KASKUS

Heheheh, maka itu dia bro, bisa jadi pembelajaran jg, meski apa yg ada di luar blm tentu jg terjadi di sini, begitu pula sebaliknya. Yg penting menurut ane kalo mau bikin alutsista itu kita sebaiknya prioritas lah, mana2 yg emang punya prospek, mana pula yg sulit, nggak perlu semua alutsista dr yg kecil ampe yg besar, dari A sampe Z mau dibikin sendiri....

Kalo nggak salah Dirut PT. Pindad Budi Santoso pernah kecewa karena sblmnnya dia dijanjikan bahwa TNI mau ambil sampe 500 unit Anoa sehingga kalo ada orderan segitu dia mau investasi alat pemotong baja sendiri, tp akhirnya nggak jadi sampe segitu. Nah sekarang setelah semua pesenan Anoa diserahkan ke TNI siapa lg yg udah pasti deal pesan ? Malon, Brunei, Oman, Nepal ?

Ini baru Pindad, gmn ntar PT. PAL kalo udah bisa bikin kapal selam & pesenan TNI udh selesai dibuat, trus abis itu siapa lg yg mau mesen ?

Coz ini dibuat oleh badan usaha sbg bagian dr industri, salah satu ciri industri bahwa dia harus berkesinambungan, harus terus hidup dgn menarik profit. Nah siapa yg bisa menjamin kehidupan itu.... ya jaminan pemasaran produk2nya....
Kecuali kalo ToT itu dilakukan oleh bengkel/workshop TNI yg emang nggak berorientasi usaha ya nggak masalah.....

Quote:Original Posted By madokafc

Lihat kasus pabrikan Engesa, dia riset, produksi MBT EE T1 Osorio. tapi gagal karena nggak ada yang beli itu barang. Even Brazil Army sekalipun. Pada tahun 1991 dia deklare bangkrut.


Seharusnya badan usaha, meski itu BUMN nggak selamanya harus tergantung dr duit negara (subsidi, penyertaan modal pemerintah, proteksi, dll) tp pada akhirnya dia harus bisa jalan sendiri.

Ya kalo cuma bikin2 prototipe sih ya gpp, cuma nggak berhenti di prototipe doang. Diminati TNI/Polri ? Wahh, udah sejak bertahun2 lalu Pindad bikin berbagai prototipe Rantis sejenis Humvee/Hummer... tp mana yg udh pasti mau dibuat massal atas pesenan TNI ? Demikian pula konon udah ada hull tank medium di hanggarnya Pindad, tp ya cuma mangkrak aja disitu.....

Quote:Original Posted By focus.user

tp Pindad beda!!, Pindad itu BUMN strategis, ga bakalan bangkrut, dipailitkan, apalagi dijual ke umum!! jd walau rugi berantakan mampus bakal tetep ngeluarin produk2 yang berkualitas buat TNI

malah ditengah2 market yg pembelinya cuma TNI-Polri aja Pindad tetep bisa berinovasi ngeluarin macam2 prototipe yang diminati TNI-Polri



Quote:Original Posted By focus.user

tp Pindad beda!!, Pindad itu BUMN strategis, ga bakalan bangkrut, dipailitkan, apalagi dijual ke umum!! jd walau rugi berantakan mampus bakal tetep ngeluarin produk2 yang berkualitas buat TNI


Sarkasme atau serius?
Jadi udah lama-lama Research n Development,TOT dari negara mana-mana,bikin prototipe mahal-mahal dannn cuma dipake negara sendiri,kalo udah terpenuhi tidak ada lagi proyeksi kedepan untuk mengkomersilkan produk tersebut. Harusnya negara ini sadar diri lah untuk kemampuannya,kesannya terlalu memaksakan diri,memaksakan diri akibatnya adalah tidak maksimal
Quote:Original Posted By Denbagus2010


