KASKUS

perasaan udah ada thread ini loh?
merinding ane bacanya gan.... ditunggu kelanjutanya gan....
subhanalloh..........akhirnya terbukti juga ya gan.
gak kehitung udah repost puluhan kali dan sudah ada juga bantahan nya dari ulama Turki yang bilang kitab itu palsu...cek dulu kebenarannya sebelum di post
Hati2 gan sama infonya, nggak semua info di internet itu bener. kebanyakan HOAX.

Konsili Nicea

Benarkah Konsili Nicea adalah untuk menghancurkan Injil yang asli?



Salah satu penyesatan informasi yang selalu dilakukan oleh teman-teman muslim adalah tentang Arius dan Konsili Nicea.

Penyesatan informasi adalah tuduhan bahwa Injil telah ditentukan saat konsili Nicea yang pada akhirnya menyebabkan antara lain :

1) musnahnya Injil yang asli yang mendukung ajaran Islam,
2) pembasmian ajaran asli Yesus yang Islami,
3) membungkam Arius yang adalah penerus ajaran Yesus yang Islami yang bertentangan dengan ajaran sesat rasul Paulus.

Berikut ini diberikan kutipan dari :

Quote:
Sumber :
Jesus, A Prophet of Islam
Muhammad ata ur-Rahim :

Di tahun 325 M, konsili Nicea diadakan. Doktrin Trinitas dikukuhkan sebagai doktrin resmi gereja Paulus. Sebagai konsekuensinya, diputuskan sekitar 300 INJIL YANG DITULIS DALAM HURUF IBRANI HARUS DIMUSNAHKAN, SEDANGKAN 4 INJIL DIPILIH SEBAGAI INJIL RESMI Gereja. Setelah itu, DIMUSNAHKANLAH SEMUA INJIL-INJIL berbahasa Ibrani yang saat itu ada. Keputusan gereja diumumkan bahwa siapa saja yang menyimpan Injil selain 4 yang dinyatakan resmi oleh gereja akan dihukum mati. Ini adalah usaha terorganisir yang pertama kali dilakukan untuk menghilangkan ajaran asli Yesus, baik dalam wujud buku maupun manusia, yang bertentangan dengan doktrin trinitas.



Atau komentar dari salah satu situs http://yesus.8m.com/injil.htm :

Quote:
Ingat ya! KEEMPAT INJIL YANG ADA KAN ADALAH HASIL KEPUTUSAN KONSILI NICEA / Eropa tahun 300-an SM, keputusan manusia bukan keputusan Allah!, dimana dari puluhan / ratusan Injil yang ada "cap cip cup" hup dipilih empat Injil, sementara Injil-injil yang lain dilarang dibaca.


Tuduhan ini sebetulnya merefleksikan apa yang terjado dalam sejarah Kitab Suci umat Muslim sendiri sendiri yang konon ditulis ulang satu Al-Qur’an yang dianggap resmi, kemudian salinan Al-Qur’an lainnya dimusnahkan.


Apakah memang tuduhan diatas benar.
Kita lihat satu persatu.



I. SIAPA ARIUS


Sumber :
Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh Dalam Sejarah Gereja
Drs. F.D. Wellem, M.Th.
BPK Gunung Mulia, 2000, halaman 21 – 22

…… Kemungkinan ia dilahirkan di Alexandria, kira-kira tahun 250 (tambahan : meninggal 336 M), yaitu pada masa penghambatan kaisar Decius ……Arius mengajarkan bahwa Allah dalam pengertian yang sebenarnya hanyalah Allah yang sejati, Bapa saja. … Kemudian Allah melahirkan Anak itu dari yang tiada (ex nihilo) oleh kehendakNya sendiri. Anak itu bukan saja sulung dan permulaan, tetapi Ia juga pencipta alam semesta ….. karena ketergantungan pada status surgawinya, maka Ia tidak berdosa. …. Trinitas dilukiskan dengan rumusan tiga hipostasis, yaitu dalam keallahan terdapat tiga oknum yang terpisah dan berbeda. Dari antara mereka hanya Bapa saja yang memiliki substansi Allah dan sungguh-sungguh Allah dari kekal hingga kekal.


