KASKUS

kalau mengenai adanya unsur pembungkaman ane juga sudah berpendapat seperti itu sebelum membaca tulisan pak idjon tanpa terpengaruh digiring unsur pemberitaan jadi murni mencoba memahami berdasar motif penyerangan yg paling basic (soalnya jarang nonton berita). banyak juga masyarakat yang sudah punya pemikiran seperti itu sebelum baca tulisan pak idjon. hanya kronologis dan detilnya cukup lengkap punya pak idjon. tulisan pak idjon itu ga 100% benar, tapi yg paling lengkap dan transparan krn terbuka untuk semua kalangan. pak idjon tidak selalu berada di setiap tkp shg tidak mungkin akurat 100%. jadi beberapa ketidakakuratan sangat lumrah. masukan pak idjon seharusnya diterima dgn terima kasih dan dapat dijadikan masukan berharga.

tentang gerbang, apakah 17 penyerang masuk lapas melalui gerbang tanpa membobol gerbang? atau gerbangnya diledakkan? banyak versi pemberitaan, jadi ga tau yg benar.
Jika masuk dgn dibukakan sipir maka kemungkinan:
1. sipir percaya dgn surat perintah yg disodorkan.
2. sipir takut diledakkan dgn granat yg mau dilemparkan lewat lubang jenguk. namun ini tidak mungkin, granat tidak bisa dilemparkan ke dalam krn lubang jenguk terdapat terali yg tidak bisa ditembus granat. sipir tidak bisa diintimadasi dari luar lapas tanpa gerbang terbuka.
3. ada kerjasama antara penyerang dan sipir atau sipir agak2 kenal yg menyodorkan surat. tidak mungkin, asumsi sipir juga ketakutan.
4. sipir tidak bisa memastikan validitas surat perintah krn grogi, lalu membuka gerbang. ini mungkin terjadi, jika sipirnya newbie sekali dan tidak punya pengalaman.

menurut beberapa pemberitaan, sipir tidak membukakan gerbang. katanya gerbangnya diledakkan penyerang, tapi di foto kok gerbangnya baik2 saja. mungkin langsung diperbaiki setelah kejadian? ga bisa memastikan, soalnya ga bisa liat tkp.

mengenai kondisi beberapa tahanan yg dieksekusi, cukup mengherankan. mengapa desersi polisi yg paling banyak teraniaya. jika motif dendam krn teman yg dibunuh maka target amukan itu ke arah yg memulai pengeroyokan dan menikam anggota yakni decky. logisnya, jika penyerang oknum Kopassus yg mengamuk maka sebelum dieksekusi pertama kali decky lah yang tentunya ditusuk2 dan dipatahkan tangannya. tapi krn decky yg langsung ditembak dgn cepat tanpa derita kepanjangan maka melunturkan kesan penyerangan krn unsur balas dendam kesumat.

kondisi mantan polisi juan yg ditusuk dan patah tangannya. ada beberapa kemungkinan:
1. korban melawan dan ditundukkan.
2. korban diajak adu perkelahian sebelum ditundukkan.
3. korban dianiaya terlebih dulu.
4. korban tangannya patah krn efek tembakan kuat sehingga tangannya patah membentur dinding.
5. setelah dieksekusi, jasad korban dirusak krn ada unsur dendam.
6. setelah dieksekusi korban sengaja dipatahkan tangannya dan ditusuk dengan pisau untuk memastikan korban telah mati (ga pakai cek denyut nadi).
entah apa lagi kemungkinannya. namun, kemungkinan akhir korban merupakan sasaran utama amukan amarah penyerang atau sama sekali tidak ada unsur kemarahan terhadap korban hanya terjadi begitu saja.
Ane jg ragu akan durasi 10 menitnya gan. 10 menit itu lebay, macam penggiringan opini, seakan2 mau nunjukin bahwa gerombolan penyerang ini amat terlatih sekali.
5 menit gan awalnya.
noisenya kuat ya?
kalo pake acara nyiksa korban dulu, mana mungkin 10 menit?


1 menit kaleee
kalo beneran kartel narkoba yang menyerang berarti Indonesia bisa2 ntar kaya meksiko

banyak aparat disana yang membelot jadi pasukannya kartel narkoba
Quote:Original Posted By njingsatbitot
kalo pake acara nyiksa korban dulu, mana mungkin 10 menit?


