KASKUS

Quote:Original Posted By dablo1





paling ada yg bilang itu SUPORTER ALAY gan

wah rame banget ya soal tampolan peter di BP
dua klub yg nasibnya berlawanan bak bumi dan langit

SP juara grup
http://sport.detik..com/sepakbola/re...up-e?b99220170

Persibo terbenam
http://sport.detik..com/sepakbola/re...gon-united-1-7

Quote:Original Posted By gringsing1
sedikit cerita lagi tentang proses awal Liga inggris yang akhirnya seperti sekarang ini, skenarionya sepertinya dah dicoba kemaren, membuat liga sebagai perusahaan, menarik sky untuk sponsor, namun disini lebih rumit dari Inggris



itu beda kecerdasan antara Tatcher dan menpora kita gan


Spoiler for :
Quote:Original Posted By horas.cool


Menurut investigasi n pengamatan teliti dri Men3GPora, spanduk itu hasil editan orang2 yg sangat tidak bertanggung jawab ..... Mohon semuanya menahan diri n jgn sampe terprovokasi ( BWAT NGELUDAH ARB !!!! )



Quote:Original Posted By p1kk0


ssttt.
agan.. ini gak sopan, gak etis, gak patut...

Quote:Original Posted By rodam.dam


paling ada yg bilang itu SUPORTER ALAY gan

wah rame banget ya soal tampolan peter di BP


Mau sangat tidak bertanggung jawab,
mau gak sopan, gak etis, gak patut,
mau ALAY kek,

pokoknya sudah masuk rangkuman ane di pekiwan :

Promosi ARB dalam tayangan ISL. link

Dan bersiap2lah akan semakin menggelora bila timnas main,
maupun bila mereka menyajikan World Cup nanti.


Quote:Original Posted By Khloroos
salah kaprah. kirain tim eks per udah pisah manajemen, ternyata masih sangkut-sangkutan. ye iki piye iki piye.


Belum gan, belum pisah manajemen.
Memang salah kaprah.
Makanya ane bilang ngaconya tim2 pro eks perserikatan yang ada sekarang.

Mereka banci, gak jelas posisinya. Mereka bermain di 2 alam, di 2 dunia.
Satu kaki mereka bermain sebagai klub profesional,
tapi satu kaki lagi masih berkecimpung di dunia amatir,

dengan punya klub2 binaan, tipikal tim2 eks perserikatan.

Sistem 2 kaki kayak begini, menurut ane bakal jadi api dalam sekam,
suatu saat bakal menimbulkan masalah.
Terutama tim2 pro "palsu" kayak mereka sangat beresiko ditumpangi oleh para politikus oportunis yang hanya menunggangi kegemaran masyarakat Indonesia pada sepakbola.

Seperti ane tulis sebelumnya,
dunia sepakbola amatir sebenarnya, tetaplah sangat penting dan menarik,
terutama dalam konteks pembinaan usia muda.
Quote:Kita bisa cermati beberapa kiriman tulisan belakangan,
bagaimana bergairahnya dunia sepakbola amatir di Inggris

Tapi dunia sepakbola perserikatan menurut ane harus BUBAR.
Dan klub2 amatir mantan binaan perserikatan tsb haruslah diberi gairah lagi seperti dulu,
dan pengelolaannya diberikan pada pengcab2, wakil PSSI di daerah.




Tapi ini tetap tidak menghentikan usulan ane soal penggantian nama klub2 eks perserikatan,
sebab faktanya nama2 mereka memang sangat membosankan,
jadul,
feodal,
tidak profesional.
Per, P, Per, P, Per, P dst....
Quote:Original Posted By ptambu




Mau sangat tidak bertanggung jawab,
mau gak sopan, gak etis, gak patut,
mau ALAY kek,

pokoknya sudah masuk rangkuman ane di pekiwan :

Promosi ARB dalam tayangan ISL. link

Dan bersiap2lah akan semakin menggelora bila timnas main,
maupun bila mereka menyajikan World Cup nanti.




pertanyaanya apakah mereka secara sukarela menunjukan itu atau ada yang membayarnya? jujur ane eneg pas si komentator pernah bilang gini "Dan sekarang ISL bisa ditonton di berbagai jaringan tv berbayar atau parabola. INI KARENA KOMITMEN ARB UNTUK MENYATUKAN SEMUA MASYARAKAT MELALUI SEPAKBOLA"
Quote:Original Posted By nandazak


pertanyaanya apakah mereka secara sukarela menunjukan itu atau ada yang membayarnya? jujur ane eneg pas si komentator pernah bilang gini "Dan sekarang ISL bisa ditonton di berbagai jaringan tv berbayar atau parabola. INI KARENA KOMITMEN ARB UNTUK MENYATUKAN SEMUA MASYARAKAT MELALUI SEPAKBOLA"


Komen agan masuk di rangkuman juga.