Jadi dapat disimpulkan bahwa pengajaran Arius bahwa Yesus adalah :

1. diciptakan oleh Bapa sebelum segala sesuatu, berarti ada masa dimana Yesus belum ada
2. yang membantu Allah dalam proses penciptaan dunia.
3. Yesus adalah Allah yang lebih rendah (inferior God), jadi tidak sepenuhnya manusia dan tidak sepenuhnya Allah.
4. Yesus tidak satu substansi dengan Bapa


Inilah yang menjadi pangkal perseteruan antara Arius disatu pihak dengan mayoritas pemimpin gereja lainnya yang dipimpin oleh Alexander Uskup Alexandria yang berkeyakinan bahwa Yesus adalah sama dan sehakekat dengan Bapa

Sumber :
Riwayat Hidup Singkat Tokoh-tokoh Dalam Sejarah Gereja
Drs. F.D. Wellem, M.Th.
BPK Gunung Mulia, 2000, halaman 22


Alexander tidak dapat menerima ajaran Arius tersebut. Alexander mengadakan sinode di Alexandria tahun 318 M yang dihadiri oleh 100 orang uskup, dimana Arius dan pengikut-pengikutnya dikutuk dan dipecat. Alexander mengambil rumusan Origenes tentang kelahiran yang kekal daripada Logos ….



II. TENTANG KONSILI NICEA


Sebagai akibat perdebatan antara Arius dan pemimpin-pemimpin gereja lainnya yang dipimpin oleh Alexander Uskup Alexandria menjadi sangat tajam, Kaisar Konstantin memutuskan mengadakan konsili.

Sumber :
Gereja Mula-Mula
Sejarah Gereja Jilid 1
Dr. Dietrich Kuhl
Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia, 1992, halaman 115

… Kaisar Konstantinus memanggil konsili Oikumenis pertama untuk bersidang di Nicea pada tahun 325. 318 uskup hadir (yaitu kira-kira seperenam dari semua uskup gereja Katholik). (Tambahan Vivaldi : angka 318 adalah menurut St. Athanasius – sementara Eusebius menuliskan lebih dari 250 uskup) menghadiri konsili itu.

Catatan tambahan :
Kebanyakan adalah uskup dari gereja Timur (Yunani), dari gereja Latin / Barat hanya diketahui 7 orang yaitu Hosius dari Kordoba, Cecilian dari Karthago, Mark dari Calabria, Nicasius dari Dijon, Donnus dari Stridon, dan 2 dari Roma, Victor dan Vincentius yang mewakili Paus. (Sumber : Situs New Advent, topic The First Council of Nicaea)


Tema perdebatan adalah apa kesaksian Yesus sendiri, nabi-nabi dan rasul-rasul tentang keAllahan Yesus.
Setelah perdebatan yang panjang, hampir seluruh uskup peserta konsili Nicea sepakat bahwa pendapat Arius adalah salah.
Semua uskup kecuali lima menyetujui keputusan konsili. Dari 5 yang tidak setuju, 2 kemudian menyatakan persetujuannya.


Sumber
http://www.newadvent.org/cathen/11044a.htm :

Selain Arius, tercatat 2 uskup yang tidak menyetujui Kredo Nicea yaitu Theonas dari Marmarica dan Secundus dari Ptolemais yang kemudian diasingkan dan dikutuk.
Buku-buku Arius (catatan : bukan Injil) kemudian dibakar dan Arius sendiri dibuang ke Illyria.


Hasil keputusan konsili adalah berupa Kredo Nicea.


