Main Content

Quote:Original Posted By BencongBercawet
jujur ane udah makin gak percaya ama penegakan hukum di indonesia
apalagi setelah mlht video yg dbwah ini, jadi makin ilfil aja


polisi nya baik bener, nraktir minum beer orang belanda, pake uang negara lg
jam tugas ....minumnya beer, gimana klu jam malam ......asli menghibur dikala mikirin tersangka kasus cebongan ..........
yang ane tau sih, kepolisian republik indonesia kita tercinta ini punya peralatan sadap menyadap paling canggih seasia tenggara loch...
australia aja sampai belajar ke kita.
harusnya sih mengungkap ini bisa cepet.....

*kecuali klo pelaku nya menggunakan sim card sekali buang dan identitas yg dipakai untuk mendaftarkan jg identitas palsu....
baru deh gak kelacak. dan atulagi, mentok di kandang macan
Quote:Original Posted By 7Opal

polisi nya baik bener, nraktir minum beer orang belanda, pake uang negara lg
jam tugas ....minumnya beer, gimana klu jam malam ......asli menghibur dikala mikirin tersangka kasus cebongan ..........


Uang si bule gan kan katanya one hundred for beers, one hundred for our goverment
Quote:Original Posted By kaskus69
yang ane tau sih, kepolisian republik indonesia kita tercinta ini punya peralatan sadap menyadap paling canggih seasia tenggara loch...
australia aja sampai belajar ke kita.
harusnya sih mengungkap ini bisa cepet.....

*kecuali klo pelaku nya menggunakan sim card sekali buang dan identitas yg dipakai untuk mendaftarkan jg identitas palsu....
baru deh gak kelacak. dan atulagi, mentok di kandang macan

emang benar gan ...australia smp belajar ke kita? ntar cm pengin tau kemampuan kitanya sampai mana lg ......australia gitu

Quote:Original Posted By nightwalker7069


crime-nya dimana ??
pencemaran nama baik polisi

pelaku penyerangan terlatih tapi tidak special, dan bukan dengan inisiatif sendiri melainkan atas perintah,

kenapa juan harus di non aktifkan dahulu sebelum di eksekusi
informasi apa yg hendak di gali eksekutor dari juan sebelum kematiannya,
siapa yang menyuruh deky membunuh sertu santoso , info apa yang hendak di berikan juan kepada sertu santoso, di hugos

apakah pihak asing bermain di kasus ini, untuk mengamankan bisnis narkoba mereka dengan memanfaatkan kesatuan bersenjata yg di biayainya

banyak sekali oknum yang terlibat, harus di lakukan pembersihan ini

kalo menurut sejarahnya, idjon djambi adalah tentara belanda yg simpati sama tni ,mungkin aja akun idjon djambi itu seorang polisi yg simpati sama kopasus
Quote:Original Posted By jasaseojkt


Uang si bule gan kan katanya one hundred for beers, one hundred for our goverment

two hundred idr uang tilang gan .....harusnya msk negara semua, trus tau bule belanda mau balik ke hotel mau minum beer, baru deh kejadian one hundred for beers - one hundred for our goverment .....gmn nasib tuh plokis ya
intermezzo sdh selesai .......back to cebongan
Quote:Original Posted By yeesalah
kalo menurut sejarahnya, idjon djambi adalah tentara belanda yg simpati sama tni ,mungkin aja akun idjon djambi itu seorang polisi yg simpati sama kopasus

Mungkin juga Polisi yg jd BSH krn karier terganjal ato disingkirkan (liat aja komennya yg sinis ttg kadivhumas dan Pejabat Polda DIY), hampir mirip2 cerita buka-bukaan pak susno.
yg punya rumah justru lebih tau dapurnya sendiri
Quote:Original Posted By 7Opal

emang benar gan ...australia smp belajar ke kita? ntar cm pengin tau kemampuan kitanya sampai mana lg ......australia gitu



ho oh gan... sumber dr truno sih omgnya bgtu.
yang memasok sih katanya intelijen terkenal yg di barat itu loooohhhhh...

dan ane yakin, itu akun idjon jg bisa di trace kok koordinatnya.

kecuali yg bikin akun fb an idjon itu skill nya spt anonymous, baru deh kerja keras.

katanyaaaaaa looooh...

Quote:Original Posted By yeesalah
kalo menurut sejarahnya, idjon djambi adalah tentara belanda yg simpati sama tni ,mungkin aja akun idjon djambi itu seorang polisi yg simpati sama kopasus


Sebuah note (catatan di Facebook) tidak menggemparkan, namun menghenyakkan pembacanya. Tidak menggemparkan karena ditulis dari sebuah jejaring sosial, dikirim melalui jejaring sosial lainnya. Meski jejaring sosial memiliki sifat kemassalan, namun itu berkaitan dengan pertemanan yang dimiliki. Kekuatannya selain terletak pada substansinya, penyebaran yang 'bergerilya' dari jejaring sosial dan melintas ke antar jejaring sosial. BBM (blackberry messenger) memegang peran penting penyebaran di kalangan kelas menengah.

Substansi note yang ditulis dengan account Idjon Djanbi menjadi 'kontra opini' pasca pembantaian tahanan lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Opini yang berkembang di masyarakat atau beberapa pihak yang dimuat di media cetak elektronik bahwa pembantaian tersebut dilatarbelakangi dendam. Pihak yang mempunyai dendam dan kemampuan balas dendam adalah institusi yang anggotanya dibantai oleh kelompok preman di sebuah kafe di Yogyakarta.

Analisis terhadap peristiwa pembantaian diuraikan secara runut, meski penggunaan tata bahasa carut marut. Pesan yang disampaikan jelas bahwa banyak kelemahan yang harus diperhatikan apabila pelaku pembantaian dituduhkan kepada institusi yang pertama kali dikomandani oleh 'pemilik' akun. Intinya adalah pelakunya bukan institusi yang pertama kali dikomandani oleh 'pemilik' akun melainkan aparat kepolisian sendiri. Oknum POLRI melakukan untuk menutupi 'aib' konflik dibalik pembantaian preman di sebuah kafe, yang oleh publik dilihat sebagai pemicu pembantaian di lapas Cebongan.

