Quote:Original Posted By madisun
Kopassus juga ga kalah sadis gan, bahkan tentara Amerika sama Australia yang ikut latihan Kopassus aja bilang "Neraka".

Mengetahui Syarat Perekrutan & Pola Pendidikan Kopassus

menyambung topik Penerimaan Akmil semalam, malam ini foxtrot akan sharing tentang Syarat menjadi anggota kopassus, berikut pendidikannya.

Kopassus, Komando Pasukan Khusus. adalah Branch Special Forces yang bermatra pada TNI Angkatan Darat

Kopassus terdiri dari 2 Grup Berseragam. Grup 1 di Jakarta, Grup 2 di Solo, ditambah Grup 3 Sandi Yudha (blue jeans) dan Sat 81 Gultor

Bagaimanakan Perekrutan Anggota Kopassus?? apa saja Syaratnya??

Seorang prajurit yang bisa diterima Kopassus harus bisa berlari 12 menit dengan jarak tempuh minimal 2.800 meter

Lalu pull up 12 kali, push up 40 kali minimal dalam satu menit, sit up 40 kali minimal dalam satu menit, renang dasar 50 meter dan tidak takut ketinggian lebih dari 15 meter.

Ada beberapa tahapan yang mesti dilalui bagi warga negara Republik Indonesia untuk menjadi prajurit Kopassus

Secara umum harus lulus pendidikan pembentukan sesuai tingkatan. Mulai dari Secata (Sekolah Calon Tamtama), Secaba (Sekolah Calon Bintara)

Setelah lobos dari saringan penerimaan, mereka melanjutkan ke tahap pendidikan kecabangan, pendidikan para dasar, latihan komando 7 bulan

Pelatihan 7 bulan akan berakhir dengan pembaretan di Nusakambangan. Setelah di satuan akan ditambahkan dengan materi spesialisasi dasar.

Bagi yang melewati pintu masuk dr Sepa PK dan Akademi Militer, pendidikan para dan komando baru dilakukan setelah dilantik sebagai perwira

Pendidikan komando bertujuan untuk mendidik dan mengembangkan kemampuan shg mampu secara individu dan kelompok melaksanakan operasi komando.

Dalam proses rekrutmen, Kopassus menerapkan standar di atas rata-rata. Dar postur tubuh saja, minimal 168 sentimeter.

Penerapan standar tinggi ini tentu dengan maksud untuk mendapatkan sosok prajurit yang tangguh dan berwibawa

Dari semua tahapan pendidikan di atas, materi komando diakui paling berat

Namun justru dari sinilah awalnya pembentukan prajurit individu seperti yang dibutuhkan Kopassus sebagai komando tempur

Waktu pendidikan 20 minggu. Periode dibagi atas Latihan Dasar Komando (10 minggu), Gunung&Hutan (6 minggu) dan Pendaratan Laut ( 6minggu)

Dalam ketiga tahapan ini, siswa komando menerima 63 materi pelajaran seperti teknik tempur, baca peta, pionir, patroli, survival naik gunung serta pendaratan dengan kapal motor dan pendaratan amfibi
TweetMiliter 05/Feb/2013 04:01:21 AM PST

Paket ini masih dipertahankan hingga hari ini. Pendidikan komando diakhiri di Nusakambangan.

Sebelum acara pembaretan, selalu diadakan demo penutup dari siswa komando yang disaksikan para undangan dan keluarga siswa.

Kopassus menyebut demo saat matahari terbit ini dengan Seruko (Serangan Regu Komando).

Setelah menyelesaikan pendidikan komando dan para dasar serta berhak menyandang brevet komando dan baret merah, saatnya berdinas dimulai.

Prajurit-prajurit baru itu disebar di Grup 1 dan 2. Di Grup, pada tahap awal mereka akan melaksanakan orientasi

Baru setelah itu dibawah pembinaan Grup, mereka menerima beberapa materi latihan

Baik untuk meningkatkan kemampuan, setidaknya memelihara kualifikasi yang sudah diperoleh

Tuntutan selama di Grup adalah setiap prajurit minimal harus mengikuti satu kali tugas operasi.

Tuntutan ini adalah syarat mutlak apabila salah satu dari mereka dipromosikan ke Sat 81 atau Grup 3.

Pada masa menunggu sebelum tugas operasi turun, prajurit diberi pendidikan lanjutan di Sekolah Pertempuran Khusus (Sepursus).