Kalo nggak salah Dirut PT. Pindad Budi Santoso pernah kecewa karena sblmnnya dia dijanjikan bahwa TNI mau ambil sampe 500 unit Anoa sehingga kalo ada orderan segitu dia mau investasi alat pemotong baja sendiri, tp akhirnya nggak jadi sampe segitu. Nah sekarang setelah semua pesenan Anoa diserahkan ke TNI siapa lg yg udah pasti deal pesan ? Malon, Brunei, Oman, Nepal ?



butuh inovasi dan kreativitas agar produknya menarik minat konsumen
Heheheh, maka itu dia, sekali lg prioritaskan mana alutista yg paling prospektif untuk dijual berdasarkan proyeksi ke depan, baik di dlm maupun luar negeri. & emang bener jangan terlalu memaksakan diri untuk bikin semuanya yg akibatnya ya nggak maksimal & justru bisa merugikan diri sendiri.

Quote:Original Posted By Jitenbee
Jadi udah lama-lama Research n Development,TOT dari negara mana-mana,bikin prototipe mahal-mahal dannn cuma dipake negara sendiri,kalo udah terpenuhi tidak ada lagi proyeksi kedepan untuk mengkomersilkan produk tersebut. Harusnya negara ini sadar diri lah untuk kemampuannya,kesannya terlalu memaksakan diri,memaksakan diri akibatnya adalah tidak maksimal



Sama jg bro, apalagi ini industri alutsista, bukan industri consumer good yg marketnya udah pasti ada....

Quote:Original Posted By viodravai

butuh inovasi dan kreativitas agar produknya menarik minat konsumen


Quote:Original Posted By kiting
rudy79 itu maho....kalo yg ini versi moderatenya pongasi.......tank pake radar
nga sekalian pake AIP aja om




untuk pertahanan udara atau anti tank juga dong gimana si gan?

udah pernah denger ADATS?
Air-Defense and Anti-Tank System
http://en.wikipedia.org/wiki/Air_Def...ti-Tank_System



Tergantung kebutuhan TNI lah fitur-fitur tank yang mana yang penting untuk mereka
Quote:Original Posted By Denbagus2010
Heheheh, maka itu dia bro, bisa jadi pembelajaran jg, meski apa yg ada di luar blm tentu jg terjadi di sini, begitu pula sebaliknya. Yg penting menurut ane kalo mau bikin alutsista itu kita sebaiknya prioritas lah, mana2 yg emang punya prospek, mana pula yg sulit, nggak perlu semua alutsista dr yg kecil ampe yg besar, dari A sampe Z mau dibikin sendiri....

Kalo nggak salah Dirut PT. Pindad Budi Santoso pernah kecewa karena sblmnnya dia dijanjikan bahwa TNI mau ambil sampe 500 unit Anoa sehingga kalo ada orderan segitu dia mau investasi alat pemotong baja sendiri, tp akhirnya nggak jadi sampe segitu. Nah sekarang setelah semua pesenan Anoa diserahkan ke TNI siapa lg yg udah pasti deal pesan ? Malon, Brunei, Oman, Nepal ?

Ini baru Pindad, gmn ntar PT. PAL kalo udah bisa bikin kapal selam & pesenan TNI udh selesai dibuat, trus abis itu siapa lg yg mau mesen ?

Coz ini dibuat oleh badan usaha sbg bagian dr industri, salah satu ciri industri bahwa dia harus berkesinambungan, harus terus hidup dgn menarik profit. Nah siapa yg bisa menjamin kehidupan itu.... ya jaminan pemasaran produk2nya....
Kecuali kalo ToT itu dilakukan oleh bengkel/workshop TNI yg emang nggak berorientasi usaha ya nggak masalah.....



Seharusnya badan usaha, meski itu BUMN nggak selamanya harus tergantung dr duit negara (subsidi, penyertaan modal pemerintah, proteksi, dll) tp pada akhirnya dia harus bisa jalan sendiri.

Ya kalo cuma bikin2 prototipe sih ya gpp, cuma nggak berhenti di prototipe doang. Diminati TNI/Polri ? Wahh, udah sejak bertahun2 lalu Pindad bikin berbagai prototipe Rantis sejenis Humvee/Hummer... tp mana yg udh pasti mau dibuat massal atas pesenan TNI ? Demikian pula konon udah ada hull tank medium di hanggarnya Pindad, tp ya cuma mangkrak aja disitu.....