Catatan Idjon Djanbi menjadi kontra opini publik yang menjadi reaksi atas pembantaian lapas. Disertai dengan foto-foto korban pembantaian menjadi tantangan bagi ahli forensik dan balistik untuk memberi penjelasan komprehensif atas jenis senjata, luka tembak, posisi korban saat dibantai, berapa orang pelakunya dan berbagai kemungkinan lain yang bisa diungkap. Foto-foto ini penting selain menunjukkan akses pemilik akun terhadap kondisi dan situasi lapas dan korban pasca pembantaian. Dengan kemungkinan lain, pemilik akun merupakan salah satu pihak yang melakukan pembantaian. Artinya membantah bahwa yang dibela bukan pelaku, namun mempunyai kesempatan untuk mengabadikan peristiwa yang pemilik akun ikut terlibat.

Foto-foto itu akan menjadi pembanding bagi POLRI atau siapapun yang membentuk tim investigasi. Institusi yang melakukan investigasi sudah didahului dan dicegah untuk mendistorsi fakta sebagai upaya pengaburan bahkan menyembunyikan kejadian sebenarnya. Publik lebih dahulu disodorkan foto, dengan harapan melakukan penalaran sekaligus membangun pola pikir pembanding atas informasi yang akan disampaikan oleh pemerintah. Foto-foto berbicara banyak hal, melampaui kata-kata yang bisa dirangkai.

Hegemoni opini yang mendiskreditkan telah memicu reaksi dengan sebuah catatan. Setelah beredar di dunia maya, dan sampai ke media dan pihak-pihak terkait seperti POLRI, KOMNAS HAM atau TNI belum ada yang secara komprehensif menolak atau menyanggah foto atau isi dalam catatan tersebut. Dalam hal ini Idjon Djanbi selangkah lebih maju dari tim investigasi dari institusi manapun. Catatan yang sudah masif tersebar akan membentuk opini sebagai kontra opini. Akibatnya, penjelasan resmi yang kemudian disampaikan akan ditolak oleh (nalar) publik. Publik yang membandingkan akan sulit percaya dan mulai gamang dengan informasi yang ada. Kegamangan ini melahirkan sikap individu yang bisa berubah menjadi sikap publik ketika momentum bertemu.

Opini | Idjon Djanbi Dan Kontra Opini di Dunia Maya
Yakub Adi Krisanto | Dosen Fakultas Hukum UKSW Salatiga
Quote:Original Posted By radongbolong69
barusan tadi siang ada inpoh kalo perampok pegadaian di Jogja kemarin, total kerugian Rp 6,7 Milyar udah ketangkep hari ini di Pelabuhan Merak.
Ni cepet banget ketangkepnya kalo beginian....


iya ya lah , dari gini aja sudah kelihatan kalau ada sesuatu di POLDA DIY ,,,
Jogja sudah makin carut marut aja banyak kriminal, dimana sih kerja pak pulisi nih, tapi malam ini banyak mobil sedan patwil keliling jogja trus, ada apa ya sampe jam 12 malam masih pada muter2 nyalain lampu biru nya

moga aja tuh aparat hitam segera kembali ke jalan yang benar
mengerikan
kita liat aja gan ntr gimana ujung ceritanya kalo ga jelas berarti tulisannya si idjon bener

kayanya kalo yg memecahkan kasus ini TNI?POLRI/KOMNASHAM atau apapun kurang tapi anu deh gan, mending datengin CONAN EDOGAWA aja x_x pasti lebih cepet denh tuntasnya..

ane pribadi sih sebelum baca tulisan idjon, udah ga yakin kalo kopasus yg nembak.. masalah nya masa iya kopasus beraksi dan segampang itu kebaca gara2 mereka ninggalin jejak... semakin banyak yg berkoar2 di tv mojokin kopasus apalagi dari pihak brownis, makin ane yakin bukan kopasus yg nyerang...

tapi kalo sampe itu kopasus yg nyerang, yaudahlah biarin aja.. kan ga ada rugi nya penjahat,preman,pembunuh,bandar narkoba yg notabene meresahkan masyarakat dibunuh kopasus.. toh mereka emang pantas mati..

yg perlu di usut itu siapa pelaku sebenarnya.. kalo dari pihak brownis ternyata yg terbukti yaaa harus dituntasin kenapa??? apalagi kalo masalah narkoba, wah harus bener2 tuh.. (tp apa iya mungkin bakal kebongkar?)

untungnya masyarakat jaman sekarang sudah bisa perpikir pake logika, yaa meskipun masih banyak juga yg gampnag trseret arus media, pokoknya apapun kalo udah masuk tv berarti udah akurat

kacang ijo vs brownis


Quote:Original Posted By 7Opal

two hundred idr uang tilang gan .....harusnya msk negara semua, trus tau bule belanda mau balik ke hotel mau minum beer, baru deh kejadian one hundred for beers - one hundred for our goverment .....gmn nasib tuh plokis ya
intermezzo sdh selesai .......back to cebongan


duit masuk ke negara jika melalui proses persidangan.. ente sama lucunya dengan polisi yg di video itu gan

Quote:Original Posted By kaskus69


ho oh gan... sumber dr truno sih omgnya bgtu.
yang memasok sih katanya intelijen terkenal yg di barat itu loooohhhhh...

dan ane yakin, itu akun idjon jg bisa di trace kok koordinatnya.

kecuali yg bikin akun fb an idjon itu skill nya spt anonymous, baru deh kerja keras.

katanyaaaaaa looooh...