Sepursus diselenggarakan di Pusdik Passus, Batujajar. Kemampuan yang akan dikuasai ini sangat menunjang dalam operasi komando krn beroperasi dalam tim-tim kecil dgn menerapkan teknik-teknik unconventional warfare, pertempuran yang dilakukan memang tidak keroyokkan

Perebutan, pengepungan, pencidukan, penyekatan atau penculikan tokoh musuh, adalah jenis pertempuran yang tidak sembarangan.

materi-materi di Sepursus diarahkan kepada kebutuhan tugas. Meliputi Pertempuran Jarak Dekat, perang kota, gerilya lawan gerilya, (cont)

Meliputi PJD (Pertempuran Jarak Dekat), perang kota, gerilya lawan gerilya, selam militer dan antiteror

Selain Sepursus, prajurit juga diharuskan mengikuti pendidikan spesialisasi.

Jika Sepursus difokuskan utk level kelompok tempur, maka pendidikan spesialisasi adalah kecakapan individu untuk mendukung kelompok tempur

Kopassus menggunakan istilah regu untuk kelompok tempur terkecilnya yang berkekuatan 10 orang.

Sneak Peek Pendidikan Komando Kopassus :

Melelahkan dan meruntuhkan mental. Itulah kesimpulan akhir dari pendidikan komando. Ada yang kuat, setengah kuat dan yang gagal

Penilaian akhir pendidikan komando dilakukan secara akumulatif dari puluhan materi yang diberikan

Dari penilaian itu akan terlihat kecenderungan, kelebihan dan kekurangan seorang prajurit. Peserta gagal biasanya karena sakit.

Standar selama pendidikan di atas rata-rata. Kalau nilai jasmani di satuan lain minimal 61, Kopassus menerapkan angka 70

Yang berat juga dalam urusan jasmani adalah renang nonstop 2.000 meter da renang ponco menyeberangi selat dari Cilacap ke Nusakambangan.

Setidaknya ada dua materi yang bikin bulu kuduk merinding dalam tahap Perang Hutan. Yaitu Pelolosan dan Kamp Tawanan

Pelolosan diawali dengan dilepasnya siswa satu demi satu di sebuah tempat di Nusakambangan, ia harus tiba di save house di pantai Permisan

Pelolosan dimulai pukul 7 pagi hingga paling lambat memasuki save house pukul 10 malam.

Setelah dilepas instruktur, siswa yang tidak dibekali apapun itu harus mampu menembus segala rintangan selama di perjalanan.

Rintangan baik dari alam atau rekaan para instruktur. Rekaan instruktur bisa berupa tembakan atau dikejar sampai tertangkap

“Siswa harus berupaya agar tidak tertangkap, karena tertangkap sama saja gagal melaksanakan tugas

Selesai Pelolosan, berikutnya sudah menunggu materi Kamp Tawanan

Jika di Pelolosan hanya yang tertangkap merasakan siksaan sebagai tawanan, maka di Kamp Tawanan seluruh siswa merasakannya

Selama tiga hari tiga malam, siswa merasakan beratnya menjadi tawanan perang

Uhm....Walau semua jenis siksaan fisik ini sudah ditentang lewat Konvensi Jenewa, namun siapa bisa menjamin tidak akan terjadi

Semua keganasan dan kebrutalan pelatihan Kopassus tadi, semua bersumber kepada 1 kalimat, "UNTUK MENJAGA BUMI PERTIWI / NKRI",

Anggota Kopassus harus kuat siaga 24 jam di dalem perut bangkai kerbau... (Terbukti saat Darurat Militer di Aceh dulu)

harus bisa idup selama 1 minggu dan tidak terdeteksi tapi juga bisa sampai ke target yang ditentukan bermodal pisau di hutan kalimantan..

(Div 3) kalau lagi off-duty harus punya personality and fisik yg tidak seperti anggota militer tapi mampu mengemban tugas kopassus...

Komentar Tentara Amerika dan Australia yang pernah Latihan bareng Kopassus di Hutan Sulawesi : Neraka

Mereka (siswa komando) punya istilah kaki tomat, yakni kaki yang melepuh karena harus long march dari Bandung ke Cilacap jalan kaki

Long March dari Bandung ke Cilacap jalan kaki dengan jarak tempuh 500 kilometer selama 10 hari dengan beban perorangan 30 kg di pundak dan itupun selama long march suka ditambahi materi tambahan. misalnya merangkak dalam kubangan atau Got di pinggir jalan

lebih mengenaskan lagi saat pendidikan komando angkatan pertama (saat namanya RPKAD) Long March BDG-cilacap kena ambush pemberontak DI/TII

salah satu materi gila dalam kurikulum pendidikan komando adalah : Arctic Warfare / Pertempuran di Medan Bersalju

pendidikan materi pertempuran musim dingin diadakan di puncak jayawijaya, papua setelah Hutan Banyuwangi & Gumug Pasir di Yogyakarta.

