lah kalo diselidiki sama dgn mengakui itu benar dong.cuekin aja
Quote:Original Posted By radongbolong69
barusan tadi siang ada inpoh kalo perampok pegadaian di Jogja kemarin, total kerugian Rp 6,7 Milyar udah ketangkep hari ini di Pelabuhan Merak.
Ni cepet banget ketangkepnya kalo beginian....

kalo liat penanganan yg cepat dari polisi jadi inget ucapan temen ane "dokter ga akan bisa nyuntik pantatnya sendiri"
rieut mamangmah, tapi disatu sisi seru baca opini2nya..kaya pelem2 org bule sono,
tapi masa iya polisi berani fitnah kopassus? (meski satuan tertentu yg dikuasai seseorang). sama aja nantangin donk
klo bener apa kata idjon yg ngelakuinnya unit zibom, cepet ato lambat org2 tsb bakal "ilang" ntar
mamangmah gak mau nuduh ah aringis sararieun...
tapi yg pasti pelakunya sepertinya laki2 semua....
Quote:Original Posted By BencongBercawet
jujur ane udah makin gak percaya ama penegakan hukum di indonesia
apalagi setelah mlht video yg dbwah ini, jadi makin ilfil aja


polisi nya baik bener, nraktir minum beer orang belanda, pake uang negara lg
jam tugas ....minumnya beer, gimana klu jam malam ......asli menghibur dikala mikirin tersangka kasus cebongan ..........
yang ane tau sih, kepolisian republik indonesia kita tercinta ini punya peralatan sadap menyadap paling canggih seasia tenggara loch...
australia aja sampai belajar ke kita.
harusnya sih mengungkap ini bisa cepet.....

*kecuali klo pelaku nya menggunakan sim card sekali buang dan identitas yg dipakai untuk mendaftarkan jg identitas palsu....
baru deh gak kelacak. dan atulagi, mentok di kandang macan
Quote:Original Posted By 7Opal

polisi nya baik bener, nraktir minum beer orang belanda, pake uang negara lg
jam tugas ....minumnya beer, gimana klu jam malam ......asli menghibur dikala mikirin tersangka kasus cebongan ..........


Uang si bule gan kan katanya one hundred for beers, one hundred for our goverment
Quote:Original Posted By kaskus69
yang ane tau sih, kepolisian republik indonesia kita tercinta ini punya peralatan sadap menyadap paling canggih seasia tenggara loch...
australia aja sampai belajar ke kita.
harusnya sih mengungkap ini bisa cepet.....

*kecuali klo pelaku nya menggunakan sim card sekali buang dan identitas yg dipakai untuk mendaftarkan jg identitas palsu....
baru deh gak kelacak. dan atulagi, mentok di kandang macan

emang benar gan ...australia smp belajar ke kita? ntar cm pengin tau kemampuan kitanya sampai mana lg ......australia gitu

Quote:Original Posted By nightwalker7069


crime-nya dimana ??
pencemaran nama baik polisi

pelaku penyerangan terlatih tapi tidak special, dan bukan dengan inisiatif sendiri melainkan atas perintah,

kenapa juan harus di non aktifkan dahulu sebelum di eksekusi
informasi apa yg hendak di gali eksekutor dari juan sebelum kematiannya,
siapa yang menyuruh deky membunuh sertu santoso , info apa yang hendak di berikan juan kepada sertu santoso, di hugos

apakah pihak asing bermain di kasus ini, untuk mengamankan bisnis narkoba mereka dengan memanfaatkan kesatuan bersenjata yg di biayainya

banyak sekali oknum yang terlibat, harus di lakukan pembersihan ini

kalo menurut sejarahnya, idjon djambi adalah tentara belanda yg simpati sama tni ,mungkin aja akun idjon djambi itu seorang polisi yg simpati sama kopasus
Quote:Original Posted By jasaseojkt


