KASKUS

Quote:Original Posted By Cronus666
kalau saya tetep pada pendirian saya di thread sebelah

Original Posted By Cronus666 ►
Golput kalau untuk kepala daerah saya kurang setuju, tapi kalau untuk pemilihan dpr/dprd saya setuju..

"PERJUANGKAN KETERWAKILAN GOLPUT DI PARLEMEN DENGAN MENGOSONGKAN KURSI PARLEMEN SESUAI PERSENTASE GOLPUT"



Golput sebanyak apapun tidak akan membuat kursi parlemen kosong
Karena yang dihitung adalah suara sah. Berapapun yang ada itu akan dibagi dalam prosentasi keterwakilan masing2 calon yang diajukan.
Prosentase golput itu tidak diperhitungkan......dianggap suara kentut.

Pilar demokrasi itu eksekutif/ pemerintahan.....legislatif/ parlemen....dan yudikatif/ lembaga peradilan.
Ketiganya berkedudukan sama dan sejajar, yang satu tidak lebih tinggi atau lebih berkuasa dari yang lain.

Menghilangkan salah satu pilar demokrasi (dengan cara golput?) adalah pilihan yang tak masuk akal.
Mending tidak usah demokrasi sekalian, pakai sistem hukum rimba atau sistem hukum planet klingoon saja....bebas semaunya. Percuma pakai sistem demokrasi kalau unsur2 pokok demokrasi itu mau dihilangkan dengan cara yang tidak demokratis...> golput.

Hidup golput....persetan demokrasi.....!!!
menurut ane sih bijak golput..kalau semua partai atau calon presiden nya ikan busuk. msti pilih juga gitoh?? jgn blg g mgkn semua partai atau semua calon jelek semua.. menurut ane di indo ini g ada satu pun yg bersih.. wong mau jadi lurah aja korup..mau jadi polisi aja bayar..

kalau bisa dikasi nilai mgkn calon satu dengan calon yg lain cmn beda tipis..
calon a (0.01) calon b(0.03) calon c(0.07)
Quote:Original Posted By Wanx_wanx


kalau dianalogikan ke makan lagi, akhirnya orang idealis yang masih tinggal didaerah tersebut tetap dipimpin oleh orang yang terpilih.
Dengan kata lain orang terpilih itu adalah salah satu dari pilihan yang menurut orang idealis dianggap sebagai "tai kucing" atau "tai ayam" IMHO


Iya juga dan enggak juga sih gan...
Karena kebenaran dari sudut pandang manusia itu emang gampang berubah sesuai sudut pandang, semisalnya orang lain ku bilang tai, bisa aja sebenarnya hatinya malaikat....atau yang orang kira malaikat bisa aja macam tai.

Kalo untuk urusan spesifik pimpin - memimpin sih ane gak begitu ngurus, karena sebenarnya siapapun yang mimpin kalo semua pihak mau kerja sama sih pasti hasilnya bagus(walau pun dia taik). Jadi ada hal yang nyatanya lebih penting dari sekedar memilih dan memberi kepercayaan. Tapi dari apa yang terlihat kondisi2 itu masih jauh dari harapan melihat ketertutupan parpol serta politikus2 yang ada sekarang...Maka seenggaknya golput aja lebih baik, tapi bukan berarti gak peduli, tetap siapapun ntar yang menang harus tetap di kawal bersama...Gak ada yang aneh lah.
Quote:Original Posted By comradez


Selain karena sebab2 kecurangan atau unsur2 pelanggaran aturan, tidak akan ada pemilihan ulang karena itu hanya buang2 uang.

Bila juragan ingin suara golput didengar dan mengupayakan perubahan aturan maka juragan harus menjadi anggota parlemen yang memiliki kewenangan mengusulkan dan merubah undang2.
Atau minimal memiliki wakil di parlemen yang mengupayakan perubahan sistem tersebut.
Maka caranya adalah dengan cara dipilih atau ikut memilih,
tidak mungkin dengan golput agan bisa menjadi anggota parlemen
Atau tidak mungkin ketika juragan membuang suara dan menolak calon wakil yang ada, lalu juragan berharap mereka mewakili suara juragan......that's not fair but arrogant.
Logikanya ketika masih jadi calon aja ditolak dan ogah milih mereka, kok pengennya suara dan aspirasi didenger sama orang yang ditolak. Aneh kan? Karena jelas mereka akan menyerap aspirasi dan suara yNg memilih dan mempercayakan pilihannya pada mereka.

Bila juragan ingin orang lain melakukan sesuatu untuk agan maka juragan juga harus melakukan sesuatu untuk orang lain juga sebagai imbal balik. Fair and square.




Quote:Original Posted By comradez


Golput sebanyak apapun tidak akan membuat kursi parlemen kosong
Karena yang dihitung adalah suara sah. Berapapun yang ada itu akan dibagi dalam prosentasi keterwakilan masing2 calon yang diajukan.
Prosentase golput itu tidak diperhitungkan......dianggap suara kentut.