1 menit kaleee

30 detik

Gini deh, pake logika, nanya sipir, mopor sipir trus nyeret/ dorong sipir ke sel tahanan brp lama coba. Ingat, dipopor krn ga mau jawab itu udah abis brp menit, terus abis dipopor itu sipir hrs nahan sakit dan sempoyongan( ga mungkin lari kencang ke sel tahanan abis dipopor buat nunjukin selnya). Belum lg sipir nyari kunci buat buka sel (cmiiw, ga tau model sel tahanan cebongan kyk apa)

Begitu sel dibuka, mengenali dan mengisolir target dari tahanan lainnya. Inget, ini tengah mlm, pasti yg udah ngiler bikin pulau banyak, kebayang ga bangun tidur langsung mau disuruh pindah/ gerak langsung (sigap). Paling ngak itu butuh waktu (30an orang lhoo)

Sampai situ aja deh, butuh waktu berapa lama cobaA?
Quote:Original Posted By junkyards

30 detik

Gini deh, pake logika, nanya sipir, mopor sipir trus nyeret/ dorong sipir ke sel tahanan brp lama coba. Ingat, dipopor krn ga mau jawab (brp menity, terus abis dipopor itu sipir hrs nahan sakit dan sempoyongan( ga mungkin lari kencang ke sel tahanan buat nunjukin selnya). Belum lg sipir nyari kunci buat buka sel (cmiiw, ga tau model sel tahanan cebongan kyk apa)

Begitu sel dibuka, mengenali dan mengisolir target dari tahanan lainnya. Inget, ini tengah mlm, pasti yg udah ngiler juga banyak, kebayang ga bangun tidur disuruh pindah/ gerak langsung mau (sigap)

Sampai situ aja deh, butuh waktu berapa lama cobaA?


serius nih gue..Kalo menurut gue, seluruh rangkaian penyerangan hingga mission accomplish, paling gak memakan waktu 45 menit - 60 menit..
Quote:Original Posted By brute.core
setelah membaca ini cerita, serta mengingat beberapa kejadian lalu yang hampir sama dan melibatkan narkoba, terbentuk sebuah pemikiran..


entah apa motifnya si kopassus dbunuh, dan stelah kejadian itu, semua terungkap bahwa 4 orang yg mati di lapas ini adalah gembong narkoba. sgt kecil kemungkinan kopassus mengeksekusi, namun trbentuk sebuah pemikiran bahwa, 4 orang ini sengaja di eksekusi agar gembong narkoba dkalangan polisi yg lainnya tidak terungkap, menghindari penyelidikan lanjutan yang bisa mengancam oknum dari kalangan polisi lainnya terlibat, apa lagi sampai ada pejabat tinggi yg terlibat.

pemikiran itu terbentuk saat saya membacanya sampai habis, terlintas begitu saja..dan saya yakin, bukan saya saja yg berfikiran seperti ini.

kasus ini seperti sebuah konspirasi, dan lagian, sudah jelas mereka yg d eksekusi kan dari yg dituliskan adalah gembong narkoba, bripka juan yg paling parah karena ia seperti gembong besar dan tahu banyak,ibarat kunci,, 4 korban eksekusi ini pun di adili lewat undang undang pun sebagaimana pengedar narkoba .. toh bakal di hukum mati juga, agar tidak terungkap nama nama lainnya yg terkait, mreka d eksekusi.

ada kemungkinan kopassus melakukan tindakan balas dendam, namun mreka butuh waktu untuk menyelidiki siapa siapa targetnya nanti, dan eksekusi yg terjadi ini bagian dari rencana agar kopassus tidak melakukan tindakan balas dendamnya, karena bisa jadi ada target lain dan bakal terjadi peperangan besar jika melibatkan pejabat tinggi kepolisian.

intinya, eksekusi ini seperti konspirasi, dimana mreka-mreka sendirilah yg mengeksekusi teman-temannya, untuk menjaga agar nama-nama lain dari kelompok mreka sendiri tidak ikut terlibat. dan sangat kecil kemungkinan kopassus sendiri yg melakukan eksekusi sendiri dilapangan.

kematian 4 korban eksekusi ini sangat menutupi apa yang sebenarnya terjadi, diluar kasus pengeroyokan, ada kasus besar yang belum terungkap, seperti narkoba.


dan itulah hasil opini jika membaca trit ini..
ya namanya juga opini.. dan trit ini pun sepertinya ada beberapa yg bertentangan dengan apa yg dberitakan..


