KASKUS

PSS Sleman considering sacking Noh Alam Shah
Quote:Indonesia’s first division club PSS Slemen are considering releasing their striker Noh Alam Shah due to fan pressure as they feel the former Singapore international have failed to significantly contribute to the team since his move to the club in March 2013.

Alam Shah has so far scored two goals, one from the penalty spot, in the Divisi Utama LPIS league, and failed to find the back of the net in their last two matches against PSBI Biltar and Persekap Pasuruan.

The Super Javanese Eagles’ manager Supardjiono said that management is not able to turn a deaf ear to the supporters' call for the removal of Alam Shah and they will review the situation soon.

“We will study it first and will not hesitate to make a decision; all factors will be considered even if we are forced to axe Alam Shah from the club,” explained Supardjiono to Goal.

Alam Shah was recruited by the club following his goal scoring exploits with Arema Indonesia and Persib Bandung but has failed to deliver the same level of performance with his new side.

“During his time in Persib, he played very well and showed his strength and it was the same when he was in Indonesia Super League (ISL),” added the manager.

“Obviously he is able to do better in the first division, and that is why we offered him a huge contract but he did not fulfill our objective.”

A year ago, Alam Shah made a surprise return to the S.League during the mid-season transfer period with Tampines Rovers. Although the 32-year-old did not score a goal, he picked up a championship medal as the Stags won the league title.

http://www.goal.com/en-sg/news/3875/...m-shah?ICID=AR
Quote:Original Posted By GreenGrenade


Itu cuma pandangan pribadi saya yang "sok tau" kok Paman...

Justru pelatih saya pikir cukup krusial disini....
Tanpa mengurangi rasa hormat pada Pak Yusack, saya pikir kok beliau seperti kurang mampu menangani skuad saat ini...
Ingat, mayoritas pemain baru PSS berasal dari Arema Malang...
Secara logika, Yusack seharusnya tidak perlu terlalu pusing dengan masalah kekompakan n harmonisasi dalam organisasi permainan di lapangan karena mereka pernah bermain bersama n sudah mengenal karakter satu sama lain...
Tinggal bagaimana caranya memadukan dengan para punggawa Elja lama yang dipertahankan...

Sayangnya, dari pertandingan yang sudah dijalani, peran dan polesan Yusack tampak belum terlihat...
Alur permainan tampak belum mengalir dengan baik....
Saya pribadi melihat berbagai hasil positif yang sudah diraih lebih dikarenakan faktor skill pemain yang memang sudah "jadi". Bukan karena faktor strategi n taktik dari pelatih...
Ibaratnya PSS saat ini adalah sebuah orkestra yang penuh dengan talenta berkualitas namun tidak memiliki konduktor yang cukup kapabel dalam menyelaraskannya dalam harmoni nada yang indah...

Selain itu bisa dilihat pula bagaimana terkadang Yusack tampak kalah berwibawa n berkuasa terhadap anak asuhnya di lapangan...
Dengan banyaknya pemain bintang, PSS butuh pelatih yang tegas untuk menekan n mengendalikan ego pemainnya agar mampu bermain sesuai kebutuhan dan strategi tim....
Hal ini penting sekali agar atmosfer tim tetap positif dan tidak ada friksi ataupun gap di antara pemain....

Kita juga lihat sendiri bagaimana Along tampak lebih dominan dalam memberi instruksi daripada Yusack...
Secara prinsip, saya menilai apa yang dilakukan Along tersebut bagus, tapi harus dipertimbangkan pula bahwa Along masih menyandang status yang sama dengan rekannya yang lain, yaitu sebagai pemain. Selain itu Along juga masih terhitung baru di PSS...
Akan jauh lebih arif kalo Along dipadukan dengan salah satu pemain senior PSS lainnya (bisa Abda atau Anang) bisa lebih difungsikan sebagai penjembatan antara staff kepelatihan dengan pemain...
Jadi disini pelatih tetap berkuasa penuh dan tidak kehilangan kontrol akan kondisi timnya....

Demikian sih klo pandangan saya pribadi...
Secara materi PSS sudah cukup kuat, hanya saya belum bisa tertangani dengan baik....