Quote:Original Posted By rodam.dam


Spoiler for :


Spoiler for Jawab:



Skema Pengelolaan Sepakbola Liga Inggris

Quote:Original Posted By fvxK
ini tambahan dari ane

http://www.thepyramid.info/

Details of composition and structure of non-League football in England, from The Conference to county leagues, plus links to official league sites and more.

Quote:Original Posted By fvxK
link yang tadi..

http://thepyramid.info/asp/pyramid3.asp#215

gila bener piramid structurenya


Gila bener gan.
Mereka sangat terukur, terencana dan konsisten.

Spoiler for Piramid Ringkas:


Spoiler for Lebih Lanjut......:


Sementara di Indonesia masih berkutat dengan permainan 2 kaki,
oleh tim2 dengan awalan Per dan P.
Serta sibuknya para birokrat dan politikus2 oportunis
menunggangi sepakbola Indonesia.


Baca Juga :



Sepakbola di Inggris dan Mimpi Anak-Anak. link
Pengelolaan Sepakbola Amatir di Inggris. link
Quote:Original Posted By nandazak


pertanyaanya apakah mereka secara sukarela menunjukan itu atau ada yang membayarnya? jujur ane eneg pas si komentator pernah bilang gini "Dan sekarang ISL bisa ditonton di berbagai jaringan tv berbayar atau parabola. INI KARENA KOMITMEN ARB UNTUK MENYATUKAN SEMUA MASYARAKAT MELALUI SEPAKBOLA"


ada yang bayar ataupun tidak, disengaja ataupun tidak, mereka sudah dimanfaatkan, dan sekarang ane pengen tau yang selama ini nyinyir mau ngomong apa lagi?

ga ada hubungan pilpres 2014 dengan ARB, TV Oneng dan Anpetet?

makanya jangan kepinteran, saking pinternya dimanfaatin ga nyadar

agan ptambu, coba dimasukkan mengenai hak Siar ISL yang dipindah ke TV Oneng,

karena bukannya Anpetet itu megang hak siar 10 tahun, dan harusnya berkontrak.

dan bagaimana pembagian hak siar tersebut ke klub.

ah kayanya ga penting gan, yang penting rame, jeger dan penonton banyak. dan sepakbola indonesia udah bersatu wkwwkwk

ga peduli deh, maklum ISL ga butuh supoter pinter, apa jangan2 udah kepinteran
Quote:Original Posted By piepie


Permasalahan dengan nama-nama seperti ini adalah kemiripannya. Kalau misalnya memang mau "jualan" dengan medaftarkan nama/merek, konsep PER-PER akan mengundang masalah. Ada nama beberapa klub yang hampir mirip bukan? Contoh Persiba untuk Balikpapan dan Bantul. Dengan cuma menambah Persiba Balikpapan dan Persiba Bantul sepertinya bakal terkendala soal merek dagang.

Ga cuma itu, merek yang hampir-hampir mirip kaya gini kena aturan ga baku soal keunikan. Mau mereknya bersaing ya harus punya nama unik. Kecuali kalau jualannya cuma mau mentok kedaerahan seperti sekarang tanpa punya visi yang lebih untuk memperkenalkan merek ke level yang yah setidaknya sekawasan Indonesia dulu deh ga usah mengglobal.

Sebagai contoh ini ane lampirin gambar. Disclaimer terlebih dahulu buat supporter Persiba Bantul, ini cuma contoh, ga ada maksud buat mengecilkan apa yang sudah agan-agan di Bantul lakuin.

Pertanyaan ane, mana diantara dua logo dan merek berikut yang lebih berpotensi menjual?



Agan, PER - PER an di liga Indonesia, apa bedanya sama FC - FC an di liga laen? . ntar susah ya jualannya, takut ketuker kali ya FC Barcelona sama FC Bayern soalnya disingkat sama2 FCB ?

Menurut ane sih masalah nama PER PER itu masih tetep dipake justru untuk "Jualan" nya biar laku . kebayang klo nama Persib diganti jadi KS Bandung (Klub Sepak Bola Bandung), mana ada yang nonton, macem PBR penontonnya sepi

atau lebih ekstrem lagi contohnya klub dari Bandung yang pernah maen di liga kesayangan agan, LPI/IPL (ntah), apa tuh namanya? ada nyang nonton kagak gan??