Sumber :
Gereja Mula-Mula
Sejarah Gereja Jilid 1
Dr. Dietrich Kuhl
Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia, 1992, halaman 115 – 116

Keputusan-keputusan konsili di Nicea dirumuskan dalam Niceum, dan Niceum ini menolak semua pandangan yang tidak mengakui Trinitas sebagai sifat hakiki dari Allah (Arianisme, subordinasionisme, dinamisme, adopsionisme, patripassianisme, modalisme) :

”Aku percaya kepada satu Tuhan, Yesus Kristus, anak Allah yang tunggal, yang lahir dari sang Bapa sebelum segala jaman.
Allah dari Allah, terang dari terang, Allah yang benar dari Allah yang benar.
Dilahirkan dan tidak diciptakan, sehakikat dengan sang Bapa, yang dengan perantaraannya segala sesuatu dibuat …….

Yang ditolak :

“Ada suatu waktu dimana dia (Yesus) belum ada,
sebelum dia dilahirkan ia belum ada,
dia menjadi dari apa yang belum ada,
mereka yang mengatakan bahwa dia dari suatu zat atau hakikat yang lain dari pada hakikat sang Bapa,
atau mereka yang mengatakan bahwa Anak Allah diciptakan atau dapat berubah – mereka semua dikutuk oleh Gereja Katolik dan Rasuli


Dari beberapa sumber kuno sejarah, setelah konsili Nicea kaisar Konstantine melakukan beberapa langkah sbb :


1. Konstantine mengasingkan Arius dan beberapa pendukungnya karena menolak dekrit konsili Nicea.


Sumber :
ECCLESIASTICAL HISTORY
SOCRATES SCHOLASTICUS.
Buku I, bab 8.

Upon this the Synod anathematized Arius, and all who adhered to his opinions, prohibiting him at the same time from entering into Alexandria. At the same time an edict of the emperor sent Arius himself into exile, together with Eusebius and Theognis and their followers; Eusebius and Theognis, however, a short time after their banishment, tendered a written declaration of their change of sentiment

Setelah itu, sinode mengutuk Arius dan semua pendukungnya, melarang Arius untuk memasuki kota Alexandria. Pada saat yang bersamaan, keputusan dari kaisar memerintahkan pengasingan Arius, bersama dengan Eusebius dan Theognis, dan pengikut-pengikut mereka. Namun, Eusebius dan Theognis tidak lama setelah pengasingan mereka, menawarkan pernyataan tertulis tentang perubahan sikap mereka ….

2. Konstantine memerintahkan pemusnahan seluruh karya Arius(bukan injil) dengan ancaman hukuman mati bagi yang mempertahankannya. ….

Sumber :
Ibid
Buku I, bab 9 :

This therefore I decree, that if any one shall be detected in concealing a book compiled by Arius, and shall not instantly bring it forward and burn it, the penalty for this offense shall be death

Oleh karena itu, aku memutuskan, jika ada yang ketahuan menyimpan buku karangan Arius, dan tidak menyerahkannya dan membakarnya, hukuman bagi pelanggaran ini adalah kematian.

Catatan tentang Socrates

Knsili Nicea

Sumber :
Catholic Encyclopaedica :

(terjemahan bebas)
Dilahirkan dipenghujung abad ke 4 di Konstantinopel sekalipun tidak ada pernyataan yang menguatkan dari Socrates sendiri. Sejarawan lainnya berpendapat Socrates dilahirkan tahun 379 M. Tahun meninggalnya juga tidak dapat dipastikan, yang jelas karyanya berhenti pada tahun 439 M saat Theodosius Muda bertahta. Mengarang 7 buku sejarah gereja dalam masa mulai dari Constantine tahun 306 M hingga Theodosius Muda tahun 439 M

Atau sumber lain yang mengisahkan hal yang sama.

Sumber :
Ecclestiatical History
Salaminius Hermias Sozomenus.
Buku 1, bab 21.