Kalo kesan ane setelah membaca tulisan fakta-fakta dari sdr Idjon Djanbi, sangat logis dan lugas. Kemudian setelah membaca tanggapannya dari sdr "entah gak tau wong soko twitter" seperti sedikit ngambang...terutama atas pernyataan silahkan cek Kotikam, silahkan cek k polda, silahkan cek pus lab for dst. Jelas seperti yang diutarakan oleh sdr Idjon Djanbi bahwa setelah kejadian di Ksatrian Grup-2 Kopassus diadakan apel malam sesuai instruksi Pangdam IV Diponegoro dan jarak Sleman-Jogja 1,5jam (ingat penyerangan dilakukan dengan kendaraan bermotor bukan heli tempur). Jadi dari keterangan fakta tersebut sudah mentah tuduhan bahwa Kopasus terlibat kasus tersebut. Karena tidak mungkin anggota yang mangkir apel malam tersebut tidak terdeteksi keberadaannya. Nah, sekarang jujur-jujuran aja deh...seberapa jauh masyarakat mempercayai kepastian hukum di Indonesia?hampir sebagian besar pesimistis dan apatis, jadi bila diminta cek aja k polda atau cek aja k pus lab for...maaf gan kebanyakan orang pasti apreori terhadap hasil penyidikannya (mereka gak bisa disalahkan gan kalo apreori, orang penegak hukumnya aja sarat korupsi dan kolusi). Mengenai cek aja k Kotikam, bukan hal mustahil kalo gak semua anggota saling kenal apalagi ormas besar seperti itu, kadang malah di dalam wadah sebuah ormas besar ada grup-grup eksklusif tersendiri. Kotikam dalam hal ini memperoleh kredit buruk dari kelakuan anggotanya yang "nakal" tapi lumrah saja karena tidak mudah mengontrol keberadaan anggota sebuah ormas. Selanjutnya cek sipir dll menurut hemat ane masih kurang valid gan, mereka bisa berubah-ubah kesaksiannya berdasarkan tekanan penyidik.
Kesimpulan ane setuju, bila ini merupakan sebuah konspirasi oknum aparat penegak hukum (you know who-lah) untuk menghilangkan jejak dari bisnis laknatnya. Ane berharap agar kasus ini segera terungkap, semoga wafatnya almarhum Serka Santoso tidak sia-sia, aamiin.
siapapun yang menyerang q gak mau berpendapat kelompok ini dan itu yg menyerang yg pasti q ucapkan terima kasih n salut buat yg berantas preman
sori mo nanya,

waktu hari minggu siang kemarin sesaat sblm akun djonbi di fb diclosed..
si pemilik akun ada buat post yg isinya komentar terhadap tanggapan sdr @ridlwanjogja di pejwan..

tanggapan @ridlwanjogja

nanya itu ada yg sempet backup/screenshot ga? ane baca sekilas ada bbrp sanggahan dari sdr @ridlwanjogja yang justru berbalik menyerang statement resmi yang beredar.. ane ga sempet backup soalnya..
semakin menguatkan kalo ini konspirasi, sampai saat ini berawal dari kasus pengeroyokan di hugos,katanya tersangkanya lebih dari 4 orang, kalo motif balas dendam.... harusnya bantai semuanya termasuk yang belom tertangkap.....
tadi nonton di tvoon, istri kalapas diinterview wartawan. si ibu cerita, para pahlawan bertopeng itu sempet nyamperin si ibu di rumahnya buat nyari kalapas, tapi dia bilang kalo suaminya di kantor.

dia cerita, berhubung rumah dia deket banget (a.k.a sebelahan) ma lapas, dia bisa denger semua kejadian yang terjadi di lapas ... dia denger suara tembakan beberapa kali, dia denger pas udah selesei tembakan itu para pahlawan bertopeng itu nyuruh napi lain tepuk tangan, kejadiannya sekitar 15 menit.

pertanyaan ane .... itu lapas ato bedeng ya sampe orang ngomong aja tembus ke rumah kalapas?
bisa juga ibu itu seperti berhalusinasi, katanya mirip g-30-s/pki utk yg nyanyian krn membayangkannya seperti di filmnya. ada kemungkinan kesan tambahan. jadi mungkin ga ada nyanyian. kalau 15 menit itu mungkin durasi 3 kali rentetan tembakan. dan yang samar2 seperti tepuk tangan barangkali proses pukul dan patah2in tangan, bisa kedengaran krn kejadian dini hari pas ga ada jangkrik. entahlah. krn tidak di tkp waktu kejadian dan hanya bisa membayangkan.

tapi kok ga di cross check dgn napi dan sipir lain yah. tapi ya langsung dari satu sumber saja
baca di page2 awal ada yg blg klo Huugos dibeking sama AU, dr lokasinya jg pas di sebrang pangkalan TNI AU Adisucipto.
ane bca di mjlh detik pihak keamanan Hugos memang sdh lama diketahui bermusuhan dgn anggota kopassus.
mngkn ada kaskuser dsini yg bs kasih info knp hugos anti sm kopassus?
Quote:Original Posted By irwantauhid

Sebenarnya yg mau dbilang sibrownis itu begini gan,
kami resah dengan adanya tulisan si djon djambi di fb , kok bs buat masuk akal rakyat yg membacanya.