wow intel dari barat

btw ente yakin dari mana kalo akun idjon bisa di trace koodinatnya?

ok sekarang anggap aja si idjon ga punya skill anonymous... utk mengetahui posisi idjon kita butuh IP dia bukan?

sekarang anggep aja polshit udah nelpon mark zukenberg buat nanya IP si idjon.. jadi begini ceritanya..

polshit : oi mark.. ane minta IP nye si idjon dong..
mark : mang nape coy? gile aja lo.. lo kira yg maenin facebook gw dikit?
polshit : lo usahaain deh mark.. penting nih.. ntr kalo u ke indo ane kasih IGO under age deh
mark : wah ga bisa nolak gw kalo gitu shit... ni IP nye
polshit : gibert u.. gile berat.. masa IP nye si idjon dari afrika.. jangan becanda lo mark..
mark : lo yg gilbert.. di sini ane liat emang IP nye dari afrika..
polshit : ada kemungkinan ga si idjon make vpn,vps or proxy?
mark : wah itu sih desi.. derita situ shit.. di ane IP nya dari afrika..
polshit : kampret lo mark
mark : lu yg kampret

polshit akhirnye nyari tuh ip... kebetulan si idjon make vpn,vps,proxy abal2.. akhirnye si polshit nelpon ke afrika... mo ane ceritain ga pembicaraan mereka?? males lah ane.. kapan2 aja ane ceritanya.. skip...

setelah nelpon sana sini and ngabisin pulsa banyak akhirnya IP asli si idjon ketauan... setelah di samperin ternyata tu tempat adalah mall... and si idjon maen facebook melalui wifi

ga ingin sia2 di tutup lah itu mall... dan semua laptop pengunjung di ambil... dan di cek MAC and cookies semua laptop.. tapi ternyata si idjon make sopler buat ngapus MAC sama cookies...

polshit tidak ingin kerjanya sia2 akhirnya semua yg bawa laptop di bawa ke polsek dan di siksa.. akhirnya tertangkap lah idjon..

tapi bagaimana jika idjon menggunakan freeware seperti TOR.. siapa yg akan di telpon polshit utk menanyakan IP asli si idjon?
wahahaha... confused them, let them think, let them decide, mission accomplished

idjon.djanbi rtb now

https://www.facebook.com/suparlan.parako/notes

Saya mohon maaf, karena Idjon Djanbi yang satu sudah lebih dari 5000 orang,
Selama ini Kopassus Hanya diam, berbagai statement dari beberapa kalangan yang terlihat Pintar tapi Bodoh yang cenderung menjadi Fitnah dan menuduh tanpa bukti. Terutama ANJING-ANJING BEGAJUL AMERIKA YANG BERNAMA KOMNAS HAM.
kami akan buktikan, bahwa "SETIAP LANGKAH ADALAH PERTARUHAN"

I.Penganiayaan di Hugos Café Maguwoharjo Depok Sleman DIY yang di lakukan oleh Kelompok Ormas KOTIKAM (Komando Inti Keamanan) Yogyakarta. terhadap anggota personel Kopassus An. Serka Santoso hingga meninggal Dunia.

II. FAKTA – FAKTA :
1.Pada hari Selasa tanggal 19 Maret 2013 pukul 02.30 Wib bertempat di Hugos Café Maguwoharjo Depok Sleman DIY telah terjadi penganiayaan yang di lakukan oleh sekelompok Preman dan orang berambut Cepak berbadan Tegap dengan ciri ciri seperti anggota Polda Jogja terhadap personel Kopassus An. Serka Santoso hingga meninggal Dunia. Pada Jam 00.40 Awal mula kejadian semula korban datang ke Hugos Café bersama 1 rekan, kemudian terjadi keributan antara Korban dengan sdr. Dedy alias Adrianus Chandra Galaja kemudian Sdr. Dedy menghubungi Bripka Yohanis Juan Manbait alias Juan, sdr. Benyamin Sahetapy alias Decky dan Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi Di asrama Polresta Jogja. Kemudian mereka mendatangi Hugos Cafe.

2.Sesampai di dalam hugos Café Sdr. Decky bertanya kepada korban “ Kamu dari Mana“ ? lalu korban menjawab “saya anggota Kopassus”. Saat itu posisi yg paling Depan adalah atau yg paling dekat dengan Korban adalah Bripka Johan alias Juan. Dan disebelah kiri korban adalah sdr. Dedy serta disebelah kanan korban adalah sdr. Adi. kemudian Decky menantang Korban untuk berkelahi sambil melemparkan asbak ke arah Korban, setelah melempar Korban, Decky masuk ke dalam Café. Kemudian saat keluar Decky memukul kepala Korban menggunakan Botol yg ada dimeja didepan Korban, mengenai pelipis kanan korban hingga botol pecah, saat korban terhuyung dan akan Jatuh tiba-tiba sdr. Dedy menikam korban sambil belati ditarik tepat pada bagian dada sebelah kiri, Setelah melakukan penusukan Dedy melarikan diri.

Saat Korban Jatuh, 3 org tidak dikenal (3 org ini diperkirakan Anggota Polri, krn datang bersama dengan Bripka Juan dari Asrama Polresta Jogja) menendang dan memukul Korban yang sudah terkapar, Melihat kejadian tersebut, Bripka Juan berteriak “Tolong dibawa”, langsung ke 3 org tersebut menyeret Korban dengan menarik bagian kaki. Dan pada saat kejadian tersebut, banyak anggota Polda Jogja yang berkunjung ke Hugos Kafe. selanjutnya korban dibawa oleh security menuju RS Bethesda menggunakan Taksi, saat dalam perjalanan Korban meninggal dunia. Dengan mengalami luka