Materi kurukulum pendidikan Arctic Warfare Kopassus : Bertahan Hidup, Latihan Sniper, Melakukan Ilfitrasi di tengah salju / badai salju, dsb

latihan di ketinggian diatas 4000 meter diatas permukaan laut dengan suhu dibawah 0 derajat celcius......seems legit for them...

commandos veteran pasti udah tahu kisah para anggota US Navy SEAL yang muntah dan pingsan setelah dilatih nyelam di septic tank olh kopassus

Kesaksian Seorang Anggota Group 3 Sandi Yudha :

"paling enak kalo ditugaskan disarang lawan, sendirian. ada adrenalin tersendiri. hidup itu terasa indah ketika ajal setiap saat mengintai"

Sebagai penutup : "Kopassus : We Eat RAMBO for Breakfast" #Intermezzo

Sumber: http://chirpstory.com/li/51381 / @TweetMiliter





uhhhhhhhhhhhhhhhhhhh nice info gan, seremmmmmmmmmmmm


eh eh ehhh gan, klo selain koppasus, TNI punya pasukan khusus lain kah?
kopasus kok lebih serem ya gan
gila latiahnannya .. sadis bnagettt
Kopasus kaga ada gan?
Sebagai penutup : "Kopassus : We Eat RAMBO for Breakfast" #Intermezzo


versi ane : we eat Rambotan for breakfast
kaggak nyangka ketemu thread ini, mantaap gan...
banggalah sama negeri kita sendiri yaitu Koppasus.
Quote:Original Posted By lambang79
banggalah sama negeri kita sendiri yaitu Koppasus.


SETUBUH GANNNN... EHHH SETUJUHHHH




Quote:Original Posted By ghostbusteer
Kopasus kaga ada gan?


ADA GAN, COBA BACA KOMENGNYA... DISANA AGAN MADISUN NAMBAHIN LATIHANNYA KOPASSUS

paling mantab tetap kopasus..
ya wajar mereka mendapat apresiasi nih, latihannya aja serem banget



Posted with kaskusQR
Amerika cuman menang di teknologi doang gan.. Dan yang di blow up di film2 tentang mereka kebanyakan rekayasanya
kopassus gan ?
Quote:Original Posted By warclinzks
kopassus gan ?


ADA DI KOMENG GAN

aneh aneh ntuh latihannye
Quote:Original Posted By gedhang kukus
pasukan elite di indonesia yg paling keren ya Tramtib gan.....Mottonya " datang tidak diundang , pulang minta ongkos "


huahahahahha ngakak ane baca komeng ini
ko kopassus ga ada?
Quote:Original Posted By FINALElysium
ko kopassus ga ada?


NIH ANE COPAS DARI KOMENGNYA AGAN MADISUN DI PAGE SEBELUMNYA

Kopassus juga ga kalah sadis gan, bahkan tentara Amerika sama Australia yang ikut latihan Kopassus aja bilang "Neraka".

Mengetahui Syarat Perekrutan & Pola Pendidikan Kopassus

menyambung topik Penerimaan Akmil semalam, malam ini foxtrot akan sharing tentang Syarat menjadi anggota kopassus, berikut pendidikannya.

Kopassus, Komando Pasukan Khusus. adalah Branch Special Forces yang bermatra pada TNI Angkatan Darat

Kopassus terdiri dari 2 Grup Berseragam. Grup 1 di Jakarta, Grup 2 di Solo, ditambah Grup 3 Sandi Yudha (blue jeans) dan Sat 81 Gultor

Bagaimanakan Perekrutan Anggota Kopassus?? apa saja Syaratnya??

Seorang prajurit yang bisa diterima Kopassus harus bisa berlari 12 menit dengan jarak tempuh minimal 2.800 meter

Lalu pull up 12 kali, push up 40 kali minimal dalam satu menit, sit up 40 kali minimal dalam satu menit, renang dasar 50 meter dan tidak takut ketinggian lebih dari 15 meter.