Maka dia langsung mengeluarkan statmen agar
warga jgn lgsg percaya tulisan itu. Tunggu versi editan dr kami ya




Bingung mau komeng apa
Kl bisa nebak2 dari durasinya yg cuma 15mnt. Berarti target sudah diketahui tempatnya. Yg paling tau siapa lg kl bukan PLS.
Quote:Original Posted By runez
sori mo nanya,

waktu hari minggu siang kemarin sesaat sblm akun djonbi di fb diclosed..
si pemilik akun ada buat post yg isinya komentar terhadap tanggapan sdr @ridlwanjogja di pejwan..

tanggapan @ridlwanjogja

nanya itu ada yg sempet backup/screenshot ga? ane baca sekilas ada bbrp sanggahan dari sdr @ridlwanjogja yang justru berbalik menyerang statement resmi yang beredar.. ane ga sempet backup soalnya..


wah kalo ada yang backup ane juga mau baca gan..
menyimak dulu...

ane curiga, jangan2 kejadian ini adalah pengalihan isu dari kasus eyang subur,,
Disini ada ga yg mikir kalo akun idjon itu yg bikin oknum polisi sendiri yg kebetulan apes dpt perintah jd salah 1 org yg nyerbu kalapas? Nglakuin hal yg g sesuai nurani dia, ato mgkn dia 1 garis ama juan jg posisinya trus ngeri liat juan dan dia putusin foto2?

Polisi g brani usut karna ni org ada di pusaran grup dinasti gede internal polri?

Kalo aja ada anggota coklat yg curhat disini ya, jgn lupa cari warnet yg g ada cctvnya : o
nih ane ada copy-annya,,tapi ga ama gambar...terlalu DP

Quote:BIADAB!!! Pelaku penyerangan LP Sleman adalah aparat kepolisian!!!

Selama ini Kopassus Hanya diam, berbagai statement dari beberapa kalangan yang terlihat Pintar tapi Bodoh yang cenderung menjadi Fitnah dan menuduh tanpa bukti. Terutama ANJING-ANJING BEGAJUL AMERIKA YANG BERNAMA KOMNAS HAM.

Jika mereka bisa memberikan pendapat dan menuduh, adalah Hak Kami juga, sebagai Prajurit Kopasus juga untuk menyampaikan pendapat. kita harus melihat permasalahan ini berdasarkan Fakta, Bukti, urutan kejadian dan TKP.

Sebelum kita membahas permasalahn yang sebenar-benarnya, saya akan menjelaskan secara singkat siapa sebenarnya 4 orang yang DISIKSA KEMUDIAN DITEMBAK DI LP CEBONGAN SLEMAN

1. Bripka Yohanis Juan Manbait alias Juan adalah Anggota Polresta Jogja berdinas di Polsekta Jogja, Bripka Juan adalah mantan Pidana Polda Jogja yang baru dibebaskan oleh satuannya karena menjadi Bandar Narkoba. Bripka Juan adalah Pemasok Narkoba utama di Hugos Caffe dan Bosse.

2. Benyamin Sahetapy alias Decky adalah Residivis yang baru keluar dari penjara akibat melakukan pembunuhan terhadap warga Papua di Jogjakarta. Decky adalah Pengurus Ormas KOTIKAM JOGJA (Komando Inti Keamanan), pekerjaan Decky adalah Keamanan beberapa tempat Hiburan di Jogja, depkolektor, dan ketua preman di Jogja. Decky adalah pemasok Narkoba ke beberapa tempat Hiburan di Jogja dari Bandar-bandar Narkoba di Jogja diantaranya beberapa Oknum anggota Polda Jogja.

3. Adrianus Chandra Galaja alias Dedy dan Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi, kedua orang ini adalah anak Buah dari Bripka Juan dan Decky dan juga anggota Ormas KOTIKAM.

4. Ormas Kotikan ini diketuai oleh Sdr. Rony Wintoko, Ormas ini selalu membuat keributan di Jogja selain pengedar Narkoba, beberapakali melakukan tindakan Kriminial penganiayaan dan pembunuhan, kelompok ini pernah melakukan penganiayaan yang berujung kematian terhadap Mahasiswa asal Bali dan anggotanya yang bernama Joko dkk melakukan pengeroyokan terhadap terhadap anggota Yonif-403 Jogja, serta penikaman terhadap Mahasiswa asal Timor leste.


puncaknya adalah kejadian Penganiayaan di Hugos Café Maguwoharjo Depok Sleman DIY yang di lakukan oleh Kelompok Ormas KOTIKAM (Komando Inti Keamanan) Yogyakarta. terhadap anggota personel Kopassus An. Sertu Santoso hingga meninggal Dunia.setelah di visum penyebab kematian Korban adalah, Luka benda Tumpuldi bagian kepala, luka tusukan dan bacokan benda tajam 23 cm didada sebelah kiri dan 6 rusuk Patah.