Cat : Decky kemana-mana selalu membawa Belati

3.Setelah kejadian, 4 dari 7 pelaku di tangkap, Bripka Johan ditangkap di Rumah Dinas Polresta Jogja oleh Polda Jogja, adalah Bohong jika Bripka Johan melawan saat ditangkap, saat ditangkap dia kooperatif, hanya ada kekhawatiran dari Bripka Johan saat penangkapan, karena beberapa preman binaannya ingin melawan aparat. Kemudian Bripka Johan dan aparat Polres Sleman menuju rumah Decky. Kemudian sdr Decky ditangkap. Saat penangkapan Decky juga tidak melawan. Namun berdasarkan pengakuan dari yang bersangkutan, beberapa barang miliknya hilang diantaranya, Kalung Salib Emas dan uang +- 20 juta hilang dari tempat tinggalnya. Dia hanya bisa mengamankan 2 batu cincinya. Kemudian dilanjutkan penangkapan sdr Dedy dan Adi, Penangkapan ke-2 tersangka ini dilakukan oleh Reskrim Polda Jogja. Awalnya 4 pelaku ini ditahan di Polres Sleman, karena alasan Khawatir yang tidak beralasan, oleh Polda pelaku dipindahkan ke Rumah Tahanan Polda. Dan menjalani pemeriksaan. Langsung dijadikan tersangka

4.Pada tanggal 20 Maret 2013, Jam 10.00, Sertu Sriyono anggota Korem Jogja di Bacok oleh Sdr. Marcel, Marcel adalah rekan dari 4 tersangka yang telibat pengeroyokan Serka Santoso..

5.Pada saat itu juga, seluruh Anggota Grup-2 Kopassus, diperintah oleh Komandan Grup-2 Kopassus, tidak ada yang keluar Asrama tanpa terkecuali, dan dilaksanakan Apel pengecekan dari Pagi Hingga Malam.

6.Pada tanggal 22 Maret 2013, pada jam 08.45 diadakan sidang PDTH (pengakhiran Ikatan Dinas dengan tidak hormat) terhadap Bripka Johan. Pada Jam 09.00, 4 tahan ini dititipkan di LP Sleman.

7.Pada tanggal 22 Maret 2013, jam 09.00 11 tahanan di dibawa ke LP Sleman utk menunggu sidang pengadilan. 4 tahanan kasus pengeroyokan Serka Santoso dan 7 tahanan Narkoba. Mereka dikawal Brimob dengan sejata lengkap dan di ikat seperti Teoris

8.Pada tanggal 23 Maret 2013, jam 01.30 LP Sleman diserang orang tidak dikenal, dan menembak Mati 4 tahanan pelaku pengeroyokan Serka Santoso. Pelaku penyerangan menggunakan 5 mobil, berpakaian mirip dengan seragam Brimob dan Densus-88 yaitu,
a.Menggunakan senjata AK-47 dan AK-101 China,
b.Menggunakan Tutup Wajah / Shebo
c.Rompi Anti Peluru Warna Hitam
d.Membawa Granat

III.Kesimpulan Awal :
1.Seluruh pelaku adalah rekanan dan binaan Bripka Johan, Bripka Johan awalnya anggota Brimob Kupang, istrinya adalah seorang Dokter di Kupang, karena pernah melanggar, dia dipindahkan ke polresta Jogja di Polsekta Jogja, kemudian terlibat Kasus Narkoba. Saat kejadian status Bripka Johan baru bebas dari Tahanan Polri, Bebas Bersyarat. Bripka Johan adalah pemasok Narkoba Di Kafe Hugos dan Kafe Bosce.
Sdr Dicky juga adalah Residifis. Dia adalah Security dibeberapa Hiburan malam di jogja, Depkolektor dan pengawalan. Sdr. Decky juga baru tahun kemarin bebas dari LP Jogja, karena kasus pembunuhan org Papua, korban dipukul kepalanya dengan Botol sampai tewas. Karena sepak terjangnya Decky diangkat menjadi Pengurus Ormas KOTIKAM Jogja (Komando Inti Keamanan) ormas ini diketuai oleh Roni Kintoko.
Sdr. Dedy adalah anak buah dari Bripka Johan dan Decky. Dia juga anggota dr Ormas Kotikam Jogja. Dedy yang melakukan penusukan terhadap Korban lebih dr 1 Kali, Pisau yang digunakan adalah belati milik Sdr. Dicky, jadi saat Dicky kedalam Kafe, dia mengambil belati dan diserahkan kepada sdr. Dedy. Demikian juga dengan Sdr. Adi
Seluruh pelaku sering mangkal di Hugus Kafe, Hugos Kafe merupakan tempat Dugem anggota Polda Jogja dan memasok Narkoba.

2.Bahwa Korban Serka Santoso tidak hanya pukul dengan Botol tetapi korban juga ditikam, Diijak, ditendang serta diseret kakinya, hal itu yang menyebabkan 6 tulang Rusuknya Patah, Luka 23 cm di Dada sebelah Kiri dan memar di pelipis Kiri. Namun sampai saat ini Polda Jogja tidak menangkap 3 pelaku yang menginjak, menendadang serta menyeret korban, sebenarnya Polda sudah Tahu 3 pelaku tersebut, dan patut diduga ada sesuatu yang disembunyikan oleh Polda Jogja berkaitan dengan 3 orang tersebut.