Quote:Original Posted By ptambu


Belum gan, belum pisah manajemen.
Memang salah kaprah.
Makanya ane bilang ngaconya tim2 pro eks perserikatan yang ada sekarang.

Mereka banci, gak jelas posisinya. Mereka bermain di 2 alam, di 2 dunia.
Satu kaki mereka bermain sebagai klub profesional,
tapi satu kaki lagi masih berkecimpung di dunia amatir,

dengan punya klub2 binaan, tipikal tim2 eks perserikatan.

Sistem 2 kaki kayak begini, menurut ane bakal jadi api dalam sekam,
suatu saat bakal menimbulkan masalah.
Terutama tim2 pro "palsu" kayak mereka sangat beresiko ditumpangi oleh para politikus oportunis yang hanya menunggangi kegemaran masyarakat Indonesia pada sepakbola.

Seperti ane tulis sebelumnya,
dunia sepakbola amatir sebenarnya, tetaplah sangat penting dan menarik,
terutama dalam konteks pembinaan usia muda.

Tapi dunia sepakbola perserikatan menurut ane harus BUBAR.
Dan klub2 amatir mantan binaan perserikatan tsb haruslah diberi gairah lagi seperti dulu,
dan pengelolaannya diberikan pada pengcab2, wakil PSSI di daerah.




Tapi ini tetap tidak menghentikan usulan ane soal penggantian nama klub2 eks perserikatan,
sebab faktanya nama2 mereka memang sangat membosankan,
jadul,
feodal,
tidak profesional.
Per, P, Per, P, Per, P dst....


wah agan diskriminasi nih, banyak kok klub luar negeri yang sukses namanya juga pada membosankan, FC Barcelona, FC Bayern, FC Internazionale, FC FC an yang lain, tapi mereka laku2 aja tuh walaupun pake nama yang sama

Quote:Original Posted By fvxK
ya itu gan

ada g lapangan bolanya setidaknya untuk klub amatir nampung 1000 buat bertanding?

mereka pasti banyak tebaran per komplek minimal pasti 1..

lah disini bisa keitung kan

udah pasti era baru pasti semuanya dari orang hingga paling dasar


Cise punya bakrie kalo gk salah punya 14 lapangan untuk semua tingkatan usia. Kita lapangan aja nyewa
Quote:Original Posted By ptambu
Belum gan, belum pisah manajemen.
Memang salah kaprah.
Makanya ane bilang ngaconya tim2 pro eks perserikatan yang ada sekarang.

Mereka banci, gak jelas posisinya. Mereka bermain di 2 alam, di 2 dunia.
Satu kaki mereka bermain sebagai klub profesional,
tapi satu kaki lagi masih berkecimpung di dunia amatir,

dengan punya klub2 binaan, tipikal tim2 eks perserikatan.

Sistem 2 kaki kayak begini, menurut ane bakal jadi api dalam sekam,
suatu saat bakal menimbulkan masalah.
Terutama tim2 pro "palsu" kayak mereka sangat beresiko ditumpangi oleh para politikus oportunis yang hanya menunggangi kegemaran masyarakat Indonesia pada sepakbola.

Seperti ane tulis sebelumnya,
dunia sepakbola amatir sebenarnya, tetaplah sangat penting dan menarik,
terutama dalam konteks pembinaan usia muda.

Tapi dunia sepakbola perserikatan menurut ane harus BUBAR.
Dan klub2 amatir mantan binaan perserikatan tsb haruslah diberi gairah lagi seperti dulu,
dan pengelolaannya diberikan pada pengcab2, wakil PSSI di daerah.




Tapi ini tetap tidak menghentikan usulan ane soal penggantian nama klub2 eks perserikatan,
sebab faktanya nama2 mereka memang sangat membosankan,
jadul,
feodal,
tidak profesional.
Per, P, Per, P, Per, P dst....


Ane juga berfikir harus dipisahkan coz kita maunya profesional tanpa embel2 APBD.

Liga amatir adalah liga binaan dan konsentrasi d pemerintah sdgkn pro harus keluar dan murni bisnis.

Contoh.
Di askes ada 2 bagian.
1) untuk mengayomi maskin (dulu skrg sepertinya udah ada sendiri yg ngatur) dan pegawai negri (kalo ini masih ditangani) (askeskin (dulu) dan askes PN). Ada hubungan dgn subsidi pemerintah dalam hal kesehatan.
2) perusahaan2 swasta dan orang2 diluar poin 1 (inhealth) ini murni bisnis.

Kalo misalkan terpaksa satu manajemen harus jelas dan tidak bercampur. Subsidi dipake pro.