Ada beberapa tahapan yang mesti dilalui bagi warga negara Republik Indonesia untuk menjadi prajurit Kopassus

Secara umum harus lulus pendidikan pembentukan sesuai tingkatan. Mulai dari Secata (Sekolah Calon Tamtama), Secaba (Sekolah Calon Bintara)

Setelah lobos dari saringan penerimaan, mereka melanjutkan ke tahap pendidikan kecabangan, pendidikan para dasar, latihan komando 7 bulan

Pelatihan 7 bulan akan berakhir dengan pembaretan di Nusakambangan. Setelah di satuan akan ditambahkan dengan materi spesialisasi dasar.

Bagi yang melewati pintu masuk dr Sepa PK dan Akademi Militer, pendidikan para dan komando baru dilakukan setelah dilantik sebagai perwira

Pendidikan komando bertujuan untuk mendidik dan mengembangkan kemampuan shg mampu secara individu dan kelompok melaksanakan operasi komando.

Dalam proses rekrutmen, Kopassus menerapkan standar di atas rata-rata. Dar postur tubuh saja, minimal 168 sentimeter.

Penerapan standar tinggi ini tentu dengan maksud untuk mendapatkan sosok prajurit yang tangguh dan berwibawa

Dari semua tahapan pendidikan di atas, materi komando diakui paling berat

Namun justru dari sinilah awalnya pembentukan prajurit individu seperti yang dibutuhkan Kopassus sebagai komando tempur

Waktu pendidikan 20 minggu. Periode dibagi atas Latihan Dasar Komando (10 minggu), Gunung&Hutan (6 minggu) dan Pendaratan Laut ( 6minggu)

Dalam ketiga tahapan ini, siswa komando menerima 63 materi pelajaran seperti teknik tempur, baca peta, pionir, patroli, survival naik gunung serta pendaratan dengan kapal motor dan pendaratan amfibi
TweetMiliter 05/Feb/2013 04:01:21 AM PST

Paket ini masih dipertahankan hingga hari ini. Pendidikan komando diakhiri di Nusakambangan.

Sebelum acara pembaretan, selalu diadakan demo penutup dari siswa komando yang disaksikan para undangan dan keluarga siswa.

Kopassus menyebut demo saat matahari terbit ini dengan Seruko (Serangan Regu Komando).

Setelah menyelesaikan pendidikan komando dan para dasar serta berhak menyandang brevet komando dan baret merah, saatnya berdinas dimulai.

Prajurit-prajurit baru itu disebar di Grup 1 dan 2. Di Grup, pada tahap awal mereka akan melaksanakan orientasi

Baru setelah itu dibawah pembinaan Grup, mereka menerima beberapa materi latihan

Baik untuk meningkatkan kemampuan, setidaknya memelihara kualifikasi yang sudah diperoleh

Tuntutan selama di Grup adalah setiap prajurit minimal harus mengikuti satu kali tugas operasi.

Tuntutan ini adalah syarat mutlak apabila salah satu dari mereka dipromosikan ke Sat 81 atau Grup 3.

Pada masa menunggu sebelum tugas operasi turun, prajurit diberi pendidikan lanjutan di Sekolah Pertempuran Khusus (Sepursus).

Sepursus diselenggarakan di Pusdik Passus, Batujajar. Kemampuan yang akan dikuasai ini sangat menunjang dalam operasi komando krn beroperasi dalam tim-tim kecil dgn menerapkan teknik-teknik unconventional warfare, pertempuran yang dilakukan memang tidak keroyokkan

Perebutan, pengepungan, pencidukan, penyekatan atau penculikan tokoh musuh, adalah jenis pertempuran yang tidak sembarangan.

materi-materi di Sepursus diarahkan kepada kebutuhan tugas. Meliputi Pertempuran Jarak Dekat, perang kota, gerilya lawan gerilya, (cont)

Meliputi PJD (Pertempuran Jarak Dekat), perang kota, gerilya lawan gerilya, selam militer dan antiteror

Selain Sepursus, prajurit juga diharuskan mengikuti pendidikan spesialisasi.

Jika Sepursus difokuskan utk level kelompok tempur, maka pendidikan spesialisasi adalah kecakapan individu untuk mendukung kelompok tempur

Kopassus menggunakan istilah regu untuk kelompok tempur terkecilnya yang berkekuatan 10 orang.

Sneak Peek Pendidikan Komando Kopassus :

Melelahkan dan meruntuhkan mental. Itulah kesimpulan akhir dari pendidikan komando. Ada yang kuat, setengah kuat dan yang gagal

Penilaian akhir pendidikan komando dilakukan secara akumulatif dari puluhan materi yang diberikan

Dari penilaian itu akan terlihat kecenderungan, kelebihan dan kekurangan seorang prajurit. Peserta gagal biasanya karena sakit.