3.Selain malakukan penangkapan, Reskrim Polda Jogja Juga melakukan pencurian terhadap Barang dan Uang milik Sdr. Decky. Yaitu berupa Kalung Salib Emas dan Uang + 20.000.000, hilang dari tempat tinggal Sdr. Decky, tidak sampai di situ, Penyidik Polda Jogja juga melakukan penganiayaan terhadap Sdr. Dedy yang mengakibatkan sekujur tubuhnya Luka memar dan Lebam, termasuk Sdr. Adi disiksa hingga 3 gigi depannya Tanggal.
4.Polda Jogja telah berbohong, dengan mengatakan bahwa Bripka Johan adalah pecatan, terbukti Bripka Johan Disidang pemecatan dilakukan setelah pengeroyokan di kafe Hugos. Sebelum di titipkan ke LP Sleman, Bripka Juan dihadapkan ke Sidang Pemecatan di Polda Jogja, sidangnyapun singkat hanya 5 menit, hal ini membuktikan bahwa Polda sengaja memojokkan Bripka Juan, setelah dipecat dalam wakktu 5 menit, bripka Juan dan 3 tersangka lainnya di titipkan ke LP Sleman. Yang dibawa ke LP Sleman, bukan hanya Bripka Juan CS, tapi termasuk 7 Tahanan Polda Jogja terkait Kasus Narkoba. Tapi Sdr. Marcel pelaku pembacokan Sertu Sriyono tidak di titipkan di LP Sleman.
Menanggapi Sidang pemecatan tersebut, Bripka Johan mengatakan, "saya juga penyidik, saya tahu ini janggal, tapi nanti saya akan banding setelah 8 hari, dan akan mengungkap 3 anggota Brimob yang terlibat pemukulan dan menyeret anggota Kopassus itu"., berdasarkan pengakuan Bripka Juan ini sangat jelas, bahwa dia dipecat 15 menit sebelum dipindahkan ke LP Cebongan Sleman. Hal ini semakin menguatkan ada sesuatu hal yang disembunyikan dan ditutupi oleh Polda Jogja, Jika Bripka Juan masih anggota Polri aktif. Masih menempati Rumah Dinas Polresta Jogja. Tidak sampai di situ, Bripka Juan juga dibawa dengan tangan di ikat dan ditodong dengan senjata. Bripka Johan tidak terlibat pada kasus pengeroyokan Serka Santoso di Hugos Cafe Jogja, justru Bripka Johan yg melerai dan menolong Korban, jadi tidak ada alasan kekhawatiran dari Pihak Polda Jogja akan ada serangan dari Kopassus. Ini adalah situasi yang diciptakan sendiri oleh Polda Jogja, Dan tidak ada alasan Kopassus mengincar Bripka Johan. Dikalangan Polresta dan Brimob Jogja, Bripka Johan kurang disukai oleh rekan rekannya. Itulah Polisi, demikian juga Sdr. Adi, dia tidak terlibat pengeroyokan, kok bisa Polda menahan dan menjadikannya tersangka.

5.Awalnya 4 pelaku dan Pengacaranya menolak dititipkan ke LP Sleman, Tapi Polda Jogja tetap Ngotot membawa mereka, dengan alasan Ruang Tahanan Polda sedang Direhab, tapi setelah di cek, Ruang tahanan tersebut masih Layak dan tidak ada perbaikan. Sebelum dibawa ke LP, Bripka Johan meminta kepada istrinya untuk menyiapkan jas yang bersih dan rapi, sambil mengatakan "Saya mengaku bersalah, saya cinta Korp Polri dan negara ini, Jikapun saya Mati, saya ingin mati secara terhormat seperti Prajurit Tentara”. Seolah-olah Bripka Johan dalam tekanan berat dan merasa jiwanya terancam. Saat dimasukkan kedalam blok LP Sleman Bripka Johan Sempat menunjukkan Respeknya kepada petugas, dengan mengambil sikap siap, dan memberikan penghormatan ("kepada Petugas, Hormat Gerak, tegak Gerak"). Bripka Johan juga mengatakan, saya kok diperlakukan seperti Teroris, di ikat dan ditodong dengan Senjata.
Disini perlu kita tegaskan Bahwa, Yang mengantar 4 Tahanan adalah Polda Jogja, yang memasukkan kedalam Ruang Tahanan adalah Polda Jogja dan yang tahu lingkungan LP adalah Polda Jogja. Bripka Juan ditempatkan di ruangan A-5 bersama Decky, sedangkan Ady dan dedi ditempatkan di Ruang A-10. Adi dan Dedy sempat ditempatkan bersama 7 tahanan Narkoba lainnya, oleh Polda dikembalikan lagi ke ruang tahanan tersendiri. Hal ini menunjukkan bahwa ke 4 tahanan ini sudah ditargetkan untuk dieksekusi mati. Mereka tidak disatukan dengan tahanan lain.

6.Sampai saat ini Polda Jogja, tidak mau mengungkap dan menangkap siapa Pelaku yang menendang serta Menyeret Korban (Serka Santoso), hal ini sempat menjadi tanya tanya dari Bripka Juan, Bripka Juan mengatakan “biasalah Polisi, yang penting sudah nangkap satu, agar terlihat berhasil” berarti 3 orang ini masih Buron, beberapa Rekan Bripka Juan juga melihat kejanggalan dari kasus ini, seperti Rekaman CCTV di Hugos Cafe telah di edit dan di sita, yang telihat di Rekaman CCTV hanya saat pemukulan yang dilakukan oleh Sdr. Decky dan penusukan yang dilakukan oleh Sdr. Dedy, awal saat Korban dan pelaku datang tidak ada, demikian juga saat Korban ditendang dan diseret oleh 3 orang tak dikenal tersebut. Rekan Bripka Juan pun (sesama anggota Polda Jogja) melihat kejadian ini janggal, dalam waktu kurang dari 24 jam pelaku ditangkap dan dijadikan tersangka, kemudian dititipkan di LP Sleman, kemudian di eksekusi di LP. Untuk menekan Pihak Hugos Kafe berkaitan dengan rekaman CCTV, Polda Jogja mengancam akan menutup Hugos Kafe, semua orang tahu bahwa Perijinan Usaha bukan di Kepolisian atau Polda tapi Hak dari Pemda DI Yogyakarta. Bukan kepolisian. Dalam hal ini Polisi tidak punya Hak, sudah melampaui wewenang.