Setuju bener dengan semua pendapat yang diatas, sebenernya sekarang harus ditelaah ulang semua BUMN - S (strategis ya, ane lupa?), mereka harus bergerak dibidang apa dan arah kedepan kemana. Mau disubsidi terus (rugi) atau harus hidup sendiri (untung).
Kalo mau disubsidi terus harus diitung untung ruginya apa.
(Contohnya; karena barang nggak bisa dibeli diluar, harus produksi sendiri, padahal itu barang kebutuhan pokok contohnya tank, kapal selam dll )
Berapa orang yang bisa kerja di industri ini? ada efeknya ke industri hulu (penunjang) apa nggak?
kalo dipikir buatan panser pindad kan cuma ngasih proyek untuk KS dan Pindad sendiri, mungkin yang kecil-kecil kayak jok ac dsbnya.

Sebenarnya yang disebut-sebut Habibie itu benar, BUMN untuk merangsang industri penunjang, tapi kenyataannya sekarang perusahaan yang menunjang Pindad, Inti, PAL dan DI nggak begitu banyak. Jadi jumlah orang yang hidup dari industri ini nggak begitu banyak.

Mendingan produksi mobil nasional, yang jelas-jelas pasti ada pasarnya, Setelah banyak mobil nasional yang muncul, baru lepas saham pemerintah dengan go public (e.q. 50% masih ditangan pemerintah). Bukan kayak model sekarang, keuntungan bumn masuk ke pemerintah lagi, jadi sapi perah. BUMN nya mau investasi nggak bisa karena harus nyetor. Jadi nggak independen. Di Jerman, Daimler, BMW, AUDI, VW itu saham yang dimiliki pemerintah daerah (di VW 20%) dan pusat(20%VW) itu besar, mereka masih bisa sedikit mempengaruhi lokasi pabrik-lapangan kerja di Jerman walaupun itu perusahaan global. Yang hidup dari industri penunjang otomotif banyak sekali.

Jadi:
buat mobil nasional di 4 pulau terbesar, kalimantan, sumatra, sulawesi, jawa
4 merek. Biarin mereka bersaing sehat. Nanti kalo udah besar, lepas saham setengahnya. Target harga jual 40 juta dengan kualitas avanza, mayoritas rakyat indonesia kan cuma mampu bayar segitu (pendapatan perkapita 2012 BPS 33 juta pertahun), itupun sebenarnya rationya (harga mobil/pendapatan rata-rata) masih lebih mahal dibandingkan ratio di negara maju, kalo mau disamain ya harusnya 30 juta.

go mobil listrik nasional - go - go
Hapuskan monopoli PLN (kan bakal butuh listrik yang banyak)

Menhan: Beli 114 tank Leopard, Indonesia dapat 50 tank

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyatakan, Indonesia mendapat tambahan 50 tank dari rencana pembelian ratusan tank dari Jerman. Jumlah tersebut didapatkan tanpa menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Tank tambahan tersebut merupakan kendaraan pengangkut personel jenis Marder. "Itu dalam pengadaan di sana (Jerman). Bukan tambahan dana, pengadaan itu dilakukan sesuai dengan alokasi dana yang ada pada kita," kata Purnomo di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (15/5).

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral era Gus Dur ini melanjutkan, dalam perencanaan yang telah dimasukkan dalam APBN, dana pembelian yang tersedia sebesar USD 280 juta. Dari jumlah itu, Indonesia diperkirakan hanya mendapat 44 unit tank.

"Setelah kita ke sana, kita lakukan negosiasi, ternyata kita bisa dapat 164 unit. Tapi tidak menambah jumlah anggaran," ungkapnya.

Proses pengiriman seluruh tank yang dipesan Indonesia itu dilakukan secara bertahap. Terlebih, Jerman siap untuk segera mengirimkan seluruh pengiriman hingga serah terima.