1. kejadian bermula pada hari Selasa tanggal 19 Maret 2013 pukul 00.40 korban datang ke Hugos Café bersama 1 rekan, kemudian terjadi keributan antara Korban dengan sdr. Dedy alias Adrianus Chandra Galaja kemudian Sdr. Dedy menghubungi Bripka Yohanis Juan Manbait alias Juan, sdr. Benyamin Sahetapy alias Decky dan Yermiyanto Rohi Riwu alias Adi Di asrama Polresta Jogja. Kemudian mereka mendatangi Hugos Cafe.

2. Sesampai di dalam hugos Café Sdr. Decky bertanya kepada korban “ Kamu dari Mana“ ? lalu korban menjawab “saya anggota Kopassus”. Saat itu posisi yg paling Depan adalah atau yg paling dekat dengan Korban adalah Bripka Juan Dan disebelah kiri korban adalah sdr. Dedy serta disebelah kanan korban adalah sdr. Adi. kemudian Decky menantang Korban untuk berkelahi sambil melemparkan asbak ke arah Korban, setelah melempar Korban, Decky masuk ke dalam Café. Kemudian saat keluar Decky memukul kepala Korban menggunakan Botol yg ada dimeja didepan Korban, mengenai pelipis kanan korban hingga botol pecah, saat korban terhuyung dan akan Jatuh tiba-tiba sdr. Dedy menikam korban sambil belati ditarik tepat pada bagian dada sebelah kiri, Setelah melakukan penusukan Dedy melarikan diri.
Saat Korban Jatuh, 3 org tidak dikenal (3 org ini diperkirakan Anggota Polri, krn datang bersama dengan Bripka Juan dari Asrama Polresta Jogja) menendang dan memukul Korban yang sudah terkapar, Melihat kejadian tersebut, Bripka Juan berteriak “Tolong dibawa”, langsung ke 3 org tersebut menyeret Korban dengan menarik bagian kaki. Dan pada saat kejadian tersebut, banyak anggota Polda Jogja yang berkunjung ke Hugos Kafe. selanjutnya korban dibawa oleh security menuju RS Bethesda menggunakan Taksi, saat dalam perjalanan Korban meninggal dunia. Dengan mengalami luka

Cat : Decky kemana-mana selalu membawa Belati

3. Setelah kejadian, 4 dari 7 pelaku di tangkap, Bripka Juan ditangkap di Rumah Dinas Polresta Jogja oleh Polda Jogja, adalah Bohong jika Bripka Juan melawan saat ditangkap, saat ditangkap dia kooperatif, hanya ada kekhawatiran dari Bripka Juan saat penangkapan, karena beberapa preman binaannya ingin melawan aparat. Kemudian Bripka Juan dan aparat Polres Sleman menuju rumah Decky. Kemudian sdr Decky ditangkap. Saat penangkapan Decky juga tidak melawan. Namun berdasarkan pengakuan dari yang bersangkutan, beberapa barang miliknya hilang diantaranya, Kalung Salib Emas dan uang +- 20 juta hilang dari tempat tinggalnya. Dia hanya bisa mengamankan 2 batu cincinya. Kemudian dilanjutkan penangkapan sdr Dedy dan Adi, Penangkapan ke-2 tersangka ini dilakukan oleh Anggota Intel Korem Jogja. Awalnya 4 pelaku ini ditahan di Polres Sleman, karena alasan Khawatir, oleh Polda pelaku dipindahkan ke Rumah Tahanan Polda. Dan menjalani pemeriksaan. Langsung dijadikan tersangka

4. Pada tanggal 20 Maret 2013, Jam 10.00, Sertu Sriyono anggota Korem Jogja di Bacok oleh Sdr. Marcel, Marcel adalah rekan dari 4 tersangka yang telibat pengeroyokan Sertu Santoso, juga Anggota Ormas KOTIKAM

5. Dari pemeriksaan ini, mulai terungkap bahwa Bripka Juan masih aktif di Polsekta Jogja, Bripka Juan sdh mengaku bersalah dan siap mempertanggungjawabkan, dgn alasan Khawatir dan Ruang Tahanan sdg direhab, pihak Polda berencana pada esok harinya jam 09.00 akan memindahkan 4 tahanan ini untuk dititipkan ke LP Sleman.