7. Pada awalnya, Ka Lapas Sleman keberatan atas penitipan tersebut, karena tidak sesuai dengan prosedur dan 2 dr 4 tersangka, dalam keadaan luka, sebelum di bawa ke LP sdr. Dedy dipanggil oleh org yg menyeret serka santoso di kafe Hugos, saat keluar seluruh badannya memar dan lebam. Kemudian sdr. Adi 3 gigi depannya tanggal serta bibirnya bengkak berdarah. Awalnya Ka Lapas akan mengembalikan tahanan titipan tersebut ke Polda, tapi tdk ada jawaban dari Polda, kemudian jika malam ini tidak bisa, Ka Lapas akan tetap mengembalikan ke 4 tahanan titipan tersebut ke Polda jogja. Namun malamnya Lapas Sleman diserang oelh orang bertopeng menggunakan senjata dan menembak Mati 4 tahanan yang dititipkan Polda Jogja.

8.Pelaku penyerangan di LP Sleman, menggunakan penutup Wajah, senjata lengkap, menggunakan 5 kendaran, mereka adalah orang yang terlatih, tapi tidak hanya Kopassus yang terlatih, Masyarakat sipil dan aparat lainpun terlatih Densus-88 juga terlatih, jika yang dituduh adalah anggota Kopassus itu kemungkinan kecil. Karena Para Pelaku penyerangan yang lebih dari 16 orang, sepertinya sudah kenal betul dengan Lingkungan dan situasi LP Sleman, terbukti:

a.Pelaku penyerangan juga Tahu dimana meletakkan Mobil, karena mereka masuk ke Area LP Sleman menggunakan 5, 4 mobil langsung menuju Area LP Sleman dan 1 menunggu diluar.

b.Pelaku tahu betul dan hafal dimana letak CPU yang menyimpan rekaman CCTV LP. Sleman, kemudian dicuri oleh penyerang.

c.Pelaku penyerangan Tahu, bahwa sistem penguncian di LP Sleman dari dalam dan Luar, setelah mereka melumpuhkan penjaga di depan dan merampas Kunci, kemudian membuka pintu dengan Kunci, merusak pintu dan membuka kunci dalam dari lobang pecahan Pintu.

d.Pelaku penyerangan juga mengetahui dimana ruangan ke-4 tahanan tersebut dititipkan, kemudian mengeksekusinya

Kejadian ini sepertinya sudah direncanakan dengan Matang dan para pelaku tahu dan hafal Area LP Sleman. Sehebat apapun Kopassus, hal ini tidak mungkin dilakukan dalam waktu 16 Jam, sedangkan Kopassus tidak pernah ke LP Sleman dan melakukan pengamatan sampai ke dalam ruangan LP Sleman, yang tahu situasi dan keadaan LP Sleman adalah aparat yang mengantar Tahanan, Masyarakat dan keluarga penghuni LP Sleman.

9.Para Pelaku langsung menuju ruang Tahanan dan mengeksekusi 4 tahanan, Ke-4 tahanan tersebut ditembak Mati di 2 ruangan berbeda. Krn di TKP terdapat Selongsong Peluru kaliber 9 mm dan 7,62 mm, tapi keterangan Kadiv Humas Mabes Polri mengatakan di TKP hanya ada selongsong munisi kaliber 9 mm tidak menyebut selonsong munisi lain. Kemudian kondisi Bripka Juan selain luka tembak di Kepala¸ terdapat. 3 luka tusukan di dada kanan, 1 tusukan di dada kiri dan lengan kirinya Patah. Sedangkan Adi selain luka tembak, terdapat luka memar di wajah sebelah kiri dan pergelangan tangan kiri Patah. Sedangkan Decky dan Dedy hanya terdapat Luka tembak. Jadi tidak benar pemberitaan dari media bahwa ke 4 tahanan tersebut langsung diberondong oleh penyerang, karena 2 diantaranya sempat dianiaya terlebih dahulu.

10.Mendengar ada kejadian penyerangan dan pembunuhan di LP Sleman, Komandan Grup-2 langsung mengumpulkan dan mengecek anggotanya hal tersebut selain perintah dari Pangdam IV Diponegoro juga menjadi Protap di Kopassus apabila ada kejadian, asrama langsung di Alarm. Jarak tempuh antara Sleman dengan Jogja adalah + 1,5 Jam, jadi tidak mungkin dalam waktu tersebut mereka bisa tiba dengan cepat di Asrama Grup-Kopassus Kartosuro dan bisa hadir saat apel pengecekan. Apalagi Pintu Ksatrian Grup-2 Kopassus jika Malam Hanya 1 Pintu yang di Buka, itupun harus melewati 2 Pos penjagaan, jadi sangat kecil kemungkinan anggota Kopassus terlibat dalam pnyerangan tersebut. Dan hal ini bertambah janggal, karena saat kejadian Polda Jogja dan Jawa tengah tidak melakukan sweeping dijalan guna mencegah pelaku melarikan diri, tapi hal ini tidak dilakukan.
Quote:Original Posted By 1catchmeifucan1



wow intel dari barat

btw ente yakin dari mana kalo akun idjon bisa di trace koodinatnya?

ok sekarang anggap aja si idjon ga punya skill anonymous... utk mengetahui posisi idjon kita butuh IP dia bukan?

sekarang anggep aja polshit udah nelpon mark zukenberg buat nanya IP si idjon.. jadi begini ceritanya..

polshit : oi mark.. ane minta IP nye si idjon dong..
mark : mang nape coy? gile aja lo.. lo kira yg maenin facebook gw dikit?
polshit : lo usahaain deh mark.. penting nih.. ntr kalo u ke indo ane kasih IGO under age deh
mark : wah ga bisa nolak gw kalo gitu shit... ni IP nye
polshit : gibert u.. gile berat.. masa IP nye si idjon dari afrika.. jangan becanda lo mark..
mark : lo yg gilbert.. di sini ane liat emang IP nye dari afrika..
polshit : ada kemungkinan ga si idjon make vpn,vps or proxy?
mark : wah itu sih desi.. derita situ shit.. di ane IP nya dari afrika..
polshit : kampret lo mark
mark : lu yg kampret

polshit akhirnye nyari tuh ip... kebetulan si idjon make vpn,vps,proxy abal2.. akhirnye si polshit nelpon ke afrika... mo ane ceritain ga pembicaraan mereka?? males lah ane.. kapan2 aja ane ceritanya.. skip...