The emperor punished Arius with exile, and dispatched edicts to the bishops and people of every country, denouncing him and his adherents as ungodly, and commanding. that their books should be destroyed, in order that no remembrance of him or of the doctrine which he had broached might remain. Whoever should be found secreting his writings and who should not burn them immediately on the accusation, should undergo the penalty of death

Kaisar menghukum Arius dengan pengasingan, dan mengirimkan keputusan kepada para uskup dan penduduk diseluruh negeri, mengumumkan Arius dan pengikutnya sebagai penentang Tuhan, dan memerintahkan bahwa buku-buku mereka harus dimusnahkan ……. Siapapun yang ketahuan menyimpan tulisan-tulisannya dan tidak membakarnya dengan segera akan dihukum mati.



Catatan tentang Sozomenus.

Sumber :
Catholic Encyclopaedica :

(terjemahan bebas)
Dilahirkan di Bethelia daerah Gaza, tahun kelahirannya tidak diketahui. Meninggal ditahun 447/8 M. Menuliskan buku Ecclestiatical History yang mencatat sejarah gereja dalam kurun waktu tahun 323 M hingga 425 M. Bukunya ini diselesaikan pada tahun 443 M.


Selain 2 buku diatas, cukup banyak buku-buku kuno yang menuliskan tentang konsili Nicea, misalkan :


Theodoret, Historia Ecclesia, Book I, ch.6-13.
Eusebius, Vita Constantini, Book III, ch.6ff.
Athanasius, De decretis synodis



Selama konsili, disetujui beberapa peraturan-peraturan kedisiplinan gereja, sebanyak 20 buah (dapat diakses di http://www.newadvent.org/fathers/3801.htm), yaitu tentang :

(terjemahan bebas) :
1. kehidupan membiara kaum pendeta,
2. para pentobat baru dan dosa tentang perilaku seksual,
3. teman hidup kaum pendeta,
4. pentahbisan uskup,
5. pemecatan dan sinode untuk peradilan,
6. kewenangan Alexandria, Roma dan Antiokia,
7. keutaman propinsi Yerusalem,
8. tentang Novatianisme
9. pemindahan kaum pendeta,
10. pemindahan kaum pendeta,
11. mereka yang menyangkal iman terhadap Kristus,
12. mereka yang kembali memasuki dinas militer,
13. pemberian komuni kepada orang yang akan meningal,
14. dosa-dosa orang yang baru percaya,
15. tugas tugas kaum pendeta,
16. tugas tugas kaum pendeta,
17. kaum pendeta dan urusan riba,
18. pembatasan-pembatasan diakon,
19. asimilasi pengikut-pengikut Paulus dari Samosata kedalam gereja,
20. doa hari Minggu dan Pantekosta.

Selain masalah diatas, dibicarakan juga tentang perayaan Paskah.

Konsili Nicea tidak memutuskan apapun tentang Injil dan Kitab Suci.

Pemusnahan yang terjadi setelah konsili Nicea juga bukan terhadap injil-injil Ibrani, melainkan terhadap buku-buku Arius dan pengikutnya.

Hal inilah yang kemudian diplintir oleh penuduh-penuduh kalangan muslim dengan menyatakan bahwa yang dimusnahkan adalah Injil.


Sekian
PARAH...
Quote:Original Posted By ehemehemhehehe
La elah ela Allah, Mohamad rasool Allah


gan, eja'an ente salah gan.... bisa bahaya tuh...
beneran akhir zaman hehehe
"untukmu agamamu untukku agamaku" Q.S Al-kafirun
Terguncang kah pihak vatikan?
subhanallah maha besar allah ..yang telah memberikan yang benar kepada umatnya tp mereka tidak menyadarinya .
lucu banget..........
agan TS.....
Barnabas itu mengabarkan injil bersama dengan paulus....
jarak antara Paulus dan Barnabas sampe ke jaman Nabi Muhamad itu brp tahun?
agak konyol sih sebenernya pake logika aja deh. apakah jaman Paulus bersamaan dengan Nabi Muhamad hidup?
oh iya 1 lagi Barnabas bukan lah salah satu dari 12 rasul YESUS. jadi dia bukan murid pertama ok ^^
sumbangin plizz komengnya dong :
http://www.kaskus.co.id/thread/51296...di-rumah-sakit
subhanallah....
bisa bikin gempar dunia nih kalo beneran
Selama berita belom publikasi ke public secara besar"an ya hoax