6. Pada saat itu juga, seluruh Anggota Grup-2 Kopassus, diperintah oleh Komandan Grup-2 Kopassus, tidak ada yang keluar Asrama tanpa terkecuali, dan dilaksanakan Apel pengecekan dari Pagi Hingga Malam.

7. Pada tanggal 22 Maret 2013, pada jam 08.45 diadakan sidang PDTH (pengakhiran Ikatan Dinas dengan tidak hormat) terhadap Bripka Juan. Pada Jam 09.00, 4 tahan ini dititipkan di LP Sleman.

8. Pada tanggal 22 Maret 2013, jam 09.00 11 tahanan di dibawa ke LP Sleman utk menunggu sidang pengadilan. 4 tahanan kasus pengeroyokan Serka Santoso dan 7 tahanan Narkoba. Mereka dikawal Brimob dengan sejata lengkap dan di ikat

9. Pada tanggal 23 Maret 2013, jam 01.30 LP Sleman diserang orang tidak dikenal, dan menembak Mati 4 tahanan pelaku pengeroyokan Serka Santoso.


Part II

Quote:berdasarkan kejadian di atas, dan keterangan Kepolisian terdapat Banyak kejanggalan, diantaranya :


1. Bripka Juan tidak terlibat pada kasus pengeroyokan Serka Santoso di Hugos Cafe Jogja, justru Bripka Juan yg melerai dan menolong Korban, jadi tidak ada alasan kekhawatiran dari Pihak Polda Jogja bahwa ada tindakan Balasan dari Kopassus atas kejadian tersebut. Situasi ini sengaja diciptakan sendiri oleh Polda Jogja, Dan tidak ada alasan Kopassus mengincar Bripka Juan. Dikalangan Polresta dan Brimob Jogja, Bripka Juan kurang disukai oleh rekan rekannya.

2. Polda Jogja telah berbohong, dengan mengatakan bahwa Bripka Juan adalah pecatan, terbukti Bripka Juan disidang pemecatan dilakukan setelah pengeroyokan di kafe Hugos. Dan sidang berlangsung hanya 5 menit, 15 menit sebelum dipindahkan ke LP Sleman. Menanggapi Sidang pemecatan tersebut, Bripka Juan mengatakan, "saya juga penyidik, saya tahu ini janggal, tapi nanti saya akan banding setelah 8 hari, dan akan mengungkap 3 anggota Brimob yang terlibat pemukulan , menendang, menginjak dan menyeret anggota Kopassus itu , ini adalah persaingan yang sengaja menyingkirkan saya, dari pernyataan ini sudah jelas bahwa Bripka Juan adalah Bandar Narkoba, dan ada Anggota Polda Jogja lain yang menjadi Bandar Narkoba.

3. Awalnya 4 pelaku menolak dititipkan ke LP Sleman, Tapi Polda Jogja tetap Ngotot membawa mereka, dengan alasan Ruang Tahanan Polda sedang Direhab, tapi setelah di cek, Ruang tahanan tersebut masih Layak dan tidak ada perbaikan. Setelah diperiksa dan Sebelum dibawa ke LP Sleman, Bripka Juan meminta kepada istrinya untuk menyiapkan jas yang bersih dan rapi, seolah-olah dia tahu bahwa dia akan mati, sambil mengatakan "Saya mengaku bersalah, saya cinta Korp Polri dan negara ini, Jikapun saya Mati, saya ingin mati secara terhormat seperti Prajurit Tentara”. Bripka Juan dalam tekanan berat dan merasa jiwanya terancam. Saat dimasukkan kedalam blok LP Sleman Bripka Juan Sempat menunjukkan Respeknya kepada petugas, dengan mengambil sikap siap, dan memberikan penghormatan walaupun tangannya di ikat dan ditodong dengan senjata oleh Anggota Brimob("kepada Petugas, Hormat Gerak, tegak Gerak"). Bripka Juan juga mengatakan, "saya kok diperlakukan seperti Teroris, di ikat dan ditodong dengan Senjata"