Analisis yg super ganlik,,,

Menyoroti yg ane bold dgn berita raport team di tribun memadukan satu hal, bahwa ada yg 'salah' dalam menangani tim bertabur bintang ini,,,

Nah yg salah itu sdh selayaknya diperbaiki, mumpung blm paruh musim. Baca tribun pagi ini, langsung pedih, seorang pelatih dgn gamblangnya menyalahkan tim, hal yg jrg dilakukan oleh pelatih2 macam JFT, dan RD. Ya tak jauh2, ke coach wid musim lalu lah CMIIW (g bisa move on )

Pemain tdk menjalankan instruksi pelatih, nah sejauh pengamatan ane pola 4-4-2 tanpa ketiadaan sayap murni (sblm fakhrudin masuk) yg coach terapkan justru terkesan 'memaksa', dan hasil yg diperoleh sejauh inipun tdk berjalan maksimal, bagi ane yg baru menyaksikan langsung Superelja di 2 partai musim ini, dan sisanya dari dimari dan dumay #laskardumay merasa ada yg salah antara pelatih ke pemain, entah itu instruksi, metode pelatihan, dsb,,, IMHO

Dan dengan gamblangnya pelatih menyalahkan tim jg terlihat, rasa melindungi tim dan pemain ke media, coach yusak krg bijak, at least doi mau ngobrol soal isu didepaknya along utk melindungi pemain bersangkutan, kui pemain bintang lho lik, mosok dinengke wae ngono pas diblow up media?

Sekian pandangan sok tau ane dari perantauan,,, Apapun evaluasi wajib dibutuhkan dan apapun keputusane tetep PSS Sleman
semoga tidak secepat itu untuk memecat along

nek benahi pelatihe pie?
Quote:Original Posted By Septyadi
semoga tidak secepat itu untuk memecat along

nek benahi pelatihe pie?


emang seharuse pelatih sing di benahi lik..

pemain iso apik pasti ono faktor pelatihe, begitu sebaliknya hehe
Quote:Original Posted By Ferie182


emang seharuse pelatih sing di benahi lik..

pemain iso apik pasti ono faktor pelatihe, begitu sebaliknya hehe


coba sik ngelaatih pak harno

iso koyo arsenal. aku yo yakin lik sik bermasalah ki pelatihe
Quote:Original Posted By Septyadi


coba sik ngelaatih pak harno

iso koyo arsenal. aku yo yakin lik sik bermasalah ki pelatihe


iyo sih lik, sebelum kebacut..

soale dari pas jaman uji coba kae sampe sekarang, permainan gak berubah (polanya)

padahal ujicoba iso di nggo nyobo pola karo jajal pemain2 cadangan..

dadi enak neg meh rotasi..
kudu posting opohhh kieh :

pokoke forza PSS,forza YUSAK!

persis solo nomer 2 lho #FYI
Quote:Original Posted By mbah sastro
kudu posting opohhh kieh :

pokoke forza PSS,forza YUSAK!

persis solo nomer 2 lho #FYI


aku manut situ aja mbah

aku kan bocahmu
Quote:Original Posted By Septyadi


bukan e wingi persis bar menang karo ndi ngono
Quote:Original Posted By Septyadi


duh wetan deso ngintip ning ngisore..awas trimbilen...
Lik...kui persifa menang 2x ndakra WO kabeh
Quote:Original Posted By Septyadi


Quote:Original Posted By mbah sastro


bukan e wingi persis bar menang karo ndi ngono


sing menang 3-0 terus poin e sak iki 18 ya persis ki?

Quote:Original Posted By Septyadi


aku manut situ aja mbah

aku kan bocahmu

aku bocahe Pak Yusack
Quote:Original Posted By Ferie182




sing menang 3-0 terus poin e sak iki 18 ya persis ki?


iyo jarene fer.. tur yo mbuh liga ne mbingungi
Quote:Original Posted By ketapel_kucing


ih wow :
Quote:Original Posted By ketapel_kucing


semoga didalam stadion juga bisa seperti ini
Quote:source : @GOL_PSSI:
krn ijin dr kepolisian laga pss vs persis solo
diwacanakan dimajukan lur.... tipis ra kui?
dan laga pss vs persires jadi mundur...jadwal
e marai sumuk

Er
NewsPSS

Quote:
Embargo PSS Sleman


Apa yang harus dilakukan klub-klub sepakbola Indonesia menghadapi krisis keuangan?

Pertanyaan itu sering muncul di tengah hingar bingar dan carut marut sepakbola negeri ini. Sering kita lihat beberapa klub sepakbola menunggak gaji pemain, terancam bubar karena keterbatasan dana, bahkan sempat ada pemain asing yang meninggal karena tidak memiliki uang untuk berobat. Tidak memiliki uang?Ya, karena gajinya masih ditahan klub lamanya yang tidak mampu membayar kewajibannya.