Uang si bule gan kan katanya one hundred for beers, one hundred for our goverment

two hundred idr uang tilang gan .....harusnya msk negara semua, trus tau bule belanda mau balik ke hotel mau minum beer, baru deh kejadian one hundred for beers - one hundred for our goverment .....gmn nasib tuh plokis ya
intermezzo sdh selesai .......back to cebongan
Quote:Original Posted By yeesalah
kalo menurut sejarahnya, idjon djambi adalah tentara belanda yg simpati sama tni ,mungkin aja akun idjon djambi itu seorang polisi yg simpati sama kopasus

Mungkin juga Polisi yg jd BSH krn karier terganjal ato disingkirkan (liat aja komennya yg sinis ttg kadivhumas dan Pejabat Polda DIY), hampir mirip2 cerita buka-bukaan pak susno.
yg punya rumah justru lebih tau dapurnya sendiri
Quote:Original Posted By 7Opal

emang benar gan ...australia smp belajar ke kita? ntar cm pengin tau kemampuan kitanya sampai mana lg ......australia gitu



ho oh gan... sumber dr truno sih omgnya bgtu.
yang memasok sih katanya intelijen terkenal yg di barat itu loooohhhhh...

dan ane yakin, itu akun idjon jg bisa di trace kok koordinatnya.

kecuali yg bikin akun fb an idjon itu skill nya spt anonymous, baru deh kerja keras.

katanyaaaaaa looooh...

Quote:Original Posted By yeesalah
kalo menurut sejarahnya, idjon djambi adalah tentara belanda yg simpati sama tni ,mungkin aja akun idjon djambi itu seorang polisi yg simpati sama kopasus


Sebuah note (catatan di Facebook) tidak menggemparkan, namun menghenyakkan pembacanya. Tidak menggemparkan karena ditulis dari sebuah jejaring sosial, dikirim melalui jejaring sosial lainnya. Meski jejaring sosial memiliki sifat kemassalan, namun itu berkaitan dengan pertemanan yang dimiliki. Kekuatannya selain terletak pada substansinya, penyebaran yang 'bergerilya' dari jejaring sosial dan melintas ke antar jejaring sosial. BBM (blackberry messenger) memegang peran penting penyebaran di kalangan kelas menengah.

Substansi note yang ditulis dengan account Idjon Djanbi menjadi 'kontra opini' pasca pembantaian tahanan lapas Cebongan, Sleman, Yogyakarta. Opini yang berkembang di masyarakat atau beberapa pihak yang dimuat di media cetak elektronik bahwa pembantaian tersebut dilatarbelakangi dendam. Pihak yang mempunyai dendam dan kemampuan balas dendam adalah institusi yang anggotanya dibantai oleh kelompok preman di sebuah kafe di Yogyakarta.

Analisis terhadap peristiwa pembantaian diuraikan secara runut, meski penggunaan tata bahasa carut marut. Pesan yang disampaikan jelas bahwa banyak kelemahan yang harus diperhatikan apabila pelaku pembantaian dituduhkan kepada institusi yang pertama kali dikomandani oleh 'pemilik' akun. Intinya adalah pelakunya bukan institusi yang pertama kali dikomandani oleh 'pemilik' akun melainkan aparat kepolisian sendiri. Oknum POLRI melakukan untuk menutupi 'aib' konflik dibalik pembantaian preman di sebuah kafe, yang oleh publik dilihat sebagai pemicu pembantaian di lapas Cebongan.

Catatan Idjon Djanbi menjadi kontra opini publik yang menjadi reaksi atas pembantaian lapas. Disertai dengan foto-foto korban pembantaian menjadi tantangan bagi ahli forensik dan balistik untuk memberi penjelasan komprehensif atas jenis senjata, luka tembak, posisi korban saat dibantai, berapa orang pelakunya dan berbagai kemungkinan lain yang bisa diungkap. Foto-foto ini penting selain menunjukkan akses pemilik akun terhadap kondisi dan situasi lapas dan korban pasca pembantaian. Dengan kemungkinan lain, pemilik akun merupakan salah satu pihak yang melakukan pembantaian. Artinya membantah bahwa yang dibela bukan pelaku, namun mempunyai kesempatan untuk mengabadikan peristiwa yang pemilik akun ikut terlibat.