Kenyataan d Indonesia. Kita gk bisa mempercayai klub2 yg ngmng gk pake apbd lah ato apalh.... Akan dipisah lah....

Kalo ada yg berpendapat bisa satu manajemen. Fine. Gk masalah. Tetapi ini Indonesia bung! Orang bener dianggep salah!!! Nanti diselewengkan dgn berbagai alasan.

So untuk kasus ini ane setuju dipisah.
Kalo mereka bikin yg pro harus dipisahkan manajemen strukturalnya.

Menyikapi per per bukan hanya masalah nama yg menujukkan persatuan dari internal klub tapi juga menujukkan klub tsb diperuntukkan untuk klub2 internal.
Konsentrasikan ini ke pembinaan usia dini.

Sedangkan konsep pro harus dipisah tanpa adanya klub2 amatir yg menyokong. Biarpun nanti bisa kerjasama tapi harus dipisah.

Sama halnya dgn tinju profesional dan tinju amatir. Manajemen jelas terpisah. Sama dgn bulutangkis pelatnas dan non pelatnas.

Jalan keluar dari kasus ini. Silahkan bikin klub baru dgn pemain2 dari klub per per dgn catatan manajemen baru. Klub per per kembalikan ke fungsi semula untuk menampung dan mengakomodir pemain2 binaan sebelum nanti masuk ke profesional.

Ane kira gk ada masalah kalo diumumkan. Melihat kasus Aremania yg banyak ngikut pemain3 bintangnya dari pada mengakui keabsahan dasar hukum. Selain itu merger yg membuat nama arema diganti tidak membuat mereka melirik Arema yg lain....

Sekian prnjelasan ane setelah berfikir bbrp hari menyikapi perdebatan disini.
Hehehehe
Quote:Original Posted By gringsing1
sedikit cerita lagi tentang proses awal Liga inggris yang akhirnya seperti sekarang ini, skenarionya sepertinya dah dicoba kemaren, membuat liga sebagai perusahaan, menarik sky untuk sponsor, namun disini lebih rumit dari Inggris



Oh ternyata di Inggris ada juga ya breakaway league, baru tahu ane.
Sebelum 5 club membuat liga sendiri, apa klub2 itu memakai dana APBD? Sampai membuat PM Inggris memenjara klub2 inggris? Gara2 ulah suporter
meskipun ane benci banget dengan PSSI la nyolot, tapi ane apresiasi buat ketegasan komdis PSSI la nyolot untuk menghukum remaropen sanksi seumur hidup karena memukul wasit.

Ada yang sependapat dengan ane? atau semua tindakan PSSI la nyolot akan selalu kita salahkan??
Quote:Original Posted By nandazak


pertanyaanya apakah mereka secara sukarela menunjukan itu atau ada yang membayarnya? jujur ane eneg pas si komentator pernah bilang gini "Dan sekarang ISL bisa ditonton di berbagai jaringan tv berbayar atau parabola. INI KARENA KOMITMEN ARB UNTUK MENYATUKAN SEMUA MASYARAKAT MELALUI SEPAKBOLA"


heheh 2014 I'm coming...

Kalo memang hal itu merugikan banyak pihak perlu dilaporkan gan..minimal ke KPI..biar TV nya dikenai peringatan
Pernah ada yg survey ga sih ,popularitas Bakrie di supporter ISL ??

kalo jadi dibeli CT,masih ada kayak gini ga ya?
Quote:Berterima Kasihlah Kepada Margaret Thatcher
Yusuf Arifin - detikSport
Kamis, 11/04/2013 08:38 WIB

Judul artikel ini harusnya lebih panjang: Mengapa Anda Penggemar Sepakbola Inggris Harus Berterima Kasih Kepada Margaret Thatcher. Sebab, tanpa bekas perdana menteri Inggris yang meninggal hari Senin (8/4) lalu ini, sepakbola Inggris mungkin tak akan terkemas sebagai tontonan paling rapi (menarik dan komersial) dibanding liga-liga lain di Eropa.

Bagi anda yang mengikuti dunia perpolitikan Inggris mungkin akan melihat ini sebagai ironi. Thatcher dikenal sebagai perdana menteri yang benci [paling sedikit, tidak suka], dengan sepakbola. Ia menyebut penggemar sepakbola sebagai feral mob (gerombolan perusuh, liar), yang selayaknya diatur dan diawasi, kalau perlu dengan tangan besi.

Thatcher semakin kukuh dengan pendapatnya itu ketika Tragedi Heysel tahun1985 terjadi, di final Piala Champions antara Liverpool dan Juventus, yang menelan korban jiwa 39 orang. Ia marah besar dengan FA dan (pendukung) Liverpool yang dianggap sebagai biang kerusuhan.