"Ini yang sedang kita terus (dipotong sendiri). Mereka siap, ya kirim, karena tidak mungkin langsung angkut semuanya," pungkasnya.

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo berharap, seluruh tank yang dipesan dari Jerman segera diterima Indonesia dalam waktu dekat. Terlebih, pengadaan alutsista sendiri masih berjalan lancar sesuai dengan rencana.

"Perkembangan Leopard bahwa perjalanan untuk pengadaan tetap berjalan sesuai dengan rencana. Kita harapkan tahun ini akan datang, ada uji coba misalnya manuver dengan penembakan, kita berharap sebelum 5 Oktober alat-alat itu sudah datang," ujar Pramono.

http://www.merdeka.com/peristiwa/men...t-50-tank.html
^^set dah berita lama diulang-ulang mulu..menjelang 2014 pada pamer ya om?
nego leopard termasuk prestasi sih..
Ngejar buat parade dan pertanggung jawaban uang rakyat
sayang pak KSAD dah pensiun
Quote:Original Posted By knitetemplar
Ngejar buat parade dan pertanggung jawaban uang rakyat
sayang pak KSAD dah pensiun


bs aja pk Kasad stlh pensiun dplot jd wamenhan dgn syafri, u memastikan brg2 nya pada datang sampai 2014
Quote:Original Posted By chibiyabi


pongasi belum jadi legenda om.. ntu si prof...M


Prof nan legendaris,..penemu 3 sumbu seimbang

bahkan sanggup utk membuat selevel cn234 hanya dg mendaya gunakan anak smk ( STM jadul )...benar2 dewa beliau......
td baca running text di M*tr*TV ... thn ini 100 Leo akan tiba?? mantab.. smg ngga mundur..
Bisa ikut parade dong
Quote:Pakar: Pembelian Tank Jerman Perkuat Posisi Indonesia

Antara – 10 jam yang lalu

Jakarta (ANTARA) - Pakar hubungan internasional Teuku Rezasyah mengatakan peluang yang diberikan Jerman terkait penjualan tank Leopard meningkatkan daya tawar Indonesia secara global, sekaligus membuka kesempatan kerja sama dengan berbagai alternatif kemitraan yang lebih menguntungkan.

"Itu menunjukkan posisi tawar Indonesia, sekaligus memperluas sumber pembelian persenjataan mutakhir," kata Teuku saat dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Pekan lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel, telah memberikan "lampu hijau" untuk produsen senjata Rheinmetall AG yang berada di Duesseldorf, Jerman untuk menjual tank ke Indonesia. Sejumlah kendaraan yang dipesan dari Jerman itu, sebagaimana dikutip AFP, termasuk 104 tank Leopard 2 dan puluhan kendaraan tempur infanteri serta amunisi dan kendaraan untuk medan pegunungan, pemasang jembatan dan penggusur tanah lapis baja. Secara keseluruhan, Jerman pada pekan lalu setuju menjual 164 tank kepada Indonesia.

Teuku yang juga Direktur Eksekutif di Pusat Demokrasi, Diplomasi, dan Pertahanan Indonesia (IC3D) mengatakan dengan adanya hal itu, posisi tawar Indonesia juga meningkat dengan negara-negara pemasok alat sejenis seperti Amerika Serikat, China, atau Korea Selatan.

Dengan begitu, ujar Teuku, Indonesia di mata dunia sudah mendapat apresiasi positif dalam memenuhi kriteria demokrasi modern yang sering disangkut-pautkan dengan perlindungan Hak Asasi Manusia dan pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab.

"Kedepannya, akan memudahkan kita mengajukan opsi seperti imbal beli, kerja sama riset dan pengembangan, termasuk mekanisme pelayanan purna jual, dan keterlibatan industri strategis," katanya.

Lebih lanjut, kata Teuku, kemitraan ini juga harus dimanfaatkan baik dengan berbagai inisiatif dari pemerintah seperti adanya alih teknologi yang melibatkan perusahaan nasional.

"Ini bisa dipadukan dengan alih teknologi melibatkan industri strategis Indonesia, seperti PT Pindad," katanya.