Foto-foto itu akan menjadi pembanding bagi POLRI atau siapapun yang membentuk tim investigasi. Institusi yang melakukan investigasi sudah didahului dan dicegah untuk mendistorsi fakta sebagai upaya pengaburan bahkan menyembunyikan kejadian sebenarnya. Publik lebih dahulu disodorkan foto, dengan harapan melakukan penalaran sekaligus membangun pola pikir pembanding atas informasi yang akan disampaikan oleh pemerintah. Foto-foto berbicara banyak hal, melampaui kata-kata yang bisa dirangkai.

Hegemoni opini yang mendiskreditkan telah memicu reaksi dengan sebuah catatan. Setelah beredar di dunia maya, dan sampai ke media dan pihak-pihak terkait seperti POLRI, KOMNAS HAM atau TNI belum ada yang secara komprehensif menolak atau menyanggah foto atau isi dalam catatan tersebut. Dalam hal ini Idjon Djanbi selangkah lebih maju dari tim investigasi dari institusi manapun. Catatan yang sudah masif tersebar akan membentuk opini sebagai kontra opini. Akibatnya, penjelasan resmi yang kemudian disampaikan akan ditolak oleh (nalar) publik. Publik yang membandingkan akan sulit percaya dan mulai gamang dengan informasi yang ada. Kegamangan ini melahirkan sikap individu yang bisa berubah menjadi sikap publik ketika momentum bertemu.

Opini | Idjon Djanbi Dan Kontra Opini di Dunia Maya
Yakub Adi Krisanto | Dosen Fakultas Hukum UKSW Salatiga
Quote:Original Posted By radongbolong69
barusan tadi siang ada inpoh kalo perampok pegadaian di Jogja kemarin, total kerugian Rp 6,7 Milyar udah ketangkep hari ini di Pelabuhan Merak.
Ni cepet banget ketangkepnya kalo beginian....


iya ya lah , dari gini aja sudah kelihatan kalau ada sesuatu di POLDA DIY ,,,
Jogja sudah makin carut marut aja banyak kriminal, dimana sih kerja pak pulisi nih, tapi malam ini banyak mobil sedan patwil keliling jogja trus, ada apa ya sampe jam 12 malam masih pada muter2 nyalain lampu biru nya

moga aja tuh aparat hitam segera kembali ke jalan yang benar
mengerikan
kita liat aja gan ntr gimana ujung ceritanya kalo ga jelas berarti tulisannya si idjon bener

kayanya kalo yg memecahkan kasus ini TNI?POLRI/KOMNASHAM atau apapun kurang tapi anu deh gan, mending datengin CONAN EDOGAWA aja x_x pasti lebih cepet denh tuntasnya..

ane pribadi sih sebelum baca tulisan idjon, udah ga yakin kalo kopasus yg nembak.. masalah nya masa iya kopasus beraksi dan segampang itu kebaca gara2 mereka ninggalin jejak... semakin banyak yg berkoar2 di tv mojokin kopasus apalagi dari pihak brownis, makin ane yakin bukan kopasus yg nyerang...

tapi kalo sampe itu kopasus yg nyerang, yaudahlah biarin aja.. kan ga ada rugi nya penjahat,preman,pembunuh,bandar narkoba yg notabene meresahkan masyarakat dibunuh kopasus.. toh mereka emang pantas mati..

yg perlu di usut itu siapa pelaku sebenarnya.. kalo dari pihak brownis ternyata yg terbukti yaaa harus dituntasin kenapa??? apalagi kalo masalah narkoba, wah harus bener2 tuh.. (tp apa iya mungkin bakal kebongkar?)

untungnya masyarakat jaman sekarang sudah bisa perpikir pake logika, yaa meskipun masih banyak juga yg gampnag trseret arus media, pokoknya apapun kalo udah masuk tv berarti udah akurat

kacang ijo vs brownis


Quote:Original Posted By 7Opal

two hundred idr uang tilang gan .....harusnya msk negara semua, trus tau bule belanda mau balik ke hotel mau minum beer, baru deh kejadian one hundred for beers - one hundred for our goverment .....gmn nasib tuh plokis ya
intermezzo sdh selesai .......back to cebongan


duit masuk ke negara jika melalui proses persidangan.. ente sama lucunya dengan polisi yg di video itu gan