Akan tetapi, sejujurnya Tragedy Heysel itu bersegi banyak. Bahwa pendukung Liverpool mengamuk dan salah adalah fakta yang tidak terbantahkan. Karenanya, ketika kemudian sepakbola Inggris dihukum lima tahun tak boleh ikut kompetisi Eropa, tidak ada yang hendak memprotes hukuman itu. Namun pendukung Liverpool tidaklah hidup di ruang sosial politik yang vakum. Ia adalah cerminan keputusasaan hidup yang merata di kota-kota industrial Inggris jaman itu.

Dan keputusasaan itu tercipta karena kebijakan Thatcher untuk secara revolusioner melakukan perubahan di bidang politik dan ekonomi. Setelah naik ke tampuk kekuasaan di tahun 1979, ia melakukan liberalisasi perekonomian secara besar-besaran, swastanisasi begitu banyak perusahaan negara, menutup industri yang dianggap merugi, serta mengurangi anggaran pendidikan dan olahraga.

Kebijakan itu menyebabkan ratusan ribu orang kehilangan pekerjaan dalam jangka yang sangat pendek. Ratusan ribu keluarga terlantar dan terkadang kehidupan satu entitas masyarakat hancur total. Jutaan orang terjebak lobang gelap kesulitan ekonomi. Yang terparah terkena dampak sapuan revolusi Thatcher ini siapa lagi kalau bukan kelas pekerja Inggris. Mereka menjadi gelap mata dengan kehidupan. Dan kita tahu, sepakbola adalah adalah olahraganya kelas pekerja.

Tak heran kalau salah seorang petinggi FA saat itu, karena muaknya dengan kebijakan Thatcher, di hadapannya mengatakan, "Kami tidak menginginkan hooligan yang anda ciptakan, Nyonya Thatcher."

Thatcher tak beringsut dari kebijakannya dengan kira-kira mengatakan, "Kalau memang kehilangan pekerjaan, mintalah saja tunjangan pengangguran. Toh itu sudah tersediakan."

Kebencian Thatcher terhadap penggemar sepabola juga tercermin ketika sebuah tragedi lain terjadi di tahun 1989: Hillsborough. Sebanyak 96 orang pendukung Liverpool tergencet mati ketika hendak menyaksikan semifinal Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest. Belakangan diketahui, setelah laporan penyelidikan resmi diperbolehkan dibuka untuk umum, penyebab utamanya adalah ketidakkompetenan polisi. Tapi saat itu suara resmi pemerintah -- dan diluncurkan lewat kampanye beberapa media -- adalah bahwa penyebabnya pendukung Liverpool yang mabuk dan tak punya tiket. Baru tahun lalu Perdana Menteri David Cameron mengakuinya dan meminta maaf.

Itulah sebabnya gayung kebencian itu bersambut di kalangan penggemar dan administrator sepakbola. Mereka tak pernah lupa dengan ucapan-ucapan Thatcher, dan mereka sulit memaafkannya. Cobalah lihat pertandingan antara Manchester United versus Manchester City Senin (8/4) lalu. Salah satu pertandingan terbesar di musim ini, bersamaan dengan hari meninggalnya Thatcher, dengan sengaja tidak melakukan pengheningan cipta (atau tepuk tangan penghormatan) layaknya terjadi bila seorang tokoh meninggal. Tidak ada ban hitam di lengan para pemain.

Meski demikian, sesungguhnya pasar bebas Thatcher tidak sekadar menyebar kesengsaraan. Ia juga membuka peluang, melonggarkan birokrasi dan mendorong inovasi. Ketika kehidupan mulai menyesuaikan diri dengan realita hidup yang ada, muncul terobosan-terobosan untuk menyesuaikan diri, termasuk di dalamnya sepakbola.

Terkungkung dengan cengkraman birokrasi FA dan pembagian keuntungan yang dianggap tidak adil, lima direktur klub terbesar Inggris berinisiatif menyusun proposal untuk membuat kompetisi sendiri. Mereka ini adalah David Dein dari Arsenal, Martin Edwards dari Manchester United, Noel White dari Liverpool, Irving Scholar dari Tottenham Hotspur dan Philip Carter dari Everton. Kelimanya merasa bagian keuntungan mereka terlalu kecil, padahal realitanya klub merekalah yang pada dasarnya memberi sumbangan keuangan terbesar untuk menghidupkan kompetisi sepakbola Inggris.

Proposal kelima klub ini berujud menjadi sebuah perusahaan dengan dukungan dana dari Rupert Murdoch, taipan media pemilik Sky, yang membeli hak tayang pertandingan dari kompetisi baru ini. Klub-klub yang lebih kecil juga turut tergoda karena iming-iming pembagian keuangan yang cukup besar.