AFP melaporkan bahwa harga keseluruhan transaksi pengiriman tank dari Jerman adalah sekitar 3,3 juta euro (lebih kurang 41-42 miliar rupiah).

Indonesia pertama kali membahas rencana pembelian tank itu pada kunjungan Kanselir Angela Merkel ke Indonesia pada 2012. Juru bicara Merkel, Steffen Seibert menyebut Indonesia mitra penting merujuk pada pernyataan Merkel yang memuji Indonesia sebagai teladan untuk keragaman agama.(ar)



Source: http://id.berita.yahoo.com/pakar-pem...170648639.html
235 Quote:Original Posted By supermarine



Source: http://id.berita.yahoo.com/pakar-pem...170648639.html


Akhirnya ada pengamat yang benar-benar berkomentar cerdas sesuai di bidang keilmuannya.
Quote:2013-05-17 06:30:00

Fitra Duga Ada Penggelembungan Dana Pembelian Tank Leopard

JAKARTA (Lampost.co): Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi menduga ada proses mark up atau penggelembungan anggaran dalam pembelian 164 tank asal Jerman. Pasalnya, Jerman menyebut harga keseluruhan tank yang dibeli senilai 3,3 juta euro atau sekitar USD4,3 miliar, padahal Indonesia menyebut totalnya USD280 juta "Patut diduga ada mark up, penggelembungan anggaran. Itu bakal kena nanti," kata Uchok kepada Media Indonesia, Kamis (16-5).

Uchok menerangkan, angka yang berbeda itu patut dicurigai. Ia juga menilai ada kesalahan dalam perencanaan anggaran sehingga angka yang dibeli dengan harga yang dijual Jerman berbeda. "Ada indikasi pembengkakan, ini kalau angka atau nilainya berbeda berarti ada yang salah dalam perencanaan," lanjut Uchok.

Ucapan Uchok cukup beralasan, pasalnya, Kepala Staf TNI AD Jendral Pramono Edhie Wibowo menyebut anggaran pembelian tank Leopard sebesar USD4,3 miliar. "Tadinya dalam perencanaan USD280 juta itu kan (totalnya) dapat 44 unit. Setelah kita ke sana, kita lakukan negosiasi, ternyata kita bisa dapat 164 unit (total)," kata Pramono kemarin di Komplek Istana Presiden.

Berdasarkan pemberitaan di media asing, Pemerintah Kanselir Jerman Angela Merkel memberi lampu hijau kepada pembuat senjata berpusat di Dusseldorf, Rheinmetall AG, untuk menjual tank itu kepada Indonesia, kata juru bicara kementerian ekonomi, Rabu (8-5) pekan lalu.

Ia menyatakan harga keseluruhan sekitar 3,3 juta euro atau USD4,3 juta (lebih kurang Rp43 miliar), dengan menunjukkan lebih dari 100 tank tempur Leopard 2 dan kendaraan lain itu adalah bekas pakai. Adapun tank yang dibeli Indonesia yakni 104 Leopard 2 tanks, 50 Marder 1A2 infantry fighting vehicles, 4 Armored Recovery Vehicles to tow tanks out of trouble, 3 mobile bridge-layers, and 3 AEV armored engineering vehicles. Total 164 tank itu akan datang secara bertahap, pada peringatan HUT TNI 5 Oktober mendatang diharap bisa ditampilkan.(FId/L-1)



Source: http://lampost.co/berita/fitra-duga-...n-tank-leopard
^^ kasih Camry aja,..biar bacot mereka berhenti

kasih 1, biar berantem semua
Berita dihalaman pertama memang disebutkan $ 280juta deh.
Itu angka $ 4,3juta dapet dari mana ya?
gebleg apa tu orang ya, tinggalitung aja 164 / 43 m satunya berapa, terus googling harga marder ama leo rev ama leo 2a4 sekon, masuk akal engga,

ngga wartawan, engga pengamat bodrk semua, sekali-kali yang punya link ke si ucok undang ke formil, biar dapat pencerahan atau ngga di pongasikan