Quote:Original Posted By kaskus69


ho oh gan... sumber dr truno sih omgnya bgtu.
yang memasok sih katanya intelijen terkenal yg di barat itu loooohhhhh...

dan ane yakin, itu akun idjon jg bisa di trace kok koordinatnya.

kecuali yg bikin akun fb an idjon itu skill nya spt anonymous, baru deh kerja keras.

katanyaaaaaa looooh...



wow intel dari barat

btw ente yakin dari mana kalo akun idjon bisa di trace koodinatnya?

ok sekarang anggap aja si idjon ga punya skill anonymous... utk mengetahui posisi idjon kita butuh IP dia bukan?

sekarang anggep aja polshit udah nelpon mark zukenberg buat nanya IP si idjon.. jadi begini ceritanya..

polshit : oi mark.. ane minta IP nye si idjon dong..
mark : mang nape coy? gile aja lo.. lo kira yg maenin facebook gw dikit?
polshit : lo usahaain deh mark.. penting nih.. ntr kalo u ke indo ane kasih IGO under age deh
mark : wah ga bisa nolak gw kalo gitu shit... ni IP nye
polshit : gibert u.. gile berat.. masa IP nye si idjon dari afrika.. jangan becanda lo mark..
mark : lo yg gilbert.. di sini ane liat emang IP nye dari afrika..
polshit : ada kemungkinan ga si idjon make vpn,vps or proxy?
mark : wah itu sih desi.. derita situ shit.. di ane IP nya dari afrika..
polshit : kampret lo mark
mark : lu yg kampret

polshit akhirnye nyari tuh ip... kebetulan si idjon make vpn,vps,proxy abal2.. akhirnye si polshit nelpon ke afrika... mo ane ceritain ga pembicaraan mereka?? males lah ane.. kapan2 aja ane ceritanya.. skip...

setelah nelpon sana sini and ngabisin pulsa banyak akhirnya IP asli si idjon ketauan... setelah di samperin ternyata tu tempat adalah mall... and si idjon maen facebook melalui wifi

ga ingin sia2 di tutup lah itu mall... dan semua laptop pengunjung di ambil... dan di cek MAC and cookies semua laptop.. tapi ternyata si idjon make sopler buat ngapus MAC sama cookies...

polshit tidak ingin kerjanya sia2 akhirnya semua yg bawa laptop di bawa ke polsek dan di siksa.. akhirnya tertangkap lah idjon..

tapi bagaimana jika idjon menggunakan freeware seperti TOR.. siapa yg akan di telpon polshit utk menanyakan IP asli si idjon?
wahahaha... confused them, let them think, let them decide, mission accomplished

idjon.djanbi rtb now

https://www.facebook.com/suparlan.parako/notes

Saya mohon maaf, karena Idjon Djanbi yang satu sudah lebih dari 5000 orang,
Selama ini Kopassus Hanya diam, berbagai statement dari beberapa kalangan yang terlihat Pintar tapi Bodoh yang cenderung menjadi Fitnah dan menuduh tanpa bukti. Terutama ANJING-ANJING BEGAJUL AMERIKA YANG BERNAMA KOMNAS HAM.
kami akan buktikan, bahwa "SETIAP LANGKAH ADALAH PERTARUHAN"

I.Penganiayaan di Hugos Café Maguwoharjo Depok Sleman DIY yang di lakukan oleh Kelompok Ormas KOTIKAM (Komando Inti Keamanan) Yogyakarta. terhadap anggota personel Kopassus An. Serka Santoso hingga meninggal Dunia.