FA tak mampu berbuat banyak untuk mencegah rencana kompetisi "bedolan" ini karena adanya jaminan kebebasan berusaha di bawah Thatcher. Dengan berkedok sebagai perusahaan, maka kompetisi itu mempunyai hak hidup layaknya perusahaan pada umumnya, untuk kemudian membuat produk dan memasarkan produknya yang kebetulan saja sepakbola. Dan di tahun 1992 muncullah kemasan kompetisi sepakbola Inggris yang baru: Premier League.

Dengan agresif Sky memasarkan kompetisi baru ini ke seluruh dunia. Semakin besar pasar direngkuh Sky, semakin klub-klub Inggris berlimpah uang. Semakin pula klub-klub Liga Primer mampu membeli pemain bagus yang mereka suka dengan harga berapapun juga. Pemain bagus ingin bermain di Liga Primer karena gaji yang tinggi. Kedatangan pemain bagus itu membuat kompetisi makin menarik. Ujung-ujungnya penggemar makin banyak dan pasar makin besar. Uang pun semakin banyak masuk. Sempurnalah industri sepakbola Inggris.

Mungkin inilah ironi hidup. Persemaiannya bisa saja dilakukan dengan tidak sengaja oleh mereka yang justru membenci.

===
* Akun twitter penulis: @dalipin68







Menunggu Revolusi Sepakbola Indonesia Yang Sesungguhnya....

Indonesia di banned dulu 5 tahun kaya Inggris....

Selama 5 tahun itu KITA bersih-bersih....pengurus mafia dan klub mafia di delete...banned seumur hidup ga boleh aktif di sepakbola nasional dan internasional...

bikin Liga Pro...sesuai aturan FIFA dan AFC....

sekilas info tentang persib, pengcab pssi kota bandung dan klub-klub amatir di bandung
biar ga salah tafsir
dan punya persepsi diluar fakta
atau yang disebut onani otak
nantinya jadi fitnah

DAFTAR KLUB ANGGOTA PERSIB

KLUB SEMASA AWAL PENDIRIAN PERSIB (ZAMAN HINDIA BELANDA)

Diana
HBOM
JOP
Matahari
Merapi
Molto
MOS
OPI
OVU
RAN
REA
Siap
Singgalang
Smeroe
Soenda

Di masa berikutnya UNI dan SIDOLIG yang tadinya merupakan klub "asuhan" Belanda ikut bergabung dengan PERSIB. Sementara Klub "Belanda" lainnya seperti Velocitas (dari Cimahi), SPARTA, dan LUNO kami belum menemukan datanya, apakah mereka ikut bergabung dengan PERSIB atau membubarkan diri.

KLUB SEMASA PENDUDUKAN JEPANG
1. AMS
2. Bom
3. Diana
4. Garuda Indonesia Muda
5. Hoa Chiao
6. Jawa Eiga Kosha
7. JOP
8. Karang Pawitan Son
9. Matahari
10. Merapi
11. Molto
12. OPI
13. P.O.R.L (Persatuan Olah Raga Lembang)
14. Priangan Syustyoo
15. Porada (RS)
16. PTT Campaka
17. Pulisi
18. Radio
19. Rikuyu Sokyoku Garut (Risorga)
20. Samudra
21. Siap
22. Sinar Asia
23. Singgalang
24. SMP II
25. Sekolah Pertukangan
26. Sunda
27. Tjahaya
28. Tjikara
29. Warga Tjahaya


KLUB YANG TERDAFTAR DI LIGA AMATIR PENGCAB PSSI BANDUNG

Angkasa
Bara Siliwangi
Bina Pakuan (BP)
Bone FC
Bupa
Diana
Duta Motor FC
Elput
Garuda
IM UD Rahayu
IPI GS
ITB
Jatira FC
Java
Kartrabaja
Kewalram
Mulyasari
Nusa Raya
Palber (Kapal Berlayar)
Pindad alamat: Jl. Papanggungan, Kiaracondong
POP Polda Jabar
POR UNI alamat: Jl. Ciwastra
Pikiran Rakyat Grup
Propelat
PS AD
Putra Panjalu
Saint Prima (SP)
Saswco FC
Setia
Sidolig alamat: Stadion SIDOLIG Jl. Ahmad Yani
Sinar Muda
Sindos
Teruna
Turangga
UPI alamat: Jl. Setiabudi

hebat ya
ada dari perusahaan
ada dari tarkam
ada dari perguruan tinggi
ada dari barak


link penjelas
Quote:PT. PBB Akan Garap Pembentukan U-19 dan U-14 Persib
Posted by feri nurhakimon 1:11 AMin Persib|0comments
pelita-bandung-raya.blogspot.com > Persib Bandung > PT. PBB Akan Garap Pembentukan U-19 dan U-14 Persib

Portal Barudak bandung Bersatu - PT. Persib Bandung Bermartabat (PT. PBB) sempat dikritik karena dianggap tak memiliki program pembinaan pemain muda yang sistematis dan kontinu. Tapi perusahaan yang mengelola Persib tersebut, kini mulai menyadari pentingnya sebuah klub memiliki tim junior.