4. Sampai saat ini Polda Jogja, tidak mau mengungkap dan menangkap siapa Pelaku yang menendang serta Menyeret Korban (Serka Santoso), hal ini sempat menjadi tanya tanya dari Bripka Juan, Bripka Juan mengatakan “biasalah Polisi, yang penting sudah nangkap satu, agar terlihat berhasil” berarti 3 orang ini masih Buron, beberapa Rekan Bripka Juan disatuan Brimob Jogja juga melihat kejanggalan dari kasus ini, seperti Rekaman CCTV di Hugos Cafe telah di edit dan dirusak Oleh Penyidik Polda Jogja, yang telihat di Rekaman CCTV hanya saat pemukulan yang dilakukan oleh Sdr. Decky dan penusukan yang dilakukan oleh Sdr. Dedy, kejadian awal saat Korban dan pelaku datang tidak ada, Decky melempar Korban dengan Asbak, demikian juga saat Korban ditendang dan diseret oleh 3 orang yang dikenal oleh Bripka Juan. Rekan Bripka Juan pun (sesama anggota Polda Jogja) melihat kejadian ini janggal, dalam waktu kurang dari 24 jam pelaku ditangkap dan dijadikan tersangka, kemudian dititipkan di LP Sleman, kemudian di eksekusi di LP Sleman. Untuk menekan Pihak Hugos Kafe berkaitan dengan rekaman CCTV, Polda Jogja mengancam akan menutup Hugos Kafe, semua orang tahu bahwa Perijinan Usaha bukan di Kepolisian atau Polda tapi Hak dari Pemda DI Yogyakarta. Bukan kepolisian. Dalam hal ini Polisi tidak punya Hak, sudah melampaui wewenang.

5. Pada awalnya, Ka Lapas Sleman keberatan atas penitipan tersebut, karena tidak sesuai dengan prosedur dan 2 dr 4 tersangka, dalam keadaan luka, sebelum di bawa ke LP sdr. Dedy dipanggil oleh org yg menyeret serka santoso di kafe Hugos, saat keluar seluruh badannya memar dan lebam. Kemudian sdr. Adi 3 gigi depannya tanggal serta bibirnya bengkak berdarah. Awalnya Ka Lapas akan mengembalikan tahan titipan tersebut ke Polda, tapi tdk ada jawaban dari Polda, kemudian jika mlm ini tdk bisa, Ka Lapas akan tetap mengembalikan ke 4 tahanan titipan tersebut ke Polda jogja.

6. Sertu Sriyono anggota Korem Jogja, dibacok oleh Sdr. Marcel, di bacok di bagian kepala sebelah kiri. Marcel adalah anak buah dari Bripka Juan, rekan Decky, Dedi dan Adi, Korban di Bacok karena menangkap Sdr. Dedi dan Adi dan menyerahkannya kepada Penyidik Polda Jogja.

7. Sebelum di titipkan ke LP Sleman, Bripka Juan dihadapkan ke Sidang Pemecatan di Polda Jogja, sidangnyapun singkat hanya 5 menit, ini adalah Sidang Penjatuhan Hukuman tersengkat di dunia, hanya 5 menit, hal ini membuktikan bahwa Polda sengaja memojokkan Bripka Juan, setelah dipecat dalam wakktu 5 menit, bripka Juan dan 3 tersangka lainnya di titipkan ke LP Sleman. Yang dibawa ke LP Sleman, bukan hanya Bripka Juan CS, tapi termasuk 7 Tahanan Polda Jogja terkait Kasus Narkoba. Tapi Sdr. Marcel pelaku pembacokan Sertu Sriyono tidak di titipkan di LP Sleman.

8. Kemudian mereka di masukkan ke dalam Sel, yang mengantar Anggota Brimob, hingga ke dalam ruangan Tahanan LP. Sleman, Bripka Juan ditempatkan 1 ruang dengan Decky di Blok-5, sedangkan Dedy ditempatkan 1 ruang dengan Sdr. Adi di Blok-10. Dari penempatan Blok, nomor serta isnya sudah jelas, ini sebagai titik tanda, dan hanya mereka ber-4 yang menempatinya, sedangkan 7 tahanan Narkoba ditempatkan ruangan lain. disini terlihat mulai terlihat kebohongan aparat Kepolisian Jogja, dimedia massa ke 4 korban di eksekusi di hadapan 11 tahanan lainnya, sambil bertepuk tangan, sangat tidak masuk akal bahwa pasukan terlatih yang menyerang dengan cepat masih sempat m,embuat Drama.