II. FAKTA – FAKTA :
1.Pada hari Selasa tanggal 19 Maret 2013 pukul 02.30 Wib bertempat di Hugos Café Maguwoharjo Depok Sleman DIY telah terjadi penganiayaan yang di lakukan oleh sekelompok Preman dan orang berambut Cepak berbadan Tegap dengan ciri ciri seperti anggota Polda Jogja terhadap personel Kopassus An. Serka Santoso hingga meninggal Dunia. Pada Jam 00.40 Awal mula kejadian semula korban datang ke Hugos Café bersama 1 rekan, kemudian terjadi keributan antara Korban dengan sdr. Dedy alias Adrianus Chandra Galaja kemudian Sdr. Dedy menghubungi Bripka Yohanis Juan Manbait alias Juan, sdr. Benyamin Sahetapy alias Decky dan Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi Di asrama Polresta Jogja. Kemudian mereka mendatangi Hugos Cafe.

2.Sesampai di dalam hugos Café Sdr. Decky bertanya kepada korban “ Kamu dari Mana“ ? lalu korban menjawab “saya anggota Kopassus”. Saat itu posisi yg paling Depan adalah atau yg paling dekat dengan Korban adalah Bripka Johan alias Juan. Dan disebelah kiri korban adalah sdr. Dedy serta disebelah kanan korban adalah sdr. Adi. kemudian Decky menantang Korban untuk berkelahi sambil melemparkan asbak ke arah Korban, setelah melempar Korban, Decky masuk ke dalam Café. Kemudian saat keluar Decky memukul kepala Korban menggunakan Botol yg ada dimeja didepan Korban, mengenai pelipis kanan korban hingga botol pecah, saat korban terhuyung dan akan Jatuh tiba-tiba sdr. Dedy menikam korban sambil belati ditarik tepat pada bagian dada sebelah kiri, Setelah melakukan penusukan Dedy melarikan diri.

Saat Korban Jatuh, 3 org tidak dikenal (3 org ini diperkirakan Anggota Polri, krn datang bersama dengan Bripka Juan dari Asrama Polresta Jogja) menendang dan memukul Korban yang sudah terkapar, Melihat kejadian tersebut, Bripka Juan berteriak “Tolong dibawa”, langsung ke 3 org tersebut menyeret Korban dengan menarik bagian kaki. Dan pada saat kejadian tersebut, banyak anggota Polda Jogja yang berkunjung ke Hugos Kafe. selanjutnya korban dibawa oleh security menuju RS Bethesda menggunakan Taksi, saat dalam perjalanan Korban meninggal dunia. Dengan mengalami luka

Cat : Decky kemana-mana selalu membawa Belati

3.Setelah kejadian, 4 dari 7 pelaku di tangkap, Bripka Johan ditangkap di Rumah Dinas Polresta Jogja oleh Polda Jogja, adalah Bohong jika Bripka Johan melawan saat ditangkap, saat ditangkap dia kooperatif, hanya ada kekhawatiran dari Bripka Johan saat penangkapan, karena beberapa preman binaannya ingin melawan aparat. Kemudian Bripka Johan dan aparat Polres Sleman menuju rumah Decky. Kemudian sdr Decky ditangkap. Saat penangkapan Decky juga tidak melawan. Namun berdasarkan pengakuan dari yang bersangkutan, beberapa barang miliknya hilang diantaranya, Kalung Salib Emas dan uang +- 20 juta hilang dari tempat tinggalnya. Dia hanya bisa mengamankan 2 batu cincinya. Kemudian dilanjutkan penangkapan sdr Dedy dan Adi, Penangkapan ke-2 tersangka ini dilakukan oleh Reskrim Polda Jogja. Awalnya 4 pelaku ini ditahan di Polres Sleman, karena alasan Khawatir yang tidak beralasan, oleh Polda pelaku dipindahkan ke Rumah Tahanan Polda. Dan menjalani pemeriksaan. Langsung dijadikan tersangka

4.Pada tanggal 20 Maret 2013, Jam 10.00, Sertu Sriyono anggota Korem Jogja di Bacok oleh Sdr. Marcel, Marcel adalah rekan dari 4 tersangka yang telibat pengeroyokan Serka Santoso..

5.Pada saat itu juga, seluruh Anggota Grup-2 Kopassus, diperintah oleh Komandan Grup-2 Kopassus, tidak ada yang keluar Asrama tanpa terkecuali, dan dilaksanakan Apel pengecekan dari Pagi Hingga Malam.