PT. PBB yang terbentuk pertengahan 2009 lalu dikritik karena lepas tangan dalam pengelolaan Persib U-21. Berbeda dengan tim U-21 di klub, lain. Hingga tahun 2011, kiprah Maung Ngora justru tak ada sangkut pautnya secara langsung dengan Persib senior.

Baru di musim 2011/2012, PT. PBB turun tangan dalam pengelolaan tim U-21. Meski musim ini tak mempromosikan pemain dari Maung Ngora. Tapi PT. PBB menyatakan komitmennya untuk mengelola tim junior secara berkesinambungan dan serius.

“Menurut saya ini hanya masalah proses saja. Ketika PT. PBB dibentuk pada 2009, kita saat itu lebih fokus pada pengelolaan tim senior. Jadi perlu ada tahapan dan proses juga menyangkut pengelolaan tim U-21. Baru pada tahun lalu (2012), kita bertanggungjawab pada tim U-21,” jelas Presiden Direktur PT. PBB, Glen Sugita.

Bahkan sebagai bentuk keseriusan dari pengurus teras PT. PBB. Mulai tahun 2013 ini, Glen mengatakan PT. PBB akan mulai menggarap pembentukan tim U-19 dan U-14. Hal itu dilakukan sebagai upaya membangun tim dengan dasar pembinaan yang jelas.

Secara teori, Persib U-14 nantinya bakal jadi tim yang menopang regenerasi Persib U-19. Lalu Persib U-19 menopang regenerasi dan kebutuhan pemain untuk Persib U-21 dan Persib U-21 bakal menjadi penopang regenerasi, khususnya pemain lokal di tim senior.

“Kita akan bantu penyelenggaraan kompetisi di tingkat Pengcab PSSI Kota Bandung yang selama ini diikuti 36 klub amatir di Kota Bandung. Hasil dari penyelenggaraan kompetisi tersebut bakal jadi output untuk tim U-19. Begitu juga dengan rencana pembentukan tim U-14,” papar Glen.

Tradisi Persib yang sejak musim 2008/2009 secara kontinu, kerap mempromosikan pemain dari skuad U-21, musim ini memang terputus. Kalaupun ada pemain dari Persib U-21, mereka hanya ikut menjalani latihan dengan status magang. Padahal, sejak musim 2008/2009, Persib mulai menggalakkan program perekrutan pemain dari skuad junior.

Dimulai dengan perekrutan Wildansyah, Irwan Wijasmara dan Chandra Yusuf, tiga pilar Persib U-23 yang jadi kunci keberhasilan Persib U-23 dua musim berturut-turut menembus kompetisi Liga Nasional PSSI U-23, model kompetisi tingkat junior sebelum berganti format dan nama jadi Indonesia Super League (ISL) U-21 pada musim 2008/2009.

Selang satu musim kemudian, muncul dua nama pemain yang dipromosikan dari skuad junior yakni Dedi Heryanto (kiper) dan Munadi (gelandang). Musim 2010/2011, jadi musim dimana barisan pemain muda dari skuad Maung Ngora cukup banyak menghuni tim Persib. Kondisi tersebut tidak lepas dari kesuksesan Persib U-21 menjuarai kompetisi ISL U-21 musim 2009/2010.

Tercatat ada enam pemain Maung Ngora yang dipromosikan naik ke skuad senior. Empat nama masuk sejak awal kompetisi diantaranya Yudi Khoerudin, M. Agung Pribadi, Diaz Angga Putra dan Rendi Saputra. Sedangkan dua nama lain, Rizky Bagja Permana dan Rudi Geovani menyusul masuk di putaran kedua.