9. Berdasarkan Tuduhan Begajul Amerika bernama Komnas HAM, Hendardi dan kecoak kecoaknya serta Jenderal Banci Antek Amerika yang bernama Wiranti. Pelaku penyerangan di LP Sleman, menggunakan penutup Wajah, senjata lengkap, menggunakan 5 kendaran, mereka adalah orang yang terlatih, pertanyaannya adalah, benarkah hanya Kopassus yang terlatih di negeri ini ? Anjing Pelacaknya Brimob juga terlatih. tapi tidak hanya Kopassus yang terlatih, Masyarakat sipil dan aparat lainpun terlatih Densus-88 juga terlatih, jika yang dituduh adalah anggota Kopassus itu kemungkinan kecil. Karena Para Pelaku penyerangan yang lebih dari 16 orang, sepertinya sudah kenal betul dengan Lingkungan dan situasi LP Sleman, terbukti:
a. Pelaku penyerangan juga Tahu dimana meletakkan Mobil, karena mereka masuk ke Area LP Sleman menggunakan 5, 4 mobil langsung menuju Area LP Sleman dan 1 menunggu diluar.
b. Pelaku tahu betul dan hafal dimana letak CPU yang menyimpan rekaman CCTV LP. Sleman, kemudian dicuri oleh penyerang.
c. Pelaku penyerangan Tahu, bahwa sistem penguncian di LP Sleman dari dalam dan Luar, setelah mereka melumpuhkan penjaga di depan dan merampas Kunci, kemudian membuka pintu dengan Kunci, merusak pintu dan membuka kunci dalam dari lobang pecahan Pintu.
d. Pelaku penyerangan juga mengetahui dimana ruangan ke-4 tahanan tersebut dititipkan, kemudian mengeksekusinya
Kejadian ini sepertinya sudah direncanakan dengan Matang dan para pelaku tahu dan hafal Area LP Sleman. Sehebat apapun Kopassus, hal ini tidak mungkin dilakukan dalam waktu 16 Jam, sedangkan Kopassus tidak pernah ke LP Sleman dan melakukan pengamatan sampai ke dalam ruangan LP Sleman, yang tahu situasi dan keadaan LP Sleman adalah aparat yang mengantar Tahanan, Masyarakat dan keluarga penghuni LP Sleman.


10. setelah dibantah oleh beberapa anggota Kopassus, Pihak Lapas mulai membuat Skenario cadangan mencari alasan, agar mereka tidak terlihat Kongkalikong dengan Polda, dan kami Yakin bahwa Pihak Lapas Sleman dalam tekanan Polda, dengan membuat cerita Bohong :

"- Sekelompok orang bersenapan laras panjang datang dengan lima minibus Toyota Avanza dan Innova. Ada juga saksi yang melihat lima orang mengendarai sepeda motor.
- Lima belas orang di antaranya melompati pagar yang tingginya tak sampai 1,5 meter. Sekitar dua-lima orang berjaga di luar penjara.
- Satu orang menggedor gerbang penjara dan menyodorkan surat meminjam tahanan.
- Setelah mengancam akan meledakkan Lapas, 15 penyerang masuk ke ruang portir. Di sana mereka sempat menyiksa delapan sipir.
- Dari ruang portir, sebagian menyebar. Ada yang menuju ruang kepala lapas untuk mengambil kamera CCTV. Ada juga yang menjemput Kepala Keamanan Lapas Margo Utomo untuk mengambil kunci blok dan sel empat tahanan yang diincar.
- Empat penyerang masuk ke blok empat tahanan itu. Tapi hanya satu yang masuk ke sel dan menembak empat tahanan itu. "

pertanyaannya adalah :
a. Dari rangkaian kegiatan ini apakah Waktunya Cukup 15 menit seperti yang diberitakan.
b. awalnya Lapas mengaku, Pelaku menggunakan 5 mobil, sekarang ada se[peda Motor.
c. Pelaku menyodorkan Surat peminjaman Tahanan, Pihak Lapas ingin berbohong tetapi malah berkata jujur dan menjelaskan bahwa yang tahu mengenai Surat Peminjaman Tahanan hanya ada 2 institusi, yaitu : POLISI DAN KEJAKSAAN, (kemungkinan sangat kecil menuduh Kejaksaan)
d. Ada yang menuju Ruang Ka Lapas, untuk mengambil Kamera CCTV, Hal ini menunjukkan bahwa pelaku sangat tahu dan hafal benar letak serta isi Lapas, termasuk Kamera CCTV, yang tahu letak benda tersebut hanya 2 institusi, yaitu Lapas dan Polisi.
e. 1 orang masuk kedalam sel dan menembak 4 pelaku, cerita Rambo yang dibuat, 1 orang ini hebat sekali, masuk sendiri ke dalam sel dan menemnbak 4 pelaku, jika demikian, pertanyaannya adalah siapa yang menyiksa Bripka Juan hingga tangan Kirinya Patah ? dan yang menusuk Bripka Juan hingga terdapat 4 luka tusuk di badannya ? HAL INI MEMBUKTIKAN CERITA BOHONG PIHAK LAPAS SLEMAN.