6.Pada tanggal 22 Maret 2013, pada jam 08.45 diadakan sidang PDTH (pengakhiran Ikatan Dinas dengan tidak hormat) terhadap Bripka Johan. Pada Jam 09.00, 4 tahan ini dititipkan di LP Sleman.

7.Pada tanggal 22 Maret 2013, jam 09.00 11 tahanan di dibawa ke LP Sleman utk menunggu sidang pengadilan. 4 tahanan kasus pengeroyokan Serka Santoso dan 7 tahanan Narkoba. Mereka dikawal Brimob dengan sejata lengkap dan di ikat seperti Teoris

8.Pada tanggal 23 Maret 2013, jam 01.30 LP Sleman diserang orang tidak dikenal, dan menembak Mati 4 tahanan pelaku pengeroyokan Serka Santoso. Pelaku penyerangan menggunakan 5 mobil, berpakaian mirip dengan seragam Brimob dan Densus-88 yaitu,
a.Menggunakan senjata AK-47 dan AK-101 China,
b.Menggunakan Tutup Wajah / Shebo
c.Rompi Anti Peluru Warna Hitam
d.Membawa Granat

III.Kesimpulan Awal :
1.Seluruh pelaku adalah rekanan dan binaan Bripka Johan, Bripka Johan awalnya anggota Brimob Kupang, istrinya adalah seorang Dokter di Kupang, karena pernah melanggar, dia dipindahkan ke polresta Jogja di Polsekta Jogja, kemudian terlibat Kasus Narkoba. Saat kejadian status Bripka Johan baru bebas dari Tahanan Polri, Bebas Bersyarat. Bripka Johan adalah pemasok Narkoba Di Kafe Hugos dan Kafe Bosce.
Sdr Dicky juga adalah Residifis. Dia adalah Security dibeberapa Hiburan malam di jogja, Depkolektor dan pengawalan. Sdr. Decky juga baru tahun kemarin bebas dari LP Jogja, karena kasus pembunuhan org Papua, korban dipukul kepalanya dengan Botol sampai tewas. Karena sepak terjangnya Decky diangkat menjadi Pengurus Ormas KOTIKAM Jogja (Komando Inti Keamanan) ormas ini diketuai oleh Roni Kintoko.
Sdr. Dedy adalah anak buah dari Bripka Johan dan Decky. Dia juga anggota dr Ormas Kotikam Jogja. Dedy yang melakukan penusukan terhadap Korban lebih dr 1 Kali, Pisau yang digunakan adalah belati milik Sdr. Dicky, jadi saat Dicky kedalam Kafe, dia mengambil belati dan diserahkan kepada sdr. Dedy. Demikian juga dengan Sdr. Adi
Seluruh pelaku sering mangkal di Hugus Kafe, Hugos Kafe merupakan tempat Dugem anggota Polda Jogja dan memasok Narkoba.

2.Bahwa Korban Serka Santoso tidak hanya pukul dengan Botol tetapi korban juga ditikam, Diijak, ditendang serta diseret kakinya, hal itu yang menyebabkan 6 tulang Rusuknya Patah, Luka 23 cm di Dada sebelah Kiri dan memar di pelipis Kiri. Namun sampai saat ini Polda Jogja tidak menangkap 3 pelaku yang menginjak, menendadang serta menyeret korban, sebenarnya Polda sudah Tahu 3 pelaku tersebut, dan patut diduga ada sesuatu yang disembunyikan oleh Polda Jogja berkaitan dengan 3 orang tersebut.

3.Selain malakukan penangkapan, Reskrim Polda Jogja Juga melakukan pencurian terhadap Barang dan Uang milik Sdr. Decky. Yaitu berupa Kalung Salib Emas dan Uang + 20.000.000, hilang dari tempat tinggal Sdr. Decky, tidak sampai di situ, Penyidik Polda Jogja juga melakukan penganiayaan terhadap Sdr. Dedy yang mengakibatkan sekujur tubuhnya Luka memar dan Lebam, termasuk Sdr. Adi disiksa hingga 3 gigi depannya Tanggal.