setelah nelpon sana sini and ngabisin pulsa banyak akhirnya IP asli si idjon ketauan... setelah di samperin ternyata tu tempat adalah mall... and si idjon maen facebook melalui wifi

ga ingin sia2 di tutup lah itu mall... dan semua laptop pengunjung di ambil... dan di cek MAC and cookies semua laptop.. tapi ternyata si idjon make sopler buat ngapus MAC sama cookies...

polshit tidak ingin kerjanya sia2 akhirnya semua yg bawa laptop di bawa ke polsek dan di siksa.. akhirnya tertangkap lah idjon..

tapi bagaimana jika idjon menggunakan freeware seperti TOR.. siapa yg akan di telpon polshit utk menanyakan IP asli si idjon?


Bold:
classified...
kalau udah kerja sama ga perlu ijin²an
apalagi sama mark gan....
if u know what i mean
11.Mengenai pembentukan Opini Publik oleh Media Masa yang seolah-olah bahwa pelaku penyerangan tersebut adalah Kopassus dan secara tidak langsung menuduh Kopassus serta pernyataan Anggota Kimisi 3 DPR RI, Ahmad Yani, hal ini menandakan ketidak tahuan beliau tentang Senjata, Munisi dan Balistik serta tidak menempatkan diri sebagai penengah untuk mencari siapa pelaku yang sebenarnya serta penyelesaian permasalahan tersebut dan cenderung memojokkan Kopassus dengan mengatakan ;

a.Masalah Jogja adalah masalah Hukum, berarti wewenang Keamanan ada di tangan Kepolisian bukan TNI.
b.Senjata yang digunakan adalah Senjata Organik TNI, sudah jelas adalah senjata yang digunakan oleh TNI

c.Kok Pangdam IV, Cepat mengambil kesimpulan, bahwa tidak ada anggotanya yang terlibat, Pangdam ini bisa di copot, sudah jelas kok, Senjata yang digunakan untuk menyerang adalah Senjata TNI Jenis SS-1, buatan Pindad.

d.Penyerang juga menggunakan Rompi Anti Peluru. Dan senjata Khusus?
e.Media TV One memberitakan sangat berlebihan termasuk Tempo

Kalau Media massa sudah jelas, siapa yang meminta penayangan berita saja yang di publikasiskan, selama ini Kopassus diam saja tidak menanyakan dan melakukan konfrensi Pers tentang anggotanya yang di Bunuh, Jika Anggota Komisi-3 DPR RI Pak Ahmad Yani Basuki saja bisa dikelabui dan dibohongi, seperti cerita anak kecil, “Pak, saya diserang, kemudian ditembak, padahal mereka sendiri yang memulai dan menciptakan hal tersebut., media dan kelompok yang berkepentingan dikelabui, bagaimana dengan Rakyat, Tapi Bapak Ahmad Yani Basuki tidak melakukan atau memberikan pendapat tentang Proses pemecatan Bripka Juan yang tidak sesuai prosedur, pemecatan dilaksanakan setelah kasus ini mencuat yang sebelumnya, Pihak Polda menyatakan bahwa Bripka Juan adalah pecatan Polda Jogja.
Saya pernah bertanya dan menawarkan file saya kepada waertawan Tempo, dia menjawab “ Sorry mas, kita tidak berani, karena kasus ini sudah di Police Line oleh Polisi”

Pertanyaanya adalah :
a.Dari mana Pak Ahmad Yani dan Media tahu bahwa senjata yang di gunakan oleh penyerang menggunakan senjata SS-1 Pindad ? kuat dugaan adalah beliau menonton hasil Rekaman CCTV karangan Polda untuk mencari Simpati, jika dari Rekaman CCTV, berarti pemberitaan media selama ini bahwa saat penyerangan Pelaku menggondol CCTV adalah berita bohong yang sengaja dihembuskan, seolah olah pelaku penyerangan lihai dan terlatih. Jika benar itu senjata SS-1 Pindad, tentu ada nomornya, berapa Nomornya ?

b.Apakah Pak Ahmad Yani tahu pengertian Senjata Khusus ? dan pernah melihat serta menggunakan senjata tersebut ? SS-1 Bukan senjata Khusus, senjata Khusus adalah senjata Sniper dan Mitraliur. SS-1 Bukan senjata Khusus tapi Senapan Serbu jadi SS-1 adalah Senapan Serbu-1

c.Mengenai pencopotan Pangdam-IV / Diponegoro karena cepat mengambil kesimpuan atas kejadian tersebut, kita tidak tahu apakah Pak Ahmad Yani punya wewenang atau Tidak (Pak Yani tentu masih ingat peristiwa Alex Kawilarang?), yang jelas Pernyataan Pangdam-IV / Diponegoro adalah Benar, cepat mengambil kesimpulan bahwa tidak ada anggota TNI apalagi Kopassus yang terlibat, dari pernyataan Pak Ahmad Yani Basuki saja sudah dijawab sendiri oleh Pak Ahmad Yani Basuki, “bahwa pelaku penyerangan menggunakan Senjata SS-1 Pindad, mengapa dijawab sendiri ? “KARENA GRUP-2 DAN SELURUH ANGGOTA KOPASSUS TIDAK MENGGUNAKAN SENAPAN SS-1 PINDAD” yang menggunakan senjata SS-1 dan FNC kaliber 5,56 mm adalah BRIMOB POLRI DAN BRIMOB JOGJA MENGGUNAKAN SENJATA SS-1, FNC DAN AK-101 CHINA. Dan sangat tidak mungkin Anggota Kopassus bisa keluar senjata sembarangan karena Jam 17.00 gudang senjata sudah ditutup, tidak ada senjata, munisi dan Bahan peledak yang keluar masuk. Jikapun ada harus melalui beberapa prosedur, mulai dari melapor ke Pejabat, melapor ke pejabat, mengurus Surat ijin, menghubungi pejabat Gudang, munukar kartu keluar masuk kunci senjata, karena seluruh senjata di Kopassus dirantai dan di Gembok, mengurus surat serah terima senjata dll, belum lagi melewati 3 lapis kunci pintu gudang senjata. Aparat yang mudah mengakses senjata di Indonesia dalam waktu singat dan besar adalah BRIMOB POLRI.