Standar selama pendidikan di atas rata-rata. Kalau nilai jasmani di satuan lain minimal 61, Kopassus menerapkan angka 70

Yang berat juga dalam urusan jasmani adalah renang nonstop 2.000 meter da renang ponco menyeberangi selat dari Cilacap ke Nusakambangan.

Setidaknya ada dua materi yang bikin bulu kuduk merinding dalam tahap Perang Hutan. Yaitu Pelolosan dan Kamp Tawanan

Pelolosan diawali dengan dilepasnya siswa satu demi satu di sebuah tempat di Nusakambangan, ia harus tiba di save house di pantai Permisan

Pelolosan dimulai pukul 7 pagi hingga paling lambat memasuki save house pukul 10 malam.

Setelah dilepas instruktur, siswa yang tidak dibekali apapun itu harus mampu menembus segala rintangan selama di perjalanan.

Rintangan baik dari alam atau rekaan para instruktur. Rekaan instruktur bisa berupa tembakan atau dikejar sampai tertangkap

“Siswa harus berupaya agar tidak tertangkap, karena tertangkap sama saja gagal melaksanakan tugas

Selesai Pelolosan, berikutnya sudah menunggu materi Kamp Tawanan

Jika di Pelolosan hanya yang tertangkap merasakan siksaan sebagai tawanan, maka di Kamp Tawanan seluruh siswa merasakannya

Selama tiga hari tiga malam, siswa merasakan beratnya menjadi tawanan perang

Uhm....Walau semua jenis siksaan fisik ini sudah ditentang lewat Konvensi Jenewa, namun siapa bisa menjamin tidak akan terjadi

Semua keganasan dan kebrutalan pelatihan Kopassus tadi, semua bersumber kepada 1 kalimat, "UNTUK MENJAGA BUMI PERTIWI / NKRI",

Anggota Kopassus harus kuat siaga 24 jam di dalem perut bangkai kerbau... (Terbukti saat Darurat Militer di Aceh dulu)

harus bisa idup selama 1 minggu dan tidak terdeteksi tapi juga bisa sampai ke target yang ditentukan bermodal pisau di hutan kalimantan..

(Div 3) kalau lagi off-duty harus punya personality and fisik yg tidak seperti anggota militer tapi mampu mengemban tugas kopassus...

Komentar Tentara Amerika dan Australia yang pernah Latihan bareng Kopassus di Hutan Sulawesi : Neraka

Mereka (siswa komando) punya istilah kaki tomat, yakni kaki yang melepuh karena harus long march dari Bandung ke Cilacap jalan kaki

Long March dari Bandung ke Cilacap jalan kaki dengan jarak tempuh 500 kilometer selama 10 hari dengan beban perorangan 30 kg di pundak dan itupun selama long march suka ditambahi materi tambahan. misalnya merangkak dalam kubangan atau Got di pinggir jalan

lebih mengenaskan lagi saat pendidikan komando angkatan pertama (saat namanya RPKAD) Long March BDG-cilacap kena ambush pemberontak DI/TII

salah satu materi gila dalam kurikulum pendidikan komando adalah : Arctic Warfare / Pertempuran di Medan Bersalju

pendidikan materi pertempuran musim dingin diadakan di puncak jayawijaya, papua setelah Hutan Banyuwangi & Gumug Pasir di Yogyakarta.

Materi kurukulum pendidikan Arctic Warfare Kopassus : Bertahan Hidup, Latihan Sniper, Melakukan Ilfitrasi di tengah salju / badai salju, dsb

latihan di ketinggian diatas 4000 meter diatas permukaan laut dengan suhu dibawah 0 derajat celcius......seems legit for them...

commandos veteran pasti udah tahu kisah para anggota US Navy SEAL yang muntah dan pingsan setelah dilatih nyelam di septic tank olh kopassus

Kesaksian Seorang Anggota Group 3 Sandi Yudha :

"paling enak kalo ditugaskan disarang lawan, sendirian. ada adrenalin tersendiri. hidup itu terasa indah ketika ajal setiap saat mengintai"

Sebagai penutup : "Kopassus : We Eat RAMBO for Breakfast" #Intermezzo

Sumber: http://chirpstory.com/li/51381 / @TweetMiliter
berat banget uach gann.
kalau ane sih paling demam sm navy seal