Jadi ane belom percaya

Belom ada bukti vatikan berbicara,amerika,dan negara lainnya

Seperti d jarum 76

MIMPI kali lo
Quote:Original Posted By tanz13
gan itu sumbernya dari weekly world news, wkwkwk, yg tau weekly world news pasti ikut ketawa.


sumbernya bukan wwn gan
Quote:Original Posted By 25ne.dya10
1. Barnabas bukanlah salah satu dari ke-12 murid Tuhan Yesus.
2. Barnabas tidak pernah bercakap-cakap dan tatap muka secara langsung dengan Tuhan Yesus.
3. Barnabas tidak pernah dinyatakan oleh Tuhan Yesus sebagai murid yang paling dikasihi.
4. Barnabas seorang keturunan suku Lewi berasal dari pulau Cyprus, menggabungkan diri dengan para rasul setelah Tuhan Yesus naik ke Surga (Kisah Rasul 4:36-37)
5. Injil Barnabas dicatat pada abad ke-13 dalam bahasa Italy. Keterangan didalam Injil palsu Barnabas sangat bertentangan dengan situasi dan kondisi daerah Palestina yang sebenarnya.

1. Kesalahan geografis.
Pasal 20 Injil palsu Barnabas menceritakan bahwa Yesus dikatakan dari daerah Galilea menuju ke daerah Nazaret naik perahu. Padahal semua orang di sana pasti tahu kalau daerah Nazaret itu letaknya di daratan pedalaman, bukan diseberang lautan, dan jaraknya antara daerah Galilea dengan Nazaret itu sekitar 20 km. Mana mungkin orang yang mau menuju ke daratan malah naik perahu. Dengan secara jelas menunjukkan suatu bukti yang otentik, bahwa penulis Injil palsu Barnabas itu tidak mengetahui situasi dan kondisi daerah Palestina yang sebenarnya. Mungkin penulisnya mimpi bin ngigo kali...

2. Kesalahan biografi sejarah.
Pasal 3. Penulis Injil Palsu Barnabas menceritakan bahwa ketika Yesus lahir Pilatus sudah memerintah daerah Palestina sebagai gubernur. Padahal menurut data-data sejarah Pilatus datang memerintah daerah Yudea (Palestina) tahun 26-36 Masehi. Jadi dengan demikian menunjukkan bahwa penulis Injil palsu Barnabas itu adalah orang yang sangat awam tentang kejadian yang sebenarnya, apalagi kalau dituntut untuk menunjukkan bukti data-data sejarah... wah malah salah kaprah dan nggladrah.

3. Kesalahan dalam bidang peraturan hukum keagamaan.
Pasal 152. Penulis injil palsu Barnabas menceritakan bahwa orang-orang kafir atau orang-orang diluar Yahudi termasuk pasukan tentara romawi bebas memasuki tempat ibadat suci orang Yahudi. Di sana dikatakan bahwa Yesus sedang berdialog dengan pasukan tentara Romawi di dalam rumah ibadah (tempat suci) orang Yahudi. Padahal itu merupakan pelanggaran peraturan hukum kenajisan keagamaan yang sangat dihormati dan dijunjung tinggi oleh seluruh bangsa Yahudi, bahwa "orang-orang diluar Yahudi yang tidak menganut agama Yahudi dilarang masuk tempat ibadat". Orang-orang Romawi sendiri dalam menyikapi masalah ini sangatlah hati-hati sekali, sebab kalau sampai peraturan hukum kenajisan itu dilanggar akan menimbulkan huru-hara dan prahara besar. Ternyata penulis Injil palsu Barnabas kurang hati-hati dan teliti di dalam menyikapi serta menyoroti masalah ini.
36