Musim lalu, ada beberapa nama pemain yang dipromosikan dari skuad Persib U-21. Diantaranya Rian Permana, Anggi Indra Permana, Dudi Sunardi dan Budiawan. Ditambah dua pemain yang juga berpengalaman bermain di skuad Persib U-21, Jajang Sukmara yang ditarik dari klub Divisi I, Madiun Putra serta Sigit Hermawan yang punya pengalaman membela Persija Jakarta.
http://pelita-bandung-raya.blogspot....-u-19-dan.html


Quote:
PT PBB Akan Bentuk Akademi Pembinaan Jangka Panjang

Angin segar bagi pembinaan usia muda sepak bola Bandung. PT Persib Bandung Bermartabat bersinergi dengan Pengcab PSSI Kota Bandung akan menggelar kompetisi kelompok usia 19 tahun.

PT PBB sudah melakukan pertemuan dengan Pengcab PSSI Bandung dan 36 Persatuan Sepakbola di Grha Persib, Rabu (23/4), untuk membahas kompetisi tersebut. Rencananya kompetisi ini akan dimulai pada pertengahan Mei mendatang.

“Kami PT PBB mengundang jajarang Pengcab PSSI Bandung dan PS-PS. Persib bukan hanya konsen ke tim senior, tapi juga di pembinaan. Akan ada pertandingan untuk liga U19. Kepengurusannya sinergi antara PT PBB dengan Pengcab,” tutur Komisaris PT PBB, Kuswara S Taryono.

Ketua penyelenggara Kompetisi U19, Yoyo S Adiredja menyebut kompetisi ini sebagai salah satu event lanjutan dari kompetisi-kompetisi reguler yang sudah ada, yakni U15 dan U17. Bukan sekedar kompetisi, Yoyo pun menyebut gelaran ini pun sebagai seleksi pemain untuk pembinaan jangka panjang.

“Infrastruktur jangka panjang itu sedang kami susun. Kerennya mungkin bisa dikatakan seperti sebuah akademi dengan kurikulum yang jelas,” sebut Yoyo.

“Event ini jadi seleksi untuk usia 19 tahun. Akan ada 30 sampai 40 pemain yang disaring, kemudian dibina dalam jangka panjang dalam sebuah tim. Setiap tahun idealnya ada sistem promosi degradasi untuk pemain yang ada di akademi ini. Jadi tahun depan juga ada seleksi lagi,” lanjutnya.
http://simamaung.com/pt-pbb-akan-ben...angka-panjang/


Quote:Original Posted By raiswara
Apa arti kalimat: thank to ARB, thank tv one di spanduk yang ditulis suporter barito dalam laga ISL antara barito vs persija sore ini 24 April 2013.

Pesanan sponsor.
Duit mengalir, pesanan dikerjakan
Mimpi Buruk Persibo Berlanjut, Kali Ini Kalah 7-1 di Solo

Tribunnews.com - Rabu, 24 April 2013 17:06 WIB

http://www.tribunnews.com/2013/04/24...ah-7-1-di-solo


Quote:TRIBUNNEWS.COM, SOLO - Persibo Bojonegoro tak menutupi kenyataan kalau mereka tak layak tampil di kompetisi level Asia.

Kisah malang mereka di Piala AFC kembali berlanjut di kandang. Tampil di stadion Manahan, Persibo kembali kalah telak dari lawannya. Kali ini, Persibo digebuk 7-1 oleh klub Myanmar, Yangon United di lanjutan partai Grup G Piala AFC, Rabu (24/4).

Ketujuh gol Yangon Unied dihasilkan Adama Kone di menit 28. Kone juga mencetak gol ketujuh Yangon di menit 84.

Lima gol lain Yangon, empat di antaranya disumbangkan Cezar Augusto dan satu lagi Kyaw Ko Ko.

Satu gol Persibo dihasilkan Han Ji Ho di menit 75.

Awal bulan ini, Persibo sudah mencatat hasil memalukan saat digunduli Sun Hei 8-0. Kekalahan tambah memalukan karena mereka tak mampu melanjutkan pertandingan dan meninggalkan lapangan saat laga baru berjalan 65 menit.

Sebelumnya, Persibo jadi lumbung gol bagi New Radiant di Solo. Saat itu, Persibo kalah 7-0 dari tim Maladewa tersebut.
Quote:Original Posted By nandazak

pertanyaanya apakah mereka secara sukarela menunjukan itu atau ada yang membayarnya? jujur ane eneg pas si komentator pernah bilang gini "Dan sekarang ISL bisa ditonton di berbagai jaringan tv berbayar atau parabola. INI KARENA KOMITMEN ARB UNTUK MENYATUKAN SEMUA MASYARAKAT MELALUI SEPAKBOLA"

pasti secara sukarela dan sadar gan,karena mereka tau kalau jasa ARB buat sepakbola Indonesia itu sangat besar,itu hanya sebagian kecil bentuk terima kasih dari para supporter