Pilar demokrasi itu eksekutif/ pemerintahan.....legislatif/ parlemen....dan yudikatif/ lembaga peradilan.
Ketiganya berkedudukan sama dan sejajar, yang satu tidak lebih tinggi atau lebih berkuasa dari yang lain.

Menghilangkan salah satu pilar demokrasi (dengan cara golput?) adalah pilihan yang tak masuk akal.
Mending tidak usah demokrasi sekalian, pakai sistem hukum rimba atau sistem hukum planet klingoon saja....bebas semaunya. Percuma pakai sistem demokrasi kalau unsur2 pokok demokrasi itu mau dihilangkan dengan cara yang tidak demokratis...> golput.

Hidup golput....persetan demokrasi.....!!!




terima kasih dah berbagi pengetahuan seputar golput
gue golput bye
bla bla bla bla
klo ane,,
untuk parpol kemungkinan besar golput

tuk pilpres, nunggu semua capresnya muncul baru milih
tp kemungkinan besar milih

#curahanpribadi
golputlah.. maknyus
daripada salah milih. liat aja tuh pemimpin hampir semua kayak kotoran babi. mending golput aja
Bukan dong, suara ente bisa dpake orang lain
menurut ane bijak gan , kalo calon nya ga da yang kompeten
golput mlulu ane! ndak pernh pke nyoblos!
HIDUP GOLPUT
menutut ane sih golput itu perbuatan sangat amat tercela sekali. secara gitu, lu nuntut pemerintah konsisten mikirin rakyat, tapi lu nya sendiri golput. kalo memang karena alasan yg logis sih ngk masalah, tapi kalo alasannya karena lu udah ngk percaya lagi ama pemerintah, berarti lu seperti ikan tapi ngk mau hidup di air, atau seperti lu buang air tapi ngk mau menyiram kloset.
orang yang golput itu hanya menuntut hak doang, tapi ngk peduli ama kewajibannya sebagai warga negara.
Quote:Original Posted By BayuRahardian
menurut ane bijak gan , kalo calon nya ga da yang kompeten

kalo calonnya ngk ada yg kompeten, kenapa ente ngk nyaleg aja?
kalau ane tergantung gan. apanya yang digantung? maksud ane kalau calon pemimpin itu punya reputasi dan prestasi kenapa gk? kalau calon pemimpinnya pada gk jelas ane pilih golput aja deh.
Quote:Original Posted By d0rn
menutut ane sih golput itu perbuatan sangat amat tercela sekali. secara gitu, lu nuntut pemerintah konsisten mikirin rakyat, tapi lu nya sendiri golput. kalo memang karena alasan yg logis sih ngk masalah, tapi kalo alasannya karena lu udah ngk percaya lagi ama pemerintah, berarti lu seperti ikan tapi ngk mau hidup di air, atau seperti lu buang air tapi ngk mau menyiram kloset.
orang yang golput itu hanya menuntut hak doang, tapi ngk peduli ama kewajibannya sebagai warga negara.

masalahnya klo udah kepilih suka lupa diri + lupa sama yg milih
Quote:Original Posted By d0rn

kalo calonnya ngk ada yg kompeten, kenapa ente ngk nyaleg aja?

makanya dia gak nyaleg soalnya dia tau diri dia gak kompeten..
gak kaya politisi sekarang udah tau gak kompeten maksain nyaleg ..


Edanya
golput emg bukan pilihan bijak, tp ane srg bingung jg seh mo milih yg mana
Quote:Original Posted By Viria
Masalah apakah menjadi Golput adalah pilihan "bijak" atau tidak, saya tidak tahu, terutama bila standar "kebijakan" adalah "kebijakan ala Indonesia"

Namun yang saya tahu, menjadi golput adalah pilihan "pintar"

Menilai kasus Jokowi, dimana terbongkar kalau seluruh jajaran PNS semuanya korupsi dan tidak mungkin bagi 1-2 orang yang duduk di kursi pimpinan untuk memberantas korupsi dari seluruh jajaran tingkat bawah ke atas

Sehingga kesimpulan, menjadi golput adalah pilihan "pintar" sebagai WNI, selama :

1. Tidak ada UU hukuman mati untuk korupsi di negara Indonesia

2. Tidak ada revolusi sehingga pemerintah korup beserta seluruh PNS korup nya tetap berkuasa


Setuju gan, ngapain juga milih orang yang gak amanah. salah-salah kita kena dosa juga kalo orang yang kita pilih itu korupsi misalnya.
cerdas lah, dari pada dosa mending diem dulu cari calon pemimpin yang bener2 srek dihati
Sepertinya iya deh gan, abis mau milih siapa juga bingung. Wong calon pemimpinnya aja gajauh beda
×