4. Kesalahpahaman dalam penilaian kaum biarawan.
Pasal 145. Penulis Injil palsu Barnabas menceritakan bahwa orang-orang Farisi itu seolah-olah tinggal dalam biara, sehingga bisa dikatakan kaum biarawan. Padahal yang dikatakan kaum biarawan pada waktu itu adalah orang Esen (bhs. Yunani; Essenoi), yaitu orang-orang yang mengisolasi diri atau orang-orang yang menjauhkan diri dari keramaian duniawi atau juga dengan kata lain, orang-orang yang hidupnya selalu mendekatkan diri kepada Sang Ilahi serta menjauhkan diri dari hal-hal yang bersifat duniawi. Tetapi kalau kaum Farisi adalah orang-orang yang menekuni dalam bidang agama, namun mereka semua masih bebas bergaul dengan masyarakat luas. Ternyata penulis Injil palsu Barnabas adalah orang yang sering salah paham sehingga menyamakan dan mencampuradukkan golongan Farisi dengan golongan Esen. Makanya kalau tidak tahu jangan sok memberi tahu nanti malah keliru, akhirnya jadi lucu.

5. Kesalahan dalam penilaian satuan mata uang.
Pasal 98. Penulis Injil palsu Barnabas menceritakan bahwa Philip menjawab Yesus, "Tuan 200 keping emas tidak cukup untuk membeli roti sekian banyak itu." Padahal satuan mata uang di Palestina pada waktu itu adalah dinar, dan logamnya adalah perak, bukan emas. Satu dinar pada waktu itu adalah standar (ukuran) bayaran untuk upah buruh kerja sehari (Matius 20:2,13). Jadi 200 keping emas mestinya kalau dibelikan roti, sudah mencukupi orang banyak sekali. Dengan demikian, penulis Injil palsu Barnabas sangat awam dalam perhitungan dan penilaian mata uang. Apakah mungkin penulis Injil palsu Barnabas itu adalah orang yang tidak pernah mengenyam pendidikan sekolahan, namun langsung menerima ilham, maka dari itu sering timbul dan muncul kesalahpahaman.

6. Kesalahan dalam perayaan tahun Yobel
Pasal 82. Penulis Injil palsu Barnabas menceritakan bahwa tahun Yobel diperingati setiap 100 (seratus) tahun sekali. Padahal tahun Yobel diperingati oleh bangsa Yahudi setiap 50 (lima puluh) tahun sekali, sesuai yang tertulis dalam kitab Taurat (Imamat 25:8-13). Pertama kali tahun Yobel diperingati setiap 100 tahun sekali atas dasar dekrit (keputusan) Paus Yonisius VII pada tahun 1300. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Injil palsu Barnabas dicatat pada sekitar abad 13. Sekarang ketahuanlah kedok kepalsuannya. Sebab kalau itu adalah Injil yang ditulis oleh Barnabas yaitu rekan para rasul, seorang suku Lewi dari Siprus (Kisah Rasul 4:36), sudah jelas pasti dicatat pada abad 1 (pertama) dan paling tidak dengan mempergunakan bahasa Yunani, Ibrani atau Aram, bukan ditulis pada abad 14 dan juga bukan menggunakan bahasa Italy, nanti malah akan menyebabkan para pembacanya sulit mengerti, lha wong Barnabas sendiri tidak pernah mendengar bahasa Italy, apalagi mempelajarinya. Kecuali Barnabas imitasi alias tidak asli, yang bikin cerita dan dongeng 1001 mimpi dengan membonceng atas nama Injil Barnabas.

ini artikel yang saya berikan gan tentang injil barnabas..
masih ada lanjutannya tentang pertentangan antara barnabas dan hadist tapi ane tidak tampilkan karena takut sara..
selamat membaca..


Hahaha....entah kenapa ya kok nih agama dicari2 kesalahannya terus ya padahal di tempat ibadah2 dah dikasi tau AGAMAMU AGAMAMU AGAMAKU AGAMAKU masih aja aneh2...mending sekolah aja terus kita bangun INDONESIA bareng2 daripada lo salah jalan tar malah jadi yang "engga engga"
×