INI PAK, APARAT YANG MENGGUNAKAN SENJATA AKA, SILAHKAN BAPAK USUT, PERIKSA GUDANGNYA SERTA MUNISI YANGDIGUNAKAN

PERSONEL PBIMOB POLDA JOGJA, MENJAGA LP SLEMAN, MENGGUNAKAN SENJATA AK

d.Pak Ahmad Yani lupa selain rekaman CCTV, di TKP terdapat Selongsong Peluru 7,62 mm, yg digunakan oleh senjata AK-47, yang menggunakan Senjata AK-47 adalah BRIMOB POLRI, kemudian terdapat Selongsong munisi 5,56 mm / MU-5 TJ, munisi ini bisa digunakan di senjata SS-1 Pindad, M-16 A1, dan senapan AK-101 China, yang menggunakan senapan SS-1 Pindad dan AK-101 China adalah BRIMOB POLRI.

e.Tentang Rompi Anti Peluru, mungkin yang dilihat adalah Fet yang berbentuk Rompi, terlihat berwarna Hitam, sedangkan DI GRUP-2 KOPASSUS MEREKA MEMILIKI 2 JENIS ROMPI ANTI PELURU YANG MEMILIKI CORAK LORENG TNI DAN LORENG DARAH MENGALIR. Yang menggunakan Rompi Anti Peluru berwana Hitam adalah BRIMOB POLRI.

12.Pernyataan Polda bahwa ke 4 tersangka ditangkap oleh Polda dan barang Bukti Botol dan Pisau ditemukan di TKP. Pernyataan tersebut tidak benar, Barang bukti pisau ditemukan bukan di Hugos Kafe, tapi ditemukan di tempat tinggal Sdr. Dedy bukan di Hugos Kafe.

13.Polisi tidak konsisten menangani permasalahan Jogja, serta cenderung mencari pembenaran, Pembentukan Opini Publik sudah keluar dari Substansial permasalahan yang sebenarnya, pelaku pengeroyokan Serka Santoso berjumlah 7 orang, 3 masih Buron, kemudian keterkaitan pembacokan Sertu Sriyono yang dilakukan oleh Marsel sampai saat ini tidak diungkap, apa motIf dari pembacokan tersebut, serta kesalahan prosedur pemecatan Bripka Juan oleh Polda Jogjakarta.

14.Polda masih menutupi 3 anggotanya yang terlibat Kartel Narkoba terbesar di Jogja dan terlibat penjebakan terhadap Bripka Juan, Bripka Juan sengaja disingkirkan oleh rekan dan Institusinya sendiri yaitu Polri, karena sudah tidak bisa dimanfaatkan lagi mudah dilacak, akan ada penggantian Kartel Narkoba. Kemudian Polda Jogja memnbuat cerita bohong berkaitan dengan penyerangan LP Sleman. Polda harus jujur dan mau mengungkapnya, jika tidak saya akan menunjukknya sendiri di sini. 2 agen Kartel Narkoba Polda Jogja saat ini aman di Polda Jogja, pemasok Kartel Narkoba di Indonesia adalah Mantan Komandan Densus-88 Gories Mere, pelaksananya adalah Petrus Golose Deputi-IV / Penindakan BNPT, pertanyaannya adalah Gories Mere orang Mana ? sindikat Karte Narkoba ini berbasis di Rumah ATM Polri yaitu Kampung Ambon. Dan Gories Mere pernah berseteru dengan jenderal Polisi yang sangat Galak memberantas Narkoba yaitu Komjen Pol Oegroeseno (saya harus minta maaf sama Bapak ini).

15.Dari runtutan kejadian, Korban, Barang Bukti di TKP, serta UPAYA pembentukan opini Publik oleh Polri melalui media massa, yang cenderung menutupi kejadian yang sebenarnya, sangat jelas bahwa ini adalah Fitnah. KESIMPULANNYA ADALAH TNI APALAGI KOPASSUS TIDAK TERLIBAT KASUS PENYERANGAN DI LP SLEMAN, mengapa pihak Kepolisian tidak melakukan pembuktian terbalik. Tanpa menuduh pihak dan Institusi tertentu, yang jika dikaitkan satu sama lain baik korban, TKP, Bukti di TKP serta kegiatan. Tidak satupun menunjukkan keterlibatan Kopassus maupun institusi TNI. Polri harus jujur dan Fair dalam mengungkap dan menangani kasus Jogja, membuka siapa saja yang terlibat, seluruh pelaku termasuk 3 orang yang masih buron dan tidak pernah diungkap oleh Polri, tanpa harus menutup-nutupi serta berbohong, tanpa berusaha seolah olah dipojokkan, dan menunjukkan Barang bukti yang sebenarnya, termasuk rekaman CCTV di Hugos Kafe secara utuh tanpa di edit dan di rusak, karena merusak barang bukti adalah suatu tindakan kejahatan melawan Hukum. “TEGAKKAN HUKUM DENGAN TIDAK MELANGGAR HUKUM. BUKAN MINTA DIKASIHANI.