahkan, lain lagi pada entity keeping, intensitas dan interaksi yang terjalin dari ketiga fihak; keeper, entitas, dan conjurer, tidak hanya berhenti pada proses conjuration saja, namun pasti terjalin selama entitas keeping berlangsung.

Kesimpulannya, sebelum mengkeep entitas, calon keeper harus mempertimbangkan dengan sebaik-baiknya. Karena entity keeping membutuhan komitmen tinggi, mengingat dampak jangka panjang dan luas yang terjadi selama entity keeping itu berjalan. Jangan hanya karena obsesi impulsif ingin menjadi seperti Naruto atau Aladin kita terburu-buru mengkeep entitas. Sebaiknya pelajari lebih dahulu berbagai hal mengenai entitas dan entitas keeping, setelah itu pertimbangkan dengan cermat dan lalu membuat keputusan.

Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca sharing ini.
Semoga mencerahkan.



Salam hangat,





Luthfi ‘Vei’ Kosimsaputra
[Chairman of MASAGI Fraternity]
Assalamualaikum Wr. Wb.
Selamat malam dan salam sejahtera.

Quote:Sabtu : Semua hal yang berhubungan dengan Attunement, keilmuan supranatural dan ritual. Semua hal yang berhubungan dengan Workshop, materi seminar, keilmuan "usaha fisik" yang mendukung hukum 3 usaha dan ilmu pengetahuan lainnya yang "berhubungan" dengan supranatural. Semua hal yang berhubungan dengan Private Consultation, konsultasi kehidupan pribadi, jalan hidup, motivasi dan jika anda berkenan boleh sharing masalah yang sedang anda alami untuk kita cari solusinya.


Sesuai tema hari ini saya ingin bertanya kang.

First question
Pernah suatu hari saya latihan AP dengan posisi tidur. Pada saat itu jam menunjukkan jam 2 pagi. Ketika itu badan saya terasa ringan sekali, dan saya mencoba keluar namun gagal. Yang ada saya malah melihat visualisasi yang aneh-aneh tapi keren, saya pun menikmati visual tersebut. Karena sudah bosan dan kelelahan saya pun membuka mata dan melihat jam, saya kaget karena jam sudah menunjukkkan pukul 5 pagi.
Padahal saya yakin sekali belum ada sejam saya ada di kondisi tersebut.

Menurut akang apa yang terjadi pada saya ?
Apakah saya memang terlalu menikmati sehingga saya lupa waktu, atau saya mencapai kondisi dimana waktu terasa begitu cepat ?

nb: saya yakin sekali tidak tertidur
Second question

Berapa lamakah waktu yang dibutuhkan seorang Astral Traveller expert dalam mengeluarkan tubuh halusnya ?
Apa ada orang yang memejamkan matanya sebentar saya dia sudah bisa AP kang ?
Third question
Pernah tidak ya kang keluarga besar MF yang sudah bisa AP gathering di dunia sana ?

Sekian pertanyaan hari ini

Terima kasih

Wassalam
Sabtu : Semua hal yang berhubungan dengan Attunement, keilmuan supranatural dan ritual. Semua hal yang berhubungan dengan Workshop, materi seminar, keilmuan "usaha fisik" yang mendukung hukum 3 usaha dan ilmu pengetahuan lainnya yang "berhubungan" dengan supranatural. Semua hal yang berhubungan dengan Private Consultation, konsultasi kehidupan pribadi, jalan hidup, motivasi dan jika anda berkenan boleh sharing masalah yang sedang anda alami untuk kita cari solusinya.

Salam Sejehtera kang Vei,
Ijin nanya kang, kenapa kalau kita buat EB di dalam air (posisi rendam) lebih gampang merasakan sensasi baik pada telapak tangan sampai pada terbentuknya EB, dibandingkan pada udara terbuka? Mengapa kang?

Thanks kang Vei.

Pertanyaan kedua kang, jika EB dimasukkan ke dalam minuman atau makanan, apakah orang yang konsumsi makanan atau minuman tersebut secara sadar atau tidak sadar akan tetap kena efek dari EB tadi?

Thanks kang Vei.
Pertanyaan ketiga kang, efek mana yang lebih kuat, EB yang ditembakkan langsung ke tubuh korban dan EB yg dimakan/diminum korban?

Thanks kang Vei.
Pertanyaan keempat kang, dikatakan bahwa pemilik Diamond Armor (DA)kebal terhadap tembakan EB, apakah juga tetap kebal terhadap EB yang diminum/dimakan tanpa sengaja/tidak sengaja?

Thanks kang Vei.
Pertanyaan kelima kang, DA kebal terhadap EB, bagaimana kalau EB yg levelnya lebih tinggi dari level DA, apakah DA akan jebol kang?

Thanks kang Vei.
Pertanyaan keenam kang, apakah warna EB itu berasal dari elemannya atau gimana kang?

Thanks kang Vei.
Pertanyaan ketujuh kang, apakah elemen-elemen tunggal bisa menghasilkan elemen lain kang? Misalnya elemen air + angin = es, trus kombinasi 3 elemen dst.

Thanks kang Vei.
selamat pagi, saya izin bertanya kang.

apakah "napsu" sebenarnya adalah sirr murni dalam diri kita?

(napsu dalam konteks benar2 pengen mendapatkan atau melakukan sesuatu)

sehingga jika memang sedang benar2 "napsu" entitas yg di keep pun bekerja super maksimal?

nuhun kang vei..

Thumbs up 

Slamat pagi kang vei. Trima kasih untuk jawabannya minggu kemarin.

Pertanyaan saya hari ini, kalau berkenan: Apakah saya bisa bergabung dengan Masagi Fraternity dan apakah syaratnya. Saya sangat tertarik untuk bergabung dengan tujuan untuk mendapatkan guru untuk mendapatkan pencerahan dan bimbingan dalam kehidupan rohani dan jasmani saya.

Trima kasih lagi saya ucapkan sebelumnya dan more power
permisi gan,, mau nanya apakah entitas spirit yang hidup bebas dapat "mengconjure"/"memvesselkan" dirinya sendiri ke dalam suatu benda milik manusia tanpa bantuan/persetujuan manusia itu sendiri ?
Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat pagi dan salam sejahtera.

Sesuai tema hari ini saya mau nanya kang.

First question
Bagaimana sih cara spirit yang mempunyai benefit erotic touch memberikan "touch"nya kang ? Apakah memang mereka sendiri yang langsung menyentuh kita atau mereka memanipulasi otak kita sehingga terasa seperti ditouch ?