Sekilas saya mencoba mengalihkan perhatian ke sebuah klub kecil asal Daerah Istimewa Yogyakarta, yaitu PSS Sleman. Saya baru tahun ini mengikuti kiprah klub semenjana ini. Itupun saya mengenal melalui media internet karena suporternya ramai sekali dibicarakan. Menengok lini masa mereka membuat saya memindahkan haluan saya ke Sleman.

Tiba di Sleman awal Maret 2013 lalu, saya dikejutkan dengan sebuah pertandingan yang luar biasa atmosfernya. Sekilas saya baru sadar bahwa pertandingan PSS Sleman melawan Persiba Bantul (derby) yang saya saksikan saat itu hanyalah ujicoba. Ujicoba tetapiatmosfernya pertandingan final. Luar biasa!

Saya menjadi tertarik untuk mengenal tim ini lebih dalam, dan saya seperti mendapat solusi untuk semua klub sepakbola di Indonesia.

1. PSS Sleman memakai kostum dari apparel milik mereka sendiri.

Bisa bantu saya menyebutkan klub di Indonesia yang mendapatkan keuntungan dari apparel yang mereka pakai? Mungkin tidak lebih dari 5 klub. Sebagian besar klub Indonesia sudah cukup puas dengan merk apparel bergengsi yang menempel padahal mereka tidak mendapatkan apa-apa dari apparel tersebut. Tidak ada uang yang masuk, tidak ada pula sharing profit penjualan merchandise dari apparel.

Bandingkan dengan di Eropa, di mana apparel sekelas Nike harus membayar sekitar 23 juta Euro per tahun agar Manchester United mau memakai Nike, itu di luar sharing profit.

Jadi, langkah yang dilakukan PSS Sleman sudah benar. Tinggal bagaimana PSS Sleman memperlakukan apparel sebagai ladang uang bagi mereka.

2. Kampanye No Ticket No Game

Tiket adalah sumber pendapatan paling utama dari semua klub sepakbola di Indonesia. Mari kita lihat berapa banyak penonton di Indonesia yang masih suka masuk tanpa harus membayar.

Kampanye No Ticket No Game sudah begitu merasuk ke sanubari warga Sleman, sehingga tidak heran ketika saya membaca rilis di sebuah media yang menyebutkan bahwa PSS Sleman mendapat pemasukan nyaris Rp 2 milyar dari 5 pertandingan, dengan rata-rata pemasukan Rp 400 juta per pertandingan. Adakah klub di kasta kedua yang meraih pemasukan sebesar itu?

3. Bisnis

Nyaris 2 bulan saya mengikuti kiprah PSS Sleman mempertahankan hidupnya. Apparel,tiket, dan sekarang mereka mencoba membuat mini market,cafe, dan lain-lain.

Apabila semua itu sudah berjalan, bisa bayangkan betapa kokohnya roda ekonomi PSS Sleman meskipun tanpa sponsor? Bahkan bukan tidak mungkin, rasa cinta produksi dalam negeri ditumbuhkan dari kabupaten yang subur ini.

Warga Sleman akan dibuat berpikir “Daripada aku belanja di mini market waralaba yang tidak memberikan manfaat untuk PSS Sleman, lebih baik aku belanja di mini market PSS Sleman.”

Warga Sleman akan dibuat berpikir “Daripada aku menghabiskan uang di cafe yang tidak memberikan manfaat untuk PSS Sleman, lebih baik aku ke cafenya PSS Sleman.”

Sleman sudah menyadarkan bahwa masyarakat sepakbola di Indonesia perlu mengembargo dirinya sendiri dari ketergantungan sponsor.

Embargo diri sendiri akan menggali kekuatan diri sendiri dan menghilangkan sifat cengeng kita kala klub kita tidak mendapat sponsor.

Apa yang harus dilakukan klub-klub sepakbola Indonesia menghadapi krisis keuangan? Embargo diri sendiri, PSS Sleman sudah mengajarkan.

Salam.

kompasiana.com

#NewsOfPSS
NCS
@elja_radio: malam ini kita bakalan diskusi on air dengan admin @ELJA_Kaskus #eljaradio
Quote:Original Posted By blind_day
@elja_radio: malam ini kita bakalan diskusi on air dengan admin @ELJA_Kaskus #eljaradio


hihihi.. pengen ikut
============================
dicari mas qiyar
Quote:Original Posted By Septyadi


hihihi.. pengen ikut
============================
dicari mas qiyar


aku yo pingin melok mas

==================

emoh nek di cari qiyar, ndak di sun klomoh
go go
×